Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Kemenag Jateng: Banyak yang Tak Paham Kiprah Pesantren

Blora, Fans Gus Dur. Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Jawa Tengah menilai, pesantren telah banyak berkiprah untuk masyarakat secara langsung, bahkan mengerjakan apa yang menjadi tugas kementerian agama secara langsung.

Kemenag Jateng: Banyak yang Tak Paham Kiprah Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Jateng: Banyak yang Tak Paham Kiprah Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Jateng: Banyak yang Tak Paham Kiprah Pesantren

Namun demikian, kata Kepala Kemenag Jateng Ahmadi, pemerintah kadang tidak begitu paham mengenai peran strategis itu. Karenanya, pesantren harus terus-menerus didengungkan kepada khalayak dan pemangku kebijakan.

"Pendekatan ini perlu kita sosialisaskan pada orang lain. Banyak orang tidak faham dengan peran ponpes (pondok pesantren)," tandas pria kelahiran Banjarmasin ini dalam halaqah pengasuh pondok pesantren se-eks karesidenan Pati di Pesantren Al-Hikmah, Ngadipuro, Blora, Jawa Tengah.

Fans Gus Dur

Menurut Ahmadi, Kemenag dalam hal ini hanya dapat membantu fungsi kelembagaan. Antara lain, pertama, meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan. Kedua, kualitas kerukunan umat beragama. Pesantren, tambahnya, lagi-lagi menjadi pelopor untuk menjaga harmoni yang ada di sekitarnya. Ketiga, kualitas pendidikan agama dan keagamaan. Dan keempat, meningkatkan kualitas ibadah haji agar penyelenggaraan haji semakin lebih baik.

Fans Gus Dur

Ia juga menjelaskan bahwa mulai tahun ini melaui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dana optimalisasi haji digunakan untuk membangun kantor urusan agama di kecamatan, membangun perguruan tinggi agama, dan asrama haji. Tahun depan, dana ini akan digunakan untuk pengelolaan pesantren. Bahwa yang terpenting adalah kembali kepada pondok pesantren.

Ahmadi mendorong pesantren menyukseskan program pemerintah yang menargetkan pada 2019 memiliki 5000 doktor. "Kiblat pendidikan Islam tidak selamanya di Mesir ataupun negara Timur Tengah, melainkan juga harus di Indonesia," ungkap Ahmadi. (M Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah Fans Gus Dur

Selasa, 20 Februari 2018

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU

Kemunculan Departemen Perguruan Tinggi dalam IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), merupakan sebuah upaya untuk mewadahi para mahasiswa NU yang ada di IPNU-IPPNU. Hal tersebut terwujud pada muktamar III IPNU pada tanggal 27 – 31 Desember 1958 di Cirebon

Namun, upaya untuk mendirikan satu organisasi yang menghimpun para mahasiswa NU tersebut sebenarnya sudah lama ada, hal ini terbukti dengan adanya kegiatan sekelompok mahasiswa NU yang berdomisili di Jakarta untuk mendirikan IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdatul Ulama) yakni pada bulan Desember 1955.

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU

Untuk lebih jelasnya kita kutipkan tulisan A. Chalim: “Hasrat untuk mahasiswa Islam yang berhaluan Ahlusunha wal jamaah untuk mendirikan organisasi tersendiri sebenarnya sudah lama ada, dan karena Partai Nahdatul Ulama adalah merupakan refleksi dari Islam Ahlusunha Wal Jamaah organisasi itu (IMANU, Pen) diorientasikan kepadanya (Partai NU), cita pembentukan organisasi itu pada bulan Desember 1955 di Jakarta dengan nama IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdatul Ulama)”.

Fans Gus Dur

Namun, kehadirannya oleh PP. IPNU belum bisa diterima. Karena selain kelahiran IPNU itu sendiri masih baru yaitu pada tanggal 24 Februari 1954, pada waktu diadakan konferensi Besar Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama se Indonesia di Semarang, yang juga banyak diantara pengurus IPNU itu sendiri kebetulan sebagian besar mahasiswa sehingga apabila IMANU didirikan dikhawatirkan justru akan lenyapnya IPNU.

Dari adanya keberatan para aktifis IPNU itu maka boleh dikatakan bahwasanya kehadiran IMANU itu menemui jalan buntu atau lebih tepat dikatakan mati sebelum dibesarkan. Tetapi usaha usaha untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu tetap terus berlanjut bahkan dapat pula dicatatkan disini satu usaha untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu pernah pula mencapai keberhasilan walaupun sifat organisasi itu hanya bersifat lokal.?

Kemunculan KMNU di Solo

Fans Gus Dur

Upaya untuk membentuk organisasi mahasiswa NU tersebut juga terjadi Di Kota Surakarta, Jawa tengah. Sekelompok mahasiswa NU yang dimotori oleh sahabat H. Mustahal Ahmad (waktu itu beliau mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Cokroaminoto Surakarta), dengan mendirikan keluarga mahasiswa Nahdatul Ulama (Surakarta) juga pada tahun 1955, bahkan boleh dikatakan KMNU adalah satu-satunya organisasi mahasiswa NU yang dapat bertahan sampai dengan lahirnya PMII pada tahun 1960.

Kelahiran dan perkembangan KMNU ini, walaupun tidak ada sangkut pautnya dengan PMII, secara kronologis historis dengan kelahiran PMII tetapi perlu pula kami catatkan disini sebab nanti ketika PMII dibentuk di Surabaya, salah satu bahkan dua diantara 13 sponsor pendiri PMII berasal dari Kota Solo.

Kembali usaha untuk mendirikan satu organisasi mahasiswa NU yang bersifat nasional masih terus berlanjut, hal ini terbukti dari makin besarnya keinginan para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa sendiri, suara-suara itu didengungkan dalam Muktamar II IPNU pada tahun 1957 di kota Pekalongan. Hal ini seperti dituturkan oleh sahabat Wail Haris Sugianto, “Tiga tahun setelah berdirinya IPNU yaitu dalam Muktamar II IPNU di kota Pekalongan yang diselenggarakan pada tanggal 1-5 Januari 1957 nampak lebih terang lagi mahasiswa-mahasiswa NU yang tergabung dalam IPNU makin besar jumlahnya. Dimana dalam muktamar tersebut sudah ada keinginan untuk membentuk satu wadah tersendiri dikalangan mahasiswa mahasiswa Nahdatul Ulama.”

Selain IMANU (Jakarta) dan KMNU (Solo), kemudian di Bandung juga muncul PMNU (Persatuan Mahasiswa NU) dan masih banyak lagi di kota yang terdapat perguruan tinggi, yang mempunyai keinginan serupa. Tetapi dalam hal ini pimpinan IPNU tetap membendung usaha-usaha tersebut, dengan satu catatan pimpinan pusat IPNU akan lebih mengintensifkan akan usaha-usahanya untuk mengadakan penyelidikan :

1. Berapa besar potensi mahasiswa Nahdatul Ulama?

2. Sampai berapa jauh kemampuan untuk berdiri sendiri sebagai organisasi mahasiswa?

Kemudian didalam Muktamar III IPNU di Cirebon yang diselenggarakan pada tanggal 27-31 Desember 1958, Muktamar berpendapat bahwa sudah waktunya untuk menentukan status dari para mahasiswa kita. Akhirnya dalam Muktamar tersebut diputuskan adanya Departemen Perguruan Tinggi IPNU yang dipimpin oleh rekan Ismail Makky.

Namun pada kenyataanya usaha tersebut diatas tidaklah banyak berarti bagi kemajuan para mahasiswa NU sendiri hal tersebut dikarenakan beberapa sebab yakni:

1. Kondisi obyektif menyatakan bahwasanya keinginan para pelajar sangat berbeda dengan keinginan dan perilaku para mahasiswa.

2. Dan ternyata gerak dari Departemen Perguruan Tinggi IPNU itu sangat terbatas sekali terbukti untuk duduk menjadi anggota PPMI (Persatuan Perhimpunan mahasiswa Indonesia, satu konfederasi organisasi mahasiswa extra Universitas), tidaklah mungkin bisa, sebab PPMI adalah gabungan ormas-ormas mahasiswa. Apalagi dalam MMI (Majelis Mahasiswa Indonesia, satu federasi dari para Dewan / Senat Mahasiswa, juga tidaklah mungkin).

Menyadari akan keterbatasan itu dan berkat dorongan-dorongan dari pelbagai pihak serta dengan mengambil beberapa per imbangan diantaranya :

1. Didirikannya Perguruan Tinggi NU dipelbagai tempat seperti PTINU di Surakarta (sekarang bernama Universitas Nahdatul Ulama), Fakultas Ekonomi dan Tata Niaga dan Fakultas Hukum dan Tata Praja di Bandung (sekarang menjadi Universitas Islam Nusantara, Bandung, Pen) dan Akademi Ilmu Pendidikan dan Agama Islam di Malang (sekarang bernama Universitas Islam Malang, Pen) dan yang berarti makin dibutuhkannya saluran bidang bergerak bagi mahasiswa mahasiswa kita.

2. Adanya dorongan dari pucuk pimpinan lembaga Pendidikan Maarif NU sendiri agar lebih mengkonkritkan bentuk organisasi mahasiswa kita.

3. Adanya dorongan-dorongan dari perorangan para mahasiswa kita yang kuliah di PTINU untuk mengkonkritkan wadah dari para mahasiswa NU.

4. Adanya kenyataan praktis maupun psikologis yang berbeda disegi system belajar dari kalangan pelajar dan mahasiswa, dan akhirnya berkesimpulan

5. Dirasakan sudah waktunya untuk mendirikan satu organisasi mahasiswa Nahdatul Ulama.

Dan akhirnya upaya-upaya untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu mencapai titik terang setelah secara panjang lebar sahabat Ismail Makky dan sahabat Muhamad Hartono, BA berbicara di depan konferensi Besar I IPNU di Yogyakarta yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 Maret 1960 dan akhirnya atas dasar uraian-uraian dan perbagai argumentasi tentang pentingnya dibentuk satu wadah organisasi mahasiswa NU yang lepas baik secara organisatoris maupun adminstratif.

Maka diputuskanlah bahwa setelah konferensi besar IPNU ini maka akan di adakan musyawarah mahasiswa NU dengan limit waktu satu bulan setelah konbes IPNU tersebut, direncanakan musyawarah pembentukan organisasi mahasiswa NU itu akan dilaksanakan di Kota Surabaya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Sejarah singkat IPNU IPPNU, buku. Kenang-kenangan Makesta IPNU-IPPNU Kodya Surakarta (1970); Buku Sejarah PMII Surakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, Sholawat, Syariah Fans Gus Dur

Jumat, 16 Februari 2018

Mulanya Tak Ada yang Berani Mendirikan Cabang NU di Tuban

Kemunculan Nahdlatul Ulama (NU) di daerah Tuban, Jawa Timur, tergolong lebih muda jika dibandingkan daerah-daerah lain di Jawa Timur atau Jawa Tengah. NU yang didirikan pada tahun 1926, baru berdiri di Bumi Wali pada tahun 1935, itupun bukan di pusat kota, melainkan di Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

“Salah satu penyebabnya, dikarenakan pengaruh dan wibawa dari KH Moertadlo. Beliau merupakan seorang ulama sepuh seangkatan KH Hasyim Asy’ari, yang masih memegang prinsip bahwa dakwah Islam tidak harus melalui organisasi, tetapi cukup melalui dakwah dan pengajian,” terang Wakil Rais Syuriyah PCNU Tuban KH Ahmad Mundzir, saat ditemui Fans Gus Dur, belum lama ini (3/10).

Mulanya Tak Ada yang Berani Mendirikan Cabang NU di Tuban (Sumber Gambar : Nu Online)
Mulanya Tak Ada yang Berani Mendirikan Cabang NU di Tuban (Sumber Gambar : Nu Online)

Mulanya Tak Ada yang Berani Mendirikan Cabang NU di Tuban

Mundzir menambahkan, pendapat Kiai Moertadlo yang kala itu mengasuh Pesantren Ash-Shomadiyah Makam Agung Tuban, kemudian diikuti para kiai dan tokoh Islam setempat. Alhasil, tak ada yang berani mendirikan cabang NU di kota Tuban.

Fans Gus Dur

“Baru kemudian pada tahun 1935, sejumlah santri alumni Pesantren Tebuireng di Kecamatan Jenu mendirikan NU Cabang Jenu. Sehingga muncul anekdot Jenu (Jelas NU)!” ungkapnya.

Sebagai pengurus di masa awal, KH Khusen mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah berduet dengan Kiai Umar Farouq sebagai Ketua Tanfidziyah.

Fans Gus Dur

Meskipun demikian, pada perkembangannya hingga Indonesia merdeka, NU di Tuban belum jua mengalami perkembangan yang pesat. Selain karena faktor di atas, kebijakan Jepang yang membekukan semua organisasi masyarakat dan politik di Indonesia juga menjadi alasan lain.

Hingga akhirnya, KH Wahid Hasyim, yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Masyumi, datang menemui Bupati Tuban  R.T. Soediman Hadiatmodjo dan memintanya untuk mengizinkan membuka cabang NU di daerah Tuban.

Pada tahun 1945 NU berdiri di kota Tuban dan dengan sendirinya keberadaan NU Cabang Jenu pun berakhir. (Ajie Najmuddin)

Sumber terkait : Buku Perjalanan NU Tuban (PCNU Tuban:2014)

Foto: Rais Syuriah pertama NU Jenu, Tuban, KH Khusen

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

Kudus, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Kudus mengadakan selamatan dengan pembacaan manaqib menjelang Pelatihan Fasilitator (Latfas), Kamis (7/5) di Gedung MWCNU Mejobo Kudus, Jawa Tengah.

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

PC IPNU-IPPNU Kudus telah menyelesaikan beberapa program kerjanya.  Maka selain sebagai doa selamatan, manaqib ini juga sebagai agenda tasyakuran atas kesuksesan berbagai agenda yang telah terlaksana.

“Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas suksesnya seluruh agenda sedari kita pelantikan tanggal 9 November 2014 hingga hari ini,” ujar Joni Prabowo, Ketua Umum PC IPNU Kudus.

Fans Gus Dur

Usai pelantikan, IPNU-IPPNU Kudus lekas berkegiatan antara lain, pelatihan kepemimpinan bagi anggota Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik), Diklatama DKC CBP dan KPP, Lakmud dan Makesta pada tahun 2014 lalu.

Juga suksesi atas serangkaian kegiatan penyambutan hari lahir IPNU dan IPPNU, tim apresiasi seni 54, tim redaksi majalah Pilar 2015, tim Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) kerjasama Yayasan Mata Air, manajemen pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), dan usaha akomodasi atribut IPNU-IPPNU oleh tim perekonomian.

Fans Gus Dur

“Sementara besok pun kita sudah akan mulai agenda terdekat kita, yakni pagi jam delapan ada pembukaan Latfas di tempat ini juga, serta siangnya pembukaan BPUN di ponpes Zainal Husain. Ini acara kita bersama dan butuh dukungan dan bantuan,” papar Joni saat sambutan manaqib.

Pembacaan manaqib sore itu dipimpin oleh Dwi Saifullah, mantan Ketua IPNU Kudus periode sebelumnya. Acara diikuti oleh para pengurus harian, departemen, tim redaksi majalah Pilar, Forkapik, serta para tamu undangan. (Istahiyyah/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Syariah Fans Gus Dur

Kamis, 01 Februari 2018

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

Jakarta, Fans Gus Dur - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melalui Bank Sampah Nusantara (BSN) memulai upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan berbasis komunitas dan pesantren. Pengurus LPBI NU membuka BSN Cabang Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari dan BSN Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Ahad (12/2).

Tim BSN LPBI NU berharap dua cabang ini menjadi embrio BSN lain untuk selalu menyuarakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Brebes.

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

BSN sudah mempunyai 15 cabang di seluruh di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh bulan. Bulan lalu BSN membuka cabang di Bogor. Sebelum mendirikan cabang baru, Tim BSN melakukan kajian tentang potensi perhitungan sampah per orang, potensi bisnis yang dihasilkan dari pengelolaan sampah dan potensi sumberdaya manusia yang ada di sebuah wilayah.

Fans Gus Dur

Sebelum pembukaan dua cabang baru di Brebes Tim BSN LPBI NU melakukan sosialisasi materi penyelamatan dan pelestarian lingkungan untuk masa depan. Mereka juga menjelaskan manajemen BSN mulai dari manajemen operasional, manajemen produksi, dan manajemen pemasaran.

Sosialisasi pertama diadakan di Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari yang dihadiri 30 orang warga yang mayoritas pengurus ranting Muslimat NU. Pendirian BSN ini ditandai dengan dokumentasi hasil karya kerajinan tangan dari koran bekas dan terpilihnya Rodhia sebagai Kepala BSN Cabang Desa Kertabesuki.

"Acara ini merupakan rangkaian roadshow dalam rangka merayakan Hari Peduli Sampah Nasional 2017. Setelah ini, pembentukan BSN akan terus dilakukan, karena di tahun 2017 ini? kita mempunyai target pembentukan 40 cabang BSN di seluruh Indonesia", kata Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI NU Fitria Ariyani.

Fans Gus Dur

Sosialisasi BSN dilanjutkan ke Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. Kegiatan yang dihadiri dihadiri 90 orang ibu-ibu PKK bertempat di balai desa. Sambutan dukungan diberikan oleh kepala desa, Saifuddin Trirosanto yang akan menganggarkan dana untuk kegiatan BSN di Desa Bulusari.

"Bank Sampah Nusantara kita ini baru berjalan, kami sangat butuh bantuan untuk ke depannya supaya BSN di desa kita ini berjalan terus tanpa hambatan," kata Kepala BSN Cabang Desa Bulusari Endang Supri Lestari. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Nusantara Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba!

Subang, Fans Gus Dur

Menyebut pesantren sebagai sarang teroris dan narkoba merupakan pernyataan yang salah dan ngawur, karena Islam dan nasionalisme adalah ajaran yang sudah melekat di kalangan pesantren.

Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba!

"Membuat identifikasi pesantren sebagai sarang terorisme dan sarang narkoba itu salah. Ketika berbicara Islam dan nasionalisme, tidak akan ada radikalisasi dan narkoba disana," tegas KH Maman Imanulhaq, Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka usai mengikuti Dzikir Akbar di Pesantren Attawazun, Kalijati, Subang, Ahad (14/2/2016).

Anggota Fraksi PKB DPR RI ini menambahkan, ketika ditemukan ada 19 lembaga pendidikan Islam yang mencetak teroris, diharapkan agar BNPT tidak melakukan generalisasi kepada seluruh pesantren.

"Kalau pun disebut ada 19 pesantren, tolong jangan menyebutnya sebagai pesantren, sebut saja majelis yayasan pendidikan saja, kita tersinggung oleh perkataan itu," tegas Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu.

Fans Gus Dur

Untuk menyelesaikan masalah terorisme, kata dia, diharapkan kepada BNPT untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama serta menentukan parameter dan indikator pesantren yang terjangkit ajaran radikalisme.

"Deradikalisasi tidak akan berhasil tanpa ada koordinasi, komunikasi dan konfirmasi. Saya juga ingin menegaskan agar media dan publik tahu bahwa pesantren bukan sarang teroris ataupun narkoba," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Fragmen, Sholawat Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya

Jombang, Fans Gus Dur

Kondisi bersih dan sehat menjadi keharusan di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya agar para santri, pengasuh, dan seluruh keluarga besar pondok pesantren hidup dalam suasana dan keadaan yang sehat. Lalu apa saja indikator atau tanda pondok pesantren yang sehat?

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya

Wakil Ketua LK PBNU Zulfikar As’ad atau yang acap disapa Gus Ufik, menjelaskan indikator pesantren yang sehat terdiri dari indikator utama dan indikator tambahan.

“Yang termasuk indikator utama adalah seluruh keluarga pondok pesantren terbiasa makan buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, dan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya penyakit,” terang Gus Ufik di depan peserta Lokakarya “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Pesantren Sehat” di Pondok Pesantren Darul Ulum, Sabtu (19/11) akhir pekan kemarin.

Fans Gus Dur

Gus Ufik menambahkan aktivitas fisik yang dimaksud bisa berbentuk olah raga, jalan kaki, maupun kegiatan sehari-hari seperti menyapu.

“Aktivitas fisik tidak harus dilakukan lama-lama dalam sekali kegiatan. Bisa lima belas atau tiga puluh menit sekali beraktivitas, tapi dilakukan secara rutin,” terangnya.

Fans Gus Dur

Adapun indikator tambahan terkait kepada bersihnya lingkungan pesantren yang meliputi udara, sampah, saluran air, air minum, mandi cuci kakus (MCK), ventilasi, dan pencahayaan.

“Selain itu pesantren yang sehat juga menyediakan kawasan tanpa merokok, pusat promosi kesehatan, dan adanya pos kesehatan pesantren (Poskestren),” kata pria yang juga? Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU).

Pesantren sehat menjadi bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal ini selaras dengan program LK PBNU yang bertanggungjawab menjalankan kebijakan PBNU di bidang kesehatan dan melaksanakan fungsi pembinaan pada Lembaga Kesehatan di tingkat Pengurus Wilayah.

Germas, kata Gus Ufik, dicanangkan pada 15 November 2016 oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI di Yogyakarta. Pencanangan Germas atas prakarsa Presiden RI dan merupakan wujud gerakan revolusi mental bidang kesehatan untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan perilaku tidak sehat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Nahdlatul Ulama, AlaNu Fans Gus Dur

Jumat, 12 Januari 2018

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah

Kudus, Fans Gus Dur. Rais Syuriah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani mengingatkan, peran Nahdlatul Ulama sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia (NKRI). Namun, perjuangan NU ini banyak yang tidak tercatat dalam sejarah bangsa.

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah

"Ini sesuatu yang disayangkan, peran NU memperjuangkan kemerdekaan tidak banyak yang ditulis sejarah," ujarnya dalam acara tasyakuran harlah ke-92 NU di aula Kantor NU, Jalan Pramuka 20, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (7/5) malam.

 

Kiai yang biasa disapa Gus Bab ini mengatakan, ulama NU terlibat aktif dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Pada masa penjajah, tuturnya, NU mengumpulkan seluruh cabang NU di Jawa Timur guna menyikapi kondisi bangsa Indonesia. Akhirnya, 22 Oktober 1945 Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari mendeklarasikan resolusi jihad melawan penjajah.

 

Fans Gus Dur

"Resolusi jihad adalah bukti nyata NU berperan besar dalam kemerdekaan,"ntandas pengasuh Pesantren Yanbuul Quran Kudus ini.

Fans Gus Dur

 

Di hadapan ratusan pengurus NU Kudus, Gus Bab juga menjelaskan, lahirnya NU telah menyelamatkan umat dari paham yang menyesatkan dengan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

 

"Aswaja ini mengajarkan apa yang dilaksanakan Nabi dan sahabatnya untuk kita ikuti. Maka mengikuti ulama akan selamat di dunia dan akhirat," terangnya seraya mengutip hadits Nabi tentang umat yang terpecah menjadi 70 golongan.

 

Gus Bab menghimbau supaya waspada terhadap banyak golongan yang mengaku Islam dan merasa paling benar sendiri sehingga berani menuduh kafir sesama umat Islam. Bahkan, golongan ini pun mengaku sebagai bagian dari Aswaja.

"Karenanya, kita mengikuti saja ajaran-ajaran ulama-ulama yang ditetapkan Nahdlatul Ulama," tegasnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Syariah Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Berseragam Maarif NU, Puluhan Pelajar MA Al-Irsyad Gelar Upacara Hari Kartini

Demak, Fans Gus Dur - Pihak Madrasah Aliyah Al-Irsyad Gajah Kabupaten Demak menggelar upacara demi memperingati pahlawan pembebasan perempuan Kartini, Kamis (21/4). Berbeda dari kebanyakan sekolah, pihak madrasah meminta semua pelajarnya untuk mengenakan seraga LP Maarif NU sebagai identitas sekolah yang bernaung di bawah lembaga pendidikan NU ini.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertunjukan eksistensi dewan guru di lingkungan Maarif yang selalu mengenang dan menghormati para pahlawan termasuk RA Kartini.

Berseragam Maarif NU, Puluhan Pelajar MA Al-Irsyad Gelar Upacara Hari Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)
Berseragam Maarif NU, Puluhan Pelajar MA Al-Irsyad Gelar Upacara Hari Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)

Berseragam Maarif NU, Puluhan Pelajar MA Al-Irsyad Gelar Upacara Hari Kartini

Pembina upacara Shulki Astriani dalam amanatnya menyampaikan, dalam memperingati sosok pahlawan kita tidak harus mengenakan pakaian yang dikenakan sang pahlawan karena adat dan eranya berbeda. Yang terpenting adalah menghayati nilai-nilai luhur perjuangan sang pahlawan.

“Kebetulan RA Kartini dilahirkan dan hidup di lingkungan keraton Jawa tetapi pada peringatan Kartini kita tidak harus mengenakan baju adat Jawa. Kita ini di madrasah tidak mungkin bersanggul di kepala. Kita harus berjilbab. Belum lagi peringatan di luar Jawa yang adatnya berbeda,” kata Shulki Astriani.

Fans Gus Dur

Untuk menunjukkan komitmen kepada pahlawan emansipasi wanita ini, Wakil Kepala Kesiswaan MA Al-Irsyad Gajah Nurul Asror mengatakan, kegiatan tanggal 21 April tersebut sepenuhnya diserahkan kepada guru dan murid perempuan sebagai bentuk penghormatan pahlawan emansipasi wanita.

Fans Gus Dur

“Khusus hari ini kita beri penghormatan kepada guru dan murid perempuan. Petugas upacara kali ini adalah ibu-ibu guru,” tutur Asror.

Dalam upacara ini Bank Jateng menyerahkan satu unit sepeda motor VIAR sebagai bantuan operasional lingkungan hidup yang diterima Kepala MA Al-Irsyad Subekan . Pada upacara dewan guru menyerahkan piagam penghargaan kepada siswa berprestasi. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Aswaja, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Senin, 11 Desember 2017

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa

Ternate, Fans Gus Dur. Sesuai nama yang disandangnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin berharap mahasiswa dapat mencerminkan ke-maha-annya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Mahasiswa yang juga merupakan intelektual muda penerus bangsa harus dapat membuktikan bahwa dirinya tampil berbeda dengan pemuda yang tidak mengenyam pedidikan.?

Kepada para dosen IAIN Ternate, Menag Lukman menitipkan para mahasiwa untuk dididik dan dibina, agar menjadi cendekia dan lulusan yang baik, bagi agama nusa dan bangsa. Pesan ini disampaikan Menag saat bersilaturahmi ke IAIN Ternate usai memantau UN di MTsN dan Pembinaan ASN Kemenag Maluku Utara di Pulau Sofifi, Selasa (10/5).

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa

Dalam kesempatan itu, ? Menag menyempatkan diri berkeliling lingkungan kampus untuk melihat kondisi bangunan gedung yang ada. Melewati ? asrama mahasiswa, ? sontak Menag bertanya kepada mahasiswi yang berkerumun ingin menghampirinya. “Sudah berapa tahun tinggal di asrama?” tanya Menag. “Dua tahun Pak Menteri,” jawab mereka serempak.

“Apa kendalanya tinggal di asrama? Ada masalah?” tanya Menag lagi. “Tidak ada Pak, tidak ada masalah,” jawab mahasiswa sembari tertawa bersama Menag.

“Tidak mungkin dalam hidup ini, tidak ada masalah. Rajin dan tekunlah dalam belajar,” pesannya seperti diberitakan situs kemenag.go.id.

Fans Gus Dur

Menag mengaku sedih, ? melihat mahasiswa ? demo sampai merusak fasilitas kampus yang sudah dibangun dengan susah payah. “Kita adalah kaum elit, kaum terdidik, siswa yang maha, maka dari itu, kita tidak sama dengan mereka yang tidak terpelajar, bukan mahasiswa,” kata Menag.

Menurut Menag, mahasiswa harus lebih pandai memeperjuangakn aspirasi. Sebab kekuatan mahasiswa terletak pada nalar atau logikanya. ? “Perjuangkan apa yang menjadi aspirasi, bangun dengan cara diskusi, bangun komunitas-komunitas publik, perjuangkan dengan bersama tanpa ada tindakan yang destruktif,” paparnya.

Fans Gus Dur

Sebelumnya, Rektor IAIN Ternate Abd Rahman I Marasabessy menyampaikan bahwa IAIN Ternate ? menjadi perguruan tinggi agama pertama di Ternate. Berdiri sejak 1966, IAIN Ternate kini sudah memiliki lulusan yang banyak bekerja di Kementerian Agama, khususnya di Maluku Utara. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Ubudiyah, Sejarah Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Menaker Minta Polri Perkuat Pengawasan Pekerja Asing dan TKI Ilegal

Bandung, Fans Gus Dur. Kementerian Ketenagakerjaan mengajak Kepolisian RI untuk meningkatkan kerjasama penegakan hukum terkait perlindungan dan pengawasan keberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, perdagangan orang (human trafficking) serta pencegahan masuknya tenaga kerja asing ilegal.?

"Kemnaker masih memiliki banyak tugas terkait pengiriman TKI ilegal, human trafficking yang terkait pengiriman TKI ke luar negeri serta pencegahan masuknya tenaga kerja asing illegal. Kami mengajak Polri untuk bekerjasama menyelesaikan,” ? kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat memberikan kuliah umum di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/8)?

Menaker Minta Polri Perkuat Pengawasan Pekerja Asing dan TKI Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Minta Polri Perkuat Pengawasan Pekerja Asing dan TKI Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Minta Polri Perkuat Pengawasan Pekerja Asing dan TKI Ilegal

Menurut Menaker, kerjasama dengan Polri sudah dilakukan. Namun seiring meningkatnya tuntutan, kerjasama harus ditingkatkan.

"Salah satu hal yang Kemnaker lakukan bersama Polri adalah upaya dalam menekan TKI non prosedural dan juga upaya pencegahan perdagangan manusia," katanya.

Ditambahkannya, selain melakukan pengawasan yang ketat di pintu pemberangkatan TKI yang resmi, pemerintah ? juga perlu melakukan pengawasan jalur-jalur tikus yang biasanya digunakan untuk memberangkatkan TKI non prosedural. Sebagai negara kepulauan, Indnesia memiliki banyak jalur diperbatasan menuju negara tetangga. Kerjasama dengan Polri dan TNI mutlak diperlukan

Fans Gus Dur

Selain pengawasan di jalur tikus, Kemnaker juga memperbaiki tata kelola pemberangkatan TKI yang lebih mudah, melakukan pengawasan yang terintegrasi, pengawasan di bandara, pelabuhan, dan pernatasan.?

Hal lain yang dilakukan adalah koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya daerah kantong TKI, serta aparat penegak hukum untuk ? melakukan deteksi dini pengiriman TKI illegal, human trafficking serta memberantas praktik percaloan dan premanisme terkait pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Nahdlatul, Syariah Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Sabtu, 02 Desember 2017

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting

Garut, Fans Gus Dur

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PBNU mempersilakan bagi kepengurusan NU di tingkat mana saja untuk mengadakan Pelatihan Penggerak Ranting. Lakpesdam PBNU siap memfasilitasi kegiatan yang menjadi program kerja lembaga yang lahir 7 April 1985 ini.

"Lakpesdam PBNU sangat siap untuk memfasilitasi kegiatan pelatihan-pelatihan semacam ini. Kemana pun, bahkan walau yang mengundang setingkat MWC (Majelis Wakil Cabang NU) sekalipun kita siap untuk datang. Asalkan waktunya saja yang sesuai," kata Sekretaris Lakpesdam PBNU Marzuki Wahid.

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Siap Fasilitasi MWCNU Gerakkan Ranting

Marzuki menyampaikan hal itu saat mengisi Pelatihan Penggerak Ranting yang digelar Lakpesdam PCNU Garut di Pesantren Al-Fauzaniyah Garut, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (28-29/5). Pelatihan ini diikuti oleh beberapa utusan dari kabupaten/kota terdekat, antara lain Sumedang, Cimahi, dan Bandung.? Semuanya berjumlah 30 peserta.

Fans Gus Dur

Marzuki yang menjadi fasilitator dalam kegiatan ini membawa beberapa trainer (trainer) lainnya antara lain Abdullah Ubed, Kepala Divisi Pemberdayaan Manusia; dan pengurus dan staf lainnya, Tsabit Al-Fauzi dan Rofii.

Fans Gus Dur

Materi yang akan disampaikan dalam kesempatan ini meliputi NU dan Aswaja, Penataan Organisasi Ranting, Pengorganisasian, serta Profil dan Penggerak Ranting.

"Pelatihan ini diselenggarakan atas dasar realita akar permasalahan umat yang sering terjadi di tingkat ranting,” kata Hilwan Faqih, Ketua Lakpesdam NU Garut yang juga penyelenggara pelatihan ini.

Ketika rantingnya kuat, otomatis NU secara kesuluruhan pun akan kuat. Apalah artinya cabang banyak kegiatan, tetapi rantingnya minim kegiatan, tambahnya.

Seluruh peserta tampak sangat antusias atas diselenggarakan pelatihan ini. Mereka berharap sepulang dari pelatihan ini dapat mampu menjadi trainer-trainer yang hebat, yang bisa memfasilitasi kepada ranting-ranting di daerahnya tentang pemahaman akan Aswaja dan NU.

"Terima kasih atas terselenggaranya pelatihan penggerak ranting ini. Banyak ilmu serta pengalaman yang baru, di samping kita juga bisa sharing dengan fasilitator dan peserta yang lain. Sungguh pelatihan ini sangat bermanfaat," tutur Ramli salah satu peserta pada pelatihan ini. (Syarif Hidayatullah/Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Budaya Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan

Jakarta, Fans Gus Dur. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta meluluskan sebanyak 380 wisudawan dalam Sidang Senat Terbuka di Gedung Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Rabu (13/12).

Mereka terdiri dari 222 sarjana program studi Tarbiyah dengan gelar Sarjana Pendidikan(S.Pd), 55 sarjana program studi Ahwal Syakhsiyah dengan gelar Sarjana Hukum (S.H), 45 diploma Perbankan Syariah dengan gelar Ahli Madya (A.Md), dan 54 magister program studi Islam Nusantara dengan gelar Magister Humaniora (M.Hum).

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNUSIA Jakarta Luluskan 380 Wisudawan

Rektor UNUSIA Prof Maksoem Mahfudz menyampaikan, prosesi kali ini merupakan wisuda pertama UNUSIA sekaligus wisuda keenam STAINU Jakarta. Sejak tahun 2017 ini STAINU telah resmi bertransformasi menjadi UNUSIA sebagai bagian dari 256 perguruan tinggi yag berada di bawan naungan Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam kesempatan itu Rektor juga melaporkan adanya program kelas Internasional di UNUSIA. Dikatakannya, sejumlah wisudawan kali ini berasal dari Pattani Thailaind Selatan. Sebagian lulusan juga telah menempuh program pendidikan selama satu tahun di Universitas Abdul Malik Saadi dan Universitas Ibnu Tufail Maroko, serta Universitas Zaituna Tunisia.

Fans Gus Dur

Ditambahkan, tahun ini UNUSIA juga menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan di Lebanon, Kedutaan Besar RRC, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk sejumlah program serta dengan Kemenristek Dikti dan Kementerian Agama untuk penyelenggaran beasiswa. 

Konsentrasi utama kampus UNUSIA menurut Prof Maksoem adalah pembangunan karakter yang berbasis pada Islam Nusantara.

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Prof M. Nasir yang memberikan sambutan dalam kesempatan itu mengingatkan kepada para wisudawan bahwa saat ini generasi bangsa Indonesia berada di era persaingan yang mengandalkan kompetensi dan inovasi.

"Jika tidak mempunyai kompetensi dan inovasi maka para lulusan tidak akan mampu bersaing di era global. Negara yang akan memenangkan  persaingan bukan negara yang besar tapi negara yang masyarakatnya telah punya inovasi," katanya.

Prosesi wisuda kali ini diramaikan dengan penampilan berbagai kreasi mahasiswa UNUSIA Jakarta, seperti grup musik Lingga Binangkit binaan Komunitas Omah Aksoro serta marawis, pencak silat Pagar Nusa, dan paduan suara UNUSIA Jakarta. (Anam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah Fans Gus Dur

Senin, 13 November 2017

Alwi Shihab: Gus Dur Manusia Istimewa

Jakarta, Fans Gus Dur. Alwi Syihab, mantan Menlu era Kepresidenan Gus Dur menilai cucu KH Hasyim Asy’ari ini memang memiliki banyak keistimewaan, tapi apakah keistimewaan tersebut menunjukkan predikatnya sebagai wali, ia tak dapat memastikan. 

Alwi Shihab: Gus Dur Manusia Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Alwi Shihab: Gus Dur Manusia Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Alwi Shihab: Gus Dur Manusia Istimewa

“Dia orang cerdas, pandangannya jauh ke depan. Banyak sifat istimewa yang ada pada Gus Dur, tapi kalau kita mengatakan apakah itu karomah, itu punya persyaratan tertentu, saya tidak tahu,” katanya.

Alwi yang juga ahli tasawwuf ini menegaskan, predikat wali memang tidak biasa orang mengatakan secara terbuka, karena identitas itu hanya miliki kelompok tertentu saja, atau diantara para wali sendirilah yang tahu. Idiom yang sangat terkenal adalah La yaariful wali, illal wali atau yang tahu wali hanya wali.

Fans Gus Dur

Dalam pandangan ilmu tasawwuf, wali merupakan temannya Tuhan dan mereka diberi ilmu khusus oleh Tuhan, dan yang diberi tahu juga hanya orang-orang khusus. 

“Gus Dur orang yang isitmewa, memiliki talenta yang beragam, tetapi jangan dimasukkan dalam istilah-istilah tasawwuf,” tegasnya.

Fans Gus Dur

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Sabtu, 11 November 2017

PWNU Jateng: Jangan Jadikan Medsos Wasilah Keburukan

Jepara, Fans Gus Dur. Dampak positif dan negatif media sosial (medsos) saat ini memang luar biasa. Karena itulah, Sekretaris PWNU Jawa Tengah Mohamad Arja Imroni mengingatkan warga NU Jepara agar tidak mudah terprovokasi dari fitnah-fitnah yang berasal dari medsos.?

PWNU Jateng: Jangan Jadikan Medsos Wasilah Keburukan (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jateng: Jangan Jadikan Medsos Wasilah Keburukan (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jateng: Jangan Jadikan Medsos Wasilah Keburukan

Arja menyampaiakna hal itu pada Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Jepara yang digelar di Pesantren Darul Ulum desa Bandungharjo, kecamatan Donorojo pada Ahad (27/11).?

Sejatinya, kata dosen UIN Walisongo Semarang itu media sosial bisa untuk menambah amal kebaikan. “Sekarang medsos malah untuk wasilah amal buruk,” ungkapnya prihatin.?

Arja menyontohkan, seorang karyawan yang tidak sepakat dengan seorang kiai tentang larangan shalat Jum’at di jalan raya lantas berkomentar “bid’ah ndasmu” di twitter. Hal itu merupakan wasilah menambah amal buruk.?

Fans Gus Dur

Sehingga mewakili PWNU Jawa Tengah dirinya mengingatkan agar jangan mudah terprovokasi sumber dari media sosial.?

Kesempatan itu juga ia menceritakan seseorang yang sudah ketakutan dengan sebuah fatwa “tidak ikut demo sama dengan kafir”. Kemudian si fulan yang mendapatkan info dari salah satu medsos menyebarkannya. Dan, pada saat hari H demo, ia turut serta. Ternyata, kiai-kiai yang dikaguminya tidak turut serta dalam demo tersebut.?

Fans Gus Dur

Karenanya untuk hal fatwa keagamaan, warga NU harus konsultasi terlebih dahulu kepada syuriah NU.?

Arja menegaskan, fitnah kepada NU memang tidak henti-hentinya. Baik dari kanan dan kiri, kelompok yang ingin merongrong keutuhan NKRI.?

Karena posisi NU tawasuth (di tengah-tengah) maka cobaan dan goncangannya memang luar biasa dahsyatnya. “Saya membaca sebuah tulisan di majalah Aula baru-baru ini bahwa NU sendirian menjaga NKRI,” imbuhnya.?

Untuk itu, ia meminta kepada ratusan Nahdliyin agar selalu menjaga ukhuwah nahdliyyah. Persaudaraan berjamaah dan berjam’iyyah. “Dan berdoa agar kelompok-kelompok yang berusaha merongrong keutuhan NRKI “dihancurkan” oleh Allah SWT,” doanya.?

Hadir dalam kesempatan itu shahibul bait KH Ubaidillah Nur Umar sekaligus Rais Syuriah PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq Ketua PCNU Jepara H Ali Irfan Muhtar Ketua Yaptinu Jepara serta Ihwan Sudrajat Plt. Bupati Jepara.?

Kegiatan yang berlangsung sehari yang dihadiri MWCNU, Banom dan Lembaga se-kabupaten Jepara dibagi menjadi 3 komisi. Komisi A bidang organisasi, komisi B bidang program kerja dan komisi C bidang bahsul masail. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah Fans Gus Dur

Rabu, 08 November 2017

Kisah Murti Tri Wahyuni, dari Rumah Dinding Bambu ke Perguruan Tinggi

Tulungagung, Fans Gus Dur

Setelah menyusuri tanggul sungai irigasi akhirnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin didampingi Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin. sampai di sebuah rumah yang sangat sederhana dengan sebagian besar dindingnya gedhek (dinding bambu) dan lantai tanah. Menteri Agama harus berjalan kaki karena memang tidak mungkin kendaraan roda empat untuk melewati bantaran sungai tersebut untuk mengunjungi rumah salah satu penerima beasiswa Bidikmisi di IAIN Tulungagung, Murti Tri Wahyuni (20 tahun) di Desa Ngubalan, Kalidawir, Tulungagung Senin siang (2/5) yang bertepatan juga dengan Hari Pendidikan Nasional.

“Wa’alaikumsalam, monggo pinarak (Wa’alaikumsalam, silahkan masuk)”, begitu pasangan Teguh Hadi Suntoro (68 tahun) dan Asiyah (62 tahun), orang tua Yuni mempersilahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin saat berkunjung ke rumah Yuni. Akhirnya Menteri Agama dan Rektor IAIN Tulungagung pun masuk dan duduk di kursi kayu kecil dan meja kecil yang sudha nampak tua di rumah tersebut.

Kisah Murti Tri Wahyuni, dari Rumah Dinding Bambu ke Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Murti Tri Wahyuni, dari Rumah Dinding Bambu ke Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Murti Tri Wahyuni, dari Rumah Dinding Bambu ke Perguruan Tinggi

Pasangan Teguh dan Asiyah tampak gemetar saat menyambut Menteri Agama. Tak sungkan-sungkan mereka mengungkapkan rasa bahagia dan tidak menyangka akan mendapatkan kunjungan dari Menteri Agama. Kepada Menteri Agama, pasangan yang sehari-hari bekerja menjadi buruh serabutan tersebut mengaku sempat bingung dengan keinginan putrinya untuk bisa melanjutkan kuliah ketika akan lulus dari SMA Surya Buana Malang yang mana Yuni bisa bersekolah di tempat tersebut juga karena beasiswa. Sementara adiknya juga ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Bagaimana tidak bingung, dengan pekerjaan yang tidak jelas dan menggantungkan ada orang yang mempekerjakannya, untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari saja mereka masih kurang.

Akhirnya, adik laki-laki Asiyah yang tinggal di Situbondo memberitahu bahwa Yuni bisa mendaftar kuliah gratis, karena saat ini banyak fasilitas beasiswa. Karena keinginan kuat Yuni untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan meyakini bahwa dengan pendidikan maka akan bisa memperbaiki nasib, maka Yuni memberanikan diri mendaftar di IAIN Tulungagung melalui jalur SPAN-PTKIN.

Setelah mengetahui telah lulus dari jalur SPAN-PTKIN, dan menyadari tidak mungkin orang tuanya untuk membiayai kuliahnya, maka sebagaimana saran dari saudaranya, dia pun mendaftarkan diri untuk seleksi Bidikmisi.

Fans Gus Dur

“Tadinya tidak percaya saat menerima SMS pengumuman bidikmisi dari pihak kampus kalau saya lolos, tapi setelah melihat pengumuman di website barulah saya yakin. Dan Alhamdulillah bisa lolos,” kata Yuni yang saat itu ikut berbincang dengan Menteri Agama.

Fans Gus Dur

Meskipun telah lolos bidikmisi, Yuni mengaku juga sempat bingung, karena meskipun sudah lolos bidikmisi dia harus membayar UKT semester 1 sebesar Rp 927.500,- sebelum dana bidikmisi dicairkan. Akhirnya dia mendapatkan pinjaman dari Badar Catur (22 tahun) yang saat itu bekerja di sebuah toko di kawasan desa Karangtalun kecamatan Kalidawir.

Dalam perbincangan dengan Menteri Agama tersebut Yuni yang saat ini duduk di Semester IV Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Tulungagung tersebut menjelaskan bahwa setiap semesternya dia mendapatkan dana sebesar Rp 927.500,- untuk membayar UKT dan uang saku sebesar Rp 600.000,- setiap bulannya. Ditanya mengenai untuk apa saja uang saku tersebut, Yuni mengatakan untuk membayar kos, kebutuhan pokok sehari-hari serta keperluan lain yang dibutuhkan dalam kegiatan perkuliahan seperti foto kopi buku dan cetak makalah.

“Apakah dengan uang saku sejumlah itu cukup buat Yuni?”, tanya Menteri Agama. “Ya dicukup-cukupkan,” jawab Yuni singkat disambut tawa Menteri Agama dan segenap yang hadir.

Sementara itu, ditanya mengenai cita-cita sejak kecil, Yuni mengaku ingin menjadi guru. Karena bicara profesi yang terbayang hanya ingin jadi guru. Hal tersebut bukan karena tanpa alasan, dia mengaku ingin menjadi guru karena bisa mengajar siapa yang membutuhkan. Hal tersebut dilatarbelakangi juga karena dia berkaca pada kakak-kakaknya yang sempat bingung mencari kerja karena tidak bisa mendapatkan pendidikan yang cukup.

Cerita tentang Yuni, membuktikan bahwa kemiskinan atau keterbatan ekonomi tidak menghalangi Yuni untuk meraih cita-citanya kuliah di Perguruan Tinggi, karena Alhamdulillah Kementerian Agama memberikan beasiswa Bidikmisi, sehingga Yuni bisa melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi seperti saat ini.

Setelah dirasa cukup, akhirnya Menteri Agama berserta rombongan pamit. Tak lupa dia berpesan supaya Yuni belajar yang rajin supaya bisa menyelesaikan studinya dengan baik. Keluarga tersebut pun juga mengucapkan banyak terimakasih atas kunjugan tersebut. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Syariah Fans Gus Dur

Minggu, 05 November 2017

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai

Jakarta, Fans Gus Dur. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU menggelar rapat bersama untuk melihat perkembangan terkini terkait persiapan Munas dan Konbes NU 2014. Dalam rapat gabungan itu, mereka meminta laporan dari masing-masing penanggung jawab pembahasan dalam Munas pada pertengahan Juni mendatang.

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai

“Persiapan teknis semua sudah beres,” kata Ketua harian panitia Munas H Arvin Hakim Thoha dalam rapat persiapan Munas-Konbes di gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (30/4) siang.

Sementara Ketua tim bahasan Tata Negara dan Ahlul Halli wal Aqdi H Abdul Mun’im DZ lebih menyoroti kode etik penyiaran agama dan penyelesaian konflik beragama.

Fans Gus Dur

Ketua tim bahasan organisasi H Imam Aziz melaporkan, draf sudah disusun. Sejumlah bagian masih ada yang perlu edit. Pertengahan Mei, menurut Imam, draf ini sudah bisa disebarkan ke pengurus wilayah NU di daerah.

Fans Gus Dur

“Isi draf organisasi lebih sesuai dengan harapan sesepuh NU dalam rapat pleno PBNU di Wonosobo. Misalnya terkait perubahan anggota NU di masa depan seperti apa dan restrukturisasi administrasi NU,” ujar Imam dalam rapat yang dipimpin Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Perihal bahasan Rekomendasi kepada pemerintah, Masduki Baidhowi selaku penanggung jawab tim menyatakan akan mematangkan sejumlah poin penting drafnya dengan mengadakan seminar bersama para pakar.

“Kita terutama menyoroti kebijakan ekonomi makro pemerintah RI pada 10 tahun terakhir yang yang bergeser dari kiblat ekonomi yang digariskan konstitusi UUD 1945,” kata Masduki.

Semua draf bahasan dalam Munas dan Konbes NU 2014 akan disebarkan pada pertengahan Mei. Dengan demikian, pengurus wilayah di daerah dapat mempelajari semua poin itu sebelum Munas di pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur.?

“Panitia harus siap-siap bekerja lebih keras lagi,” kata Kang Said sebelum rapat gabungan ditutup dengan doa oleh Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Syariah, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Jumat, 03 November 2017

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

Probolinggo, Fans Gus Dur. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan H Hasan Aminuddin menyampaikan sebagai penerus perjuangan, pelajar NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU diharapkan untuk menjadi benteng Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Hal tersebut disampaikan Hasan Aminuddin dalam pelantikan 80 orang pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo serta PC IPNU Kota Kraksaan di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Ahad (15/1) pagi.

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Jadi Benteng Aswaja dan Keutuhan NKRI

“Semua kader IPNU dan IPPNU harus mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Kalian harus betul-betul fokus belajar dan belajar agar dapat menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” katanya.

Lebih lanjut Hasan Aminuddin mengajak para pelajar NU untuk selalu disiplin dalam segala hal. Disiplin itu penting untuk mencetak perilaku dan akhlak yang baik. Pelajar NU harus meneguhkan kembali sebagai agen akhlak dan perilaku yang berakhlakul karimah. Akhlak atau etika itu diatas dari segala-galanya dan keilmuan dimiliki butuh implementasi yang dibutuhkan orang lain.

Fans Gus Dur

“Sebagai generasi muda NU, janganlah menjadi anak muda yang pesimis. Anak muda NU haruslah optimis dan akan saya hantarkan jika para anak muda di Kabupaten Probolinggo yang mempunyai perilaku akhlak yang baik dapat menjadi agen-agen NU yang mampu membantu masyarakat,” katanya.

Hasan Aminuddin mengimbau agar para pelajar NU mengusulkan apapun dengan catatan tidak membahas opini. Organisasi NU ini jangan dijadikan sebagai alat untuk mencari uang atau nafkah. Oleh karena itu harus ikhlas tenaga, pemikiran, jiwa dan raganya berjuang untuk NU demi keutuhan NKRI.

“Untuk itu, sebagai generasi muda NU perbanyaklah berkumpul untuk memadukan frekuensi dan dilaksanakan dengan musyawarah mufakat serta menjalin komunikasi baik dan tunjukkan perilaku akhlak saat menjadi generasi NU untuk orang lain,” tegasnya.

Pelantikan 3 (tiga) cabang organisasi pelajar NU ini dipimpin oleh pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Provinsi Jawa Timur Rekan Haikal Atiq Zamzami dan pengurus PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Rekanita Nurul Hidayati .

Fans Gus Dur

Dalam pelantikan ini juga dilakukan dialog interaktif dengan tema “Pelajar Sehat Menuju Indonesia Cerdas dan Demokratis”. Narasumber dialog ini berasal dari Satreskoba Polres Probolinggo dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, Hikmah, Syariah Fans Gus Dur

Rabu, 01 November 2017

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng untuk memerangi terorisme internasional yang mengganggu kedamaian dan menimbulkan berbagai persoalan kemanusiaan.?

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional

Hal ini disampaikan dalam acara buka bersama dan santunan bagi yatim piatu yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia di di pesantren Al-Tsaqafah di bilangan Ciganjur Jakarta Selatan, Kamis (16/6).

Kiai Said juga menuturkan, setelah melihat kehidupa pesantren dan mendapat penjelasan tentang konsep pendidikan yang diajarkan di dalamnya, Dubes Tiongkok itu menyatakan apresiasinya. "Dubes Cina sangat kagum dengan konsep pendidikan pesantren terkait dalam konsernnya untuk membangun karakter bangsa," ujarnya.

Dubes Tiongkok Xie Feng dalam sambutannya menjelaskan setiap tahun Kedutaan Tiongkok setiap tahun menyelenggarakan buka puasa bersama sebagai salah satu bentuk persahabatan antara Tiongkok dengan masyarakat Muslim di Indonesia. Ia juga menegaskan, masyarakat Tiongkok mementingkan memberi pertolongan kepada orang yang tidak mampu.?

Xie Feng menjelaskan, komunikasi antara Muslim Indonesia dan Muslim Tiongkok sudah terjalin sejak 600 tahun yang lalu ketika ekspedisi kerajaan Tiongkok yang dipimpin oleh Cheng Ho datang ke wilayah Nusantara. Untuk itu, ia berharap komunikasi tersebut terus dilanjutkan seperti dalam pemberian sertifikasi makanan halal, peneliti Muslim, pelatihan guru, dan pengiriman mahasiswa.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan tentang kabar adanya larangan bagi Muslim di wilayah Xinjiang untuk melaksanakan ibadah. “Pemerintah Tiongkok selalu mementingkan, menghormati, dan melindungi kebebasan beragama. Sebagai hak sipil paling mendasar, kebebasan beragama tercantum dalam UUD Tiongkok,” katanya.

Fans Gus Dur

Ia juga menuturkan, rumahnya di Beijing dekat dengan salah satu masjid paling terkenal di Tiongkok yang memiliki sejarah panjang perkembangan Islam di negeri tersebut. Bahkan ia mengaku suka membeli makanan halal di sekitar lokasi tersebut.?

? “Cerita tentang pemerintah Tiongkok melarang Muslim untuk beribadah ternyata bukan fakta. Sama dengan di Indonesia, ketika terdengar suara azan dari masjid, para Muslim yang berada di sekitarnya berdatangan ke masjid,” paparnya.?

Ditegaskannya, menjelang Ramadhan, di Xinjian, pemerintah menekankan bahwa perasaan, kepercayaan, dan adat istiadat warga beragama harus dipahami, dihormati, dan diperhatikan sepenuh-penuhnya.

?

Ia mengajak Muslim dan ulama dari Indonesia untuk melihat secara langsung kehidupan Muslim di Tiongkok untuk melihat dengan mata kepala sendiri kondisi di sana. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Minggu, 24 September 2017

KH Mahfud Masud, Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat

Jeddah, Fans Gus Dur. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Jumat pagi (15/8) langit biru di Jeddah Arab Saudi dikagetkan dengan kabar dari Indonesia. Sekitar pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi atau pukul 11.00 WIB waktu Indonesia, KH Mahfud Masud telah dipanggil ke haribaan Ilahi Robbi Allah SWT.

KH Mahfud Masud wafat setelah menjalani perawatan di RS DR Soetomo Surabaya. Alamat duka di Kawatan GG.4/21 Jalan Bubutan Surabaya, Jawa Timur.

KH Mahfud Masud, Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Mahfud Masud, Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Mahfud Masud, Rais Syuriyah PCINU Arab Saudi Wafat

Semasa mudanya, KH Mahfud Masud menghabiskan masa belajarnya di pondok pesantren, termasuk di pondok pesantren Tebuireng Jombang pengasuh  Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama.

Fans Gus Dur

Selepas mengenyam pendidikan di berbagai pesantren di Indonesia ia melanjutkkan pendidikan di Universitas Ummul Quro Makkah Al mukarromah sampai lulus dan meraih gelar LC.

Ia tergolong selalu aktif mendampingi dan mengasuh warga negara Indonesia di Arab Saudi terutama di Makkah dan Jeddah melalui pengajian-pengajian termasuk MTI (Majlis Taklim Indonesia) Jeddah. Aktif menghadiri event pertemuan NU luar negeri maupun di dalam negeri (Indonesia) di samping itu juga ia aktif sebagai pengasuh sekaligus penyiar di Radio Al Majid Arab Saudi berbahasa Indonesia sampai akhir hayatnya.

Fans Gus Dur

Pada tahun 2000, PCINU Arab Saudi didirikan. Ia terpilih sebagai Rais Syuriyah sampai tahun 2014. Pada Konfercab II tanggal 19-20 Juni 2014 ia dipilih sebagai Musytasyar PCINU Arab Saudi sampai akhir hayatnya.

Lahir di Gresik 17 Juni 1942 dengan nama lengkap Mahfud Masud bin Abdul Fatah Zen. Genap di usia 72 tahun beliau Pulang Rahmatullah. Dengan meninggalkan Istri dan tujuh Putra putri serta 14 cucu.

Kami warga negara Indonesia di Arab Saudi sangat kehilangan beliau sosok yang istiqomah dan Zuhud pengayom masyarakat.  Mudah-mudahan Allah SubhanaAllah wataala mengampuni segala dosa dan kesalahan dan menerima serta melipat gandakan pahala amal ibadah beliau juga ditempatkan di dalam surga Allah SWT. Amiin. Lahul Fatihah! (Ahmad Thobib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Ulama, Syariah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock