Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini

Jakarta, Fans Gus Dur. Koruptor memiliki kekuatan multifaset. Yakni kekuatan oligarki yang bersatu dengan kekuatan kombinasi antara pejabat tak amanah, konglomerat hitam, dan politisi busuk.

Hal tersebut dikatakan mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto (BW) yang didaulat berbicara pada peluncuran dan diskusi buku “Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi” di lantai 8 Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta, Kamis (23/6) petang.

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini

“Mereka bertiga ini menguasai media massa, dan juga mampu mengontrol segenap kekuatan republik ini. Jadi kalau tidak dilawan dengan jihad, berat sekali,” tegas Bambang.

Menurut dia, pesantren menjadi salah satu target kekuatan kombinasi tersebut. “Kalau kredibilitas pesantren sudah dihancurkan, kalau marwah pesantren sudah diinjak-injak, kepada siapa lagi masyarakat mengadukan nasibnya,” ujar Bambang.

Jauh sebelum lahir republik ini, kata Bambang, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sudah menggelorakan jihad melawan penjajah. Hari ini generasi muda NU kembali menggunakan kata jihad untuk melawan korupsi.

Fans Gus Dur

“Jadi, seolah korupsi itu mirip penjajah. Benar sekali. Merinding saya sebenarnya membaca buku ini. Saya ingin mengatakan bahwa buku ini sangat relevan di tengah kegamangan kekuatan masyarakat menghadapi korupsi,” tandasnya.

Senada dengan Bambang, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin juga memuji kelahiran buku Jihad NU melawan korupsi. “Jika selama ini banyak kesan bahwa sebuah buku lebih bagus judul daripada isinya. Maka, buku ini tak hanya mantap judulnya, namun isinya lebih mantap,” ujar Kiai Ishom disambut tepuk tangan hadirin.

Fans Gus Dur

Sementara itu, budayawan MM Billah memberi beberapa catatan. Antara lain, akar masalah tidak dianalisis secara tuntas. “Dengan demikian, ini menuntut lahirnya buku kedua tentang korupsi secara empiris,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Humor Islam Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Ahli Falak, Pengarang Kitab “Nurul Anwar” Wafat

Jepara, Fans Gus Dur. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Satu lagi sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) wafat. KH Noor Ahmad, ahli falak asal Jepara, Jawa Tengah, telah berpulang ke Rahmatullah pada Rabu (20/6) hari ini sekitar pukul 10.00 WIB di Jepara. Sang kiai sepuh pengarang kitab "Nurul Anwar" meninggal dunia pada usia 83 tahun.

Ahli Falak, Pengarang Kitab “Nurul Anwar” Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Falak, Pengarang Kitab “Nurul Anwar” Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Falak, Pengarang Kitab “Nurul Anwar” Wafat

“Guru kita ahli falak terkenal, pencipta metode hisab Nurul Anwar telah wafat,” demikian disampaikan Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghozalie Masroeri kepada Fans Gus Dur melalui sambungan telefon.

Menurut Kiai Ghazali, KH Noor Ahmad adalah sosok kiai yang mengabdikan usianya untuk mengembangkan ilmu falak. Sampai menginjak usia senja, kiai yang sempat menggegerkan kerajaan Saudi Arabiyah karena kritiknya terhadap kesalahan penentuan tanggal pelaksanaan wukuf di Arafah ini masih aktif menjadi penasihat aktif Lajnah Falakiyah PBNU.

Lajnah Falakiyah mengimbau warga Nahdliyin menjalankan shalat ghaib, membacakan tahlil dan doa surat Al-Fatihah untuk (alm.) KH Noor Ahmad.

Fans Gus Dur

Penulis: A. Khoirul Anam

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Jombang, Fans Gus Dur. Romo Franz Magnis-Suseno dikenal sangat dekat dengan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur). Karena kedekatannya, banyak cerita humor yang bisa dikisahkan untuk mengenang kebersamaan bersama tokoh pluralisme ini.?

Salah satu humor yang masih melekat bagi tokoh agama ini adalah soal tiga orang yang sedang antri di depan pintu surga. Ketiga orang itu, satu orang pendeta, satu orang kiai dan satu orang yang berpakaian compang-camping.?

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Saat pendeta dan kiai sedang khusyu dan tawaduk menunggu antrian masuk sorga, tiba-tiba datang lelaki berpakaian compang-camping dan langsung menyibak antrian dan ternyata dipersilahkan oleh malaikat untuk memasuki pintu sorga. Melihat itu, sang kiai dan pendeta bertanya heran kepada malaikat,?

"Siapa dia? Kenapa orang seperti itu bisa seenaknya masuk sorga dan mendahului kami?" kisah Romo Magnis dalam Bahasa Inggris dihadapan rombongan pastor lintas Negara yang berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Rabu (9/8).

Mendapat pertanyaan itu, malaikat menjawab, "Dia itu sopir bis jurusan Jakarta. Dia berhak masuk sorga lebih dulu, “ jawabnya enteng.

Jawaban malaikat ini tentu semakin membuat heran pendeta dan kyai yang sudah lama antri didepan pintu surga. mungkin karena mereka merasa lebih berhak masuk lebih dulu.

Fans Gus Dur

” Amalan apa yang bisa membuat dia berhak lebih dulu dari kami,” ujar mereka kembali bertanya.

Malaikat kemudian menjawab enteng.

“Karena dia saat duduk di belakang kemudi, semua penumpang terjaga dan berdoa dengan khusyu (karena sopir ngebut). Sementara kalian, saat kalian berkhotbah di mimbar, umat kalian justru mengantuk dan tertidur lelap," tutur Romo Magniz yang langsung disambut tawa para pastor. (Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Humor Islam, AlaSantri, Berita Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik

Lombok Tengah, Fans Gus Dur - Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Qaumas didampingi Korwil NTB M Zakaria melantik kepengurusan GP Ansor NTB dan cabang GP Ansor se-Pulau Lombok. Pelantikan yang berlangsung di Bencingan, alun-alun Tastura, Lombok Tengah, Rabu (27/1) ini dihadiri ulama, umara, dan ribuan warga yang tampak antusias menyaksikan prosesi kegiatan dari awal sampai akhir.

Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Qaumas mengapresiasi keramaian acara tersebut karena dihadiri ribuan jamaah nahdyin. "Saya tidak menyangka akan seramai dan semeriah ini," katanya.

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik

Mewujudkan cita-cita organisasi harus sama-sama, pesan Gus Yaqut. Ia berharap harmonisasi sesama pengurus tetap dijaga. "Insya Allah kalau ngurus Ansor pasti dapat berkah. Semua pengurus kalau ketuanya jadi apapun, yang di bawah juga harus bisa menerima manfaatnya," katanya.

Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz siap membangun senergi dengan pemerintah, kepolisian, TNI, tokoh lintas agama, dan lintas pemuda untuk menjaga kedamaian dan kondusifitas di Nusa Tenggara Barat.

Fans Gus Dur

"Kalau ada konflik pemuda atau membawa paham-paham baru, itu jelas bukan kader Ansor" kata Zamroni.

Fans Gus Dur

Tampak hadir Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badarudin, Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiudin Mansur, TGH Maarif Makmun, TGH Safwan Hakim, TGH M Nasir, TGH Mutawalli dan ulama lainnya.

Tampak unsur pemerintah perwakilan Gubernur NTB, Danrem 162 Wirabakti NTB, perwakilan Kapolda NTB, Ketua KPU NTB L Aksar Ansor, Pejabat Bupat Lombok Tengah Ibnu Salim, Pejabat Bupati Lombok Utara Azhari, dan Kemenag kabupaten/kota se-Lombok.

Pelantikan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan, seminar regional, dan rapat kerja wilayah yang diikuti seluruh perwakilan cabang GP Ansor se-NTB di Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, Rabu-Kamis (27-28/1). (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Fans Gus Dur

Selasa, 09 Januari 2018

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Jakarta, Fans Gus Dur. Hari Santri 22 Oktober 2015, sepertinya kurang lengkap jika tidak menziarahi sejarah peran besar ulama dan santri yang ikut membangun negeri ini. Perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari Hizbullah dan panglimanya, KH Zainul Arifin Pohan.

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Sejarawan Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa keberadaan tokoh NU tersebut memberikan keseimbangan politik bagi Presiden Soekarno. Seandainya ia tidak meninggal pada tahun 1963, mungkin tidak akan ada peristiwa G 30 S. Sejak meninggalnya, Soekarno seperti kehilangan satu sayapnya sehingga kelompok kiri cukup berpengaruh di sekelilingnya.

"Setelah KH Zainul Arifin meninggal ditembak, Presiden Soekarno kehilangan satu sayap, sehingga Soekarno banyak  dipengaruhi kelompok kiri. Tentu jika Zainul Arifin masih hidup, tidak akan ada cerita G30S di dalam sejarah Bangsa Indonesia."

Fans Gus Dur

Hal itu disampaikan Zainul Milal dalam acara launching buku "KH. Zainul Arifin : Panglima Santri, Ikhlas Membangun Negeri" karya Ario Hilmi di panggung utama International Islamic Expo 2015, JCC (Jakarta Convention Center) Balai Sidang Senayan, Jakarta, 15 November 2015 Pukul 13.00-14.00. Acara ini terlaksana karena kerja sama dengan penerbit buku tersebut, Penerbit Pustaka Compass dan keluarga penulis.

Karna itu, kata Milal, inilah pentingnya napak tilas perjalanan Presiden Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan ke Arab Saudi, bagaimana Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan membangun kedekatan dengan pusat keislaman untuk membangun bangsa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Soekarno memiliki relijiusitas dan perhatian yang cukup tinggi kepada agama Islam untuk membangun negeri ini.

Fans Gus Dur

Bagi KH Zainul Arifin Pohan, Arab Saudi adalah gurunya karena sejak usia muda, gurunya berasal dari Arab langsung di Barus. Di Barus sudah sejak lama menjadi daerah strategis bertaraf internasional, dan sejak abad pertama era Rasulullah telah ada penyebar Islam di sana. Hal ini berarti juga, Islam telah ada di bumi nusantara ini sejak awal perkembangan Islam, era Rasulullah. Yaitu terdapatnya seorang tokoh bernama Syekh Mahmud dan Syekh Rukuniddin pada 671, yang dimakamkan di daerah Barus. 

Ulasan sejarah tersebut juga diamini oleh penulis yang tidak lain adalah cucu dari Sang Panglima Santri sendiri, Ario Hilmi. Bahwa KH Zainul Arifin pernah mendampingi Presiden Soekarno melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan bersejarah sepanjang tahun 1956. Salah satunya adalah ketika berkunjung ke Uni Soviet, dimana Indonesia lewat upaya diplomasi tingkat tinggi berhasil membuat pemerintah komunis di Moskow membuka kembali sebuah masjid yang kiji dikenal dengan Masjid Biru sering kali diulas sebagai Masjid Soekarno.

Ario Hilmi dengan mengutip kakeknya "Here the Moslem religion resembles a lamp in whitch the light has almost died out and the oil has not been renewed (di sini agama Islam seperti lampu minyak hampir padam yang minyaknya belum diganti)". Begitulah komentar Zainul Arifin ketika ditanya media AS tentang keadaan penduduk muslim di Uni Soviet.

Dibukanya kembali Masjid Biru sebagai pusat kegiatan umat muslim Uni Soviet bagaikan minyak baru penerang pelita Islam sampai sekarang.

Peluncuran buku  "Panglima Santri" pada hari terahir International Islamic Expo ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor MA, Drs Abdul Karim Pohan, dan banyak keluarga bermarga Pohan yang lain. (Moh.Khoiri/Damar Samana/Abdullah Alawi)

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Jakarta, Fans Gus Dur.

Hari Santri 22 Oktober 2015, sepertinya kurang lengkap jika tidak menziarahi sejarah peran besar ulama dan santri yang ikut membangun negeri ini. Perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari Hizbullah dan panglimanya, KH Zainul Arifin Pohan.

 

Sejarawan Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa keberadaan tokoh NU tersebut memberikan keseimbangan politik bagi Presiden Soekarno. Seandainya ia tidak meninggal pada tahun 1963, mungkin tidak akan ada peristiwa G 30 S. Sejak meninggalnya, Soekarno seperti kehilangan satu sayapnya sehingga kelompok kiri cukup berpengaruh di sekelilingnya.

 

"Setelah KH Zainul Arifin meninggal ditembak, Presiden Soekarno kehilangan satu sayap, sehingga Soekarno banyak  dipengaruhi kelompok kiri. Tentu jika Zainul Arifin masih hidup, tidak akan ada cerita G30S di dalam sejarah Bangsa Indonesia."

 

Hal itu disampaikan Zainul Milal dalam acara launching buku "KH. Zainul Arifin : Panglima Santri, Ikhlas Membangun Negeri" karya Ario Hilmi di panggung utama International Islamic Expo 2015, JCC (Jakarta Convention Center) Balai Sidang Senayan, Jakarta, 15 November 2015 Pukul 13.00-14.00. Acara ini terlaksana karena kerja sama dengan penerbit buku tersebut, Penerbit Pustaka Compass dan keluarga penulis.

 

Karna itu, kata Milal, inilah pentingnya napak tilas perjalanan Presiden Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan ke Arab Saudi, bagaimana Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan membangun kedekatan dengan pusat keislaman untuk membangun bangsa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Soekarno memiliki relijiusitas dan perhatian yang cukup tinggi kepada agama Islam untuk membangun negeri ini.

 

Bagi KH Zainul Arifin Pohan, Arab Saudi adalah gurunya karena sejak usia muda, gurunya berasal dari Arab langsung di Barus. Di Barus sudah sejak lama menjadi daerah strategis bertaraf internasional, dan sejak abad pertama era Rasulullah telah ada penyebar Islam di sana. Hal ini berarti juga, Islam telah ada di bumi nusantara ini sejak awal perkembangan Islam, era Rasulullah. Yaitu terdapatnya seorang tokoh bernama Syekh Mahmud dan Syekh Rukuniddin pada 671, yang dimakamkan di daerah Barus.   

 

Ulasan sejarah tersebut juga diamini oleh penulis yang tidak lain adalah cucu dari Sang Panglima Santri sendiri, Ario Hilmi. Bahwa KH Zainul Arifin pernah mendampingi Presiden Soekarno melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan bersejarah sepanjang tahun 1956. Salah satunya adalah ketika berkunjung ke Uni Soviet, dimana Indonesia lewat upaya diplomasi tingkat tinggi berhasil membuat pemerintah komunis di Moskow membuka kembali sebuah masjid yang kiji dikenal dengan Masjid Biru sering kali diulas sebagai Masjid Soekarno.

Ario Hilmi dengan mengutip kakeknya "Here the Moslem religion resembles a lamp in whitch the light has almost died out and the oil has not been renewed (di sini agama Islam seperti lampu minyak hampir padam yang minyaknya belum diganti)". Begitulah komentar Zainul Arifin ketika ditanya media AS tentang keadaan penduduk muslim di Uni Soviet.

Dibukanya kembali Masjid Biru sebagai pusat kegiatan umat muslim Uni Soviet bagaikan minyak baru penerang pelita Islam sampai sekarang.

 

Peluncuran buku  "Panglima Santri" pada hari terahir International Islamic Expo ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor MA, Drs Abdul Karim Pohan, dan banyak keluarga bermarga Pohan yang lain. (Moh.Khoiri/Damar Samana/Abdullah Alawi)

 

 

 

s

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Humor Islam, AlaSantri Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia

Yogyakarta, Fans Gus Dur. LAZIS NU Wilayah Yogyakarta bekerjasama dengan PCNU dan MWCNU Kotagede melaksanakan santunan kepada anak yatim dan lansia serta masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan di dua tempat sekaligus pada Ahad pagi (12/07). 

Acara dilaksanakan pada pukul 8 pagi di pesantren Nurul Ummah Kotagede dengan memberikan paket sembako dan sejumlah uang dan dilanjutkan santunan berikutnya di pondok pesantren Ulul Albab Balerejo. Hadir pada rangkaian acara ini Imam Priyono, selaku wakil walikota Yogyakarta sekaligus pembina Ansor Wilayah Provinsi DIY. Hadir pula Ketua PCNU kota Yogyakarta H A Yubaidi yang memimpin acara dengan diawali dzikir dan sholawat bersama.

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Yogyakarta Beri Santunan Yatim dan Lansia

Yubaidi juga menyampaikan harapannya agar LAZIS NU kota Yogyakarta dapat menjadi lembaga yang memiliki integritas tinggi dalam pergerakannya di bidang zakat, infak, dan sedekah.

 

KH Munir Syafa’at selaku rais syuriyah PCNU kota Yogyakarta juga menuturkan bahwa LAZIS NU Kota Yogyakarta sangat dibutuhkan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya maupun infak atau sedekah untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan. (Failashuf/Mukafi Niam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, AlaSantri Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail Fans Gus Dur yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)

Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Tokoh, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Jumat, 05 Januari 2018

Forum Madrasah Diniyah Se-Indonesia Tolak Sekolah Lima Hari

Jakarta, Fans Gus Dur. Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) telah berperan menjadikan anak bangsa berpaham moderat dan toleran juga komitmen pada NKRI. Karakter dan moralitas anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah atas, diperkuat hingga tumbuh menjadi pribadi muslim yang tangguh.

Forum Madrasah Diniyah Se-Indonesia Tolak Sekolah Lima Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Madrasah Diniyah Se-Indonesia Tolak Sekolah Lima Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Madrasah Diniyah Se-Indonesia Tolak Sekolah Lima Hari

Namun agaknya upaya itu akan pupus di tengah jalan, seiring dengan rencana kebijakan Sekolah Lima Hari (Full Day School) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karenanya Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP-FKDT) menyatakan menolak atas rencana itu.

Lukman Hakim Ketua Umum DPP-FKDT menegaskan sekolah lima hari akan berpotensi mengakibatkan pendangkalan pendidikan agama, internalisasi akhlakul karimah dan nilai-nilai kebangsaan.?

“Kami mendesak kepada Mendikbud agar membatalkan rencana itu karena akan membuat MDT dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) terancam gulung tikar,” ujar Lukman Hakim lewat keterangan tertulisnya kepada Fans Gus Dur, Selasa (13/6).

Kebijakan itu dinilai oleh Alumni UIN Walisongo ini, perlu dikaji ulang secara komprehensif, agar eksistensi MDT tetap berlanjut. Selama ini, masyarakat dengan pemerintah sudah berbagi peran dengan baik dalam hal waktu belajar. MDT mengambil waktu siang-malam hari sementara pendidkan formal di sekolah dan madrasah di pagi hingga siang hari.?

Fans Gus Dur

Lukman meminta Mendikbud untuk konsen menyelesaikan masalah-masalah pendidikan nasional yang krusial seperti, masih terdapat disparitas pendidikan antara sekolah negeri dengan swasta, antara sekolah unggulan dan reguler.?

Profesionalitas guru yang belum sesuai harapan masyarakat. Selain itu nasib pendidikan daerah diperbatasan Negara mendesak diperhatikan, banyak gedung sekolah yang reot nyaris roboh, anak putus sekolah dan adanya SD yang harus digabungkan (merger) dengan SD lainnya karena kekurangan peserta didik.

Dengan kebijakan itu, layanan Pendidikan Keagamaan Islam yang berpotensi terkena dampaknya adalah 76.566 MDT dengan 6.000.062 santri dan 443.842 ustadz. Ada 134.860 Pendidikan Al-Quran, 7.356.830 santri dan 620.256 ustadz. Sementara ada 13.904 Pondok Pesantren, 3.201.582 santri dan 322.328 ustadz. Padahal lembaga keagamaan Islam ini telah ? tumbuh berkembang atas inisiatif dan partisipasi masyarakat.?

Saat ini, DPP FKDT membawahi 32 Dewan Pengurus Wilayah (DPW), 420 Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan 1.112 Dewan Pengurus Anak Cabang yang secara kontinu menjadi jembatan antara MDT dengan pemerintah dan pihak lainnya.

Fans Gus Dur

“Berkurangnya waktu efektifitas belajar pada MDT, TPQ dan Pesantren akibat kebijakan FDS, akan mengakibatkan penyelenggaraan pendidikan tidak optimal. Pembelajaran Al-Quran, kajian kitab kuning dan pengetahuan dasar-dasar agama Islam akan terganggu,” kata Alumni Fakultas Dakwah UIN Walisongo ini.

Lukman khawatir jika MDT, TPQ dan Pondk Pesantren yang selama ini menjadi benteng Islam moderat dan nasionalisme ini hancur, maka kita akan kehilangan investasi kebangsaan.?

“Jangan sampai kebijakan full day scholl malah akan mematikan sesuatu yang telah lama kita miliki dan berjasa besar pada pengembangan karakter, akhlakul karimah dan penguatan komitmen kebangsaan,” tandas Lukman. (Ruchman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Jumat, 22 Desember 2017

Meski PAD Sidoarjo Capai 1,2 Triliun, Namun Isentif Guru TPQ Masih Rendah

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Meski pendapatan asli daerah Kabupaten Sidoarjo mencapai 1,2 triliun, namun isentif bagi kesejahteraan para guru TPQ se-Sidoarjo dinilai masih rendah. Pasalnya, dari 6579 guru TPQ masih mendapatkan isentif senilai Rp. 135 ribu rupiah perbulan melalui kepala bagian Kesrah Kabupaten Sidoarjo.

?

Sekitar 6579 guru TPQ yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo dari berbagai lembaga di bawah naungan BMQ At-tartil Sidoarjo, telah mengajukan proposal kepada Pemerintah Sidoarjo terkait dana isentif bagi guru ngaji di setiap lembaga TPQ. Setiap lembaga yang mengajukan proposal harus mempunyai santri sebanyak 30 dari satu guru TPQ.

Meski PAD Sidoarjo Capai 1,2 Triliun, Namun Isentif Guru TPQ Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)
Meski PAD Sidoarjo Capai 1,2 Triliun, Namun Isentif Guru TPQ Masih Rendah (Sumber Gambar : Nu Online)

Meski PAD Sidoarjo Capai 1,2 Triliun, Namun Isentif Guru TPQ Masih Rendah

?

"Dana yang diberikan tahun ini untuk 6579 guru tingkat TPQ, untuk tahun 2015 naik Rp. 100 ribu perbulannya. Sedangkan tahun 2016 ini menjadi Rp. 135 ribu. Sementara PAD di Sidoarjo dan Surabaya berbeda, di Surabaya sekitar 9 triliun, di Sidoarjo belum mencapai itu. Tapi kalau dibandingkan dengan kabupaten lain, Sidoarjo masih tinggi," kata Ketua BMQ At-tartil Sidoarjo, Imam Syafii, usai menghadiri acara Temu Guru Al-Quran di Masjid An-Nur Desa Panggreh, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Ahad (7/8).

?

Fans Gus Dur

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin mendukung dengan kegiatan guru TPQ. Menurutnya, guru TPQ merupakan pekerjaan yang mulia sehingga Pemerintah Daerah Sidoarjo membantu dana isentif melalui dana yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sidoarjo.

Fans Gus Dur

?

"Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu uangnya rakyat, jadi harus digunakan untuk yang baik-baik, salah satunya ? adalah kegiatan TPQ. Karena mengajar TPQ adalah perbuatan yang baik dan mulia yang harus disupport oleh pemerintah. Semua harus selayaknya ? bisa mendapatakan apa yang telah diberikan oleh APBD," pungkas pria yang akrap disapa Cak Nur ini. (Moh Kholidun/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, RMI NU Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian

Sidoarjo, Fans Gus Dur

Terpilih sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur masa khidmah 2017-2019, Choirudin Abdillah, akan menjalankan amanah yang diberikan peserta konferancab kepadanya, yaitu membangun badan usaha mandiri.

Tak hanya itu, lanjut Choirudin, pihaknya akan mengakomodir secara keseluruhan kader-kader potensial di Ansor serta melaksanakan PKD bagi anggota ranting maupun PAC yang belum menjalankan.

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian

"Saya berharap akan terbentuk kultur Nahdliyin di Wonoayu yang saling berpadu. Berpadu dalam membangun negeri," tegasnya di sela konferancab GP Ansor Wonoayu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Candinegoro, Wonoayu, Sidoarjo, Ahad (19/2).

Fans Gus Dur

Konferancab GP Ansor Wonoayu, yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum, telah melalui proses akreditasi ranting yang sebelumnya dilakukan oleh PC GP Ansor Sidoarjo.

Fans Gus Dur

Proses pelaksanaan konferancab GP Ansor sebagaimana tertuang dalam Peraturan Organisasi (PO) menyebutkan bahwa, sebelum konferensi dilaksanakan harus melalui tahapan-tahapan diantaranya proses akreditasi ranting.

Akreditasi tersebut menitikberatkan pada SK ranting, SK Rijalul Ansor, SK Banser, SK LKMS, biodata Pengurus, data sigap seluruh anggota, sertifikat PKD seluruh anggota, foto kegiatan sosial, foto kegiatan Rijalul Ansor dan daftar hadir kegiatan. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Internasional, Cerita Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli

Kudus, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kudus menggelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli di Gedung NU setempat Sabtu-Senin (5-7/5) lalu. Puluhan anggota Kelompok tani binaan LPPNU mengikuti kegiatan yang ? dipandu langsung oleh pelaksana Proyek PNPM Peduli dari PP Lakpesdam Imam Maruf.

? Ketua LPPNU Kudus Masduki mengatakan kegiatan ini sebagai tahapan akhir pelatihan budi daya lele dan jamur yang diselenggarakan atas kerjasama LPPNU dengan PP Lakpesdam PNPM Peduli sejak akhir April lalu.

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli

? "Program PNPM Peduli di Kudus ini lebih ditekankan pada pengembangan kapasitas terkait penguatan organisasi kelompok binaan dan pemberdayaan anggota dalam berusaha," katanya.

Fans Gus Dur

? Ia menjelaskan LPPNU telah mendampingi 5 kelompok ikan dan 2 kelompok Jamur. Diantaranya ada di ? kecamatan Dawe (desa Margorejo dan desa Puyuh), kecamatan Jekulo (desa Jekulo ada 2 dan desa Tanjungrejo) dan selanjutnya kecamatan Mejobo (desa Trengeles dan desa Qirik).

? "Semua anggota mampu menguasai tehnik-tehnik membudidayakan perikanan sehingga ke depan mampu memasarkan hasilnya” jelas Masduki.

Fans Gus Dur

? Pelaksana Proyek PNPM Peduli Imam Ma’ruf menjelaskan PNPM Peduli ini bertujuan untuk mengakomodir para pengusaha kecil dalam mengelola ? dan memasarkan usahanya. Tujuannya, para pengusaha kecil tidak saling menjatuhkan harga sehingga harga jual bisa stabil dan para pengusaha kecil bisa meningkatkan nilai perekonomiannya.

? "PNPM di Kudus ini merupakan salah satu pilot proyek di Jawa Tengah ? disamping kota lain yakni Pati Jepara, dan Magelang,” tuturnya.

? Saat membuka acara, Ketua PC NU Kudus KH Chusnan mengatakan, upaya LPPNU mengadakan pemberdayaan kaum petani dengan berbagai pelatihan perikanan maupun pertanian akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kudus khususnya warga NU sehingga menjadi sejahtera.

? ”Dengan demikian, warga NU di Kudus tidak dikatakan hanya bisa tahlilan, manaqiban dan lain sebagainya. Melainkan juga bisa mengembangkan perekonomian melalui budidaya perikanan dan pertanian” tandas KH Chusnan.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Quote, AlaSantri Fans Gus Dur

Kamis, 07 Desember 2017

Beri Hadiah Al-Fatihah kepada Guru, Resep Hafal Qur’an Siswi Madrasah Ini

Brebes, Fans Gus Dur. Bagi Siswa MTs Assalafiyah Sitanggal Larangan Brebes Novita Nur Fajriyah ada resep mudah untuk menghafal Al Quran, yakni member hadrah atau hadiah kepada Nabi Muhammad SAW, orang tua dan juga guru pengajarnya. Dengan selalu memberi hadrah sebelum menghafal, diyakini dapat membantu penghafalan selanjutnya.

Novi, sebagai Juara 1 Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar 2017 cabang Tanfidz 1 Juz ini merasa tidak hafal quran, tetapi bisa mengingat huruf demi huruf, ayat demi ayat saat diuji dewan hakim adalah atas pertolongan Allah SWT. Karena sesungguhnya, Allah yang menurunkan Al Quran maka Dia-lah yang menjaganya. 

Beri Hadiah Al-Fatihah kepada Guru, Resep Hafal Qur’an Siswi Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Beri Hadiah Al-Fatihah kepada Guru, Resep Hafal Qur’an Siswi Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Beri Hadiah Al-Fatihah kepada Guru, Resep Hafal Qur’an Siswi Madrasah Ini

“Alhamdulillah, saya diberi ingatan yang tajam untuk menghafal Quran,” tutur Novita Nur Fajriyah ketika berbincang dengan di ruang Kepala Madrasah, Kamis (2/11).

Siswa Kelas 9 A MTs Assalafiyah Sitanggal, Larangan, Brebes, Jawa Tengah ini belajar menghafal Quran sejak SD kelas 4. Di di rumahnya Dukuh Penjalin Banyu, Desa Kedawon, Larangan Brebes ada Kiai yang mengajarinya. Sehingga ketika masuk MTs Assalafiyah dilanjutkan hingga menguasai 1 Juz Ama. 

Fans Gus Dur

“Selain Juz Ama, saya juga sudah bisa menghafal 8 Surat, antara lain Surat Yasin, Arrahman, Al Waqiah, Al Mulk, Muhammad, As Sajadah,” ungkap gadis kelahiran Brebes 27 November 2002.

Untuk menghafal, lanjut Novi, dengan kiat selain berkonsentrasi penuh, memberi hadrah kepada Nabi, Tabiit, Tabiin, Tabiit Tabiin, para guru, juga dengan menelateni ayat demi ayat. “Mulanya dengan tiga ayat-tiga ayat, terus di ulang dari awal lagi kalau sudah hafal ditiga ayat berikutnya,” tuturnya.

Anak pasangan Ahmad Zaenuri dan Supriyati ini nderes (mengulang) terus hingga hafal setiap bada Maghrib dan bada Subuh.

Fans Gus Dur

Novi juga menjadi juara 1 hafalan bacaan sholat dan keagamaan di ajang MAPSI saat duduk di SD. Dia pun meraih juara 3 MTQ Cabang tilawah tingkat Kabupaten Brebes yang digelar SMK Nurul Islam Larangan beberapa waktu lalu. Di sekolah, Novi juga menempati rangking pertama parelel dari 6 kelas. 

Dengan bimbingan Hj Zajilah, Novi bertekad meraih juara pertama pada ajang MTQ Pelajar cabang Tahfidz di tingkat Provinsi yang akan digelar pada 15 November mendatang. “Insya Allah saya bertekad meraih yang terbaik, meskipun banyak aral yang melintang dihadapan,” pungkas Novi yang bercita cita menjadi dokter.

Kepala MTs Assalafiyah Sitanggal Larangan H Muhammad Ihsan menambahkan, di Madrasah ada muatan local Tahfidz sejak 7 tahun yang lalu. Untuk kelas 7 dan 8 bisa hafal 1 Juz Ama. Dan ketika naik kelas 9 hafal surat-surat lainnya. Kini tercatat ada 90 siswa yang tahfidz dari 600 siswa yang mendiami MTs Assalafiyah. 

“Tahun depan, tidak hanya Juz Ama yang dihafal tetapi juga juz lainnya,” tambahnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Quote, AlaSantri, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Sabtu, 02 Desember 2017

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Adzan Ashar di masjid dekat tempat tinggalku di sore itu terasa berbeda dari biasanya. Pak Syakur yang biasanya bersuara lantang dan merdu dalam setiap adzannya, di sore itu suaranya terdengar parau dan sendu. Maklum di sebelah kanannya ada peti jenazah yang di dalamnya istri yang dicintainya berbaring disemayamkan.

Di akhir adzan suara Pak Syakur terdengar tersendat-sendat dan panggilan untuk shalat itu hampir saja tak bisa diselesaikannya. Pak Syakur pasti menyadari adzan itu adalah adzan perpisahan yang tak akan didengarkan lagi oleh sang istri ketika telah dimakamkan di tempat yang jauh dari rumah dan masjid tempat Pak Syakur sehari-hari bertugas sebagai muadzin.?

Tabahnya Hati Seorang Muadzin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabahnya Hati Seorang Muadzin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabahnya Hati Seorang Muadzin

Sebelumnya di pagi hari pukul 07.00 WIB, istri Pak Syakur–Ibu Sri Bariyah–mengembuskan napas terakhir dalam usia 50 tahun. ? Selama beberapa minggu sebelum ajal, Bu Bariyah sempat dirawat di dua rumah sakit yang berbeda karena sakit komplikasi. Almarhumah wafat dengan meninggalkan 4 orang anak. Yang sulung sudah kuliah; yang bungsu masih duduk di bangku SD.

Melihat banyaknya orang yang menshalatkan Bu Bariyah, baik laki-laki maupun perempuan, dan jumlah pelayat yang tidak bisa dihitung satu per satu, ditambah lagi banyaknya pelayat yang secara suka rela mengantarkan jenazah hingga tempat pemakaman dalam suasana hujan gerimis, orang awam saja bisa mengambil kesimpulan Ibu Sri Bariyah insyaallah husnul khatimah. Sebagai istri, kebaikan Bu Bariyah ? kepada Pak Syakur diakui banyak orang.

Aku pun juga mengakui kebaikan pasutri itu. Aku cukup tahu siapa mereka berdua. Rumahnya gandeng dengan rumah yang aku tempati, hanya posisinya bertolak belakang. Istriku juga sering bercerita Bu Bariyah ? adalah orang sabar, selalu hormat dan bakti kepada suami.

Maka tidak mengherankan ketika Kiai Halim di sore itu menanyakan kepada para pelayat apakah Bu Bariyah orang baik, semua hadirin menjawab serempak, “Orang baik!” Dan jawaban itu diulang hingga tiga kali. Dalam Islam, orang baik yang meninggal dunia di hari Jumat akan terlindung dari siksa api neraka. Ya, hari itu adalah Jumat, 9 September 2016, Ibu Sri Bariyah, S.Pd.I. pulang ke rahmatullah. Inna lillahi wainna ilaihi rajiun.

Fans Gus Dur

Ada banyak peristiwa dari pagi hingga sore hari itu terkait wafatnya Bu Bariyah dan prosesi pemakamannya. ? Namun, hal yang paling membuatku terharu adalah saat Pak Syakur berada di tempat pemakaman. Dalam susana seduka itu Pak Syakur masih sanggup mencucurkan keringat mencangkul tanah urug untuk mengurug kembali liang lahat dimana jenazah istrinya dibaringkan untuk selamanya.?

Ketabahan hati Pak Syakur memang dahsyat dan itu sekaligus merupakan ungkapan ridha seorang suami bahwa ia ikhlas ditinggal sang istri demi menghadap Sang Khaliq yang telah memanggilnya pulang dan takkan pernah kembali. Pak Syakur telah membuktikan kata-katanya di depan Kiai Halim yang membacakan mahasinul mayyit Bu Bariyah bahwa ia ridha atas apa yang menimpa istrinya. Sebelumnya Kiai Halim memang menanyakan hal itu.?

Allahumaghfirlaha... warhamha... wa’afiha... wa’fu ‘anha... waj’alil jannta matswaha. amin.

Fans Gus Dur





Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta





Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Warta Fans Gus Dur

Sabtu, 18 November 2017

Nahdliyyin Bandung Barat Rekomendasikan Lima Hal untuk NU

-Bandung Barat, Fans Gus Dur? Nahdliyin Kabupten Bandung Barat merekomendasikan lima hal kepada NU di tingkat PB, PW dan PC pada Sarasehan Nahdliyyin yang diikuti tak kurang 250-an ajengan dan aktivis NU di Pondok Pesantren Al-Ghuroba Sindangkerta. Tak hanya NU, rekomendasi itu dialamatkan kepada TNI dan Polri dan pemerintah.?

“Rekomendasi ini memuat sikap dan pikiran warga Nahdliyyin Bandung Barat dalam menyikapi isu-isu soal keumatan dan kebangsaan yang berkembang akhi-akhir ini,” kata KH. Hilman Farid, inisiator sarasehan yang berlangsung, Sabtu (20/5).

Setelah dibahas dan disepekati, rekomendasi ini dibacakan KH Hilman Farid di hadapan para peserta.?

Nahdliyyin Bandung Barat Rekomendasikan Lima Hal untuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyyin Bandung Barat Rekomendasikan Lima Hal untuk NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyyin Bandung Barat Rekomendasikan Lima Hal untuk NU

“Ya, selain dipublikasikan di media juga akan disampaikan kepada pemerintah dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Berkut ini Rekomendasi Sarasehan Nahdliyin Bandung Barat di Sindangkerta :

Meneguhkan kembali sikap NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang menjunjung Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI sejalan dengan spirit hubbul wathan minal iman, keislaman dan kebangsaan merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan ibarat ruh dan jasad. Aparatur sipil negara, TNI/Polri, mahasiswa dan mahasiswi yang belajar di perguruan tinggi negeri/swasta yang terbukti tidak sejalan dengan empat pilar kebangsaan agar statusnya ditinjau ulang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Fans Gus Dur

Warga Nahdliyin baik struktural maupun kultural diharapkan berperan aktif dalam menghadapi persoalan keumatan, kemasyarakatan, maupun kebangsaan, menghindari dan menghadang arus radikalisme, politisasi agama, dan hal-hal yang dapat menjadi pemicu (trigger) konflik SARA.

Fans Gus Dur

Membina hubungan yang sinergis antara pemerintah, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat untuk mempererat jalinan komunikasi dan silaturahim.

Reaktualisasi dan revitalisasi fikrah, amaliyah dan harakah nahdliyah di kalangan Nahdliyin melalui kaderisasi yang berkelanjutan dan rekrutmen NU struktural didasarkan kepada jenjang karir dan kapabilitas.

Memperkuat kemandirian di bidang pemikiran, ekonomi dan politik kebangsaan, sebagaimana tergambar dalam tiga pilar organisasi embrio NU, yakni Tashwirul Afkar, Nahdlatut Tujjar dan Nahdlatul Wathan.

Setelah pembacaan naskah rekomendasi, Nahdliyyin yang hadir menandatangani komitmen dan kesetiaan terhadap NKRI pada dua lembar besar kain putih yang telah disediakan panitia. Berbagai ungkapan dan harapan disampaikan oleh mereka, baik soal kecintaannya terhadap NU dan juga kesetiaannya terhadap NKRI. (Edi Rusyandi/Abdullah Alawi) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Pahlawan Fans Gus Dur

Kamis, 16 November 2017

Warga Pacitan Peringati Haul Pendiri Pondok Tremas

Pacitan, Fans Gus Dur. Ribuan santri dan masyarakat sekitar pacitan menghadiri peringatan haul akbar muassis dan pendiri pertama Pondok Tremas Pacitan KH Abdul Manan Dipomenggolo di area pemakaman masyayikh Desa Semanten Pacitan, Jawa Timur, Jum’at (13/09) Sore.

Warga Pacitan Peringati Haul Pendiri Pondok Tremas (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pacitan Peringati Haul Pendiri Pondok Tremas (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pacitan Peringati Haul Pendiri Pondok Tremas

Selain diisi pembacaan manaqib, Peringatan Haul kemarin diisi dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Kiai Rotal Amin. Sedangkan pembacaan do‘a secara bergantian dibacakan sejumlah kiai antara lain KH Umar Syahid, KH Faqih Sujak, KH Burhanuddin, KH Hammad Harist, KH Asif Hasyim, dan KH Achid Turmudzi.

KH Abdul Manan Dipomengolo sosok yang berjasa besar bagi Pondok Pesantren Tremas dan umat Islam Indonesia pada umumnya. Ia pendiri pertama Pondok Tremas Pacitan pada tahun 1830 Masehi.

Fans Gus Dur

Menurut pengasuh Pondok Tremas KH Luqman Harist Dimyathi yang membacakan manaqib Kiai Manan di hadapan para santri, komunitas bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di Ruwaq Jawiy pada tahun 1850-an di Al-Azhar Kairo Mesir telah ada. Kiai Manan adalah generasi pertama orang Indonesia yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Di sana ia berguru pada Syaikh Ibrahim Al-Bajuri.

Fans Gus Dur

Pada masa remaja, Kiai Manan belajar kepada KH Hasan Besarai, Tegalsari Ponorogo, Jawa Timur. Usai mencari ilmu, ia mendirikan masjid dan pesantren di daerah Semanten Pacitan. Setelah berkeluarga dengan salah satu putri demang Tremas, ia kemudian memindahkan pesantrennya di desa Tremas dan jadilah sampai sekarang Pondok Tremas Pacitan.

Dari sosok Kiai Manan lahir putra-putra yang saleh dan membanggakan. Mereka meneruskan perjuangan ayahnya. Salah satu putranya adalah KH Abdulloh. KH Abdulloh memiliki anak, KH Mahfud Attarmasi yang mashur, KH Dimyathi, KH Dahlan, dan KH Abdurrozaq.

“Dalam kitab Al Ulama’ Al Mujaddidun karya Kiai Maimun Zubair Sarang Rembang, Kiai Manan adalah salah seorang ulama’ ahlussunnah yang pertama kali membawa dan mengaji kitab Ithaf Sadat Al-Muttaqin, yaitu syarah dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam al-Ghazali,” tambah Kiai Lukman Harist yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur itu. (Zainal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, AlaSantri Fans Gus Dur

Selasa, 14 November 2017

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea

Jakarta, Fans Gus Dur. Ketua PBNU Imam Aziz memulai lawatannya ke Korea Selatan selama sepekan untuk menerima anugerah perdana istimewa dari Jeju Peace Foundation, Senin (30/3) malam. The Jeju 4.3 Peace Foundation (Yayasan Perdamaian Jeju 3 April) Korea menetapkan pria kelahiran Pati ini sebagai tokoh perdamaian.

“Saya malam ini jam 23:00 didampingi istri dan anak laki-laki serta asisten akan terbang ke Korea,” tutur Imam Aziz kepada Fans Gus Dur Senin malam di ruang lantai 2 gedung PBNU Jl Kramat Raya 164, Jakarta.

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea (Sumber Gambar : Nu Online)
Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea (Sumber Gambar : Nu Online)

Terima Penghargaan, Ketua PBNU Imam Aziz Terbang ke Korea

Seperti diwartakan, aktivis yang juga Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-33 NU ini dua bulan lalu menerima kunjungan kehormatan lima orang tamu dari The Jeju 4.3 Peace Foundation Korea. Rombongan tamu tersebut diterimanya di lantai 4 gedung PBNU, Selasa, 27-1-2015.

Fans Gus Dur

Sejarah mencatat, peristiwa Jeju 3 April 1948 merupakan insiden tragis yang menimbulkan korban terbesar kedua pascaperang Korea dalam sejarah Korea modern. Saat itu, muncul kekacauan menyusul kemerdekaan dari penjajahan Jepang. Ya, penduduk Jeju mengalami kerugian yang mengerikan atas kehidupan dan properti mereka. Sayangnya, investigasi mendalam atas insiden itu tidak dilakukan selama lebih dari setengah abad.

Jeju merupakan satu dari sembilan provinsi di Korea Selatan. Pada tahun 1910, Jepang menduduki Korea, termasuk Jeju. Hal tersebut mengingatkan sebuah masa sulit dan paceklik bagi penduduk pulau tersebut. Banyak dari mereka terpaksa melakukan perjalanan ke daratan atau Jepang untuk bekerja.

Fans Gus Dur

Kepedulian Imam Aziz atas korban tragedi kemanusiaan di Indonesia menyusul pecahnya G30S/PKI menyebabkan ketertarikan salah satu lembaga nirlaba Korea kepada dirinya. Imam Aziz menginisiasi berdirinya “Syarikat (Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat) Indonesia” untuk kepentingan rekonsiliasi masyarakat sipil.

Imam Aziz mengatakan, ia bersama rombongan akan tinggal selama sepekan di Korea. “Jumat siang, atau malam mungkin sudah kembali ke Jakarta setelah singgah sebentar di Bali,” tutur pria kelahiran Pati ini.

Setelah itu, lanjutnya, langsung tancap gas rapat-rapat persiapan dan mengawal agenda Muktamar NU. “Sepulang dari sana, saya langsung gelar rapat gabungan soal keamanan dan transportasi. Kemudian, tanggal 9-10 April ada rangkaian agenda pra-muktamar di Lombok Tengah, NTB,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, AlaSantri, IMNU Fans Gus Dur

Kamis, 26 Oktober 2017

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting

Brebes, Fans Gus Dur. Guna meyebarkan misi dakwah Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah ke desa/ranting di segmen Pemuda, GP Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes mengunjungi setiap desa yang belum terbentuk/vakum kepengurusan GP Ansor-nya. Tak terkecuali di Desa Pebatan, Sabtu (30/7) yang bertempat di Madrasah Diniyah Hidayatul Mubatdiin Desa Pebatan Wanasari.

Ketua GP Ansor Wanasari Bayu Rohmawan menjelaskan bahwa salah satu tugas Pimpinan Anak Cabang adalah membentuk dan mengaktifkan seluruh kepengurusan GP Ansor di setiap ranting. Dari total 24 ranting GP Ansor se-Kecamatan Wanasari ada 8 ranting yang vakum. “Kita agendakan sampai akhir tahun 2016 Roadshow ke Desa-Desa untuk kembali mengaktifkan kepengurusan ranting. GP Ansor yang vakum,” lanjut Bayu.

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Wanasari Masifkan Pembentukan Pengurus Ranting

Bayu juga menambahkan GP Ansor yang merupakan kader penerus Jamiyah Nahdlatul Ulama harus bisa menjadi garda terdepan dalam setiap program dan kebijakan NU. Ketika GP Ansor di sebuah desa mati/vakum ini sangat membahayakan bagi kesinambungan NU di masa yang akan datang. Ketika sudah terbentuk kepengurusan ini menjadi kewajiban Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama untuk bersama-sama ngopeni GP Ansor serta Badan Otonom yang lain.

“Nanti dilaksanakan prosesi Pelantikan dan Rapat Kerja sehingga GP Ansor Pebatan bisa kembali berkontribusi bagi Nahdlatul Ulama dan juga Masyarakat melalui program-programnya,” tutup Bayu

Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Pebatan Ustadz Farikhi Yunus menyambut baik inisiatif dari Pimpinan Anak Cabang ? yang langsung datang ke desa-desa, salah satunya di Pebatan guna bersilaturahmi dan mengaktifkan kembali Pimpinan Ranting GP Ansor Pebatan. “Kami selaku Orang tua GP Ansor hanya bisa mendukung, membina dan Ngemong GP Ansor,” tutup Ustadz Farikhi yang pernah Aktif di GP Ansor.

Fans Gus Dur

Setelah melalui proses musyawaroh mufakat terpilih M.Abdul Ghofur sebagai Ketua GP Ansor Desa Pebatan untuk masa khidmat 2016-2018. Hadir dalam acara tersebut segenap Pengurus PAC GP Ansor Wanasari, Rais Syuriyah NU Pebatan Ustadz Abdul Jalal, para tokoh masyarakat, dan juga puluhan Pemuda Desa Pebatan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, AlaSantri, Pertandingan Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Rabu, 18 Oktober 2017

Pelajar NU Magetan Ikuti Dauroh Aswaja

Magetan Fans Gus Dur. Pelajar Nahdlatul Ulama Magetan yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU kabupaten Magetan mengikuti dauroh Aswaja NU, Sabtu-Ahad (15-16/2). Kegiatan ini diselenggarakan Aswaja NU Center Magetan bekerja sama dengan Aswaja NU Center Jawa Timur.

Sedikitnya 200 peserta dauroh memadati gedung PPI (Pusat Pengkajian Islam) yang berlokasi di jalan Jaksa Agung Suprapto Magetan. Mereka menerima materi dari sejumlah narasumber antara lain KH Abdurrahman Navis dan KH Muhammad Idrus Romli.

Pelajar NU Magetan Ikuti Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Magetan Ikuti Dauroh Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Magetan Ikuti Dauroh Aswaja

Tampak hadir dalam dauroh ini Wakil Katib Syuriyah PCNU Surabaya Kiai Muhammad Maruf Khozin. “Kata Kiai Ma’ruf Rozin, salah seorang peserta di sini baru saja kembali mengamalkan amaliyah NU setelah sebelumnya mengikuti ajara MTA,” kata Sekretaris IPNU Magetan Thoha Rizal menirukan Kiai Ma’ruf Rozin kepada Fans Gus Dur, Senin (17/2).

Fans Gus Dur

Materi dauroh meliputi internalisasi aswaja, fikroh nahdliyah, Aswaja NU dan kebangsaan , firqoh-firqoh dalam Islam, dalil-dalil amaliyah NU, dan simulasi debat, pungkas Thoha. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur AlaSantri, Quote Fans Gus Dur

Rabu, 11 Oktober 2017

Kenapa Istri Wagub ini Senang Aktif di Muslimat NU?

Jakarta, Fans Gus Dur. Majdah M Zain sudah periode ketiga atau lebih 10 tahun aktif di Muslimat NU Sulawesi Selatan. Ia kerasan di organisasi ibu-ibu NU tersebut karena banyak kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Juga sering dibahas khususnya terkait ibu dan anak di forum-forum bahtsul masail.

Kenapa Istri Wagub ini Senang Aktif di Muslimat NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Istri Wagub ini Senang Aktif di Muslimat NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Istri Wagub ini Senang Aktif di Muslimat NU?

Sebagai istri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan H. Agus Arifin Nu’mang, dengan aktif di Muslimat NU ia bisa tahu apa yang terjadi di masyarakat kemudian menjadi penyambung antara ibu-ibu dan pemerintah daerah.

“Ada masalah-masalah di bidang kewanitaan bisa langsung saya sampaikan. Ada harapan-harapan, karena saya sering turun ke masayarakat nanti bisa disampaikan kepada Pak Wagub,” katanya kepada Fans Gus Dur di sela-sela Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Kerja Nasional Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, (28/5) sampai (1/6) .

Fans Gus Dur

Ia mengaku aktif di Muslimat NU karena kultur dari keluarganya. “Ibu saya dulu juga di Muslimat,” katanya. Selain keluarga, ia senang di Muslimat NU karena silaturahminya sangat kental. “Posisi sebagai Wakil Gubernur, melalui Muslimat saya punya kesempatan bisa banyak berbuat sekaligus itu tadi Pak Wagub sangat terbantu,” tambahnya.

Fans Gus Dur

Selain di Muslimat NU, Majdah juga aktif di Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Sulsel dan sebagai rektor Universitas Islam Makassar, universitas milik NU yang didirikan sekitar tahun 1966. ?

Ditanya bagaiamana membagi waktu antara keluarga, organisasi dan aktivitas lainnya, Majdah berbagi resep. “Mengenai waktu, alhamdulillah anak-anak sudah besar semua dan mereka paham bahwa bapak ibunya bukan hanya milik keluarga, tapi warga masyarakat,” jelasnya.

Lebih dari itu, menurut dia, harus ada komitmen yang disepakati bersama. Ia mencontohkan, di keluarganya ketika ia tidak ada, suami yang mandampingi anak-anak. “Masalah waktu fleksibel, tidak mesti hari Minggu atau malam minggu harus bersama keluarga. Kadang hari-hari kerja kalau ada waktu lowong, kita janjian bertemu, sekadar makan siang mengajak anak-anak,” urainya.

Ia mengaku, aktivitasnya di berbagai organisasi dan sebagai istri wakil gubernur selama ini berjalan dengan baik. “Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik dan suami mendukung saya,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, AlaSantri, Cerita Fans Gus Dur

Rabu, 04 Oktober 2017

PMII Jombang Ajak Perkuat Kualitas Kader Ulul Albab

Jombang, Fans Gus Dur

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi kaderisasi yang telah banyak melahirkan kader-kader terbaiknya berada dalam pos strategis, guna tetap memberikan sumbangsih positif terhadap bangsa dan agama, tentunya tidak lepas dari kuatnya ideologi PMII yang telah mengakar pada jiwa kader.

Hal tersebut, ialah manifestasi dari "Eka Citra" PMII yakni terbentuknya kader ulul albab, yang berjiwa pembela bangsa, penegak agama.

PMII Jombang Ajak Perkuat Kualitas Kader Ulul Albab (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Ajak Perkuat Kualitas Kader Ulul Albab (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Ajak Perkuat Kualitas Kader Ulul Albab

Hal itu juga yang selama ini ditekankan oleh Ketua Umum PMII Cabang Jombang, Aziz Dwi Prasetyo, dalam sambutannya di pelantikan Rayon Ekonomi dan Rayon Teknik Ektreme Komisariat Darul Ulum yang bertempat di Sekretariat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang, Jumat (27/05) lalu.

?

Ia menjelaskan bahwa kejayaan sebuah organisasi adalah karena kualitas kader ulul albabnya.

Fans Gus Dur

"Undar memang sudah jaya dari masanya, namun lebih jayakan kembali melalui kualitas ulul albab para kader-kadernya, semua demi dan untuk Jombang dan pastinya Indonesia," ujarnya pada seluruh kader PMII yang hadir.

Fans Gus Dur

Lebih lanjut ia berharap jika karakter kader yang heterogen bukan menjadikan halangan dalam menjalankan amanah organisasi.

"Keberagaman keanggotaan PMII akan semakin menjadi energi dalam berkehidupan yang bernafaskan keislaman dan keindonesiaan, sebagai wujud keseimbangan kader ulul albab," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan jika keluh kesah sahabat-sahabat ketua rayon akan semakin bertambah nilai hikmahnya ketika dimaknai sebagai ibadah, kembali ke tujuan PMII bab 4 pasal 4.

"Terbentuknya pribadi Muslim Indonesia ? yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap, dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya, dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia."

Sinergi juga dengan tema pelantikan "Menumbuhkan anggota dan kader yang solid, kritis serta tanggung jawab dalam berorganisasi," kata Abdul Rokhim, Ketua Komisariat Darul Ulum Jombang. Ia menambahkan jika tema berat di atas akan terasa ringan jika dalam prosesnya memiliki kualitas kader yang membukit "the price is responbility".?

Masih di Jombang, Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) "Umar Tamim" Unipdu Jombang menggelar kaderisasi formal tingkat dua, yakni Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang bertempat di Klenteng Gudo, Jombang pada Sabtu (28/05),.

Acara yang berlangsung selama 4 hari ke depan, mendapat antusias yang sangat besar dari para anggota, calon kader mujahid PMII, khususnya di kalangan lokal Jombang yang memang mempunyai anggota tidak sedikit.

Adam, Ketua Komisariat Umar Tamim Unipdu, mengatakan bahwa PKD kali ini diikuti sebanyak 29 peserta yang berasal dari Enam Rayon yang berada di naungan Komisariat Umar Tamim, juga delegasi dari komisariat lain.

Dengan mengusung tema "Membumikan kader mujahid sebagai intelektual komunikatif", Adam sapaan akrabnya, mengimbuhkan jika ia dan segenap pengurus memang sengaja menggelar kaderisasi formal tingkat dua tersebut di awal-awal periode.

"Tidak seperti biasanya, kami melaksanakan PKD pada awal periode, sebab PKD adalah proses pembentukan karakter, doktrinasi dan ideologisasi kader," terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika PKD dilaksanakan di akhir periode, maka tidak akan optimal dalam mengawal perkembangan kader secara langsung.

"untuk itu, kami selaku pengurus komisariat Umar Tamim Unipdu ingin membuat PKD lebih bermakna, sehingga kita bias memegang erat tangan mereka untuk aktif berkontribusi dan andil dalam menyumbangkan pemikirannya untuk PMII," jelasnya lebih dalam.

Ia juga berharap jika kegiatan PKD tersebut dapat menjadikan kader mujahid yang sesungguhnya.

"PKD kali ini difasilitatori langsung oleh Yohan Eko Prasetyo, dengan harapan dapat mencapai tema besar yang telah pengurus rumuskan bersama-sama", tambahnya. (Rf/Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, AlaSantri Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock