Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Pringsewu, Fans Gus Dur. Dalam rangka mewujudkan organisasi yang berkualitas serta meningkatkan motivasi pengurus untuk terus berkhidmah di NU, PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Lomba MWCNU dan Ranting NU Sehat Se-Kabupaten Pringsewu.

Setelah dilakukan Proses Penilaian oleh Tim Khusus terhadap 9 MWC dan 131 Ranting selama lebih kurang 3 bulan, para pemenang lomba diumumkan pada Kamis (19/1) dibarengkan dengan Pringatan Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu di Gedung NU setempat.

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

"Ada tiga MWC dan tiga Ranting dari setiap Kecamatan yang kita pilih sebagai Juara. Dan mereka berhak mendapatkan Thropi, Hadiah serta dana Pembinaan dari PCNU Pringsewu," Jelas Ketua Tanfidziyyah H. Taufiqurrohim disela-sela pengumuman lomba tersebut.

Mas Tas Taufik, begitu Ia biasa disapa menjelaskan bahwa dana untuk pembinaan pemenang lomba tersebut mencapai 39 juta. "Kita berharap kedepan Jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu terus meningkatkan kualitas organisasi dan pengurus akan lebih serius lagi dalam mengurus ummat," harapnya.

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan pula bahwa beberapa indikator Tim penilai dalam memberikan nilai antara lain adalah ketertiban administrasi, kuantitas dan kualitas realisasi program kerja dan kelengkapan organisasi. Setelah penilaian dengan langsung terjun ke daerah tersebut dilaksanakan akhirnya terpilih MWC NU Kecamatan Adiluwih menjadi Juara I Lomba tingkat Kecamatan. Untuk Juara II diraih oleh MWC NU Pringsewu dan Juara III diraih oleh MWC NU Pagelaran.

Selain itu Tim Penilai juga memberikan penghargaan kepada beberapa MWC yang menonjol dalam kategori tertentu. Diantara Kategori tersebut adalah Kelengkapan Badan Otonom dan Lembaga, Keaktifan Lembaga Pendidikan Maarif, Kekompakan dengan Banom dan beberapa kategori lain.

Sementara untuk Pemenang Lomba Ranting NU Sehat sebagai berikut: Kecamatan Adiluwih. Juara I Ranting NU Bandung Baru, Juara II Ranting NU Tri Tunggal Mulyo dan Juara III Ranting NU Srikaton. Kecamatan Pringsewu. Juara I Ranting NU Fajar Agung Barat, Juara II Ranting NU Fajaresuk dan Juara III Ranting NU Margakaya.

Kecamatan Pagelaran. Juara I Ranting NU Sumberejo , Juara II Ranting NU Patoman dan Juara III Ranting NU Tanjung Dalam. Kecamatan Ambarawa. Juara I Ranting NU Jati Agung , Juara II Ranting NU Ambarawa dan Juara III Ranting NU Sumberagung . Kecamatan Banyumas . Juara I Ranting NU Mulyorejo , Juara II Ranting NU Banyumas dan Juara III Ranting NU Sri Rahayu.

Fans Gus Dur

Kecamatan Pagelaran Utara. Juara I Ranting NU  Margosari, Juara II Ranting NU Gunung Raya  dan Juara III Ranting NU Fajar Mulya. Kecamatan Gading Rejo . Juara I Ranting NU Tegalsari, Juara II Ranting NU Klaten dan Juara III Ranting NU Gadingrejo.

Kecamatan Pardasuka. Juara I Ranting NU Pujodadi, Juara II Ranting NU Rantau Tijang  dan Juara III Ranting NU Pardasuka. Kecamatan Sukoharjo . Juara I Ranting NU Waringin Sari Barat, Juara II Ranting NU  Panggungrrjo Utara dan Juara III Ranting NU Siliwangi.

Hadiah bagi Pemenang MWC NU Sehat diserahkan langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi didampingi oleh Jajaran Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyyah PCNU Pringsewu. Sementara untuk Lomba Ranting NU Sehat penyerahan diberikan oleh setiap Ketua MWC masing-masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Internasional, Nahdlatul Fans Gus Dur

Rabu, 21 Februari 2018

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama

Bojonegoro, Fans Gus Dur - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-90 Nahdlatul Ulama, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Balen memanjatkan doa secara bersama-sama di aula Majelis Wakil Cabang (MWCNU) Balen, Sabtu (30/1) malam. Di sini mereka merenungkan kembali pendirian NU hampir 1 abad lalu.

Kegiatan ini diikuti pengurus anak cabang dan ranting IPNU-IPPNU di tingkat desa. Tampak hadir beberapa alumni anak cabang IPNU-IPPNU Balen.

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Bersama, Pelajar NU Balen Refleksi Pendirian Nahdlatul Ulama

Mereka menggelar istighotsah dan shalawat nabi. Mereka juga berbincang-bincang perihal sejarah pendirian NU dan perjalanannya sampai sekarang ini. "NU didirikan oleh orang-orang pilihan, termasuk Mbah Hasyim Asyari," kata Pembina IPNU Balen Muhtarul Anam.

Anam meminta seluruh kader NU, IPNU-IPPNU Balen untuk selalu mengadakan kegiatan. Pasalnya IPNU-IPPNU merupakan wadah kader sebagai penerus NU ke depan. "Kita semua ini nanti penerus NU, baik IPNU-IPPNU, maupun Ansor-Fatayat ke depannya menjadi penerus perjuangan NU," terangnya.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Ketua IPNU Balen Irzami menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya mengadakan kegiatan ke depan. Termasuk mendirikan IPNU-IPPNU di seluruh ranting sebagai wadah kaderisasi NU di tingkat desa.

"IPNU-IPPNU tempat kita belajar bersama," jelasnya.

Fans Gus Dur

Tidak hanya di bidang keilmuan, tetapi keterampilan juga akan diajarkan. Sehingga kader-kader NU di Kecamatan Balen dapat terampil dan menjadi penerus NU yang amanah. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, Meme Islam, Nahdlatul Fans Gus Dur

Selasa, 20 Februari 2018

Para Pekerja Asal Indonesia Ramaikan Pengajian Al-Hijrah PCINU Sudan

Khartoum, Fans Gus Dur. Pengurus harian PCINU Sudan menyambut pergantian tahun baru 1437 H. Melalui pengajian Al-Hijrah, pihak PCINU Sudan mengajak lebih luas warga Indonesia di Sudan  untuk melakukan muhasabah dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Pengajian yang di aula H Agus Salim KBRI Khartoum, Sudan ini tampak lebih ramai dari biasanya pada Jumat (16/9) sore.

Para Pekerja Asal Indonesia Ramaikan Pengajian Al-Hijrah PCINU Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pekerja Asal Indonesia Ramaikan Pengajian Al-Hijrah PCINU Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pekerja Asal Indonesia Ramaikan Pengajian Al-Hijrah PCINU Sudan

Peserta pengajian terdiri atas bapak dan ibu dari kalangan pekerja. Para hadirin sedikitnya berjumlah 160 orang.

Salah satu panitia penyelenggara (LDNU Sudan) Abdul Ghofur mengatakan “Kami berterima kasih atas bantuan dari semua pihak terutama kepada para ibu-ibu pekerja yang telah ikut membantu dalam menyediakan konsumsi bagi semua jamaah Al-Hijrah.”

Fans Gus Dur

Pengajian ini juga dimeriahkan oleh grup sholawat Syifa’ul Qulub. Lepas pembukaan, mereka melantunkan tahlil bersama. Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua PCINU Sudan, sambutan Duta Besar Indonesia untuk Sudan Burhanuddin Badruzzaman, dan ditutup dengan doa bersama.

Pengisi mau’izhah ustadz Najih Baihaqi berpesan agar semua untuk selalu beristiqomah dalam mengadakan pengajian ini. “Saya harap pengajian Al-Hijrah ini tidak hanya diadakan di Sudan, melainkan ketika para alumni-alumni Sudan pulang ke tanah air. Pengajian Al-Hijrah ini masih diadakan di daerah masing-masing.”

Fans Gus Dur

Sementara Burhanuddin membenarkan materi yang disampaikan ustadz Najih. Ia menyampaikan kekagumannya hadir di tengah orang dengan pelbagai latar belakang.

“Saya di sini sedang berdiri di depan para pakar dan mereka memiliki keahlian masing-masing,” ujar Burhanuddin.

Pengajian ini ditutup dengan doa yang dipimpin ustadz H Lian Fuad. (Yerrisyaf/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Fans Gus Dur

Jumat, 16 Februari 2018

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan

Sebagaimana telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya bahwa niat memegang peranan penting terhadap perjalanan hukum fiqih. Sebagaimana kaidah:

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan

? ?

Fans Gus Dur

“Bahwa segala perbuatan adalah bergantung lada maksudnya (niat).”

Fans Gus Dur

(Baca: Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad)

Kaidah ini dibangun berdasarkan hadits yang sangat terkenal bahwa sesungguhnya sahnya suatu amal harus disertai dengan niat. Maksud dari hadits ini adalah bahwasannya balasan atau pahala suatu amal adalah tergantung pada niat. Demikian juga, sah atau tidaknya suatu amal adalah tergantung pula pada niat.?

Seseorang mengambil barang hilang di jalan, yang ternyata kemudian barang tersebut rusak di tangannya, atau bahkan hilang. Apakah ia berkewajiban mengganti barang yersebut? Maka, dalam kasus seperti ini, memecahkannya adalah dikembalikan lagi pada niat awal ketika orang tersebut mengambil barangnya. Jika niat awal mengambilnya adalah untuk diserahkan kepada pemilik asli barang, atau agar orang lain tahu bahwa barang tersebut ada di tangannya , dan sewaktu-waktu pemiliknya mencari, barang itu akan ia serahkan, maka dalam hal ini pelaku adalah seorang yang memang amanah sehingga ia tidak dikenakan atas ganti rugi terhadap barang yang hilang atau rusak tersebut.

Namun bila, niat awal mengambil barang tersebut adalah untuk dimilikinya, sementara di kemudian hari ternyata pemilik sebenarnya datang mencari dan menemui orang yang mengambil tersebut, maka bila barang itu hilang atau rusak, dengan demikian ia wajib untuk menggantinya. Mengapa? Karena akibat perbedaan niat awal tersebut, pelaku yang mengambil bisa dihukumi dengan dua sudut pandang fiqih yang berbeda. Pertama, ia dihukumi sebagai orang yang amanah, dan yang kedua ia dihukumi sebagai pencuri. Inilah konsistensi fiqih, yang memandang pekerjaan yang sama namun dengan dua hukum yang berbeda, karena niatnya berbeda. Sikap konsistensi fiqih ini kemudian digambarkan dalam sebuah kaidah:?

? ? ? ? ? ?

“Pada hakikatnya hukum itu tergantung pada sebab, bukan pada keumuman lafadh.”

Kaidah fiqih ini jika diterapkan pada bentuk terapan dalam wilayah akad/transaksi, sebenarnya masih terlalu umum. Karena tidak semua sebab adalah niat, dan tidak semua niat adalah sebab. Misalnya pernyataan “padinya dimakan tikus”, untuk menjelaskan bahwa tikus merupakan sebab, sehingga suatu padi di dalam petak gagal untuk dijual.?

Jika ada suatu hadiah diberikan, namun dilengkapi dengan adanya syarat dan ketentuan sehingga hadiah tersebut gagal diterima bila syarat dan ketentuan tersebut tidak dilengkapi, maka pada dasarnya hadiah tersebut bukanlah hadiah, meskipun ia disebut sebagai hadiah. Lebih tepatnya hal itu bisa disebut sebagai akad jual beli sehingga bukan tempatnya jika ia disebut sebagai hadiah. Nah, sampai di sini, manakah yang disebut sebagai sebab, dan mana yang disebut sebagai niat?

Untuk itulah kemudian ulama mengembangkan sebuah kaidah lain dengan berangkat dari lafadh sebab khusus dan lafadh umum, sebagaimana kaidah di atas.?

? ? ? ? ? ? ? ?

"Hukum di dalam akad tergantung pada niat dan makna sehingga bukan bergantung pada lafadh dan bentuknya."

Sesuai dengan kaidah ini, meskipun pemberian di atas dinamakan hadiah, tetapi karena dalam praktiknya ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh yang diberi, serta hadiah tersebut bisa batal untuk diberikan manakala tidak dipenuhi persyaratannya, maka hadiah tersebut sejatinya bukan hadiah, melainkan jual beli.?

Contoh kasus yang lain adalah pada praktik pengalihan hutang (hawalah). Jika merujuk pada pola hawalah, maka seharusnya bagi pihak yang mengalihkan hutang adalah sudah bebas dari hutangnya dan ia sudah tidak memiliki tanggung jawab lagi terhadap hutang tersebut. Akan tetapi, bila ternyata dalam praktiknya, orang yang mengalihkan ternyata masih harus menanggung beban pembayaran dari orang yang menggantinya, maka meskipun akad tersebut pada awalnya disebut sebagai hawalah namun pada dasarnya, ia bukanlah hawalah, melainkan kafalah.

Kesimpulannya, “sebab” yang sebelumnya merupakan niat dan soko utama dalam akad/transaksi, menjadi diperinci kembali, apakah benar ia sebagaimana yang diniatkan, ataukah sebagaimana yang dimaksudkan? Jika dalam praktiknya ia harus dikembalikan kepada sebagaimana yang dimaksudkan dalam maknanya shighat, maka harus ada penelitian kembali terhadap jenis akad yang berlangsung sehingga tidak terjadi salah sebut akad. (Muhammad Syamsudin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul, Ubudiyah, Kajian Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai

Bojonegor, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro kembali menggelar aksi demo, Kamis (20/3), menuntut pemanfaatan rumah sakit di Jalan Veteran, Bojonegoro, Jawa Timur, yang hingga kini terbengkalai. 

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo, PMII Bojonegoro Desak Pemerintah Urusi RS Terbengkalai

PMII Bojonegoro menilai, selama 7 tahun memerintah, Bupati Bojonegoro Suyoto membiarkan bangunan tersebut sia-sia. Rumah sakit yang dibangun pada masa pemerintahan bupati sebelumnya, Santoso, ini menelan anggaran Rp110 miliar.

Menurut para aktivis ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2010 Tentang Penertiban dan Penyalahgunaan Tanah Terlantar dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik serta UUPA No 5 Tahun 1960 Tentang Penelantaran Aset Daerah.

Fans Gus Dur

"Kami dari PMII Bojonegoro tetap konsisten untuk mengawal agar segera difungsikannya bangunan RS di Jalan Veteran," kata Koordinator aksi, M Asadullah saat berorasi. 

Fans Gus Dur

PMII Bojonegoro berpendapat, penelantaran ini dilakukan karena faktor politik hingga masyarakat harus menjadi korban. Mereka mendesak pemerintah agar segera memfungsikan rumah sakit tersebut. Terlebih, bangunan RSUD dr Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro dinilai sudah sering kelebihan kapasitas dan bangunannya mengalami kerusakan. 

"Dalam aksi sebelumnya, Wabup juga berjanji akan memasukkan anggaran di APBD 2014 dan pembangunan serta pemindahan akan dimulai awal tahun," imbuh Asadullah. 

Aksi kali ini diawali dengan melakukan orasi di depan bangunan rumah sakit di Jalan Veteran. Selanjutnya, aksi dilanjutkan di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan menuju Kantor Pemkab Bojonegoro. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur News, Nahdlatul Fans Gus Dur

Minggu, 11 Februari 2018

LAZISNU Gelar Program "Gaza Call Us"

Jakarta, Fans Gus Dur. “Anak-anak di Gaza sekarang telah kehilangan masa kanak-kanak, yang seharusnya bisa mereka nikmati dengan keriangan dan kehangatan. Mereka lupa apa itu damai, gembira dan lucu. Mereka hanya ingat tentang perang, darah dan kematian”

Adanya gencatan senjata yang hadir sejenak antara Palestina-Israel kemarin, tidak serta merta menyudahi persoalan kemanusiaan di Gaza. Nestapa warga sipil Gaza, Palestina, menggugah banyak pihak untuk berbuat. Wajah pias anak-anak Gaza akan kesedihan karena kehilangan ayah atau ibunya, tidak bisa sekolah karena rudal-rudal yang menghancurkan gedung sekolah, melejitkan jumlah yatim-piatu Palestina. Anak-anak palestina di gaza itu saudara kita. Saudara kita seiman dan seagama. Relakah anda harapan dan impian mereka hancur begitu saja? 

LAZISNU Gelar Program Gaza Call Us (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Gelar Program Gaza Call Us (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Gelar Program "Gaza Call Us"

Begitupun dengan rumah-rumah mereka yang hancur pasca penyerangan, diperparah cuaca dingin yang menggigit. Pangan, medis, juga selimut dan pakaian hangat menjadi keperluan mendesak bagi warga Gaza.

Fans Gus Dur

Karena panggilan jiwa yang tersayat melihat saudara semuslim teraniaya berkepanjangan, “Gaza Call Us”, sebuah program dari LAZISNU hadir. Alhamdulillah, semenjak tanggal 20 November 2012, relawan LAZISNU sudah berhasil memasuki Gaza dan melihat apa yang banyak dibutuhkan di sana agar sumbangan para dermawan tidak berakhir sia-sia. 

Fans Gus Dur

Awal Desember 2012, insyaallah relawan LAZISNU, Saiful Ridjal Adib akan kembali memasuki Gaza untuk membawa bantuan sementara dari Lazisnu. “Harapan kami, bantuan yang sedikit ini bisa memberikan harapan bagi rakyat dan anak-anak Gaza, bahwa muslim Indonesia akan selalu bersama mendukung mereka sampai titik darah penghabisan,” ungkap KH Masyhuri Malik Ketua PP LAZISNU.

Melalui program Gaza Call Us, Lazisnu berencana merenovasi bangunan-bangunan sekolah di Gaza agar anak-anak Gaza bisa kembali merajut impian mereka, mengisi hari dengan belajar tanpa takut keruntuhan bangunan sekolah yang sudah tak layak lagi dan mereka sebagai penerus generasi Gaza, tidak menjadi bodoh dan lengah oleh tipu daya Israel. Buku-buku dan alat tulis gratis juga pasti sangat dibutuhkan di sana. 

Selain itu, program pembibitan para penghafal Al-Qur’an yang sudah berjalan baik selama ini di madrasah-madrasah yang ada di Gaza merupakan hal penting yang perlu didukung keberlangsungannya. Sebab generasi penghafal Al-Qur’an inilah yang sangat ditakuti oleh bangsa Israel.

Jadi, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Mari Membantu Gaza. Gaza Call Us

Gaza Call Us 

Call Center : 021-3102913

SMS Center : 0813-9800-9800

Donasi Untuk Gaza: 

BCA :  6340.161.481

Mandiri : 123.000.483.8977 

BSM : 128.000.30.51 

BNI : 010.85756.48 

BCA Syariah : 006.00.66665 

BRI : 0335.01.000.735.303

a/n : PP LAZISNU

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Bahtsul Masail, Nahdlatul Fans Gus Dur

Senin, 01 Januari 2018

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur

Jepara, Fans Gus Dur

KH Muadz Thohir yang merupakan sahabat karib almahrum Gus Dur didaulat untuk berbicara dalam Haul ke-6 Gus Dur yang berlangsung di Masjid Arrobbaniyyin Kampus Unisnu Jepara, Kamis (14/01) lalu. Dalam kegiatan bertajuk "Mengenang Gus Dur dan Pluralisme Agama" kiai yang kerap disapa Gus Muadz ini menerangkan bangsa Indonesia wajib memperingati Haul Gus Dur jika tidak ia menyebutnya "keterlaluan".?

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Haul, KH Muadz Thohir Ceritakan Keistimewan Gus Dur

"Di Irak ada Haul Gus Dur. Di Brunei dan Malaysia juga ada peringatan Gus Dur. Sehingga jika kita tidak menghauli Gus Dur itu "keterlaluan"," jelasnya.

Kegiatan Haul yang dikemas ala pengajian Awan PBNU ini menyatakan KH Abdurrahman Wahid merupakan sosok yang "kontroversial" baik secara keilmuwannya maupun ibadahnya. Kiai asal Pati Jawa Tengah ini menyontohkan shalat yang ditunaikan Gus Dur tidak sama yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Sebab mantan Presiden RI ini menurutnya pernah mempunyai riwayat ususnya pernah dipotong hingga 22 cm. Hingga, tambahnya, ia Gus Dur tidak mampu menunaikan shalat layaknya orang awam. Tetapi dirinya meyakini Gus Dur tetap menunaikan shalat.

Membaca

Dalam hal intelektual, Gus Muadz menyebut Gus Dur merupakan sosok yang kutu buku. Setiap ada buku baru ia mesti membacanya. Bahkan ketika penglihatannya mulai terganggu banyak kerabat Gus Dur yang diminta untuk membacakan buku meski hanya judul dan pendahuluannya saja. "Ini tidak lepas dari kedalaman pemahaman beliau sewaktu masih muda banyak membaca literatur sehingga buku terbaru pun sudah bisa dipahami meski hanya judul dan pendahuluan saja," tuturnya.

Fans Gus Dur

Gus Dur muda, kenangnya, beda dengan kebanyakan pemuda yang lain. Dibeberkannya dalam semenit Gus Dur mampu mendaras seribu kata. Padahal sekelas orang jenius hanya mampu membaca 250-500 kata. "Saya hanya bisa membaca 150-200 kata per menit. Kalau Gus Dur membacanya cepat," tandasnya.

Ia pun ingat betul akan petuah Gus Dur bahwa perintah membaca yang termaktub dalam Al-Quran tidak menyebut spesifikasi buku yang dibaca. "Kita mesti membaca apa saja. Bisa buku, maupun lingkungan maupun membaca alam," urainya.

Fans Gus Dur

Ia menegaskan, sebelum membaca orang lain, kita dituntut untuk membaca diri kita masing-masing. Sebelum menyalahkan orang lain kita mesti menyalahkan diri sendiri. "Lihatlah orang lain dari sisi positifnya jangan melihat dari hal negatifnya," lanjutnya. Bagi dia, Gus Dur merupakan sosok yang sederhana, sosok yang menghargai perbedaan dan masih banyak titel yang disandang oleh guru bangsa ini. Mulai politisi, kiai dan ilmuwan. Ia menambahkan Gus Dur tidak pernah mempunyai beban meskipun dengan orang yang membencinya sekalipun. Gus Dur meyakini orang yang tidak cocok lama-lama kelamaan akan menjadi cocok.

Dengan banyaknya yang sudah dilakukan Gus Dur ketika ia dipanggil sang pencipta semuanya menangis baik muda dan tua semuanya menangis. Hal lain ditambahkan Lutfi Rahman, Pembina Jaringan Gusdurian Jepara menilai Gus Dur merupakan guru dan inspirator yang gagasannya layak dikembangkan dan dipraktikkan.

Gus Dur masih menurutnya adalah tokoh plural yang menyatukan seluruh elemen bangsa. Sehingga tak salah hingga kini yang berziarah ke makamnya dari berbagai elemen agama.

H Anas Arbaani, Wakil Ketua PCNU Jepara dalam sambutannya mewakili PCNU Jepara dengan haul Gus Dur merupakan upaya untuk nguri-nguri semangat yang pernah digelorakan Gus Dur. Gus Dur bagi Subchan Zuhri, Sekretaris IKA PMII Jepara tidak pernah mati dan "selalu hidup". Terbukti dengan pemikiran-pemikirannya terus dikaji hingga sekarang.

"Saat ini kita (generasi muda, red) mesti membaca literatur, mengkaji pemikiran dan mempraktikkan apa yang menjadi cita-cita Gus Dur di tengah-tengah masyarakat," pungkas komisioner KPU Jepara yang demen membaca intisari-intisari Gus Dur ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Fans Gus Dur

PP GP Ansor Gelar Festival Budaya Pesantren

Jakarta, Fans Gus Dur. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) akan menggelar Festival Budaya Pesantren. Dalam memperingati harlah ke-79 GP Ansor, Festival Budaya Pesantren digelar di Gedung Balai Kartini Kavling 37, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (20/4) malam.

PP GP Ansor Gelar Festival Budaya Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PP GP Ansor Gelar Festival Budaya Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PP GP Ansor Gelar Festival Budaya Pesantren

Festival Budaya Pesantren diisi oleh sebuah rangkaian acara. PP GP Ansor menampilkan antara lain pidato budaya, pembacaan puisi, pertunjukan seni monolog, penampilan sebuah grup rampak bedug dari Padeglang Banten.

Demikian disampaikan staf harian sekretariat PP GP Ansor Faisal saat ditemui Fans Gus Dur di ruang kerjanya di Gedung Sekretariat PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya 65A, Jakarta Pusat, Selasa (16/4) malam.

Fans Gus Dur

Pidato budaya, sambung Faisal, akan disampaikan oleh Wakil Rais Am PBNU KH A Musthofa Bisri dengan tajuk “Kepemimpinan Dalam Perspektif Budaya Pesantren”. Sementara puisi dibacakan oleh penyair dari Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan KH D Zawawi Imron dari Pesantren Miftahul Ulum Madura.

Fans Gus Dur

“Selain instruksi dari PBNU, keterlibatan pesantren dalam harlah ke-79 GP Ansor merupakan bagian program GP Ansor,” tegas Faisal.

Pada harlah GP Ansor tahun ini, PP GP Ansor ingin mengoptimalkan budaya yang berkembang di pesantren. Konkretnya, tambah Faisal, ialah memberikan panggung bagi kesenian sebagai satu bentuk ekspresi kebudayaan di pesantren.

Pertunjukan seni monolog oleh aktor monolog berpengalaman Butet Kertaradjasa rencananya akan ditampilkan dalam festival itu. Sedangkan unsur seni musiknya akan diisi oleh grup Ki Ageng Ganjur, tandas Faisal.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Nahdlatul Fans Gus Dur

Minggu, 17 Desember 2017

Gus Tutut: Jaga Perbatasan Bagian dari Jihad

Batam, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) mengatakan, bagi Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna, menjaga perbatasan adalah bagian dari jihad membela NKRI sebagaimana dicontohkan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari saat mengeluarkan “Resolusi Jihad” membela tanah air pada tahun 1945.

Gus Tutut: Jaga Perbatasan Bagian dari Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut: Jaga Perbatasan Bagian dari Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut: Jaga Perbatasan Bagian dari Jihad

“Kader GP Ansor yang berada di daerah perbatasan adalah orang pertama yang berinteraksi dengan negara lain. Karena itu setiap kader GP Ansor harus mampu menjadi role model wajah Islam Indonesia yang ramah, santun, dan memberi rahmat ke seluruh alam,” pesan Gus Tutut saat menjadi inspektur pada upacara peringatan HUT Ke-71 RI di Pulau Putri, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (17/8) pagi.

Pada kesempatan tersebut, putra KH Cholil Bisri itu menyampaikan, upacara di pulau terluar ini adalah bagian dari komitmen GP Ansor untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

Fans Gus Dur

Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan panjang garis pantai 54.716 kilometer. Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan 92 pulau di antaranya adalah pulau terluar yang berbatasan dengan negara lain.

Fans Gus Dur

Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pulau terbanyak yang berbatasan dengan negara lain, di antaranya kepulauan Natuna, Bintan, dan lainnya.

“Letak geografis Indonesia yang strategis ditambah kekayaan alam yang melimpah sangat mudah memancing negara lain untuk menggangu dan mengintervensi NKRI, karenanya GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan berbasis keagamaan terbesar di Indonesia sekali lagi berdiri paling depan untuk menjaga setiap jengkal tanah, laut, dan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Gus Tutut yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

GP Ansor dan Banser, kata Gus Tutut, juga berkomitmen mendampingi masyarakat di perbatasan agar merasa terlindungi dari berbagai anasir-anasir jahat yang berusaha merongrong kedaulatan NKRI, terutama terkait radikalisme, terorisme, dan narkoba.

“GP Ansor berharap kehadiran kader-kader Ansor dan Banser di daerah perbatasan memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan sehingga meningkatkan kecintaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Selain Gus Tutut, hadir pula dalam upacara yang diikuti oleh sekitar 350 anggota Banser itu Kepala Satkornas Banser H Alfa Isneini, Kepala Densus 99 Asmaul Husna H Zaman Nurzaman, serta beberapa anggota Satkorwil Banser Riau. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Nahdlatul, Kajian Islam Fans Gus Dur

Ini Pesan Rais ‘Aam PBNU Saat Lantik Pimpinan Pusat Pergunu

Lombok Tengah,Fans Gus Dur ? . Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin melantik pengurus Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Pondok Pesantren NU Al-Mansuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (25/2) siang.

Pada kesempatan tersebut, Rais ‘Aam mendukung penuh apa yang akan dilakukan Ketua Umum Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, pada periode kedua kepemimpinannya, yang akan mengubah paradigma pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dan bertanggung jawab, pendidikan yang menciptakan peserta didik kreatif dan berdaya saing tinggi.

Ini Pesan Rais ‘Aam PBNU Saat Lantik Pimpinan Pusat Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Rais ‘Aam PBNU Saat Lantik Pimpinan Pusat Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Rais ‘Aam PBNU Saat Lantik Pimpinan Pusat Pergunu

Rais ‘Aam menyarankan Pergunu untuk meningkatkan kualitas guru dan kurikulum di lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia juga menyarankan untuk menularkan teladan pengelolaan pendidikan yang baik seperti yang dilakukkan Kiai Asep Saifuddin Chalim di Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.? ?

Fans Gus Dur

Karena, lanjut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pusat tersebut, guru sangat berperan dalam pembentukan generasi muda Indonesia. “Apakah akan menjadi generasi medsos “hoax”,” katanya, itu terkait dengan peran guru.

Guru juga, katanya, berperan dalam menagkal generasi yang sudah banyak dipengaruhi narkoba. “Sekarang darurat narkoba. Bahaya global!” tegasnya pada kegiatan yang akan dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional Pergunu tersebut.

Fans Gus Dur

Ia mengingatkan juga agar guru menjaga muridnya tidak menjadi Islam yang tekstual juga tidak menjadi liberal. Karena, hal itu, bukan kepribadian Nahdlatul Ulama.

Hadir pada kesempatan tersebut, Mustasyar PBNU TGH. Lalu Turmudzi Badaruddin, Ketua PWNU NTB TGH. Ahmad Taqiuddin Mansur, beberapa pejabat pemerintahan di NTB seperti Kapolda, Bupati, Wali Kota, dan ribuan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh

Bojonegoro, Fans Gus Dur? . PC Fatayat NU Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kemampuan kader perempuannya dengan menggelar Workshop ‘Sales Warrior’ bertajuk Jadilah Pejuang Ekonomi Keluarga Yang Tangguh di Hotel Layung Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (6/6) lalu agar kader Fatayat NU menjadi tangguh.

Kegiatan itu diikuti seluruh pengurus PC Fatayat NU Bojonegoro dan perwakilan dari seluruh PAC Fatayat NU Bojonegoro. Serta mengundang pengurus PC NU Bojonegoro, PC GP Anshor NU, PC Muslimat NU dan PC IPNU-IPPNU Bojonegoro.

Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bojonegoro Dorong Perempuan Berdaya dan Tangguh

Ketua panitia, Hj Muntafiah mengucapkan terima kasih kepada peserta yang ikut dan bantuan dari pihak lain. Pasalnya kegiatan ini untuk mencerdaskan bangsa, dengan mendidik kader-kader perempuan di Kabupaten Bojonegoro.

Fans Gus Dur

"Workshop ini dimaksudkan mengasah lebih jauh lagi kemampuan kader Fatayat NU Bojonegoro, sebagai pejuang ekonomi keluarga yang tangguh," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Hj Ifa Khoriya Ningrum mengungkapkan, kegiatan ini dalam upaya mencapai visi Fatayat NU Bojonegoro yang telah disusun dalam program kerja. Bahwa akan dilakukan kegiatan-kegiatan pelatihan dan seminar sebagai langkah riil.

Fans Gus Dur

"Dimana ? Workshop ini merupakan step ketiga dan tentunya akan ada pelatihan atau seminar lagi setelah ini. Sehingga seluruh kader Fatayat NU Bojonegoro dapat menjadi wanita yang berdaya dan tangguh," jelasnya.

Sedangkan perwakilan PCNU Bojonegoro, Zainuddin Azhari menuturkan, sangat mengapresiasi dan salut terhadap PC Fatayat NU Bojonegoro yang semakin hari semakin eksis dengan kegiatan-kegiatan yang bagus.

Tema workshop yang diangkat sesuai dengan salah satu dari tiga pilar berdirinya NU yaitu pilar Nahdlatut Tujar, dan yang paling penting ilmu yang diperoleh dalam workshop harus disebarluaskan pada kader Fatayat NU secara menyuluruh. "Sehingga menjadi ilmu yang bermanfaat dan barokah," ujar Zainuddin. (M Yazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Nahdlatul Fans Gus Dur

Kamis, 14 Desember 2017

Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi

Jakarta, Fans Gus Dur - Pada acara penyerahan sertifikat kepada alumni Kelas Menulis Fans Gus Dur angkatan ketiga di gedung PBNU lantai 5, Pemred Fans Gus Dur Mukafi Ni’am, memberikan motivasi menulis ke kader-kader muda NU yang hadir di kesempatan itu.

Menurut Ni’am, menulis adalah proses yang panjang dan tidak bisa jika hanya berhenti belajar setelah Kelas Menulis Fans Gus Dur. Ia mengambil contoh perjalanan karir kepenulisan Mahbub Djunaidi, yang dijuluki sebagai Pendekar Pena.

Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Menulis, Banyak Pelajaran dari Mahbub Djunaidi

“Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari Mahbub. Dari kalangan NU, Mahbub termasuk tokoh yang menyejarah,” ungkapnya, Jumat (17/2) malam.

Fans Gus Dur

Ni’am mengatakan, ketua umum pertama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menjadi sejarah berkat menulis. Ni’am pun menceritakan rekam jejak dan komitmen Mahbub sebagai seorang penulis.

Fans Gus Dur

Dalam usia yang masih sangat muda, Mahbub menjadi pemimpin redaksi Harian Duta, yang hal itu membuat seorang tokoh pers Indonesia, Rosihan Anwar, sempat iri padanya. Hal tersebut, lanjut Ni’am, terjadi di Kedutaan Besar Amerika.

“Kemudian, Mahbub pun pernah menjadi kolumnis tetap ‘Asal-Usul’ di Harian Kompas. Mahbub mengisi kolom ‘Asal-Usul’ selama tujuh tahun tanpa absen. Hingga akhirnya, Mahbub pun dikenal oleh masyarakat luas,” kisah pria berkacamata ini.

Pada kesempatan malam itu, Ni’am pun berpesan kepada alumni dan peserta Kelas Menulis Fans Gus Dur angakatan keempat, agar kemampuan menulis terus ditempa. “Bakat saja tidak cukup, jika tak ditempa,” pungkasnya. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Kajian, Nahdlatul Fans Gus Dur

Minggu, 10 Desember 2017

Sepak Terjang MTA Dibahas di Arena Konferwil

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Sepak terjang kelompok garis keras yang menamakan diri MTA dibincang di acara pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, Jum’at (31/5) malam.

Sepak Terjang MTA Dibahas di Arena Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepak Terjang MTA Dibahas di Arena Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepak Terjang MTA Dibahas di Arena Konferwil

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah (PWNU) Jatim KH Miftahul Akhyar dalam pidato pengantar atau iftitah yang disampaikan dalam bahasa Arab menyesalkan munculnya kelompok Islam garis keras yang gemar yang gemar menuding kafir dan syirik untuk kelompok lain.

“Kelompok yang dimaksud di sini adalah yang bernama MTA atau majelis tafsir al-Qur’an,” kata Kiai Miftah.

Fans Gus Dur

Ia menyesalkan kelompok ini yang sangat membenci berbagai tradisi keagamaan NU. Bahkan kelompok ini menyebut tradisi tahlil lebih hina dari pada daging anjing, sampai-sampai mereka latah menyebut daging anjing halal hukumnya.

Fans Gus Dur

Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat KH Agoes Ali Masyhuri saat memberikan sambutan menegaskan kembali pernyataan Rais Syuriyah. “Sekarang ini ada kelompok yang mengharamkan tahlil dan menghalalkan anjing,” katanya.

Namun kepada ribuan warga NU yang hadir hingga ke luar pagar pondok pesantren, melalui pengeras suara sang tuan rumah buru-buru berpesan, tidak perlu menaggapi kelompok yang dimaksud. “Yang beda jangan dianggap lawan,” katanya.

Seperti diwartakan kasus MTA ini muncul ke permukaan setelah pimpinan MTA melaporkan Ketua PCNU Kota Malang KH Marzuki Mustamar ke polisi akibat ceramahnya di pondok pesantren Tambak Beras Jombang yang mengkritik keras hujatan-hujatan MTA melalui siaran radio.

Akibat laporan itu, pengasuh Pesantren Tambak Tambak Besar Gus Irfan sempat dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Kontan kejadian ini memicu reaksi dari warga NU di berbagai daerah terutama dari para anggota Banser dan pendekar Pencak Silat NU Pagar Nusa.

KH Agoes Ali Masyhuri saat memberikan sambutan dalam acara pombukaan Konferwil itu sempat bergurau. “Kita ini biasanya kumpul dan kompak kalau ada mongso (lawan),” katanya.

Pembukaan Konferwil NU Jatim dihadiri sejumlah tokoh antara lain sesepuh NU KH Muchit Muzadi, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Staquf, Mantan Ketua MK Mahfud MD, Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Soekarwo dan Saifullah Yusuf, dan delegasi pengurus NU dari 44 cabang serta para kiai dari berbagai pondok se-Jatim.

Terkait sepak terjang MTA, salah satu agenda di arena Konferwil adalah bedah buku bertajuk “Meluruskan Doktrin MTA: Kritik atas Dakwah Majelis Tafsir Al-Qur’an di Solo” yang menghadirkan KH Marzuki Mustamar dan penulis buku itu. Kegiatan tidak diselenggarakan di ruang sidang konferwil, namun di panggung terbuka di sekitar arena konferwil pada Ahad (2/6) siang yang akan diikuti ribuan warga yang hadir.

.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul, Pahlawan, RMI NU Fans Gus Dur

Sabtu, 09 Desember 2017

Gerak Jalan Santai Warnai Hari Santri PCNU Makassar

Makassar, Fans Gus Dur

Santri dari Kota Makassar, Maros, dan Gowa memenuhi ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar guna mengikuti Gerak Jalan Santai (GJS) dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Sabtu (21/10).

Dalam GJS kali ini, dilepas langsung oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tepat di titik start di depan Kampus UMI dan finish di Kampus Universitas Islam Makassar (UIM).

Gerak Jalan Santai Warnai Hari Santri PCNU Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Jalan Santai Warnai Hari Santri PCNU Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Jalan Santai Warnai Hari Santri PCNU Makassar

Wali Kota Makassar memaknai HSN adalah hadiah terbesar pemerintah terhadap para santri dan ulama pondok pesantren yang telah mengobarkan semangat perjuangan melalui resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asyari dengan sejumlah Ulama lainnya, dan kemudian memicu perlawanan para santri dan rakyat terhadap penjajah.

"Hal ini juga membuktikan bakti suci para santri dan ulama terhadap berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia, ungkap Keduanya," ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel H Abd Wahid Thahir menyampaikan  HSN ini adalah salah satu bentuk pengakuan atau rekognisi pemerintah terhadap eksistensi para santri, pondok pesantren dan para kiai atau ulama dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.

Fans Gus Dur

"Sehingga ke depan kita bisa membentuk generasi pelanjut yang cerdas, juga menciptakan generasi yang tafaqquh fiddin, berakhlaqul karimah, moderat serta jauh dari paham radikalisme atas nama agama," ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama antara Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar, dan Universitas Islam Makassar dan Universitas Muslim Indonesia.

Selain Kakanwil Kemenag Sulsel dan Walikota Makassar, tampak pula hadir pada momen pelepasan dan penerimaan peserta GJS antara lain Ketua MUI Sulsel yang juga Ketua Dewan Syuro PWNU Sulsel AGH. Sanusi Baco; Ketua dan pengurus Yayasan UMI dan UIM; Ketua Tanfidz PWNU Sulsel H Iskandar Idy; Rektor UIM Hj Majdah Agus AN beserta jajarannya; Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, dan Ketua MUI Kota Makassar serta para Pimpinan Pondok Pesantren yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini.

Ratusan door prize disiapkan dalam kegiatan GJS ini dengan hadiah utama tiket umrah yang diberikan oleh Walikota Makassar, Dany Pomanto. (Syaifullah Rusmin/Kendi Setiawan)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul, Sholawat, Fragmen Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Menaker Minta Polri Perkuat Pengawasan Pekerja Asing dan TKI Ilegal

Bandung, Fans Gus Dur. Kementerian Ketenagakerjaan mengajak Kepolisian RI untuk meningkatkan kerjasama penegakan hukum terkait perlindungan dan pengawasan keberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, perdagangan orang (human trafficking) serta pencegahan masuknya tenaga kerja asing ilegal.?

"Kemnaker masih memiliki banyak tugas terkait pengiriman TKI ilegal, human trafficking yang terkait pengiriman TKI ke luar negeri serta pencegahan masuknya tenaga kerja asing illegal. Kami mengajak Polri untuk bekerjasama menyelesaikan,” ? kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat memberikan kuliah umum di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8)?

Menaker Minta Polri Perkuat Pengawasan Pekerja Asing dan TKI Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Minta Polri Perkuat Pengawasan Pekerja Asing dan TKI Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Minta Polri Perkuat Pengawasan Pekerja Asing dan TKI Ilegal

Menurut Menaker, kerjasama dengan Polri sudah dilakukan. Namun seiring meningkatnya tuntutan, kerjasama harus ditingkatkan.

"Salah satu hal yang Kemnaker lakukan bersama Polri adalah upaya dalam menekan TKI non prosedural dan juga upaya pencegahan perdagangan manusia," katanya.

Ditambahkannya, selain melakukan pengawasan yang ketat di pintu pemberangkatan TKI yang resmi, pemerintah ? juga perlu melakukan pengawasan jalur-jalur tikus yang biasanya digunakan untuk memberangkatkan TKI non prosedural. Sebagai negara kepulauan, Indnesia memiliki banyak jalur diperbatasan menuju negara tetangga. Kerjasama dengan Polri dan TNI mutlak diperlukan

Fans Gus Dur

Selain pengawasan di jalur tikus, Kemnaker juga memperbaiki tata kelola pemberangkatan TKI yang lebih mudah, melakukan pengawasan yang terintegrasi, pengawasan di bandara, pelabuhan, dan pernatasan.?

Hal lain yang dilakukan adalah koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya daerah kantong TKI, serta aparat penegak hukum untuk ? melakukan deteksi dini pengiriman TKI illegal, human trafficking serta memberantas praktik percaloan dan premanisme terkait pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Nahdlatul, Syariah Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga

Setiap individu berhak mentasarufkan harta benda dan kekayaannya sesuai keinginannya, asal tidak melupakan kewajibannya berzakat, bersedekah dan infak. Karena setiap harta benda yang dimiliki terdapat hak orang lain di dalamnya.

Kekayaan dan harta benda yang dimiliki seseorang haruslah dijaga dan dirawat serta digunakan demi kemaslahatan dan kebaikan. Tidak diperbolehkan menggunakannya untuk kejahatan dan kerusakan apalagi sampai membahayakan kehidupan orang lain.

Demikianlah keterangan dalam Kitab Fatawa Isma’il Zain bahwa,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjing dan Sihir sebagai Penjaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjing dan Sihir sebagai Penjaga

Menjaga kebun dengan sihir tidak diperbolehkan karena menggunakan sihir secara mutlaq hukumnya adalah haram. Sedangkan menjaganya dengan doa-doa atau dengan anjing yang terlatih maka hukumnya boleh.

Secara tekstual pelarangan penggunaan sihir untuk keamanan adalah hal yang dilarang oleh agama, karena hal itu bertentangan dengan aqidah dan membahayakan orang lain yang terkena dampak dari sihir tersebut. Begitu juga dilarang memagari rumah dengan aliran listrik yang mematikan. Sungguhpun hal itu tidak bertentangan dengan aqidah tetapi sangat membahayakan orang lain.

Oleh karena itulah Islam mengajarkan berbagai doa yang berguna untuk ‘mengamankan’ harta benda, kekayaan dan segala milik agar terhindar dari kejahatan orang lain. Andaikan diperlukan, maka menggunakan jasa hewan seperti anjing yang telah terlatih sebagai penjaga, hukumnya boleh-boleh saja. Dengan catatan anjing tersebut tidak meresahkan orang lain dan warga sekitar. (Pen. Fuad H/Red. Ulil H)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nahdlatul, Anti Hoax, Pertandingan Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Konsep Buruh dalam Fiqih

Diantara fashal dalam fiqih muamalat adalah pembicaraan panjang mengenai konsep ijaroh. Ijârah adalah (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?). Ijârah pada hakikatnya termasuk akad jual-beli. Perbedaannya dengan jual-beli biasa ialah bahwa obyek akad (yang dibeli) dalam ijârah ? berupa jasa. 

Diantara fashal dalam fiqih muamalat adalah pembicaraan panjang mengenai konsep ijaroh. Ijârah adalah (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?). Ijârah pada hakikatnya termasuk akad jual-beli. Perbedaannya dengan jual-beli biasa ialah bahwa obyek akad (yang dibeli) dalam ijârah tidak berupa barang melainkan berupa manfaat, baik manfaat barang maupun manfaat orang (manfaat yang lahir dari pekerjaan orang yang dibahasakan sekarang dengan jual jasa).

Sedangkan `Iwâdl atau imbalan atas manfaat itu disebut ujrah, yang menjual disebut mu’jir/ajîr, dan yang membeli disebut musta’jir.

Dengan mencermati unsur-unsur ijârah tersebut, kita dapat memastikan bahwa akad kerjasama antara perusahaan dan buruh atau antara majikan dan karyawan (? ? ?) merupakan bagian dari-padanya, yakni termasuk akad ijârah. Majikan sebagai musta’jir dan karyawan/buruh sebagai ajîr. Akad kerjasama tersebut sah sepanjang memenuhi syarat-syarat yang mengacu pada prinsip-prinsip akad dianataranya yaitu;

Konsep Buruh dalam Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Buruh dalam Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Buruh dalam Fiqih

Pertama, bahwa hukum asal dalam persoalan muamalat adalah ibâhah (? ? ? ?). Dengan demikian, untuk membolehkan suatu praktek mumalat tidak perlu mencari dalil yang membolehkannya, karena yang terpenting adalah adanya keyakinan bahwa tidak ada dalil yang melarang. Kaidah mengatakan (? ? ? ? ?) persoalan-persoalan muamalat itu longgar sampai ada dalil yang melarang.

Kedua, Fiqih muamalat dibangun di atas prinsip -prinsip umum (? ?) seperti keadilan, kesetaraan, musyawarah, dan tolong-menolong. Ketiga, persoalan muamalat lebih menitik-beratkan pada substansi dan hakikat daripada bungkus dan format (? ? ? ? ? ?).

Keempat, fiqih muamalat dibangun di atas dasar memperhatikan `illat dan maslahat (? ? ?).

Fans Gus Dur

Oleh karena mua’amalah selalu mengandaikan keterlibatan anktif dua belah pihak, maka dipersyaratkanlah sebuah ikatan dalam hubungan keduanya, itulah yang dalam fiqih disebut dengan fiqih `uqûd, yaitu fikih yang mengatur persoalan akad, kontrak atau perjanjian, seperti jual-beli, sewa, dan gadai.

Secara garis besar akad ada dua macam 1) Akad tabarru`, yaitu akad dimana salah satu pihak memberi tanpa menerima dari pihak lain. Dan 2) Akad mu`âwadlah, yaitu akad dimana masing-masing dari kedua belah pihak menerima sesuatu sebagai imbalan atas apa yang ia berikan (? ? ? ? ? ? ? ? ?).

Di bawah akad muadadlah inilah bernaung peraturan (kontrak) kerja antara seorang buruh dengan perusahaannya. Akad ini bisa dianggap sah apabila memenuhi beberapa syarat: 1) Kerelaan kedua belah pihak (?). 2) Tidak mengandung riba. 3) Tidak mengandung gharar. 4) Tidak mengandung dharar (mara bahaya).

Fans Gus Dur

Dan prinsip kelima,  Tidak ada pemerasan (? ?).

Demikianlah fiqih mengatur urusan antara pekerja dan perusahaan yang mensyaratkan adanya beberapa prinsip utama yang menghindarkan kedua belah pihak dari kerugian. Baik kerugian moril (kebebasan) maupun materiil (gaji dll).

Sesungguhnya bukanlah hal yang sulit menjalin hubungan yang baik antar pengusaha dan pekerja, karena pada dasarnya kelima prinsip fiqih muamalah di atas merupakan penerapan dari nilai-nilai kemanusiaan. Namun, mengatasi keterangan di atas adalah sebuah hadits riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

 ? ? ? : ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?

 Allah Ta’ala berfirman: tiga orang yang menjadi musuhku di hari kiamat nanti. Orang yang bersumpah atas nama-Ku kemudian berkhianat, orang yang menjual manusia merdeka kemudia ia memakan uangnya, dan orrang yang memperkerjakan buruh, lalu setelah buruh bekerja tidak diberikan upahnya. 

(red. Ulil H/ sumber: Hasil Bahtsul Masail LBM PBNU di Pesantren Pandanaran Juli 2013)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Nahdlatul, Humor Islam Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU!

Kudus, Fans Gus Dur. Pimpinan Pusat IPPNU mengajak jajaran pengurus di semua tingkatan untuk selalu memperhatikan dan merawat pelajar NU. Jangan sampai pelajar NU terpengaruh dengan ajaran-ajaran dan ideologi yang tidak sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU!

“Saya ajak PR, PK, PAC, PC, PW dan PP selalu mengawal secara penuh para pelajar NU agar ke depan pelajar NU mempunyai pendirian yang kuat,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah dalam acara Latihan kader Muda (Lakut) IPNU-IPPNU Kudus di Taman Sardi Dawe, Sabtu (9/2).

Farida mengatakan, memasuki usia pertengahan abad lebih ini, tantangan IPNU-IPPNU sangat berat terutama adanya ancaman ideologi Aswaja di kalangan pelajar. IPNU-IPPNU harus bergerak cepat dalam memperkuat idiologi aswaja agar generasi masa depan NU bisa terjaga.

Fans Gus Dur

“Sebagai kader NU, kita mengupayakan rencana stretegi masa depan dalam mengawal pelajar NU sehingga kader-kader bisa terorganisir secara baik dan memegang teguh ideology aswaja.”tegas Ketua umum yang baru terpilih dalam kongres IPPNU di Palembang Nopember 2012 lalu.

Ia menambahkan kader NU harus memahami kutur ? Islam ? di Indonesia. Menurutnya, Islam orang Indonesia ? memiliki rasa toleransi lebih tinggi dan culture islamnya tetap tradisional.

Fans Gus Dur

“NU lahir di Indonesia,jadi Islam berbeda dengan Islam Timur Tengah. Islam Indonesia lebih toleran,”tegasnya lagi.

Di depan peserta Lakut, Ia mengajak merenungkan kembali perjuangan sosok pendiri IPNU KH.Tholhah Mansur yang begitu kuat mendirikan organisasi pelajar NU ini. Meski hanya dengan lima orang, namun semangat dan kegigihannya, IPNU-IPPNU bisa berkembang sampai pelosok nusantara.

“Oleh karena kita harus selalu menjaga integritas, mengembangkan ketrampilan yang kita miliki dengan selalu menjaga akhlaqul karimah dan memperkuat silaturahim.”tandas Farida di depan peserta Lakut.

Latihan kader Utama yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Kudus ini berlangung mulai Jum’at-Senin (8-11/2) ini. Sebanyak 39 kader pilihan dari utusan sembilan PAC IPNU-IPPNU se Kudus mengikuti dengan seksama dan antusias.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Nahdlatul, Sholawat Fans Gus Dur

Rabu, 22 November 2017

Hidupkan Spirit Wirausaha, Siswa SMP Maarif 1 Pamekasan Produksi Tempe

Pamekasan, Fans Gus Dur. Selain menjadi sekolah percontohan budidaya tanaman Hortikultura, SMP Maarif 1 Kabupaten Pamekasan rupanya juga menghidupkan spirit berwirausaha. Para guru membimbing siswa-siswinya menjadi calon pengusaha yang mandiri.

Hidupkan Spirit Wirausaha, Siswa SMP Maarif 1 Pamekasan Produksi Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidupkan Spirit Wirausaha, Siswa SMP Maarif 1 Pamekasan Produksi Tempe (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidupkan Spirit Wirausaha, Siswa SMP Maarif 1 Pamekasan Produksi Tempe

Praktik pembuatan tempe kedelai menjadi salah satu kegiatan guna melejitkan jiwa pengusaha siswa SMP Maarif 1 Pamekasan. Siswa-siswi terlihat semangat mengikuti arahan dari guru biologi, Darul Kamal, Jumat (7/4).

"Untuk saat ini, pesertanya adalah siswa-siswi kelas 9a+b. Mereka berhasil memproduksi dengan sempurna," ujar Abu Siri, guru dan perintis berdirinya SMP Maarif 1 Pamekasan.?

Fans Gus Dur

Komposisi produksi tempe hanya dari dua bahan: kedelai dan ragi. Abu Siri berharap praktik tersebut bisa menjadi bekal bagi siswa sebelum dan setelah terjun ke masyarakat.

"Setelah ada di tengah-tengah masyarakat, kita harapkan mereka mampu menggalakkan ekonomi kerakyatan lewat home industry," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Nahdlatul, Pesantren Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

BMT SM NU Pekalongan Berangkatkan 14 Bis Wisata Religi

Pekalongan, Fans Gus Dur. Baitul Maal Wat Tamwil Syirkah Muawanah Nahdlatul Ulama (BMT SM NU) Pekalongan Sabtu (12/1) memberangkatkan 14 bis peserta ziarah wisata religi dengan makam Habib Ahmad Alatas Pekalongan, Sunan Gunungjati Cirebon, Syech Panjalu Ciamis dan makam Syech Haji Abdul Muhyi Tasikmalaya.?

BMT SM NU Pekalongan Berangkatkan 14 Bis Wisata Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT SM NU Pekalongan Berangkatkan 14 Bis Wisata Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT SM NU Pekalongan Berangkatkan 14 Bis Wisata Religi

Keempatbelas bis peserta wisata religi merupakan anggota dan calon anggota yang mengikuti program simpanan religi dengan bonus ziarah gratis berfasilitas bis AC.

Wakil Sekretaris BMT SM NU Pekalongan Chofif Yahya mengatakan, program wisata religi merupakan salah satu produk simpanan yang banyak peminatnya dari tahun ke tahun. Pasalnya, dalam program ini peserta tidak perlu lagi mengeluarkan biasa untuk ongkos perjalanan. Hanya dengan menyimpan dana rutin tiap bulan dalam jumlah tertentu dalam waktu dua tahun simpanannya dikembalikan secara utuh peserta bisa menikmati paket ziarah ke tempat tempat yang ditentukan.

Fans Gus Dur

"Wisata religi salah satu paket program simpanan yang pesertanya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan," ujar Chofif.

Salah satu tujuan wisata ziarah paket wisata religi keempat ialah mengunjungi Pondok Pesantren Inabah Suryalaya Tasikmalaya asuhan Abah Anom yang cukup terkenal dengan model penyembuhan kecanduan narkoba dengan model dzikir.

Fans Gus Dur

Sesepuh Ponpes Suryalaya dan juga cucu dari Kiai Haji Abdullah Mubarok (Abah Anom), KH Zainal Abidin, menjelaskan bahwa penyembuhan narkoba di Suryalaya adalah upaya pembetulan pikiran dengan cara-cara Islam. Yang dibetulkan di sini, kata dia, ? adalah cipta melalui akidah, rasa melalui akhlak dan perbuatan melalui syariat.

"Salah satu metode yang dilakukan adalah dengan pensucian melalui mandi. Mandi adalah pencuci hadas besar yang paling manjur," kata Zainal. Begitu ketagihan langsung dimandikan lalu menjalankan ibadah shalat dan zikir

Metode yang diterapkan di pusat rehabilitas narkoba Suryalaya dijalankan minimal selama tiga bulan dan melalui tiga tahap. Yaitu penyembuhan, rehabilitasi, dan bina lanjut. Sebelum menjalani rangkaian penyembuhan, si pecandu dimandikan pada pukul 02.00 WIB. Setelah mandi, metode yang dilakukan adalah pelaksanaan ibadah terus menerus sampai pukul 21.00 WIB.

Tahapan yang dilakukan diantaranya menjalankan seluruh shalat wajib, shalat sunat sebelum dan sesudah shalat wajib, shalat sunnat khusus seperti taubat, awabin, birrulwalidaini dan lihifdhil iman.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz PKL

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Pahlawan, Nahdlatul Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock