Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Besok Subuh, Pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Menara Kudus Dimulai

Kudus, Fans Gus Dur

Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengumumkan pengajian kitab Tafsir Al-Quran yang diasuh Mustasyar PBNU KH Ahmadi Syaroni pada bulan Ramadhan ini akan dimulai Ahad (12/6) pagi. Kabar baik ini disambut gembira masyarakat setempat.

"Insya Allah, pengajian Tafsir Al-Quran bersama Mbah Syaroni akan mulai pada hari puasa ketujuh atau Ahad fajar (12/6) besok," kata Ketua YM3SK KH Najib Hasan dalam pembukaan acara Darusan Umum Masjid Menara Kudus, Rabu (8/6).

Besok Subuh, Pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Menara Kudus Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok Subuh, Pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Menara Kudus Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok Subuh, Pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Menara Kudus Dimulai

Para jamaah memendam kerinduan akan pencerahan pitutur ilmu agama dari kiai kharismatik ini. Lantaran sejak KH Syaroni Ahmadi jatuh sakit sepulang menunaikan ibadah umrah di Mekkah dua bulan lalu, pengajian rutin yang diasuhnya libur total.

Fans Gus Dur

"Alhamdulillah, saya senang sekali mendengar Mbah Syaroni akan mengisi pengajian lagi. Semoga beliau diberi kesehatan dan umur panjang," ujar salah satu jamaah asal Kudus, Ahmad Azizi.

Menurut Azizi, ceramah-ceramah pengajian mbah Syaroni sangat mencerahkan dan menyejukkan hati. Azizi selalu meluangkan waktu mengikuti pengajian tafsir rutin Jumat fajar di Masjid Menara Kudus.

Fans Gus Dur

"Selama tidak ada udzur, saya selalu datang mendengarkan pengajian beliau," imbuh pria yang juga aktivis GP Ansor kepada Fans Gus Dur.

Biasanya, pengajian tafsir Al-Quran di Masjid Menara rutin digelar setiap Jumat fajar. Untuk bulan Ramadhan, pengajian diadakan setiap? hari. Pengajian diikuti ribuan jamaah yang berasal dari Kudus, Jepara, Pati, Demak, dan daerah lainnya. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Tokoh Fans Gus Dur

Selasa, 20 Februari 2018

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Pati, Fans Gus Dur. Ada yang menarik menjelang Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dihelat di Masjid Darussalam Grogolan-Dukuhseti-Pati, Jawa Tengah, Selasa (19/5) malam. Pasalnya, sejak usai jamaah dzuhur terdengar nama ribuan arwah dibacakan oleh panitia.

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jama’ah Masjid Darussalam Pati Tahlilkan Ribuan Arwah

Menurut Ketua Panitia Isra’ Mi’raj M Anwar Syafi’i, pembacaan nama arwah dilakukan bergantian oleh sejumlah anggota panitia. “Nama-nama arwah tersebut sengaja kami bacakan pakai pengeras suara demi syiar. Paling tidak, ahli waris juga bahagia nama keluarganya yang telah wafat disebut dalam majlis tahlil ini,” ujarnya.

Tiap nama yang ditahlilkan, lanjut Anwar, keluarga menitipkan uang sebesar 2000 rupiah kepada panitia. “Hingga sore ini, dana yang masuk sudah 8 juta lebih. Kalau 2000 perorang, berarti ada empat ribuan arwah yang ditahlilkan. Seperti tahun lalu, menjelang Maghrib masih ada saja warga mengirim nama leluhurnya,” ungkap Anwar.

Fans Gus Dur

Anwar Syafii menambahkan, tahlil akbar ini telah dimulai sejak tiga tahun silam. “Ini tahun keempat. Tiap tahun selalu naik jumlahnya, baik arwah maupun keluarga yang mendaftarkannya,” ujar Anwar.

Fans Gus Dur

Selain tahlil akbar, lanjut Anwar, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan santunan kepada para yatim piatu yang dikemas dalam pengajian umum. “Pengajian malam ini akan dihadiri KH Mahrus Ali dari Jepara,” katanya.

Di tempat terpisah, Imam Masjid Darussalam KH Ali Makhtum Salam menyatakan, kegiatan Isra Mi’raj diinisiasi Majlis Ta’lim Al-Istiqomah yang beranggotakan jamaah masjid Darussalam.

“Majlis ta’lim ini merupakan organisasi pengajian kitab tiap malam Selasa yang dirintis oleh Bapak (KH Abdussalam-red). Lalu, diteruskan Kiai Suyuthi A Hannan, kakak sepupu saya. Setelah beliau sakit-sakitan, saya diminta melanjutkan,” ujar Kiai Makhtum.

Pengajian kitab kuning, lanjutnya, telah dimulai saat Almaghfurlah KH Abdussalam masih hidup. Mbah Salamun, sapaan akrab Kiai Abdussalam, biasa memimpin pengajian dengan berbagai macam kitab, antara lain Majmuah al-Syariah al-Kafiyah li al-Awam karya KH Sholeh Darat Semarang.

Sementara itu, Koordinator Majlis Ta’lim Al-Istiqomah Masjid Darussalam Ahmad Ahsin mengatakan, nanti malam ada 35 anak yatim piatu yang akan diberi santunan. “Dana santunan, diambil dari sumbangan para donatur. Bukan dari dana pemasukan tahlil akbar,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Jakarta, Fans Gus Dur. Bukti bahwa Islam sangat menghormati dan melindungi non Muslim banyak terekam dalam al Quran. Banyak kisah-kisah non Muslim yang justru ada dalam al Quran dan tidak tersebut di kitab suci mereka. Demikian penjelasan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam Refleksi Awal Tahun PBNU, Selasa, 4 Desember 2011.

"Ketika terjadi Perang antara Romawi (Katolik) melawan Persia (Majusi) Rasulullah berharap Romawi menang, namun nyatanya Romawi kalah dan turunlah surat ar Rum yang menghibur. Dan ini diabadikan dalam al Quran," kata pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Islam Membela Non Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Islam Membela Non Muslim

Dalam surat ar Rum disebutkan bahwa tidak lama lagi Romawi akan segera menang dan di saat itulah kaum Mumin harus ikut bergembira menyambut kemenangan Romawi.

Fans Gus Dur

Kang Said bercerita, suatu saat Rasulullah menerima hadiah dari Gubernur Mesir, yakni Mariah yang kemudian menjadi istri Rasulullah. Mariah adalah seorang wanita yang beragama Ortodok Koptik. Rasulullah berkata kepada Khalifah Umar, "Nanti Mesir akan berjaya melalui tanganmu (kekuasaanmu), saya titipkan keluarga Mariah kepadamu."

Fans Gus Dur

Kang Said menjelaskan bahwa Rasulullah menitipkan keluarga Mariah adalah untuk menjaga agama Mariah sebelumnya yakni Ortodok Koptik. "Dan akhirnya terbukti, ketika Perang Salib, tidak satupun orang Ortodok Koptik yang diserang. Dan hingga saat ini Ortodok Koptik tetap eksis di Alexandria," jelas Kang Said.

Kisah pembantaian Nasrani Najran diabadikan oleh al Quran dalam surah al Buruj. Saat itu Raja Dzu Nuwas dengan kejam membantai Nasrani Najran dan kemudian dimasukkan dalam lubang dan dibakar hidup-hidup. "Kisah ini terekam jelas dalam al Quran yang justru tidak disebutkan oleh Injil," jelas Kang Said.

"Jadi jangan dikira bahwa dalam kisah itu adalah cerita orang Islam, itu adalah kisah Nasrani Najran," tegas pria yang akrab disapa Kang Said ini.

Korban yang terbunuh akibat kekejaman Dzu Nuwas ini hanya memiliki satu kesalahan, yakni beriman kepada Allah.

Cerita lain tentang pembelaan Islam terhadap non Muslim juga terjadi pada saat Khalifah Umar menerima kunci dan berkunjung ke gereja di Palestina. Saat itu masuk waktu ashar dan Khalifah Umar ingin bergegas melaksanakan salat. Kemudian Sofrinus, yang menyerahkan kunci, memersilakan Umar untuk salat di dalam gereja, namun Umar menolaknya.

Lalu Kang Said menjelaskan alasan penolakan Umar, "Khalifah Umar menolak bukan karena salat di dalam gereja. Namun beliau takut jika suatu saat nanti gereja tersebut akan direbut kaum Muslimin dengan alasan beliau pernah salat di sana."

Kisah-kisah perlindungan Islam terhadap non Muslim ini, menurut Kang Said, harus bisa dijadikan contoh teladan bagi kaum Muslimin agar tidak melakukan tindakan semena-mena terhadap non Muslim. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Tokoh Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Rembang, Fans Gus Dur. Masyarakat di Kabupaten Rembang akhirnya tidak memprotes setelah mendapat penjelasan tentang penundaan keberangkatan haji tahun ini. KH Mustofa Bisri membantu memberikan penjelasan kepada para calon jama’ah.

“Haji adalah panggilan Allah SWT, apabila kita tertunda dan berangkat pada tahun berikutnya, sama halnya kita berhaji dua kali,” kata Gus Mus saat memberikan bimbingan manasik haji. 

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tertunda Berangkat Sama dengan Berhaji Dua Kali

Jama’ah pun akhirnya merasa senang ketika mendengar pernyataan Wakil Rais Aam PBNU tersebut. 

Fans Gus Dur

Kemenag memerlukan proses yang lama dalam memberikan pengertian terhadap masyarakat yang sudah berharap berangkat tahun ini. Kasi Haji dan Umroh, Drs. H. Atto’illah Muslim Kementrian Agama Kab. Rembang, mengalami pengurangan sebesar 14,5 %, Selasa (20/8). 

Salah satu calon jema’ah, Satibi menjelaskan, “Saya menerima segala keputusan dari Kementerian Agama Rembang, apabila harus mendapatkan jatah berangkat pada tahun yang akan datang. Saya juga senang, lanjut Satib jika pemerintah memberikan prioritas kepada para jama’ah dengan memberikan fasilitas apabila pelunasan pada tahun berikutnya naik. jama’ah tak perlu bayar jika turun jama’ah dapat kembalian.”

Fans Gus Dur

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Tegal, Pahlawan Fans Gus Dur

Jumat, 26 Januari 2018

Sekjen PBNU Resmikan Sekretariat IPNU NTB

Mataram, Fans Gus Dur - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faisal Zaini menggunting pita sebagai tanda peresmian kantor sekretariat PW IPNU NTB di Jalan P nomor 44 Perumahan Lingkar Selatan Kota Mataram Kamis (24/3) siang. Peresmian ini dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

"Dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim ini saya resmikan kesekretariatan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat," kata H A Helmy Faishal sebelum memotong pita yang didampingi oleh Ketua PW IPNU NTB Syamsul Hadi.

Sekjen PBNU Resmikan Sekretariat IPNU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Resmikan Sekretariat IPNU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Resmikan Sekretariat IPNU NTB

Semoga ini semua, lanjutnya, bisa menjadi pusat belajar untuk melahirkan generasi-generasi Nahdlatul Ulama yang produktif.

Setelah itu dilanjutkan dengan pengarahan khusus bagi kader-kader IPNU NTB. Dalam pengarahan Sekjen PBNU ini banyak menyampaikan.seputar Islam, produk-produk NU yang hasil Muktamar NU.

Fans Gus Dur

Ia juga menyampaikan bahwa PBNU sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam membuat kartanu dan keunggulan kartanu.

Fans Gus Dur

Ia mengapresiasi pengurus IPNU NTB yang menurutnya sangat aktif dan produktif. "Hanya IPNU banom yang bisa saya kunjungi langsung dari sekian banom NU," katanya.

Tugas IPNU, lanjutnya,? mendata jumlah anggota di tiap-tiap kabupaten/kota dan perlu dibuatkan kartu anggota. "Kita pikirkan formulanya mudah-mudahan bisa korelasi dengan kartaNU," katanya. (Fauza Basri/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor

Pekalongan, Fans Gus Dur

Sekali dayung, dua pulau terlewati. Dua manfaat dicapai dalam satu kegiatan. Pepatah lawas itu tampaknya mengilhami kegiatan donor darah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (25/1) kemarin.

Selain merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, aksi sosial yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU itu juga berhasil memecahkan rekor. Sebanyak 267 peserta dan 150 orang dinyatakan dapat mendonorkan darahnya. Demikian dilaporkan Kontributor Fans Gus Dur di Pekalongan, Abdul Muiz.

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor

PMI Kota Pekalongan mencatat, kegiatan hasil kerja sama PCNU Pekalongan, pemerintah kota setempat dan Alma Swalayan itu memecahkan rekor kegiatan serupa selama ini. Apalagi, pesertanya juga datang dari luar wilayah Kota Pekalongan.

Fans Gus Dur

“Biasanya, dalam sehari, kegiatan donor darah rata-rata diikuti sekitar 75 orang. Namun, di NU, kali ini diikuti dua kali lipatnya,” ujar Imron Rosyadi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Pekalongan unit Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela.

Fans Gus Dur

Imron mengatakan, kegiatan itu sangat membantu PMI dalam penyediaan darah, tidak saja untuk keperluan warga Pekalongan, tetapi juga masyarakat Kabupaten Batang dan Pemalang.

“Saya berharap, dari kegiatan ini, NU memiliki bank data pendonor darah, sehingga sewaktu-waktu PMI memerlukan darah, secepatnya dapat diatasi dan kami siap membantu,” ujar Imron.

Ketua Panitia Pelaksana Harlah Kota Pekalongan, Abdul Basir, mengaku tidak menduga jika kegiatan ini dibanjiri peserta. Apalagi, kegiatan tersebut merupakan hal baru di lingkungan NU Pekalongan.

Masih dalam rangka menyambut Harlah ke-82 NU, pada Ahad (27/1) mendatang, akan digelar kegiatan pengobatan gratis di wilayah Pengurus Ranting NU Sokorejo, Pekalongan Timur, dan Banyurip Ageng, Pekalongan Selatan.

Sementara, pada puncak peringatannya nanti, akan diselenggarakan istighotsah kubro di Masjid Agung Al Jami’, Kauman, Kota Pekalongan. Dipastikan hadir pada acara tersebut Rais Aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyyah, Habib Muhammad Luthfiy. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Internasional, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Sabtu, 20 Januari 2018

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid

Jakarta, Fans Gus Dur
Jamiyah Ahlith-Thariqah al-Mutabarrah an Nahdliyyah akan menggelar Dzikir akbar dan Mawlid bersama Ketua Majlis Tinggi Islam Amerika (ISCA) Shaykh Muhammad Hisham Kabbani.

Acara yang akan digelar Ahad, (17/7) pukul 07:30-10:30 WIB itu juga dihadiri oleh Rois Am Jamiyah Ahlith-Thariqah al-Mutabarrah an Nahdliyyah, Habib Luthfi bin Yahya, para Habaib serta Ulama Indonesia dan para pengikut thariqat Naqsyabandiyah yang ada di tanah air. Rencananya acara bertempat di Masjid Baitul Ihsan Bank Indonesia Jakarta.

Shaykh Hisham dikenal memiliki jutaan pengikut yang tersebar di beberapa negara. Ia seorang Ulama Ahl-sunnah wal jamaah dengan wawasan dan pengalaman luas, serta memiliki pengaruh dakwah yang signifikan baik di tempat asalnya Beirut, dan Internasional. Beliau adalah keturunan Nabi Muhammad SAW baik dari jalur Ayah ataupun Ibunya.

Di Indonesia Syaikh Hisyam dikenal sebagai pemimpin tinggi tharikat Nasqabandiah yang berpengaruh luas di Indonesia, Malaysia dan beberapa negara lainnya. Kedatangannya ke Indonesia bukan yang pertama kali, sebelumnya, dalam Acara seminar International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang digagas NU akhir Februari lalu, Hisyam Kabbani sempat memimpin doa bersama Prof. Wahbah Zuhaili (Syria) dan Ayyatullah Thaskiri (Iran).

"Istighotsah itu bukan kepentingan NU semata, namun akan mendoakan masyarakat dan negara Indonesia juga, bahkan untuk perdamaian dunia. Jadi, istighotsah bukan sekedar kepentingan NU, tapi bangsa, negara, dan dunia," kata panitia penyelenggara dalam siaran persnya yang dikirim ke Fans Gus Dur, Kamis, (14/7).

Ditambahkan panitia, acara ini terselenggara berkat kerjasama Jamiyah Ahlith-Thariqahal-Mutabarrah an Nahdliyyah, Manajemen Masjid Baitul Ihsan Jakarta, dan Yayasan Haqqani Indonesia.(cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Islam, Amalan, Tokoh Fans Gus Dur

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid (Sumber Gambar : Nu Online)
Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid (Sumber Gambar : Nu Online)

Thariqat NU Gelar Dzikir Akbar dan Mawlid

Kamis, 11 Januari 2018

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama

Pati, Fans Gus Dur. Berdirinya negara Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama Nahdlatul Ulama di awal kemerdekaannya. Sejumlah ulama tanah air seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, KH ? Wahid Hasyim, KH Hasyim Asyari merupakan tokoh yang ikut merumuskan berdirinya pondasi dan dasar negara Indonesia dengan mengakui UUD 1945 RI sebagai konstitusi negara berasaskan Pancasila dan bersendikan Bhineka Tunggal Ika. Ini artinya eksistensi Pancasila dan konstitusi negara Indonesia sudah sesuai dengan syariat dan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

Pesan tersebut disampaikan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam Halaqah Ilmiyah di Mahad Jamiah Mathaliul Falah, Kabupaten Pati, Jumat (21/4).?

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama

"Para ulama yang ikut mengesahkan UUD 45 dengan asas Pancasila bukanlah ulama sembarangan dan bukan ulama kemarin sore. Mereka telah menghabiskan waktu lama untuk mendalami ilmu agama yang luas sekaligus mengamalkannya dalam tatanan kehidupan sehari-hari, maka ketika ada yang mengatakan NKRI dan Pancasila tidak sesuai dengan syariat maka artinya itu menghina para ulama kita," tegas mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

Dalam forum itu Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin,Rembang ini juga menyinggung perjuangan ulama dan rakyat NU dalam melawan penjajah dengan adanya "Resolusi Jihad" 22 Oktober 1945 yang menyatakan bahwa dalam jarak masafatul qasr perang melawan penjajah adalah fardhu ain atau kewajiban setiap orang.?

Ketika ditanya soal Islam Nusantara, Gus Yahya menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan cara untuk menguatkan dan mewadahi semua elemen masyarakat Muslim Indonesia yang terdiri dari berbagai tradisi dan kelompok yang berbeda. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya dan agama sehingga membutuhkan nuansa yang dapat mengharmoniskan semua pandangan yang berbeda.

Halaqah diikuti para santri Mahad yang merupakan mahasiswa Institut Pesantren Mathaliul Falah. Selain itu turut hadir pengasuh Mahad, wakil rektor, dan sejumlah dosen IPMAFA. (Isyrokh Fuaidi/Zunus)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kyai, Tokoh, Pesantren Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Hj Khofifah: Negeri Ini Harus Belajar Banyak Nilai dari Pesantren

Jombang, Fans Gus Dur - Menteri Sosial RI Hj Khofifah Indar Parawansa mengimbau pejabat dan aparat negara untuk sejenak melihat kiprah pesantren. Menurutnya, pesantren menyimpan banyak pelajaran yang patut dijadikan pelajaran.

Demikian disampaikan Hj Khofifah pada peringatan satu abad Pesantren Bahrul Ulum di Gedung Serba Guna Hasbullah Said Tambakberas, Jombang, Ahad (15/5).

Hj Khofifah: Negeri Ini Harus Belajar Banyak Nilai dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah: Negeri Ini Harus Belajar Banyak Nilai dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Khofifah: Negeri Ini Harus Belajar Banyak Nilai dari Pesantren

"Negeri ini harus belajar banyak dari pesantren," katanya.

Fans Gus Dur

Pesantren telah banyak melahirkan tokoh berkharisma dan sangat berpengaruh terhadap tatanan kebangsaan. Hal ini disebabkan kontribusi pesantren tak diragukan dalam mendidik generasi bangsa.

"Negeri ini harus banyak belajar tentang nasionalisme, belajar tentang mencintai bangsanya. Dari pesantren lahirlah Presiden RI yang bijaksana, lahirlah Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), pahlawan nasional dan para pejabat lainnya," kata Khofifah.

Fans Gus Dur

Para santri di pesantren tentu telah diajarkan bagaimana mencintai negerinya dengan baik. Terlebih pendidikan cinta tanah air (hubbul wathan) merupakan salah satu cara kiai untuk menanamkan keyakinan santri dalam berbangsa dan bernegara.

Seperti yang sering diungkapkan oleh Pendiri Pesantren Bahrul Ulum KH Abdul Wahab Hasbullah semasa hidupnya. "Hubbul wathon minal iman (mencintai negara adalah sebagian dari iman) itu sering sekali disampaikan oleh Mbah Wahab bahkan seakan-akan sudah diangap seperti hadits," ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan budaya pesantren harus terus dilestarikan misalnya kajian sejumlah disiplin ilmu hendaknya terus menjadi keharusan tersendiri bagi santri agar menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas. Tak kalah penting penguasaan santri terhadap bahasa asing.

Sebelumnya, Khofifah menyerahkan santunan kepada anak yatim dengan total santunan Rp. 60. 000. 000,- berupa uang tunai dan peralatan sekolah bersama Ketua Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Kedatangannya disambut antusias baik dari pihak yayasan pesantren terkait, santri, pelajar, mahasiswa hingga jamaah Muslimat dan Fatayat NU dengan jumlah kurang lebih 1.000 peserta. Hampir seluruh ruangan penuh dengan peserta acara tersebut. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Kajian Islam, Tokoh Fans Gus Dur

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail Fans Gus Dur yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)

Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Tokoh, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Rabu, 03 Januari 2018

Humor Baris-berbaris

"Tugas berat Ansor bukan menjaga Aswaja, tapi melatih Banser baris-berbaris"

Maju jalan

Komandan Banser memimpin baris-berbaris

Humor Baris-berbaris (Sumber Gambar : Nu Online)
Humor Baris-berbaris (Sumber Gambar : Nu Online)

Humor Baris-berbaris

"Siaaaaap, grak!"

"Belok kanaaaaan, grak!"

"Belok kiriiiiii, grak!"

Fans Gus Dur

"Langkah tegap maju jalaaaaaaan, grak!"

Berhitung

Fans Gus Dur

Komandan banser: "Berhituuuuung, mulai"

"Satu"

"Dua"

"Tiga"

"Empat"

"Lima"

"Enem", rupanya ada anggota Banser yang tidak hapal angka dalam bahasa Indonesia, sehingga yang lain ikut meneruskan berhitung dalam bahasa Jawa.

"Pitu"

"Wolu"

"Songo"

"Sepoloh"

"Suwelas"

 …

Penghormatan

Komandan Banser memimpin upacara

"Siaaaaap, grak!"

"Hormaaat, grak!" Tangan kanan dalam posisi hormat. Seorang kiai yang menjadi pembina upacara ikut hormat. Dan…sampai beberapa menit tangan pak kyai masih dalam posisi hormat, sehingga penghormatan tidak bisa diakhiri.

Komandan Banser maju ke depan menghadap kiai. Masih dalam posisi hormat, dengan sedikit menunduk, ia mengatakan “Pak kiai tolong tangannya diturunkan."

Pancasila

Bismillahirrahmanirrahim

Satu..Pancasila

Dua..Ketuhanan yang maha esa

Tiga..Kemanusiaan yang adil dan beradab

Empat..Persatuan Indonesia

Lima..Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Enam..Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Jadi sila Pancasila ada 6, karena Pancasilanya dihitung.

Amanat Upacara

Pak kiai memberikan amanat upacara dalam posisi istirahat di tempat, kedua tangan dilipat di belakang, dan dia mengira harus begitu. Tapi ternyata microphonnya bergeser ke bawah, dan terus ke bawah sehingga saat berpidato kepalanya ikut miring mengikuti gerakan mic.

Mengukur Tiang

Seorang anggota Banser diperintah untuk mengukur tinggi tiang bendera. 

"Siap….". Tanpa berpikir panjang ia langsung memanjat tiang dengan membawa meteran. Tak berapa lama ia turun, lalu menghadap komandan.

"Sudah diukur ndan"

"Kenapa tidak dirobohkan saja benderanya, baru diukur?"

"Wah kalau begitu kan bukan tingginya, tapi panjangnya!?"

@Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba

Purwrejo, NU online

Menggunakan momentum Masa Kesetian Anggota dan Kemah Pelajar, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menggelar deklarasi memerangi narkoba. Deklarasi tersebut diikuti oleh sekitar 250 pelajar NU se-Kecamatan Bener.

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bener Deklarasi Perangi Narkoba

Ketua PC IPNU Kecamatan Bener Muhammad Shofiyudin mengatakan, deklarasi tersebut merupakan sebuah komitmen awal IPNU-IPPNU di tingkatan pelajar untuk melawan narkoba. “Pelajar NU jangan sampai pasif terhadap pelbagai persoalan di kalangan pelajar, harus menjadi yang terdepan,” ungkapnya.

Setelah deklarasi yang berlangsung Sabtu (1/10) di Aula SMK Ma’arif NU Bener itu, diselenggarakan Seminar Anti Narkoba yang diisi oleh Kapolsek Bener AKP Kitfirul Aziz. “Kita kumpulkan semua perwakilan pelajar se-Kecamatan Bener baik dari sekolah negeri maupun swasta untuk bersama-sama menyatukan barisan,” imbuhnya.

Fans Gus Dur

Menurut AKP Kitfirul Aziz, NU beserta banom-banomnya telah terbukti dalam berperan aktif dalam membangun masyarakat.

“Badan otonom NU selalu terlibat dalam membangun spiritual dan sosial masyarakat, termasuk narkoba. Maka saya harapkan, rekan-rekan dari IPNU-IPPNU meneruskan semangat positif tersebut,” pungkasnya. (Ahmad Nasuhan/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, PonPes Fans Gus Dur

Rabu, 27 Desember 2017

Kunjungan Grand Syeikh dan Masa Depan Islam Moderat di Indonesia

Oleh Muhammad Mu’afi Himam

Kunjungan bersejarah Grand Syeikh Al Azhar, Prof Dr Ahmad Muhammed ath-Thayyib ke Indonesia memiliki pesan penting yang bersumbu pada kampanye Islam santun untuk dunia. Dengan memilih Indonesia sebagai latar orasi kemanusiaan dan perdamaian dunia, ketua umum Majelis al-Hukama Muslimin ini menyetujui posisi Indonesia sebagai “negeri tempat menyebarkan Islam sebagai agama yang menyerukan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Namun bukan sikap pesimis berlebihan, kondisi masyarakat muslim Indonesia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diharapkan? ath-Thayyib. Problematika radikalisme dan terorisme yang menjadi agenda utama pemerintah dalam membenahi masyarakat, menjadi? bukti bahwa keislaman Indonesia masih jauh dari kata moderat. Temuan peneliti LIPI menyebutkan, arus gerakan kekerasan yang dikembangkan secara tersembunyi dan sistematis menjadi kendala utama pemerintah serta beberapa ormas Islam dalam menangkal gerakan yang mulai menjamur sejak era roformasi ini.

Kunjungan Grand Syeikh dan Masa Depan Islam Moderat di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungan Grand Syeikh dan Masa Depan Islam Moderat di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungan Grand Syeikh dan Masa Depan Islam Moderat di Indonesia

Ideologi Radikalisme

“Saya percaya, selama ulama tidak bersatu terlebih dahulu, maka tidak ada harapan untuk menyatukan umat,” kata ulama kelahiran Qina, Mesir ini. Pada kenyataannya, kondisi ini memang sedang terjadi di dunia Islam, tak terkecuali Indonesia. Beberapa perselisihan tersebut didasari pada perbedaan yang rigid akibat fanatisme berlebihan pada seseorang maupun keyakinan tertentu. Tak hanya itu, menguatnya dukungan material dan spiritual pada tiap golongan semakin melebarkan jurang, alih-alih meredupkan perselisihan serta menebarkan perdamaian.

Mengakarnya kaderisasi kelompok radikal di beberapa kampus, yang sebagian besar merupakan kampus-kampus negeri, semakin menguatkan posisi gerakan ini di kalangan intelektual. Hal itu merupakan akibat dari gerakan yang sebelumnya telah menjamur di beberapa sekolah menengah yang tak terjamah tangan pemerintah. Bahkan, sikap intoleransi yang akrab dengan gerakan ini telah menyusup ke dalam birokrasi pemerintah.? Tak heran jika ada PNS bergabung dalam aksi demontrasi dengan organisasi Islam garis keras menolak Pancasila.

Fans Gus Dur

Selain itu, kondisi warga Indonesia yang berada di daerah konflik serta rawan konflik seperti seperti Timur Tengah, perlu mendapatkan perhatian khusus. Beberapa warga yang berstatus sebagai pelajar di kawasan ini mulai terjangkit pemikiran “ISIS bukanlah teroris. Bahkan, sebagian pihak yang terjun di daerah konflik mulai menyebarkan bibit ideologi ini kepada masyarakat Indonesia melalui jejaring media sosial.

Dengan munculnya beberapa kasus tersebut, terbukti segala elemen masyarakat serta birokrasi tak lagi steril dari paham intoleran dan fundamentalisme yang tak lagi terkontrol. Pemerintah sebaiknya tak perlu terlalu fokus pada insiden yang merupakan produk dari indoktrinisasi yang memang telah terbentuk sejak lama. Dengan momen kedatangan Grand Syeikh al-Azhar yang menekankan “kembali ke khazanah klasik untuk menyikapi perbedaan”, pemerintah bekerjasama dengan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah perlu memformulasikan konsep Islam toleran untuk ?ndonesia, yang hingga kini masih mengendap di permukaan. Konsep ini perlu segera digarap secara serius, bersamaan dengan usaha pemerintah menanggulangi radikalisme hingga ke akarnya.

Sunni-Syiah

“Sunni dan Syiah adalah saudara,” terang Grand Syeikh di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (22/02). Pernyataan ini sekaligus menegaskan pendapat ath-Thayyib perihal Syiah. Islam mempunyai lima prinsip utama, dan kelompok Syiah mayoritas tak menyangkalnya. ?

Pernyataan tersebut menjadi poin pertama yang disampaikan ath-Thayyib pada pertemuannya bersama Menteri Agama. Memang, isu ideologi Sunni-Syiah mengemuka, atau dikemukakan bersamaan dengan konflik kepentingan yang terjadi di Irak, Syiria dan Yaman. Lantas, beberapa ulama seperti Syeikh Ramadhan al-Buthi, Muhammad Taufik al-Buthi, Habib Ali al-Jufri, serta ath-Thayyib sendiri yang menentang gerakan pemberontakan di Syiria dengan mudahnya dikategorikan menjadi pendukung Syiah.

Fans Gus Dur

Gerakan ‘mensyiahkan’ yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia sebenarnya merupakan ‘gerakan sempalan’ yang pada hakikatnya juga berakar pada radikalisme, mengingat gerakan mereka semakin dibatasi dan mulai teridentifikasi sebagai golongan yang meresahkan. Dengan akar yang sama, tujuan gerakan ini pun sama, menanamkan ideologi intoleran pada masyarakat. Isu Syiah ini pada akhirnya berujung pada sikap saling mengafirkan sesama muslim. Oleh karenanya, sejak awal ath-Thayyib terus mengkampanyekan Sunni dan Syiah sebagai saudara.

Indonesia mungkin bisa belajar kepada masyarakat Mesir dan Turki dalam menghadapi konflik ideologi ini. Di Mesir, al-Azhar mengadakan program rutin yang melibatkan kelompok Sunni dan Syiah dari berbagai negara; Iran, Lebanon dan Syiria. Program ini meliputi pengajian bersama di bulan Ramadhan, peringatan 10 Muharram yang dirayakan oleh segenap elemen masyarakat, serta dialog antar mazhab. Di Turki, walaupun para pengikut Syiah yang identik dengan Jafariyah mempunyai masjid sendiri, namun ketika shalat Jumat masjid tersebut juga dipenuhi oleh para pengikut Sunni, shalat berdampingan tanpa kekerasan.

Persatuan

Grand Syeikh menegaskan, umat muslim sebagai mayoritas penduduk ?ndonesia tak boleh berdiam diri menghadapi problematika ideologi yang telah merambah hingga ranah ekonomi, sosial dan politik. Masyarakat seharusnya bergotong royong dan mulai mambangun jalan bersama mempertegas kembali identitas asli agama Islam sebagai agama anti kekerasan.

Bagi pemerintah, seruan ini merupakan momentum yang tepat untuk bekerjasama dengan para pemuka agama. Pemblokiran situs dan media sosial penyebar paham radikal, sosialisasi bahaya radikalisme serta operasi anti terorisme harus diiringi dengan proyek “kembali ke khazanah klasik” sebagai wahana untuk mempertegas identitas Islam Indonesia yang merupakan wujud dari Islam yang toleran, dan anti kekerasan sebagaimana perintah yang telah diulang berkali-kali dalam ayat Al Quran.

Harapan Grand Syeikh, Indonesia sebagai negara muslim terbesar mampu menjadi pionir dalam mewujudkan mimpi yang sulit dan berat, mempersatukan ulama dari berbagai mazhab dan aliran dalam satu wadah dan organisasi, saling bertemu dan bermusyawarah serta bersepakat pada satu pendapat yang dapat disampaikan ke masyarakat. Mampukah Indonesia?





*Alumni Universitas al-Azhar, Kairo. Sedang menempuh pendidikan Master di Uluda? Üniversitesi Departemen Filsafat dan Studi Agama, Turki.











Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Tokoh, Anti Hoax Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

Ketika Syntia Berjilbab

Oleh A. Khoirul Anam

Guru besar kita ini mengaku terkejut ketika Syntia, karyawati bank swasta bersuara cantik yang menghubunginya lewat telepon itu ternyata berjilbab. Syntia bekerja di bank internasional swasta yang beraliran liberal, bukan bank syariah. Yang membuat sang guru besar terkejut sebenarnya bukan karena Syntia berjilbab, tapi karena nama "Syntia" itu. "Kalau nama Anda Nur Hasanah atau sejenisnya mungkin saya maklum," katanya.

Sang guru besar melanjutkan cerita, masih soal perempuan yang menghubunginya lewat telepon. Namanya Tiara. Ia bekerja sebagai guest booker di salah satu media nasional. Ketika sang guru besar hadir memenuhi undangan sebagai narasumber, Tiara menyambutnya di loby gedung. Ternyata Tiara juga berjilbab.

Ketika Syntia Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Syntia Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Syntia Berjilbab

Tiara bekerja di media nasional yang oleh sebagaian orang diidentikkan dengan medianya orang Katholik. Tahun 1980-an beberapa karyawan media ini mengundurkan diri karena tuntutan mereka untuk disediakan musholla di kantor tidak dikabulkan. Sekarang, bukan hanya setiap lantai kantor menyediakan tempat shalat, tapi banyak sekali wartawan dan karyawan kantornya yang lalu lalang mengenakan jilbab.

Masih soal jilbab. Orang Barat mengidentikkan jilbab sebagai urusan domestifikasi. Dengan jilbab itu perempuan dikungkung di rumah. Mungkin orang Barat melihat Saudi Arabia atau sebagian negara muslim di Timur Tengah. Tapi di Indonesia, perempuan-perempuan berjilbab mengambil banyak peran di ranah publik.?

Fans Gus Dur

Banyak sekali perempuan Arab yang segera melepas jilbab dan berbagai penutup tubuh mereka yang membuat gerah ketika mereka berada di mobil, di pesawat, di tempat wisata, bepergian keluar daerah atau tempat lain yang sudah tidak menerapkan peraturan wajib jilbab. Di Indonesia, perempuan tetap memakai jilbab dimana pun, bahkan ketika pergi ke pasar, mall, ke Hongkong atau ke New York. Jilbab dikenakan kapan pun selama berada di tempat umum. Jilbab adalah ekspresi keislaman perempuan Indonesia, itu saja.

Tentu saja sang guru besar tidak sedang ingin membicarakan jilbab saja, tapi lebih luas soal gaya hidup Islami yang sekarang ini dipertontokan para profesional muslim di Indonesia. Bukan saja soal busana, kata "assalamualaikum" atau "alhamdulillah" dan istilah-istilah Islami lainnya juga beredar di tempat-tempat umum dan di media sosial.

Para pakar kependudukan saat ini sedang ramai membicarakan soal bonus demografi, yakni besarnya penduduk Indonesia yang berusia produktif. Ini berbeda dengan Jepang misalnya yang penduduk berusia lanjutnya besar sekali. Nah sang guru besar kita ini lebih fokus membicarakan bonus demografi muslim. Keberhasilan dakwah para penyebar Islam di Indonesia telah menyebabkan mayoritas penduduk beragama Islam, bahkan terbesar dibandingkan dengan jumlah warga muslim di berbagai negara.?

Fans Gus Dur

Setelah Indonesia mengalami bonus demografi, umat Islamlah sebenarnya yang mengalami bonus itu. 85 persen warga Indonesia beragama Islam dan sebagian besar sudah mengalami mobilitas sosial yang luar biasa terutama melalui jalur pendidikan, baik lewat jalur Kemendikbud atau Kemenag. Kata sang guru besar, persebaran para profesional muslim di berbagai pos penting dan berbagai bidang keahlian itu tidak bisa dihalangi oleh siapapun.

Jadi, apakah yang membuat Anda risau jadi warga muslim Indonesia, lalu membuat ribut-ribut?

Penulis adalah Dosen UNU Indonesia (Unusia) Jakarta, Kandidat Doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Tokoh Fans Gus Dur

Selasa, 12 Desember 2017

Masuki Usia 36 Tahun, Majalah Aula Gelar Pameran Haji dan Umrah

Surabaya, Fans Gus Dur. Untuk ketiga kalinya, majalah Aula menyelenggarakan pameran haji dan umrah, Rabu (15/10). Kegiatan yang berlangsung di Jatim Expo jalan Ahmad Yani Surabaya ini juga diisi sejumlah talk show selama pameran berlangsung.

Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf secara resmi membuka kegiatan yang diikuti puluhan biro perjalanan ternama di tanah air ini, Rabu (15/10) petang.

Masuki Usia 36 Tahun, Majalah Aula Gelar Pameran Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuki Usia 36 Tahun, Majalah Aula Gelar Pameran Haji dan Umrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuki Usia 36 Tahun, Majalah Aula Gelar Pameran Haji dan Umrah

H Saifullah yang biasa disebut Gus Ipul yang didampingi pemimpin umum majalah Aula dan Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar, berkenan menabuh bedug sebagai tanda dimulainya kegiatan yang akan berlangsung mulai Rabu 15 hingga Ahad 19 Oktober mendatang.

Fans Gus Dur

Atas nama pimpinan majalah Aula, Arif Afandi menyebut usia ketiga puluh enam bagi majalah Aula untuk terus berbenah. "Termasuk mengubah perusahaan berada di bawah PT Aula Media Nahdlatul Ulama," kata Arif Afandi yang dipercaya sebagai pemimpin umum.

Fans Gus Dur

Dengan perubahan itu membawa konsekuensi bahwa majalah kebanggan ini harus dikelola secara profesional. "Termasuk pelaporan di akhir tahun yang harus disampaikan secara terbuka dalam (RUPS) rapat umum pemegang saham," kata mantan Pemimpin Redaksi Harian Pagi Jawa Pos ini.

Lewat penanganan yang lebih baik tersebut akan membuat majalah Aula bisa lebih mendekatkan diri kepada warga NU di berbagai lapisan. "Aula bisa menjadi media syiar bagi NU agar dapat lebih dikenali dan diintip oleh kalangan lain," kata Ketua PW Lembaga Perekonomian NU Jawa Timur ini.

Kiai Miftah sangat mengapresiasi kepada banyak pihak yang telah berupaya membesarkan majalah Aula. "Dengan segudang pengalaman dan orang-orang yang memiliki dedikasi, diharapkan majalah ini kian bisa mendekatkan warga kepada para pemimpin NU," katanya.

Karena itu, Kiai Miftah sangat berharap agar jangkauan majalah ini kian diperluas.?

Pada saat yang sama, ruang untuk berkomunikasi antara warga dengan kiai dan pengurus NU juga hendaknya lebih dibuka. "Termasuk lewat rubrik surat pembaca yang bisa menjadi aspirasi dari berbagai daerah yang tidak sempat hadir di kantor NU setempat," ujar Kiai Miftah.

Kegiatan ini juga menjadi ajang meluncuran secara resmi keberadaan majalah baru yakni Auleea yang membidik segmen perempuan muslimah. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Tokoh Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

NU Jatim Dukung PBNU Tolak Full Day School

Surabaya, Fans Gus Dur. Jajaran PWNU dan PCNU se-Jatim satu suara menolak akan diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan No.23 Tahun 2017 tentang Full Day School (FDS). Penolakan itu disampaikan pada rapat koordinasi yang dilangsungkan, Selasa (8/8) di kantor setempat, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

"Kita PW NU Jawa Timur bersama seluruh PC NU Se-Jatim berkewajiban mengamankan apa yang telah diputuskan PBNU, yang intinya NU menolak Full Day School. Apalagi surat keberatan terkait FDS telah disampaikan langsung oleh Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU secara langsung, " tutur Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Anwar Iskandar.

Menurut Kiai Anwar, tidak hanya NU yang keberatan dengan kebijakan FDS tersebut. Namun belasan ormas juga menyatakan menolak.

NU Jatim Dukung PBNU Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Dukung PBNU Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Dukung PBNU Tolak Full Day School

"Ada sekitar 12 ormas yang juga menolak diberlakukannya FDS ini," tandas Pengasuh Pondok Pesantren al-Amin Ngasinan Kota Kediri ini menambahkan.

Di Jawa Timur, lanjut KH Anwar, sejumlah pesantren sebelumnya telah menyatakan menolak kebijakan FDS yang tetapkan Mendikbud. Dan penolakan sejumlah kiai ini telah disampaikan langsung kepada Mendikbud saat bersilaturahim ke Kediri beberapa waktu lalu.

"Ada 300 kiai dari Pasuruan hingga Banyuwangi yang telah membubuhkan tandatangan menolak kebijakan tersebut," bebernya.?

Fans Gus Dur

Di hadapan sejumlah kiai dan utusan PCNU se-Jatim tersebut, Kiai Anwar juga mengingatkan pemerintah bahwa mendidik masyarakat telah dilakukan pesantren dengan Islam moderat sebelum negeri ini merdeka.

"Indonesia tentram karena Islam moderat. Dan pesantren merasa terganggu dengan kebijakan Mendikbud ini," tandasnya.?

Masih menurut KH Anwar Iskandar menambahkan, pihaknya khawatir jika dipaksakan tetap diberlakukan maka pendidikan Islam radikal bisa semakin berperan. Karenanya PWNU Jatim meminta presiden membatalkan kebijakan FDS ini.

Fans Gus Dur

"Kalau Full Day School benar-benar akan diberlakukan, maka kesempatan kiai untuk mendidik dan mengajarkan Islam moderat akan digantikan oleh Islam radikal," katanya.

Dalam pengarahan juga diigingatkan bahwa soal FDS bukan semata urusan antar ormas keagamaan.

"Ini wujud Amar Maruf Nahi Munkar dalam upaya menjaga agama," pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan yang berlangsung usai shalat Dhuhur itu, dari jajaran Syuriyah yakni KH Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, Prof KH Ali Maschan Moesa, Prof KH Shonhaji Shaleh, juga KH Syafrudin Syarif. Sedangkan dari Tanfidziyah antara lain KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Sholeh Hayat, serta Prof Akh Muzakki serta utusan dari PCNU se-Jatim. (Ibnu Nawawi/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Pemimpin 4 Pesan Sunan Giri

Pringsewu, Fans Gus Dur

Pada hakikatnya kepemimpinan atau jabatan bukanlah keistimewaan tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan; bukan kesewenangan untuk bebas bertindak, tetapi kesediaan untuk melayani, kesiapan dalam kepeloporan dan keteladanan.

Demikian kata Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin menjelaskan hakikat dari sebuah kepemimpinan, Senin (08/02/16).

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Pemimpin 4 Pesan Sunan Giri (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Pemimpin 4 Pesan Sunan Giri (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU Ingatkan Pemimpin 4 Pesan Sunan Giri

Ia mengingatkan para individu yang menjadi pemimpin dengan Hadits Nabi yang menyatakan bahwa jabatan adalah amanah yang apabila mereka tidak menunaikannya dengan baik, ditambah lagi jabatan tersebut bukanlah haknya, maka kenistaan dan penyesalanlah yang akan didapatinya di kemudian hari.

Fans Gus Dur

"Pemimpin ibarat kalbu (hati) di tengah anggota tubuh. Jika kalbu baik, maka baiklah masyarakat di sekitarnya. Demikian juga sebaliknya," tulis Gus Ishom, begitu ia biasa dipanggil, di dinding akun facebooknya.

Ia menegaskan bahwa pemimpin adalah penguat bagi semua yang lemah, tempat berlindung bagi semua yang takut, pelurus bagi semua yang bengkok, penerang bagi semua yang berada dalam kegelapan dan penunjuk jalan bagi mereka yang tersesat.

Fans Gus Dur

"Pemimpin itu seperti ibu yang penyayang dan penuh perhatian terhadap buah hatinya. Berani menahan kantuk bila anaknya tidak tidur apalagi sakit. Dibelainya saat disusukan dan disapihnya dengan berat hati. Seorang ibu bergembira memandang kebugarannya dan bersedih mendengar keluhannya " Ia mencontohkan ibarat seorang pemimpin.

Gus Ishom juga mengibaratkan bahwa pemimpin itu seperti seorang ayah yang juga amat kasih untuk anaknya. Berani berkorban waktu, harta, tenaga, jiwa dan bahkan raga demi kesuksesan anak-anaknya.

Setiap pemimpin sebagai manusia memiliki kekurangan dan kelemahan. "Oleh karena itu, dalam mencapai tujuan bersama sang pemimpin harus mau bekerja sama dan pandai memilih orang yang bersedia membantunya dengan baik. Jangan dipilih karena kedekatan dan loyalitasnya semata, karena dua hal itu sanggup meruntuhkannya," sarannya.

Dalam kesempatan tersebut Gus Ishom juga mengingatkan kita semua akan ajaran Raden Ainun Yaqin atau Sunan Giri, salah seorang Wali Songo, yang tertulis dibatu nisan makamnya tentang 4 pedoman hidupnya.

Pertama, wenehana mangan marang wong kang luwe atau berilah makan pada mereka yang lapar. Kedua, wenehana sandangan marang wong kang wuda atau berilah pakaian pada mereka yang telanjang). Ketiga, wenehana payung marang wong kang kudanan atau berilah payung pada mereka yang kehujanan. Terakhir, wenehana teken marang wong kang wuta atau berilah tongkat pada mereka yang buta. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Tokoh, Doa Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU

Balikpapan, Fans Gus Dur. Ratusan warga nahdliyyin yang terdiri dari Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting NU dan warga NU hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H dan Harlah ke-87 NU yang dirangkai dengan launching website resmi PCNU Kota Balikpapan, Selasa (5/2) malam.

Bertempat di Gedung Dakwah PCNU Balikpapan Jl Soekarno – Hatta Km 4.5 Batu Ampar Balikpapan Utara, acara yang dimulai setelah Isya tersebut diisi dengan pembacaan qashidah Burdah karya Imam Ahmad Al-Bushiri yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Balikpapan KH Mukhlashin. Dilanjutkan dengan mauidlatul Hasanah yang disampaikan oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Balikpapan KH Muhammad S. Fajar Ali.?

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU

Dalam penyampaiannya, KH Fajar menekankan pentingnya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebab saat ini ada sebagian orang tidak mau memperingati maulid Nabi, bahkan ada yang tidak mau memakan makanan halal yang berasal dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.?

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan, Abu Lahab yang sudah di nas masuk neraka di dalam Al-Quran masih diberikan keringanan siksa oleh Allah SWT, disebabkan ia gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga ia pun memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah karena telah memberitahukan kabar gembira kelahiran Nabi Muhamamd SAW kepadanya.?

Diakhir tausiyahnya, KH Fajar mengingatkan 3 hal yang menyebabkan seseorang tidak akan berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW. Pertama, durhaka kepada kedua orang tua, kedua, sengaja meninggalkan sunnah Nabi, dan ketiga, tidak bershalawat tatkala disebut nama Nabi Muhammad SAW, bahkan di dalam riwayat lain, orang tersebut termasuk orang yang bakhil.?

Fans Gus Dur

Sebelum acara ditutup, KH Mukhlasin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Izzah Km 15 Balikpapan melaunching website resmi PCNU Kota Balikpapan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia juga menghimbau agar seluruh Majelis Wakil Cabang mengadakan kegiatan-kegiatan rutin yang bermanfaat bagi umat serta membentuk ranting-ranting NU yang belum terorganisir. Acara yang berakhir sekitar jam setengah 11 malam tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU Kota Balikpapan KH Abbas Al-Faz.?

Drs Imam Warosy selaku sekretaris PCNU Kota Balikpapan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khusus kepada H. Arin (Rapilo), H. Andi Arif, H. Sutrisno dan semuanya. "Semoga amal baik mereka dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda. Aamiin", ungkapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdur Rohim

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Ahlussunnah, Sejarah Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

Gus Yahya: Harmoni Sosial di Indonesia Jadi Daya Tarik Negara Maghribi pada NU

Rembang, Fans Gus Dur - Nahdlatul Ulama (NU) dan komponen bangsa lainnya dinilai berhasil menjaga kerekatan NKRI terutama dalam menekan ancaman yang datang dari negara luar. Hal ini menjadi daya tarik negara maghribi untuk mendirikan ormas serupa, bahkan dengan nama yang sama.

Demikian disampaikan oleh Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) usai ngaji jamaah Selasa-Jumah di aula Pesantren Raudlatut Tholibin Leteh, Kabupaten Rembang, Selasa (26/7).

Gus Yahya: Harmoni Sosial di Indonesia Jadi Daya Tarik Negara Maghribi pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya: Harmoni Sosial di Indonesia Jadi Daya Tarik Negara Maghribi pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya: Harmoni Sosial di Indonesia Jadi Daya Tarik Negara Maghribi pada NU

Gus Yahya mengatakan, para ulama ahlussunnah waljamaah di negara maghribi melihat bukti bahwa hanya ulama di Indonesia yang? berhasil memelihara harmoni sosial di tengah berbagai ancaman yang datang dari negara luar. Keberhasilan para ulama, tak lepas dari keberadaan jamiyyah NU yang menjadi penopangnya.

Fans Gus Dur

"Satu-satunya komunitas ahlussunnah waljamaah yang terorganisir seperti Nahdlatul Ulama.”

Fans Gus Dur

Dalam hal mekanisme pembentukan ormas seperti NU di luar negeri, Gus Yahya menyampaikan bahwa PBNU tidak harus terlibat.

PBNU, kata Gus Yahya, sedang melakukan konsolidasi Ahlussunnah wal Jamaah secara global. Pihaknya sedang membangun jaringan secara global di negara Islam maghribi untuk membangun jaringan aswaja yang ada di seluruh dunia.

Jika di negara islam seperti Tunisia, Maroko, Libanon dan Yordania dapat berdiri organisasi ahlussunnah wal jamaah, atau dengan mengatas namakan NU dan organisasi sejenis NU, maka PBNU berhak membangun jaringan antarnegara Aswaja. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh Fans Gus Dur

Senin, 20 November 2017

KH Asyari Abta: Pola Pikir Kita Sangat Maju!

Yogyakarta, Fans Gus Dur

“Daripada melakukan haram, lebih baik melakukan makruh,” ungkap KH Asyari Abta, rais Syuriyah PWNU DIY dalam acara pengajian rutin Ahad wage (31/3).

“Baca tahlilan dijalankan makruh, tapi kalau bicara sambil memikul mayat, itu haram. Maka kemudian ada qaidah yang berbunyi bila ada dua bahaya yang berkumpul, dilanggar bahaya yang kecil dan dijaga bahaya yang besar.

KH Asyari Abta:  Pola Pikir Kita Sangat Maju! (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Asyari Abta: Pola Pikir Kita Sangat Maju! (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Asyari Abta: Pola Pikir Kita Sangat Maju!

Dalam acara yang rutin digelar setiap Ahad wage jam 09.00 WIB tersebut, KH Asyari Abta juga mengungkapkan bahwa pola pikir NU lebih maju daripada yang lain.

Fans Gus Dur

“Pola pikir kita  sebenarnya  sangat maju. Ada hal-hal yang tidak ada dalilnya, tapi kerangka pikirnya ada. Itulah kelebihan kita. Oleh karena itu,  tak heran jika orang-orang Barat tertarik dengan metode istimbat hukum para Imam  madzab,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung di lantai dua gedung PWNU DIY, Jl MT Haryono No 40-42 Yogyakarta tersebut dihadiri oleh puluhan jamaah nahdhiyin dari berbagai daerah di Yogyakarta. Sebelum acara dimulai, alunan musik hadrah memberikan kesejukan tersendiri bagi para jamaah yang hadir. Allahumma solli ala Sayyidina Muhammad. 

Fans Gus Dur

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock