Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Tarim, Fans Gus Dur. Universitas Al-Ahgaff merupakan salah satu universitas unggulan dan terkemuka di Hadhramaut-Yaman. Dengan tingkat kesulitan ujian semester yang cukup tinggi, sehingga mahasiswa yang belajar di sana dituntut untuk lebih giat dan ekstra dalam mempersiapkan ujian semester. ?

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Yaman Bahas Administrasi Pengoreksian Ulang Ujian Semester

Namun, ironisnya tak sedikit dari mahasiswa yang kurang beruntung dalam ujian karena belum bisa lulus (rosib). Walaupun demikian, pihak idarah (administrasi) masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang rosib untuk mengajukan taqdim (pengoreksian ulang) terhadap lembar jawaban soalnya dengan ketentuan membayar RY.2000.- dan uang tersebut tidak akan dikembalikan, toh hasilnya lulus ataupun tidak.

Merespons hal tersebut, pengurus Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCINU Yaman, menggelar Bahtsul Masail perdana pada Jumat malam (10/03) di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Ahgaff Tarim. Acara ini diikuti sejumlah mahasiswa Indonesia di Tarim Hadhramaut, Yaman. Sekitar 30 delegasi mahasiswa yang hadir menyemarakkan Bahtsul Masail tersebut.

Dalam forum BM tersebut, dibahas sejumlah persoalan. Diantaranya adalah jenis akad apakah praktek pembayaran uang peninjauan ulang (taqdim) tersebut?

Fans Gus Dur

Selanjutnya, delegasi pertama menawarkan jawaban, yaitu akad ini termasuk akad ijaroh. Hal ini sejalan dengan ta’rif di ijaroh. Pun dapat dikatakan mu’athoh karena tidak ada shighot di dalamnya. Berlandaskan dari pendapat Imam an-Nawawi dalam kitab Raudhah.

Adapun delegasi yang lain, menawarkan akad ju’alah sebagai jawaban. Setelah melalui perdebatan yang cukup sengit, perumus merumuskan untuk memandang pada beberapa hal.

“Fiqih itu berinovasi terus direhabilitasi, maka tidaklah mungkin dalam masalah ini diasumsikan tidak berakad dan tak dapat dihukumi oleh rasional semata. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa ketika seorang mahasiswa telah terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Al-Ahgaff. Dengan itu Ia pun harus mematuhi segala tata-tertib dari universitas. Berdalil dengan apa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, bahwa taat terhadap imam adalah wajib. Hal ini pun dikuatkan oleh sebuah kaidah; tashorruful imam ala al-ro’iyyah manuthun bil-mashlahah,” tegasnya.

Fans Gus Dur

Selepas itu, forum memutuskan bahwa praktik pengajuan koreksi ulang seperti diskripsi di atas termasuk kategori akad ijarah fil-dzimah al-sohihah. Hal ini berdasarkan dari kitab Asnal Matholib.

Kemudian bagaimanakah hukum penerimaan uang tersebut bagi pihak lembaga universitas tersebut ?

Hukum penerimaan uang pengoreksian ulang adalah diperbolehkan atas nama ujroh (uang upah). Apabila hal tersebut perkara yang mubah bersamaan dengan adanya letih. Sekiranya telah diketahui tentu diperbolehkan untuk mengambil upah. Maka, uang yang diterimanya adalah halal dengan adanya letih dan tujuan yang lain, sejalan dengan ? akad ju’alah.?

Acara berakhir sekitar pukul 23.00 KSA, seusai pembacaan do’a oleh Mushohhih. (Moh Azizi Al-Mahbub/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kajian, Meme Islam Fans Gus Dur

Rabu, 21 Februari 2018

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama

Bojonegoro, Fans Gus Dur - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Balen memanjatkan doa secara bersama-sama di aula Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Balen, Sabtu (30/1) malam. Di sini mereka merenungkan kembali pendirian NU hampir 1 abad lalu.

Kegiatan ini diikuti pengurus anak cabang dan ranting IPNU-IPPNU di tingkat desa. Tampak hadir beberapa alumni anak cabang IPNU-IPPNU Balen.

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama

Mereka menggelar istighotsah dan shalawat nabi. Mereka juga berbincang-bincang perihal sejarah pendirian NU dan perjalanannya sampai sekarang ini. "NU didirikan oleh orang-orang pilihan, termasuk Mbah Hasyim Asyari," kata Pembina IPNU Balen Muhtarul Anam.

Anam meminta seluruh kader NU, IPNU-IPPNU Balen untuk selalu mengadakan kegiatan. Pasalnya IPNU-IPPNU merupakan wadah kader sebagai penerus NU ke depan. "Kita semua ini nanti penerus NU, baik IPNU-IPPNU, maupun Ansor-Fatayat ke depannya menjadi penerus perjuangan NU," terangnya.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Ketua IPNU Balen Irzami menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengadakan kegiatan ke depan. Termasuk mendirikan IPNU-IPPNU di seluruh ranting sebagai wadah kaderisasi NU di tingkat desa.

"IPNU-IPPNU tempat kita belajar bersama," jelasnya.

Fans Gus Dur

Tidak hanya di bidang keilmuan, tetapi keterampilan juga akan diajarkan. Sehingga kader-kader NU di Kecamatan Balen dapat terampil dan menjadi penerus NU yang amanah. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Meme Islam, Nahdlatul Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Padang, Fans Gus Dur - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat menandatangani nota kesepahaman dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman dan Padang Pariaman dalam program antisipasi penyebaran paham radikal kepada lulusan SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar memberikan kesempatan kepada GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman untuk merekomendasi tamatan SMA/SMK/MAN yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Demikian diungkapkan Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto, Kamis (20/7/2017), ketika penandatanganan MoU itu dengan GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, di Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor II UNU Nazaruddin yang juga Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNU Sumbar dengan Ketua PC Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban dan Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariman Zeki Aliwardana.

Fans Gus Dur

Menurut Arianto, UNU hadir di Sumatera Barat salah satunya bertujuan untuk mencetak sarjana-sarjana yang memiliki pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, mencintai tanah air NKRI, dan berakhlakul karimah. "Belakangan ini banyak tamatan SMA/SMK/MAN yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terpengaruh oleh pemikiran radikal dan bertentangan dengan nilai-nilai dan paham dari orangtuanya," kata Arianto.

Akibatnya, setelah kuliah dan menyelesaikan pendidikan, pemahaman keagamaannya sudah bergeser bahkan bertentangan dengan orangtuanya sendiri. Pulang ke kampungnya sudah mulai menyalahkan tradisi yang selama menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat, kata Arianto.

Fans Gus Dur

Kehadiran UNU Sumbar menurutnya justru memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di Sumatera Barat. Kearifan lokal Sumatera Barat yang dikenal dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi acuan dalam melahirkan lulusan UNU. "Bagi UNU, mahasiswa harus ditanamkan rasa cinta NKRI. Karena NKRI lahir salah satunya tidak terlepas dari peran ulama, terutama yang tergabung di Nahdlatul Ulama," tutur Arianto.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana menyebutkan, kita akan dorong tamatan SMA dan sederajat di Kabupaten Padang Pariaman untuk melanjutkan pendidikannya ke UNU Sumbar. Padang Pariaman yang mayoritas masyarakat sangat sesuai dengan misi pendidikan tinggi yang dikembangkan UNU tersebut.

"Makin gencarnya serangan pemikiran radikal dan terhadap praktek keagamaan yang ada di Padang Pariaman belakangan ini, maka harus dilakukan upaya membentengi generasi muda. Salah satunya tamatan SMA harus memasuki lembaga pendidikan tinggi yang dapat dipastikan membentengi mahasiswanya dari paham radikal dan tidak mengkafir-kafirkan umat Islam lainnya.

"Dari 100-an nagari yang ada di Padang Pariaman, diupayakan minimal satu orang dapat direkomendasi melanjutkan pendidikan ke UNU Sumbar. Secara bertahap akan lahir sarjana yang membentengi Islam berpaham Ahlussunnah Waljamaah dari Padang Pariaman sebagaimana misi dari UNU Sumbar," kata Zeki yang juga mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Meme Islam, RMI NU Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim

Malang, Fans Gus Dur. Pimpinan Anak Cabang IPNU - IPPNU kecamatan Pujon kabupaten Malang bersama komunitas 65391 mengadakan halal bihalal guna memperkokoh persaudaraan antar sesama di tengah adanya tindakan radikal yang menimpa saudara muslim di Papua.

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal, IPNU-IPPNU Pujon Santuni Anak Yatim non-Muslim

Halal bihalal yang diadakan di daerah setempat, Ahad (19/7) kali ini diisi juga dengan memberikan santunan anak yatim sejumlah 160 anak se kecamatan Pujon. Tidak hanya anak-anak beragama Islam, anak-anak yatim non muslim pun mendapat santunan.

Kegiatan ini dihadri muspika kec Pujon, tokoh lintas agama, dan tokoh masyarakat.

Fans Gus Dur

Untuk memeriahkan acara, juga diisi dengan berbagai pagelaran, mulai dari sholawat banjari, music jazz, campursari hingga musik jalalan. Acara ditutup dengan mauidoh hasanah dengan tema Islam Nusantara yang Rahmatan lil Alamin.

Fans Gus Dur

"IPNU IPPNU pujon berharap Islam Nusantara dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan karena kami yakin dengan model Islam yang seprti itu akan tercipta situasi yang benar-benar aman tentram dan damai,” kata Fauzan Anwari, sekretaris PAC NU Kec Pujon.

“Pada akhir-akhir ini radikalisme dari berbagai agama sangat subur dan menyebar kemana-mana ditambah lagi islamphobia yang menjadi-jadi. Isu-isu dibuat untuk menghncurkn negara ,” tambahnya.

Upaya yang dilakukan kelompok radikal nyaris berhasil. Namun, lanjutnya, Indonesia tidak akan bisa diotak-atik oleh jika rakyatnya masih memiliki sikap kebhinekaan yang sudah seratus abad yang lalu terjaga.

“Jangan sampai sikap rakyatnya terdegradasi oleh budaya dan pemikiran sesat yang dikembangkn oleh Barat. IPNU IPPNU harus menjadi pioner dalam melegitimasi bahwa islam yang kita anut dan kita jalankn selama ini adl islam yang sesungguhnya,” pungkasnya. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, RMI NU, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Rabu, 24 Januari 2018

WNI di Saudi Semarakkan Ramadhan dengan Lomba Hafalan Quran

Jeddah, Fans Gus Dur. Ramandhan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan aktivitas positif, tak terkecuali bagi masyarakat Indonesia di Arab Saudi. Pada bulan suci ini, warga negara Indonesia (WNI) antusias mengikuti Musabaqah Hifdhil Qur’an (MHQ) yang digelar Masjid Indonesia Jeddah.

MHQ atau lomba menghafal al-Qur’an merupakan kegiatan favorit bagi putra-putri para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berada di Jeddah, Arab Saudi. Pengurus masjid yang terletak di tengah kota Jeddah itu memang berkomitmen menjadi pusat Taman Pendidikan Al Quran (TPA) untuk anak-anak WNI TKI di sana.

WNI di Saudi Semarakkan Ramadhan dengan Lomba Hafalan Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
WNI di Saudi Semarakkan Ramadhan dengan Lomba Hafalan Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

WNI di Saudi Semarakkan Ramadhan dengan Lomba Hafalan Quran

Peserta MHQ keduabelas tersebut diikuti peserta dari berbagai delegasi, di antaranya murid-murid dari Sekolah Indonesia Mekah (SIM), TPA Al-Naashiriyyah dan beberapa delegasi masyarakat Indonesia yang bermukim di Jeddah-Makkah. MHQ kali ini berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 Juli 2015.

Fans Gus Dur

"Musabaqah ini meliputi berbagai lomba di antaranya hafalan al-Quran, pidato bahasa Arab dan Inggris, kaligrafi, adzan dan shalawatan," papar Memed Darkum selaku koordinator MHQ XII, Kamis.

Ia menjelaskan, kegiatan ini untuk memberikan semangat kepada putra-putri WNI TKI agar terus semangat belajar mengaji.

Fans Gus Dur

"Suatu kebanggaan untuk putra-putri? WNI TKI yang akan meraih juara prestasi dalam menghafal Al Quran," tambah A Firdaus A. Manan selaku dewan Juri MHQ XII. (Ahmad Thobib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam Fans Gus Dur

Mendes PDTT: 20 Persen Dana Desa Digunakan untuk Upah Pekerja

Jakarta, Fans Gus Dur. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, meminta agar 20% dana desa dialokasikan untuk upah para pekerja di desa. Hal tersebut ditujukan agar pembangunan fisik yang menggunakan dana desa dapat memberi dampak langsung berupa peningkatan pendapatan masyarakat.

Mendes PDTT: 20 Persen Dana Desa Digunakan untuk Upah Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes PDTT: 20 Persen Dana Desa Digunakan untuk Upah Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes PDTT: 20 Persen Dana Desa Digunakan untuk Upah Pekerja

"Proyek dana desa harus dilakukan secara swakelola. Kami akan menegur kepada pihak desa yang masih pakai kontraktor," ujar Menteri Eko di Jakarta.

Menteri Eko menambahkan, dengan fokus pengerjaan pembangunan yang dilakukan secara swakelola, maka uang dapat berputar di desa tersebut. Diharapkan dengan adanya pemasukan tambahan maupun belanja di desa, daya beli masyarakat pun akan meningkat.

"Prioritaskan pekerja dari warga setempat. Beli material juga di toko setempat. Dengan demikian uang yang dibelanjakan berputar di desa tersebut," sambungnya.

Fans Gus Dur

Selain untuk pembangunan, penyaluran dana desa juga didesain untuk menciptakan lapangan kerja di pedesaan. Dengan pengerjaan yang dilakukan secara swakelola, maka banyak tenaga kerja di desa yang terserap untuk proyek tersebut. 

Menteri Eko mengungkapkan, Presiden Joko Widodo telah memberi arahan agar upah bagi warga yang bekerja dalam pembangunan dengan dana desa harus dibayarkan harian atau mingguan. Hal tersebut ditujukan agar daya beli masyarakat desa meningkat.

"Dengan 20% dari alokasi Rp 60 trilyun di 2018 mendatang, maka ada Rp 12 triliun yang diterima langsung oleh masyarakat yang bekerja. Sehingga bisa menciptakan daya beli di desa hingga Rp 60 triliun per tahunnya," ujar Menteri Eko.

Data mencatat, program dana desa di 2015 dalam jangka pendek atau tiga bulan waktu kerja telah menghasilkan 986.000 tenaga kerja. Kemudian meningkat pada 2016 lalu dengan menciptakan sebanyak 1,84 juta tenaga kerja. Sementara untuk tenaga kerja jangka panjang dengan jangka waktu delapan bulan kerja, dana desa telah berkontribusi menghasilkan 105.000 orang pada 2015 lalu dan 199.000 pekerja pada 2016. Tenaga kerja jangka pendek mendapatkan upah Rp 60 ribu per hari dan Rp 65.000 per hari untuk tenaga kerja jangka panjang. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Meme Islam Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

Jombang, Fans Gus Dur. Setelah menjalani masa Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) selama beberapa hari, para kader mengikuti prosesi bai’at atau pengambilan sumpah setia.

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

PKPNU di Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung ditutup, Senin (9/3) dini hari. Setelah digembleng dengan sejumlah informasi, antara lain mengenai potensi, kelebihan, kelemahan dan tantangan NU masa mendatang, para kader diharapkan dapat menjadi pionir bagi perjalanan NU ke depan.

Hal tersebut antara lain yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik saat memberikan pengarahan pada penutupan PKPNU di Jombang itu.

Fans Gus Dur

Di hadapan 48 peserta, KH Masyhuri Malik kembali mengingatkan bahwa para ulama khususnya pendiri NU telah berjuang menyelamatkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para ulama juga telah mewariskan ajaran Islam yang bisa diterapkan di tanah air. “Menjaga dan mengawal NKRI adalah sama dengan menjaga keberadaan NU,” tandasnya.

Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali para peserta memegang teguh apa yang telah diwariskan para pendiri jam’iyah ini. “Dan menjaga warisan para ulama tersebut bisa dilakukan dengan menjadi pengurus formal NU ataupun sebagai anggota biasa,” terangnya.

Fans Gus Dur

Kiai Masyhuri berpesan kepada peserta yang tidak hanya berasal dari Jombang, juga Kediri, Lamongan, Nganjuk serta Gresik ini untuk terus menjaga soliditas serta senantiasa berkhidmat kepada NU. Bentuknya bisa dengan berperan aktif dalam kegiatan di komunitas setempat atau bersinergi dengan kepengurusan yang ada.

Syamsul Rijal dari PCNU Jombang menandaskan bahwa menjadi peserta PKPNU adalah kesempatan yang istimewa. “Karenanya mohon usai mengikuti kegiatan ini, sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan sebagai program nyata dapat segera dilakukan,” katanya.

Intensitas komunikasi juga hendaknya dapat dilakukan sesama angkatan pelatihan baik mereka yang berdomisili di Jombang serta kota lain, lanjutnya.

Penutupan PKPNU dilakukan dengan pengukuhan dan bai’at atau pengambilan sumpah setia yang diikuti oleh seluruh peserta. Bai’at dipimpin langsung oleh KH Masyhuri Malik didampingi dua instruktur kaderisasi dari PBNU H Abdul Mun’im DZ dan Amir Ma’ruf. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Olahraga, Meme Islam Fans Gus Dur

Selasa, 12 Desember 2017

Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok

Jakarta, Fans Gus Dur. Salah satu isu kesehatan yang disorot dalam Kongres XIV Fatayat NU di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis hingga Senin (1-6/7), adalah soal rokok di kalangan anak.



Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Fatayat NU Soroti 2 Juta Anak Perokok

Saat ini jumlah perokok di Indonesia sekitar 60 juta orang. Menurut data Kementerian Kesehatan, hampir 2 juta dari para perokok itu adalah anak Indonesia yang berusia 7-18 tahun dan merokok rata-rata dua batang setiap hari.

Berdasarkan fakta itu, Fatayat mendorong pemerintah mengambil kabijakan yang tegas untuk mengurangi perokok dengan membatasi iklan rokok dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya merokok, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

Fans Gus Dur

Demikian disampaikan Ketua Panitia Muzaenah Zein dalam konferensi pers mengenai hasil Kongres XIV Fatayat di kantor PBNU, Jakarta, Senin (5/7) kemarin.

Secara khusus, Kongres Fatayat NU juga prihatin dengan maraknya kekerasan  terhadap anak dalam bentuk penculikan dan pemerkosaan di Indonesia yang kian hari kian massif. Padahal, anak sebagai investasi masa depan harus mendapatkan perlindungan dari negara.

Fans Gus Dur

”Sebagaimana kita ketahui, kekerasan terhadap anak terus meningkat. Angka kekerasan terhadap anak meneapai 1.998 kasus pad a tahun 2009. Untuk mengantisipasi masalah tersebut, sudah saatnya pemerintah meningkatkan penegakan hukum untuk melindungi generasi bangsa tersebut,” kata Muzaenah.

Menurutnya, Undang-Undang Perlindungan Anak sesunguhnya sudah cukup tegas memberikan sanksi terhadap pelaku kekerasan, namun di tingkat lapangan, penegakan hukum masih cukup lemah.

”Kongres Fatayat NU mendesak kepada aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas, baik mengusut kasus-kasus penculikan maupaun melakukan upaya-upaya pencegahan,” tambahnya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Meme Islam Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

Surabaya, Fans Gus Dur. Menyampaikan ajaran agama harus memperhatikan kondisi masyarakat setempat dari banyak aspek. Juga jangan sampai menyampaikan hal yang menimbulkan perbedaan. Kebersamaan harus dijaga agar ukhuwah terus terawat dengan baik.

Muhammad Dawud mengingatkan hal ini pada acara Evaluasi Dengar Pendapat atau EDP yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur, Jumat (10/7).

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampaikan Pesan Agama dengan Santun dan Jaga Kebersamaan

"Menyeru pesan agama hendaknya harus dengan mengedepankan kesantunan, sebagaimana telah dipesankan dalam Islam," katanya di hadapan 4 pemohon ijin radio komunitas dan televisi kabel berlangganan.?

Fans Gus Dur

Apalagi, lanjutnya, bagi para pengelola lembaga penyiaran seperti televisi maupun radio untuk bisa memilih mata acara dan program yang tidak lagi menebarkan kebencian atau perbedaan saat bersiaran.

Salah sorang komisioner KPID Jatim ini juga berharap sekaligus menekankan bahwa masih banyak radio dan televisi yang gemar menyiarkan materi yang menyinggung perbedaan. "Padahal materi seperti ini tidak akan selesai diperdebatkan," ungkap Sekretaris PW ISNU Jatim ini.?

Fans Gus Dur

Dawud juga mengkritik sejumlah lembaga penyiaran yang gemar merelay siaran dari beberapa radio kenamaan dengan tidak memperhatikan kondisi masyarakat sekitar. "Bagaimana mungkin anda merelay berita maupun tayangan dari sumber yang jelas-jelas berseberangan dengan tradisi mayoritas masyarakat sekitar," katanya.

Karenanya sangat mendesak untuk memiliki kearifan dalam menayangkan serta menyampaikan materi siaran yang mampu menjaga kebersamaan dan menghargai keberagaman di masyarakat. "Kami sangat berharap para pemohon bisa menjaga suasana kondusif di lingkungan masing-masing, apalagi telah memiliki media baik televisi maupun radio," ungkapnya.

Kegiatan EDP berlangsung sejak 8 hingga 10 Juli. Ada puluhan radio komunitas serta satu televisi kabel berlangganan yang mengajukan izin agar bisa bersiaran sesuai wilayahnya. Para pemohon harus mempresentasikan proposal yang telah diajukan di hadapan para tim penguji, pemberi masukan, serta dari komisioner KPID Jatim. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Quote Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir

Yogyakarta, Fans Gus Dur

Bulan Harlah yang ditetapkan PBNU juga benar-benar semarak di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). PWNU DIY menggelar sejumlah kegiatan yang akan di laksanakan pada minggu pertama bulan Februari.

“Memang sesuai instruksi PBNU, wilayah (PWNU, red) hendaknya mengadakan kegiatan yang terkait dengan Harlah pada minggu keempat bulan Januari. Namun PWNU DIY berdasarkan beberapa pertimbangan akan menyemarakkan harlah pada minggu pertama bulan Februari,” ungkap Zuhdi Mudlor, M.Hum, Sekretaris PWNU DIY.

Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)
Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir (Sumber Gambar : Nu Online)

Yogyakarta Semarak, Sri Sultan Dijadwalkan Hadir

Sejumlah kegiatan yang akan menghiasi perayaan Harlah NU, di antaranya adalah dialog antar aktor Strategis NU yang akan di selenggarakan di Laboratorium Jurusan Ilmu Politik UGM. Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LKPSM) NU dengan jurusan Ilmu Politik UGM.

Fans Gus Dur

Menurut rencana akan hadir sebagai pembicara; K.Yudian Wahyudi, Ph.D, pengasuh Pesantren Nawesea yang juga dekan Fakultas Syariah, Suharko, Ph.D, Ketua program pascasarjana Sosiologi, Drs.H.A Hafidz Asram, MM, Anggota DPD dari DIY, dan M. Najib, M.Si, direktur LKPSM NU DIY.

Pada tanggal 3 Februari yang akan lakukan donor darah yang di pusatkan di kantor NU baru Jln. MT Haryono. Pada saat itu juga akan dilangsungkan pendidikan kesekretariatan untuk pengurus NU bagian sekretariat di tingkatan wilayah, cabang dan semua lajnah yang ada di PWNU DIY. Pendidikan ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan pada pengurus terutama yang mengurusi kesekretariatan.

Fans Gus Dur

Sementara puncak acara akan di langsungkan di Gedung Pamungkas Kridosono, berupa pengajian akbar pada tanggal 10 Februari 2008. Menurut rencana Sri Sultan Hamangkubuana X di jadwalkan hadir untuk memberi sambutan pada acara tersebut. Sementara yang akan mengisi pengajian adalah KH Muhajir Sulthon, kyai gaul dari Bojonegoro.

PWNU DIY juga mengharapkan seluruh muda NU untuk melakukan pawai keliling kota Yogyakarta dengan membawa bendera NU. Namun PWNU mengharapkan untuk melakukan pawai simpati.

“Kami berharap para muda NU yang kemarin sudah melakukan pawai, seperti di Bantul. Harap melakukan pawai lagi gabungan dengan seluruh kabupaten. Namun Jangan di Blong knalpotnya. Silahkan tampil sopan dan tertib,” Zuhdi mengingatkan.

Instruksi Upacara Bendera

PWNU juga menginstruksikan kepada seluruh pendidikan Ma’arif di semua tingkatan untuk melaksanakan upacara bendera pada tanggal 31 Januari atau bertepatan dengan hari kelahiran NU.

Protap acara sesuai dengan standar upacara biasanya, hanya saja ada kekhususan yang harus ditampilkan, yakni mengheningkan cipta, doa di tujukan untuk para tokoh NU serta inspektur upacara membacakan sambutan pidato Harlah dari Rais Syuriyah PWNU DIY, dan doa khusus Harlah sudah disiapkan PWNU DIY. (ron)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Kajian Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Muliakan Kiai Sebagaimana Syekh Bahauddin pada Gurunya

Jepara, Fans Gus Dur. A’wan PWNU Jawa Tengah, Habib Umar Muthohar bersama KH Adnan Kasogi (Kudus) hadir dalam peringatan Haul I KH Muchlisul Hadi berlangsung di kompleks pesantren Roudlotul Huda desa Margoyoso kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Selasa (02/12) malam.

Dalam kesempatan itu Habib Umar ceramah tentang pentingnya santri memuliakan sosok kiai. Dijelaskannya, kiai merupakan sosok yang mengisi ruhaniyah santri.

Muliakan Kiai Sebagaimana Syekh Bahauddin pada Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muliakan Kiai Sebagaimana Syekh Bahauddin pada Gurunya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muliakan Kiai Sebagaimana Syekh Bahauddin pada Gurunya

Dari itu ia menyebut guru atau pun kiai merupakan pahlawan tanda jasa. “Untuk itu mari kita berbakti dan memuliakan kiai-kiai kita,” imbaunya.

Fans Gus Dur

Penceramah asal Semarang itu menyontohkan sosok Syekh Bahauddin An-Naqsabandi dalam khidmah kepada guru. Usai berguru kepada Sayyid Amir Kulan ia diminta kholwat di Baghdad selama 7 tahun.

Hasil dari kholwatnya Bahauddin bisa “berjabat tangan” dengan Syekh Abdul Qadir Al-Jilani. Meski era Bahauddin-Syekh Abdul Qadir jeda 150 tahun. Maka tak salah ia dijuluki Naqsabandi yang berarti diukir di hati.

Fans Gus Dur

Selain memuliakan sosok kiai, guru juga perlu dipandang perspektif khususiyahnya. Memandang perspektif basariyah yakni melihat sosok dengan serba kekurangan. “Manusia mesti punya banyak kekurangan. Hal itu lumrah,” tegasnya.

Tetapi yang lebih penting ialah memandang kiai dari khususiyahnya. Yakni memandangnya dari sisi kealiman, kewiraian dan sebagainya. Karena itu banyak kiai yang mempunyai anak kemudian di pondokkan kepada kiai lain.

“Setelah ia boyong agar bisa melihat bapaknya sebagai sosok khususiyah yang mempunyai kealiman bukan sekadar basariyah yang nantinya malah dianggap biasa saja oleh anak maupun istrinya,” imbuhnya.

Nabi dalam pandangan istri dan saudaranya dinilai sebagai khususiyah. Sehingga Muhammad dihormati dalam kondisi apa pun. Sehingga santri harus menghargai guru dalam pandangan khususiyah.

Jika demikian, mantan penanggung jawab majalah Al-Mihrab itu menambahkan akan muncul keberhakan yang melingkupi kehidupan santri dimana pun berada. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Meme Islam, Doa Fans Gus Dur

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Cirebon, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU) Kab. Cirebon menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), Sabtu 09 Januari 2016 di Sekretariat PC. IPNU-IPPNU Kab. Cirebon.?

Acara tersebut dihadiri lebih dari seratus orang yang terdiri dari perwakilan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR) dan pengurus Pimpinan Cabang.?

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Seperti biasanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah Marhabanan (pembacaan shalawat dan Barzanji). Hal ini yang membuat ramai dan lebih semangat serta antusias yang diiringi oleh group hadrah dari Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMAN 1 Plumbon Cirebon.?

Fans Gus Dur

Setelah Marhabanan itu selesai dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan-makan. Baru kemudian agenda beralih pada Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab).

Fans Gus Dur

Moehammad Mu’min sebagai ketua pelaksana acara tersebut, menyatakan sangat senang karena acara ini bisa berjalan dengan lancar dan memuaskan. “Terlebih, saya sedikit kaget serta tidak menyangka bahwa acara ini didatangi lebih dari seratus orang, yang sebelumnya diperkirakan hanya kurang dari seratus orang,” kata Mu’min.?

Sementara, Nur Aida Fajriyanti sebagai ketua PC. IPPNU Kab. Cirebon berkata, “Kami sebagai umat Nabi Muhammad Saw, sudah seharusnya memperingati maulidnya. Walaupun acaranya hanya sederhana, yang terpenting adalah cara memakanainya. Terlebih saya berharap kegiatan marhabanan ini tidak hanya dilakukan pada peringatan Maulid saja, tapi dilakukan rutin ? setiap minggunya,” tandas Aida. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Ubudiyah, Tegal Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus

Majalengka, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Majalengka berencana akan membuat kartu anggota NU (Kartanu). Hal ini terungkap seiring diselenggarakannya silaturahim dan konsolidasi internal dalam acara halal bihalal di gedung PCNU Majalengka di Jalan Pangeran Muhammad 15 Cikalong, Sukahaji, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (23/8) siang.

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus

Ketua PCNU Majalengka KH Harun Bajuri mengatakan, Kartanu yang pihaknya terbitkan dibuat khusus untuk anggota NU Majalengka dan bekerja sama dengan Bank Mandiri Majalengka.

Ia mengimbau pada seluruh warga NU Majalengka untuk turut serta dalam pembuatan Kartanu Khusus ini. Tidak hanya berfungsi sebagai identitas, Kartu ini  juga bisa digunakan sebagai alat transaksi keuangan ke Bank Syariah Mandiri Majalengka.

Fans Gus Dur

Harun juga menegasan, penyelenggaraan halal bihalal ini menjadi ajang untuk saling bertatap muka dan menguatkan kembali perangkat organisasi. Ia berharap ke depan penguatan organisasi di semua tingkatan bisa lebih massif sehingga NU Majalengka lebih baik untuk mempertahankan tradisi Islam Aswaja ala NU di tengah-tengah masyarakat Majalengka.

Fans Gus Dur

Acara tersebut dihadiri seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), Pengurus Ranting NU, serta badan otonom NU setempat. Hadir juga Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beserta seluruh anggota DPRD Fraksi PKB Majalengka. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, IMNU, Meme Islam Fans Gus Dur

Rabu, 22 November 2017

Masjid sebagai Pondasi Agama, Masyarakat, dan NKRI

Gowa, Fans Gus Dur 

Sekretaris Lembaga Takmir Masjid Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan H Misbahuddin mengingatkan bahwa sejarah kejayaan Islam ada di tangan pemuda. Karena pada saat itu, katanya, pemuda mengisi segala lini kehidupan termasuk mengisi masjid. 

Masjid sebagai Pondasi Agama, Masyarakat, dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid sebagai Pondasi Agama, Masyarakat, dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid sebagai Pondasi Agama, Masyarakat, dan NKRI

Demikian disampaikan Misbahuddin Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Gowa, Jumat (8/12).

Menurutnya, kalau hari ini pemuda tidak bergerak, pemuda tidak berpikir tentang masjid dengan baik, maka boleh jadi masjid tidak berfungsi secara baik karena masjid menjadi kekuatan dan fondasi agama, masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 

Fans Gus Dur

"Pemuda harus dekat dengan masjid, mengawasi masjid, mengisi masjid dengan kegiatan di antaranya dengan pengajian yang muatannya untuk menjadi NKRI," terangnya. 

Kegiatan yang mengusung tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI ini terlaksana atas kerja sama LTM PBNU dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). 

Hadir pada hari terakhir roadshow Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Pulau Sulawesi Selatan ini Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazein, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, Sekretaris LTM PBNU H Sarmidi Husna, Ketua PCNU Kabupaten Gowa Abdul Jabbar Hijaz, Wakil Ketua PWNU Sulawesi Selatan H Muammar Bakri. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Meme Islam, Sholawat, Warta Fans Gus Dur

Usai Wali Songo, Warga NU Sulut dan Kaltara Ziarahi PBNU

Jakarta, Fans Gus Dur

Sekitar enam puluh orang peserta ziarah Wali Songo yang merupakan jamaah Al-Hikam Cinta Indonesia asal Kalimantan Utara beserta sejumlah pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Sulawesi Utara tiba di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (25/4) malam.

“Para jamaah berangkat dari tempat masing-masing dan bertemu di Surabaya pada tanggal 22 kemarin. Kami memulai ziarah dari makam Sunan Ampel menuju barat dan berakhir di makam Sunan Gunung Jati di Cirebon," ujar Habib Taufik Bilfaqih, Ketua Yayasan Al-Hikam yang sekaligus Ketua Lesbumi PWNU Sulut.

Usai Wali Songo, Warga NU Sulut dan Kaltara Ziarahi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Wali Songo, Warga NU Sulut dan Kaltara Ziarahi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Wali Songo, Warga NU Sulut dan Kaltara Ziarahi PBNU

Selain berziarah ke semua makam para wali yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, rombongan juga melakukan ziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH. Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur.

Fans Gus Dur

"Ini adalah kesempatan yang baik bagi kami untuk mengunjungi makam orang-orang yang mulia. Atas jasa para auliya tersebut Islam bisa tersebar di Nusantara," kata Ustad Muhammad Iqbal, ketua panitia asal Tarakan.

Rombongan disambut oleh ketua Lesbumi KH Agus Sunyoto beserta sejumlah pengurus Lesbumi di Masjid An-Nahdhoh. KH Agus Sunyoto memberikan pemaparan terkait sejarah penyebaran agama Islam di Nusantara, serta peran penting Wali Songo.

Fans Gus Dur

"Sejarah Islam di Nusantara dan budaya lokal tak bisa dipisahkan. Islam bisa dengan mudah tersebar justru dengan pendekatan budaya yang dengan sangat cerdas dan bijak diterapkan dalam dakwah Wali Songo,” paparnya.

Budaya yang dimaksud, kata Agus, misalnya tradisi selamatan. Budaya ini menempel hingga kini di tengah masyarakat dan menjadi tradisi tak terpisahkan sebagai salah satu manifestasi tauhid yang hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat.

Setelah acara diskusi, rombongan kemudian berkunjung ke Pojok Gus Dur, tempat dimana dulu almarhum Gus Dur biasa beraktivitas selama menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Para jamaah mengungkapkan kebahagiaan mereka karena dapat melihat-lihat seisi ruangan, meja kerja serta berbagai benda peninggalan Sang Guru Bangsa, Gus Dur. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Senin, 20 November 2017

Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman

Batam, Fans Gus Dur. Bupati Wonosobo Kholiq Arif menceritakan pengalamannya selama memimpin Wonosobo kepada para peserta Rakernas V Lakpesdam NU di Asrama Haji Kota Batam, Rabu (15/4). Ia mengaku sebagian besar cara yang diterapkan ia pelajari dari Gus Dur.

Dulunya Wonosobo dikenal sebagai daerah yang kurang aman. “Gus Dur menyanpaikan kepada saya, Kholiq kalau mau Wonosobo aman maka bikinlah kuburan-kuburan menjadi bagus, saya waktu itu tidak berfikir ini masuk akal atau tidak. Modalnya hanya percaya,” kata alumni IAIN Yogyakarta itu.

Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman (Sumber Gambar : Nu Online)
Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman (Sumber Gambar : Nu Online)

Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman

“Saya buat kuburan-kuburan orang sholeh di Wonosobo menjadi bagus-bagus. Dan ternyata setelah 2-3 tahun, preman yang di terminal, di pasar itu pindah, banyak di Kuburan. Mereka bilang ingat mati. Baru saya tahu jawabannya dari amanat Gus Dur. Boleh jadi ini tidak rasional awalanya tapi fakta empiriknya Wonosobo jadi aman. Kalau sudah empirik yah berarti rasional,” katanya disambut tawa para peserta Rakernas.

Fans Gus Dur

Semua yang dikerjakan Bupati Kholiq menggunakan cara-cara kultural yang ia sebut local genuine approache. Kholiq melakukan penggalaian-penggalian, kajian-kajian cara-cara lokal untuk mengelola pemerintahannya.

Misalnya untuk menangani masalah kenakalan anak-anak muda yang banyak menggunakan miras. Kholiq tidak menyelesaikan dengan proses hukum normatif. Setiap malam di atas jam 22.00 malam dibantu aparat ia berkeleiling untuk mengambil anak-anak muda yang menggunakan miras.

Fans Gus Dur

“Kalau memberikan hukuman saya pesan jangan sampai dipukul, jangan ada darah. Tetapi direndam air saja, dimandikan sampai pagi lalu mereka diminta untuk berdiri sambil menghormat ke atas sampai pagi,” katanya.

“Hasilnya pemuda-pemuda itu menjadi sadar tanpa harus berhadapan dengan hukum,” katanya. Kholiq Arief menyapaikan untuk kesalahan-kesalahan kecil itu tidak harus menggunakan hukum positif, tapi diselesaikan dengan cara kultural.

Salah satu dari 7 kepala daerah berprestasi ini secara anjang lebar memaparkan asal nilai yang ia gunakan dalam mengelola Kabupaten Wonosbo dengan cara kultural. “Saya belajar dari Gus Dur,” katanya.

Kholieq Arif adalah Bupati Wonosobo yang dikenal mampu menjadikan Wonosobo Kabupaten yang aman, harmonis. Kholieq arief memberikan perlindungan kepada semua agama dan kepercayaan yang ada di Wonosobo.

Dalam paparannya ia juga menyampikan bahwa rasa aman, kebebasaan bagi pemeluk agama dan kepercayaan untuk beribadah dan mengekspresikan kepercayaan menjadi bagian penting bahkan nomor satu dari tujuan pemerintahannya.

Ketua PBNU Imam Aziz yang membidangi Lakpesdam dalam forum Rakernas itu merespon bahwa dalam Islam sesungguhnya mengedepankan cara-cara baik adalah diutamakan. Untuk orang jahat pun semestinya penanganan dilakukan dengan baik.

Imam menukil Gus Dur yang mengatakan bahwa rakyat itu tidak boleh kalah dan atau diperalat oleh negara, tetapi rakyat harus memperalat negara untuk menjadikan negara memanusiakan manusia. Pendekatan yang dilakukan oleh Kholiq Arif adalah cara kemanusiaan yang sesungguhnya, katanya.

Wakil Ketua PP Lakpesdam Ahmad Baso, apa yang dipaktikkan oleh Bupati Wonosobo sudah memenuhi prinsip syariat Islam tampa harus melabeli daerahnya dengan label syariat. “Mas Kholiq ini sudah faqihun fi masalihil kholiq (ahli dalam mengurus kemaslahatan umat, red) dan sudah sesuai dengna khittah Lakpesdam,” katanya. (Ufi Ulfiyah/Anam)

 

Foto: jpip.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Pendidikan Fans Gus Dur

Rabu, 01 November 2017

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Yogyakarta mengadakan diskusi mengenai rancangan Perda Rokok.? Diskusi yang diadakan di kantor PWNU DIY (01/12) dihadiri berbagai golongan, mulai komunitas kretek, perhimpunan tani tembakau sampai pengasong rokok.

Adanya Undang-Undang masalah tembakau cenderung merugikan rakyak ‘bawah’.? Salah satu peserta dari pengasong rokok mengatakan, bahwa jika dirinya tidak menjual rokok, bagaimana dengan nasib keluarganya yang menggantungkan hidup dari penjualan tersebut? Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh KH Ash’ari Abta dalam sambutan sekaligus pembukaan diskusi tersebut.

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok

“NU memberikan hukum rokok hanya sebatas ‘makruh’ tidak lebih dari itu. Tidak usahlah kita melebihi hukum tersebut”, tutur Rais Syuriyah PWNU DIY. Karena sebenarnya masih banyak yang lebih madharat dibanding rokok, dan dampaknya lebih berbahaya bagi masyarakat seperti narkoba dan klub-klub malam yang merajalela.

Fans Gus Dur

Hal senada diutarakan H Zuhdi Muhdlor, mewakili ketua Tanfidziyah PWNU DIY yang berhalangan hadir. “Permasalahan tembakau memang banyak menimbulkan kompleksitas problem. Karena di dalamnya terjadi pertarungan,” tutur wakil ketua Tanfidziyah PWNU DIY.?

“Pertarungan kepentingan antara pemerintah, sponsor dan kaum petani dalam pro-kontra pengaturan tembakau,“ lanjutnya.

Pengharaman rokok merupakan bentuk pembekukan perekonomian masyarakat bawah. Hal itu juga akan berdampak pada perekonomian warga NU, karena kebanyakan petani tembakau adalah warga nahdliyyin. Pengharaman atas rokok hanya akan menyengsarakan petani tembakau dan buruh.

Fans Gus Dur

Dengan hal di atas, perlu adanya pengayoman atas warga NU dari ranah hukum yang perlu dilakukan oleh LPBH NU DIY. Dalam sesi penutupan, KH Chasan Abdullah berpendapat, bahwa adanya peraturan tembakau berpangkal pada adanya fatwa haram atas rokok.?

“Teman-teman tidak hanya perlu gencar menolak Perda tembakau, tetapi penting adanya penyikapan atas fatwa pengharaman rokok,” pesan Katib PWNU DIY.

Ia melanjutkan, “Padahal, dalam prinsip NU, semua kebijakan pemerintah yang ditujukan pada rakyat itu harus mempertimbangkan kemaslahatan. Sehingga pelibatan masyarakat dalam kebijakan-kebijakan adalah sebuah keniscayaan.“?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Suhedra

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Meme Islam, Lomba Fans Gus Dur

Jumat, 27 Oktober 2017

Pendidikan Terpadu ala Perguruan Internasional NU Khadijah

Surabaya, Fans Gus Dur. Konsep pendidikan yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar di Perguruan Internasional NU Khadijah mendapat apresiasi positif dari pemerintah. Dibuktikan dengan adanya kunjungan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Republik Indonesia, M Nuh, Senin (7/12) di kompleks Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPS NU) Khadijah di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.



Pendidikan Terpadu ala Perguruan Internasional NU Khadijah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Terpadu ala Perguruan Internasional NU Khadijah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Terpadu ala Perguruan Internasional NU Khadijah

Konsep one stop education atau program pendidiakn terpadu tersebut dimaksudkan untuk memberikan warna baru dalam proses pembelajaran yang diikuti oleh anak didik. Intinya adalah perlu penegasan bahwa belajar di sekolah tidak selalu identik dengan ujian akhir.

“Terlalu sempit jika kita mengartikan bahwa sekolah itu sama dengan ujian,” kata Direktur Pendidikan YTPSNU Khadijah, Prof Dr Surahmat.

Fans Gus Dur

Semestinya, saat mengikuti proses belajar mengajar itu juga peserta didik atau siswa disampaikan tentang materi enterpreneur atau wirausaha.

“Materi tetap sesuai dengan kurikulum. Kami menambahkan muatan baru yang intinya kita harus mampu meng-entrepreneur sekolah. Kita harus mampu membuat peserta didik itu menjadi seorang entrepreneur. Nantinya diharapkan lulusannya adalah lulusan plus entrepreneur muslim berbasis agama dan berorientasi global,” tandasnya.

Fans Gus Dur

Ketua Umum YTPSNU Khadijah, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa dalam area tersebut para peserta didik akan menjalani aktivitas, mereka juga akan mengikutinya dengan sabar.

Program pendidikan terpadu ini akan dimulai sejak bangku pedidkan usia dini, SD, SMP , SMP, SMA. Seluruh program full english version. Sementara fokus pendidikan jenjang perguuan tinggi meliputi banking and finance, commerce, business law dan business and management.

Pendukung Sektor Informal



Keberadaan Perguruan Internasional Nahdlatul Ulama Khadijah diharapkan mampu menjadi salah satu tonggak ekonomi khususnya sektor informal.

Menurut Khofifah, seluruh fasilitas pendukung yang ada di integrated area tersebut akan mampu menjadi tiang penyangga kehidupan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Artinya kami berharap masyarakat sekitar dapat turut memiliki dan bersama kami, dapat mengambil manfaat secara maksimal atas keberadaan institusi perguruan internasional NU ini,” tambahnya.

Terkait dengan itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono, menyatakan dukungan dan berharap masyarakat benar-benar memanfaatkannya. Apalagi lokasi kompleks integrasi tersebut berdekatan dengan jembatan Suramadu yang baru saja mulai digunakan.

Adapun pembagian wilayah perguruan internasional NU Khadijah meliputi zona bisnis atau fasilitas umum, zona pendidikan, dan zona perguruan tinggi.

Zona bisnis atau fasilitas umum meliputi gedung pertemuan, kantin, minimarket, poliklinik, masjid, lapangan futsal, gedung olahraga, dan kolam renang. Zona pendidikan di dalamnya terdapat SD, SMP dan SMA. Zona Perguruan Tinggi terdiri atas Entrepreneur, Profesi dan Pascasarjana. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Senin, 23 Oktober 2017

Jangan Hanya Mementingkan Sekolah Formal

Rembang, Fans Gus Dur. Seiring dikesampingkannya pendidikan non-formal dalam hal ini sebagai benteng generasi muda oleh sebagian orang tua, membuat Rais MWCNU Kaliori KH Mustain angkat bicara. Ia menyatakan, masyarakat jangan memprioritaskan sekolah formal saja, tetapi setidaknya mengmibangi pendidikan karakter dengan pendidikan keagamaan Islam seperti di pondok pesantren dan madrasah diniyah.?

Jangan Hanya Mementingkan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Hanya Mementingkan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Hanya Mementingkan Sekolah Formal

Kiai Mustain menganjurkan, sebagaimana ulama terdahulu agar senantiasa memperhatikan hal yang berkaitan dengan ilmu dan akhlak. Sebagaimana orang terdahulu, lanjut Kiai Mustain, contoh seperti Imam Abu Hanifah, Imam Syafii, Imam Malik, dan Imam Ibnu Hambal mereka semua merupakan orang terpandang dihadapan manusia dan Allah SWT.?

"Tidak cukup dengan bersantai-santai bisa menjadi orang yang berilmu. Para ulama banyak mengarang kitab, untuk memacu para santri dalam hal ilmu. Maka di pesantren ada kitab yang namanya Talimul Mutaalim,” jelasnya.

Sebagaimana sabda Nabi, kata Kiai Mustain, barang siapa yang ingin dunia maka harus dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin akhirat maka juga harus dengan berilmu. Ia menambahkan, kita terlambat dalam mencari ilmu. Jangan orang yang iri ketika melihat kesuksesan orang, baru kita ingin belajar. Orang ini masuk dalam kategori orang yang terlambat.

Fans Gus Dur

Dia mengaku prihatin dengan kondisi saat ini, banyak orang tua yang mengedepankan sekolah formal, dibandingkan dengan pendidikan pesantren dan madrasah diniyah. Demi pelajaran di sekolah umum, orang tua rela mencari seorang guru yang ahli dibidangnya. Bukan hanya itu saja, kata Kiai Mustain, orang tua pun rela antar jemput. Hal ini bertolak belakang jika orang tua berbicara dengan ngaji dan madrasah diniyah, banyak orang tua yang acuh dalam hal ini.

Dia menandaskan, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang paling profesional dalam hal mendidik. Sebabnya, semua guru yang mengajar dipastikan sudah lebih dahulu melakukan apa yang diajarkan. Meski tidak bisa dipungkiri, sekola umum dinilai penting sebagai perimbangan. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Meme Islam Fans Gus Dur

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani

Bandung, Fans Gus DurÂ? . Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menuntut Kepolisian Indramayu melepaskan 6 aktivis PMII dan petani yang ditahan.Â?

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jabar Tuntut Polisi Lepaskan 6 Aktivis-Petani

“Bebaskan 6 kawan kami dari segala tuduhan dan jeratan hukum tanpa syarat,” tuntut Ketua PKC PMII Jabar Edi Rusyandi melalui pers rilis yang dikirim lewat surat elektronik pada Jumat malam (30/8).�

Edi kemudian menyebutkan 6 orang yang ditahan polisi tersebut, yaitu Abdul Rojak. Ia adalah mantan Ketua PC PMII Indramayu. Selain sebagai Sekjen Serikat Tani Indramayu (STI), ia adalah salah seorang Dewan Konsorsium Pembaruan Agraria Wilayah Jabar-Banten.Â?

Fans Gus Dur

Aktivis yang datahan, tambah Edi, adalah Hamzah Fansuri, mantan Ketua PC PMII Indramayu yang sekarang sebagai Deputi STI, ketiga bernama Wajo, keempat Watno, kelima Rohman, dan terakhir Oki.Â?

“Kedua, kami menuntut hentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap gerakan perjuangan kaum tani Indramayu. Ketiga tangkap dan adili preman yang melakukan tindak kekerasan terhadap anggota STI,” tuntut Edi.

Fans Gus Dur

PMII, kata Edi, juga mengutuk keras segala tindakan arogansi aparat dan tindakan pembiaran penganiayaan oleh preman bayaran.

PMII juga meminta Kapolda untuk mencopot Kapolres Indramayu dan kaji ulang pembangunan waduk Bubur Gadung di Desa Loyang yang telah menggusur tanah garapan rakyat.

Juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan terhadap gerakan rakyat di Indramayu. “Laksanakan Reforma Agraria dengan membentuk Peradilan Agraria sebagai jalan terwujudnya keadilan atas sumber Agraria di Indonesia,” pungkasnya.�

Seperti diketahui, diketahui di Desa Loyang, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tengah dibangun waduk. Aktivis PMII dan para petani di wilayah tersebut menolak karena tanah garapannya terancam hilang.Â?

Pada Ahad (25/8) lalu, saat alat berat untuk pembuatan waduk, petani yang mempertahankan tanah garapannya mendapat tindakan anarkis dari preman. Mereka dipukuli dan dihantam balok kayu hingga babak belur. Ujungnya 6 orang ditahan kepolisian.Â?

Edi menjelaskan, keberatan para petani dan aktivis PMII terhadap pembangunan waduk tersebut adalah tanpa komunikasi dan g nti rugi. Â? Â?

Selain PMII dan para petani, aksi penolakan tersebut didukung Serikat Tani Indramayu (STI), Serikat Petani Pasundan (SPP), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Konfederasi Pergerakan Rakyat IndonesiA (KPRI), Agrarian Resource Center (ARC), SBI-KASBI, BMI, SBMI, SNT, HNSI, SPPI, KOPI, INTRAS, PBHBM, FMD CIREBON, GPP STI, LIRA.

Â?

Penulis: Abdullah AlawiÂ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Meme Islam Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock