Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat

Ramallah, Fans Gus Dur. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak dilakukannya penyelidikan internasional mengenai kematian pendahulunya Yasser Arafat pada 2004, kata Komite Sentral Faksi Fatah, pimpinan Abbas, Ahad (17/11).

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat

Dalam kunjungannya ke Ibu Kota Mesir, Kairo, baru-baru ini, Abbas meminta Sekretaris Jenderal Liga Arab agar mengaktifkan resolusi lama organisasi tersebut untuk membentuk komite penyelidikan internasional mengenai kematian Arafat, kata Nabul Abu Rudeinah, Juru Bicara Abbas dan Komite Sentral, sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Arafat meninggal di satu rumah sakit Prancis di dekat Paris akibat gangguan darah. Namun pemeriksaan barang-barang miliknya dan kemudian penggalian kerangkanya untuk analisis lebih lanjut tahun lalu menunjukkan ia mungkin telah diracuni dengan radioaktif polonium-210.

Fans Gus Dur

Dua pekan lalu, panel penyelidikan Palestina menuduh Israel berada di belakang kematian Arafat sebagai satu-satunya tersangka pertama dan mendasar. (antara/mukafi niam)

Foto:AFP

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Pendidikan Fans Gus Dur

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media

Cimahi, Fans Gus Dur. Menjadi penggagas dalam menciptakan kota inklusi bukanlah hal yang mudah. Inklusi dalam pengertian mengembangkan lingkungan yang terbuka, mengikutsertakan semua orang, saling merangkul dan menghargai dengan beragam perbedaan dan multi karakter etnik, agama, ras, budaya hingga disabilitas.

Nah, butuh kerja keras dan aksi? nyata dalam mengampanyekan pentingnya inklusi sosial kepada seluruh pihak termasuk masyarakat, pemerintah, dan organisasi sosial kemasyarakatan.

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Cimahi Adakan Pelatihan Literasi Media

Tidak ada alasan untuk menyerah dan berhenti bergerak. Inilah yang terus diupayakan Lakpesdam NU Cimahi melalui Program Peduli dalam membangun inklusi sosial. Ada banyak agenda dengan berbagai kegiatan, semisal seminar, pelatihan dan kampanye serta aksi turun yang terus digalakkan Lakpesdam NU cimahi dalam mencapai tujuan di atas.

Fans Gus Dur

Minggu lalu, tepatnya 23-24 Juli 2016, Lakpesdam NU Cimahi mengadakan Pelatihan Literasi Media ke-2. Pelatihan tersebut bertajuk Pengembangan Jurnalisme Warga untuk Perdamaian dan Inklusi Sosial. Hadirnya acara ini bertujuan untuk menguatkan pengetahuan dan keterampilan para aktivis perdamaian untuk bisa memproduksi informasi dan konten tentang inklusi sosial dalam berbagai bentuk.

Dengan bertempat di gedung BPPKS Dinas Sosial Cimahi, acara pelatihan literasi media 2 berjalan lancar dengan diikuti oleh peserta yang berasal dari latar belakang agama dan institusi yang berbeda. Tercatat Perwakilan dari IPNU, IPPNU, OMK, Masyarakat Adat Cireunde dan organisasi lainnya turut meramaikan acara tersebut.

Fans Gus Dur

Hari pertama, acara pelatihan diisi dengan kegiatan berlatih menulis khususnya menulis tulisan-tulisan yang berisi kampanye perdamaian. Sesi ini difasilitasi oleh seorang dosen dan praktisi perdamaian UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Bambang Q. Anees.

Tidak hanya pelatihan menulis, pada hari kedua, peserta juga diajak untuk berkenalan dan mencoba membuat suatu bentuk media kampanye yaitu video dan design grafis. Dengan difasilitasi oleh Imam Ma’ruf, salah satu pakar media lakpesdam PBNU, peserta mendapatkan ilmu yang luar biasa berharga tentang pembuatan video yang unik dan mudah dibuat.

Dari hasil testimoni para peserta, kebanyakan mengaku sangat antusias mengikuti acara tersebut. Menurut mereka, pelatihan tersebut telah memberi kesadaran bahwa kemampuan menulis ternyata tidak mustahil untuk dilakukan selama menjadikannya kebiasaan. Mereka mengaku akan terus mengembangkan bakat mereka dalam menulis, terkhusus dalam membuat tulisan-tulisan yang bertemakan perdamaian.

Acara tersebut juga memberikan mereka ruang untuk terlibat aktif dalam perbaikan masyarakat dengan salah satunya menjalankan program yang disebut “Design For Change”. Mereka mengatakan bahwa projek tersebut sangat menginspirasi dan harus segera dilaksanakan.

Kesuksesan Lakpesdam NU cimahi dalam menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, diskusi, kunjungan dan menginisiasi adanya gerakan pemuda untuk inklusi cimahi (GRADASI) merupakan satu bukti yang nyata bahwa inklusi sosial bukan hanya buaian yang ingin dicapai oleh tim program yang pimpin Diana Handayani.

Pencapaian yang telah dilakukan adalah bukti telah hadirnya gerakan-gerakan inklusi untuk membuat Cimahi yang damai dan bertoleransi. Selamat dan sukses selalu untuk Lakpesdam NU Cimahi! (Yeni Latifah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Khutbah, Berita Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Pekalongan, Fans Gus Dur. Innalilllaahi wa inna ilaihi roojiun. Warga Nahdiyin Pekalongan kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya, yakni H. Abdullah Machrus mantan Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang tinggal di Kota Batik Pekalongan, Sampangan Gang VI, Pekalongan.

H. Abdullah Machrus meninggal Jumat (7/2) menyusul istri tercintanya Hj. Tadzkiroh yang telah meninggal terlebih dahulu pada Senin (3/2). Menurut rencana jenazah almarhum akan dimakamkan di samping istrinya di makam keluarga di komplek Masjid Al Fairuz, Baros Pekalongan Sabtu (8/2).

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

H Abdullah Machrus, Mantan Bendahara PBNU Wafat

Kepergian H. Abdullah Machrus sangat mengagetkan warga nahdliyyin khususnya di Kota Pekalongan. Pasalnya, saat jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bertaziyah ke rumah Sampangan Gang VI Pekalongan Senin (3/2) Abdullah Machrus tampak sehat dan bisa berkomunikasi dengan baik dan lalu lalang menemui tamu tamu yang bertaziyah di rumah kediamannya.

Fans Gus Dur

Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan, H. Abu Almafachir, mengaku kaget atas kabar meninggalnya H. Abdullah Machrus yang beredar melalui SMS, BBM maupun facebook.

"Saya tidak mengira kalau H. Abdullah Machrus pergi begitu cepatnya menyusul istrinya yang belum genap 7 hari," ujar H. Abu Almafachir.

Fans Gus Dur

Sosok H. Abdullah Machrus, di samping aktifis di Nahdlatul Ulama, beliau adalah sosok pengusaha batik yang pernah moncer di zaman orde baru. Pasalnya, batik yang berlabel Mahkota Agung selalu menjadi seragam resmi istana kepresidenan dan keluarga Soeharto.

Tidak hanya di bidang bisnis batik Abdullah Machrus yang asli Semarang meraih sukses, dalam membina keluarga pun, juga dinilai berhasil. Atas prestasinya, dirinya mendapat penghargaan sebagai pemenang Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Provinsi Jateng 2007.

Dari tujuh anaknya, enam di antaranya sudah sarjana. Anaknya yang satu lagi tinggal selangkah menyusul meraih sarjana. Hebatnya, bukan hanya sarjana yang diraih, semuanya pernah menjadi santri di sebuah pondok pesantren dan kini juga sudah bisa hidup mandiri dari usahanya sendiri serta berhaji. Yang menarik lagi, bukan hanya anak-anaknya yang menjadi sarjana. Menantunya pun menjadi sarjana.

Apa kunci sukses membentuk keluarga sakinah? Menurut dia, sebenarnya ada pada istrinya. Saya ini bekerja sebagai wiraswasta, sehingga seringkali ke luar kota. Kegiatan saya di bidang sosial seabrek, sehingga jarang sekali saya berada di rumah. Karena itu, pendidikan anak-anak itu sebagian besar karena peran ibu, tuturnya.

Dalam pembelajaran kepada anak, diakui, memang yang diutamakan adalah kedisiplinan dan kejujuran. Bagi dia, anak harus tahu kapan waktu untuk beribadah, belajar, bermain, dan membantu orang tua.

Sebagai orang tua, Machrus selalu mengingatkan pada anaknya untuk menjaga dan menunaikan salat lima waktu. Bahkan juga mendorong anak-anaknya untuk shalat sunah seperti tahajud, duha, awwabin, dan rawatib.

Di antara pondok pesantren yang menjadi tempat mendidik agama anak-anaknya adalah Ponpes Al Hikmah Pati, Ponpes Al Islah Putra dan Al Ishom Putri, Mayong Jepara, Ponpes Maunah Sari Kediri, Jatim, serta beberapa ponpes di Jakarta dan Yogyakarta.

Abdullah Machrus adalah anak ke-4 dari pasangan Hj Aisyah Anwar dan Machrus Dhubian Al Hafidz, seorang veteran yang berjualan barang-barang kelontong di Pasar Johar Semarang pada waktu itu. (Abdul Muiz/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Pendidikan Fans Gus Dur

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Jakarta, Fans Gus Dur. Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa perlu adanya batasan yang jelas perihal “radikal”. Kalau tidak ada ketentuan, pemblokiran terhadap situs-situs agama yang dianggap menyebarkan paham radikalisme tidak menutup kemungkinan akan menyasar pada situs institusi pendidikan Islam yang sama sekali aman dari radikalisme.

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Demikian komentar Menteri Agama RI menanggapi pemblokiran situs-situs radikal atas nama agama oleh Kemenkominfo atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui akun twitternya.

H Lukman menyayangkan pemblokiran situs tanpa kejelasan batas “radikal” baik dari Kemenkominfo juga BNPT.

Fans Gus Dur

“Penjelasan resmi dari BNPT itu diperlukan agar masyarakat mengetahui definisi dan batasan "radikal" itu seperti apa,” kata Lukman dalam akun twitternya.

Fans Gus Dur

Ia juga menyatakan bahwa pihak Kemenag RI tidak terlibat sama sekali dalam proses pemblokiran situs-situs tersebut.

Di lain kesempatan, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo menyatakan keberatan atas pemblokiran situs itu. Menurut Tjahjo, pendekatan pemerintah mesti berhati-hati dalam menangani penyebaran paham terorisme. Sementara untuk situs porno, Tjahjo menyatakan sepakat untuk menutup.

Menurut Tjahjo demikian rilis yang dikeluarkan Bidang Pemberitaan dan Media Visual DPD RI, pola deradikalisasi bisa dilakukan melalui sosialisasi dan komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan atau persyarikatan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

"ISIS memang mengkhawatirkan, tapi kita jangan terjebak istilah IS. Sedang dicari pola penanganannya agar jangan masuk ke generasi muda," kata Tjahjo dalam rapat kerja Komite I DPD RI dengan Kemdagri yang membahas program strategis kementerian di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Santri, Pendidikan Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Jakarta, Fans Gus Dur - Rombongan pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) melakukan investigasi dan pengumpulan informasi perihal bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka. Mereka akan melaporkan hasil temuan di lapangan ke PBNU.

PBNU menurunkan tim yang dipimpin oleh Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal dan Wakil Ketua LPBH PBNU Abdul Rozak.

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Tim LPBH PBNU menggelar pertemuan dengan warga di kantor balai desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Rabu (23/11). Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal memimpin pertemuan tersebut yang dihadiri ribuan warga.

Fans Gus Dur

Pertemuan ini juga dihadiri oleh kepala desa, Wakil Ketua PWNU Jabar, Ketua PCNU Majalengka, GP Ansor Jabar, PMII Majalengka, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan warga Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Bentrokan ini berujung pada tindakan represif oleh aparat keamanan.

“Dalam pertemuan tersebut diperoleh keterangan dan informasi terkait dengan peristiwa bentrokan. Hasil investigasi ini akan dilaporkan kepada PBNU untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Royandi. (Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Pendidikan, Daerah Fans Gus Dur

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah

Jenewa, Fans Gus Dur. Pemimpin Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Rabu (11/9), menyerukan upaya gabungan dari masyarakat internasional untuk memastikan bantuan yang diberikan menjangkau orang-orang yang memerlukan di Suriah.

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah

Peter Maurer, Presiden ICRC mengatakan di markas organisasi tersebut di Jenewa bahwa perang yang berkecamuk di Suriah dan dampak tak terkendali dari konflik bersenjata itu atas rakyat sipil Suriah menjadi keprihatinan besar.

Ia menyerukan perhatian mendesak pada situasi menyedihkan rakyat Suriah yang tak mendapatkan di antaranya makanan yang diperlukan, barang kebutuhan rumah tangga, air, fasilitas kebersihan, dan bahkan fasilitas serta perawatan medis.

Fans Gus Dur

"Apa yang kita lihat ialah peningkatan penderitaan rakyat Suriah dari dampak perang ini," kata Maurer.?

Ia menambahkan konflik itu telah mengakibatkan banyak kematian dan pengungsian, dan membuat banyak orang jadi pengungsi di dalam negeri mereka.

Fans Gus Dur

Maurer kembali menyeru para pelaku utama yang memiliki pengaruh pada semua pihak atau kelompok dalam konflik Suriah agar menggunakan pengaruh politik dan diplomatik mereka serta saluran komunikasi, sehingga "para aktor kemanusiaan di lapangan dapat melakukan pekerjaan yang mesti mereka lakukan". (antara/mukafi niam)

Foto: AP

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Jadwal Kajian, Sholawat Fans Gus Dur

Kamis, 04 Januari 2018

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, Fans Gus Dur. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

Fans Gus Dur

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Fans Gus Dur

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Minggu, 24 Desember 2017

Simbol Pesantren dan NU di Stadion Sepak Bola

Bandung, Fans Gus Dur 



Ketua Umum PBNU KH Said Siroj menyebutkan beberapa nilai positi sepak bola, di antaranya adalah memperkuat watak santri yang telah ditanamkan di pesantren. Salah satunya tidak boleh memiliki sikap egois.

Di dalam sepak bola, kata dia, santri harus bisa bekerja sama dengan santri lainnya. Mereka harus membangun teamworking yang sehat untuk kemenangan bersama. 

Simbol Pesantren dan NU di Stadion Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Simbol Pesantren dan NU di Stadion Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Simbol Pesantren dan NU di Stadion Sepak Bola

Tak hanya itu, Kiai Said bersyukur, karena adanya Liga Santri Nusantara simbol-simbol NU dan pesantren terbawa ke stadion.

“Alhamdulillah karena adanya Liga Santri, Shalawat Badar, Ya robbi bil mustofa, Ya Lal Wathon ada di lapangan sepak bola. Enggak ada itu sebelumnya, enggak ada itu,” tegas kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak itu. 

Fans Gus Dur

Bahkan, bait-bait kitab Alfiyah Ibnu Malik yang menjadi hafalan para santri dinyanyikan pendukung kesebelasan dari tribun. Mereka tidak mencaci pemain atau pendukung lawan, tapi fokus pada cara mendukung timnya.  

Lebih dari itu, penonton, pemain dan penyelenggara Liga Santri melaksanakan Shalat Berjamaah Maghrib di area atletik di stadion Gelora Bandung Lautan Api Ahad (29/10), sebelum Grand Final Liga Santri Nusantara 2017 di kota kembang Bandung.

Tentang hal itu, Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama KH Abdul Ghofarrozin mengatakan, hal itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Liga Santri Nusantara berbeda dengan liga-liga yang lain. 

Fans Gus Dur

Sistem permainannya sama, sebagaimana sepak bola pada umumnya, tapi watak-watak pesantren ditekankan untuk dibawa ke lapangan. Misalnya menghormati keputusan wasit. Di lapangan, wasit diperlakukan sebagai kiai yang harus dipatuhi. Harus bersikap sportif dan tidak gampang emosi. 

Pada gelaran Grand Final Liga Santri 2017, Direktur Kompetisi dan Pertandingan LSN, M. Kusnaeni menyatakan, dua pesantren harus bangga bermain di stadion kebanggaan masyarakat Jawa Barat, Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). 

“Ini stadion yang digunakan Persib Bandung di Liga Satu,” katanya. 

Liga Santri Nusantara mulai digelar pada 2015 oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Tahun berikutnya dan tahun ini Kemenpora menggandeng RMINU sebagai penyelenggara. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Pendidikan Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf

Tangerang, Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor dan Baznas Tangerang menggelar acara Santunan Mualaf yang diselenggarakan di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Tangerang pada Ahad (11/6). Kegiatan ini mengambil tema Berbagi di Bulan Suci, Menggapai Ridho Ilahi.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan Ramadhan. "Ini bentuk pangabdian kita terhadap masyarakat sekaligus bukti kepedulian kita terhadap kaum mualaf," ucapnya.

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Baznas Tangerang Santuni 102 Mualaf

Menurutnya, para mualaf dan mualafah tersebut datang dari berbagai daerah di Kabupaten Tangerang.?

"Data mualaf tersebut kami peroleh dari jejaring Banser dan Muslimat yang ada di masing-masing wilayah. Ada 102 mualaf yang kami santuni," tambahnya.

Fans Gus Dur

Ketua Baznas Kabupaten Tangerang KH Afif Afifi menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyalurkan zakat, infaq, sedekah yang terhimpun di Basnas kepada masyarakat yang memang memiliki hak atas ZIS tersebut.?

"Santunan mualaf ini adalah bagian upaya penyaluran dan pendistribusian zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat yang diserahkan kepada Baznas," tuturnya.

Ia juga berharap ke depan semakin tumbuh kesadaran masyarakat untuk mempercayakan zakat, infak, dan sedekah kepada Baznas.

"jika kesadaran masyarakat untuk membayar zakat ini tinggi maka Baznas sebagai lembaga akan mendapatkan akumulasi dana yang besar sehingga ikhtiar kita untuk selalu ingin membantu sesama juga akan semakin besar dan maksimal."

Fans Gus Dur

Sementara ketua panitia Anwari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang digagas oleh keluarga besar NU, Basnas dan juga oleh Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA).?

"Ini upaya kita membangun kebersamaan antarlembaga melalui program-program nyata bagi masyarakat."

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian seribu ? takjil, buka puasa bersama kader-kader Ansor Banser dan FPLA se-Kabupaten Tangerang.

Anwari juga mengatakan kegiatan membagi-bagikan takjil ini dilakukan untuk mempermudah warga dan para pengendara kendaraan motor yang hendak berbuka puasa.

"Kami menyiapkan seribu takjil untuk buka puasa warga yang melintas di depan Sekretariat Ansor." Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Pendidikan, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Sabtu, 02 Desember 2017

PBNU Serahkan Jenazah Kepada Negera

Jakarta, Fans Gus Dur. Almarhum KH Idham Chalid disemayamkan secara militer sebagai tanda jasa atas pengabadiannya kepada bangsa dan negara. Penyerahan jenazah kepada negara oleh keluarga diwakili oleh KH Said Aqil Siradj, ketua umum PBNU sementara Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mewakili pemerintah.

Sebelum diserahkan kepada negara, jenazah disholati di masjid kompleks pendidikan Darul Maarif, selanjutnya fihak keluarga, diwakili oleh Abdul Hadi, yang merupakan anaknya menyerahkan kepada PBNU mengingat KH Idham Chalid menjabat sebagai ketua umum PBNU selama 28 tahun.

PBNU Serahkan Jenazah Kepada Negera (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serahkan Jenazah Kepada Negera (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serahkan Jenazah Kepada Negera

Kiai Said menjelaskan, almarhum selama hidupnya telah membaktikan dirinya untuk negara dan bangsa, dan secara khusus kepada komunitas NU. Karena itu, jasa-jasanya layak untuk dikenang.

Fans Gus Dur

Sementara itu Mensos mengatakan pemerintah berdukacita atas meninggalnya KH Idham Chalid dan berharap agar dosanya diampuni dan amalnya diterima serta keluarganya diberi ketabahan.

Atas jasa-jasa almarhum selama mengabdi kepada negara, pemerintah Republik Indonesia memberikan penghargaan Bintang Mahaputra.

Fans Gus Dur

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada jam 09.00 menyempatkan melayat ke rumah tempat jenazah disemayamkan, juga beberapa tokoh nasional.

Saat meninggalkan menuju mobil mobil kepresidenan, Presiden menyempatkan diri bersalaman dengan sejumlah masyarakat yang juga ikut melayat.

Almarhum diberangkatkan dari rumah duka ke tempat pemakanam pukul 10.00 WIB dan sebelumnya disholatkan di Masjid Darrul Taqwa. (mkf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Quote Fans Gus Dur

Rabu, 22 November 2017

Calon Presiden Indonesia Tidak Boleh Pengkhianat

Jakarta, Fans Gus Dur. H Rhoma Irama dalam taushiyah istighotsah di halaman Gedung PBNU meminta warga membantu penyelenggara Pilpres Juli mendatang untuk menyeleksi ketat calon Presiden Indonesia ke depan. Capres itu, menurutnya, mesti bebas dari segala bentuk pelanggaran hukum termasuk pengkhianatan terhadap negara.

“Kualitas Presiden Indonesia harus ditentukan sejak penyeleksiannya oleh penyelenggara Pilpres,” ujar H Rhoma yang kerap dipanggil Bang Haji di hadapan sedikitnya 150 jamaah istighotsah di halaman PBNU Jakarta Pusat, Rabu (30/4) malam.

Calon Presiden Indonesia Tidak Boleh Pengkhianat (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Presiden Indonesia Tidak Boleh Pengkhianat (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Presiden Indonesia Tidak Boleh Pengkhianat

Menurutnya, sosok pemimpin harus memiliki sifat sidiq. Lebih dari sekadar jujur, sifat sidiq dipahaminya sebagai sebuah kebersihan seorang pemimpin dari segala bentuk cacat baik secara moral, hukum, maupun konstitusional.

Fans Gus Dur

“Artinya ia tidak pernah tercatat sebagai pelaku tindakan kejahatan atau pengkhianatan terhadap negara pada masa lalu. Kejahatan korupsi dan kelalaian terhadap pemerataan ekonomi merupakan satu bentuk pengkhianatan terhadap UU selain berbuat makar,” kata Bang Haji.

Di samping itu, pemimpin Indonesia harus bertakwa kepada Allah SWT. “Ketakwaan ini syarat mutlak pemimpin Indonesia. Takwa menjadi modalnya dalam menjalankan pemerintahan sesuai amanah UUD 1945,” ujar Raja Dangdut yang mengenakan kopiah dan pakaian serba putih.

Fans Gus Dur

Menutup taushiyahnya, Bang Haji mengajak jamaah untuk melantunkan bersama bait sebuah lagunya, “Hai manusia, hormati ibumu; yang melahirkan; dan membesarkanmu.” (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Pahlawan, Pendidikan Fans Gus Dur

Senin, 20 November 2017

Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman

Batam, Fans Gus Dur. Bupati Wonosobo Kholiq Arif menceritakan pengalamannya selama memimpin Wonosobo kepada para peserta Rakernas V Lakpesdam NU di Asrama Haji Kota Batam, Rabu (15/4). Ia mengaku sebagian besar cara yang diterapkan ia pelajari dari Gus Dur.

Dulunya Wonosobo dikenal sebagai daerah yang kurang aman. “Gus Dur menyanpaikan kepada saya, Kholiq kalau mau Wonosobo aman maka bikinlah kuburan-kuburan menjadi bagus, saya waktu itu tidak berfikir ini masuk akal atau tidak. Modalnya hanya percaya,” kata alumni IAIN Yogyakarta itu.

Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman (Sumber Gambar : Nu Online)
Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman (Sumber Gambar : Nu Online)

Kata Gus Dur ke Bupati Kholiq: Bikinlah Kuburan, Wonosobo Aman dari Preman

“Saya buat kuburan-kuburan orang sholeh di Wonosobo menjadi bagus-bagus. Dan ternyata setelah 2-3 tahun, preman yang di terminal, di pasar itu pindah, banyak di Kuburan. Mereka bilang ingat mati. Baru saya tahu jawabannya dari amanat Gus Dur. Boleh jadi ini tidak rasional awalanya tapi fakta empiriknya Wonosobo jadi aman. Kalau sudah empirik yah berarti rasional,” katanya disambut tawa para peserta Rakernas.

Fans Gus Dur

Semua yang dikerjakan Bupati Kholiq menggunakan cara-cara kultural yang ia sebut local genuine approache. Kholiq melakukan penggalaian-penggalian, kajian-kajian cara-cara lokal untuk mengelola pemerintahannya.

Misalnya untuk menangani masalah kenakalan anak-anak muda yang banyak menggunakan miras. Kholiq tidak menyelesaikan dengan proses hukum normatif. Setiap malam di atas jam 22.00 malam dibantu aparat ia berkeleiling untuk mengambil anak-anak muda yang menggunakan miras.

Fans Gus Dur

“Kalau memberikan hukuman saya pesan jangan sampai dipukul, jangan ada darah. Tetapi direndam air saja, dimandikan sampai pagi lalu mereka diminta untuk berdiri sambil menghormat ke atas sampai pagi,” katanya.

“Hasilnya pemuda-pemuda itu menjadi sadar tanpa harus berhadapan dengan hukum,” katanya. Kholiq Arief menyapaikan untuk kesalahan-kesalahan kecil itu tidak harus menggunakan hukum positif, tapi diselesaikan dengan cara kultural.

Salah satu dari 7 kepala daerah berprestasi ini secara anjang lebar memaparkan asal nilai yang ia gunakan dalam mengelola Kabupaten Wonosbo dengan cara kultural. “Saya belajar dari Gus Dur,” katanya.

Kholieq Arif adalah Bupati Wonosobo yang dikenal mampu menjadikan Wonosobo Kabupaten yang aman, harmonis. Kholieq arief memberikan perlindungan kepada semua agama dan kepercayaan yang ada di Wonosobo.

Dalam paparannya ia juga menyampikan bahwa rasa aman, kebebasaan bagi pemeluk agama dan kepercayaan untuk beribadah dan mengekspresikan kepercayaan menjadi bagian penting bahkan nomor satu dari tujuan pemerintahannya.

Ketua PBNU Imam Aziz yang membidangi Lakpesdam dalam forum Rakernas itu merespon bahwa dalam Islam sesungguhnya mengedepankan cara-cara baik adalah diutamakan. Untuk orang jahat pun semestinya penanganan dilakukan dengan baik.

Imam menukil Gus Dur yang mengatakan bahwa rakyat itu tidak boleh kalah dan atau diperalat oleh negara, tetapi rakyat harus memperalat negara untuk menjadikan negara memanusiakan manusia. Pendekatan yang dilakukan oleh Kholiq Arif adalah cara kemanusiaan yang sesungguhnya, katanya.

Wakil Ketua PP Lakpesdam Ahmad Baso, apa yang dipaktikkan oleh Bupati Wonosobo sudah memenuhi prinsip syariat Islam tampa harus melabeli daerahnya dengan label syariat. “Mas Kholiq ini sudah faqihun fi masalihil kholiq (ahli dalam mengurus kemaslahatan umat, red) dan sudah sesuai dengna khittah Lakpesdam,” katanya. (Ufi Ulfiyah/Anam)

 

Foto: jpip.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Pendidikan Fans Gus Dur

Selasa, 14 November 2017

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

Kupang, Fans Gus Dur. Hari Raya Idul Adha 1436 H merupakan bagian dari perhatian bagi orang mampu kepada orang yang benar-benar tidak melalui penyerahan hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban memberi makna perjalanan Nabi Ibrahim ketika menuai cobaan, kata Walikota Kupang, Jonas Salean, dalam sambutan penyerahan hewan kurban di Masjid Baburahman Kompleks Nusa Bunga Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/9).?

Penyerahan hewan kurban dilaksanakan di masjid sekitar 20 meter dari rumah pribadinya. Ia mengatakan sebagai putra dari kompleks wajib memberi apa adanya bantuan pemerintah melalui hewan kurban. Walaupun pada tahun sebelum dirinya belum pernah memberikan hewan kurban kepada masjid Baburahman tetapi hari ini ? setelah dalam perjalan tiga tahun lalu sebagai pemerintah patut memberikan bantuan kepada masyarakat, katanya.?

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

"Kepada warga Nusa Bunga, Jonas mengatakan, sesuai adat Timor, terlebih dahulu kita berikan kepada tamu dahulu. Sebagai tuan rumah biasa berada di belakang."

Fans Gus Dur

Beginilah budaya kita sebagai tuan rumah dan mengelilingi semua dulu baru saya kembali ke komplek saya, kata Jonas.?

Imam Masjid Baburahman Abas Kasim menjelaskan sebagai anak kompleks patut menghargai walaupun sekian lama baru datang kembali rumah dan mampu melihat rumah ibadah dan memberikan bantuan kepada masyarakat Muslim Nusa Bunga. Sesuai sejarah warga Nusa Bunga sejak tahun 2000 jumlah kepala keluarga hanya 20 KK sedangkan hari ini sudah mencapai 200 KK.?

Fans Gus Dur

Dengan adanya bantuan satu ekor sapi dari pemerintah cukup berterima kasih atas kepedulian pemerintah kepada masyarakat pada momen Idul Adha, katanya. (Ajhar Jowe/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Warta Fans Gus Dur

Sabtu, 04 November 2017

Cegah Seks Bebas, Remaja Diberi Pendalaman Al-Quran

Wonosobo, Fans Gus Dur. Maraknya seks bebas di kalangan remaja harus diantisipasi. Salah satunya dengan memberikan pendalaman Al-Qur’an.

Cegah Seks Bebas, Remaja Diberi Pendalaman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Seks Bebas, Remaja Diberi Pendalaman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Seks Bebas, Remaja Diberi Pendalaman Al-Quran

"Salah satu upaya untuk mencegah agar remaja tidak melakukan seks bebas adalah dengan memberikan pendalaman Al-Qur’an. Saya kira ini cara yang ampuh menangkal pengaruh budaya negatif yang diterima remaja," kata Drs H Mahbub MAg.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kementrian Agama Kabupaten Wonosobo menyampaikan hal itu dalam acara sosialisasi pendidikan seks pra nikah yang diadakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo yang dikuti oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) serta IPNU IPPNU di Wonosobo, Kamis (14/11).

Fans Gus Dur

Mahbub menambahkan bahwa belajar Al-Qur’an tak ada batasnya. Sebab Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Oleh karena itu kunci utama untuk mencegah seks adalah dengan mendalami Al-Qur’an. “Pelajari Al-Qur’an dengan mendalami maknanya,” jelasnya.

Menurutnya, pergaulan bebas dan seks bebas kini sedang marak sekali terjadi di dalam kalangan remaja khususnya pelajar. Mulai dari hamil di luar nikah sampai mengonsumsi narkoba.

Fans Gus Dur

“Setidaknya dengan kegiatan yang bertujuan agar mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Karena salah satu sasaran dari kegiatan yang cukup terkesan adalah pencegahan agar mencegah seks bebas diantara kaum remaja. “Semoga dengan sosialisasi ini dapat mencegah seks pra nikah,” tambahnya.

Kegiatan ini pula disambut senang dan antusias dengan diadakan sosialisasi oleh Amintarsih, ketua IPPNU Kabupaten Wonosobo. Kata Amintarsih, kader-kader ini memang butuh yang namanya sosialisasi pencegahan seks bebas.

Amintarsih juga berharap kegiatan ini membuat para kader ormas bisa menjadi pelopor. Baik kader Muhammadiyah maupun kader NU .”Semoga kagiatan ini meningkatkan kesadaran dan kader bisa menjadi pelopor,” pungkasnya. (Fathul Jamil/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Pendidikan, Olahraga Fans Gus Dur

Rabu, 01 November 2017

Keberadaan ISIS Sudah Diramal Rasulullah, Ini Cara Menghadapinya

Jakarta, Fans Gus Dur. ISIS adalah wujud sekte dalam Islam yang paling sesat saat ini. Kesesatan ISIS sudah dikatakan Rasulullah Muhammad SAW empat belas abad yang lalu. ?

Jumu Tuani menuturkan sebuah riwayat, “Jika kalian melihat bendera-bendera hitam maka diamlah, jangan mengikuti. Mereka akan mengaku sebagai pemilik khilafah, tetapi tidak ada pihak lain yang mengakui hal itu. Nama-nama mereka juga dinisabatkan kepada beberapa daerah.”?

Keberadaan ISIS Sudah Diramal Rasulullah, Ini Cara Menghadapinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberadaan ISIS Sudah Diramal Rasulullah, Ini Cara Menghadapinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberadaan ISIS Sudah Diramal Rasulullah, Ini Cara Menghadapinya

Demikian disampaikan Jumu Tuani, mantan pelaku terorisme asal Maluku saat mengisi diskusi pada Forum Kajian Ramadhan bertema “Peran Islam untuk Perdamaian Indonesia” yang diselenggarakan Wahid Foundation di Masjid Al-Fataa Menteng Jakarta Pusat, Selasa (28/6) petang.?

Menurut Jumu, apa yang diceritakan dalam riwayat tersebut adalah ISIS. ISIS lahir dilandasi kebuntuan tentang Islam. Penganutnya tidak mempelajari fiqih jihad secara benar, sehingga masalah ISIS adalah masalah yang paling krusial.?

Fans Gus Dur

ISIS menganjurkan pengikutnya dan semua orang untuk berbaiat kepada ISIS. ISIS mengaggap orang atau golongan di luar itu adalah kafir yang wajib dibunuh. ISIS menempatkan baiat kekufuran dalam tauhid mereka.

Bukti kesesatan ISIS lainnya adalah ketiadaan wilayah, tetapi mengaku-aku memiliki wilayah. Juga tidak ada kedaulatan dan tidak ada satu pun di dunia ini yang mengakui kedaulatan tersebut.?

Berikutnya, kekhalifaan yang seharusnya dibaiat oleh ahlul halli wal aqdi yang terdiri dari orang-orang saleh, tetapi tidak dilakukan. ISIS mengaku-aku sebagai khilafah, walaupun tidak ada yang mengakui. Dari hal ini menandakan faham ISIS sangat bertentangan dengan Islam.

Jumu mendorong perang melawan ISIS harus dilakukan, karena ajaran Islam mengedepankan kasih sayang. Mengutip sebuah hadist, Jumu mengatakan bahaya ISIS, “Membunuh satu orang sama artinya dengan membunuh semua orang.” (Kendi Setiawan/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Pondok Pesantren, Makam Fans Gus Dur

Sabtu, 21 Oktober 2017

Remaja Masjid Silaturrahim Sesepuh NU

Kudus, Fans Gus Dur. Sudah menjadi tradisi setiap hari raya Idul Fitri tiba, Ikatan Remaja Masjid Jami’ Al-Junaidi (Irmaja) mengadakan kegiatan silaturrahim ke tokoh-tokoh NU dan tokoh masyarakat Papringan, Kudus, Selasa (29/7) malam lalu.

Remaja Masjid Silaturrahim Sesepuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Remaja Masjid Silaturrahim Sesepuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Remaja Masjid Silaturrahim Sesepuh NU

Kepada Fans Gus Dur, Yusrul Hana ketua Irmaja mengatakan, silaturrahim termasuk program kerja dari Irmaja yang dilaksanakan ketika hari raya idul fitri tepatnya pada malam 3 Syawal yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar remaja putra-putri dan para sesepuh.

Tidak hanya silaturrahim saja, lanjut Hana, Remaja Masjid ini juga meminta nasehat dan masukan dari para sesepuh yang dikunjungi. “Nanti coba kita jalankan untuk tahun akan datang, yang kurang-kurang akan kita benahi, yang sudah ada tetap dijalankan,” ujar santri yang juga mantan aktivias IPNU Ranting Papringan.

Fans Gus Dur

Menurut Kiai Ali Muthohhar sesepuh NU Ranting Papringan, apapun kegiatan remaja masjid yang penting harus didasarkan pada musyawarah antar anggota serta meminta nasehat dan pertimbangan dari para sesepuh.

Fans Gus Dur

Seng penting bisane apik sedoyo perjuanganmu, dasarnya siji, ikhlas ati engko iso istiqomah (Yang penting, semua perjuangan kalian bisa menjadi baik, dasarnya satu, hati ikhlas agar bisa jadi istiqomah),” tuturnya.

Kiai Muthohhar nama sapaannya mengingatkan hadis Nabi, Hayatul Islami fi yadis syubban, yang diartikan, hidup matinya Islam itu tergantung ditangan pemuda. “Makanya generasi itu penting. Jadi, kewajiban yang pertama itu pemuda, sebabnya yang namanya pemuda semuanya serba kuat dan sehat,” nasehatnya kepada remaja-remaja masjid.

Kiai Muthohhar juga mendoakan supaya keikhlasan remaja masjid dikuatkan semoga bisa menjadi istiqomah dan selalu mendapatkan pertolongan oleh Allah. “Mugo-mugo perjuangan iki dadi amale sampean yang baik (Semoga perjuangan ini menjadi amal yang baik bagi kalin)”, tandasnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan Fans Gus Dur

Kamis, 19 Oktober 2017

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen

Jakarta, NU Onilne. Islam Nusantara mempunyai karakter yang khas, yakni tidak homogen. Umat Islam mempraktikkan ajaran dalam bentuk yang berbeda-beda. Nilai-nilai Islam mewujud dalam bermacam-macam tradisi yang diamalkan dari waktu ke waktu.

“Jawa Tengah dan Jawa Timur saja berbeda. Apalagi sampai ke Kalimantan dan Sulawesi,” kata sejarawan pesantren Zainul Milal Bizawie dalam diskusi Islam Nusantara di kampus utama STAINU Jakarta di kawasan Matraman Jakarta Pusat, Jum’at (8/5). Diskusi rutin ini diikuti para dosen dan pimpinan STAINU Jakarta.

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen (Sumber Gambar : Nu Online)
Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen (Sumber Gambar : Nu Online)

Milal Bizawie: Karakter Islam Nusantara Tidak Homogen

Menurutnya, tradisi keagamaan yang berbeda itu tidak perlu diseragamkan. “Kalau diseragamkan ya jadinya kayak Arab Saudi,” kata penulis buku “Laskar Ulama Santri dan Resolusi Jihad” serta “Syekh Mutamakkin” itu.

Fans Gus Dur

STAINU Jakarta merupakan kampus yang pertama memelopori kajian Islam Nusantara. Dalam kesempatan itu, Milal mengingatkan, Islam Nusantara di STAINU bukan sekedar obyek penelitian. Sebaliknya, Islam Nusantara menjadi subyek atau semacam pisau analisa untuk mengamati dan menilai berbagai praktik keagamaan di luar.

Milal menambahkan, salah satu karakter Islam Nusantara dalam hal keilmuan seperti dipraktikkan di pesantren adalah prosesi pembaiatan. Ini berkaitan dengan sanad keilmuan dan pertanggungjawaban moral atas ilmu yang didapatkan.

Fans Gus Dur

Selain itu, Islam Nusantara mengenal konsep berkah atau barokah, dalam pengertian hubungan guru dan murid tidak berlangsung secara intelektual, tetapi juga spiritual. “Barokah inilah yang sekarang dihilangkan dari dunia akademis,” ujarnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan Fans Gus Dur

Selasa, 19 September 2017

386 Mahasiswa STAINU Jakarta Diwisuda Besok

Jakarta, Fans Gus Dur. STAINU Jakarta akan mewisuda 386 orang mahasiswa, berasal dari empat program studi yakni Perbankan Syariah (PS), Pendidikan Agama Islam (PAI), Ahwalus Syakhsiyah (AS), dan juga Program Pascasarjana Magister Islam Nusantara, Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta.

Jumlah total keseluruhan sampai Wisuda Ke-4 ini, STAINU Jakarta telah mencetak lulusan 1.033 Wisudawan yang berasal tidak saja dari lingkungan Jabodetabek tapi juga berasal daerah-daerah jauh di luar Jakarta yang merupakan basis akar rumput kantung-kantung nahdliyyin.

386 Mahasiswa STAINU Jakarta Diwisuda Besok (Sumber Gambar : Nu Online)
386 Mahasiswa STAINU Jakarta Diwisuda Besok (Sumber Gambar : Nu Online)

386 Mahasiswa STAINU Jakarta Diwisuda Besok

STAINU Jakarta juga telah meluluskan mahasiswa-mahasiswi kelas Internasional kerjasama STAINU Jakarta dengan Universitas Ibnu Thufail dan Universitas Abdel Malik Es-Sa’adi Maroko. Mahasiswa-mahasiswi tersebut telah berhasil menyelesaikan studinya dengan baik selama ada di Maroko dan juga ketika melanjutkan studi di Indonesia.

Fans Gus Dur

“Program kelas Internasional STAINU Jakarta sampai saat ini masih berlangsung dengan menggandeng bukan saja Universitas Ibnu Thufail dan Abdul Malik Es-Sa’adi di Maroko, namun juga Universitas Zaitunah di Tunisia,” ujar Ketua STAINU Jakarta, dr H Syahrizal Syarif, MPH, PhD dalam keterangan rilisnya, Senin (28/9).

Di samping itu, lanjutnya, pada wisuda ke-4 ini, STAINU Jakarta juga meluluskan mahasiswa-mahasiswi Program Pascasarjana Magister Sejarah Kebudayaan Islam dengan Konsentrasi Islam Nusantara hasil kerjasama STAINU Jakarta dengan Kementerian Agama dan juga Yayasan Said Aqil Siroj. “Ini adalah hal yang patut dibanggakan, sebab di tengah riuhnya isu tema Islam Nusantara, STAINU Jakarta menjawab tantangan itu dengan kajian akademik yang bisa dipertahankan secara ilmiah oleh para mahasiswanya. Dan besok mereka resmi dikukuhkan sebagai Magister Humaniora,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Syahrizal menjelaskan, para Magister Humaniora Islam Nusantara lulusan STAINU Jakarta ini digembleng dengan sederet mata kuliah khas keislaman ala Nusantara yang lebih menekankan sikap inklusivitas. Banyak penelitian Tesis yang mengangkat fenomena khas keislaman Nusantara yang selama ini kurang terekpos dengan baik.

“Tesis-tesis Magister Humaniora Islam Nusantara STAINU Jakarta diharapkan menjadi saldo khazanah keilmuan Islam Nusantara. Terlebih tesis-tesis tersebut telah berhasil dipertahankan secara ilmiah,” paparnya.

Terlepas dari itu semua, imbuhnya, pada tahun 2015 ini, STAINU Jakarta menandai komitmen untuk menjadi kampus yang mencapai tahap bersaing dengan berbagai terobosan, antara lain: integrasi sitem informasi akademik, pengembangan infrastruktur Kampus B di Parung, Bogor yang meliputi gedung pembelajaran dan juga rumah susun mahasiswa (Rusunawa). “Dalam bidang keuangan, kami menggandeng BRI Syariah untuk bersinergi membangun pola keuangan yang lebih transparan dan akuntabel,” tutupnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul, Pendidikan Fans Gus Dur

Selasa, 05 September 2017

STIKes Nurul Jadid Santuni Ratusan Anak Yatim

Probolinggo, Fans Gus Dur - Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan terhadap sesama, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo memberikan santunan kepada ratusan anak yatim yang berada di Kecamayan Paiton, Senin (1/5).

Santunan yang melibatkan puluhan mahasiswa calon perawat ini dilakukan dalam kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan gratis di Yayasan Berkarya Desa Sumberanyar Kecamatan Paiton.

STIKes Nurul Jadid Santuni Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
STIKes Nurul Jadid Santuni Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

STIKes Nurul Jadid Santuni Ratusan Anak Yatim

Rektor STIKes Nurul Jadid KH Hefny mengatakan, pemberikan santunan kepada anak yatim dan bakti sosial ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perguruan tinggi dalam hal ini calon perawat terhadap problematika masyarakat sekitar.

“Kami ingin berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat. Setidaknya dengan bakti sosial dan pemberian santunan kepada anak yatim ini membuktikan bahwa perawat itu memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu,” katanya.

Fans Gus Dur

Melalui kegiatan ini Kiai Hefny mengajak para calon perawat ini agar peka terhadap kondisi sosial masyarakat yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Sebab hal ini akan menguji seberapa besar mahasiswa berguna bagi masyarakat.

Fans Gus Dur

“Calon perawat itu harus tanggap dan jangan sampai menunggu. Begitu ada permasalahan langsung dicari solusi yang tepat dan manfaat. Sehingga masyarakat bisa menilai jika perawat ini peduli. Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat terutama dalam hal membentuk karakter mahasiswa sebelum nantinya turun di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Pendidikan, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Selasa, 29 Agustus 2017

Menjaga Sepuluh Mutiara Paling Berharga

Sepeninggal Rasulullah SAW, Malaikat Jibril akan tetap turun ke bumi. Tidak untuk menurunkan wahyu lagi, tetapi guna mengambil sepuluh mutira yang paling berharga dalam kehidupan manusia.

? الحمد لله أحمده وسبحاÙ? Ù‡ وتعالى على Ù? عمه الغزار, أشكره على قسمه المدرار, . أشهد اÙ? لا اله الا الله وحده لا شرÙ? Ùƒ له. واشهد اÙ? سÙ? دÙ? ا محمدا عبده Ùˆ رسوله الÙ? بÙ? المختار. اللهم صل على سÙ? دÙ? ا محمد وعلى أله الأطهار وأصحابه الأخÙ? ار وسلم تسلÙ? ما كثÙ? را. أما بعد فÙ? اأÙ? ها الÙ? اس اتقوالله حق تقاته ولاتموتÙ? الا وأÙ? تم مسلموÙ? . . Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Menjaga Sepuluh Mutiara Paling Berharga (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Sepuluh Mutiara Paling Berharga (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Sepuluh Mutiara Paling Berharga

Marilah kita kembali menambah kadar ketaqwaan kita kepada Allah swt dengan menghindar berbagai larangan-Nya dan juga menjauhi berbagai perkara yang dibenci Rasul-Nya. Sesungguhnya hanya dengan taqwalah kita akan menghadapi kehidupan ini secara sempurna.

Jama’ah Jum’ah yang berbahagia

Memang tidak selayaknya kita membicarakan keburukan demi keburukan yang terjadi di muka bumi ini. Apalagi keburukan yag terjadi di sekitar kita, yang kerap kali melibatkan orang-orang dekat kita. Alangkah baiknya jikalau kita mulai melangkah menyelesaikan dan membenahi keburukan itu, tidak sekedar membicarakannya.

Tindak korupsi yang tidak kunjung surut, pasar narkoba yang semakin meluas, kriminalitas yang kian tinggi, norma dan nilai moral yang telah bergeser. Begitu merosotnya keadaan di sekitar kita, hingga berbagai fatwa ulamapun dianggap angin lalu.

Fans Gus Dur

Guna berbenah itulah kita harus tahu persis akar permasalahan dari keburukan itu. Agar treatmen yang akan diberikan tidak salah sasaran. Nampaknya hadits Rasulullah saw ketika berdialog dengan Malaikat Jibril dapat dijadikan pegangan sebagai indikasi juga sebagai solusi.

Fans Gus Dur

Ketika Rasulullah saw dalam keadaan sakit yang menghantarkan belaiu wafat, malaikat Jibril datang menemuinya. Setelah berbincang sejenak Rasulullah saw bertanya kepada Jibril “Jibril, apakah kamu nanti masih akan sering turun ke bumi ketika aku sudah meninggal? Jibril menjawab “masih Rasul, saya akan turun sepuluh kali lagi ke bumi, saya turun untuk mngambil sepuluh mutiara dari bumi ini sepeninggalmu”. Rasulullah saw pun penasaran, lalu bertanya kembali “mutiara macam apa yang igin kau ambil itu? jibril menjawab “لأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِÙ? ÙŽ الأَرْضِ)mutiara pertama yang akan saya ambil dari muka bumi ini adalah barokah.

Para kyai biasa memaknai barokah dengan ziyadatul khair. Yang secara bahasa dapat diartikan ‘tambah baik’. Artinya, sesuatu itu dianggap memiliki kebarokahan jika memang dapat melahirkan kebaikan yang lain. Misalkan berdagang yang berkah itu akan menjadikan pedagangnya makin banyak bersedekah dan tambah rajin beribadah. Begitu pula ilmu yang barokah itu akan menjadikan pemiliknya berperilaku semakin baik, tidak malah semakin buruk. Ilmu akuntansi yang barokah tidak akan disalah gunakan oleh pemiliknya untuk korupsi.

Jama’ah yang Berbahagia

Mutiara kedua yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah rasa dari hati manusia ? وَالثَّاÙ? ىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِÙ? Ù’ قُلُوْبِ الخَلْقِ) jika demikian, maka yang tersisa hanyalah rasa benci. Lihatlah sekarang di sekitar kita apakah masih ada cinta dalam hati penguasa yang membuat rakyat dan para petani hidup makin sengsara. Bagaimana ada cinta jikalau mereka tega mengimpor bahan baku dan menghancurkan harga local? Apakah itu cinta? Saya kira kita sudah bisa menilia dan menjawabnya.

Mutiara yang ketika yang akan diambil Jibril dari bumi ini adalah rasa sayang diantara keluarga (وَالثَّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِÙ? Ù’ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ jikalau harimau tidak akan memangsa anaknya sendiri, tetapi sering kali kita temukan anak dan orang tua saling membunuh, bahkan seorang ibu tega menjual bayinya. Atau bahkan seorang anak menjual bapaknya. Bahkan dalam dunia politik yang semakin menghangat karena musim pilkada berapa saudara yang telah berubah menjadi musuh? Sepertinya rasa sayang antar keluarga semakin menipis. Namun demikian semoga Allah tetap melindungi kita semua.

Mutaiar keempat yang akan diambil oleh Jibril dari bumi ini keadilan di hati pemimpin وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِÙ? ÙŽ الأُمَراَءِ) rasa-rasanya mengenai hal ini kita bersama telah pandai menilai. Apakah kekuasaan di sekitar kita masih mengandung keadilan? Dapatkah disebut ke adilan jika terjadi tebang pilih dalam penegakan hukum? Na’udzubillah min dzalik.

Mutiara kelima yang akan diambil oleh Jibril dari bumi ini adalah وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَÙ? اَءَ مِÙ? ÙŽ الÙ? ِّساَءِ) rasa malu dari perempuan. Rasa malu itu kini telah dirubah menjadi rasa bangga. Bangga menjadi perempuan simpanan. Bangga menjadi gadis gratifikasi seksual, bahkan sebagian menggunakan alasan seni demi menutupi kemaluan yang telah hilang. Semoga kita semua terhindar dari yang demikian ini.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Mutiara keenam yang akan diambil oleh Jibril dari bumi adalah وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِÙ? ÙŽ الفُقَراَءِ) kesabaran dari para fakir. Perlu diakui bahwa factor yang mengondisikan negara miskin dan berkembang tetap aman dan tertata adalah kesabaran para fakir dalam menerima bagian mereka. Namun, ketika golongan fakir miskin ini tidak sabar dengan nasib mereka, maka kesenjangan social bisa berubah menjadi kekacauan fisik. Inilah yang tergambar dalam prosesi premanisme di berbagai kota.

Mutiara ketujuh yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِÙ? ÙŽ العُلَماَءِ) wirai dan zuhud dari para ulama. Wira’i adalah menjaga diri dari yang syuhbat dan yang haram, sedangkan zuhud itu tidak mementingkan harta-dunia, keduanya merupakan karakter para ulama. Akan tetapi jika wira’i dan zuhud telah hilang dari ulama maka nilai keulamannyapun mulai berkurang. Nampaknya inilah yang terjadi pada ulama kita. wajarlah jika akhir-akhir ini berbagai fatwa mereka tidak di dengar lagi oleh masyarakat. Pengajian-pengajiannya hanya dianggap sebagai tontonan.

Mutiara ke delapan yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah وَالثَّامِÙ? ُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِÙ? ÙŽ الأَغْÙ? ِÙ? اَءِ) kedermawanan bagi orang kaya. Diantara unsur yang dapat melanggengkan sirkulasi kehidupan ekonomi dan social di suatu masyarakat adalah kesabaran fakir dan kedermawanan orang kaya. Keduanya akan saling mengisi. Namun jikalau semua itu lenyap, maka harmonisme dalam satu masyarakat dapat hilang tergantikan dengan unharmonism.

Jama’ah yang Berbahagia

Mutiara ke Sembilan yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآÙ? ÙŽ) mengangkat al-Qur’an, tepatnya menghilangkan ruh al-Qur’an itu sendiri sebagai tuntunan dalam kehidupan. Memang, kemajuan teknologi kini makin mempermudah telinga kita mendengarkan lanutnan ayat-ayat al-Qur’an. melalui mp3, DVD, online bahkan juga tafsirnya pun dapat diperoleh dengan mudah pula. Akan tetapi semangat qur’an itu sendiri sekarang makin pudar bersama dengan makin mudahnya mendengarkan al-qur’an. Meski demikian kita harus tetap berusaha memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa agar Jibril tidak mengambil mutiara ini.

Dan terakhir, mutiara yang diambil oleh Jibril dari bumi adalah iman. العاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِÙ? ْماَÙ? ÙŽ) mungkin ini adalah mutiara paling berharga diantara sembilan mutiara lainnya. Atau bisa saja ini adalah urutan mutiara yang paling akhir yang akan diambil oleh Jibril. Sebagaimana struktur teks hadits ini yang memposisikannya paling belakang. Iman itu ada di hati semoga Allah menetapkannya dalam hati kita masing-masing.

Jama’ah yang Dimuliakan Allah

Khotbah kali ini sebenarnya berdasarkan pada hadits yang bunyinya:

رُوِىَ Ø£ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ جِبْرِÙ? ْلَ عَلَÙ? ْهِ السَّلاَمُ Ù? َزَلَ عَلَى الÙ? َّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلَّمَ فىِ مَرَضِ مَوْتِهِ فَقاَلَ Ù? اَجِبْرِÙ? ْلُ هَلْ تَÙ? ْزِلُ مِÙ? Ù’ بَعْدِى ؟؟ فَقاَلَ Ù? َعَمْ Ù? اَرَسُوْلَ اللهِ Ø£ÙŽÙ? ْزِلُ عَشْرَ مَرَّاتٍ أَرْفَعُ العَشْرَ الجَواَهِرِ مِÙ? ÙŽ الأَرْضِ قاَلَ Ù? اَ جِبْرَÙ? ْلُ وَماَتَرْفَعُ مِÙ? ْهاَ ØŸ قاَلَ Ø› (الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِÙ? ÙŽ الأَرْضِ (وَالثَّاÙ? ىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِÙ? Ù’ قُلُوْبِ الخَلْقِ (وَالثَّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِÙ? Ù’ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ (وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِÙ? ÙŽ الأُمَراَءِ (وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَÙ? اَءَ مِÙ? ÙŽ الÙ? ِّساَءِ (وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِÙ? ÙŽ الفُقَراَءِ (وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِÙ? ÙŽ العُلَماَءِ (وَالثَّامِÙ? ُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِÙ? ÙŽ الأَغْÙ? ِÙ? اَءِ (وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآÙ? ÙŽ (وَالعاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِÙ? ْماَÙ? ÙŽ?

Dari hadits inilah khotib kemudian berusaha mengefaluasai realita zaman sekarang yang ternyata dalam bahasa hadits itu Jibril sudah mulai bertindak turun kebumi satu-persatu mengambil mutiara itu. Semoga masih banyak mutiara yang tersisa. Semoga Allah swt memberikan kekuatan pada kaum muslimin untuk menjaga kesepuluh mutiara tersebut.

بَارَكَ اللهُ لِÙ? Ù’ وَلَكُمْ فِÙ? Ù’ اْلقُرْآÙ? ِ اْلعَظِÙ? ْمِ ÙˆÙŽÙ? َفَعَÙ? ِÙ? ÙˆÙŽØ¥Ù? َّاكُمْ ِبمَا ِفÙ? ْهِ مِÙ? ÙŽ اْلآÙ? اَتِ وَالذكْر ِالْحَكِÙ? ْمِ وَتَقَبَّلَ مِÙ? ِّÙ? وَمِÙ? ْكُمْ تِلاَوَتَهُ Ø¥Ù? َّهُ هُوَ السَّمِÙ? ْعُ اْلعَلِÙ? ْمُ

?

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَاÙ? ِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِÙ? ْقِهِ وَاِمْتِÙ? َاÙ? ِهِ. وَاَشْهَدُ اَÙ? Ù’ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَÙ? ÙŽÙ‘ سَÙ? ِّدَÙ? َا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَاÙ? ِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِÙ? ْمًا كِثÙ? ْرًا اَمَّا بَعْدُ

فَÙ? اَ اَÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِÙ? ْمَا اَمَرَ وَاÙ? ْتَهُوْا عَمَّا Ù? ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمُوْا اَÙ? ÙŽÙ‘ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِÙ? ْهِ بِÙ? َفْسِهِ وَثَـÙ? ÙŽÙ‰ بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ Ù? ُصَلُّوْÙ? ÙŽ عَلىَ الÙ? َّبِى Ù? Ø¢ اَÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ آمَÙ? ُوْا صَلُّوْا عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِÙ? ْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَÙ? ِّدِÙ? اَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَÙ? ْبِÙ? آئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَارْضَ اللّهُمَّ عَÙ? ِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِÙ? Ù’Ù? ÙŽ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَاÙ? وَعَلِى وَعَÙ? Ù’ بَقِÙ? َّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَتَابِعِÙ? التَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ لَهُمْ بِاِحْسَاÙ? ٍ اِلَىÙ? َوْمِ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَارْضَ عَÙ? َّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ Ù? َا اَرْحَمَ الرَّاحِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِÙ? ِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُؤْمِÙ? َاتِ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْÙ? آءُ مِÙ? ْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاÙ? ْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِÙ? َّةَ وَاÙ? ْصُرْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َصَرَ الدِّÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاخْذُلْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ خَذَلَ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ÙˆÙŽ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى Ù? َوْمَ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَÙ? َّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ وَسُوْءَ اْلفِتْÙ? َةِ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ مَا ظَهَرَ مِÙ? ْهَا وَمَا بَطَÙ? ÙŽ عَÙ? Ù’ بَلَدِÙ? َا اِÙ? ْدُوÙ? ِÙ? ْسِÙ? َّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَاÙ? ِ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ عآمَّةً Ù? َا رَبَّ اْلعَالَمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. رَبَّÙ? َا آتِÙ? اَ فِى الدُّÙ? Ù’Ù? َا حَسَÙ? َةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَÙ? َةً وَقِÙ? َا عَذَابَ الÙ? َّارِ. رَبَّÙ? َا ظَلَمْÙ? َا اَÙ? ْفُسَÙ? َاوَاِÙ? Ù’ لَمْ تَغْفِرْ Ù„ÙŽÙ? َا وَتَرْحَمْÙ? َا Ù„ÙŽÙ? َكُوْÙ? ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مِÙ? ÙŽ اْلخَاسِرِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. عِبَادَاللهِ ! اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ Ù? َأْمُرُÙ? َا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَاÙ? ِ وَإِÙ? ْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ ÙˆÙŽÙ? ÙŽÙ? ْهَى عَÙ? ِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُÙ? ْكَرِ وَاْلبَغْÙ? Ù? َعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْÙ? ÙŽ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِÙ? ْمَ Ù? َذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ Ù? ِعَمِهِ Ù? َزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

?

Redaktur: Ulil Hadrawy. ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Hadits Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock