Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan

Jakarta, Fans Gus Dur?

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menggelar istighotsah buruh dan konferensi press terkait dengan peringatan hari Buruh pada 1 Mei 2017, di gedung DPP Sarbumusi, Jalan Raden Saleh 1 No. 4 Kenari Senen Jakarta, (30/04).?

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan

Dalam konpres tersebut, Sarbumusi mengajukan enam tuntutan, yaitu, menolak revisi UU nomor 13 tahun 2003 di tahun politik, menolak revisi UU nomor 21 tahun 2000, menolak dan melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap para aktifis buruh dan pekerja, menolak politik upah murah, tegakkan hukum dengan tegas terhadap semua kasus-kasus ketenagakerjaan, serta menolak tenaga kerja asing (TKA) tanpa keahlian.

Sekjen DPP Sarbumusi Eko Darwanto menjelaskan kondisi buruh belum beranjak dari berbagai kasus yang belum terselesaikan. Saat ini buruh masih dianggap sebagai bagian dari proses produksi yang bisa diberhentikan kapan saja. Banyak buruh belum mendapatkan hak-haknya.

"Para pengusaha harus mempunyai kesepakatan kerjasama yang baik," ungkap Eko Darwanto.

Fans Gus Dur

"Isu tahun ini yang akan dibawa adalah ingin menjadikan kemitrakerjaan secara sentral," lanjut Eko.

Masih dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal Sarbumusi ingin berlakukan sentralisasi ketenagakerjaan dengan menolak otonomi ketenagakerjaan sehingga pengelolaan ketenagakerjaan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, AlaNu Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Makassar, Fans Gus Dur. Universitas Islam Makassar mengadakan syukuran dengan dzikir bersama atas Akreditasi Institusi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) sebagai perguruan tinggi dengan predikat B. Syukuran berlangsung Sabtu 2 Mei 2015 tersebut dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM.

Ribuan hadirin mengikuti lantunan dzikir yang dipimpin Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H. Masykur Yusuf. Sementara sujud syukur dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Muh. Sanusi Baco.

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas doa dan kerja keras mereka sehingga salah satu universitas kebanggaan warga NU tersebut mendapat pengakuan dari BAN-PT.

Fans Gus Dur

Dengan penuh rasa syukur, kata dia, sengaja melaksanakan dzikir bersama atau istighosah ini, sebagai bentuk rasa syukur UIM atas karunia Allah Swt yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh komponen.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, capaian ini dipersembahkan kepada orang-orang yang telah berjasa dan mewakafkan dirinya, demi kemajuan UIM.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof. Iskandar Idy mengatakan, bahwa kemajuan UIM tak lepas dari kepemimpinan Majdah selaku Rektor. Tentunya dibantu seluruh komponen UIM.

Iskandar Idy mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk saling bahu membahu membangun UIM dan penuh keikhlasan.

Sementara Anregurutta KH. Sanusi Baco dalam taushiahnya meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tetap istiqomah mengurus UIM dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

Juga, sambung dia, seluruh civitas akademika senantiasa memperbesar harapannya dan memperkecil kecemasannya agar dalam mengarungi kehidupan, terkhusus mengabdi pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan penuh rasa optimis.

Hadir pada kesempatan itu seluruh Pengurus Syuriyah Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Pejabat Struktural UIM, ribuan mahasiswa UIM dan ratusan anak yatim piatu binaan UIM. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Doa, Kyai Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

Bandung, Fans Gus Dur - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Bimbingan Tes (Bimtes) sebagai bentuk kepedulian terhadap calon mahasiswa baru yang hendak mengikuti tes masuk melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri.

Sedikitnya 245 calon mahasiswa baru mengikuti Bimtes ini di SMK KIfayatul Akhyar Cibiru, Bandung, Jawa Barat, 28-29 Juni 2016. Menurut Ketua Pelaksana Farhan mengatakan, agenda ini diadakan sebagai kepedulian terhadap mahasiswa baru yang sedang bingung menghadapi testing.

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

“Bimtes ini seperti apa yang dikatakan Soekarno ketika berangkat tanpa persiapan maka siap-siap pulang tanpa penghormatan,” ujar Farhan.

Senada dengan Farhan, Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung Agus Taufik Habibie mengatakan bahwa calon mahasiswa baru (camaba) perlu dibimbing dan diberikan arahan sebab mereka berasal dari berbagai daerah yang jauh.

Fans Gus Dur

“Nantinya calon mahasiswa baru ini tidak terlalu gagap dan kaget melihat soal-soal, karena bukan dari Aliyah saja, ada yang dari SMK, STM sangat perlu bimbingan dari PMII,” ujar Habibi.

Habibi pun menambahkan bahwa camaba bukan hanya diberikan kisi-kisi mengenai materi-materi yang akan diujikan tetapi bimtes PMII ini pun memberikan materi tentang keislaman dan keindonesia yang memuat nilai perdamaian dan toleransi.

Fans Gus Dur

“Kami juga tidak hanya bimbingan, try out dan testing saja, tapi kami menyelundupkan ajaran bersifat adem, damai dan toleran serta memperkenalkan juga (apa itu) PMII,” ujarnya.

Fasilitator bimtes ini didatangkan dari alumni PMII, kalangan profesional dan dosen UIN Sunan Gunung Djati. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya

Jombang, Fans Gus Dur

Kondisi bersih dan sehat menjadi keharusan di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya agar para santri, pengasuh, dan seluruh keluarga besar pondok pesantren hidup dalam suasana dan keadaan yang sehat. Lalu apa saja indikator atau tanda pondok pesantren yang sehat?

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Saja Indikator Pesantren Sehat? Ini Penjelasannya

Wakil Ketua LK PBNU Zulfikar As’ad atau yang acap disapa Gus Ufik, menjelaskan indikator pesantren yang sehat terdiri dari indikator utama dan indikator tambahan.

“Yang termasuk indikator utama adalah seluruh keluarga pondok pesantren terbiasa makan buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik, dan deteksi dini terhadap kemungkinan adanya penyakit,” terang Gus Ufik di depan peserta Lokakarya “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Pesantren Sehat” di Pondok Pesantren Darul Ulum, Sabtu (19/11) akhir pekan kemarin.

Fans Gus Dur

Gus Ufik menambahkan aktivitas fisik yang dimaksud bisa berbentuk olah raga, jalan kaki, maupun kegiatan sehari-hari seperti menyapu.

“Aktivitas fisik tidak harus dilakukan lama-lama dalam sekali kegiatan. Bisa lima belas atau tiga puluh menit sekali beraktivitas, tapi dilakukan secara rutin,” terangnya.

Fans Gus Dur

Adapun indikator tambahan terkait kepada bersihnya lingkungan pesantren yang meliputi udara, sampah, saluran air, air minum, mandi cuci kakus (MCK), ventilasi, dan pencahayaan.

“Selain itu pesantren yang sehat juga menyediakan kawasan tanpa merokok, pusat promosi kesehatan, dan adanya pos kesehatan pesantren (Poskestren),” kata pria yang juga? Ketua Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU).

Pesantren sehat menjadi bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal ini selaras dengan program LK PBNU yang bertanggungjawab menjalankan kebijakan PBNU di bidang kesehatan dan melaksanakan fungsi pembinaan pada Lembaga Kesehatan di tingkat Pengurus Wilayah.

Germas, kata Gus Ufik, dicanangkan pada 15 November 2016 oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI di Yogyakarta. Pencanangan Germas atas prakarsa Presiden RI dan merupakan wujud gerakan revolusi mental bidang kesehatan untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan perilaku tidak sehat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Nahdlatul Ulama, AlaNu Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

Jombang, Fans Gus Dur. Setelah menjalani masa Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) selama beberapa hari, para kader mengikuti prosesi bai’at atau pengambilan sumpah setia.

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

PKPNU di Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung ditutup, Senin (9/3) dini hari. Setelah digembleng dengan sejumlah informasi, antara lain mengenai potensi, kelebihan, kelemahan dan tantangan NU masa mendatang, para kader diharapkan dapat menjadi pionir bagi perjalanan NU ke depan.

Hal tersebut antara lain yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik saat memberikan pengarahan pada penutupan PKPNU di Jombang itu.

Fans Gus Dur

Di hadapan 48 peserta, KH Masyhuri Malik kembali mengingatkan bahwa para ulama khususnya pendiri NU telah berjuang menyelamatkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para ulama juga telah mewariskan ajaran Islam yang bisa diterapkan di tanah air. “Menjaga dan mengawal NKRI adalah sama dengan menjaga keberadaan NU,” tandasnya.

Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali para peserta memegang teguh apa yang telah diwariskan para pendiri jam’iyah ini. “Dan menjaga warisan para ulama tersebut bisa dilakukan dengan menjadi pengurus formal NU ataupun sebagai anggota biasa,” terangnya.

Fans Gus Dur

Kiai Masyhuri berpesan kepada peserta yang tidak hanya berasal dari Jombang, juga Kediri, Lamongan, Nganjuk serta Gresik ini untuk terus menjaga soliditas serta senantiasa berkhidmat kepada NU. Bentuknya bisa dengan berperan aktif dalam kegiatan di komunitas setempat atau bersinergi dengan kepengurusan yang ada.

Syamsul Rijal dari PCNU Jombang menandaskan bahwa menjadi peserta PKPNU adalah kesempatan yang istimewa. “Karenanya mohon usai mengikuti kegiatan ini, sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan sebagai program nyata dapat segera dilakukan,” katanya.

Intensitas komunikasi juga hendaknya dapat dilakukan sesama angkatan pelatihan baik mereka yang berdomisili di Jombang serta kota lain, lanjutnya.

Penutupan PKPNU dilakukan dengan pengukuhan dan bai’at atau pengambilan sumpah setia yang diikuti oleh seluruh peserta. Bai’at dipimpin langsung oleh KH Masyhuri Malik didampingi dua instruktur kaderisasi dari PBNU H Abdul Mun’im DZ dan Amir Ma’ruf. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Olahraga, Meme Islam Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

Mataram, Fans Gus Dur. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat menggelar Yasinan dan Tahillan Kemerdekaan Ke-70 Republik Indonesia dengan tema "Bersama Pelajar Kita Wujudkan Islam Nusatara yang Ramah bukan Pemarah" di Aula Kantor PWNU NTB Jln Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, Kamis (20/8)

Agenda ini dimulai dari shalat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin, tahillan, doa, kemudian arahan dari beberapa alumni IPNU yang hadir. Puluhan? pengurus baru IPNU NTB tampak antusias mengikuti acara ini.

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU NTB Gelar Yasinan dan Tahlilan Kemerdekaan

"Acara seperti ini insyaallah akan kita lakukan minimal satu kali sebulan, di samping juga kita laksanakan program kaderisasi formal maupun nonformal yang sesuai dengan PO? IPNU," kata Syamsul Hadi, Ketua PW IPNU NTB dalam pengantarnya.

Fans Gus Dur

Lebih lanjut, menurut Syamsul, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahim dan kebersamaan sesama pengurus, dan juga cara pihaknya merayakan Kemerdekaan RI yang kini sudah mencapai usia ke-70 tahun.

"Kalau lembaga pendidikan formal dan instansi pemerintah melaksnakaan apel bendera dan sejenisnya maka kita di pimpinan wilayah (IPNU) merayakannya dengan cara yasinan, karena di sejumlah Pimpnan Komisariat (IPNU) yang ada di sekolah atau madrasah mereka melakukan apel bendera, bahkan ada PK yang merangkai acaranya dengan cara menggelar berbagai macam lomba," terangnya.

Fans Gus Dur

?

Lebih jauh, dia mengingatkan tentang bagaimana perjuangan para pendahulu dalam meraih kemerdekaan hingga kini bangsa Indonesia menuai hasilnya. “Oleh karena itu, kata syamsul, mari kita doakan bersama para pejuang, dan juga para tokoh-tokoh NU yang telah berkorban nyawa sekalipun dalam mempertahan bangsa. NU tetap jaya dengan prinsipnya dan juga bangsa Indoensia aman dari segala ancaman apapun yang membuat kita semua merugi,” harapnya.

Selain pengurus IPNU, tampak hadir Ketua PW GP Ansor NTB Suab Quri, dan wakil ketuanya, Akhdiansyah Yonqi dan Husni Abidin, Ketua PC GP Ansor Kota Mataram Hasan Basri. Mereka diberikan waktu sekitar 7-10 menit untuk berbicara seputar IPNU dan sejarah perjalalan IPNU selama ada IPNU di NTB. Ketua PW IPPNU NTB Bq. Maisyarah juga tampak hadir dalam kesempatan itu. (Idim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Habib, AlaNu, Amalan Fans Gus Dur

Sabtu, 20 Januari 2018

Haul Seabad, Ribuan Santri Ikuti Ziarah Pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus

Kudus, Fans Gus Dur - Mengawali peringatan satu abad Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus, ribuan santri mengikuti kegiatan Ziarah Muassis dan Masyayikh Madrasah Qudsiyyah di kompleks makam Menara dan Krapyak Kudus, Sabtu (2/4) pagi. Mereka mengawali rangkaian ziarahnya di makam Pendiri Madrasah Qudsiyyah KHR Asnawi Kudus di kompleks makam Menara Kudus.

Ziarah dilanjutkan di makam masyayikh Qudsiyyah seperti alm KH Yahya Arif, KH Maruf Asnawi, KH Noor Yasin Djalil, KH Mahfudz Noor di Makam Krapyak Kudus.

Haul Seabad, Ribuan Santri Ikuti Ziarah Pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Seabad, Ribuan Santri Ikuti Ziarah Pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Seabad, Ribuan Santri Ikuti Ziarah Pendiri Madrasah Qudsiyyah Kudus

Kegiatan Ziarah Muassis dan Masyayikh Qudsiyyah dipimpin langsung oleh Al-Mudirul Am Madrasah Qudsiyyah KH Noor Halim Maruf dan juga diikuti oleh kiai, guru, santri, dan alumni Qudsiyyah.

Sekretaris panitia Dr Abdul Jalil mengatakan bahwa kegiatan ziarah ini merupakan pembuka atas rangkaian kegiatan satu abad Qudsiyyah.

Fans Gus Dur

"Mengawali seluruh ragkaian satu abad Qudsiyyah, seluruh siswa, guru, dan alumni ziarah ke muassis (pendiri) dan masyayikh (para sesepuh) di kompleks makam kangjeng Sunan Kudus," ujarnya.

Lebih lanjut, jelas Jalil, kegiatan ini merupakan bentuk kelanjutan dakwah KHR Asnawi Kudus. "Acara ini dimaksudkan untuk menyambungkan spirit perjuangan dan pembelajaran antargenerasi," tandasnya.

Fans Gus Dur

Madrasah Qudsiyyah Menara Kudus merupakan madrasah salaf yang didirikan oleh KHR Asnawi Kudus, salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dari Kudus. Madrasah ini resmi berdiri pada tahun 1337 H. (Yusrul Wafa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu Fans Gus Dur

Selasa, 09 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kalinyamatan Diklat Keorganisasian

Jepara, Fans Gus Dur. Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kalinyamatan memberikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keorganisasian beruapa administrasi untuk pengurus Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU se-kecamatan Kalinyamatan, bertempat di SMP Negeri 1 Kalinyamatan, Ahad (25/11).?



IPNU-IPPNU Kalinyamatan Diklat Keorganisasian (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kalinyamatan Diklat Keorganisasian (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kalinyamatan Diklat Keorganisasian

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Profesionalisme Administratif Pelajar NU” tersebut diikuti 30 peserta. Mereka perwakilan PR IPNU-IPPNU se-Kalinyamatan.?

Selama kegiatan peserta diberi materi Administrasi, PPOA, Bedah PD/ PRT dan praktik. Untuk pemateri IPNU Chusni Maulana, ketua dan Mahrus Fadzali sekretaris PC IPNU. Sedangkan dari IPPNU Hidayatul Mustafidah sekretaris dan Nafisatuz Zulfa wakil ketua PC IPPNU.?

Syaiful Hadi ketua PAC IPNU Kalinyamatan mengatakan kegiatan bertujuan memberikan bekal kepada pengurus PAC dan PR agar semakin profesional dalam bidang administrasi.

Fans Gus Dur

Kegiatan jelas Syaiful juga diisi dengan praktik. “Dalam kegiatan ini juga ada praktik membuat surat-menyurat secara individu. Tujuannya agar semua peserta paham dengan kegiatan yang diikutinya,” paparnya.

Fans Gus Dur

Selain itu, sambungnya sebelum kegiatan berakhir diisi dengan pentas seni per-kelompok. Hal itu menurutnya untuk

semakin mengakrabkan antara PAC dan PR yang ada di Kalinyamatan.?

Kepala SMP Negeri 1 Kalinyamatan Drs Akhmad Musolikhan yang hadir dalam kesempatan itu menyambut baik kegiatan tersebut. Diklat administasi terang Musolikhan dibanyak organisasi maupun forum jarang dilaksanakan.?

“Kami sangat menyambut baik kegiatan kali ini. Karena dari yang saya tahu kegiatan pelatihan administrasi jarang dilakukan. Meskipun jarang tetapi diklat kali ini pesertanya antusias,” ujarnya.?

Musyafak, wakil ketua MWC NU Kalinyamatan dalam sambutannya memberikan motivasi agar hasil dari mengikuti kegiatan tersebut bisa bermanfaat untuk individu maupun organisasinya khususnya dalam bidang keadminitrasian.?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontrinutor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu Fans Gus Dur

Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional

Jakarta, Fans Gus Dur. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda Ke-5 tingkat sarjana (S1) dan diploma (D3), Selasa (27/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Dalam prosesi penting tahunan inilah STAINU Jakarta berkomitmen untuk terus mencetak para sarjana Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah secara profesional.

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif mengatakan bahwa persaingan global di segala bidang semakin nampak. Tantangan ini sangat diperhatikan oleh STAINU Jakarta untuk mencetak sebanyak mungkin lulusan-lulusan berkualitas secara akademik.?

Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda Ke-5, STAINU Jakarta Komit Cetak Sarjana Aswaja Profesional

Selain itu, tambahnya, lulusan berkualitas yang dihasilkan STAINU Jakarta tidak akan meninggalkan akar tradisi dan budaya masyarakat Indonesia yang berkembang selama berabad-abad.?

“Hal ini hanya bisa dilakukan para lulusan jika dibekali dengan Aswaja yang memiliki karakter moderat, ramah, dan toleran. Pemahaman ini bahkan sudah menjadi kurikulum wajib di STAINU Jakarta,” ujar Syahrizal.

Dia juga mengungkapkan bahwa perguruan tinggi yang dipimpinnya ini secara terus menerus akan melakukan reformasi perkuliahan secara digital. Selama ini sistem di STAINU Jakarta telah terintegrasi secara digital. Ke depan, imbuhnya, STAINU juga akan segara menerapkan sistem E-Learning.

Fans Gus Dur

Di akhir sambutannya, Syahrizal berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar menjadi sarjana yang berperan nyata di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut bekerja pada bidangnya, tetapi juga bekerja secara profesional apapun bidang yang digelutinya.

Hadir dalam wisuda ini antara lain, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Menpora RI H Imam Nahrawi, Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua BP3TNU H Marzuki Usman, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Ketua PP LP Ma’arif NU H Arifin Junaidi, para Dosen dan Civitas Akademika STAINU Jakarta.

Wisuda ke-5 ini, STAINU Jakarta berhasil mencetak 248 lulusan sarjana dan diploma dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah, dan Ahwalul Syakhsiyah.? (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Daerah, AlaNu Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Jakarta, Fans Gus Dur - Rombongan pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) melakukan investigasi dan pengumpulan informasi perihal bentrokan yang terjadi antara aparat keamanan dan warga desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka. Mereka akan melaporkan hasil temuan di lapangan ke PBNU.

PBNU menurunkan tim yang dipimpin oleh Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal dan Wakil Ketua LPBH PBNU Abdul Rozak.

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentrok Aparat dan Warga Sukamulya, LPBH PBNU Lakukan Investigasi

Tim LPBH PBNU menggelar pertemuan dengan warga di kantor balai desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka, Rabu (23/11). Ketua LPBH PBNU H Royandi Haikal memimpin pertemuan tersebut yang dihadiri ribuan warga.

Fans Gus Dur

Pertemuan ini juga dihadiri oleh kepala desa, Wakil Ketua PWNU Jabar, Ketua PCNU Majalengka, GP Ansor Jabar, PMII Majalengka, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Sebagaimana diketahui, bentrokan terjadi antara aparat keamanan dan warga Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka. Bentrokan ini berujung pada tindakan represif oleh aparat keamanan.

“Dalam pertemuan tersebut diperoleh keterangan dan informasi terkait dengan peristiwa bentrokan. Hasil investigasi ini akan dilaporkan kepada PBNU untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” kata Royandi. (Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Pendidikan, Daerah Fans Gus Dur

Kamis, 04 Januari 2018

Pagar Nusa Pimpin "Senam Jurus" Tiap Pagi

Jombang, Fans Gus Dur. Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa berpartisipasi dalam agenda akbar Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) di Jombang yang digelar sejak sepekan yang lalu. Selain membantu pengamanan, terutama untuk para tamu VIP, Pagar Nusa menjadi instruktur kegiatan senam setiap pagi.

Pagar Nusa Pimpin Senam Jurus Tiap Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Pimpin Senam Jurus Tiap Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Pimpin "Senam Jurus" Tiap Pagi

Senam dipimpin langsung oleh Pasukan Inti (Pasti) Pagar Nusa, yang memakai gerakan jurus yang di lingkungan Pagar Nusa dikenal dengan istilah jurus 2A. Senam jurus ini berlangsung selama satu jam, mulai pukul 06.00-07.00 WIB sejak hari pertama.

“Alhamdulillah semua lancar. Para peserta antusias dan bisa menirukan gerakan-gerakan senam jurus Pagar Nusa,” kata Malik SPd., Komandan Pasti Pagar Nusa dihubungi Fans Gus Dur di Jombang, Sabtu (29/6).

Fans Gus Dur

Bahkan sebagian siswa yang mengikuti Perwimanas, terutama yang berasal dari luar Jawa meminta diadakan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa.

Fans Gus Dur

“Banyak dari luar Jawa yang ingin berlatih, kalau di Jawa Timur sendiri hampir di setiap sekolah ada. Ada dari Lampung dan Maluku Utara ingin berlatih Pagar Nusa, kami katakan silakan berhubungan dengan PW Pagar Nusa di daerah masing-masing,” kata Malik.

Hingga hari terakhir pelaksanaan Perwimanas kali ini tercatat masih ada sekitar 2.830 peserta yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan LP Ma’arif. Pagi hari, selain berolahraga, sekitar setengah dari jumlah peserta diajak untuk melakukan kegiatan ziarah dan berdoa untuk para ulama.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, AlaNu Fans Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, Fans Gus Dur. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

Fans Gus Dur

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Fans Gus Dur

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Tegal Fans Gus Dur

Senin, 25 Desember 2017

Tiga Sekolah NU Maju Tingkat Nasional Lomba Video Pendek

Semarang, Fans Gus Dur - Tiga? lembaga pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mewakili Jawa Tengah maju ke tingkat nasional dalam ajang Lomba Video Pendek “Kita Boleh Beda”? yang? digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

Mereka akan bersaing dalam grand final di Jakarta pada November 2016 mendatang setelah memenangi lomba di tingkat provinsi. Ketiga lembaga pendidikan tersebut adalah Madrasah Aliyah (MA) Darul Muttaqien Temanggung yang meraih Juara 1, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif NU VIP Kemiri Purworejo (Juara 2), dan MA Al Irsyad Gajah Kabupaten Demak (Juara 3).

Tiga Sekolah NU Maju Tingkat Nasional Lomba Video Pendek (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Sekolah NU Maju Tingkat Nasional Lomba Video Pendek (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Sekolah NU Maju Tingkat Nasional Lomba Video Pendek

Tercatat ada delapan belas judul video ambil bagian dalam ajang ini. Kedelapan belas judul tersebut merupakan karya anak-anak muda dari 15 sekolah SMA/MA/SMK di Jawa Tengah. Di antaranya? dari Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, dan Kabupaten Kebumen.

Fans Gus Dur

Penjurian lomba di tingkat Provinsi Jateng telah dilakukan? pada Rabu, 15 Juni 2016. Dewan juri? yang memberikan penilaian? ? adalah Landung Y Saptoto dari Rumah Produksi Dreamlight World Media Ungaran, Arif Suharsono dari? Dikmen Dinas Pendidikan Provinsi Jateng , dan Nohara Swastika pegiat film dan sineas dari Jakarta.

Fans Gus Dur

Ketua FKPT Jateng H. Najahan Musyafak? mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat terutama generasi muda. Di samping itu ajang ini? juga merupakan media? yang sangat tepat untuk? memberi penyadaran kepada generasi muda pentingnya menghargai perbedaaan, kewaspadaan akan bahaya radikalisme dan terorisme di tanah air.

“Film adalah alat komunikasi yang efektif bagi generasi muda. Karenanya BNPT dan FKPT memakai medium lomba ini untuk memberikan penyadaran tentang bahaya radikalisme dan terorisme.? Saya mengapresiasi para peserta lomba yang telah mengirimkan karyanya. Ini tentu memerlukan proses yang panjang, support dari guru, orang tua, dan tentunya sekolah,” tegas Najahan.

Acara puncak pengumunan pemenang dilaksanakan di Hotel Semesta, Semarang, pada 16 Juni 2016. Dalam kesempatan itu juga digelar? yang menghadirkan? Nohara Swastika, Agus Maladi Irianto, dan Awaludin-tokoh pemuda Semarang. (Muslihudin el Hasanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Doa, Hadits Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

Sumenep, Fans Gus Dur. Setiap bangsa mendambakan keadilan negaranya. Negara yang adil dapat mengkristalkan kewibawaan. Sedikitnya ada 4 "bahan bakar" untuk mewujudkan hal itu. Demikian penegasan Hakim Agung Kamar Pidana RI Dr H Artedjo Alkostar saat mengisi kuliah perdana ratusan mahasiswa baru Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Guluk-Guluk, Sumenep, di Aula As-Syarqawi Annuqayah, Sabtu (3/9).

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

"Keempatnya meliputi; negara memberikan makan bangsa, menyediakan transportasi, menegakkan keadilan, dan menjaga kearifan lokal," terang Artidjo.

Wakil Rektor III KH. A. Wasil Hasyim menyatakan, kuliah perdana tahun ini mengangkat tema Peran Pesantren dalam Membangun Masyarakat Madani dan Anti Korupsi". Tujuannya, dalam rangka membentuk mental mahasiswa supaya tidak terjebak para lumpur kotor korupsi.?

"Sekarang ini bantuan dana dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan cukup besar. Untuk itu, setelah mahasiwa lulus kuliah, diharapkan sukses mengantisipasi potensi korupsi dalam lembaga pendidikan maupun pemerintahan.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Rektor Instika KH Abbadi Ishom mengaku bersyukur atas kehadiran Alkostar. Kata Kiai Abbadi, Alkostar ibarat malaiakat bagi para koruptor yang menegakkan keadilan.

"Saya memiliki pertanyaan kepada Bapak Artidjo Alkostar. Saya selaku pinpinan merasa sangat sulit untuk memajukan pendidikan kampus. Sebab, kampus swasta sering dianaktirikan oleh pemerintah. Sementara yang berbasis negeri, lumayan dianakemaskan," kritiknya.

Fans Gus Dur

Diterangkan, ketimpangan perhatian tersebut dikarenakan dari pemerintahan sendiri. Terdapat diskriminasi dalam Undang-Undang kependidikan yang mendikotomi terhadap kampus swasta dan kampus negeri.

"Diakui atau tidak, pendidikan swasta lebih-lebih yang ada di naungan pesantren, cukup besar perannya dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Seperti halnya pendidikan di kampus Instika ini. Pendidikan pesantren punya andil bsar dalam kemajuan bangsa," tekannya.

Dalam sejarah kemerdekaan pun, tambah Kiai Abbadi, pesantren tidak bsa dipisahkan dengan jasa-jasa kemerdekaan. Bagi Kiai Abbadi, sangat membingungkan sekali dengan kebijakan atau peraturan yang ada di Indonesia.

"Belum lama ini kami mengajukan jurusan Pedidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika. Itu tidak diterima oleh pemerintah. Padahal, di kampus negeri, Pendidikan Bahasa Inggris ada. ? Saya bertanya mengapa di kampus negeri itu ada Pendidikan Bahasa Inggris. Pemerintah selalu berdalih bahwa pendidikan kampus negeri dan pendidikan swasta tidak bisa disamakan," terangnya.

Pernyataan Rektor Instika yang menyebutkan diskriminasi aturan dalam pendidikan dibenarkan oleh Artiedjo Alkostar. Ia menyarankan agar pesantren memperjuangkan usahanya dan mencari celah-celah dari Undang- Undang tersebut. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Pahlawan, AlaNu Fans Gus Dur

Senin, 04 Desember 2017

Menjelajahi Sisi Lain Keteladanan Kiai As’ad

Judul Buku: Kharisma Kiai As’ad di Mata Umat

Editor: Syamsul A. Hasan

Penerbit: Pustaka Pesantren-LKIS, BP2M PP Salafiyah Syafiiyah

Menjelajahi Sisi Lain Keteladanan Kiai As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjelajahi Sisi Lain Keteladanan Kiai As’ad (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjelajahi Sisi Lain Keteladanan Kiai As’ad

Cetakan: Ketiga, 2008

Tebal: xxxi + 214 halaman

Peresensi: Mashudi Umar

Fans Gus Dur



Di deretan ulama-ulama besar di Indonesia, nama Kiai As’ad tentu bukanlah nama yang asing. Ia merupakan mediator berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) dan salah seorang inspirator penerimaan asas Pancasila di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, yang ia pimpin.

Sebagaimana kita ketahui, sebelum NU berdiri, pada 1924, Kiai Kholil Bangkalan mengutus Kiai As’ad muda sebagai santrinya pergi ke Tebuireng, Jombang, untuk menyampaikan lambang/tanda kepada KH Hasyim Asy’ari. Pertama, Kiai As’ad diutus untuk menyampaikan sebuah tasbih dan ucapan surat Thaha Ayat 17-23 yang menceritakan mukjizat Nabi Musa dan tongkatnya ke Kiai Hasyim. Setahun kemudian, Kiai Kholil mengirim Kiai As’ad kepada Kiai Hasyim Asy’ari dengan mengucapkan: Ya Jabbar, Ya Qahhar. Kedua peristiwa ini diyakini sebagai persetujuan Kiai Kholil atas berdirinya NU dan pemilihan KH Hasyim Asy’ari sebagai pemimpin spritual masyarakat pesantren.

Fans Gus Dur

Hingga akhirnya, dalam konteks ke-NU-an, Kiai As’ad merupakan satu-satunya orang yang ditunjuk oleh Muktamar ke-27 NU untuk menyusun ahl al-halli wa al-aqdi yang mempunyai otoritas penuh untuk selanjutnya membentuk struktur Pengurus Besar NU setelah NU kembali ke Khittah 1926, di mana Abdurrahman Wahid menjabat Ketua Umum PBNU pertama kalinya bersanding dengan KH Achmad Siddiq sebagai Rais Am PBNU. Ia juga bersama ulama sepuh, seperti KH Ali Maksum, KH Mahrus Ali, dan KH Achmad Siddiq—dikenal sebagai andalan untuk melerai kemelut yang melilit tubuh NU. Memang, Kiai As’ad tidak pernah menduduki posisi strategis dalam struktural NU, ia hanya menduduki Mustasyar PBNU waktu itu.

Masih segar dalam ingatan warga NU—waktu itu--, ketika mulai ramai perbincangan mengenai konflik MI-NU dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan membaranya api membicarakan soal rencana pemerintah memberlakukan Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi sosial politik maupun kemasyarakatan, tiba-tiba di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah berkumpul ratusan ulama NU untuk mengadakan Musyawarah Nasional (Munas). Ini terjadi pada 18-21 Desember 1983.

Uniknya, di saat semua ormas Islam banyak menolak asas Pancasila, Munas tersebut justru menerimanya dan menganggapnya tidak bertentangan dengan akidah Islam. Munas juga memutuskan mengembalikan NU ke garis dan landasan perjuangan asalnya, yang kemudian populer dengan sebutan kembali ke Khittah 1926. Semua peran itu tidak lepas dari ide brilian Kiai As’ad dalam memulihkan keutuhan NU yang kala itu tercabik-cabik oleh banyak kepentingan.

Menurutnya, Pancasila tidak bertentangan sama sekali dengan Islam. Sila pertama adalah ajaran tauhid dan sila-sila berikutnya adalah implementasi dari ajaran Islam. Sementara, sejumlah tokoh Islam yang menolak mengutip argumen normatif atas penolakannya terhadap Pancasila, dengan tegas, Kiai As’ad mengatakan, bahwa secara substantif Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Al Quran dan Al Sunnah. Walaupun tidak eksplisit kata Al Quran dan Al Sunnah tidak tercantum dalam sila-sila Pancasila, namun ajaran-ajaran fundamental Islam telah terpatri di sana.

Sedangkan rumusan Khittah NU 1926 hasil Munas di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah pada 1983, pertama, mengembalikan aktivitas NU dari bidang politik ke bidang asalnya, yakni bidang dakwah, pendidikan dan sosial. Terlalu lama NU berkecimpung di politik praktis (sejak 1955-1982), hingga garapan pokoknya terbengkalai.

Kedua, menyerahkan sepenuhnya kepada warga NU dalam menyalurkan aspirasi politiknya, apakah ke Partai Golkar, PPP maupun Partai Demokrasi Indonesia–waktu itu—yang memang dipandang baik dan tidak bertentangan dengan Islam.

Ketiga, membenahi organisasi, setelah terperangkat dalam kemelut intern sesuai Munas Alim Ulama di Kaliurang, Yogyakarta, pada 1981, yang melahirkan dua kubu yaitu Cipete dan Situbondo. Pembenahan bidang ini kemudian terbukti dengan terjadinya rekonsiliasi 10 September 1984 di kediaman KH Hasyim Latif, Sepanjang, Sidoarjo.

Faedah kembalinya NU ke Khittah 1926, di samping rumusan-rumusan di atas, juga mengangkat peran ulama dalam lembaga, seperti Mustasyar dan Syuriyah, sebagai lembaga tertinggi dalam kepemimpinan NU.

Buku ini sudah dalam cetakan edisi ketiga. Dengan kata lain, buku ini tetap menarik untuk dibaca, dijadikan referensi untuk membaca kembali perjuangan Kiai As’ad waktu penjajahan Kolonial Belanda. Buku ini tidak berbicara soal Kiai As’ad sebagai penyelenggara dan pertemuan alim ulama NU atau Munas di pesantrennya, juga tidak berbicara mengenai pembentukan awal berdirinya NU, di mana Kiai As’ad sebagai penyambung komunikasi antara Syaikhona Kiai Kholil Bangkalan dengan Syaikhona Kiai Hasyim Asy’ari.

Penyunting buku ini, Samsul A. Hasan, sebagai santri Pesantren Salafiyah Syafi’iyah yang juga sangat produktif menulis di beberapa media melakukan penelitian yang mengurai tentang keberanian Kiai As’ad mengumpulkan para bajingan sebagai sisi lain kehidupan nyata Kiai As’ad di samping gambaran di atas, juga mengungkap tentang kepiawaiannya dalam mendekati para tokoh bajingan tengik, yang kemudian dikumpulkan dalam wadah pelopor. Sehingga masyarakat ada yang memanggil Kiai As’ad—waktu itu—sebagai “singa” berjalan.

Peresensi adalah Redaktur Eksekutif Majalah Alfikr terbitan Institut Agama Islam Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa TimurDari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Dahsyat, Syarah Arbain Nawawi Ini Ditulis Anak-anak Usia Belia

Menulis bukanlah suatu hal yang tidak mungkin dikerjakan oleh santri yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Faktanya, buku berjudul? Belajar Bahagia dari Nabi SAW? ini ditulis oleh sekumpulan anak usia 11-12 tahun yang sedang belajar di Pesantren Hadis Darus Sunnah, Ciputat Tangerang Selatan.?

Buku terbitan? Maktabah Darus Sunnah? ini menjadi bukti betapa manjurnya pesan Almaghfurlah KH Ali Mustafa Yaqub yang berbunyi,? “Wa la tamutunna illa wa antum katibun” (Dan janganlah kalian meninggal kecuali sudah punya karya tulis). Pesan yang selalu diulang-ulang ini tak cukup hanya masuk ke telinga maupun dalam hati para santri, namun langsung termanifestasikan melalui karya nyata.

Dahsyat, Syarah Arbain Nawawi Ini Ditulis Anak-anak Usia Belia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dahsyat, Syarah Arbain Nawawi Ini Ditulis Anak-anak Usia Belia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dahsyat, Syarah Arbain Nawawi Ini Ditulis Anak-anak Usia Belia

Buku? Belajar Bahagia dari Nabi SAW? merupakan? syarah? (penjelasan) dari kitab? Arbain an-Nawawi? karya Imam an-Nawawi. Hanya saja penjelasan kitab tersebut tidak seperti yang disusun oleh para ulama besar, yang penuh dengan bahasa sulit dan terkadang membuat pusing pembacanya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Penjelasan kitab? Arbain? ini ditulis dengan gaya ringan, renyah dan mengalir. Tidak ada kata-kata ilmiah, begitu juga istilah-istilah berat. Anak-anak ini mampu meringkas bahasa-bahasa hadits dan syarahnya yang cukup rumit dengan sederahana, mirip catatan harian.

Saat membaca buku ini kita akan disuguhkan “narasi-narasi unik” juga poin-poin penting yang kemudian dideskripsikan. Setiap hadits diberi judul yang bisa menarik perhatian pembaca. Bahkan beberapa penulis mengaitkan penjelasan-penjelasan dalam hadits dengan kejadian-kejadian yang umunya kita alami. Tentunya semua kejadian itu merupakan olahan sudut pandang para penulis yang notabennya masih imut-imut.

Meski demikian, diantara penulis ada juga yang mengutip beberapa pendapat atau adagium dari ulama untuk sekedar menguatkan penjelasan yang mereka tulis.?

Literasi Pesantren?

Terbitnya buku? Bahagia dari Nabi SAW? ? ini menjadi bukti bahwa dunia literasi pesantren cukup berwarna. Tidak hanya didominasi kiai maupun santri-santri dewasa. Dunia literasi? pesantren juga meliputi seluruh generasi, tak terkecuali anak-anak usia belia.?

Tradisi menulis perlu dikembangkan, tanpa meninggalkan tradisi? setoran, apalan, lalaran, sawiran? yang sudah menjadi kewajiban setiap santri. Tradisi literasi yang mulai diperkenalkan sejak dini akan melahirkan kader-kader pesantren yang tidak hanya cakap ceramah, tapi juga produktif dalam menelurkan karya, sebagaimana para ulama Nusantara terdahulu.? Al-khattu yabqa zamanan fil ardhi, wa katibul khatti tahtal ardhi madfunun.? (Tulisan? akan selalu kekal walaupun sang penulis sudah terkubur di dasar bumi).





Info Buku:

Judul ? : Belajar Bahagia dari Nabi SAW

Penulis? : Santri Kelas VII Madrasah Darus Sunnah (Santri Hadis Darus Sunnah Pertama ‘Sahadat’)

Penerbit : Maktabah Darus Sunnah?

ISBN : 978-602-96931-7-1

Halaman? : xvi+225

Cetakan Pertama: Mei 2016





Peresensi

M. Alvin Nur Choironi?

Mahasantri Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences,? Ketua HMJ Tafsir Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Sekretaris Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia.





Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus

Kudus, Fans Gus Dur. Haul ke-56 pendiri NU asal Kudus KHR Asnawi akan diperingati di kompleks makam Menara dan pesantren Raudhatuth Thalibin, Bendan, Kudus, Kamis-Jum’at (24-26/4). Seperti tahun sebelumnya, peringatan haul tahun ini akan dilangsungkan takhtimul Qur’an dan pengajian umum.

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ini Haul ke-56 KHR Asnawi Kudus

Salah seorang sucu KHR Asnawi Abdullah Mun’im mengatakan, peringatan haul selalu diadakan setiap 25 Jumadil Akhir  sesuai hari wafatnya. Pada tahun ini, kegiatan akan diawali dengan takhtimul Qur’an bil ghoib di kompleks pesantren peninggalan KHR Asnawi, Kamis (24/4) malam. 

Sedangkan Jum’at pagi diadakan takhtimul Qur’an bin nazhar yang dilanjutkan dengan tahlilan umum pada sore hari di kompleks makam Menara Kudus. Malam harinya pengajian umum akan dipandu KH Abdul Qoyyum Mansur (Rembang) dan Habib Umar Muthohar (Semarang).

Fans Gus Dur

“Melalui kegiatan ini para santri dan generasi penerus bisa menjaga ukhuwwah Islamiyah dan wathaniah seperti ajaran yang disampaikan beliau,” terangnya kepada Fans Gus Dur, Kamis (23/4).

Selain acara yang diadakan keluarga dan pesantren Raudhotuth Thalibin, pelajar Madrasah Qudsiyah juga akan memperingati haul KHR Asnawi dengan sepeda santai pada Ahad (27/4). (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Tegal, AlaNu Fans Gus Dur

Sabtu, 25 November 2017

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Rembang, Fans Gus Dur. Modus pencucian uang hasil korupsi di Indonesia semakin beragam, mulai digunakan untuk membeli mobil mewah, rumah milyaran rupiah hingga poligami.

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Hal itu disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Jumat pagi (20/12), di hadapan jamaah pengajian rutin setiap Jumat, di aula Pondok Pesantren Raudhotut Tholibien Leteh Rembang.

Gus Mus mengatakan, para koruptor sekarang tidak pernah menyimpan uang di rumah, pasalnya modus seperti itu, sudah banyak diketahui oleh penyidik anti korupsi.

Fans Gus Dur

“Para pelaku korupsi kebanyakan menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli mobil, rumah hingga diatasnamakan istri mereka yang jumlahnya lebih dari satu,” kata Gus Mus.

Namun penyidik anti korupsi, lanjut Gus Mus, semakin jeli, sehingga modus seperti itu dapat terdeteksi dan tertangkap.

Fans Gus Dur

Lebih jauh Gus mus menambahkan, tak jarang para koruptor mengalihkan harta benda hasil korupsi mereka atas nama, sopir, pembantu dan orang lain, supaya tidak terendus petugas.

Kiai sastrawan itu  berpesan, sebagai orang muslim, banyaklah bersyukur, dan amanah sehingga selamat dunia dan akhirat. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, AlaNu, Santri Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Jakarta, Fans Gus Dur. Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan khusus terhadap kelompok ektremis atas nama agama atau politik. Negara, menurut Kiai Amin, tidak boleh bersikap abai terhadap mereka yang melanggar komitmen kebangsaan. Pasalnya, negara ini memiliki prinsip-prinsip dasar yang mesti dipatuhi setiap warga di Indonesia.

Kepada Fans Gus Dur di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (22/7), Kiai Ma’ruf menyebut tahapan sikap negara. Pertama, negara perlu kembali mengingatkan mereka bahwa kita menyepakati etika dan komitmen berbangsa.

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Negara antara lain mendorong dialog-dialog kebangsaan. Mereka, Kiai Ma’ruf melanjutkan, mesti diberi tahu bahwa di dalam negara ada etika dan konsensus bernegara yang harus dipenuhi. Kalau ada perbedaan pandangan sejauh itu di dalam koridor, saya kira tidak ada masalah. Tetapi kalau sudah di luar koridor, negara harus memperingatkan dan mengambil tindakan terhadap mereka.

Fans Gus Dur

“Empat pilar ini konsensus kita bersama. Sejauh mereka berbeda dalam implementasi, kita bisa berdialog. Tetapi kalau sifatnya menggungat empat pilar, ini sudah pelanggaran konsensus. Negara berkewajiban untuk mengambil pendekatan tertentu,” tegas Kiai Ma’ruf.

Fans Gus Dur

Kita mempunyai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI sebagai acuan hidup bersama di Indonesia. Kalau mereka melanggar komitmen itu, tentu negara harus menggunakan haknya, bertindak. Negara mesti tegas, tandas Kiai Ma’ruf. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Internasional Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca

Kemajuan tehnologi tidak serta merta mempermudah semua pekerjaan manusia. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dicapainya. Misalkan memahami realita, cinta, kasih sayang dan konsep kemanusiaan. Semua itu adalah di luar kemampuan tehnologi untuk membantu manusia. Begitu juga dengan kemampuan membaca, tehnologi secanggih apapun tidak akan bisa merubah manusia buta huruf menjadi melek huruf dalam hitungan tiba-tiba.Proses belajar  tidak akan bisa digantikan dengan tehnologi secanggih apapun. Manusia itu sendirilah yang harus berusaha. Dalam proses usaha inilah seringkali manusia lupa, bahwa apa yang dilakukannya masih dalam tatarab proses dan bukan tujuan akhir. Sehingga seringkali usaha itu berhenti sampai pada taraf proses saja.

Demikianlah yang terjadi di masyarakat kita. Pada awalnya penulisan al-Qur’an dengan tulisan latin seperti yang banyak dicetak dalam surat yasin merupakan usaha belajar membaca al-Qur’an. Tulisan latin itu pada awalnya memang diproyeksikan sebagai langkah awal membantu membaca al-Qur’an. akan tetapi sayangnya langkah ini berhenti begitu saja, karena banyak orang yang merasa cukup membaca al-Qur’an dengan tulisan latin, dan tidak mau berusaha meningkatkan usaha belajar membacanya dalam tulisan Arab.

Mengenai hal ini sebenarnya fiqih telah mewanti-wanti agar sedapat mungkin orang Islam belaja membaca langsung al-Qur’an dalam tulisan arabnya. Karena sesungguhnya berbagai aturan makhraj huruf itu terkandung dalam tulisan arab, bukan tulisan latin. Demikian keterangan dalam Hasyiyataa Qolyubi wa ‘amirah

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca

Ù�Ù�جÙ�ز Ù�تابتÙ� Ù�ا Ù�رائتÙ� بغÙ�ر اÙ�عربÙ�ة, Ù�Ù�Ù�ا Ø­Ù�Ù� اÙ�Ù�صحÙ� Ù�Ù� اÙ�Ù�س Ù�اÙ�حÙ�Ù�

Diperbolehkan menulis al-Qur’an dengan selain huruf Arab (latin semisal), namun tidak boleh membacanya dengan selain bahasa Arab. Dan demikian pula hukum menyentuhnya.

(Red/Pen. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pesantren, AlaNu, Humor Islam Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock