Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional

Pamekasan, Fans Gus Dur. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan berkomitmen dalam melakukan gerakan membumi. Salah satunya, dengan cara mentradisikan konsumsi makanan tradisional tiap kali menggelar acara.

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Acara, GP Ansor Kadur Tradisikan Konsumsi Makanan Tradisional

Hal itu terlihat pada acara kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor di Desa Kertagena Tengah, Kadur, Pamekasan, Jumat (13/1) malam. Acara yang dilangsungkan di rumah Ketua Ansor Kadur Hairul Anam itu, dihadiri pengurus PAC, MDS Rijalul Ansor, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), dan Satkoryon Banser Kadur.

Selama acara berlangsung, peserta disuguhi makanan tradisional hasil budi daya pertanian Desa Kertagena Tengah. Yakni, berupa ketela pohon yang dimasak dengan legen dan buah sukun yang dikukus.

"Alhamdulillah. Selain lezat, makanan ini juga menyehatkan. Bisa dikatakan tidak ada unsur kimia yang mengancam terhadap kesehatan," ujar Wasekjen PAC GP Ansor Kadur Imam Syafii.

Kolom bulanan Rijalul Ansor kali ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya pada Desember 2016 bergulir di kediaman Ketua MDS Rijalul Ansor Kadur, Muhammad Salam Bakir. Untuk bulan depan, direncanakan akan ditempatkan di kediaman sahabat Ubaidillahi Taala, Desa Bangkes, Kadur, Pamekasan.

Fans Gus Dur

"Kegiatan ini dalam rangka menghidupkan tradisi ke-NU-an berupa shalawat dan zikir," ujar Sekretaris GP Ansor Kadur, Fathorrahman, sembari melahan ketela dengan lahapnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Khutbah, Pahlawan Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Jeddah, Fans Gus Dur. Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji menggugat pihak Garuda Indonesia agar menanggung sepenuhnya biaya transportasi dan akomodasi para jamaah yang telantar di Jeddah, menyusul molornya jadwal kepulangan mereka ke Tanah Air hingga lebih dari 20 jam.

"Kami hanya minta ganti rugi dalam bentuk uang terkait penyediaan akomodasi dan transportasi selama masa menunggu. Termasuk hotel tempat menginap sementara," kata Baluki Ahmad, Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji di Madinah, Selasa (23/11). Sejak Sabtu hingga Selasa (23/11/2010), baru sekitar 2.000 jamaah bisa diangkut pihak Garuda.

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Telantar di Jeddah, Jamaah Haji Khusus akan Gugat Garuda

Rombongan jamaah dari biro penyelenggara haji dan umrah itu baru diberangkatkan setelah lebih dari 30 jam terkatung-katung di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Padahal, penundaan penerbangan-penerbangan awal pemulangan jamaah tersebut berakibat pada penundaan jadwal-jadwal berikutnya, yang membuat antrean jamaah yang akan dipulangkan bertambah panjang.

Fans Gus Dur

Sejauh ini pihak Garuda menjanjikan hanya memberi semacam "ganti rugi" 180 riyal Saudi kepada tiap jamaah. Padahal, menurut Djadjang Sudradjat, pada saat seperti sekarang tarif hotel melati di Jeddah saja 300 riyal Saudi per malam. Belum lagi untuk makan dan penyediaan transportasi, yang semua harus dihitung ulang akibat penundaan kepulangan.

Sementara itu pihak Garuda di Jeddah yang dihubungi wartawan via telepon dari Madinah belum bersedia berkomentar. "Kami ini sudah terjadwal secara ketat. Sekarang ini tidak ada hotel yang bisa diperpanjang karena hari berikutnya sudah dipesan orang lain,”ujarnya.

Fans Gus Dur

Menurut perhitungan sementara, dengan 245 orang jamaah saja biaya tambahan yang mesti dikeluarkan sekitar 20.000 dollar AS. Baik Baluki maupun Djadjang juga mengeluhkan buruknya pelayanan Garuda secara keseluruhan. kalau tuntutan itu tidak dipenuhi, maka akan menggugat secara hukum resmi.

Apalagi tarif angkutan haji Jakarta-Jeddah dan sebaliknya jauh lebih mahal dibandingkan rute ke Eropa, tetapi pelayanan yang diberikan pihak Garuda dinilai jauh dari memadai. "Pelayanan Garuda sangat minim, padahal ongkos yang ditarik hingga 1.800 dollar AS per jamaah,”tutur Djadjang.

Sementara untuk rute ke Eropa, Jepang dan Australia ketika masa puncaknya saja paling mahal 1.200 dollar AS dan pelayanan yang diberikan Garuda sangat bagus. Djadjang pernah bekerja di Garuda sebagai GM Garuda di Jeddah pada 1990-1992.(amf/kcm)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Hikmah, News Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo

Solo, Fans Gus Dur. Berbagai acara pawai atau parade kerap kali digelar di Kota Solo, baik yang bertema budaya maupun kebangsaan. Namun pada Kamis (6/6), diadakan acara yang berkonsep agak berbeda, yakni memadukan unsur antara budaya dan Religi. Acara tahunan ini diagendakan bertepatan dengan hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab.

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo

Dalam acara yang bertajuk "Parade Hadrah; Solo Bershalawat 2013" tersebut ratusan ribuan peserta yang terbagi dalam berbagai grup hadrah tumpah ruah di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan untuk kelima kalinya diadakan. Sejak tahun 2009 sampai sekarang, jumlah pesertanya juga terus meningkat. KH Idris Shofawi, mewakili panitia mengatakan, sudah ada 145 grup hadrah yang mendaftar. Tapi jumlah tersebut akan terus bertambah.

Fans Gus Dur

“Banyak yang mendaftar pas hari-H. Para peserta datang dari berbagai daerah se Solo Raya,” tuturnya, Rabu (5/6).

Fans Gus Dur

Dia menambahkan tujuan acara ini yakni untuk mensyiarkan sholawat di Kota Solo. Juga untuk memperingati Isra’ Mi’raj.

“Kita ingin mengajak masyarakat agar giat bersholawat. Daripada untuk kegiatan yang tidak bermanfaat lebih baik banyak bershalawat,” tutur pemimpin Jamuro itu.

Saat pelaksanaan acara, terdengar lantunan sholawat pujian kepada Nabi Muhammad saw dengan diiringi irama rebana, begitu membahana di pusat Kota Solo. Rombongan parade itu berjalan dari Lapangan Kota Barat dan berakhir sampai pada Balai Kota Solo. Mereka ada yang berjalan kaki, namun ada pula yang naik mobil. Acara diakhiri dengan pembacaan mahalul qiyam dan doa bersama di lapangan depan Pendhapi Balai Kota.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Ulama, IMNU Fans Gus Dur

Rabu, 03 Januari 2018

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Jakarta, Fans Gus Dur. Otoritas bursa saham, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Kerja sama ini merupakan wujud keseriusan BEI untuk terus meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Diperkenalkan Bursa Saham

Selain penandatanganan memorandum of understanding (MoU), kerja sama Muslimat dengan BEI juga ditandai dengan ? pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI oleh Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah mengajak kader Muslimat giat berinvestasi. Salah satunya melalui perdagangan di lantai bursa saham.

Fans Gus Dur

"Mulai sekarang kita menginisiasi pembukaan perdagangan. Semoga kehadiran Muslimat NU di pasar saham memberi kesejahteraan dan membangun kedaulatan ekonomi bangsa serta memperkuat perekonomian, win-win profit," katanya.

Fans Gus Dur

Sebelumnya, sejumlah saham yang tercatat di BEI memang sudah ada yang memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga, ormas perempuan ini sangat yakin untuk mengajak 12 juta kadernya di 33 provinsi untuk ikut ambil bagian di pasar saham.

Wakil Sekretaris Jenderal PP Muslimat NU, Yenny Zannuba Arifah Chafsoh melihat langkah ormasnya bisa mengembangkan dan memajukan pengetahuan tentang pasar modal sebagai sesuatu yang luar biasa. Perempuan yang akrab disapa Yenny Wahid ini sebagai bentuk peningkatan partisipasi serta menambah keterampilan dari kalangan perempuan.

Menurutnya, impian menjadi investor Muslimat didukung potensi kuantitas anggota. Partisipasi aktif anggota Muslimat NU pun diyakininya bisa memberi nilai tambah bagi perekonomian umat.

"Keuangan nasional berimbas pula pada rumah tangga, perempuan harus bisa menyiasati agar tak menjadi korban," kata Yenny.

Dikatakannya, pengetahuan finansial yang didapatkan diiringi praktik di lapangan bakal menambah keistimewaan fungsi perempuan. Sehingga perempuan bukan hanya sekadar menjadi kasir, tapi manajer yang strategis mengatur keuangan.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo, mengatakan, kerja sama yang dibuat kedua pihak ini sebagai wujud untuk mengembangkan sektor pasar modal.

"NU memiliki konstituen di wilayah timur cukup banyak. Kami optimistis kerja sama BEI dan Nahdlatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia," kata Uriep.

Direktur pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, dengan penandatanganan kerja sama itu diharapkan menjadi kegiatan sosialisasi dan perencanaan investasi bagi muslimat Nadhatul Ulama.

Apalagi, katanya, saat ini di dalam Bursa Efek Indonesia terdapat daftar efek syariah yang bisa dijadikan acuan pilihan investasi. "Kami optimis kerja sama BEI dan Nadhatul Ulama ini dapat memberikan kontribusi positif untuk pasar modal Indonesia dan turut serta memberi kontribusi positif dan meningkatkan jumlah investor," katanya.

Ia menambahkan, saat ini jual-beli saham di BEI juga sudah mendapatkan sertifikat halal dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Jadwal Kajian, Halaqoh Fans Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi

Secara geografis, pondok pesantren putra-putri Assalafie terletak di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1966 M / 1386 H oleh Almaghfurlah KH Syaerozie (1935 – 2000 M) bin KH. Abdurrohim bin KH. Junaid bin Kiai Nursaman, yang nasabnya tersambung hingga Syaikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. 

Keberadaan pesantren Assalafie merupakan pengembangan dari lembaga pendidikan agama Islam di Desa Babakan Ciwaringin yang telah ada semenjak kurang lebih 300 tahun silam, yang merupakan lembaga pendidikan Islam tertua dan terbesar di Jawa Barat, yang didirikan oleh  Raden KH Hasanuddin (Kiai Jatira).

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi

Tahun pelajaran 2015, santri yang mukim di pondok pesantren Assalafie berjumlah 1.200 orang, dengan perician 700 santri putra dan 500 santri putri.  

Dalam visinya, Pondok Pesantren Assalafie bertekad memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, ikut berpartisipasi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, serta menciptakan kader-kader muslim yang berilmu, beriman, bertaqwa dan berakhlaqul karimah, sehingga mampu menampilkan dirinya sebagai figur khairul ummah (teladan masyarakat).

Fans Gus Dur

“Pendidikan berkarakter berbasis religi menjadi ciri khas pesantren kami, agar tercipta generasi muslim Indonesia yang peduli terhadap agama dan bangsanya” jelas Abah Hammam, panggilan akrab KH. Azka Hammam Syaerozi, Lc, sebagai pengasuh pesantren.  

Menjaga Tradisi, Menumbuhkan Inovasi

Fans Gus Dur

Keistimewaan lain dari pondok pesantren putra-putri Assalafie Babakan Ciwaringin adalah mampu mengkombinasikan sistem pendidikan salaf (trandisional) dan kholaf (modern) dalam satu waktu. Hal ini tentunya mengacu pada kaidah “Al-muhafadzotu ‘ala as-salafis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” (menjaga tradisi lama yang baik, dan mengadopsi dengan tradisi baru yang lebih baik).

Para santri putra-putri Assalafie bisa dipetakan ke dalam dua katagori. Pertama, santri yang hanya mengaji dan belajar di madrasah diniyah kurikulum lokal, yaitu Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS) dan Madrasah Al Hikamus Salafiyah Putri (MHSP) yang memiliki jenjang pendidikan dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Ma’had Aly. “Mereka adalah santri takhosus putra dan putri, hanya mengkaji kitab kuning, namun dibekali juga dengan life skill atau keterampilan”. lanjut Abah Hammam.

Kedua, para santri yang mengikuti sekolah formal, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Di Assalafie sendiri, telah disediakan sekolah berkurikulum Kementerian Agama RI, yaitu Madrasah Tsanawiyah NU Assalafie (MTs NUSA) dan Madrasah Aliyah NU Assalafie (MA NUSA). Kedua lembaga ini diperuntukkan untuk para orang tua yang anaknya ingin disekolahkan pendidikan model “satu atap”. Di samping itu, telah disediakan fakultas Agama Islam jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan jurusan Ilmu Filsafat, cabang Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon.    

Selain tafaqquh fiddin (mengaji), santri putra-putri Assalafie juga dibekali dengan pengembangan wirausaha, organisasi, jurnalisme dan kesenian. Melalui Badan Usaha Milik Pesantren Assalafie (BUMPA), para santri mengembangkan berbagai aktivitas bisnis, seperti depot isi ulang air minum, kantor pos, jasa finansial, toko kelontongan dan warung makan.

Melalui wadah perkumpulan santri yang berbasis kedaerahan, para santri dibiasakan hidup berorganisasi dan mengembangan jiwa kepemimpinannya. Diperkuat dengan keaktifan mereka dalam Organisasi Intera Sekolah (OSIS), jam’iyah di Madrasah dan kepengurusan Asrama.

Setelah mereka menyelesaikan pendidikannya, para alumni putra-putri Assalafie masih terus berkoordinasi dan menjaga komunikasi, baik dengan almamater maupun dengan sesama alumni. Hal ini terlihat dengan adanya wadah Ikatan Alumni Assalafie (IKLAS), rutin mengadakan pertemuan setiap dua bulan sekali, dan mengadakan silaturrahmi Nasional pada momen peringatan haul Al Maghfurlah KH. Syaerozi Abdurrohim (muassis pesantren).      

Terkait dunia jurnalisme, para santri mengembangkan potensinya melalui majalah Salafuna yang terbit per triwulan, website resmi pesantren Assalafie, dan jejaring sosial. Di samping itu, terdapat juga buletin-buletin berkala yang diterbitkan oleh sekolah dan perguruan tinggi di lingkungan pesantren Babakan Ciwaringin.    

Sedangkan pengembangan seni Islami, disalurkan melalui group nasyid Basmatussalaf, yang telah melakukan beberapa kali rekaman studio dan pergi tampil ke berbagai kota. Melalui kursus qiro’ah,  shalawat dan kaligrafi setiap pagi hari Jum’at, dan melalui kegiatan seni bela diri Taekwondo.

Di antara kontribusi di bidang pemberdayaan masyarakat, pesantren Assalafie mempunyai Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (LAZISWA) Qinthorul Barokah. Lembaga ini bergerak di bidang pengumpulan dan pendistrubusian ke para mustahiq.  

Jago Bahtsul Masa’il

Di pesantren Assalafie, terdapat satu wadah khusus untuk para santri yang fokus menekuni kajian kitab kuning, yaitu Forum Kajian Kutub Turots Assalafie (FOKTA). Di forum inilah setiap hari Selasa siang puluhan santri berdebat dan beradu argumen dalam rangka memecahkan permasalahan-permasalahan keagamaan dengan melalui pendekatan kitab kuning.

Tradisi bahtsul masa’il di kalangan santri Assalafie sangat kental, sehingga dikenal satu-satunya pesantren di Jawa Barat yang rutin mengadakan bahstul masa’il kubro dua kali dalam satu tahun, yaitu pada saat peringatan Maulid Nabi & Haul Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim di bulan Robi’u Tsani serta pada haflah Khotmil Qur’an & Akhirus Sanah di bulan Sya’ban.  

Di bawah bimbingan Abah Yasif –panggilan akrab KH. Yasif Maemun Syaerozie- Forum Kajian Kutub Turots Assalafie (FOKKTA) juga aktif mengirimkan delegasinya ke acara bahtsul masa’il di berbagai daerah, baik yang diadakan oleh lembaga bahtsul masa’il (LBM) Nahdlatul Ulama maupun yang diadakan oleh pesantren-pesantren. Di samping itu, FOKKTA juga telah mengumpulkan hasil-hasil bahtsul masa’il kubro-nya dalam bentuk buku, dan telah beberapa kali diterbitkan.                

Mengenal Sang Muassis

KH. Syaerozie Abdurrohim, muassis pesantren Assalafie –semasa hidupnya- dikenal sebagai kiai yang istiqamah dalam dunia pendidikan. Di samping itu, beliu juga memiliki jiwa organisatoris dan produktif menulis.

Dalam dunia organisasi, KH. Syaerozi Abdurrohim pernah menjabat sebagai pengurus Syuriah Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon dan Propinsi Jawa Barat, sebagaimana beliau juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI).  

Sedangkan dalam dunia tulis menulis, Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim –yang merupakan sahabat dekat mantan Rois Am Syuriah PBNU Dr. KH. Sahal Mahfudz- memiliki beberapa karya dalam bahasa Arab, di antaranya adalah : 1- Bad’ul Adib Fi Nadzom Mughni Labib (Nahwu), 2- Syarh Kitab Al Luma’ (Ushul Fikih), 3- Mudzakaroh Fi Ilmi Al Mustholah (Mushtolah Hadits) 4- Qosidah Tarbawiyah (Syair Pendidikan).

Saat mendirikan pesantren ini, Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim menggubah beberapa bait syair dalam bahasa Arab, beliau berkata:

? ? ? ? ?  #  ? ? ? ?

“Syi’ar kami masih berkisar pada syi’ar para santri, di mana tujuannya murni karena ketakwaan dan keilmuan”.

? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ?

“Allah sang pencipta telah memberikan pahala dalam penyempurnaan bangunannya, dengan rahasia huruf “Ba” “Ha” kemudian “Ghain” yang diridhoi”.

? ? ? ? ? #  ? ? ? ? ? ?

“Pesantren yang menjadi penerus ulama salaf, engkau melihatnya selalu dalam keadaan nyaman”.

?  ? ? ?   #  ? ? ? ? ?

“Dan para santrinya, semoga Allah memberikan mereka petunjuk dan mereka pun selalu berharap mendapat keridho’an-Nya”.

? ? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ? ? ?

“Maka pesantren yang didirikan atas dasar itu, paling tidak seribu orang yang akan selalu diberkahi”.

Sepeninggal beliau, yang wafat pada hari Rabu 12 Juli 2000 M / 10 Rabi’ul Akhir 1421 H, dan sepeninggal sang istri Ny. Hj. Tasmi’ah binti KH. Abdul Hannan pada hari Selasa 10 Juni 2003 M  / 10 Rabiul Akhir 1424 H, tongkat estafet pondok pesantren Assalafie diteruskan oleh putra-putri dan menantu beliau. (Muhammad Asyrofie/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Ulama Fans Gus Dur

Kamis, 28 Desember 2017

Kongres IPNU Tetapkan 27 Tahun Usia Maksimal Pengurus Pusat

Boyolali, Fans Gus Dur. Peserta Sidang Pleno Kongres XVIII Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Boyolali menyepakati 27 tahun sebagai usia setinggi-tingginya untuk pengurus pusat IPNU. Kesepakatan ini sekaligus mengakhiri perdebatan soal usia calon Ketua Umum PP IPNU yang sempat menyandera jalannya kongres.

Sebelum Pleno dimulai Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam menyampaikan keinginannya agar kongres berjalan tertib dan lancar.

Kongres IPNU Tetapkan 27 Tahun Usia Maksimal Pengurus Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres IPNU Tetapkan 27 Tahun Usia Maksimal Pengurus Pusat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres IPNU Tetapkan 27 Tahun Usia Maksimal Pengurus Pusat

“Kita ingin kongres ini berjalan lancar. Karenanya kita mengikuti putusan Muktamar Ke-33 NU yang membatasi usia pelajar NU di angka 27 tahun. Kita siap menjadi pengawal putusan muktamar NU,” kata Khairul Anam sebelum pleno dimulai pada Selasa (8/12) dini hari.

Fans Gus Dur

Sementara Wasekjen PBNU Suwadi Pranoto hadir di arena kongres untuk menegaskan putusan Muktamar Ke-33 NU terkait usia maksimal pelajar NU.

Fans Gus Dur

“NU ingin mengantarkan kadernya untuk lebih baik. Kita ingin ada penataan usia agar kaderisasi berjalan lancar,” kata Suwadi.

Menurut Suwadi, putusan NU itu bukan bermaksud menghalangi calon mana pun, tetapi ingin lebih baik dalam kaderisasi. “Jadi jika terjadi perlambatan kader, NU gagal. Kami ingin ada percepatan. Ini adalah putusan Muktamar Ke-33 NU. Ini sudah menjadi perbincangan dari muktamar ke muktamar lainnya,” ujar Suwadi di hadapan lebih dari 1000 peserta kongres.

Sesaat sebelum pleno dimulai panitia SC kongres Ahmad Fathoni Mutaki mengajak peserta kongres untuk bersholawat dan berjabat tangan. Suasana kongres berlangsung damai dan kekeluargaan. Sidang tata tertib dan pemilihan ketua umum akan dilanjutkan pada pukul 9.00, Selasa (8/12). (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama Fans Gus Dur

Senin, 25 Desember 2017

Dampak Perkawinan Usia Dini Menurut Ketum IPPNU

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Puti Hasni mengimbau agar pelajar NU tidak menikah di usia yang belum matang karena dapat banyak dampak negatifnya.

Menurut dia, pernikahan usia dini berdampak pada pendidikan pelakunya. Ia otomatis tidak bisa mendapatkan jenjang pendidikan tinggi. Dampaknya pasti kesulitan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Dampak Perkawinan Usia Dini Menurut Ketum IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dampak Perkawinan Usia Dini Menurut Ketum IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dampak Perkawinan Usia Dini Menurut Ketum IPPNU

“Kedua, berdampak kepada kesehatan. Jika belum cukup umur untuk hamil dan melahirkan, maka akan mempengaruhi kesehatan reproduksi,” katanya pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Menuju Pelajar Putri Madani: Kontekstualisasi Pernikahan Usia Anak di Era Kekinian" Senin (17/10) di Gedung Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) NU, Jakarta Pusat.

Fans Gus Dur

Ketiga, berdampak secara psikologis. Menurutnya, ketidaksiapan mental berpengaruh pada kemampuan mengelola emosi dan sikap dalam keluarga.

Fans Gus Dur

“Dan yang keempat yaitu, berdampak sosial. Keluarga yang dibangun dari usia yang belum matang berpotensi melahirkan kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya,” jelasnya pada kegiatan yang diikuti 30 peserta perwakilan dari Pimpinan Cabang IPPNU dan IPNU Jakarta dan pengurus Pimpinan Pusat IPPNU.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Ulfah Anshor, menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak, usia minimal perempuan dapat menikah pada usia18 tahun.

“IPPNU harus memperkuat kapasitas kelembagaan sebagai agen perubahan dalam advokasi pencegahan perkawinan anak. Juga menjadi teman (peer group) untuk pendampingan anak korban kawin paksa, KTP-KTA berbasis komunitas,” pintanya.

Ketua Litbang PP IPPNU Siti Fatkhiyatul jannah memiliki komitmen memperkuat kapasitas sebagai agen perubahan dalam advokasi penghentian perkawinan anak.

Menurut dia, berbagai cara dilakukan PP IPPNU untuk mengkampanyekan hal itu, misalnya melalui media sosial, internet sehat (cerdas, aman, kreatif dan produktif), sampai mmembentuk komunitas anti-perkawinan anak.

Kegiatan ini merupakan agenda bulanan Departmen Pendidikan Pengakderan dan pengembangan sumber daya manusia (PPS) PP IPPNU untuk membahas isu-isu terkini.

Sebelumnya, panitia FGD Avifah M menyampaikan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut. IPPNU, kata dia, ingin memberikan kesadaran kepada pelajar bahwa perkawinan anak harus direvisi lagi.

“Tahap awal tentunya kita masih tahap elaborasi dari diskusi ini, dari dukumen-dukumen notulensi yang kita simpan nanti harapannnya ada diskusi lanjutan dimana kita dapat mengkampanyekan stop perkawinan anak,” harapnya. (Anty Husnawati/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Berita Fans Gus Dur

Sabtu, 23 Desember 2017

Seni Rebana Makin Bergairah

Brebes, Fans Gus Dur. Meski terus dihempas kesenian modern, seni rebana masih tetap bertahan bahkan di Kabupaten Brebes seni tradisional Islam itu semakin bergairah. Terbukti, dari festival rebana yang digelar dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan 1431 Hijriyah dan peringatan 17 Agustus 2010 pesertanya membludak.



Seni Rebana Makin Bergairah (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Rebana Makin Bergairah (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Rebana Makin Bergairah

“Ada 28 grup rebana berlaga dalam Festival Rebana Tingkat Kabupaten di Brebes, Jawa Tengah,” ujar Ketua Panitia penyelenggara Mokh. Subekhan SSi di sela lomba di pendopo Bupati Brebes, Senin (9/5).

Menurut Subekhan, selain peserta dari 17 Kecamatan se Kabupaten Brebes, ada juga peserta yang datang dari Kabupaten Tegal. “Festival ini juga diikuti dua grup dari kecamatan Adiwerna dan Talang Kabupaten Tegal,” terang Subekhan.

Fans Gus Dur

Bahkan, lanjut Subekhan, ada satu grup yang berasal dari para penyandang cacat mata alias tuna netra yakni dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Brebes.

Festival yang mengusung tema Penggalian Seni yang Bermartabat itu atas hasil kerja sama antara? Panitia HUT RI Kabupaten Brebes, Dewan Kesenian Daerah (DKD), Badan Narkotika Kabupaten (BNK) dan Jamiyah Kubro Sholawat Rebana (JKSR) Kab. Brebes.

Fans Gus Dur

“Selama ini, kesenian yang muncul ke permukaan kesenian yang tidak bermartabat, seni rebana untuk menjawab tantangan ini agar Seni Indonesia makin bermartabat,” ujar Subekhan.

Festival yang merupakan ketiga kali ini, lanjut Subekhan, sebenarnya dipedesaan Brebes masih bergairah. Karena dari 297 desa Di kabupaten Brebes masing-masing minimal memiliki satu grup rebana.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahnui hasil kejuaraan karena masih berlangsung. Peserta membawakan lagu wajib Ya Badrotin dan satu lagu pilihan bebas. Panitia menyediakan hadiah uang pembinaan dengan total 5 juta rupiah. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ulama Fans Gus Dur

Sabtu, 16 Desember 2017

Lambang Banser Ada Tulisan dari Al-Quran, Jaga Muru’ah!

Rembang, Fans Gus Dur - Komandan Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Tengah H Hasyim Asyari mengimbau segenap anggota Banser untuk menjaga norma kesantunan dan aturan hukum yang berlaku. H Hasyim mengajak Banser untuk menunjukkan budi pekerti luhur. Dengan begitu anggota Banser dapat menjaga nama baik Banser dan NU secara umum.

Hal itu disampaikan H Hasyim didhadapan peserta Diklatsar Ke-3 Banser Rembang, Sabtu (16/7).

Lambang Banser Ada Tulisan dari Al-Quran, Jaga Muru’ah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Lambang Banser Ada Tulisan dari Al-Quran, Jaga Muru’ah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Lambang Banser Ada Tulisan dari Al-Quran, Jaga Muru’ah!

Ia berharap anggota tidak menggunakan atribut Banser secara sembarangan. Menurutnya, atribut Banser berupa apapun itu mewakili muru’ah organisasi yang mewakili lembaga.

Fans Gus Dur

"Kalau ada anggota yang bekerja, baik ngojek, atau kerjaan apapun, jangan dipakai karena ini mewakili korps kebanggaan kita,” terangnya.

Menurut Hasyim, di lambang Banser terdapat tulisan arab, "Nahnu Ansorullah". Lafazh ini dikutip dari kitab suci Al-Quran di mana kita harus selalu berhati-hati memakainya. Jangan sampai kelakuan tidak baik satu orang merusak nama baik organisasi, Hasyim mewanti-wanti anggota Banser Jateng.

Fans Gus Dur

"Ada kutipan kalam Al-Quran, jadi kita tidak boleh sembarangan. Digunakan masuk toilet saja seharusnya tidak boleh. Copot dulu sebelum ke ‘belakang’,” tandasnya. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

Bantul, Fans Gus Dur. Lahan terbatas sama sekali bukan alasan untuk berani berkreasi atau berkarya. Tampak dalam foto, Pengasuh Pondok Pesantren Alimdad, KH M Habib A Syakur, sedang berusaha meluruskan batang tanaman lombok dan terong di media tanam polybag di terik sinar matahari.

Beberapa puluh polybag berisi tanaman lombok dan terong memang sengaja ditata sedemikian rupa oleh Habib di pekarangan kediamannya, yang masih masuk dalam kawasan komplek Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul. Dalam keterangannya, Habib menyebutkan bahwa ia telah menyiapkan sekira 500 polybag untuk kedua jenis tanaman tersebut.

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Ramah Lingkungan di Tanaman Polybag

"Sejatinya, saya juga ingin mempersiapkan beberapa ratus polybag lagi untuk berbagai jenis tanaman lain, seperti tomat, timun, dan kacang panjang. Tapi, saya kira hal ini akan saya lakukan secara berjenjang dahulu," ujar Habib.

Fans Gus Dur

Media tanam polybag yang dirawat oleh Habib ini terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang dan kompos yang keduanya merupakan hasil dari pengolahan limbah di Pondok Limbah yang dimiliki PP Al-Imdad Bantul. Hal ini adalah ejawantah dari visi pesantren Al-Imdad sendiri, yaitu SANTRI SALIH--Santun, Agamis, Nasionalis, Terampil, Ramah, Inovatif dan SAdar LIngkungan Hidup.

Fans Gus Dur

"Saya gak punya pengetahuan apa-apa tentang tanaman polybag ini, tapi saya beranikan diri untuk mencobanya, sebab berdasarkan teori dan pengalaman sebagian orang, hal semacam ini mungkin saja dilakukan," jawab Habib saat ditanya perihal pengalamannya menekuni tanaman polybag ini.

Habib lantas memungkasi, "Kalau usaha saya berhasil, ini akan meringankan anggaran belanja untuk makan santri dan kalaupun gagal, saya kira tak jadi masalah. Sebab, dalam prosesnya saja, saya sudah terhibur dengan merawatnya."(Yusuf Anas/Anam) Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ulama, Kajian Fans Gus Dur

Kamis, 07 Desember 2017

Bupati Waykanan: Terima Kasih GP Ansor

Waykanan, Fans Gus Dur. Bupati Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung Bustami Zainudin menyatakan terima kasih kepada Gerakan Pemuda Ansor yang menjembatani kehadiran Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid ke daerah tersebut.

Bupati Waykanan: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Waykanan: Terima Kasih GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Waykanan: Terima Kasih GP Ansor

"Presiden Joko Widodo yang melantik Nusron Wahid menjadi Kepala BNP2TKI. Kemarin dia datang kesini, tentu akan dicatat presiden, ada sesuatu yang terjadi di Waykanan," kata Bustami kepada jajaran pengurus Ansor Waykanan, di Blambangan Umpu, Ahad (8/3).

Bupati menambahkan, kedatangan Nusron menjadi wasilah (lantaran) untuk memudahkan program-program pihaknya ditangkap kabinet kerja.

Fans Gus Dur

Untuk diketahui, Nusron datang ke Waykanan dalam rangka  Festival Maslahat (Migrasi Aman, Pentas Seni Pelajar dan Deklarasi Anti-Human Trafficking) dihelat International Organization for Migration (IOM) Indonesia, PC GP Ansor Waykanan dan Justice Peace Integrity of Creation (JPIC) FSGM Kabupaten Pringsewu, di Gedung Serba Guna (GSG), Sabtu (7/3).

Fans Gus Dur

"Tidak usah Kepala BNP2TKI yang sosialisasi jika semacam itu, kita juga kita bisa. Tetapi ada sesuatu yang lain dengan kehadirannya di Waykanan, itu luar biasa," ujar dia lagi.

Atas nama Pemerintah Waykanan, Bustami mengungkapkan terima kasih sekali karena hal itu menurutnya pemerintah juga menerima manfaatnya. “Mudah-mudahan Waykanan akan baik lagi.” Katanya.

Pimpinan Cabang GP Ansor Waykanan selaku mitra IOM Indonesia dalam mengkampanyekan migrasi aman dan mencegah perdagangan orang di daerah ini, juga menyatakan terima kasih atas partisipasi semua pihak, seperti Bupati Bustami Zainudin beserta jajaran, Ketua TP PKK Rina Marlina, Ketua KNPI Raden Adipati Surya, Karang Taruna, Program Keluarga Harapan (PKH) setempat, Suster Chatarina dari JPIC FSGM dan Direktur Kantor Bantuan Hukum Bandarlampung Syarif Abadi dalam mensukseskan Festival Maslahat.

"Termasuk kepada para seluruh pelajar, masyarakat, organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat di Waykanan yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Dari hati yang dalam, kami juga meminta maaf jika ada kekurangan dan hal tidak berkenan dalam kegiatan tersebut," ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto. (Red: Abdullah Alawi)

    

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama Fans Gus Dur

Selasa, 05 Desember 2017

Prihatin Maraknya Gerakan Teror, Alumni TBS Kudus Luncurkan Buletin Jumat Aulawi

Kudus, Fans Gus Dur. Ikatan Alumni Madrasah NU TBS Kudus (Ikbas) pada Kamis (6/7) malam menggelar Halaqoh Kubro di Halaman Madrasah TBS Kudus Jalan KH Turaichan Adjhuri 23 Kudus. Di tengah berlangsungnya pertemuan itu, ribuan alumni yang mendaulat diri sebagai penerus Sunan Kudus meluncurkan sebuah buletin.

 

Prihatin Maraknya Gerakan Teror, Alumni TBS Kudus Luncurkan Buletin Jumat Aulawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Maraknya Gerakan Teror, Alumni TBS Kudus Luncurkan Buletin Jumat Aulawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Maraknya Gerakan Teror, Alumni TBS Kudus Luncurkan Buletin Jumat Aulawi

Berdasarkan rencana buletin tersebut akan dibagikan ke masjid-masjid yang ada di Kudus pada setiap hari Jumat bertepatan dengan pelaksanaan ibadah shalat Jumat. Bagi masyarakat diluar kota santri dapat mengakses secara daring atau mengunduh di situs santrimenara.com.

 

Abdulloh Hamid mewakili Pengurus Pusat Ikbas dalam sambutannya mengatakan sebagai santri yang pernah mengaji di Kudus dirinya mengajak semua alumni untuk dapat meniru jejak Sunan Kudus. Menurutnya, Sunan Kudus selain dikenal sebagai salah satu anggota Walisongo dengan gelar waliyul ilmi juga sangat toleran.

Fans Gus Dur

 

"Salah satu ajaran Sunan Kudus itu memiliki jiwa toleran. Jadi pertemuan kali ini kami ingin meneguhkan pada titik itu baik laku dan tulisan melalui buletin Aulawi," terangnya

Fans Gus Dur

 

Lebih lanjut, dirinya menerangkan dalam buletin tersebut nantinya tersaji berbagai macam tulisan ringan serta tema-tema menarik yang berkaitan dengan masalah sosial masyarakat. Terlebih kata Hamid, menyangkut urusan agama dan laku kebudayaan Nusantara.

 

"Kita sudah bentuk tim dan tema selama setahun ke depan sudah ditentukan. Fokus masalah agama dan sosial dengan referensi ulama di Kudus," paparnya.

 

Menurut Hamid, saat ini banyak sekelompok masyarakat yang semena-mena melakukan tindak kekerasan atas nama agama. Parahnya lanjut dia, kondisi itu bertolak belakang dengan ajaran agama apapun.

 

"Islam tidak membenarkan kekerasan begitu juga agama lain. Apalagi jika tindakan itu mengarah dan berkait gerakan terorisme atau radikalisme agama. Perilaku itu sangat tidak dibenarkan," jelas pengurus RMI itu

 

Karenanya pihaknya berharap alumnus TBS Kudus yang turut menghadiri Halaqoh Kubro kali ini dapat berbagi peran dengan pemerintah untuk bersama-sama memberantas benih-benih terorisme berkedok agama.

 

"Karena itu kita mulai dari Kudus dari masjid yang ada dengan memberikan konten-konten bernuansa Islam yang sejuk. Masjid sangat strategis apabila sampai kelompok garis keras mendominasi bisa berbahaya bagi negara," tegasnya

 

Lulusan alumnus TBS tahun 2015 itu optimis Buletin Awlawi akan diterima masyarakat dan dapat menjadi sebuah bacaan ringan serta sebagai rujukan. Ia mengaku akan sangat berterima kasih apabila pemerintah serta berbagai gerakan antiterorisme turut memberikan koreksi perihal isi kedepannya.

 

"Edisi perdana ini kami cetak sebanyak seribu eksemplar. Kita bagi secara gratis ke sejumlah masjid yang ada di Kudus berjumlah kurang lebih 664. Semoga bermanfaat itu saja harapan kami sebagai santri," tandasnya Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial

Bogor, Fans Gus Dur. Arus informasi saat ini lebih banyak diakses masyarakat melalui media sosial (medsos). Konten dalam bentuk apapun dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat dunia maya (netizen). Bahkan pemanfaatan medsos kerap jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial

Hal itu diperhatikan betul oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan arahan pada malam ta’aruf, Jumat (24/3) di Hotel Lorin Sentul, Bogor sebelum pembukaan kegiatan Rapimnas Muslimat NU dimulai.

“Kita harus sadar media sosial. Publikasi positif diperlukan agar dakwah kebaikan Muslimat bisa menyeluruh,” ujar Khofifah di hadapan para pengurus wilayah dan cabang Muslimat NU.

Ia mengemukakan kasus-kasus kejahatan sosial yang selama ini memanfaatkan media sosial seperti kejahatan seksual anak, kekerasan terhadap perempuan, dan problem-problem sosial lainnya.

Fans Gus Dur

Menurutnya, program nyata Muslimat NU yang selama ini terus berupaya mengadvokasi masyarakat ? untuk mengatasi problem-problem tersebut jangan berhenti di dunia nyata, melainkan juga harus dilakukan di dunia maya dan media sosial.

Menteri Sosial RI ini juga menyampaikan agenda besar kader Muslimat NU untuk terus memperkuat pemahaman Pancasila, Agama, dan Negara. Ketiga elemen tersebut penting disorot dalam perspektif Muslimat NU.

Fans Gus Dur

“Diskusi rutin bulanan agar dilakukan para kader Muslimat di seluruh Indonesia dengan mengangkat tema-tema tersebut. Narasumber lokal bisa dihadirkan. Hasil dari diskusi dicatat betul sebagai perspektif konkret Muslimat,” urai Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote, Kiai, Ulama Fans Gus Dur

Senin, 27 November 2017

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II

Semarang, Fans Gus Dur. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jawa Tengah merilis program Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) ke-2. Peluncuran program tersebut diadakan bersamaan dengan sosialiasi dan seminar empat pilar yang digelar di Semarang, Ahad (21/6).

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Rilis Program Sekolah Kader Berkelanjutan II

Program SKB ke-2 yang baru akan dilaksanakan mulai tahun 2015 ini merupakan lanjutan dari program SKB ke-I yang sudah diadakan oleh kepengurusan sebelumnya dalam rentang waktu  tahun 2012-2013.

Menurut salah satu Wakil Sekretaris PW IPNU Jateng, Ahmad Saifuddin, program SKB ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader NU.

Fans Gus Dur

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader, baik kapasitas nahdliyyah, berorganisasi, maupun intelektual kader,” ujar dia.

Fans Gus Dur

Lebih lanjut dikatakan Saifuddin, dengan program tersebut, pihaknya berharap nantinya semakin banyak kader NU Jawa Tengah yang keluar potensinya dan bermanfaat lebih luas.

Usai kegiatan Sosialisasi 4 Pilar dan rilis program SKB ke-2, acara dilanjutkan dengan buka bersama, shalat tarawih berjamaah dan sarasehan alumni IPNU-IPPNU Jawa Tengah bersama kader yang hadir. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Lima Perangkat Pusat Muslimat NU Resmi Dilantik

Jakarta, Fans Gus Dur - Lima perangkat pusat Muslimat Nahdaltul Ulama (NU) yang terdiri atas Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU), Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPM NU), Yayasan Haji Muslimat NU (YHM NU), Himpunan Dai’yah dan Majelis Taklim NU (Hidmat MNU), dan Induk Koperasi An-Nisa Muslimat NU (Inkopan MNU) resmi dilantik di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10).

Pelantikan ini dilakukan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa.

Lima Perangkat Pusat Muslimat NU Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Perangkat Pusat Muslimat NU Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Perangkat Pusat Muslimat NU Resmi Dilantik

Hadir pada pelantikan ini Dewan Penasihat PP Muslimat Hj Mahfudhoh Aly Ubaid, Hj Aisyah Hamid Baidlowi, Hj Farida Solahuddin Wahid, Ketua II PP muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, Ketua III PP Muslimat NU Hj Mursyidah Thahir, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta, Ketua PW Muslimat NU Banten, Ketua PW muslimat NU Jawa Barat, dan Ketua PW Muslimat NU Lampung.

Hj Khofifah Indah Parawansa mengingatkan pengurus harian Muslimat NU agar tetap menjaga tertib administrasi dan kinerjanya sehingga pada saat kongres juga bisa mengukur capaian-capaian dari seluruh keputusan kongres.

Fans Gus Dur

Seusai acara pelantikan lima perangkat pusat Muslimat NU ini, dilanjut dengan rapat pleno II periodik I PP Muslimat NU. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Ulama, Ubudiyah Fans Gus Dur

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso

Bondowoso, Fans Gus Dur - Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengakui saat ini rata-rata tingkat pendidikan masyarakat di Kabupaten Bondowoso masih rendah. Untuk mendorong peningkatan pendidikan ini, katanya, peran Lembaga Pendidikan Ma’arif dan peran orang tua murid sangat penting.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi acara Wusuda Bersama Ke-6 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Bondowoso di Pendopo Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (25/5) pagi. Acara wisuda bersama tersebut diikuti 266 siswa dan siswi dari 20 sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU, yang terdiri dari jenjang pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso

Menurut Amin, kunci sukses adalah peningkatan iman dan ilmu. Ia berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati Lembaga Pendidikan Maarif NU setempat untuk tidak berpuas diri apa yang sudah dicapai. Kelulusan harus direspon dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Untuk itu yang sekolah MI atau SD untuk melanjutkan ke jenjang SMP atau ke tsanawiyah. Begitu juga yang tsanawiyah atau SMP untuk melanjutkan ke SMA atau SMK. Untuk yang sudah SMA atau SMK bisa terus melanjutkan ke perguruan tinggi," pintanya.

Fans Gus Dur

Pemerintah, katanya, berjanji memberikan dukungan, selain berkerja sama membuka kesempatan dengan berdirinya perguruan tinggi baru. Pemerintah juga berkomitmen menyiapkan beasiswa bagi murid yang memiliki prestasi.

Fans Gus Dur

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Muniri berserta pengurus lainnnya, kepala-kepala sekolah-sekolah di bawah naungan L Ma’arif NU, wali murid yang diwisuda, dan para undangan yang lain. Acara tersebut juga diisi dengan orasi ilmiah oleh H Matkur Damiri. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Habib, Ulama Fans Gus Dur

Sabtu, 11 November 2017

Peringati HSN, MTs Raudlatul Muta’allimin Gelar Diklat Dasar Kepemimpinan

Probolinggo, Fans Gus Dur - Sebagai upaya rangkaian memperingati Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 tahun 2017, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Raudlatul Muta’allimin Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) dasar kepemimpinan, Jum’at hingga Ahad (20-22/10).

Dalam kegiatan ini beragam kegiatan dilaksanakan mulai dari latihan kepemimpinan, kajian Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), napak tilas tokoh NU (Pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin Alm KH Marzuqi), nonton bareng (nobar) sang kiai serta upacara secara sederhana memperingati HSN ke-3 tahun 2017.

Peringati HSN, MTs Raudlatul Muta’allimin Gelar Diklat Dasar Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati HSN, MTs Raudlatul Muta’allimin Gelar Diklat Dasar Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati HSN, MTs Raudlatul Muta’allimin Gelar Diklat Dasar Kepemimpinan

Kegiatan ini diikuti oleh 185 siswa kelas 7 dan 8 MTs Raudlatul Mutaallimin. Tidak ketinggalan pula para dewan guru MTs Raudlatul Muta’allimin.

Kepala Tata Usaha (TU) MTs Raudlatul Muta’allimin Abdul Jalal mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepemimpinan, melatih kemandirian sebagaimana seorang santri, mengetahui makna seorang santri serta memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 tahun 2017.

Fans Gus Dur

“Ketaatan seorang santri kepada guru dan ilmunya akan membawanya dalam keselamatan di dunia dan akhirat. Intinya adalah melatih kepemimpinan santri yang ada di MTs Raudlatul Muta’allimin,” kata pengurus GP Ansor di Kabupaten Probolinggo ini.

Fans Gus Dur

Wakil Kepala Kesiswaan MTs Raudlatul Muta’allimin Bahyun mengharapkan kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat belajar siswa dan menumbuhkan mental kepemimpin terhadap siswa. Sesuai dengan motto peringatan HSN ke-3 tahun 2017 Santri Mandiri NKRI Hebat.

“Harapan kami kegiatan ini bisa terlaksana setiap tahun. Karena dengan ini Insyaallah bisa membentengi siswa dari hal-hal yang negatif di antaranya narkoba yang sudah marak belakangan ini. Dengan adanya kegiatan ini bisa mengantisipasi dari kegiatan yang negatif dengan nasehat dan motivasi siswa untuk berprestasi,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama, Tegal Fans Gus Dur

Selasa, 07 November 2017

Ini Alasan NKRI Harga Mati bagi NU

Surabaya, Fans Gus Dur. Mengapa Nahdlatul Ulama kukuh menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia? atau NKRI dan tidak bisa ditawar? Bahkan siapa saja yang berkeinginan mengubahnya, akan berhadapan dengan NU.

Ini Alasan NKRI Harga Mati bagi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Alasan NKRI Harga Mati bagi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Alasan NKRI Harga Mati bagi NU

Hal inilah yang menjadi pembahasan dalam diskusi rutin PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Sabtu (2/5). Narasumber yang dihadirkan adalah KH Ahmad Azhar Shofwan yang juga Ketua PW Lembaga Bahtsul Masail NU Jawa Timur.

Bagi Kiai Azhar, setidaknya ada tiga alasan mendasar yang akhirnya menjadikan NU tetap berkomitmen untuk menjadikan NKRI sebagai harga mati. Bagi NU, negara bukanlah sebagai tujuan. "Selama negara bisa menjamin bagi terlindunginya lima hal pokok atau ushulul khams, maka sudah seharusnya keberadaan negara didukung," katanya.

Fans Gus Dur

Kelima hal pokok tersebut adalah terjaganya akal, agama, harta, keturunan serta jiwa atau nyawa. Sehingga, tujuan hakiki dari sebuah negara adalah maslahah ammah atau kemaslahatan publik, tanpa harus mempersoalkan bentuk dari negara yang ada, lanjutnya.

Pertimbangan kedua adalah, secara substantif keberadaan NKRI sesuai dengan syariat. "Karena dalam praktiknya, masyarakat muslim atau warga negara bisa menjalankan syariat Islam secara penuh," katanya.

Fans Gus Dur

Kiai Azhar, memerinci bahwa selama ini banyak undang-undang atau peraturan di negara Indonesia yang bisa mengakomodir pelaksanaan syariat Islam. "Seperti berlakunya undang-undang perkawinan, waris, zakat, juga pengelolaan fakir dan miskin," katanya. Bahkan untuk yakng terakhir ini yakni penanganan fakir miskin di tanah air sesuai dengan tatanan yang disyariatkan dalam Islam, lanjutnya.

"Yang ketiga adalah NU menyadari akan kebhinekaan dari bangsa Indonesia, karenanya menghadapi keberagaman itu harus dihadapi dengan arif agar kemajemukan yang ada bisa terjaga dengan baik," terangnya. Karenanya, NKRI menjadi solusi terbaik bagi upaya menebarkan rasa aman dan damai, tanpa harus ada pihak yang diciderai.

Dalam pandangan pengasuh bahtsul masail di sejumlah media ini, bagi NU formalisasi syariah apalagi dalam bentuk negara tidaklah penting. "Yang lebih penting adalah bagaimana rasa aman dan nyaman dalam menjalankan syariat bisa terlindungi dengan baik oleh negara," tandasnya.

Di akhir pemaparannya, Gus Azhar mengemukakan bahwa titik tekan sebuah negara adalah bagaimana hukum Islam dapat teraplikasi secara penuh dalam kehidupan sehari-hari, tanpa mempersoalkan status negaranya.

Diskusi ini merupakan kegiatan mingguan yang diselenggarakan PW Aswaja NU Center Jawa Timur. Para peserta adalah utusan dari pengurus setempat dan juga dihadiri masyarakat umum yang ingin mendalami masalah keaswajaan dalam banyak sudut pandang.

"Untuk Sabtu depan, kami akan menghadirkan Ustadz Maruf Khozin dengan tema bahasan seputar ijtihad ulama NU dalam menerima Pancasila dan demokrasi," kata Ustadz Ahmad Muntaha, AM, koordinator Kajian Islam ala Ahlus Sunnah wal Jamaah atau Kiswah. Kegiatan dilangsungkan di perpustakaan PWNU Jatim dari jam 14.00 hingga 16.00 WIB. (Syaifullah/Abdullah)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ulama Fans Gus Dur

Jumat, 03 November 2017

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita

Jakarta, Fans Gus Dur. Direktur Eksekutif Wahid Foundation Yenny Wahid menilai, apa yang terjadi di Marawi Filipina adalah sesuatu yang sangat genting. Ada banyak simpatisan-simpatisan yang berasal dari Indonesia yang ikut dalam tindakan-tindakan terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh ISIS di Marawi.

“Ini sudah menjadi alarm bagi kita. Jangan sampai mereka kembali dan melakukan perekrutan atau bahkan menyebarkan ideologi jihadis tersebut di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Yenny di Jakarta, Senin (14/8).

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita

Ia menganggap, apa yang terjadi di Marawi adalah bukan sebuah peristiwa yang terisolasi dan hanya terjadi di Filipina Selatan saja. Menurut dia, apa yang terjadi di Marawi bisa saja berdampak kepada Indonesia.

Yenny menilai, kerja intelijen Indonesia cukup baik terhadap setiap perkembangan yang terjadi di Marawi. Para intelijen tersebut mengantongi siapa saja yang pergi ke sana untuk ikut berjihad.

Fans Gus Dur

“Saya memberikan dukungan penuh kepada pihak-pihak intelijen untuk terus memonitor orang-orang yang ke sana dan diawasi pergerakannya,” ujarnya.

Ia tidak menyangkal bahwa apa yang terjadi di Marawi akan menimbulkan dampak di wilayah Indonesia karena jarak kedua wilayah tersebut yang cukup dekat.

Fans Gus Dur

Ia mengaku khawatir karena saat Presiden Filipina Duterte melakukan tekanan yang keras maka para jihadis tersebut akan lari ke Indonesia.

“Ketika Presiden Duterte melakukan represi yang sangat kuat terhadap jihadi yang ada di Marawi, mereka akan cari tempat baru. Kalau kita tidak melakukan antisipasi, maka (para jihadis itu) bisa lari ke Indonesia,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Ulama Fans Gus Dur

Kamis, 02 November 2017

Raker Perdana, PP LAZISNU Gerakkan Program Berbasis IT

Jakarta, Fans Gus Dur. Pengurus Pusat Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PP Lazisnu) menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana, Senin (28/9) di lantai 5 Gedung PBNU Jakarta. Dalam visinya, PP Lazisnu akan membangun, menggerakkan, dan memaksimalkan program-program dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT).

“Untuk mendukung program, Lazisnu akan menciptakan sebuah aplikasi di Smartphone. Hal ini dilakukan agar mudah diakses masyarakat terkait transparansi pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh oleh Lazisnu,” terang H Syamsul Huda, Ketua PP Lazisnu.

Raker Perdana, PP LAZISNU Gerakkan Program Berbasis IT (Sumber Gambar : Nu Online)
Raker Perdana, PP LAZISNU Gerakkan Program Berbasis IT (Sumber Gambar : Nu Online)

Raker Perdana, PP LAZISNU Gerakkan Program Berbasis IT

Syamsul mengatakan, aplikasi yang dicanangkan pihaknya juga terkait dengan pengawasan dan penyaluran program-program Lazisnu. “Kita berencana meluncurkan aplikasi berbasis IT tersebut dalam jangka waktu 3 bulan ke depan atau dalam masa 100 hari kerja,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Sekretaris PP Lazisnu, Adna Khoiratul A’yun menambahkan, Lazisnu akan melakukan peningkatan kinerja program agar lebih berdaya dan bermanfaat lebih luas lagi untuk masyarakat.

Fans Gus Dur

“Hal ini dilakukan dengan mengokohkan pondasi pengelolaan program melalui koordinator-koordinator wilayah di seluruh Indonesia maupun luar negeri lewat PCINU,” ujar Adna.

Raker ini mendapat pengarahan dari Bendahara Umum PBNU, H Bina Suhendra dan ditutup oleh Sekjen PBNU, H A Helmy Faishal Zaini. Dalam sambutan penutupnya, Helmy Faishal mendorong sinergitas antar-lembaga NU di seluruh daerah dalam mendukung program-program Lazisnu.

“Sangat penting untuk menggandeng perangkat-perangkat PBNU dan lembaga NU di seluruh Indonesia sehingga tercipta semacam sinergitas yang terlembaga,” ujar Sekjen PBNU.

Lazisnu terus berkomitmen menjalankan program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kepedulian sosial (social care) secara umum. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Berita, Ulama Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock