Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Gemuruh Manaqiban di Jakarta

Jakarta, Fans Gus Dur. Awan pekat menggelayut di langit Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/2) petang. Selepas sembahyang isya’ hujan deras pun jatuh, beradu kencang dengan suara manaqiban di kompleks Pesantren As-Sholihin al-Abror Rorotan.

"Allahumma-nsyur nafahatir ridlwani alaihi. Wa-amiddana bil asraril lati audatahaa ladaihi. (Ya Allah, hamparkan semerbak harum ridha-Mu kepada Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Tolonglah kami dengan rahasia-rahasia yang Engkau titipkan kepadanya).”

Gemuruh Manaqiban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gemuruh Manaqiban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gemuruh Manaqiban di Jakarta

Ratusan jamaah dari berbagai arah berangsur memadati kompleks pesantren sejak sore. Dengan pakaian serba putih, mereka membentuk saf-saf sambil duduk bersila. Masyarakat yang terdiri dari remaja dan orang tua ini sedang memperingati haul Syaikh Abdul Qadir al-Jailani.

Fans Gus Dur

Lebih dari satu jam mereka melantunkan bacaan manaqib dengan dipimpin seorang kiai. Seolah tak peduli akan cuaca langit, jamaah laki-laki dan perempuan secara serentak menyelesaikan sejumlah kisah teladan tokoh sufi yang mereka hormati itu.

Fans Gus Dur

Dalam manaqib tersebut di antaranya digambarkan bahwa Syaikh Abdul Qadir termasuk pecinta? ilmu sejati. Selama puluhan tahun pribadi kelahiran dusun terpencil bernama ”Jilan” ini rela berjalan ke berbagai pelosok negeri menjumpai ulama-ulama besar untuk berburu ilmu fiqih, adab, tafsir, aqidah, dan lainnya.

Syaikh Abdul Qadir diceritakan pula merupakan ulama yang menolak mengagungkan manusia lantaran kedudukan dan kekayaannya. Merendahkan diri di hadapan penguasa dan orang kaya dapat menghilangkan dua pertiga agamanya. Sikap ini justru mengangkat derajat kehormatan Syaikh Abdul Qadir. Sebaliknya, ia malah sering dikunjungi khalifah yang membutuhkan petunjuk-petunjuknya.

Masih banyak petikan inspiratif dari manaqib yang dibaca para santri dan masyarakat dalam dan luar pesantren As-Sholihin al-Abror ini. Kiai Mukhlis Fadlil, pemimpin pembacaan manaqib, mengatakan, manaqib memang seyogianya tak hanya dibaca, tapi juga dihayati dan diamalkan.

Di depan sejumlah botol berisi air mineral yang sengaja dibuka dan dijajar sejak awal, manaqiban ditutup dengan doa. Taushiyah agama kemudian digelar. Sebagai penceramah, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menjelaskan antara lain tentang keutamaan ilmu, ulama, dan akhlak.

Untuk kedua kalinya doa dipanjatkan sebelum jamaah menyantap nasi dan ayam sumbangan mereka sendiri. Satu nampan hidangan dihabiskan secara bersama oleh dua hingga empat orang. Sebagaimana Syaikh Abdul Qadir, jamaah manaqiban pun mengakrabi kebersamaan.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Hadits, Kiai Fans Gus Dur

Selasa, 13 Februari 2018

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat

Jakarta, Fans Gus Dur. Selain merngkul para pemimpin Islam di negara-negara bermayoritas muslim, International Summit of The Moderate Isalmic Leaders (Isomil) yang digelar Nahdlatul Ulama juga perlu menggandeng para pemimpin Islam di negara-negara Eropa dan Amerika. Hal ini mengingat terorisme dan radikalisme tak hanya menjadi problem negara muslim, tetapi juga menjadi persoalan dunia global.

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil Perlu Gandeng Para Pemimpin Muslim di Negara Barat

Demikian disampaikan oleh intelektual muda NU Syafiq Hasyim kepada Fans Gus Dur sesaat setelah acara pembukaan Isomil, Senin (9/5) di Gedung Jakarta Conventiona Center (JCC) Senayan, Jakarta. Kegiatan bertajuk Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia ini akan berlangsung hingga Rabu (11/5).

Syafiq Hasyim yang merupakan Doktor lulusan Freie Universitat (FU) Berlin Jerman ini menjelaskan bahwa pemimpin Islam di negara Eropa dan Amerika bukan berarti pemimpin dalam artian politik tetapi mereka yang menjadi pemimpin kultural di tengah masyarakat muslim di sana. 

“Saya kira ke depan kegiatan seperti ini perlu mengundang para pemimpin muslim di negara Eropa dan Amerika. Bukan hanya pemimpin dari kawasan negara bermayoritas muslim, tetapi negara-negara di mana muslim hidup di sana, seperti Perancis, Jerman, Amerika, dan negara-negara Barat lain,” jelas Syafiq.

Fans Gus Dur

Persoalan Islamic radicalism di Barat, lanjut kiai muda yang masih aktif mengajar kitab kuning ini, menjadi semacam buah simalakama. Sebab itu hal ini juga perlu mendapat perhatian karena tidak jarang muslim yang minoritas menjadi sorotan setiap terjadi tindakan terorisme.

“Dalam konteks Barat, Islamic radicalism itu buah simalakama bagi para pemimpin muslim di Barat, karena jika mengkritik, mereka dianggap membenci Islam, tetapi jika tidak meng-counter radikalisme, mereka akan dianggap pro kepada terorisme oleh pemerintah setempat,” ungkapnya.

Terkait dengan tema besar Islam Nusantara sebagai inspirasi peradaban dunia, Syafiq menilai hal ini merupakan langkah nyata dari Islam Indonesia dalam hal ini NU yang berupaya menunjukkan kehidupan yang harmonis antara Islam dengan politik, demokrasi, hak asasi manusia, dan lain-lain.

“Kondisi harmonis ini yang mungkin sulit ditemukan di negara-negara lain sehingga inspirasi ini menjadi semcam tawaran kepada dunia bahwa Islam di Indonesia bisa menjadi model bagi mereka,” tandas Syafiq. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pertandingan, Warta Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Gaya Hidup Putri Rasulullah

Menjadi anak raja hampir selalu membawa takdir keberuntungan. Kekuasaan puncak sang ayah tak hanya memungkinkan dia hidup serbakecukupan tapi juga berlumuran kemewahan. Lantas, bagaimana dengan putri Nabi Muhammad SAW, pemimpin tertinggi dan pelaksana risalah ilahi?

Suatu hari Sayyidah Fathimah, dihampiri Abdurrahman bin ‘Auf. Dia mengabarkan bahwa Rasulullah tengah menangis sedih selepas menerima wahyu dari Jibril. Abdurrahman datang dalam rangka mencari obat bagi susana hati Nabi yang kalut itu. Satu hal yang selalu membuat bahagia Rasulullah adalah melihat putrinya.

Gaya Hidup Putri Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya Hidup Putri Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya Hidup Putri Rasulullah

“Baik. Tolong menyingkirlah sejenak hingga aku selesai ganti pakaian.” Demikian diceritakan dalam kitab al-Aqthaf ad-Daniyyah melalui riwayat Umar bin Khattab.

Fans Gus Dur

Keduanya lalu berangkat ke tempat Rasulullah. Saat itu Fathimah menyelimuti tubuhnya dengan pakaian yang usang. Ada 12 jahitan dalam lembar kain tersebut. Serpihan dedaunan kurma juga tampak menempel di sela-selanya.

Fans Gus Dur

Sayidina Umar bin Khattab menepuk kepala ketika menyaksikan penampilan Fathimah. “Betapa nelangsa putri Muhammad SAW. Para putri kaisar dan raja mengenakan sutra-sutra halus sementara Fathimah anak perempuan utusan Allah puas dengan selimut bulu dengan 12 jahitan dan dedaunan kurma.”

Sesampainya menghadap ayahandanya, Fathimah bertutur, “Ya Rasulullah, tahukah bahwa Umar terheran-heran dengan pakaianku? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kemuliaan, aku dan Ali (Sayyidina Ali bin Abi Thalib, suaminya) selama lima tahun tak pernah menggunakan kasur kecuali kulit kambing.”

Fathimah menceritakan, keluarganya menggunakan kulit kambing tersebut hanya pada malam hari. Sementara siang kulit ini menjelma sebagai tempat makan untuk unta. Bantal mereka hanya terbuat dari kulit yang berisi serpihan dedaunan kurma.

“Wahai Umar, tinggalkan putriku. Mungkin Fathimah sedang menjadi kuda pacu yang unggul (al-khailus sabiq),” sabda Nabi kepada sahabatnya itu.

Analogi kuda pacu merujuk pada pengertian keutamaan sikap Fathimah yang mengungguli seluruh putri-putri raja lainnya. “Tebusanmu (wahai Ayah) adalah diriku,” sahut Fathimah.

Dengan kedudukan dan kharisma ayahandanya yang luar biasa, Fathimah sesungguhnya bisa memperoleh apa saja yang ia kehendaki, lebih dari sekadar pakaian dan kasur yang bagus. Namun, kepribadian Rasulullah yang bersahaja tampaknya memang mewaris ke dalam dirinya. Fathimah tetap tampil sederhana, dengan segenap kebesaran dan kemewahan jiwanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Daerah, Warta Fans Gus Dur

Minggu, 04 Februari 2018

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia

Jakarta, Fans Gus Dur. Selain Duta Besar India Gurjit Singh, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Selasa (4/6) kemarin juga menerima kunjungan Duta Besar Korea Selatan Kim Young-sun di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. 

Kim Young-sun bersama rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra dan beberapa staf PBNU urusan kerjasama luar negeri.

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkunjung ke PBNU, Dubes Korea Ingin Tahu Islam Indonesia

“Dubes Korea baru pertama kali berkunjung ke PBNU. Mereka ingin tahu tentang NU khususnya, dan tentang Islam Indonesia secara umum. Ia menanyakan, kenapa Islam di Indonesia yang mayoritas bisa hidup berdampingan dengan non muslim dengan baik,” kata KH Said Aqil Siroj kepada Fans Gus Dur usai pertemuan.

Fans Gus Dur

Kepada Kim Young-sun, ia menjelaskan, karakter bangsa Indonesia semenjak awal memang saling menghargai berbagai keyakinan dan kepercayaan masyarakat. Karakter ini dikembangkan oleh NU dengan prinsip tasamuh, atau toleransi.

Fans Gus Dur

“Saya jelaskan semua, kenapa Islam Indonesia bisa berdampingan dengan non muslim. Ya walaupun di sana-sini masih ada beberapa kasus, tapi jika dibandingkan dengan Timur Tengah, Indonesia masih lebih baik,” kata Kang Said.

Suasana kunjungan itu berlangsung akrab dan penuh canda tawa, terutama ketika Kim Young-sun dicecar banyak pertanyaan oleh PBNU tentang Ginseng Korea.

Dalam kunjungan itu Dubes Korea menawarkan kerjasama dengan PBNU dalam pendirian rumah sakit di Indonesia. Dubes juga mengundang secara khusus PBNU untuk datang ke kantor kedutaan dan berkunjung ke negeri ginseng.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta Fans Gus Dur

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan

Jakarta, Fans Gus Dur

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta meluncurkan kelompok diskusi yang diberi nama Diskursus Pemuda Kebangsaan (DPK), Kamis (21/1) di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta. Peluncuran ini dilaksakanakan bersamaan dengan diskusi rutin yang dilakukan PKC PMII DKI Jakarta.

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan

Koordinator utama DPK, Don Gustiral mengatakan, setiap diskusi yang dilaksakan oleh PMII merupakan diskursus akademik sebagai perwujudan keilmuan yang diterima oleh mahasiswa di kampus.?

Pemuda sebagai pilar bangsa, lanjutnya, sangat penting dalam memahami berbagai problematika kebangsaan tak terkecuali persoalan radikalisme yang terus bergerak masif mengancam keutuhan bangsa.

“Di PMII, sudah menjadi tradisi terkait dengan kelompok-kelompok kajian serius. Misal kelompok kajian 164 yang terbukti melahirkan banyak intelektual dan tokoh yang hingga saat ini aktif menghasilkan pemikiran-pemikiran brilian,” ujar Don Gustiral di tengah puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Ketua Umum PKC PMII DKI Jakarta, Mulyadin Permana juga menuturkan, walaupun masih dalam tataran diskusi, kelompok kajian kebangsaan ini sangat penting guna menyadarkan generasi muda secara umum terkait problem kebangsaan. Merujuk pada kasus bom Thamrin, Mulyadin menegaskan bahwa mental intoleran masih melekat pada diri generasi muda.

“Diskusi problem kebangsaan harus terus digelorakan. PMII mengajak kepada para mahasiswa untuk aktif menyumbang pemikiran guna mengurai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Adapun dalam diskusi bertema ‘Pemuda dan Pemahaman Kebebasan Beragama’ ini, PKC PMII DKI Jakarta menghadirkan Ketua Kanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahman Harun, Wasekjen PP GP Ansor Masud Shaleh, Anggota FPDIP Jalaluddin Rahmat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, dan Ketua Banteng Indonesia I Ketut Guna Arta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian, Kyai, Warta Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie

Jakarta, Fans Gus Dur - Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBI NU) menginstruksikan PW LPBI NU Aceh untuk bergerak ke daerah yang tertimpa gempa bumi di Kabupaten Pidie Jaya. Pengurus pusat meminta pengurus wilayahnya di Aceh untuk segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Mereka (PW LPBI NU) langsung bergerak, langsung assessment di kabupaten Pidie,” kata Sekretaris PP LPBNI NU Yayah Ruhyati kepada Fans Gus Dur di lantai 7 Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (7/12).

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie (Sumber Gambar : Nu Online)
PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie (Sumber Gambar : Nu Online)

PP LPBI NU Galang Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Pidie

Seperti yang sudah-sudah, PP LPBI NU selalu bekerja sama dengan BPBD setempat dan masyarakat untuk membantu kebutuhan korban bencana.

“Setelah mendapatkan hasil assessment dari tim di tempat bencana, kita kirim bantuan ke sana sesuai dengan kebutuhannya. Yang pasti kebutuhan paling penting itu tenda dan makanan,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

PP LPBI NU juga menerima bantuan dari mana saja untuk kepentingan korban bencana gempa bumi.

Sebagaimana diketahui, laporan assesstment awal gempa bumi di Pidie memakan korban meninggal dunia sebanyak 18 orang dengan rincian 7 anak-anak dan 11 dewasa. Korban luka-luka sebanyak 155 dengan rincian 122 orang luka ringan dan 33 orang luka berat. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Warta Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Mataram, Fans Gus Dur. Gelaran Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Alim Ulama (Munas Konbes) NU turut dimeriahkan dengan sunatan massal oleh Care-LAZISNU, Rabu (22/11). Terdapat sedikitnya 50 anak-anak menjadi peserta sunatan yang bekerjasama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).

“Ini bagian kerja sama setelah acara sunatan di Jakarta sukses. Di sini menggabungkan dengan Munas NU yang sudah kami koordinasikan dengan panitia Munas, hal. berbagi kebahagian," kata Direktur NU Care-LAZISNU Syamsul Huda, di lokasi kegiatan Pesantren Darul Hikmah Pagutan,

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care-LAZISNU Adakan Sunatan Massal di Pesantren Darul Hikmah Lombok

Sunatan massal juga sebagai upaya NU Care-LAZISNU mengajak anak-anak bergembira.





"Dengan menunaikan sunatan keinginan mereka dalam menunaikan sebagai umat Islam terpenuhi.

Fans Gus Dur





Peserta sunatan juga diberikan uang tunai dan sepeda.



Fans Gus Dur



Pengasuh Pesantren Darul Hikmah, TGH Abdul Hamid menyampaikan pihanya beryukur dengan pelaksanaan sunatan yagn bisa melibatkan masyarakat di Lombok.





"Semoga dapat dilakukan di kesempatan lainnya," harapnya.

Deputi Branch Manager Alfamart, Ahmad Saeful mengatakan sunatan masal merupakan salah satu bentuk penyaluran donasi bantuan pelanggan Alfamart periode Oktober 2017.





“Ini juga sebagai bukti bahwa Alfamart selalu dekat dengan masyarakat,” tambah Saeful.



Budiono orangtua, dari Riski Setiono (5 tahun); menyampaikan terima kasih dan sangat bersyukur anaknya bisa menjadi peserta sunatan tersebut.

"Alhamdulillah, anak saya juga senang karena dapat hadiah sepeda," kata Budiono. 





Senada, Slamet orangtua Teguh Muhamad Agus Setiawan (5,5 tahun), mengungkapkan rasa syukurnya.





"Karena anak saya juga sudah waktunya disunat," kata Slamet. (Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Halaqoh, News Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu

Bandar Lampung, Fans Gus Dur 

Salah satu tantangan dalam pengembangan lembaga pendidikan adalah persoalan peningkatan mutu. Oleh karena itu diperlukan komitmen semua pihak, baik  pemerintah maupun unsur masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Lampung Komitmen Tingkatkan Mutu

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung, Drs. H. Abdurrahman mengatakan, masalah khas madrasah atau sekolah berciri khusus, antara lain kesenjangan lokasi yaitu tersebar luas hingga pelosok, sampai persoalan kesenjangan sumber daya pendidikan.

“Di lingkungan madrasah sangat terbatas guru-guru mata pelajaran umum,’tuturnya ketika menerima kunjungan PW LP Ma’arif NU Lampung, Selasa (20/8) di kantornya.

Fans Gus Dur

Dijelaskan Abdurrahman, pihaknya mengapresiasi kiprah Ma’arif NU yang selama ini konsen terhadap upaya-upaya memajukan pendidikan. “Saat ini 94 persen madrasah dikelola swasta, dan dari jumlah itu sekitar 60 persen dinaungi Ma’arif NU. 

Jadi, tambah dia, kalau madrasah atau sekolah yang dikelola Ma’arif maju, berarti kemajuan yang dicapai secara umum cukup signifikan,” lanjutnya.

Fans Gus Dur

Abdurrahman mengharapkan Ma’arif NU Lampung tetap menjaga kualitas satuan-satuan pendidikan yang ada di jajarannya. “Pemerintah, dalam hal ini Kanwil Kemenag Lampung sangat mendukung pengembangan madrasah dan pendidikan yang berada di lingkungan kementerian Agama,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PW LP Ma’arif NU Lampung Fauzi menyampaikan beberapa program kerja dan kegaiatan yang sudah dilaksanakan. 

“Kami ingin menyinergikan program bersama pemerintah, khususnya Kementerian Agama. Alhamdulillah, melalui silaturrahim seperti ini terdapat banyak kesamaan visi dan sikap yang dapat ditindaklanjuti secara operasional,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, pihaknya mengemban misi meningkatkan kualitas lembaga pendidikan khususnya di lingkungan NU. Upaya itu ditempuh melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan 20 guru inti yang mengikuti pelatihan untuk pelatih dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Selain itu juga sedang mengembangkan sekolah unggulan dan adanya SMK Ma’arif di setiap kecamatan. Intinya kami komitmen pada peningkatan kualitas pendidikan dan akses pendidikan bagi masyarakat,” ujar Fauzi.

Redaktur     : Abdullah Alawi 

Kontributor : Dwi Rohmadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Warta, Nusantara Fans Gus Dur

Jumat, 05 Januari 2018

Ulama Inggris: Beruntunglah Orang-orang yang Mengikuti NU!

Solo, Fans Gus Dur - Syekh Musab Penfound hadir di acara Lailatul Ijtima’ di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta, Ahad (9/4). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan ceramahnya di depan para pengurus dan jamaah yang hadir.

Ulama asal Manchester Inggris tersebut menjelaskan tentang pentingnya memiliki sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah SAW.

Ulama Inggris: Beruntunglah Orang-orang yang Mengikuti NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Inggris: Beruntunglah Orang-orang yang Mengikuti NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Inggris: Beruntunglah Orang-orang yang Mengikuti NU!

“Maka beruntunglah orang-orang yang mengikuti NU sebab di NU sanad kelilmuannya jelas, bersambung hingga Rasulullah SAW,” kata Syekh Mus’ab, sebagaimana diterjemahkan oleh Habib Alwi bin Ali Al Habsyi.

Fans Gus Dur

Ditambahkan dia, kata nahdlah tidak hanya bermakna kebangkitan, tapi juga merupakan tajdid (pembaharuan) bagi hati orang yang mengikuti Nahdlatul Ulama sebagai mana ulama terdahulu mendirikannya.

Kegiatan yang menjadi rangkaian dalam menyambut Harlah NU ke-94 itu, dibuka dengan pembacaan istighasah yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU Surakarta KH Sofwan Fauzi. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Sabtu, 30 Desember 2017

Orang Mampu Mengaku Miskin

Sering kita jumpai orang mampu tapi mengaku orang miskin. Pengakuan tersebut sebenarnya lebih dikarenakan faktor mental, yakni orang tersebut bermental miskin, karena keserakahannya terhadap harta yang ingin dimilikinya. Orang seperti itu tidak akan merasa cukup sebelum semuanya menjadi milik dia.

Oleh karena itu, pengelola zakat harus berhati-hati dalam menyalurkan zakatnya jangan sampai salah sasaran ke tangan orang yang bukan mustahiq. Jika pemberian itu  berupa hibah memang orang yang mampu berhak menerimanya. Asalkan penerima adalah orang yang membutuhkan atau pemberi hibah bermaksud mencari pahala. 

Dalam I’anatut-Thalibin disebutkan bahwa jika ada seseorang yang membayar zakat sebelum waktunya (ta’jil), dan orang fakir penerima zakat itu sudah tidak berhak lagi menerima zakat ketika waktu zakat tadi tiba, maka harta yang telah dizakatkan diambil lagi oleh muzakki. Memang orang yang mengaku fakir dan miskin bisa dibenarkan tanpa melalui sumpah, hanya saja orang kaya tidak mendapat bagian zakat. Demikian juga dijelaskan dalam Ma’rifatus-Sunan wal Atsar yang disusun Al-Baihaqi, “Tidak sah shadaqah diberikan kepada orang kaya dan orang mampu.”

Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Mampu Mengaku Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Mampu Mengaku Miskin

Dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fii Syarhil Minhaj, Ibnu Hajar Al-Haitami menjelaskan: “Jika pemberian diwakilkan kepada orang lain, dan barang diberikan kepada orang yang tidak diizinkan oleh muwakkil, maka penerima barang harus menggantinya (dhaman).” Demikian juga seorang karyawan atau pekerja yang mengaku belum dibayar (diberi upah) padahal sudah dibayar. Kemudian orang tersebut diberi upah, maka pemberian tersebut tidak halal baginya.

Hal ini dikarenakan dia telah berbohong sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar: “Jika seorang pekerja mengaku belum dibayar (diberi upah) secara bohong, kemudian ia pun diberi upah, maka ia tidak halal baginya untuk menerimanya dan ia tidak bisa memiliki upah tersebut.” 

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Dengan kata lain orang yang mampu dan berada tetapi mengaku-ngaku miskin dengan tujuan medapatkan zakat dan kemudian ia mendapatkan zakat. Sesungguhnya zakat yang diterimanya menjadi barang yang haram bagi dirinya. Wallahu a’lam bish shawab. (Sumber: Konsultasi Zakat LAZIZNU dalam Nucare yang diasuh oleh KH. Syaifuddin Amsir / Red. Ulil H

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, PonPes, Kiai Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

Pelajar NU Ngoro Fasilitasi Minat dan Bakat Pelajar

Jombang,Fans Gus Dur. Pengurus Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang memiliki perhatian khusus pada minat dan bakat pelajar. Untuk hal itu, IPNU berupaya memfasilitasinya. Di antara upaya tersebut adalah mengadakan pelatihan-pelatihan.

Pada Ahad (20/11) IPNU memfasilitasi minat pada keterampillan menjadi pembawa acara karena salah kebutuhan dalam kegiatan-kegiatan resmi

Pelajar NU Ngoro Fasilitasi Minat dan Bakat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Ngoro Fasilitasi Minat dan Bakat Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Ngoro Fasilitasi Minat dan Bakat Pelajar

"Pelatihan MC ini untuk memberikan tempat bagi pelajar yang berminat dalam pemandu acara," kata Riza, Ketua Panitia pelatihan MC, Rabu (23/11).

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, selain untuk mewadahi minat dan bakat pelajar setempat, pelatihan ini juga bertujuan untuk memotivasi pengurus IPNU-IPPNU dalam berorganisasi.

Fans Gus Dur

Dengan diperhatikannya bakat pelajar, kata Riza, pelajar setidaknya akan terus semangat mengabdi di masyarakat, mereka juga akan dengan sendirinya melakukan kaderisasi terhadap pelajar lainnya.

"Pelatihan MC ini merupakan kegiatan untuk memotivasi para kader dan anggota IPNU-IPPNU Ngoro, dalam pelatihan ini, panitia menghadirkan pemateri handal, yaitu Durrotul Bahiyah asal Ngoro," tambahnya.

Sementara Ketua PAC IPPNU Ngoro Siti Mufarrikha mengungkapkan, MC sangat dibutuhkan di lingkungan masyarakat. Hal itu juga menjadi salah satu bakal ketika hendak bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"MC? jika ditekuni dengan baik, ulet dan serius akan menjadikan ilmu yang bermanfaat bagi para kader muda IPNU-IPPNU Ngoro dan masyarakat sekitarnya, kegiatan ini memberikan manfaaat ketika terjun ke masyarakat kelak," jelasnya.

Pelatihan yang berlangsung di kantor MWCNU Ngoro, Ahad (20/11) lalu itu, diikuti oleh sekitar 50 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan Pengurus Komisariat (PK), Pengurus Ranting (PR) dan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU se-Kecamatan Ngoro. Sejumlah peserta ini akan terus dikembangkan bakatnya melalui pertemuan-pertemuan rutin. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Warta Fans Gus Dur

Senin, 25 Desember 2017

GP Ansor Lampung Utara Turunkan Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Penjarahan

Lampung Utara, Fans Gus Dur - GP Ansor Lampung Utara bersama PCNU setempat menggelar aksi sosial untuk korban kebakaran dan penjarahan di Desa Sukada Ilir Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara. Mereka menyerahkan bantuan berupa pakaian, makanan, dan keperluan harian yang dibutuhkan para korban, Senin (15/2).

Terkait musibah kebakaran di Desa Sukada Ilir, GP Ansor dan PCNU Lampung Utara terketuk untuk membantu korban kebakaran dan penjarahan yang salah satu korbannya adalah warga MWCNU dan anggota Banser.

GP Ansor Lampung Utara Turunkan Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Penjarahan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Utara Turunkan Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Penjarahan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Utara Turunkan Bantuan untuk Korban Kebakaran dan Penjarahan

Mereka membawa pakaian pria, wanita dan anak serta beras, mie instan, dan keperluan keseharian untuk para korban yang rumahnya terbakar dan dijarah oleh oknum yang tidak bertanggung Jawab.

Fans Gus Dur

Ketua Forum Keluarga Pesantren Lampung Utara KH Erwinto secara simbolis menyerahkan bantuan kepada Camat Bunga Mayang dan utusan dari Pemerintah Daerah Kaban Kesbangpol Lampung Utara.

“Besar-kecilnya uang sumbangan yang kami peroleh, akan sangat membantu para korban,” Sekretaris GP Ansor Lampung Utara Hidrikal Mukroh.

Sementara Ketua PCNU Lampung Utara KH Sonhaji Aziz mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk solidaritas sesama untuk saling peduli atas musibah yang menimpa para korban kebakaran dan penjarahan di Desa Sukada Ilir.

Fans Gus Dur

“Ini hanya rasa kebersamaan dan saling bantu antarsesama, kita hanya menyalurkan bantuan dari warga NU,” ujar Sonhaji.

Penyerahan bantuan ini terselenggara atas partisipasi PCNU, GP Ansor, Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman), Banser, dan IPNU. (Minang Rikal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Hadits, Quote Fans Gus Dur

Jumat, 22 Desember 2017

Revitalisasi Rohis untuk Penanaman Islam Ramah dan Bermartabat

Jakarta, Fans Gus Dur

Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Ditjen Pendidikan Islam akan menggelar Perkemahan Rohis untuk kedua kalinya pada Senin-Jumat (2-6/4) mendatang di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta. Kegiatan ini mengambil tema ‘Membangun Generasi Emas yang Ramah dan Bermartabat’.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin menjelaskan, kegiatan perkemahan ini sangat strategis karena keberadaan Rohis sangat vital di sekolah.?

Revitalisasi Rohis untuk Penanaman Islam Ramah dan Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Revitalisasi Rohis untuk Penanaman Islam Ramah dan Bermartabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Revitalisasi Rohis untuk Penanaman Islam Ramah dan Bermartabat

“Dalam kegiatan ini, kita berupaya merevitalisasi Rohis dengan wawasan dan pemahaman Islam yang baik dan ramah serta bermartabat untuk bisa disebarkan kepada siswa-siswa lain,” ujar Kamaruddin dalam jumpa pers, Kamis (28/4) di Kantor Kemenag RI Jalan Lapangan Banteng Barat Jakarta Pusat.

Kamaruddin menjelaskan bahwa eksistensi Rohis perlu dibina sedemikian rupa dengan memberikan pemahaman agama yang baik dan benar. Hal ini menurutnya, karena materi pelajaran agama di sekolah hanya 3 jam sehingga kurang memadai.

Fans Gus Dur

“Rohis yang menjadi salah satu fokus Kementerian Agama untuk mencetak generasi ramah menjadi hal penting untuk menginternalisasi nilai-nilai moralitas, karakter, dan akhlak mulia. Melalui revitalisasi Rohis, pada akhirnya siswa bisa membentengi diri dari perilaku amoral dan radikal,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PAI Kemenag RI H Amin Haedari menerangkan bahwa tak kurang dari 2000 siswa akan menjadi peserta perkemahan ini. Para delegasi tersebut berasal dari 33 provinsi di Indonesia.

“Mereka akan diberikan materi wajib dan umum. Materi yang wajib diikuti peserta adalah tentang pemahaman Islam ramah sehingga nantinya bisa menjadi duta-duta Islam ramah di tengah masyarakat,” ujar Amin.

Fans Gus Dur

Sedangkan materi umum, lanjutnya, meliputi konsep public speaking, leadership, manajemen masjid, jurnalistik, penulisan karya ilmiah, dan penulisan fiksi ilmiah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Warta Fans Gus Dur

Minggu, 10 Desember 2017

Politik NU sebagai Siyasah Aliyah Samiyah

Sebagaimana telah dimaklumi bersama, NU merupakan ? ? ? (organisasi keagamaan yang bersifat sosial). Sebagai organisasi keagamaan Islam, tugas utama NU adalah menjaga, membentengi, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam menurut pemahaman ? ? ? di bumi nusantara pada khususnya dan di seluruh bumi Allah pada umumnya.

Tugas ini tidaklah sederhana, di tengah-tengah era keterbukaan yang memberi peluang masuknya aliran-aliran dan kelompok-kelompok keagamaan yang cenderung memanfaatkan kebebasan untuk mencaci maki dan menyesat-nyesatkan (?), bahkan menkafir-kafirkan (?) terhadap pihak lain yang berbeda pemahaman keagamaan dengan dirinya. Padahal seharusnyalah era keterbukaan dan kebebasan membuat setiap kelompok semakin memantapkan sikap toleran (?­) dalam menyikapi perbedaan.

Alangkah dalamnya makna ungkapan Al-Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i dalam kaitan ini:

Politik NU sebagai Siyasah Aliyah Samiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik NU sebagai Siyasah Aliyah Samiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik NU sebagai Siyasah Aliyah Samiyah

? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?

(Pendapat saya benar namun mungkin memuat kesalahan, pendapat orang lain salah namun mungkin juga ada benarnya: Red)

Menghadapi kenyataan yang tidak menggembirakan tersebut, menjadi tugas PBNU untuk menggerakkan secara optimal perangkat organisasi yang terkait dengan fungsi menjaga, mengembangkan dan melestarikan ajaran Islam ASWAJA, seperti mendorong optimalisasi peran dan kinerja Lembaga Dakwah NU (LDNU), Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) dan Lajnatut-Ta’lif wan-Nasyr NU (LTNNU). Dengan pendekatan? dan ? ? dapat dipelihara kelangsungan ajaran ASWAJA, tanpa harus terlibat dalam tindakan-tindakan anarkhis yang sangat merugikan citra paham ASWAJA sebagai representasi ajaran Islam ? ?

Sebagai organisasi sosial (? ?), NU harus mencurahkan perhatiannya secara serius pada bidang sosial, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan, pertanian dan lain-lain yang menjadi problem kehidupan sehari-hari warga, masyarakat dan bangsa.

Fans Gus Dur

Hal ini perlu diingatkan, menjelang tahun 2014 yang merupakan tahun politik bangsa kita, karena dikhawatirkan tidak sedikit pengurus NU di berbagai tingkatan yang memperlakukan NU seakan-akan sebagai sebuah partai politik (? ?), yang bergerak pada tataran politik praktis alias politik kekuasaan.

Fans Gus Dur

Politik kekuasaan yang lazim disebut politik tingkat rendah (low politics/? ?) adalah porsi? partai politik dan warga negara, termasuk warga NU secara perseorangan. Sedangkan NU sebagai lembaga, harus steril dari politik semacam itu. Kepedulian NU terhadap politik diwujudkan dalam peran politik tingkat tinggi (high politics/? ? ? ), yakni politik kebangsaan, kerakyatan dan etika berpolitik.

Politik kebangsaan berarti NU harus ? dan proaktif mempertahankan NKRI sebagai wujud final negara bagi bangsa Indonesia. Politik kerakyatan antara lain bermakna NU harus aktif memberikan penyadaran tentang hak-hak dan kewajiban rakyat, melindungi dan membela mereka dari perlakuan sewenang-wenang dari pihak manapun.

Etika berpolitik harus selalu ditanamkan NU kepada kader dan warganya pada khususnya, dan masyarakat serta bangsa pada umumnya, agar berlangsung kehidupan politik yang santun dan bermoral yang tidak menghalalkan segala cara.

Dengan menjaga NU untuk bergerak pada tataran politik tingkat tinggi inilah, jalinan persaudaraan di lingkungan warga NU (? ?) dapat terpelihara. Sebaliknya,manakala NU secara kelembagaan telah diseret ke pusaran politik praktis, ? ? akan tercabik-cabik, karenanya ? ? ? ?!

Oleh karena itu, sinyalemen adanya Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah di beberapa daerah yang dicalegkan dan lain sebagainya, wajib mendapatkan respons yang sungguh-sungguh dari Rapat Pleno ini, sesuai dengan ketentuan AD/ART tentang larangan rangkap jabatan.

Kiranya inilah pesan dan arahan yang perlu kami sampaikan.

DR. KH. M. A. SAHAL MAHFUDH

Rais ‘Aam PBNU

?

*Sambutan dan Pengarahan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) disampaikan pada Rapat Pleno PBNU tanggal 6-8 September 2013 di Pondok Pesantren UNSIQ Al-Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Warta, Kajian Fans Gus Dur

Sabtu, 02 Desember 2017

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan.

Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.?

Tabahnya Hati Seorang Muadzin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabahnya Hati Seorang Muadzin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun. ? Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak. Yang sulung sudah kuliah; yang bungsu masih duduk di bangku SD.

Melihat banyaknya orang yang menshalatkan Bu Bariyah, baik laki-laki maupun perempuan, dan jumlah pelayat yang tidak bisa dihitung satu per satu, ditambah lagi banyaknya pelayat yang secara suka rela mengantarkan jenazah hingga tempat pemakaman dalam suasana hujan gerimis, orang awam saja bisa mengambil kesimpulan Ibu Sri Bariyah insyaallah husnul khatimah. Sebagai istri, kebaikan Bu Bariyah ? kepada Pak Syakur diakui banyak orang.

Aku pun juga mengakui kebaikan pasutri itu. Aku cukup tahu siapa mereka berdua. Rumahnya gandeng dengan rumah yang aku tempati, hanya posisinya bertolak belakang. Istriku juga sering bercerita Bu Bariyah ? adalah orang sabar, selalu hormat dan bakti kepada suami.

Maka tidak mengherankan ketika Kiai Halim di sore itu menanyakan kepada para pelayat apakah Bu Bariyah orang baik, semua hadirin menjawab serempak, “Orang baik!” Dan jawaban itu diulang hingga tiga kali. Dalam Islam, orang baik yang meninggal dunia di hari Jumat akan terlindung dari siksa api neraka. Ya, hari itu adalah Jumat, 9 September 2016, Ibu Sri Bariyah, S.Pd.I. pulang ke rahmatullah. Inna lillahi wainna ilaihi rajiun.

Fans Gus Dur

Ada banyak peristiwa dari pagi hingga sore hari itu terkait wafatnya Bu Bariyah dan prosesi pemakamannya. ? Namun, hal yang paling membuatku terharu adalah saat Pak Syakur berada di tempat pemakaman. Dalam susana seduka itu Pak Syakur masih sanggup mencucurkan keringat mencangkul tanah urug untuk mengurug kembali liang lahat dimana jenazah istrinya dibaringkan untuk selamanya.?

Ketabahan hati Pak Syakur memang dahsyat dan itu sekaligus merupakan ungkapan ridha seorang suami bahwa ia ikhlas ditinggal sang istri demi menghadap Sang Khaliq yang telah memanggilnya pulang dan takkan pernah kembali. Pak Syakur telah membuktikan kata-katanya di depan Kiai Halim yang membacakan mahasinul mayyit Bu Bariyah bahwa ia ridha atas apa yang menimpa istrinya. Sebelumnya Kiai Halim memang menanyakan hal itu.?

Allahumaghfirlaha... warhamha... wa’afiha... wa’fu ‘anha... waj’alil jannta matswaha. amin.

Fans Gus Dur





Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta





Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Warta Fans Gus Dur

Rabu, 22 November 2017

Masjid sebagai Pondasi Agama, Masyarakat, dan NKRI

Gowa, Fans Gus Dur 

Sekretaris Lembaga Takmir Masjid Pengurus Wilayah Sulawesi Selatan H Misbahuddin mengingatkan bahwa sejarah kejayaan Islam ada di tangan pemuda. Karena pada saat itu, katanya, pemuda mengisi segala lini kehidupan termasuk mengisi masjid. 

Masjid sebagai Pondasi Agama, Masyarakat, dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid sebagai Pondasi Agama, Masyarakat, dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid sebagai Pondasi Agama, Masyarakat, dan NKRI

Demikian disampaikan Misbahuddin Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Pesantren Bahrul Ulum Kabupaten Gowa, Jumat (8/12).

Menurutnya, kalau hari ini pemuda tidak bergerak, pemuda tidak berpikir tentang masjid dengan baik, maka boleh jadi masjid tidak berfungsi secara baik karena masjid menjadi kekuatan dan fondasi agama, masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 

Fans Gus Dur

"Pemuda harus dekat dengan masjid, mengawasi masjid, mengisi masjid dengan kegiatan di antaranya dengan pengajian yang muatannya untuk menjadi NKRI," terangnya. 

Kegiatan yang mengusung tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI ini terlaksana atas kerja sama LTM PBNU dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). 

Hadir pada hari terakhir roadshow Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 di Pulau Sulawesi Selatan ini Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazein, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, Sekretaris LTM PBNU H Sarmidi Husna, Ketua PCNU Kabupaten Gowa Abdul Jabbar Hijaz, Wakil Ketua PWNU Sulawesi Selatan H Muammar Bakri. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Meme Islam, Sholawat, Warta Fans Gus Dur

Selasa, 14 November 2017

Sang Dosen Menyoal “Selamat Siang”

Oleh : Fawwaz Muhammad Fauzi

“Tidak penting apapun agama atau sukumu... Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” – Gus Dur

Assalamualaikum, SELAMAT SIANG Kota Malang, Kota Toleransi, Kota berkumpulnya berbagai macam suku, ras, budaya, dan agama, sehingga menjadi kota yang berpenduduk sangat bhinneka, dan banyak beberapa komunitas yang mengupayakan sebuah gerakan ‘Tunggal Ika’ nya, sehingga keberagaman penduduk Kota Malang dapat menjadi pondasi persatuan antar sesama warga kota Malang dan menjadi percontohan Kota yang relatif aman dari isu perpecahan akibat konflik SARA.?

Sang Dosen Menyoal “Selamat Siang” (Sumber Gambar : Nu Online)
Sang Dosen Menyoal “Selamat Siang” (Sumber Gambar : Nu Online)

Sang Dosen Menyoal “Selamat Siang”

SELAMAT SIANG? Ya, tulisan ini hanya berangkat dari kata “Selamat Siang”, dimana kemarin penulis menanyakan sebuah problem mata kuliah terhadap salah satu dosen dari penulis. Di sini penulis mendapatkan respon yang sangat tidak penulis duga, terheran-heran, karena penulis kira, apa yang penulis sampaikan kepada beliau disampaikan dengan kalimat-kalimat yang terbilang sopan dan tadzim. Respon beliau menurut penulis sangat tidak perlu diungkapkan, karena ada beberapa point yang menurut penulis adalah hal yang bertentangan dengan apa yang penulis fahami selama ini.

Fans Gus Dur

Begitulan kira-kira percakapan penulis dengan beliau, sang dosen (di atas). Ada hal yang kemudian menjadi kegaduhan dalam benak penulis. Mengapa beliau sangat mempermasalahkan kata selamat siang? Mengapa beliau langsung mengkaitkan kata selamat siang dengan tradisi non-Muslim? Mengapa beliau malah menanyakan pengakuan keislaman atas dirinya kepada saya? Menurut penulis, ini penyataan yang kacau balau dan gagal paham terkait konsep agama dan sebab musabab dari kata “Assalamualaikum” itu sendiri.

Fans Gus Dur

Pertama, kata Assalamualaikum memang sangat dianjurkan oleh Rasulullah, dimana kita sunah mengucapkannya, dan wajib kifayah bagi yang mendengarnya untuk menjawab. Ada beberapa hadits Rasulullah yang menerangkan terkait salam, seperti hadits terkait anjuran berucap salam dan menjawabnya, tata cara mengucapkan salam dan menjawabnya, bagaimana mengucapkan salam kepada non-Muslim, bagaimana mengucapkan salam ketika masuk rumah yang kosong, dan hingga hal yang menjadi keutamaan mengapa harus mengucap “Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh”.

Namun, apa yang kemudian menjadi anjuran Rasulullah SAW tidak kemudian menghilangkan sebuah tradisi-tradisi baik yang sudah ada dalam praktek kehidupan sosial pada saat itu, seperti ucapan “shabaahal khair (selamat pagi)”, “shabaahannur (selamat pagi)”, “nahaaruka sa’iid (semoga siangmu bahagia)”, "lailatuka sa’idah (semoga malammu bahagia)”. Jadi, sesuai dengan kaidah “Al-muhaafdzatu alal qadiimisshalih, wal akhdu bil jadiidil ashlah”, Rasulullah tidak kemudian mengharamkan ucapan-ucapan di atas dan wajib diganti dengan ucapan “Assalamualaikum”, melainkan hanya hendak membuat ucapan yang lebih afdhal dari ucapan-ucapan tersebut. Sehingga, mengucapkan “Assalamualaikum” adalah sunah, bukan wajib.

Kedua, tradisi ucapan selamat siang bukanlah tradisi non-Muslim. Jika kita melek akan sejarah. Kata selamat siang tidak pernah di syariatkan oleh agama-agama lain. Contohnya adalah agama Kristen yang mensyariatkan “Shalom Aleichim b’Shem Ha Mashiach”, Yudaisme yang mensyariatkan “Shalom aleichem”. Dimana sejatinya kedua kalimat itu adalah kalimat yang berasal dari bahasa Ibrani. Dan kita perlu tahu bahwa ternyata Bahasa Arab adalah bahasa yang serumpun dengan bahasa Ibrani yang banyak digunakan di Timur Tengah. Selain itu, ada agama Buddha yang mensyariatkan salam “Namo Buddhaya” yang artinya “terpujilah Buddha”, ada agama Hindu yang mensyariatkan “Om Swastiastu” dan “Om Santi Santi Santi Om”, dan masih banyak percontohan ucapan salam agama-agama lain yang bisa pembaca gali sendiri asal muasalnya. Dalam tradisi kesukuan di Indonesia, ada ucapan sampurasun atau Wilujeng Enjing dalam tradisi Sunda, ucapan Sugeng Enjing dalam bahasa Jawa, Horas dalam bahasa Batak, Tabea dalam bahasa Papua.

Dari beberapa ucapan di atas, penulis tidak menemukan satupun ucapan “Selamat Siang” yang disyariatkan oleh agama apapun, bahkan dari tradisi kesukuan. Sehingga, pemahaman terkait ucapan Selamat Siang adalah tradisi non-Muslim adalah salah kaprah dan perlu diklarifikasi. Karena sejatinya, ucapan selamat siang, selamat pagi, selamat sore, selamat malam adalah ungkapan salam dalam bahasa Indonesia yang perlu digunakan untuk menjalin komunikasi antar suku bangsa Indonesia yang mempunyai keberagaman. Seperti yang kita ? ketahui bersama, bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bagi bangsa Indonesia. Apabila kita masih ingat terkait sumpah pemuda, kita akan menemukan sebuah ikrar keindonesiaan dimana salah satu isinya memuat ikrar Bahasa yang satu, yaitu Bahasa Indonesia.

Ketiga, eksistensi atau pengakuan agama bukanlah hal yang patut dipertanyakan kepada orang lain ataupun khalayak umum. Karena menurut pribadi penulis, keyakinan dalam beragama adalah di dalam hati, bukan di dalam pengakuan orang lain, pengakuan dari eksisitensi keyakinan kita terhadap suatu agama, dalam hal ini adalah Islam, cukup dengan kalimat “Syahadat”. Karena di luar itu, kita tahu dalam prakteknya, banyak wilayah khilafiyah alias berbeda-beda, termasuk dalam praktek shalat, zakat, puasa dan ibadah haji. Praktek-praktek tersebut mempunyai berbagai macam versi yang diambil dari sumber hukum yang sama namun diijtihadkan dengan pemahaman yang berbeda-beda oleh ulama kita, sehingga lahirlah berbagai macam ulama mujtahid.

Apabila kita lagi-lagi menelisik sejarah, dalam ilmu teologi, eksistensi yang berlebihan atas pengakuan keislaman nyatanya malah memberikan dampak buruk terhadap Islam itu sendiri. Seperti halnya kita mengetahui sejarah dimana ada beberapa firqoh dalam Islam yang lahir karena membutakan eksistensi pengakuan, seperti Jabariyah, Qodariyah, Muktazilah, Syiah, dan Khawarij. Dimana kesemuanya lahir atas problem-problem eksistensi ketauhidan yang ingin diakui dengan kepentingan politik pada masa itu. Sehingga adalah hal yang bodoh ketika kita ingin mengulang sejarah perpecahan tersebut dengan sikap gila eksistensi, apalagi dengan kegilaan eksistensi keimanan. Dalam 6 poin rukun iman saja, semuanya adalah tentang keyakinan hati kita sendiri, bukan keyakinan yang harus dipercayai oleh orang lain. Karena manusia tidak akan pernah mengetahui apa isi hati sesama manusia itu sendiri. Bisa saja keimanan seorang kiai adalah lebih rendah dari keimanan seorang preman. Itulah rahasia hati, dan manusia hanya bisa mengandalkan sebuah kepercayaan atas sesamanya akan hal itu.

Dari beberapa pembahasan di atas, ada beberapa hal yang menjadi penting untuk kemudian difahami bersama, bahwa kita adalah manusia, yang wajib saling melindungi satu sama lain, apalagi dengan sesama Muslim. 6 point tujuan syariat Islam sendiri adalah upaya untuk melindungi sesama manusia, bukan untuk saling menjatuhkan. Apalagi menjatuhkan demi eksistensi jabatan atau gelar tertentu. Maka dari itu, dalam kehidupan sosial, perlu kiranya menjunjung tinggi nilai-nilai tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan ta’addul (keadilan). Sehingga terciptalah suatu kondisi dimana ukhuwah islamiyyah, ukhuwah wathaniyyah, ukhuwah basyariyyah terjaga dengan baik dan memunculkan kembali wajah Islam sebagai agama yang Rahmatan lil Alamin. Mari bersama-sama menjaga akan hal itu, apapun peran kita, dan apapun jabatan kita. Wallahu a’lam.

* Mahasiswa UIN Maliki Malang, Aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sunan Ampel Malang

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Warta Fans Gus Dur

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

Kupang, Fans Gus Dur. Hari Raya Idul Adha 1436 H merupakan bagian dari perhatian bagi orang mampu kepada orang yang benar-benar tidak melalui penyerahan hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban memberi makna perjalanan Nabi Ibrahim ketika menuai cobaan, kata Walikota Kupang, Jonas Salean, dalam sambutan penyerahan hewan kurban di Masjid Baburahman Kompleks Nusa Bunga Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/9).?

Penyerahan hewan kurban dilaksanakan di masjid sekitar 20 meter dari rumah pribadinya. Ia mengatakan sebagai putra dari kompleks wajib memberi apa adanya bantuan pemerintah melalui hewan kurban. Walaupun pada tahun sebelum dirinya belum pernah memberikan hewan kurban kepada masjid Baburahman tetapi hari ini ? setelah dalam perjalan tiga tahun lalu sebagai pemerintah patut memberikan bantuan kepada masyarakat, katanya.?

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

"Kepada warga Nusa Bunga, Jonas mengatakan, sesuai adat Timor, terlebih dahulu kita berikan kepada tamu dahulu. Sebagai tuan rumah biasa berada di belakang."

Fans Gus Dur

Beginilah budaya kita sebagai tuan rumah dan mengelilingi semua dulu baru saya kembali ke komplek saya, kata Jonas.?

Imam Masjid Baburahman Abas Kasim menjelaskan sebagai anak kompleks patut menghargai walaupun sekian lama baru datang kembali rumah dan mampu melihat rumah ibadah dan memberikan bantuan kepada masyarakat Muslim Nusa Bunga. Sesuai sejarah warga Nusa Bunga sejak tahun 2000 jumlah kepala keluarga hanya 20 KK sedangkan hari ini sudah mencapai 200 KK.?

Fans Gus Dur

Dengan adanya bantuan satu ekor sapi dari pemerintah cukup berterima kasih atas kepedulian pemerintah kepada masyarakat pada momen Idul Adha, katanya. (Ajhar Jowe/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Warta Fans Gus Dur

Sabtu, 28 Oktober 2017

Pelajar NU di Banyuwangi Digembleng soal Kepemimpinan

Banyuwangi, Fans Gus Dur

Para pelajar NU di Kabupaten Banyuwangi mendapat pendidikan kepemimpinan. Mereka dibimbing untuk memiliki karakter sebagai pemimpin masa depan.

Seperti yang dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) SMK Al-Azhar, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, menggelar pelatihan yang bertajuk Leadership Camp, Rabu (14/12) pagi.

Pelajar NU di Banyuwangi Digembleng soal Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Banyuwangi Digembleng soal Kepemimpinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Banyuwangi Digembleng soal Kepemimpinan

Diikuti puluhan siswa, pemateri kegiatan tersebut diisi oleh beberapa pengurus Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Banyuwangi, salah satunya Wisnu Murti. Ia menjelaskan, kepemimpinan yang patut dicontoh adalah kepemimpinan dari revolusioner dunia, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Fans Gus Dur

"Sifat-sifat kepemimpinan beliau merupakan suri tauladan bagi kita semua. Jadi tidak ada yang bisa menggantikan beliau," katanya.

Di hari yang sama puluhan siswa SMA Bhakti Negara Kecamatan Purwoharjo mengikuti Diklat Pelajar yang dihelat oleh IPNU-IPPNU Purwoharjo di sekolah setempat. Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Ketua IPNU Purwoharjo, Moh. Nur Fatah.

Fans Gus Dur

Kepala Sekolah SMA Bhakti Negara Kecamatan Purwoharjo Hj. Istianah menegaskan, kepemimpinan sangat perlu dipelajari oleh anak-anak di bangku sekolah menengah. "Semoga Diklat Pelajar dapat mencetak pelajar-pelajar berjiwa pemimpin yang baik." harapnya sebelum membuka Diklat Pelajar

Diklat Pelajar yang berlangsung sehari semalam tersebut tidak hanya menyajikan materi di dalam ruangan, namun juga praktik di lapangan, seperti Peraturan Baris-Berbaris (PBB), Out Bond, dan pentas seni di malam harinya. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta, Amalan, Anti Hoax Fans Gus Dur

Tim Adi Wahana Juarai Futsal Ansor Cup Jombang

Jombang, Fans Gus Dur. Tim futsal Adi Wahana Kediri akhirnya menjuarai turnamen Futsal Ansor Cup yang digelar GP Ansor Jombang di GOR Merdeka, Ahad (7/12) malam. Tim asal Kediri ini berhasil mengalahkan Tim Selasa Malam asuhan ISNU Jombang pada adu penalti dengan skor 3:1.

Dalam pertandingan yang cukup menegangkan, tim Adi Wahana sempat unggul 2:0 pada babak pertama. Namun dengan tenang tim Selama Malam dapat mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan 2:2 pada babak kedua. Bahkan anak didik Ketua ISNU Jombang Gus Aik berbalik unggul dengan skor menjadi 4:2.

Tim Adi Wahana Juarai Futsal Ansor Cup Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Adi Wahana Juarai Futsal Ansor Cup Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Adi Wahana Juarai Futsal Ansor Cup Jombang

Namun pada detik terakhir babak kedua, Selama Malam tidak bisa membendung gempuran tim futsal dari kota tahu ini. Dengan serangan bertubi-tubi, Adi Wahana akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 4:4 hingga babak kedua berakhir.

Fans Gus Dur

Hingga perpanjangan dua kali, kedua tim tidak dapat menambah gol. Pertandingan akhirnya dilanjutkan dengan adu penalti. Tim Selasa Malam harus rela kalah setelah gagal membobol gawang Adi Wahana dengan skor 3:1.

Berakhirnya final futsal Ansor Cup, Ahad (7/12) malam, turnamen yang digelar GP Ansor Jombang yang diikuti sebanyak 64 tim seprovinsi Jawa Timur ini, akhirnya ditutup.

Fans Gus Dur

Juara I diraih tim Adi Wahana yang berhak menggondol trofi dan hadiah sebesar Rp 4 Juta. Sementara tim Selasa Malam merebut Juara II berhak mendapatkan trofi dan uang sebesar Rp 2 juta. Sementara Juara III diisi tim fitri dari Sidoarjo.

"Selamat kami sampaikan, kepada para pemenang. Dan Ansor tahun depan akan mempertemukan lagi dalam arena yang sama," ujar Ketua GP Ansor Jombang Zulfikar. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Warta Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock