Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua

Sorong Selatan, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sorong Selatan masa khidmah 2015-2020 secara resmi dilantik, Sabtu (13/6), di gedung putih Teminabuan, Papua Barat. Pengukuhan ini menandai tekad pengurus baru untuk lebih aktif menggerakkan NU di Tanah Papua.

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua

Ketua PCNU Sorong Selatan H Muhammad Tawakkal menilai, NU di daerahnya yang berdiri sejak 2005 mengalami kevakuman. “Di tahun ini NU akan kembali berkiprah dalam membawa misi aqidah Aswaja,” ujarnya.

Menurut Tawakkal, NU dengan memegang prinsip tawasuth, itidal, tawazun, taawun dalam menjalankan amanah organisasi dan bentuk pelayanan kepada masyarakat. "Tugas NU mengajak, merangkul, ulama maupun dai NU di wilayah Sorsel dalam menghadapi paham radikalisme, seperti pergerakan ISIS, semoga tidak sampai ke negara Indonesia,” tuturnya.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan itu, pengurus terlantik di antaranya Muh Khaerul Aziz (Rais Syuriyah), H. Abdul Hakim (Katib), H. Hasan (A’wan), HM. A. Tawakkal (Ketua Tanfidhiyah), Muhammad Latif (Sekretaris), dan Sukandar (Bendahara).

Fans Gus Dur

Selain penduduk pribumi, sebagian pengurus merupakan warga transmigran. NU didirikan 10 tahun lalu oleh H Abdul Fattah, warga NU asal Maros, Sulawesi Selatan. Prosesi pelantikan disaksikan oleh Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU KH Nurul Yakin, Bupati Sorsel Drs Otto Ihalauw, dan Ketua Majelis Kehormatan DPRD Sorsel.

Nurul Yakin menjelaskan, sejak berdiri 1926 NU terus berkomitmen tegak dalam landasan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesame muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesame bangsa), ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

"Keberadaan NU sendiri merupakan organisasi sosial keagamaan yang bertujuan memberikan manfaat dan berkhidmat kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah setempat menyatakan siap bekerja sama dengan NU dalam rangka mewujudkan pembangunan pemerintahan Sorsel. (Zaenal Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Ahlussunnah, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Rabu, 21 Februari 2018

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil

Jam’iyah Nahdlatul Ulama, khususnya kalangan pesantren telah meletakkan pondasi kuat, baik dalam memperjuangkan kemerdekaan, merancang dasar negara, dan meneguhkan eksistensi kebhinnekaan bangsa Indonesia. Namun, eskalasi gerakan intoleran yang bersumber organisasi-organisasi dengan membawa misi paham transnasional kian menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan persatuan bangsa.

Hal itu termasuk salah satu problem pelik yang seolah organisasinya saat ini ‘dibiarkan’ oleh yang empunya kebijakan. NU dana warganya seolah-olah hanya menjadi pemadam kebakaran saja. Problem pelik lainnya yaitu percaturan politik yang saat tereduksi kepentingan pribadi bahkan tak segan-segan menjual agama untuk mencapai syahwat politiknya. Belum lagi kesenjangan ekonomi yang saat ini semakin menganga antara si kaya dan si miskin, problem, kesejahteraan, dan lain sebagainya.

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sarang, Ulama Khos NU Memanggil

Menyikapi problem krusial tersebut, para ulama khos NU menggalang pemikiran dan gerakan nyata di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah pada 16 Maret 2017 lalu. Sebanyak 99 Ulama Khos tersebut merajut sumber daya, baik tenaga dan pikiran untuk mencari jalan terbaik bagi kelangsungan hidup bangsa ini menuju kemajuan dan keberadaban dalam bingkai keberagaman.

Majalah Risalah NU edisi April-Mei 2017 ini mengangkat secara khusus laporan terkait majelis ulama khos tersebut. Selain sajian informasi menarik lain dalam setiap rubrik, Risalah menyajikan taushiyah-taushiyah khusus dari para ulama khos NU seperti KH Maimoen Zubair, KH Tolchah Hasan, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Ma’ruf Amin, KH Dimyati Rois, KH Said Aqil Siroj, KH Nawawi Abdul Jalil, TGH Turmudzi Badruddin, KH Sanusi Baco, KH Abuya Muhtadi Dimyati, KH TK Bagindo M. Letter, dan kiai-kiai khos lain.

Meskipun persoalan yang dibahas adalah masalah-masalah serius, namun para kiai mampu membungkus kegiatan yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini dengan situasi santai dan penuh dengan ger-geran. Artinya, para kiai NU yang sedari dulu terkenal dengan berbagai macam humornya ini berusaha tetap cair sehingga jalan keluar yang diharapkan dari problem-problem bangsa pun dapat mengalir deras.

Fans Gus Dur

Dari pertemuan ini, para kiai khos dari seluruh penjuru Nusantara menghasilkan Risalah Sarang. Risalah yang berisi lima poin pemikiran sebagai jalan keluar atas problem-problem bangsa ini didahului dengan mengangkat beberapa poin inti yang terdapat dalam Qonun Asasi NU yang ditulis oleh KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Pendiri NU. Namun tanpa mengurangi rasa hormat, penulis hanya menampilkan kelima poin Risalah Sarang itu, sebagai berikut:

Bismillahirrahmanirrahim

1. Nahdlatul Ulama senantiasa mengawal Pancasila dan NKRI serta keberadaannya tidak dapat bisa dipisahkan dari keberadaan NKRI itu sendiri. Nahdlatul Ulama mengajak seluruh ummat islam dan bangsa Indonesia untuk senantiasa mengedepankan pemeliharaan negara dengan menjaga sikap moderat dan bijaksana dalam menanggapi berbagai masalah. Toleransi, demokrasi dan terwujudnya akhlakul karimah dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat harus terus diperjuangkan bukan hanya demi keselamatan dan harmoni kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di Indonesia ini saja, tetapi juga sebagai inspirasi bagi dunia menuju solusi masalah-masalah peradaban yang dihadapi dewasa ini.

2. Lemahnya penegakan hukum dan kesenjangan ekonomi merupakan sumber-sumber utama kegelisahan masyarakat selain masalah-masalah sosial seperti budaya korupsi, rendahnya mutu pendidikan dan sumberdaya manusia, meningkatnya kekerasan dan kemerosotan moral secara umum. Pemerintah diimbau agar menjalankan kebijakan-kebijakan yang lebih efektif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut termasuk dengan menerapkan kebijakan-kebijakan yang lebih berpihak kepada yang lemah (afirmatif) seperti reformasi agraria, pajak progresif, pengembangan strategi pembangunan ekonomi yang lebih menjamin pemerataan serta pembangunan hukum ke arah penegakkan hukum yang lebih tegas dan adil dengan tetap menjaga prinsip praduga tak bersalah dalam berbagai kasus yang muncul. Penyelenggaraan negara oleh pemerintah dan unsur-unsur lainnya harus senantiasa selaras dengan tujuan mewujudkan maslahat bagi seluruh rakyat (tasharraful imam manutun bil maslahatirroiyyah).

Fans Gus Dur

3. Perkembangan teknologi informasi, termasuk internet dan media-media sosial, serta peningkatan penggunaannya oleh masyarakat membawa berbagai manfaat seperti sebagai sarana silaturahmi nasrul ilmi taawwun alal birri dan sebagainya, tetapi juga mendatangkan dampak-dampak negatif seperti cepatnya penyebaran fitnah dan seruan seruan kebencian, propaganda radikalisme, pornografi, dan halhal lain yang dapat merusak moral dan kerukunan masyarakat. Pemerintah diimbau untuk mengambil langkah-langkah yang lebih efektif baik dalam mengatasi dampak-dampak negatif tersebut maupun pencegahanpencegahannya. Pada saat yang sama para pemimpin masyarakat dihimbau untuk terus membina dan mendidik masyarakat agar mampu menyikapi informasi-informasi yang tersebar secara lebih cerdas dan bijaksana sehingga terhindar dari dampak-dampak negatif tersebut.

4. Para pemimpin negara, pemimpin masyarakat, temasuk pemimpin Nahdlatul Ulama agar senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat dengan senantiasa arif dan bijaksana dalam menjalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab adil dan amanah dengan menomorsatukan kemaslahatan masyarakat dan NKRI.

5. Para ulama dalam majlis ini mengusulkan diselenggarakannya forum silaturrahmi di antara seluruh elemen-elemen bangsa untuk mencari solusi berbagai permasalahan yang ada, mencari langkah-langkah antisipatif terhadap kecenderungan-kecenderungan perkembangan di masa depan serta rekonsiliasi diantara sesama saudara sebangsa. Nahdlatul Ulama diminta untuk mengambil inisiatif bagi terwujudnya forum tersebut.

? ? ? ? ?

Sarang, 16 Maret 2017

Selain liputan khusus tentang Silaturrahim Nasional Alim Ulama Nusantara tersebut, Majalah Risalah NU juga menyajikan berbagai informasi penting terkait Istighotsah Akbar yang diselenggerakan PWNU Jawa Timur pada 9 April 2017 lalu. Majalah gawangan Mustafa Helmy dan kawan-kawan ini juga mengulik secara mendalam terkait program Kredir Usaha Rakyat (KUR) agar lebih memperhatikan potensi sumber daya yang dimiliki NU.

Selain itu, opini juga siap mengisi input para pembaca dari Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini yang mengangkat judul “Menangkal Radikalisme Lewat Dakwah Virtual”. Juga dari Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad yang mengangkat “Moderasi Pemikiran KH Hasyim Muzadi” untuk mengenang kepergian mendiang Ketua Umum PBNU periode 1999-2000 tersebut. Informasi-informasi bergizi bisa dibaca secara langsung dalam Majalah setebal 70 halaman ini. Selamat membaca!

(Fathoni Ahmad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus

Jepara, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jepara menyempatkan halal bihalal kepada sesepuh IPNU Zainut Tauhid di kediamannya, Desa Potroyudan, Jepara, Senin (20/7). Zainut Tauhid adalah ketua Pimpinan Pusat IPNU era 80-an yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI komisi IV bidang pertanian.

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus

Dalam halal bihalal ini pengurus PC IPNU Jepara Miqdad Sya’roni mengungkapkan, pihaknya membutuhkan motivasi dari ketua PC IPNU Jepara era 70-an dan PP IPNU era 80-an ini. “Selain motivasi tentang keberlanjutan IPNU dan IPPNU di Jepara, kami juga meminta tips dan trik mendirikan PKPT pak,” kata mahasiswa UNISNU Jepara ini.

Zainut Tauhid mengatakan bahwa IPNU dan IPPNU Jepara harus senantiasa memberdayakan kader, terutama yang ada di bawah. Dalam pembinaan kader yang ada di lembaga pendidikan, IPNU Jepara bisa bekerja sama dengan LP. Ma’arif NU. “Karena mengingat periodisasi IPNU yang sangat pendek, jadi koordinasi terpenting untuk perawatan kader adalah dengan LP Ma’arif,” katanya.

Fans Gus Dur

Selain kerja sama dengan LP Ma’arif, IPNU di perguruan tinggi juga harus didirikan. “Kita harus memberikan pemahaman kepada mahasiswa arti pelajar di IPNU itu seperti apa,” imbuhnya.

Dalam mendirikan PKPT (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi) IPNU, para pendiri tidak usah meminta izin kepada rektor atau dosen terkait. Karena PKPT organisasi eksternal. “Jadi kalu mau mendirikan, ya dirikan saja. PMII biar berada di posisinya, mereka kan sudah menyatakan independen to. Tunjukin saja kualitasmu maka kamu akan diminati,” lanjutnya.

Fans Gus Dur

“Orang kalau sudah nyaman di IPNU dan IPPNU itu dia tak kan pindah-pindah ke organisasi yang lain. Jadi kamu harus punya data mahasiswa yang masuk itu dari sekolah mana saja, dan apakah sekolah itu ada IPNU dan IPPNUnya atau tidak,” pungkasnya. (Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Sejarah, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta

Jakarta, Fans Gus Dur. Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dijadwalkan akan mengisi sebuah acara pengajian di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/8) malam ini.

Hal ini terungkap dalam undangan terbuka yang disebar panitia Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan HUT RI Ke-68 Kelurahan Kapuk, Kamis kemarin. Acara yang rencananya digelar di Jalan Kebon Jahe Pasar Alam RT 6/ RW 3 ini merupakan hasil kerja sama antara Jam’iyyah al-Islamiyah an-Nahdliyah as-Syarifiyah dan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kelurahan Kapuk.

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Sabtu, Habib Luthfi Hadiri Maulid di Jakarta

Dalam undangan, selain Habib Luthfi, tausiyah juga akan disampaikan KH Zimam Hanifun Nusuk (Gus Nif). Menurut ketua panitia lokal, H Yusuf Tajri, penyelenggaraan ini akan dihadiri jamaah kanzus shalawat dari Pekalongan, Jawa Tengah, di samping masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

Fans Gus Dur

Yusuf mengatakan, grup rebana asal Pekalongan direncanakan akan tiba di lokasi acara pada Sabtu pagi, sementara Habib Luthfi pada petang harinya, usai sembahyang maghrib. Rangkaian acara akan dimulai pukul 19.00 WIB.

Fans Gus Dur

 

“Jamaah yang akan hadir nanti diperkirakan mencapai 3000 orang,” ujarnya.

 

Berbeda dengan sejumlah daerah lain, tradisi peringatan maulid Nabi bagi masyarakat Betawi seolah tanpa ikatan waktu tertentu. Tak mesti pada bulan Rabi’ul Awal sebagaimana lazimnya, peringatan Maulid bisa dilaksanakan kapan saja, termasuk di dalam bulan Syawal seperti agenda besok ini.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Bulan Sya’ban telah tiba. sebagaimana disebutkan banyak ulama, bulan Sya’ban adalah bulan istimewa. Di sekitar kita, dikenal malam nisfu Sya’ban, lalu peringatan beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam, serta tradisi masyarakat Indonesia yang begitu lekat dengan amalan bulan Sya’ban maupun nisfu Sya’ban yang beragam.

Ternyata, selain hal itu, bulan Sya’ban juga baik diisi dengan banyak tadarus Al-Quran sehingga ada ulama yang menyebut bahwa bulan Sya’ban adalah Syahrul Qur’an.

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Pada dasarnya tadarus Al-Quran adalah ibadah yang tidak terikat waktu tertentu. Setiap orang yang memperbanyak tadarus Al-Quran akan mendapat faedah tersendiri. Namun dalam Islam, memang diakui ada beberapa tempat dan waktu yang memang memiliki kekhususan ketika dilakukan ibadah di dalamnya. Seperti kemuliaan waktu ibadah pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan, keutamaan beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, waktu dan hari yang mustajab, dan sebagainya.

Fans Gus Dur

Karena itu, untuk memperjelas adanya sifat mulia suatu bulan ini Syekh Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban menjelaskan bahwa Sya’ban memiliki kemuliaan sebagai bulan Al-Quran.

Syekh Muhammad Al-Maliki menyitir kutipan dari Ibnu Rajab bahwa pada bulan Sya’ban kaum Muslimin menekuni dan membaca mushaf Al-Qur’an, serta menunaikan zakat mal untuk membantu saudara yang miskin untuk bisa turut menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan baik. Bahkan disebutkan pula, sampai-sampai ada ulama yang menutup tokonya pada bulan Sya’ban demi mengisi hari-hari bulan tersebut dengan menekuni Al-Quran.

Fans Gus Dur

Hadits-hadits sahih menyebutkan, setiap bacaan Al-Qur’an, setiap hurufnya diganjar sepuluh kebaikan. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan, orang yang membaca Alif lâm mîm, yang terdiri atas tiga huruf, maka sudah mendapat tiga puluh kebaikan.

Syekh Muhammad Al-Maliki juga mengutip riwayat dari Ibnu Rajab yang menyebutkan kisah dari Al-Hasan bin Sahal, bahwa bulan Sya’ban mengadu pada Allah.

“Wahai Tuhan, Kau jadikan aku di antara dua bulan yang agung (Rajab dan Ramadlan), maka apa yang Kau jadikan untukku?”

Allah menjawab: “Untukmu dijadikan sebagai bulan untuk membaca Al-Qur’an,”.

Di masyarakat kita umumnya, salah satu amalan Sya’ban yang kerap dilakukan adalah membaca surat Yasin tiga kali khususnya pada malam Nisfu Sya’ban. Dengan niat yang baik, memperbanyak bacaan Al-Qur’an pada bulan Sya’ban tentu akan menambah keistimewaan dan keberkahan tersendiri bagi pengamalnya. Harapannya, kelak Al-Qur’an bisa memberikan pertolongan kelak di hari kiamat, dengan setiap huruf yang muta’abbud bi tilawatihi, yang setiap bacaannya dinilai ibadah. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Lomba, Aswaja Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi

Banyuwangi, Fans Gus Dur. Sebanyak 192 orang mengikuti Festival Rujak Soto, Sabtu (20/9) siang. Peserta yang terdiri atas pelbagai profesi dengan bangga menjajakan makanan yang memadukan bumbu rujak dan soto ini di ruang terbuka hijau sepanjang jalan Taman Blambangan, Banyuwangi.

Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rayakan Festival Rujak Soto Khas Banyuwangi

"Jangan malu foto selfie sambil makan rujak soto. Selfie jangan hanya pas makan burger," imbau Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk mencintai makanan lokal.

Festival Rujak Soto ini, kata Anas, adalah upaya daerah mengembangkan ekonomi pelaku usaha kuliner lokal. Dengan festival ini, cita rasa dan penampilan rujak soto akan meningkat. Penjual tahu bagaimana cara penyajian yang menarik banyak orang.

Fans Gus Dur

Anas ingin makanan lokal bisa semakin mendapat tempat di masyarakat, seperti juga buah lokal yang terus dipromosikannya. "Makan rujak soto sama kerennya dengan makan burger," kata Anas.

Fans Gus Dur

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi Alief Rahman menambahkan, poin utama dalam penilaian di festival ini adalah cara mengulek juga mengolah bumbu.

"Kami ingin mempromosikan rujak soto sebagai kekayaan kuliner lokal," ujar Alief.

Rujak Soto Banyuwangi adalah makanan yang disajikan dalam mangkuk. Isinya rujak sayur yang disiram kuah soto babat. Dihiasi dengan kerupuk emping melinjo dan kerupuk udang yang cukup unik. Rasanya cukup unik karena menghasilkan campuran antara soto dan rujak. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Rabu, 24 Januari 2018

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Banyumas, Fans Gus Dur - Setelah melalui proses penilaian Administrasi, Keuangan, Faktual Lapangan, dan Program Kerja Unggulan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyumas akhirnya meraih juara I Lomba Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi tingkat Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Muntorichin mengatakan, salah satu persyaratan utama dalam mengikuti kegiatan Lomba Organisasi Kepemudaan Berprestasi ini adalah memiliki program atau kegiatan unggulan yang kreatif, inovatif, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Khusnul Khotimah Ketua IPPNU Banyumas berhasil memaparkan dan meyakinkan dewan juri dengan program unggulan Rumah Baca Kartini, yang kegiatanya meliputi TPQ, Calistug, Bimbel, Pelatihan Hadrah, dan Kelas Menulis pada presentasi yang dilakukan di Aula Bappedalitbang Banyumas, Rabu (12/4).

Adapun dewan juri lomba oleh Dinporabudpar Banyumas ini antara lain Akhmad Risqul karim, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang menilai Program Kegiatan Unggulan dan Presentasi; Taufik Budhi Pramono, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (faktual lapangan dan presentasi); dan Mohammad Syabani W, pengajar SMA Islam Andalusia Kebasen (Administrasi, Keuangan dan Presentasi).

Fans Gus Dur

Setelah semua peserta mempresantasikan program unggulanya, IPPNU dinyatakan sebagai juara pertama tahun ini dengan? perolehan nilai 3.074, sedang juara kedua diraih ST3 Telkom Purwokerto dengan perolehan nilai 2.977, disusul Banyumas Muda Kecamatan Banyumas dengan nilai 2.881 sebagi juara ketiga.

Dengan hasil yang diperoleh tersebut? IPPNU Banyumas dipastikan akan maju mewakili Kabupaten Banyumas pada Lomba Organisasi? Kepemudaan Berperstasi? tingkat Provinsi Jawa Tengah serta mendapatkan piala dan uang pembinaan.

Fans Gus Dur

Ketika ditanya persiapanya maju ke tingkat Provinsi, Khusnul menjawab akan berusaha lebih baik lagi. “Belum berpikir sejauh itu, yang jelas akan kami maksimalkan,” ucapnya. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Ahlussunnah, RMI NU Fans Gus Dur

Sabtu, 20 Januari 2018

Nazham Al-Ajrumiyyah Jawa dari Cirebon Ini Jadi Kurikulum Nahwu di Banyak Pesantren

Nazham Tarjamah Al-Ajrumiyyah adalah kitab mungil karangan Syekh Mahmud Mukhtar Al-Bode, ulama dari Cirebon. Kitab ini merupakan terjemah dari kitab Matan Al-Ajruymiyyah yang ditulis dalam bentuk syair berbahasa Jawa dengan menggunakan bahar Rajaz.

Kitab Matan Al-Ajrumiyyah sendiri adalah kitab ringkas yang memuat pokok-pokok ilmu Nahwu. Kitab untuk pemula ini telah tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Penulisnya adalah ulama besar Maroko pada zamannya, yaitu Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad Ibnu Ajrum As-Shanhaji (672 H-723 H).

Nazham Al-Ajrumiyyah Jawa dari Cirebon Ini Jadi Kurikulum Nahwu di Banyak Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Nazham Al-Ajrumiyyah Jawa dari Cirebon Ini Jadi Kurikulum Nahwu di Banyak Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Nazham Al-Ajrumiyyah Jawa dari Cirebon Ini Jadi Kurikulum Nahwu di Banyak Pesantren

Dalam kata pengantar kitab Nazham Tarjamah Al-Ajrumiyyah, Syekh Mahmud Mukhtar berkata,

Fans Gus Dur

"Wa badu ikilah tarjamah Jurmiyyah ** kanggo pelajar madrasah ibtidaiyyah

Kang masih ora ngerti bahasa Arab ** jalaran ora kulino ngaji kitab

Fans Gus Dur

Mulo podo ngajio kitab ulama ** luwih penting tinimbang ilmu dirgama

Akeh wong kang pinter ilmu dirgamane ** tapi bodoh ilmu syara agamane

Ing hale ilmu syara fardlu hukume **  ngaweruhi tinimbang ilmu umume

Zaman kewalik barang haq dadi batal ** salah dadi bener harom dadi halal

Wenang dadi ferdlu menang dadi kalah ** bidah dadi sunah koyo mutazilah

Akeh wong ahlis sunah pengakuane ** tetapi bidah amal perbuatane

Mugo-mugo Allah maringi hidayat ** lan maringi terjemah iki manfaat
"

Artinya, "Wa badu, ini adalah terjemah kitab Al-Ajrumiyyah yang diperuntukkan kepada pejalar madrasah ibtidaiyyah, pelajar yang masih belum paham bahasa Arab karena tidak terbiasa mengkaji kitab.

Maka, pelajarilah kitab para ulama. Hal ini lebih penting daripada (mempelajari) ilmu umum.

Banyak orang yang pintar dalam ilmu umum, akan tetapi dia bodoh dalam ilmu syariat agamanya. Padahal yang hukumnya wajib adalah mempelajari ilmu syariat, bukan ilmu umum.

(Sekarang) adalah zaman yang terbalik. Hal yang haq jadi bathil. Salah menjadi benar. Haram jadi halal. Jaiz menjadi wajib. Menang jadi kalah. Bidah menjadi sunah, seperti Mutazilah. Banyak orang yang mengaku Ahlussunah, tetapi yang diperbuat adalah hal-hal bidah.

Semoga Allah menganugerahi kita hidayah dan menjadikan terjemah ini bermanfaat."

Kitab yang diterbitkan Pondok Pesantren Darul Ulumisy Syariyyah Bode Plumbon Cirebon dalam 16 halaman ini terdiri atas 26 bab yang memuat 171 bait. Ke-26 bab itu adalah Muqaddimah (10 bait), Babul Kalam (8 bait), Al-Irab (5 bait), Marifatu Alamatil Irab (25 bait), Al-Afal (10 bait), Al-Fail (6 bait), Naibul Fail (4 bait), Al-Mubtada wal Khabar (8 bait), Kana wa Akhawatuha (3 bait), Inna wa Akhawatuha (2 bait), Zhanna wa Akhawatuha (3 bait), An-Natu (2 bait), Al-Marifah wan Nakirah (13 bait), Al-Athf (3 bait), At-Taukid (3 bait), Al-Badal (4 bait), Al-Maful Bihi (7 bait), Al-Mashdar (5 bait), Az-Zharaf (7 bait), Al-Hal (3 bait), At-Tamyiz (2 bait), Al-Istitsna (13 bait), La (7 bait), Al-Munada (7 bait), Al-Maful min Ajlih (2 bait), dan dipungkasi dengan Babul Maful Maah (9 bait).

Berikut adalah contoh untaian bait Nahwu dalam kitab,

"Huruf Khofadl Yoiku Min Fi An Ala *** kaya mengkono Rubba Ba Kaf Lam Ila"

Artinya, "Huruf Khofadl (Jar) adalah Min, Fi, An, dan Ala. Begitu juga Rubba, Ba, Kaf, Lam, dan Ila."

Kitab Nazham Tarjamah Al-Ajrumiyyah sudah menyebar di berbagai daerah. Tidak hanya itu, kitab ini juga dijadikan kurikulum wajib banyak pesantren di Jawa, di antaranya adalah Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Banyumas Jawa Tengah. Di pesantren asuhan Sidna KH Zuhrul Anam Hisyam ini kitab karya Syekh Mahmud Mukhtar ini menjadi kurikulum wajib yang harus dihafalkan setiap santri. Para santri Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 selalu melalar hafalannya secara berjamaah setiap hari sebelum memulai pelajaran.

Syekh Mahmud Mukhtar adalah ulama asal Desa Bode, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Kiai satu ini terbilang sangat produktif dalam menulis kitab. Selain Nazham Tarjamah Al-Ajrumiyyah, ia juga menulis puluhan kitab dalam berbagai fan ilmu lainnya. Kebanyakan kitab tersebut ditulis berupa nazham (puisi), baik dalam bahasa Arab maupun Jawa. Di antara kitab karangan Syekh Mahmud Mukhtar adalah Nafhat al-Ithr fi Qishshatil Khadlir, Qashidatul Awam fil Istighatsati bil Auliyail Alam yang mempunyai nama lain At-Tiryaqul Mujarrab bil Waliyyil Muqarrab, Syarhus Shadr fit Tawassuli bi Ahlil Badr, Ianatur Rafiq ala Nazhmi Sullamit Taufiq, Burdatul Mukhtar fi Nazhmi Tarikh Khairil Akhyar, Manzhumatud Durratis Saniyyah fi Ilmit Tafsir, Bidaul Masajid, Kifayatu Ghulam fi Ma Yajibu Alaihi minal Ahkam, Tarjamatul Mahmud linazhmil Maqshud, dan Ghayatuz Zain lil Muhtadin Nadzm Qurratul Ain bimuhimmatid Din.

Alfaqir (Penulis) meriwayatkan seluruh kitab-kitab Syekh Mahmud Mukhtar dengan ijazah dari Kiai Habib bin Makhmud Mukhtar, dari penulisnya. Ijazah ini alfaqir dapatkan sewaktu sowan ke kediaman Kiai Habib di Bode Plumbon Cirebon pada akhir Ramadlan 1438 H yang bertepatan pada bulan Juni 2017 M.

Syekh Mahmud Mukhtar wafat di Bode pada 2008 M. Ia dimakamkan di depan rumahnya, di samping masjid dan pesantren Darul Ulumisy Syariyyah, pesantren yang asuhannya semasa hidup. Rahimahullah Taala wa nafaana bi ulumihi. Amin. (Direktur Turats Ulama Nusantara Nanal Ainal Fauz)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember

Jember, Fans Gus Dur - Penghentian bantuan dana hibah APBD Jember untuk Masjid Jami’ Al-Baitul Amin? mengundang simpati sejumlah elemen masyarakat, antara lain wartawan dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam grup WhatsApp Tokoh Masyarakat Jember. Mereka sejak lama sudah menggalang dana untuk renovasi masjid kebanggaan warga Jember itu. Aksi galang dana ini menggunakan tagar #MasjidJamikku.

Seperti diketahui, Pemkab Jember memutuskan untuk menghentikan kucuran dana hibah untuk masjid Jami’ Al-Baitul Amin mulai tahun ini. Alasannya adalah terbitnya peraturan bahwa dana hibah tidak boleh diberikan berulang-ulang kepada ormas, masjid maupun kelompok masyarakat.

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggaran Pemkab Seret, Warga Galang Dana Untuk Masjid Jami’ Jember

Tahun lalu, bantuan dana hibah sudah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Jember. Tetapi ternyata tidak bisa cair. Tahun ini, DPRD Jember kembali menganggarkan bantuan hibah untuk masjid tersebut.Tapi belakangan Pemkab Jember justru menegaskan bantuan itu tidak bisa dicairkan karena tahun-tahun sebelumnya, Masjid Jami’ Al-Baitul Amin sudah pernah menerima dana hibah.

Fans Gus Dur

Hal ini juga berlaku bagi PCNU Jember, DPD Muhammadiah dan lembaga lainnya yang? sebelumnya pernah menerima dana hibah.

Fans Gus Dur

Simpatipun bermunculan. Sejumlah elemen yang sudah memberikan bantuan tagar #MasjidJamikku antara lain adalah Kapolres Jember Kusworo Wibowo, Komandan Kodim? 0824 Rudianto, Kapolres Musi Banyuasin Rahmat Hakim, Wakil Dirlantas Polda Jawa Timur Sabilul Alif, Kajari Jember Ponco Hartanto, Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni, Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi, Rektor IAIN Jember Babun Suharto, dan Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar.

Ketua Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amin Hasin Syafrawi menyambut baik upaya penggalangan dana tersebut. Menurut Hasin, renovasi dan perawatan masjid ini memang membutuhkan dana besar. Setiap tahun sejak masa khidmat Bupati Abdul Hadi hingga MZA Djalal, Yayasan Masjid Jami’ Al-Baitul Amin selalu mendapat bantuan dana dari Pemkab Jember.

"Sekarang, katanya sudah distop. Walaupun masjid ini milik pemkab, kita coba mandiri. Saya yakin bisa," jelasnya kepada Fans Gus Dur di Jember, Sabtu (8/7).

Donasi untuk #MasjidJamikku bisa disalurkan ke rekening Yayasan Masjid Jami Al-Baitu Amien Jember, di Bank Muamalat Cabang Jember, dengan nomor rekening 7310023054. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro

Situbondo, Fans Gus Dur - Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani Blimbing Besuki, Situbondo, Jawa Timur, mengirimkan 600 jamaah istighotsahnya untuk menghadiri acara Istighotsah Kubro dalam rangka hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama, yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur, Ahad (9/4), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Jamaah Istighotsah yang berangkat ke Sidoarjo tersebut adalah sebagian dari seluruh jamaah Istighotsah Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani. Mereka kebanyakan berasal dari desa dan kecamatan yang berada di wilayah barat Kabupaten Situbondo.

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro

Mereka berangkat ke Sidoarjo dengan menggunakan 30 unit kendaraan dan sebelum mereka mengikuti acara Istighotsah kubro tersebut, mereka terlebih dahulu berziarah ke makam Sunan Ampel, Surabaya.

Fans Gus Dur

“Hal ini kami lakukan sebagai bentuk kecintaan kami kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan sebagai bukti sam’an wa tha’athan kami kepada para Masyayikh dan Guru-guru kami,” kata Kiai Mohammad Hasan Nailul Ilmi, pengasuh Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani sekaligus pemimpin Majelis Istighotsah Syekh Abdul Qodir Jailani.

Kiai muda yang memiliki ratusan santri putra dan putri serta ribuan jamaah Istighotsah ini berharap Istighotsah Kubro yang dilaksanakan oleh PWNU Jawa Timur benar-benar menjadi sebab turunnya rahmat serta keberkahan untuk bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini banyak dirundung masalah. Hal ini sesuai dengan moto acara tersebut yakni “Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah”. (Red: Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Kamis, 04 Januari 2018

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Bangkalan, Fans Gus Dur. Warga NU Bangkalan mengisi peringatan Nuzulul Quran dengan istighotsah yang dipimpin Mustasyar NU Bangkalan KH Syarifuddin Damanhuri untuk perdamaian di jalur Gaza, Kamis (17/7). Difasilitasi PCNU Bangkalan, mereka melantunkan doa bersama yang dipandu Habib Sholeh Ali Smith dan Ketua PCNU KHR Fachrillah Ascahall di Masjid Agung Bangkalan.

Ketua panitia, KH Makki Nasir menyatakan rasa syukur atas penyelanggaraan Nuzulul Quran pertama oleh PCNU Bangkalan. “Meski perdana, Alhamdulillah pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting hadir. Penyelenggaraan ini murni hasil swadaya murni warga NU sekabupaten Bangkalan.”

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Bangkalan Doakan Gaza dalam Nuzulul Quran

Sementara Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsyul Arifin yang hadir sebagai penyampai taushiyah membahas penekanan pengamalan Al-Qur’an dalam hidup keseharian. Segala aktivitas yang dilandasi nilai-nilai Al-Quran akan menghasilkan sebuah manfaat besar.

Fans Gus Dur

“Al-Quran harus membudaya dalam sikap keseharian di tengah lingkungan kita,” kata Kiai Abdullah.

Fans Gus Dur

Di akhir taushiyah, ia mengimbau warga NU tidak terprovokasi terkait pilpres. Menurutnya,  tugas warga NU sudah selesai dengan memilih Capres-Cawapres sesuai kecocokan hati masing-masing.

“Jangan beraksi dan bertindak terkait ajakan-ajakan sebagai akibat dari keputusan penetapan hasil Pilpres nanti,” tandas Kiai Abdullah. (Supandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Ahlussunnah Fans Gus Dur

MAU WH Tambakberas Wajibkan Siswa Dhuha dan Dzuhur Berjamaah

Jombang, Fans Gus Dur 

Madrasah Aliyah Unggulan KH Wahab Chasbullah (MAU-WH) mewajibkan siswa-siswinya untuk sholat dluha dan dzuhur berjamaah di madrasah. Kegiatan sholat berjamaah ini juga diikuti dewan keguruan di jam pelajaran pertama dan terahir.

MAU WH Tambakberas Wajibkan Siswa Dhuha dan Dzuhur Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
MAU WH Tambakberas Wajibkan Siswa Dhuha dan Dzuhur Berjamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

MAU WH Tambakberas Wajibkan Siswa Dhuha dan Dzuhur Berjamaah

Madrasah yang berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini sejak didirikan hingga kini tampak berupaya keras menjaga tradisi kepesantrenannya.

Seperti diungkapkan Munjidah Wahab, pembina sekaligus pendiri MAU-WH, bahwa tujuan didirikannya lembaga tersebut untuk meneruskan perjuangan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbullah. 

Namun juga Wakil Bupati Jombang ini tak menafikan perkembangan sains dan teknologi belakangan ini, ia juga berupaya mengimbanginya dengan pengetahuan-pengetahuan umum.

Fans Gus Dur

"Tujuan utama pendirian MAU-WH adalah meneruskan perjuangan KH Wahab Hasbullah dan menjaga tradisi pesantren serta membekali pengetahuan umum, dengan harapan semua siswa bermanfaat bagi masyarakat," kata putri KH Wahab Hasbullah ini.

Menurutnya nuansa kepesantrenan yang bisa dilakukan di madrasah ini salah satunya dengan membiasakan siswa-siswinya untuk sholat dluha dan dzuhur berjamaah, setelahnya, para peserta didik dan gurunya melanjutkan kembali aktivitas kegiatan belajar mengajarnya.

Kegiatan sholat berjamaah tersebut diakui Faizun, Kepala madrasah MAU-WH sudah berjalan dengan istiqomah sejak diterapkan tradisi ini hingga sekarang. "Madrasah kami rutin mengadakan sholat dluha dan dzuhur jamaah dengan didampingi guru jam pertama dan terahir," katanya kepada Fans Gus Dur, Senin (27/2) lalu.

Lebih jauh ia menjelaskan, secara tidak langsung dalam sholat jamaah diajarkan sikap taat, persatuan, menghormati, tenggang rasa dan berkelompok atau bersatu.

Selain itu, lanjutnya sholat berjamaah ini dapat melatih siswa menjadi pemimpin sholat dengan baik saat kembali ke lingkungannya masing-masing. 

Fans Gus Dur

"Banyak pendidikkan karakter dalam sholat jamaah, seperti persatuan dan rasa tanggung Jawa. Selain itu, imamnya juga bergantian diantara siswa," jelas Faiz sapaan akrabnya.

Selain sholat berjamaah, Faiz menambahkan setelah jamaah dzuhur dilanjutkan kuliah tujuh menit yang diisi oleh siswa-siswinya kelas akhir secara bergiliran. "Hal ini bertujuan membekali dan melatih siswa agar memiliki keberanian berdakwah," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Jadwal Kajian, Berita Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

Indonesia Kehilangan Pak Misbach

Jakarta, Fans Gus Dur. Aktivis Lesbumi dan sutradara serta penulis skenario kondang Misbach Yusa Biran pulang ke Rahmatullah pada pukul tujuh tadi di Eka Hospital, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (11/4).

Aktor senior Alex Komang berduka atas kepergian Misbach Yusa Biran. "Kita kehilangan tokoh besar. Pengabdian Pak Misbach pada sejarah film nasional tak akan dilupakan. Almarhum menulis, menyutradarai, mendokumentasi, mendidik dan mewarnai film Indonesia," kata Alex.

Indonesia Kehilangan Pak Misbach (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Kehilangan Pak Misbach (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Kehilangan Pak Misbach

"Saya murid di kelas semacam kursus penulisan skenario. Beliau disiplin sekali mendidik murid-muridnya, sehingga hampir membuat saya tidak lulus," kenang Alex yang sedang sibuk menyiapkan Musyawarah Film Nasional besok siang, di PBNU.

"Alex, sini duduk sebentar. Lalu almarhum membenahi tata cara menulis. Memberi catatan, bicara etika menulis," lanjutnya.

Fans Gus Dur

Alex mengaku menghormati keluarga almarhum. "Ya, semua istri saya kenal baik, dan menghormatinya," ujarnya. Almarhum meninggalkan satu istri, Nani Widjaja yang juga aktris terkenal, serta empat orang anak.

"Pak Misbach itu sineas yang sekarang ini jarang kita temui, karena beliau juga seorang aktivis," pungkas Alex.

Misbach lahir di Lebak-Banten, 11 September 1933. Almarhum aktif di kesenian sejak di sekolahan tahun 50an. Karir perfilmannya dimulai dengan bekerja di Perusahaan Film Nasional pimpinan Usmar Ismail.

Film berjudul Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1967) besutannya mendapat penghargaan untuk kategori Sutradara Terbaik. Sementara skenarionya yang diberi penghargaan tertinggi dalam FFI berjudul Menjusuri Djedjak Berdarah.

Selain seorang seniman, ia juga tercatat sebagai peneliti di sejarah film Indonesia. Karyanya antara lain Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di Jawa ini.

Fans Gus Dur

Bukunya yang sangat berguna bagi para sineas adalah Teknik Menulis Skenario Film Cerita (2007). Di dunia sastra, cerpen-cerpen almarhum sangat dihormati. Keajaiban di Pasar Senen (1971), Oh, Film (1973) adalah buku cerpen yang jadi bahan perbincangan.

Karya Jusa Biran yang tidak bandingnya, dalam sejarah perfilman nasional, adalah Sinematek Indonesia yang berdiri tahun 1975. Sinematek adalah satu-satunya lembaga yang mendokumentasikan film nasional.

Kiprah Misbcah di Lesbumi awalnya karena diajak para seniornya di dunia film, yakni Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani. Tapi belakangan, seperti kesaksiannya di buku Lesbumi, ia memimpin Lesbumi Jakarta hingga menjadi Lesbumi yang paling aktif. "Saya masuk Lesbumi karena ingin memerjuangkan Islam," tulis almarhum.

"Kita kehilangan Pak Misbach, NU kehilangan, Lesbumi Kehilangan, film kehilangan. Indonesia Kehilangan Pak Misbach," ujar Alex Komang datar.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Rabu, 20 Desember 2017

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal

Pati, Fans Gus Dur. Ada kejadian menyentuh hati kala Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menghadapi sakaratul maut pada Kamis (23/1) hingga ajal menjemput pada Jumat dini hari. Dalam keadaan mata terpejam, Mbah Sahal tiada henti melafalkan aneka macam doa, tahlil, hingga surat-surat pendek. Meski terdengar berat, bacaan ulama kharismatik ini terdengar jelas dan terang.

Kesaksian ini diceritakan dokter H Imron Rosyidi kepada Fans Gus Dur usai tahlil malam kedua yang digelar di kediaman Rais Aam, Sabtu (25/1) malam. Dokter pribadi keluarga Mbah Sahal ini mengaku merinding mendengar lantunan hadlarah (bacaan sebelum tahlil) dari bibir Mbah Sahal yang terbaring lemah.

“Baru kali ini saya takut ketika menunggui orang yang mau meninggal. Bukan apa-apa, bacaan beliau yang jelas itulah yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Terus terang, kalau ingat pengalaman tadi malam masih suka merinding,” ujar Imron berkaca-kaca.

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal

Dokter muda yang juga direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Pati ini menambahkan, saat membaca tahlil Mbah Sahal mengirim fatihah kepada para wali, kepada Mbah Mutamakkin, kepada PBNU, dan para ulama se-dunia. Setelah itu, Rais Aam tiga periode ini (1999-2004, 2004-2009, 2010-2014) berulang kali membaca aneka surah Al-Quran yang dihafal.

Dalam pantauan Fans Gus Dur, tahlil malam kedua di kediaman Mbah Sahal komplek Pesantren Maslakul Huda diikuti oleh lebih dari 2000 orang. Tahlil yang dipimpin KH Asmu’i ini juga dihadiri para kiai dari segenap pesantren di Desa Kajen. Pengasuh Pesantren Putri Roudloh At-Thahiriyyah KH Muadz Thohir dan Pengasuh Pesantren Maslakul Huda (PMH) Putri KH A Nafi’ Abdillah nampak sibuk mempersilakan tamu.

Fans Gus Dur

Menurut KH Umar Faruq al-hafidz, tahlil malam pertama juga dipenuhi para jamaah hingga meluber hingga jalan. Sementara kendaraan para pelayat sebagian besar diparkir di halaman RSI Pati, 100 meter arah barat dari pesantren Mbah Sahal. “2000 kursi yang disediakan panitia tidak cukup. Sebagian jamaah mengikuti tahlil dari musholla di mana Mbah Sahal kemarin disholati,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Khutbah, Ahlussunnah, Sunnah Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Giatkan Pramuka, LP Maarif NU Sumedang Dirikan Kemah Terpadu

Sumedang, Fans Gus Dur - Pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU Kabupaten Sumedang mengadakan kegiatan Kemah Terpadu Gerakan Pramuka di Bumi Perkemahan Cobolang Desa Kebon Kalapa Kecamatan Cisarua Kabupaten Sumedang. Perkemahan ini diikuti 28 sekolah/madrasah yang berada di lingkungan LP Maarif Sumedang selama tiga hari, Jumat-Ahad (5-7/8).

"Total peserta yang mengikuti kegiatan kemah terpadu berjumlah 448 siswa. Mereka dibagi ke dalam 56 regu dan mewakili 28 sekolah/madrasah setingkat MI/SD-MTs/SMP, dan MA/SMK," kata Ketua LP Maarif NU Kabupaten Sumedang Cucu Suhayat.

Giatkan Pramuka, LP Maarif NU Sumedang Dirikan Kemah Terpadu (Sumber Gambar : Nu Online)
Giatkan Pramuka, LP Maarif NU Sumedang Dirikan Kemah Terpadu (Sumber Gambar : Nu Online)

Giatkan Pramuka, LP Maarif NU Sumedang Dirikan Kemah Terpadu

Kegiatan kemah terpadu ini dibuka langsung oleh Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh, Ketua pengurus santuan komunitas pramuka Maarif NU nasional Muhsin Ibnu Djuhan, dan Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Kabupaten Sumedang Atje Arifin Abdullah.

H Sadulloh menyampaikan bahwa kegiatan gerakan pramuka harus terus dikembangkan di setiap lembaga dan banom. PCNU Sumedang mendukung dan mendorong penuh kegiatan pramuka kerana antara NU dan gerakan pramuka ada persamaan visi dan misi. Salah satu visi dan misi yang sama itu yaitu menegakkan dan memperkokoh NKRI yang berlandaskan Pancasila.

Fans Gus Dur

Ia juga mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk semua pengurus LP Maarif NU Sumedang, jajaran panitia, dan semua yang terlibat dalam suksesi kegiatan kemah terpadu ini.

Ini merupakan kegiatan kemah terpadu pertama yang diselenggarakan oleh LP Maarif NU Sumedang. Ke depannya mohon untuk dilaksanakan minimal setahun sekali, tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hadits, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Kamis, 07 Desember 2017

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI

Surabaya, Fans Gus Dur

Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meluncurkan diskusi “Cangkir Sembilan”, Rabu (10/5). Acara peluncuran diiringi diskusi perdana yang mengangkat tema “HTI Undercover: Membongkar Jaringan dan Strategi HTI di Balik Jargon Khilafah”.

Forum tersebut mendatangkan mantan aktivis HTI Ainurrafiq dan pengamat Timur Tengah KH Imam Ghozali Said sebagai narasumber. Diskusi yang diperkirakan dihadiri 100 peserta itu mencapai 500 peserta.

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI

"Mungkin karena momentumnya yang pas. Karena baru kemarin Senin pemerintah membubarkan HTI," kata Ahmad Najib AR, Ketua PW LTN PWNU Jatim Rabu (10/5) dini hari.

Fans Gus Dur

Dari forum Cangkruk Fikir (Cangkir) Sembilan ini, menyimpulkan ada sembilan poin yang nantinya akan menjadi rekomendasi bersama. Sembilan poin ini dibacakan oleh Wakil Ketua PW LTN PWNU Jatim Wasid Mansyur.? "Berdasarkan data dan fakta-fakta kesejarahan dan teoritis serta kondisi sosial," kata Wasid.

Berikut adalah sembilan kesimpulan juga rekomendasi tersebut:

Fans Gus Dur

1. Hizbut Tahrir/HT yang didirikan oleh Syaikh Taqiyyuddin Al-Nabhani, selanjutnya berkembang menjadi HTI, lahir dari proses ketidakberdayaan dalam merespon kondisi politik umat Islam, khususnya pasca runtuhnya Turki Usmani di satu sisi dan hingga eksodusnya Yahudi di beberapa daerah di Timteng, hingga melahirkan Israel.

2. Atas fakta tersebut, maka sulit HTI mengelak hanya sebagai gerakan dakwah. Berbagai kasus di beberapa negara konsep Khilafah Islam selalu dipasarkan, dengan anggapan konsep ini adalah solusi atas dominasi asing/Barat. Ketika kuat, kudeta berdarah dilakukan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah, pastinya selalu membawa simbol-simbol agama.

3. Hanya untuk memasarkan konsep khilafah, HTI seringkali plin plan dan menghalalkan segala cara untuk mencari klaim massa. Di satu pihak dia menolak aksi demo karena lahir dari tradisi berdemokrasi. Tapi, di pihak yang berbeda seiring perjalanan waktu, HTI sering turun jalan memasarkan ideologinya dengan ragam model, misalnya long march, aksi sosial bahkan terakhir aksi menggunakan isu masirah panji Rasulullah.

4. Itulah HTI. Tidak salah hanya untuk kepentingan di atas, HTI seringkali mengelabui masyarakat yang tidak tahu. Misalnya, aksi masirah di Jatim baru-Baru ini, telah mengelabui banyak pihak, dengan berdalih ziarah ke makam Sunan Ampel, tapi setelah itu mereka yang lugu dan tidak tahu apa-apa diajak ikut aksi HTI.

5. Lebih dari itu, mengelabui konsep juga dilakukan. Misalnya, dengan mencatut tokoh-tokoh sepuh NU untuk menggiring publik bahwa beliau-beliau juga setuju konsep khilafah. Padahal, beliau-beliau sejak awal ikut melibatkan diri, baik jiwa maupun harta untuk kedaulatan NKRI.

6. Maka bagi kita, khilafah atau imamah adalah bagian dari proses ijtihadi dari setiap bangsa. Tidak ada sampai sekarang negara di dunia yang menganut konsep politik khilafah islamiyah, termasuk Saudi, Tunisia dan lain-lain. Bahkan, tidak sedikit negara di dunia Islam yang melarang.

7. Pembubaran HTI, sebenarnya telah terlambat. Tapi, dari pada tidak sama sekali. Sulit mengelak sebab berbagai fakta menunjukkan perlawanan HTI terhadap NKRI, dan falsafah pancasila.

8. Kita sebagai anak bangsa, kita bangga hidup dalam kultur kebangsaan Indonesia yang damai dan islami. Maka, Siapapun yang merusak sendi sendi NKRI, maka harus berhadapan dengan NU dan Muhammadiyah; berhadapan dengan GP Ansor dan Banser.

9. Cangkir 9 merekomendasikan agar pemerintah dan ormas cinta NKRI untuk menginisiasi Taubat NKRI dan kembali ke pangkuan Negara Pancasila bagi semua anggota HTI dari berbagai status sosial.



(Rof Maulana/Mahbib)


Baca: Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Kiswah Kubro KMNU UGM dengan Ulama Lebanon

Sleman,Fans Gus Dur. Momentum kunjungan ulama Ahlussunah wal-Jamaah dari Lebanon ke Indonesia, Syaikh Al Habib Khalil Dabbagh, dimanfaatkan dengan baik Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Gadjah Mada untuk menambah ilmu.

Bekerja sama dengan Syabab Ahlissunah wal Jama’ah (Syahamah), KMNU UGM menyelenggarakan Kajian Islam Ahlussunah wal Jama’ah (Kiswah) Kubro di Pondok Pesantren Innayatullah, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu (7/6).

Kiswah Kubro KMNU UGM dengan Ulama Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiswah Kubro KMNU UGM dengan Ulama Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiswah Kubro KMNU UGM dengan Ulama Lebanon

Dalam acara yang dimulai dari pagi hingga malam, Syaikh Khalil menekankan pentingnya bagi seorang mukallaf, yakni orang yang sudah dibebani syari’ah. Mereka adalah orang yang berakal, baligh, dan sudah mendapatkan syiar Islam.

Fans Gus Dur

“Pertama, masuk Islam. Kedua, menjaga iman dan Islam sampai akhir hayyat. Terakhir, melaksanakan hukum-hukum syari’at yang berlaku baginya” lanjut Syaikh Khalil.

Fans Gus Dur

“Puncak? ketundukan manusia kepada Allah adalah ibadah,” tambah Syaikh Khalil dalam bahasa Arab? yang diterjemahkan secara fasih oleh Mahfudz Effendi dari Syahamah.

Selain membahas tentang keimanan, Syaikh Khalil juga menyinggung bahayanya meyakini Allah sebagai jism (benda) katsif maupun latif. Di akhir acara, Beliau mengajak peserta Kiswah Kubro untuk berjanji, jika di antara peserta dalam majlis tersebut ada yang masuk surga, maka dia harus mengangkat tangan saudara-saudaranya yang mengikuti Kiswah Kubro untuk masuk surga bersamanya.

Sementara itu, Ketua KMNU UGM, Puguh Imam Al Abib berharap melalui Kiswah Kubro peserta dapat mengamalkan dan mensyiarkan aqidah Ahlussunah wal Jama’ah serta mengkritisi pola pemikiran firqoh Islam.

Kiswah Kubro merupakan agenda rutin dalam program kerja KMNU UGM yang diselenggarakan minimal sekali dalam satu tahun. Sedangkan masyarakat umum yang hendak mendapat ilmu-ilmu berbasis Aswaja bisa menghadiri Kiswah mingguan yang diselenggarakan tiap Ahad pagi di Masjid Al Adab, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. (Mukhanif Yasin Yusuf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

Jakarta,Fans Gus Dur

Penulis buku Islam Indonesia Islam Paripurna: Pergulatan Islam Pribumi dan Islam Transnasional, Imdadun Rahmat menilai, karakter Islam transnasional yang cenderung kaku, hitam-putih, tekstual, dan intoleran menjadi bahaya bagi keberlangsungan negara Indonesia yang dikenal plural.

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

Selain itu, Islam transnasional bisa menggerus watak Islam Indonesia yang cenderung ramah dengan budaya lokal.

“Islam transnasional berpretensi menghabisi Islam lokal, Islam yang telah mengalami proses dialog, proses akulturasi positif dengan konteks lokal,” kata Imdad seusai peluncuran dan bedah buku itu di Jakarta, Senin (9/10).

Fans Gus Dur

Imdad menjelaskan, Islam transnasional juga menganggap bahwa praktik Islam di Nusantara itu bukan Islam yang sempurna (kaffah) karena sudah bercampur dengan unsur-unsur budaya dan tradisi masyarakat setempat. Kemudian, mereka menawarkan Islam transnasional yang memiliki slogan kembali kepada Al-Qur’an dan hadis sebagai Islam yang sempurna (kaffah).

Fans Gus Dur

Lulusan Pesantren Jumput Pamotan, Rembang itu menilai, konsep Islam kaffah yang ditawarkan oleh kelompok Islam transnasional juga merupakan Islam yang berakar pada budaya lokal, yaitu budaya di Arab dan Timur Tengah.

“Kemudian dipersepsikan sebagai Islam yang paling otentik, yang paling asli, murni, dan tidak tercampur dengan unsur-unsur di luar Islam,” jelasnya.

Perkuat Islam moderat ala Indonesia

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2016-2017 itu berpendapat, Islam transnasional dengan segala karakternya tersebut tidak sesuai dan cocok dengan kondisi yang ada di Indonesia.

Maka dari itu, Islam moderat (wasathiyah) ala Indonesia harus diperkuat untuk menangkal Islam transnasional itu.

Ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, membangun argumen Islam wasathiyah yang kuat baik dari sisi sosiologi ataupun sisi teologi.

“Buku yang saya karang ini adalah kontribusi untuk membangun argumen Islam wasathiyah secara sosiologis dan teologis,” urainya.

Bagi Imdad, melalui buku ini ia berpendapat bahwa Islam Indonesia dengan karakter moderasi adalah juga Islam yang paripurna (kaffah). Ada delapan ranah budaya Islam: Arab, Persia, Turki, Anak Benua India, sub-Sahara Islam, China Islam, belahan dunia Barat, dan Nusantara.

“Sesungguhnya (Islam Nusantara) sama sahnya dengan yang ada di Arab ataupun yang lainnya. Maka yang paling tepat untuk Indonesia ya Islam Nusantara,” ucapnya.

Menurut dia, Islam yang paripurna (kaffah) bagi Indonesia bukanlah Islam yang diimpor dari tempat lain dengan segala unsur budaya yang tercampur di dalamnya, tetapi Islam Nusantara yang telah mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal.

Kedua, mensosialisasikan argumen Islam wasathiyah. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tahu dan tidak terkecoh dengan kelompok Islam transnasional.

“Dan membentengi masyarakat dari pengaruh mereka,” tukasnya.

Ketiga, de-transnasionalisasi Islam transnasional. Imdad menerangkan, harus dilakukan penyadaran terhadap mereka yang meyakini bahwa Islam transnasional adalah kebenaran tunggal untuk Indonesia.

“Harus disadarkan untuk kembali kepada Islam yang cocok untuk Indonesia, yaitu Islam Nusantara,” terangnya.

Terakhir, pemerintah harus membuat regulasi untuk membendung radikalisasi dan kekerasan yang ditimbulkan oleh Islam transnasional.

“Harus ada sinergi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat,” tutupnya. (Mukhlison Rohmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Humor Islam, Tegal Fans Gus Dur

Senin, 04 Desember 2017

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Jombang, Fans Gus Dur. Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY) Tebuireng Jombang kembali akan melaksanakan pengabdian atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Sebanyak lima mahasiswa UNHASY akan berbagi ilmu dengan para santri yang ada di negara gajah putih tersebut.

Sebagaimana KKN Internasional gelombang pertama, pada gelombang kedua ini tim seleksi UNHASY juga melakukan serangkaian test untuk menentukan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke dunia pendidikan di Thailand.?

“Kami ingin menerjunkan mahasiswa UNHASY yang terbaik, sehingga bisa mengabdikan diri dan memberikan kontribusinya di Thailand. Karena membawa nama baik UNHASY juga,” ungkap Kepala ? Biro Administrasi Akademis Kemahasiswaaan UNHASY, Muhammad, Rabu (13/4).

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Mahasiswa UNHASY Akan Mengabdi di Thailand

Tim penguji terdiri dari Ahmad Faruq (Kepala LPPM UNHASY), Elisa Nurul Laili (Kepala Lembaga Bahasa UNHASY) dan Rusli Ilham Fadli (Dosen PBSI UNHASY). Selain itu, dua mahasiswa yang pernah mengikuti KKN Internasional Thailand gelombang pertama, Nuriyah Laili (Fakultas Tarbiyah) dan Hurun ‘Aiin KA (Fakultas Dakwah) juga turut menjadi tim penyeleksi.

Ada 11 mahasiswa yang mengikuti seleksi pada Selasa (12/4) kemarin. Seleksi wawancara meliputi motivasi diri, pengetahuan agama, kemampuan berbahasa Inggris, dan kemampuan mengajar (peer teaching).

Fans Gus Dur

Dari 11 mahasiswa yang lulus mengikuti seleksi KKN Internasional di Thailand adalah Alif Zakiyatul Fikriyah (Fak. Ilmu Pendidikan), Ani L. Arias Sholehah (Fak. Tarbiyah), Fina Fastaqima (Fak. Ilmu Pendidikan), Ririn Cahyani dan Siti Fatimatuz Zahro (Fak. Tarbiyah)

Kelima mahasiswa ini akan menjalani KKN Internasional selama 5 bulan. Program KKN tersebut merupakan hasil kerjasama UNHASY dengan Abroad Alumni Association of Sourthern Border Provinces, yaitu sebuah persatuan alumni luar negeri di Thailand Selatan yang fokus kegiatannya dalam hal pendidikan dan dakwah. (Machtumah Malayati/Zunus)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU

Balikpapan, Fans Gus Dur. Ratusan warga nahdliyyin yang terdiri dari Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting NU dan warga NU hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H dan Harlah ke-87 NU yang dirangkai dengan launching website resmi PCNU Kota Balikpapan, Selasa (5/2) malam.

Bertempat di Gedung Dakwah PCNU Balikpapan Jl Soekarno – Hatta Km 4.5 Batu Ampar Balikpapan Utara, acara yang dimulai setelah Isya tersebut diisi dengan pembacaan qashidah Burdah karya Imam Ahmad Al-Bushiri yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Balikpapan KH Mukhlashin. Dilanjutkan dengan mauidlatul Hasanah yang disampaikan oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Balikpapan KH Muhammad S. Fajar Ali.?

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU

Dalam penyampaiannya, KH Fajar menekankan pentingnya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebab saat ini ada sebagian orang tidak mau memperingati maulid Nabi, bahkan ada yang tidak mau memakan makanan halal yang berasal dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.?

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan, Abu Lahab yang sudah di nas masuk neraka di dalam Al-Quran masih diberikan keringanan siksa oleh Allah SWT, disebabkan ia gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga ia pun memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah karena telah memberitahukan kabar gembira kelahiran Nabi Muhamamd SAW kepadanya.?

Diakhir tausiyahnya, KH Fajar mengingatkan 3 hal yang menyebabkan seseorang tidak akan berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW. Pertama, durhaka kepada kedua orang tua, kedua, sengaja meninggalkan sunnah Nabi, dan ketiga, tidak bershalawat tatkala disebut nama Nabi Muhammad SAW, bahkan di dalam riwayat lain, orang tersebut termasuk orang yang bakhil.?

Fans Gus Dur

Sebelum acara ditutup, KH Mukhlasin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Izzah Km 15 Balikpapan melaunching website resmi PCNU Kota Balikpapan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia juga menghimbau agar seluruh Majelis Wakil Cabang mengadakan kegiatan-kegiatan rutin yang bermanfaat bagi umat serta membentuk ranting-ranting NU yang belum terorganisir. Acara yang berakhir sekitar jam setengah 11 malam tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU Kota Balikpapan KH Abbas Al-Faz.?

Drs Imam Warosy selaku sekretaris PCNU Kota Balikpapan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khusus kepada H. Arin (Rapilo), H. Andi Arif, H. Sutrisno dan semuanya. "Semoga amal baik mereka dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda. Aamiin", ungkapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdur Rohim

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Ahlussunnah, Sejarah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock