Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Pringsewu, Fans Gus Dur. Dalam rangka mewujudkan organisasi yang berkualitas serta meningkatkan motivasi pengurus untuk terus berkhidmah di NU, PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Lomba MWCNU dan Ranting NU Sehat Se-Kabupaten Pringsewu.

Setelah dilakukan Proses Penilaian oleh Tim Khusus terhadap 9 MWC dan 131 Ranting selama lebih kurang 3 bulan, para pemenang lomba diumumkan pada Kamis (19/1) dibarengkan dengan Pringatan Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu di Gedung NU setempat.

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

"Ada tiga MWC dan tiga Ranting dari setiap Kecamatan yang kita pilih sebagai Juara. Dan mereka berhak mendapatkan Thropi, Hadiah serta dana Pembinaan dari PCNU Pringsewu," Jelas Ketua Tanfidziyyah H. Taufiqurrohim disela-sela pengumuman lomba tersebut.

Mas Tas Taufik, begitu Ia biasa disapa menjelaskan bahwa dana untuk pembinaan pemenang lomba tersebut mencapai 39 juta. "Kita berharap kedepan Jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu terus meningkatkan kualitas organisasi dan pengurus akan lebih serius lagi dalam mengurus ummat," harapnya.

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan pula bahwa beberapa indikator Tim penilai dalam memberikan nilai antara lain adalah ketertiban administrasi, kuantitas dan kualitas realisasi program kerja dan kelengkapan organisasi. Setelah penilaian dengan langsung terjun ke daerah tersebut dilaksanakan akhirnya terpilih MWC NU Kecamatan Adiluwih menjadi Juara I Lomba tingkat Kecamatan. Untuk Juara II diraih oleh MWC NU Pringsewu dan Juara III diraih oleh MWC NU Pagelaran.

Selain itu Tim Penilai juga memberikan penghargaan kepada beberapa MWC yang menonjol dalam kategori tertentu. Diantara Kategori tersebut adalah Kelengkapan Badan Otonom dan Lembaga, Keaktifan Lembaga Pendidikan Maarif, Kekompakan dengan Banom dan beberapa kategori lain.

Sementara untuk Pemenang Lomba Ranting NU Sehat sebagai berikut: Kecamatan Adiluwih. Juara I Ranting NU Bandung Baru, Juara II Ranting NU Tri Tunggal Mulyo dan Juara III Ranting NU Srikaton. Kecamatan Pringsewu. Juara I Ranting NU Fajar Agung Barat, Juara II Ranting NU Fajaresuk dan Juara III Ranting NU Margakaya.

Kecamatan Pagelaran. Juara I Ranting NU Sumberejo , Juara II Ranting NU Patoman dan Juara III Ranting NU Tanjung Dalam. Kecamatan Ambarawa. Juara I Ranting NU Jati Agung , Juara II Ranting NU Ambarawa dan Juara III Ranting NU Sumberagung . Kecamatan Banyumas . Juara I Ranting NU Mulyorejo , Juara II Ranting NU Banyumas dan Juara III Ranting NU Sri Rahayu.

Fans Gus Dur

Kecamatan Pagelaran Utara. Juara I Ranting NU  Margosari, Juara II Ranting NU Gunung Raya  dan Juara III Ranting NU Fajar Mulya. Kecamatan Gading Rejo . Juara I Ranting NU Tegalsari, Juara II Ranting NU Klaten dan Juara III Ranting NU Gadingrejo.

Kecamatan Pardasuka. Juara I Ranting NU Pujodadi, Juara II Ranting NU Rantau Tijang  dan Juara III Ranting NU Pardasuka. Kecamatan Sukoharjo . Juara I Ranting NU Waringin Sari Barat, Juara II Ranting NU  Panggungrrjo Utara dan Juara III Ranting NU Siliwangi.

Hadiah bagi Pemenang MWC NU Sehat diserahkan langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi didampingi oleh Jajaran Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyyah PCNU Pringsewu. Sementara untuk Lomba Ranting NU Sehat penyerahan diberikan oleh setiap Ketua MWC masing-masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Internasional, Nahdlatul Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat

Ramallah, Fans Gus Dur. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak dilakukannya penyelidikan internasional mengenai kematian pendahulunya Yasser Arafat pada 2004, kata Komite Sentral Faksi Fatah, pimpinan Abbas, Ahad (17/11).

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Palestina Upayakan Penyelidikan Internasional Kematian Arafat

Dalam kunjungannya ke Ibu Kota Mesir, Kairo, baru-baru ini, Abbas meminta Sekretaris Jenderal Liga Arab agar mengaktifkan resolusi lama organisasi tersebut untuk membentuk komite penyelidikan internasional mengenai kematian Arafat, kata Nabul Abu Rudeinah, Juru Bicara Abbas dan Komite Sentral, sebagaimana dilaporkan Xinhua.

Arafat meninggal di satu rumah sakit Prancis di dekat Paris akibat gangguan darah. Namun pemeriksaan barang-barang miliknya dan kemudian penggalian kerangkanya untuk analisis lebih lanjut tahun lalu menunjukkan ia mungkin telah diracuni dengan radioaktif polonium-210.

Fans Gus Dur

Dua pekan lalu, panel penyelidikan Palestina menuduh Israel berada di belakang kematian Arafat sebagai satu-satunya tersangka pertama dan mendasar. (antara/mukafi niam)

Foto:AFP

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Pendidikan Fans Gus Dur

Jumat, 02 Februari 2018

Kader NU Dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik IAIN Pontianak

Kader NU Dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik IAIN Pontianak

Pontianak, Fans Gus Dur - Salah satu kader NU bernama Muslimin sukses meraih prestasi membanggakan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat. Ia dinobatkan sebagai mahasiswa dengan lulusan tercepat, mahasiswa terbaik, dan mahasiswa termuda di Fakultas Usuludin Adab dan Dakwah.

Kader NU Dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik IAIN Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik IAIN Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik IAIN Pontianak

Mahasiswa yang masih aktif di Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMI) ini ditetapkan sebagai mahasiswa peraih prestasi terbanyak dalam wisuda IAIN Pontianak yang diselenggarakan di aula praktik Qira’ah Ibadah Syekh? Abdur Rani Mahmud IAIN Pontianak, Sabtu (30/4).

Fans Gus Dur

“Penghargaan ini saya raih, mungkin hanya kebetulan saja. Sebab mahasiswa yang lain juga banyak yang hebat,” ucap Muslimin merendah.

Selain kuliah, Muslimin juga aktif di beberapa organisasi internal kampus seperti UKM LPM, Club Menulis IAIN, serta organisasi ekternal kampus yakni IPNU Kalimantan Barat dan PMII Kota Pontianak.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk ibu dan ayah saya, untuk para dosen yang telah mendidik saya, serta untuk para sahabat-sahabat PMII, dan seluruh kawan-kawan mahasiswa yang mengenal saya,” ucapnya saat memberikan sambutan di acara wisuda IAIN Pontianak.

Fans Gus Dur

Pria yang akrab disapa Imin ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Pengurus Komisariat PMII IAIN Pontianak Hasanie Mubarok. Ia mengaku bersyukur atas capaian Muslimin.

“Prestasi Sahabat Muslimin cukup menggembirakan. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi sahabat-sahabat yang lain untuk meneruskan jejak sahabat Muslimin dalam menorehkan prestasi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujarnya. (Dody Afrilian/Mahbib)

?

Kader NU Dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik IAIN Pontianak

Pontianak, Fans Gus Dur

Salah satu kader NU bernama Muslimin sukses meraih prestasi membanggakan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Kalimantan Barat. Ia dinobatkan sebagai mahasiswa dengan lulusan tercepat, mahasiswa terbaik, dan mahasiswa termuda di Fakultas Usuludin Adab dan Dakwah.

Mahasiswa yang masih aktif di Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMI) ini ditetapkan sebagai mahasiswa peraih prestasi terbanyak dalam wisuda IAIN Pontianak yang diselenggarakan di aula praktik Qira’ah Ibadah Syekh? Abdur Rani Mahmud IAIN Pontianak, Sabtu (30/4).

“Penghargaan ini saya raih, mungkin hanya kebetulan saja. Sebab mahasiswa yang lain juga banyak yang hebat,” ucap Muslimin merendah.

Selain kuliah, Muslimin juga aktif di beberapa organisasi internal kampus seperti Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa (UKM LPM), Klub Menulis IAIN, serta organisasi ekternal kampus yakni IPNU Kalimantan Barat dan PMII Kota Pontianak.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk ibu dan ayah saya, untuk para dosen yang telah mendidik saya, serta untuk para sahabat-sahabat PMII, dan seluruh kawan-kawan mahasiswa yang mengenal saya,” ucapnya saat memberikan sambutan di acara wisuda IAIN Pontianak.

Pria yang akrab disapa Imin ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Pengurus Komisariat PMII IAIN Pontianak Hasanie Mubarok. Ia mengaku bersyukur atas capaian Muslimin.

“Prestasi Sahabat Muslimin cukup menggembirakan. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi sahabat-sahabat yang lain untuk meneruskan jejak sahabat Muslimin dalam menorehkan prestasi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik,” ujarnya. (Dody Afrilian/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter

Jakarta, Fans Gus Dur. Selepas membaca Barzanji dan istigotsah, Departemen Ketabiban Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa membuka praktek mengobati ragam penyakit dan konsultasi kesehatan di Telaga Dua, Kelurahan Sunterjaya, Jakarta Utara Selasa malam (2/12).

Pagar Nusa menerjunkan 4 orang tabibnya. Haji Suroso menangani warga yang bermasalah dengan mata. Ia menetesi dengan obat berbentuk cairan yang disebutnya gurah mata.

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabib Pagar Nusa Obati Warga Sunter

Di bagian lain, di salah satu rumah warga, ada Haji Prayitno yang melakukan bekam di punggung. Berbeda dengan biasanya pada pengobatan model itu, dia menggunakan tanduk kambing. ?

Fans Gus Dur

"Mas Prayitno ini orang Wahabi, Mas. Dia pengikut aliran Wahabiyah," terang Ali Rahman, pengurus Pagar Nusa. "Maksudnya, dia pernah nyantri di Tambakberas, pesantren Kiai Wahab Hasbullah," lanjutnya sambil terkekeh.

Sementara Gus Heru menangani beragam keluhan. Seorang ibu misalnya, mengeluhkan mulutnya yang tidak bisa bicara dengan jelas. Disusul orang tua yang mengaku tak bisa melipat kakinya dalam waktu lama. Ada juga yang mengaku kurang pendengaran. Serta berpenyakit amandel.

Fans Gus Dur

Ia biasanya memulai dengan mendeteksi pasien melalui denyut nadi, kemudian mengurutnya. Tak hanya itu, ia memberikan resep herbal untuk konsumsi di rumah.

Di bagian lain H Shomad SM sedang menangani anak 2 tahun. Revana namanya. Shomad meraba anak itu mulai tangan, kaki, dan kepala. Sementara ibunya menangis, sambil sesekali mengusap air mata dengan kain. Ayahnya yang memangku Revana, berkaca-kaca di balik mata.

“Revana tak bisa bicara cuma nangis saja,”kata ibunya.

Menurut dia, anak keduanya itu jangankan berjalan, duduk saja sampai kini belum bisa.

Padahal ia pernah dirawat di rumah sakit selama 20 hari, tapi sampai sekarang belum ada perubahan. “Kalau menurut dokter kepalanya kecil. Nggak ada penjelasan lain,” katanya sambil kembali sesenggukan.

Ketua Perguruan Silat Sapu Jagat Pagar Nusa, Condet, Jakarta Timur, Ki Cokro Santri meminta hadirin membacakan shalawat Nabi untuk kesembuhan Revana.

Pengobatan gratis ala Pagar Nusa tersebut tidak sampai di situ. Para tabibnya bersedia dihubungi untuk membantu menyelesaikan keluhan.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua RT setempat, anak-anak muda Majelis Diniyah Al-Fatah, serta belasan pengurus Pagar Nusa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Internasional, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta

Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta yang terletak di Jl Honggowongso ini sudah ada sejak tahun 1969. Ketika itu, NU yang masih berdiri sebagai partai menggunakan gedung ini sebagai kantornya.

Pada prasasti peresmian yang terpampang di salah satu ruang kantor PCNU Solo, terdapat sejumlah data dimulainya pembangunan sampai peresmian. Gedung Partai NU Kotamadya Surakarta ini mulai dibangun pada tanggal 1 Agustus 1968 M / 6 Djumadil Awwal 1388 H. Bangunan ini berdiri di atas tanah wakaf dari Moh. Jusuf Darori, BA, salah seorang simpatisan NU pada waktu itu.

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Dinamika Gedung Kantor NU Surakarta

Setelah hampir 1 tahun proses pembangunan, akhirnya gedung tersebut selesai dibangun. Tepatnya pada tanggal 8 Pebruari 1969 M / 22 Dzul Qo’dah 1388 H, Ketua NU Wilayah Jawa Tengah, KH Imam Sofwan, meresmikan gedung. Pembangunan dan peresmian gedung ini juga turut direstui sejumlah tokoh PBNU, diantaranya KH Dr. Idham Chalid, KH Moh Dahlan, dan KH Achmad Sjaichu.

Setelah Khittah NU di Muktamar NU ke-27 tahun 1984 di Situbondo, NU kembali menjadi Jam’iyyah seperti pada pembentukan awalnya dan menyatakan tak lagi menjadi partai politik. Keputusan ini kemudian juga menimbulkan konsekuensi pada kantor partai NU di Surakarta. Kantor itu kemudian juga ber-khittah, menjadi kantor PCNU Kota Surakarta.

Fans Gus Dur

Sampai sekarang, kantor ini masih berdiri megah di tengah modernitas kota. Beberapa perbaikan gedung telah banyak dilakukan. Dan terakhir, pada tahun 2012 lalu, gedung simbol warga NU Solo ini mengalami renovasi yang semakin menjadikan bangunannya bertambah kuat dan terlihat sedap dipandang. Harapannya, semoga perubahan itu juga menular pada organisasi NU-nya, semakin kuat dan indah jua. (Ajie Najmuddin/Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Tegal, Internasional Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Yang terhormat redaksi Bahtsul Masail Fans Gus Dur. Kami pernah mendengar seorang kiai menjelaskan sifat-sifat terpuji nenek moyang Nabi Muhammad SAW. Bahkan kiai ini mengatakan bahwa orang-orang tua adalah orang-orang beriman yang taat dan saleh dalam beragama. Mohon keterangannya. Terima kasih atas penjelasannya. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abdullah/Jakarta).

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah Dalil Naqli atas Keimanan Orang Tua Nabi Muhammad SAW?

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya untuk kita semua. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang dipersiapkan Allah SWT sebagai makhluk paling sempurna. Karenanya Allah memelihara benar nenek moyang yang menjadi cikal-bakal melahirkan Nabi Muhammad SAW.

Fans Gus Dur

Nabi Muhammad SAW dilahirkan dari nenek moyang yang patuh kepada Allah SWT. Mereka semua dipelihara oleh Allah SWT agar tidak melakukan dosa-dosa besar seperti penyembahan berhala, berzina, menumpahkan darah orang lain, dan perbuatan keji lainnya.

Fans Gus Dur

Syekh Ibrahim Al-Baijuri menyebutkan sejumlah dalil naqli yang menjelaskan dalam karyanya keimanan dan kesucian nenek moyang hingga kedua orang tua Nabi Muhammad SAW yang kami kutip sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kalau kau mengerti bahwa ahli fatrah itu selamat dari siksa neraka menurut pendapat rajih (yang kuat), maka tentu kamu mengerti bahwa kedua orang tua Rasulullah SAW selamat dari siksa neraka karena keduanya ahli fatrah. Bahkan semua bapak moyang Rasulullah SAW (hingga ke Nabi Adam AS) selamat dari siksa neraka. Kita memutuskan bahwa mereka adalah orang-orang beriman tanpa tercederai oleh kekufuran, perbuatan keji, perilaku aib, dan perilaku buruk apapun yang lazim di zaman Jahiliyah. Pendapat ini didasarkan pada dalil naqli seperti firman Allah SWT dalam Surat As-Syu‘ara ayat 219 yang berbunyi, ‘Dan ketika engkau bolak-balik dalam orang-orang yang sujud (sembahyang)’; dan sabda Rasulullah SAW ‘Aku senantiasa berpindah-pindah dari tulang-tulang sulbi yang murni ke rahim-rahim yang suci’, dan banyak hadits lain yang statusnya mutawatir,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyah Tuhfatil Murid ala Jauharatit Tauhid, Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabaiyah, tanpa tahun, halaman 19).

Sejumlah dalil naqli itu kemudian dideskripsikan ulang dalam bentuk syair yang indah dalam Al-Barzanji, kitab yang lazim dibaca warga Ahlusunnah wal Jamaah NU yang kami kutip sebagai berikut.

? ? ? ?/? ? ? ?

? ? ? ? ?/? ? ? ? ?

Artinya, “Tuhan memelihara kemuliaan Nabi Muhammad SAW/bapak moyangnya yang mulia demi menjaga namanya (Nabi Muhammad SAW).

Mereka meninggalkan zina sehingga aib tidak mencoreng muka/sejak Nabi Adam AS hingga bapak dan ibunya,” (Lihat Barzanji Natsar dalam Majmu’atul Mawalid wal Ad’iyah, tanpa tahun, Jakarta, Al-‘Aidrus, halaman 76).

Dari dua dalil naqli yang disebutkan oleh Syekh Al-Baijuri ini, kita dapat menyimpulkan bahwa sejak Nabi Adam AS nenek moyang hingga kedua orang tua Nabi Muhammad SAW adalah orang baik yang saleh dan taat beragama. Di samping itu mereka semua adalah orang-orang yang dipelihara oleh Allah dari perbuatan-perbuatan tercela.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa, Internasional Fans Gus Dur

Jumat, 26 Januari 2018

Kenalkan NU Sejak Dini dengan Lomba Mewarnai

Bondowoso, Fans Gus Dur. Dalam rangka menyemarakkan datangnya bulan Muharram 1439 Hijriah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jambesari Darus Sholah menggelar lomba mewarnai lambang NU untuk siswa taman kanak-kanak atau raudlatul athfal (TK/RA) sekecamatan setempat.

Kenalkan NU Sejak Dini dengan Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan NU Sejak Dini dengan Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan NU Sejak Dini dengan Lomba Mewarnai

Perlombaan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Jambe Anom, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (27/9).

Ketua MWCNU Kecamatan Jambesari Darus Sholah Abdul Mufid menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya mendidik generasi Islam sejak dini agar mengenal tahun baru Islam yang biasa dikenal dengan kalender hijriah.

"Kegiatan ini juga untuk mengenalkan sejak dini kepada anak-anak kepada NU," tambahnya.

Melalui peringatan hari besar ini, anak-anak diharapkan bisa mengenang peristiwa-peristiwa penting yang terjadi beberapa ratus tahun silam sejak Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad, yang terjadi pada 10 Muharram.

Fans Gus Dur

Selain lomba, MWCNU Jambersari Darus Sholah juga menggelar agenda tahunan santunan anak yatim. Satunan kepada kaum duafa ini dilaksanakan MWCNU setempat tiap 10 Muharram tiba.

"Malam Sabtu nantinya akan di gelar istighotsah dan santunan anak yatim sebanyak 100 anak yatim serta pelantikan pengurus ranting MWCNU dan insyaallah Bapak Bupati Bondowoso hadir," ucapnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Pahlawan Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor

Pekalongan, Fans Gus Dur

Sekali dayung, dua pulau terlewati. Dua manfaat dicapai dalam satu kegiatan. Pepatah lawas itu tampaknya mengilhami kegiatan donor darah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (25/1) kemarin.

Selain merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, aksi sosial yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU itu juga berhasil memecahkan rekor. Sebanyak 267 peserta dan 150 orang dinyatakan dapat mendonorkan darahnya. Demikian dilaporkan Kontributor Fans Gus Dur di Pekalongan, Abdul Muiz.

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor

PMI Kota Pekalongan mencatat, kegiatan hasil kerja sama PCNU Pekalongan, pemerintah kota setempat dan Alma Swalayan itu memecahkan rekor kegiatan serupa selama ini. Apalagi, pesertanya juga datang dari luar wilayah Kota Pekalongan.

Fans Gus Dur

“Biasanya, dalam sehari, kegiatan donor darah rata-rata diikuti sekitar 75 orang. Namun, di NU, kali ini diikuti dua kali lipatnya,” ujar Imron Rosyadi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Pekalongan unit Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela.

Fans Gus Dur

Imron mengatakan, kegiatan itu sangat membantu PMI dalam penyediaan darah, tidak saja untuk keperluan warga Pekalongan, tetapi juga masyarakat Kabupaten Batang dan Pemalang.

“Saya berharap, dari kegiatan ini, NU memiliki bank data pendonor darah, sehingga sewaktu-waktu PMI memerlukan darah, secepatnya dapat diatasi dan kami siap membantu,” ujar Imron.

Ketua Panitia Pelaksana Harlah Kota Pekalongan, Abdul Basir, mengaku tidak menduga jika kegiatan ini dibanjiri peserta. Apalagi, kegiatan tersebut merupakan hal baru di lingkungan NU Pekalongan.

Masih dalam rangka menyambut Harlah ke-82 NU, pada Ahad (27/1) mendatang, akan digelar kegiatan pengobatan gratis di wilayah Pengurus Ranting NU Sokorejo, Pekalongan Timur, dan Banyurip Ageng, Pekalongan Selatan.

Sementara, pada puncak peringatannya nanti, akan diselenggarakan istighotsah kubro di Masjid Agung Al Jami’, Kauman, Kota Pekalongan. Dipastikan hadir pada acara tersebut Rais Aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyyah, Habib Muhammad Luthfiy. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Internasional, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Penjual Bensin Eceran Ini Wakafkan Tanah untuk Pendidikan dan Kantor NU

Pringsewu, Fans Gus Dur. Disaksikan Pengurus MWCNU Kecamatan Ambarawa, Kepala Desa Jati Agung, tokoh agama dan masyarakat setempat, Ranting NU Desa Jati Agung menerima wakaf berupa tanah dan bangunan yang difungsikan sebagai kantor Ranting NU dan lembaga pendidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tanah dan bangunan tersebut merupakan wakaf dari seorang pedagang bernama Rasino. Ia menyerahkan langsung Akta Wakaf tersebut kepada Tunut, Ketua Ranting NU Jati Agung, Kecamatan Ambarawa Pringsewu.

Penjual Bensin Eceran Ini Wakafkan Tanah untuk Pendidikan dan Kantor NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Penjual Bensin Eceran Ini Wakafkan Tanah untuk Pendidikan dan Kantor NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Penjual Bensin Eceran Ini Wakafkan Tanah untuk Pendidikan dan Kantor NU

"Saya berharap wakaf ini akan menjadi amal ibadah dan semoga dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik," kata  pedagang bensin eceran itu pada serah terima di salah satu ruang PAUD, Ahad (31/12).

Wakaf tersebut, ungkap Rasino adalah langkah merealisasikan keinginannya agar jamiyah NU di desanya dapat mandiri dan besar dengan berbagai macam amaliyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Fans Gus Dur

Lelaki paruh baya yang hanya tamatan SD ini mengatakan, apa yang dilakukannya merupakan kecintaannya kepada Jamiyah Nahdlatul Ulama. Dengan dana yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit dari hasil berdagang, ia berhasil membeli tanah dan merintis Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Lelaki ramah ini mengatakan, dengan NU sebagai nadzir wakafnya, ia yakin status wakaf tanah dan bangunan serta lembaga pendidikan tersebut akan aman. Selain itu amaliyah NU akan dapat terus diajarkan di PAUD yang ia beri nama Latifa ini.

Rais Syuriyah MWC NU Kecamatan Ambarawa, Kiai Abah Anom yang hadir pada acara tersebut merasa bangga dan terharu atas keikhlasan Rasino mewakafkan tanah dan PAUD Latifa. Ia berharap akan ada sosok-sosok seperti Rasino lainnya yang dengan ikhlas mewakafkan harta bendanya bagi kepentingan dan kemaslahatan umat.

"Kita berharap ini akan menjadi contoh nyata bagaimana warga NU berjuang di jalan Allah dengan harta benda yang dimilikinya," katanya.

Untuk kelancaran jalannya organisasi dan penyelenggaraan pendidikan PAUD Latifa, pemerintah desa siap membantu baik secara fisik dan nonfisik sehingga pemanfaatan dan perkembangan wakaf berjalan maksimal. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Fans Gus Dur

Baca Inspirasi lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Internasional Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Soal Bantuan, Sekolah Islam Swasta Masih Didiskriminasi

Jakarta, Fans Gus Dur - Peneliti senior Kemenag RI Prof Dr Atho Mudzhar memandang posisi sekolah Islam yang dikelola pihak swasta terpinggirkan. Ia tidak menemukan perbedaan urgensi antara sekolah Islam negeri dan sekolah Islam yang dikelola pihak swasta.

Demikian disampaikan Prof Atho Mudzhar saat peluncuran Laporan Tahunan (Annual Report) 2015 oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Hotel A One Jalan KH Wahid Hasyim No 80 Jakarta, Senin (27/6) siang.

Soal Bantuan, Sekolah Islam Swasta Masih Didiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Bantuan, Sekolah Islam Swasta Masih Didiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Bantuan, Sekolah Islam Swasta Masih Didiskriminasi

Prof Atho Mudzhar menyayangkan kenapa pihak pemerintah hanya memerhatikan sekolah Islam negeri. Padahal pesantren dan madrasah swasta tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan pemerintah.

Fans Gus Dur

“Sekolah Islam yang dikelola pihak swasta berhak menerima bantuan dari pemda dan kementerian-kementerian di luar Kemenag RI,” kata Prof Atho Mudzhar yang hadir sebagai narasumber diskusi laporan tahunan 2015 Puslitbang Penda.

Ia mengajak segenap pihak untuk tidak segan menurunkan bantuan kepada lembaga pendidikan Islam baik negeri maupun swasta. (Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Internasional Fans Gus Dur

Kamis, 28 Desember 2017

Penghormatan dan Lantunan Al-Qur’an di Makam Bung Hatta

Jakarta, Fans Gus Dur

Tanggal 17 Agustus merupakan momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia. Masyarakat mengenangnya sebagai hari diproklamasikannya kemerdekaan oleh Soekarno dan Hatta. Berbagai kegiatan mereka selenggarakan untuk memperingati hari spesial ini, seperti yang dilakukan komunitas Padepokan Dakwah Sunan Kalijaga (Padasuka).

Rabu (16/8) malam, komunitas pimpinan KH Syarif Rahmat tersebut menggelar Munajat Anak Negeri di Tanah Kusir, Kebayoran Lama. “Ada yang khas dari rangkaian acara ini, yaitu lokasi munajat yang dilakukan di pemakaman, tepatnya makam Proklamator Bung Hatta,” ungkap penyelenggara acara Ali Rahman saat ditemui di sela-sela kegiatan. ?

Penghormatan dan Lantunan Al-Qur’an di Makam Bung Hatta (Sumber Gambar : Nu Online)
Penghormatan dan Lantunan Al-Qur’an di Makam Bung Hatta (Sumber Gambar : Nu Online)

Penghormatan dan Lantunan Al-Qur’an di Makam Bung Hatta

Menurutnya, kegiatan ini adalah upaya untuk mengenang jasa pahlawan sekaligus mendoakannya. Ia menilai generasi sekarang mulai lupa akan sejarah. Bila tokoh saja lupa, tambahnya, apalagi nasihat-nasihatnya.

Fans Gus Dur

Di beberapa daerah, menurutnya acara yang sama juga diselenggarakan. Seperti halnya Cilacap yang mengadakan Kirab Budaya di makam Prabu Siliwangi dan Madura dengan mengadakan doa bersama di makam Kiai Kholil Bangkalan.

“Bahkan, Munajat Lintas Agama pun juga pernah diselenggarakan di makam I Gusti Ngurah Rai”, tambahnya.

Fans Gus Dur

Acara yang diawali dengan Syiiran Gus Dur itu juga mengangkat tema pakaian Nusantara, yaitu blangkon sebagai penutup kepala yang dipakai oleh para tamu yang hadir. Upaya mengangkat tradisi itu, menurut penyelenggara acara, sebagai penguatan jati diri bangsa.



Membalas Penghormatan


Pemimpin Padepokan Syarif Rahmat yang turut hadir juga menjelaskan dalam ceramahnya mengenai alasan mengapa tempat yang dipilih adalah pemakaman.

“Kalau Bung Karno dan Bung Hatta juga para pahlawan yang lain telah memberikan penghormatan, memuliakan kita semua, membuat kita bisa menikmati hidup senyaman ini, maka sepatutnya kita juga memberikan balasan penghormatan sebaik-baiknya,” ujar anggota Dewan Kebudayaan Lesbumi yang akrab disapa Kiai Syarif.

Menurutnya, konsep dasar dari hal itu terdapat dalam QS. An-Nisa’ ayat 86. “Jika kamu dihormati dengan satu penghormatan, balaslah oleh kamu penghormatan itu dengan lebih baik dari dia. Atau sekurang-kurangnya balas seperti apa yang kamu terima dari dia. Tidak boleh kurang,” tambahnya.

Kiai Syarif mengatakan, tidak ada yang lebih baik daripada Al-Qur’an. Oleh karena itu, pada rangkaian kegiatan tersebut juga dibacakan munajat, yaitu rangkuman dzikir dan seluruh doa yang ada di dalam Al-Qur’an.

Pria yang menjabat sebagai Dosen PTIQ dan IIQ itu juga mengungkapkan bahwa satu huruf Al-Qur’an bernilai ganjaran sepuluh, maka alif lam mim itu bernilai tiga puluh.

“Sekarang yang kita baca malam ini bukan sekadar alif lam mim, tetapi mutiaranya Al-Qur’an. InsyaAllah tidak jelek-jelek amat penghormatan kita kepada mereka,” pungkasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian

Sidoarjo, Fans Gus Dur

Terpilih sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur masa khidmah 2017-2019, Choirudin Abdillah, akan menjalankan amanah yang diberikan peserta konferancab kepadanya, yaitu membangun badan usaha mandiri.

Tak hanya itu, lanjut Choirudin, pihaknya akan mengakomodir secara keseluruhan kader-kader potensial di Ansor serta melaksanakan PKD bagi anggota ranting maupun PAC yang belum menjalankan.

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Ketua GP Ansor Wonoayu, Choirudin Siap Bangun Kemandirian

"Saya berharap akan terbentuk kultur Nahdliyin di Wonoayu yang saling berpadu. Berpadu dalam membangun negeri," tegasnya di sela konferancab GP Ansor Wonoayu di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Candinegoro, Wonoayu, Sidoarjo, Ahad (19/2).

Fans Gus Dur

Konferancab GP Ansor Wonoayu, yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum, telah melalui proses akreditasi ranting yang sebelumnya dilakukan oleh PC GP Ansor Sidoarjo.

Fans Gus Dur

Proses pelaksanaan konferancab GP Ansor sebagaimana tertuang dalam Peraturan Organisasi (PO) menyebutkan bahwa, sebelum konferensi dilaksanakan harus melalui tahapan-tahapan diantaranya proses akreditasi ranting.

Akreditasi tersebut menitikberatkan pada SK ranting, SK Rijalul Ansor, SK Banser, SK LKMS, biodata Pengurus, data sigap seluruh anggota, sertifikat PKD seluruh anggota, foto kegiatan sosial, foto kegiatan Rijalul Ansor dan daftar hadir kegiatan. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Internasional, Cerita Fans Gus Dur

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah

Probolinggo, Fans Gus Dur. Untuk memaksimalkan penyebaran kegiatan keagamaan kepada Nahdliyin, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendirikan sebuah radio komunitas bernama Radio Dakwah Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah).

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Maron Dirikan Radio Dakwah

Radio yang bermarkas di Kantor MWCNU Kecamatan Maron ini mengudara melalui frekuensi 97,2 MHz dengan siaran full kegiatan kegamaan dan penyampaian program-program MWCNU Kecamatan Maron mulai dari lembaga, lajnah hingga badan otonom (banom).

Sekretaris MWCNU Kecamatan Maron M. Mascung Asy’ari saat ditemui di ruangannya, Jumat (4/4) mengungkapkan bahwa Radio Dakwah Aswaja ini didirikan dengan tujuan sebagai media untuk memperluas jangkauan kegiatan-kegiatan NU mulai dari pengajian Aswaja dalam kegiatan lailatul ijtima’, istighotsah maupun kegiatan NU yang lain.

Fans Gus Dur

“Dengan adanya radio dakwah ini diharapkan seluruh warga NU khususnya di Kecamatan Maron bisa mengikuti semua kegiatan NU melalui siaran radio tanpa harus datang ke lokasi kegiatan. Hal ini dilakukan karena banyak warga NU yang tempat tinggalnya berada jauh dari Kantor MWCNU Kecamatan Maron,” ungkapnya.

Mascung menegaskan dengan adanya radio ini nantinya semua kegiatan NU di Kecamatan Maron akan disiarkan secara langsung supaya bisa diterima oleh seluruh warga NU. Selain menjadi pendengar, nantinya warga NU juga bisa berperan aktif menyampaikan aspirasinya melalui forum dialog melalui jaringan telepon secara live.

Fans Gus Dur

“Kami akan berupaya agar setiap lembaga, lajnah dan badan otonom dapat memanfaatkan keberadaan radio dakwah ini untuk menyiarkan program-programnya agar bisa diketahui oleh masyarakat. Nanti akan kami atur jadwalnya supaya ada pemerataan partisipasi,” jelasnya.

Namun Mascung membantah jika penyiaran kegiatan agama di radio ini merupakan salah satu upaya pengurus MWCNU Kecamatan Maron untuk mengurangi intensitas turba (turun ke bawah) kepada masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa pendirian radio ini merupakan salah satu solusi bagi masyarakat yang selama ini tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan NU. Untuk kegiatan kemasyarakatan lain akan tetap kami lakukan sebab hal itu adalah salah satu upaya untuk mempererat silaturahim antara pengurus dengan warga NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Nasional, Hikmah Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Calon Penerima Beasiswa S2 Ikuti Ujian di Kampus STAINU

Jakarta, Fans Gus Dur. Para calon penerima beasiswa S2 dari Mapenda Kemenag RI 2013 mengikuti ujian di kampus utama STAINU Jakarta, Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Senin (26/8). Mereka adalah para guru madrasah dari berbagai daerah di Indonesia yang telah lulus ujian seleksi.

Ada 75 nama peserta yang lulus administrasi untuk Program Beasiswa Guru Madrasah Bidang Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Direktorat Mapenda Kemenag RI bekerjasama dengan Pascasarjana STAINU Jakarta Tahun 2013. Mereka tersebar dari berbagai daerah termasuk Aceh, Bengkulu, Bangka Belitung, dan NTB.

Calon Penerima Beasiswa S2 Ikuti Ujian di Kampus STAINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Penerima Beasiswa S2 Ikuti Ujian di Kampus STAINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Penerima Beasiswa S2 Ikuti Ujian di Kampus STAINU

Menurut panitia penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana STAINU Jakarta, Ulin Nuha Husnan, calon peserta mengikuti tes ujian tulis yang meliputi tes kebahasaan (Indonesia, Arab, Inggris), pengetahuan mengenai sejarah Islam dan tes potensi akademik (TPA). “Ada 150 soal yang harus dikerjakan, semuanya pilihan ganda,” ujarnya.

Fans Gus Dur

Sementara tes lisan berkisar pada soal komitmen pengabdian dari para calon penerima beasiswa untuk madrasah masing-masing, kompetensi mata pelajaran yang diampu di madrasah serta keterkaitannya dengan pengetahuan baru yang akan diperdalam di Pascasarjana STAINU. 

Fans Gus Dur

Hasil ujian tulis dan lisan ini akan diumumkan pada 30 Agustus 2013 di website resmi STAINU Jakarta yang beralamat di www.stainujakarta.ac.id.

Program beasiswa penuh dari Kemenag ini hanya diperuntukkan bagi 25 calon mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian. Sementara calon mahasiswa lainnya yang telah mendaftarkan diri di jalur reguler akan mengikuti ketentuan seperti biasa, sebagaimana dalam brosur penerimaan mahasiswa baru Pascasarjana Program Magister (PPM) STAINU Jakarta.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Kyai Fans Gus Dur

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Fans Gus Dur

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Fans Gus Dur

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Aswaja, Internasional, Hikmah Fans Gus Dur

Sabtu, 25 November 2017

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Jakarta, Fans Gus Dur?

Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri menyampaikan tentang peran penting teman dekat dalam mewarnai sukses tidaknya seseorang.?

"Kalian harus bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan," katanya pada acara Sarasehan Dakwah bil Sosmed bersama Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

Ia mengatakan, bahwa sikap, mental dan kepribadian seseorang sangat diwarnai siapa yang menjadi teman dekatnya.?

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Bahkan, katanya, para pakar pendidikan telah sepakat, bahwa pengaruh keturunan, pengaruh pendidikan masih kalah kuat dan dominan dengan pergaulan.?

"Jangan percaya orang sukses berangkat sendiri. Jangan percaya ada orang hebat berangkat sendiri," kata pria yang akrab disapa Gus Ali.

Fans Gus Dur

Karena menurutnya, manusia itu selain sebagai makhluk individu, juga sebagai makhluk sosial.?

Ia mencontohkan, pendiri NU KH Hasyim Asyari yang tidak berangkat sendiri. Menurutnya, disekitarnya terdapat juga orang-orang hebat seperti KH Wahab Hasbullah, KH Romli Tamin, KH Siddiq Jember, KH Faqih Maskumambang, KH Abbas Buntet. (Husni Sahal/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Internasional Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Jakarta, Fans Gus Dur. Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan khusus terhadap kelompok ektremis atas nama agama atau politik. Negara, menurut Kiai Amin, tidak boleh bersikap abai terhadap mereka yang melanggar komitmen kebangsaan. Pasalnya, negara ini memiliki prinsip-prinsip dasar yang mesti dipatuhi setiap warga di Indonesia.

Kepada Fans Gus Dur di Gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Selasa (22/7), Kiai Ma’ruf menyebut tahapan sikap negara. Pertama, negara perlu kembali mengingatkan mereka bahwa kita menyepakati etika dan komitmen berbangsa.

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Mesti Tegas kepada Kelompok Ekstremis

Negara antara lain mendorong dialog-dialog kebangsaan. Mereka, Kiai Ma’ruf melanjutkan, mesti diberi tahu bahwa di dalam negara ada etika dan konsensus bernegara yang harus dipenuhi. Kalau ada perbedaan pandangan sejauh itu di dalam koridor, saya kira tidak ada masalah. Tetapi kalau sudah di luar koridor, negara harus memperingatkan dan mengambil tindakan terhadap mereka.

Fans Gus Dur

“Empat pilar ini konsensus kita bersama. Sejauh mereka berbeda dalam implementasi, kita bisa berdialog. Tetapi kalau sifatnya menggungat empat pilar, ini sudah pelanggaran konsensus. Negara berkewajiban untuk mengambil pendekatan tertentu,” tegas Kiai Ma’ruf.

Fans Gus Dur

Kita mempunyai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI sebagai acuan hidup bersama di Indonesia. Kalau mereka melanggar komitmen itu, tentu negara harus menggunakan haknya, bertindak. Negara mesti tegas, tandas Kiai Ma’ruf. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Internasional Fans Gus Dur

Jumat, 17 November 2017

Karnaval Lintas Etnis Meriahkan Harlah NU

Jepara, Fans Gus Dur. PCNU Kabupaten Jepara memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-91 pada penanggalan Hijriyah dengan menggelar Karnaval Lintas Etnis dan Budaya berlangsung di alun-alun Jepara, Selasa (27/5) pagi. 

Pawai yang diikuti pelajar dari (TK, Madin, MTs, MA sederajat), Banom NU, TNI dan lintas Budaya tersebut dimulai dari Alun-alun-Jl Kartini-Jl Pemuda-Jl A Sahid-Jl Imam Bonjol-Jl Brigjen Katamso dan kembali ke alun-alun. 

Karnaval Lintas Etnis Meriahkan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Karnaval Lintas Etnis Meriahkan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Karnaval Lintas Etnis Meriahkan Harlah NU

Ribuan pelajar tersebut diantaranya menampilkan rebana, drum band, miniature tradisi, bergaya ala kiai, walisongo dan masih banyak lagi. 

Fans Gus Dur

Karnaval kian menarik dengan ikutnya beberapa lintas etnis: Sekeha  Gong Kebyar dan Musik Balai Ganjur Pemuda Hindu Semarang, Barongsai Setya Darma Kelenteng Hok Hin Bio Kudus dan Toa Koji, musik Tionghoa dari Kelenteng Besar Tai Kaksi Kelenteng Sebandara dan Yayasan Pusaka Semarang. 

Ketua Lesbumi NU Jepara, M Nuh Thobroni menyatakan selama masih ada NU masih ada NKRI. Selama masih ada NKRI masih ada Nusantara. Selama masih ada Nusantara masih ada toleransi antar umat beragama.“NU merupakan organisasi yang bisa menerima dan menghargai perbedaan,” jelas Thobroni. 

Fans Gus Dur

Hal senada dikemukakan ketua panitia, H Mustaqim Umar. Dengan harlah NU merupakan semangat untuk warga NU. Hadirnya kelompok non muslim untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

Sementara itu, KH Asyhari Syamsuri, Ketua PCNU Jepara mengungkapkan melalui kegiatan pihaknya berharap warga NU selalu ingat pada hari lahir organisasinya. 

Disamping itu, NU lanjut Kiai Asyhari merupakan ormas yang nguri-nguri keutuhan NKRI. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Internasional, Pahlawan Fans Gus Dur

Senin, 13 November 2017

Perkuat Organisasi, PCNU Jakarta Selatan Lantik Kepengurusan LTN NU

Jakarta, Fans Gus Dur - H Sima dilantik sebagai Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdhatul Ulama (LTN NU) Jakarta Selatan. Ia bersama kepengurusan baru LTN NU Jaksel ini dikukuhkan sebagai pengurus LT NU Jaksel oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan KH Abdul Razak Alwi di aula Darul Marfu’, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (6/8) malam.

Pengukuhan pengurus LTN NU Jakarta Selatan ini dibarengi dengan peluncuran buku Indahnya Toleransi di Tanah Sultan karya H Sima. Tampak hadir segenap kiai, Ketua LTN PBNU Hari Usmayadi, pemkot Jaksel, Kapolresta Jaksel serta nahdhiyyin sejabodetabek.

Perkuat Organisasi, PCNU Jakarta Selatan Lantik Kepengurusan LTN NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Organisasi, PCNU Jakarta Selatan Lantik Kepengurusan LTN NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Organisasi, PCNU Jakarta Selatan Lantik Kepengurusan LTN NU

Kiai Abdul Razak Alwi mengatakan, “Kalau dilihat dari kiprah dan gelarnya, saya kira tidak pantas H Sima ini masih ditempatkan di struktural LTN NU, bahkan di PCNU pun tidak. Bagi saya ketua LTN NU kita ini hanya pantas didudukan di PBNU. Hal ini menunjukkan bahwa bukanlah struktur yang dikejar oleh ketua kita, melainkan berkah dari Allah SWT.”

Ketua LTN NU Jaksel H Sima mengatakan, “Program terdekat kami adalah menerbitkan buku yang sudah selesai. Insya Allah akan diterbitkan dengan label LTN NU Jakarta Selatan sebagai upaya dakwah-dakwah Islam kami.”

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Momen pelantikan ini, menurutnya, adalah momen pertama dan sekaligus langkah awal untuk melanjutkan tradisi NU keluarganya, Kiai Cholil Bangkalan di Madura.

“Berjuang dalam dakwah Islam Aswaja adalah amanat para leluhur, khusus pribadi saya, dakwah di jalur NU tidak lain merupakan amanat dan warisan dari keluarga saya. Dengan demikian saya memohon kepada para kiai, ulama dan ustadz untuk membimbing kami dalam mengemban tugas ini,” lanjut H Sima.

Sebelumnya, H Sima menempuh pendidikan di Universitas Ummul Qurro Mekkah. Ia sudah menulis 154 buku. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Pertandingan, Internasional Fans Gus Dur

Al-Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Segera Terbit

Gorontalo, Fans Gus Dur. Jika biasanya Al-Quran diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, maka dalam waktu dekat Gorontalo segera memiliki terjemahan kitab suci umat Islam tersebut, dengan menggunakan bahasa daerahnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang Tim Perumus terjemahan Al-Quran ke Bahasa Gorontalo, Lukman Katili, kepada wartawan ketika mengikuti Musyawarah Kerja (Muker) Ulama Al-Quran Regional se-Sulawesi dan Kalimantan, Selasa (22/5) kemarin.

"Tahun depan insya Allah masyarakat Gorontalo akan memiliki Al-Quran yang diterjermahkan ke Bahasa Gorontalo," katanya.

Al-Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Segera Terbit (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Segera Terbit (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Terjemahan Bahasa Gorontalo Segera Terbit

Ia menambahkan, tujuan dari menerjemahkan Al-Quran ke Bahasa Gorontalo, agar masyarakat bisa memahami dan mengamalkan isi kandungan dari kitab suci tersebut.

"Dari tiga juz yang ada, saat ini baru satu juz yang telah diterjemahkan dan diedarkan kepada masyarakat muslim di daerah tersebut," kata Katili.

Tim penerjemah, selain dari tenaga ahli khusus agama Islam, juga melibatkan tokoh adat dan pemuka masyarakat, yang dimintai pendapat serta saran dalam penerjemahan Al-Quran ke bahasa Gorontalo.

Fans Gus Dur

"Kami berkerja sama dengan ahli Bahasa Gorontalo, sehingga dapat memberikan masukan serta menjaga jangan sampai ada kesalahan dalam penerjemahan dan penulisan," kata dia.

Dia menambahkan dengan adanya Al-Quran terjemahan Bahasa Gorontalo, diharapkan masyarakat lebih suka untuk membacanya serta mengetahui dan paham artinya. (ful/ant)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Lomba, Kyai, Internasional Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock