Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Sumenep, Fans Gus Dur. Banyaknya tanah rakyat khususnya di daerah pesisir yang dibeli orang luar daerah bahkan dari luar negeri menjadi keprihatinan bagi PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur. Karena itu, Ahad (1/11) PCNU Sumenep menggelar seminar agraria bertempat di gedung pertemuan PCNU Sumenep dalam rangka menyikapi banyaknya persoalan tersebut.

Menurut sekretaris PCNU Sumenep, A Waris Umar, maksud diadakannya seminar ini sebagai bagian mengonsolidasi Nahdliyin serta memberikan pengetahuan seputar masalah agraria dan konflik yang menyertainya.

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Hadir dalam seminar tersebut dua orang narasumber, Muhammad Fayyadl (Gus Fayyadl) dari Paiton, Probolinggo dan KH Muhammad Shalahuddin (Gus Mamak) dari Guluk-Guluk, Sumenep.

Fans Gus Dur

Menurut gus Mamak, kerusakan bumi dalam Alquran selalu dikaitkan dengan ketamakan atau kerusakan. Berpindahnya kepemilikan tanah pada pemodal bisa menjadi pemicu bagi munculnya kerusakan bumi.

Lebih lanjut Gus Fayyadl menegaskan, maraknya pembelian tanah oleh para pemodal di tingkat lokal tak lepas dari desain di tingkat nasional bahkan global. Kapitalisme global dengan kuatnya invasi modal asing telah menguasai seluruh sumber daya alam.?

“Darat dan laut kita banyak yang telah dikelola asing. Kehadiran Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam sebenarnya didorong oleh kegelisahan realitas ini,” ujar Fayyadl.

Fans Gus Dur

Seminar agraria ini diikuti utusan MWC NU se-Kabupaten Sumenep, lembaga dan banom, mahasiswa, pesantren, perguruan tinggi, dan insan pers.

Mengakhiri seminar, PCNU Sumenep mendirikan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan SDA di Kabupaen Sumenep sekaligus melantik A Dardiri Zubairi sebagai koordinatornya. (Dayat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Olahraga, Daerah Fans Gus Dur

Sabtu, 24 Februari 2018

IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai

Probolinggo, Fans Gus Dur - Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo rutin menggelar bakti sosial. Salah satunya dengan menyalurkan baju layak pakai.

Dalam kegiatan ini, PC IPNU-IPPNU Kota Kraksaan menurunkan hampir semua jajaran pengurus. Baju layak pakai ini didapatkan dari hasil pengumpulan para pengurus mulai dari tingkat ranting hingga anak cabang se-Kota Kraksaan.

IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kraksaan Salurkan Baju Layak Pakai

Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali mengatakan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran baju layak pakai ini merupakan salah satu aksi nyata dari para generasi muda sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat kurang mampu yang ada di wilayahnya.

Fans Gus Dur

“Bagi orang kaya, baju ini tidak ada artinya apa-apa. Tetapi bagi masyarakat kurang mampu, baju seperti ini nilainya sangat berarti. Terlebih bagi mereka yang sudah kesulitan untuk mencari nafkah hidup keluarganya,” katanya, Rabu (14/9).

Menurut Masrur, kegiatan ini adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberi kemampun untuk berbagi kebahagiaan kepada saudara yang membutuhkan bantuan.

“Mudah-mudahan pemberian baju layak pakai ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Sebab dengan adanya bantuan ini, setidaknya masyarakat tidak perlu repot-repot lagi memikirkan untuk membeli baju,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Masrur menegaskan bahwa baju layak pakai yang diberikan kualitasnya masih bagus dan bukan pakaian yang sudah kusuh. Baju ini diberikan kemungkinan yang bersangkutan sudah tidak suka atau sudah tidak muat lagi.

“Kalau kualitasnya masih bagus dan layak pakai. Intinya kami ingin berbagi kebahagiaan dan senyuman kepada saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Olahraga Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional, Senin (1/6) kemarin bersilaturahim ke kediaman Koordinator Nasional Gusdurian Alissa Wahid di Yogyakarta. Kunjungan sekaligus dalam rangka meminta saran serta arahan dari putri sulung Gus Dur ini.

Rombongan silaturrahim ini antara lain Presidium Nasional 1 dan 4 KMNU, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), BPH Regional 2, serta perwakilan pengurus inti KMNU UII, UGM dan UNY.

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi

Zimamul Adli, Presidium 1 KMNU, dalam kesempatan itu menjelaskan beberapa hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KMNU yang telah terselenggara di Jakarta, awal April lalu. Diantaranya adalah mengenai logo resmi KMNU Nasional dan langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan KMNU di masa-masa awal berdirinya.

Alissa Wahid menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan NU (KMNU, PMII dan PKPT IPNU/IPPNU) tidak seharusnya saling mencurigai dan saling menegasikan. Ketiganya harus bisa bekerjasama dan bersinergi. Karena memang jamaah NU sangat banyak serta memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu ia mendorong agar ketiganya mengadakan musyawarah guna memperjelas diferensiasi di antara ketiganya.

Fans Gus Dur

Dalam pengkaderan, sebaiknya KMNU merancang sistem pengkaderannya sendiri yang original dan tidak meniru sistem pengkaderan organisasi-organisasi lain yang sudah ada. Ia memberikan contoh komunitas Gusdurian yang sukses dengan sistem pengkaderannya yang original. Sistem pengkaderan harus dirancang dengan baik dan telaten sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Fans Gus Dur

Ia juga menyarankan agar KMNU membentuk lembaga pengelola dana yang berfungsi untuk menghimpun donasi dari para alumni dan untuk membantu pembiayaan segala kegiatan yang diadakan oleh KMNU Nasional. Dengan cara itu diharapkan KMNU dapat menjadi organisasi yang professional dan mandiri dalam pengelolaan dana.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan dukungan yang sangat besar bagi hadirnya KMNU Nasional. Ia meyakinkan kepada seluruh pengurus KMNU mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga tingkat pusat agar tetap percaya diri dan jangan takut terhadap perubahan. Semua pengurus KMNU harus menjadi mahasiswa yang responsive bukan mahasiswa reaktif. Yaitu mahasiswa yang bukan hanya kritis, namun juga solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. (Muhammad Dliyauddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Ubudiyah, Olahraga Fans Gus Dur

Jumat, 02 Februari 2018

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Fans Gus Dur yang terhormat, beberapa waktu lalu saya terjebak macet di tol sehingga tidak bisa menunaikan shalat Id. Padahal shalat Id adalah shalat yang dilakukan hanya sekali dalam setahun. Saya benar-benar merasa kecewa.

Yang ingin saya tanyakan adalah bagimana hukumnya kalau saya mengqadha` shalat tersebut? Mohon penjelasannya, dan saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Hasyim/Tegal)

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Qadha Shalat Id karena Terjebak Macet di Tol

Jawaban

Fans Gus Dur

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Kemacetan memang acapkali membuat kita stres dan kecewa. Apalagi jika itu terjadi di luar prediksi kita sehingga menyebabkan gagalnya beberapa hal yang telah direncanakan seperti tidak bisa ikut menjalankan shalat Id. Karena itu dibutuhkan kesabaran extra dalam menghadapinya.

Setidaknya ada dua situasi tertinggal shalat Id. Bisa jadi kita tertinggal shalat Id tetapi matahari belum tergelincir, atau tertinggal dan matahari sudah tergelincir. Dua situasi ini memiliki konsekuensi perlakuan hukum yang berbeda.

Fans Gus Dur

Dalam situasi pertama, yaitu ketika seseorang tertinggal shalat Id tetapi matahari belum tergelincir, maka ia tidak perlu melakukan qadha` shalat Id. Sebab, pada situasi seperti ini ia masih berada dalam waktu shalat Id. Karena memang batas akhirnya adalah sampai tergelincirnya matahari. Maka tindakan yang sebaiknya diambil adalah dengan melakukan shalat Id sendiri secara ada` (bukan qadha`).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Pendapat Imam Syafi’i dan para pengikutnya sepakat bahwa disunahkan menyegerakan shalat Idul Adha dan mengakhirinya shalat Idul Fitri sebagaimana yang dikemukakan penulis kitab Al-Muhadzdzab (Abu Ishaq Asy-Syirazi). Karenanya, jika shalat Id beserta imam telah meninggalkankan seseorang, (sebaiknya) ia melakukan shalat sendiri, dan shalat tersebut adalah shalat ada` (bukan qadha`). Namun hal ini sepanjang matahari belum tergelincir pada hari Id,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VII, halaman 7).

Lantas bagaimana jika ketertinggalan tersebut setelah tergelincirnya matahari, yang berarti telah habis waktunya shalat Id. Apakah seseorang yang tertinggal—misalnya karena terjebak macet sebagaimana pertanyaan di atas—dianjurkan atau disunahkan untuk melakukan qadha` shalat Id?

Terjadi “gegeran” para ulama dalam soal qadha` shalat Id. Ada yang menyatakan tidak perlu mengqadha` seperti imam Abu Hanifah. Namun ada yang menyatakan disunahkan untuk mengqadha`. Menurut Muhyiddin Syarf An-Nawawi yang paling sahih adalah pendapat yang menyatakan bahwa sunah untuk mengqadha`nya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun seseorang yang tidak shalat Id sampai tergelincirnya matahari, maka ia telah tertinggal. Pertanyaannya adalah apakah disunahkan untuk mengqadha`? Dalam hal ini setidaknya ada dua pendapat sebagaimana yang telah dijelaskan dalam bab shalat sunah tentang qadha` shalat sunah. Pendapat yang paling sahih adalah pendapat yang menyatakan disunahkan untuk mengqadha`. Sedang menurut Imam Abu Hanifah, jika shalat Id beserta imam meninggalkan seseorang, maka ia sama sekali tidak perlu melakukan shalat Id,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz VII, halaman 7).

Jika penjelasan singkat ini ditarik dalam konteks pertanyaan di atas, maka jawaban atas pertanyaan ini bahwa menurut pendapat yang lebih sahih adalah sunah hukumnya mengqadha` shalat Id yang tertinggal.

Namun jika tertinggalnya itu masih dalam waktu shalat Id atau sebelum matahari tergelincir, maka tidak perlu melakukan qadha` shalat Id. Karena ia masih dalam waktu shalat Id, tetapi sebaiknya tetap melakukan shalat Id sendiri secara ada`.

Sebagaimana dimaklum, sebelum matahari tergelincir adalah rentangan waktu sebelum masuknya waktu Zhuhur. Shalat Id sendiri dapat dilakukan tanpa khotbah setelahnya.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik dan bermanfaat. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Habib Luthfi: Mari Bersyukur, Pemilu Aman

Pekalongan, Fans Gus Dur. Proses pemilihan umum (pemilu) yang terselenggara dengan aman patut untuk disyukuri. Demikian disampaikan Rais A’am Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya saat berceramah di hadapan jamaah majelis Kanzus Sholawat Pekalongan.

Habib Luthfi: Mari Bersyukur, Pemilu Aman (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Mari Bersyukur, Pemilu Aman (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Mari Bersyukur, Pemilu Aman

Alhamdulillah, setelah pemilu tidak terjadi apa-apa. Memang mestinya demikian, sesama muslim, sesama satu bangsa jangan saling bermusuhan hanya gara-gara pemilu” kata Habib Luthfi, Jumat (11/4) lalu.

Habib Luthfi berpesan kepada para jamaah, agal hal tersebut dapat kembali tercipta ketika pemilihan presiden (pilpres) nanti. Selain itu ia juga mewanti-wanti agar warga tidak tergiur dengan money politic.

Fans Gus Dur

“Mereka yang kita pilih akan memimpin selama 5 tahun ke depan, untuk itu jangan sampai kita gadaikan 5 tahun itu hanya dengan uang 50 ribu,” tegasnya.

Terakhir, Habib Luthfi mengatakan kepada para pihak yang menang dan kalah, agar menerima hasil yang ada. Juga agar senantiasa menjaga hati masing-masing.

Fans Gus Dur

“Semua penyakit seperti hasud, iri, dengki itu bersumber pada hati. Jangan sampai ketika kita menghadap Allah, dalam keadaan hati yang tidak qolbun salim,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

Jombang, Fans Gus Dur. Setelah menjalani masa Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) selama beberapa hari, para kader mengikuti prosesi bai’at atau pengambilan sumpah setia.

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masyhuri Malik: Jaga Warisan para Pendiri NU

PKPNU di Pondok Pesantren Babus Salam, Kalibening, Mojoagung ditutup, Senin (9/3) dini hari. Setelah digembleng dengan sejumlah informasi, antara lain mengenai potensi, kelebihan, kelemahan dan tantangan NU masa mendatang, para kader diharapkan dapat menjadi pionir bagi perjalanan NU ke depan.

Hal tersebut antara lain yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik saat memberikan pengarahan pada penutupan PKPNU di Jombang itu.

Fans Gus Dur

Di hadapan 48 peserta, KH Masyhuri Malik kembali mengingatkan bahwa para ulama khususnya pendiri NU telah berjuang menyelamatkan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para ulama juga telah mewariskan ajaran Islam yang bisa diterapkan di tanah air. “Menjaga dan mengawal NKRI adalah sama dengan menjaga keberadaan NU,” tandasnya.

Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali para peserta memegang teguh apa yang telah diwariskan para pendiri jam’iyah ini. “Dan menjaga warisan para ulama tersebut bisa dilakukan dengan menjadi pengurus formal NU ataupun sebagai anggota biasa,” terangnya.

Fans Gus Dur

Kiai Masyhuri berpesan kepada peserta yang tidak hanya berasal dari Jombang, juga Kediri, Lamongan, Nganjuk serta Gresik ini untuk terus menjaga soliditas serta senantiasa berkhidmat kepada NU. Bentuknya bisa dengan berperan aktif dalam kegiatan di komunitas setempat atau bersinergi dengan kepengurusan yang ada.

Syamsul Rijal dari PCNU Jombang menandaskan bahwa menjadi peserta PKPNU adalah kesempatan yang istimewa. “Karenanya mohon usai mengikuti kegiatan ini, sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan sebagai program nyata dapat segera dilakukan,” katanya.

Intensitas komunikasi juga hendaknya dapat dilakukan sesama angkatan pelatihan baik mereka yang berdomisili di Jombang serta kota lain, lanjutnya.

Penutupan PKPNU dilakukan dengan pengukuhan dan bai’at atau pengambilan sumpah setia yang diikuti oleh seluruh peserta. Bai’at dipimpin langsung oleh KH Masyhuri Malik didampingi dua instruktur kaderisasi dari PBNU H Abdul Mun’im DZ dan Amir Ma’ruf. (Syaifullah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Olahraga, Meme Islam Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

PCNU Kabupaten Bogor Dilantik

Bogor, Fans Gus Dur. Gedung Tegar Beriman, Selasa (6/1) dipenuhi ribuan Nahdliyin Bogor yang hadir dalam acara Tadarus Al-Quran  dalam rangka pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor masa khidmat 2014-2019. Antusiasme Nahdliyin Bogor yang hadir didorong oleh semangat Jam’iyyah dan kehadiran ketua umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

PCNU Kabupaten Bogor Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kabupaten Bogor Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kabupaten Bogor Dilantik

Dalam sambutannya ketua PCNU kabupaten Bogor, KH Romdon mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun, PCNU Bogor telah menjalankan programnya dengan maksimal. Bidang sosial misalnya telah melakukan kegiatan pemberdayaan pesantren melalui pertanian dan perikanan. Dalam bidang pendidikan misalnya di kabupaten bogor telah berdiri beberapa sekolah NU dari tingkat dasar sampai menengah.

“Tidak kalah pentingnya adalah berdirinya kantor PCNUyang sangat representatif di cibinong bogor, dan lima tahun ke depan NUBogor akan menggenjot program-program yang langsung bersentuhan dengan rakyat,” imbuh Romdon.

Fans Gus Dur

Bendahara PCNU Kabupaten Bogor, H.Zaenal Arifin mengatakan bahwa, kedepan NU lebih fokus pada pemberdayaan ekonomi yang dapat membantu warga Nahdliyin dalam meningkatkan ekonominya. “Warga NU harus mendapatkan perhatian lahir dan bathin,” tegasnya.

Fans Gus Dur

Sementara itu saat ditemui Fans Gus Dur, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa membumikan tradisi NU yang harus selalu dilakukan, dan tidak boleh ragu-ragu dalam mengamalkannya.

“Manaqib, Burdah, Dhiba’ adalah tradisi yang tetap dijaga , Biarkan mereka yang mengatakan Bid’ah, NU tetap teguh melaksanakan. Mereka yang membid’ahkan harus ngaji lagi,” tegasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat, KH Asep Burhanudin, Dr.Eman Suryaman dan rombongan, lembaga, lajnah dan adan otonom NU se-Kabupaten Bogor. Salah satu Nahdliyin yang hadir, Ujang Ruhiat mengatakan, baru Kali ini Gedung Tegar beriman penuh sesak, ini jadi sejarah tersendiri dengan kehadiran Nahdliyin yang begitu luar biasa. (Akhsan Ustadhi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti

Pringsewu, Fans Gus Dur. Mustasyar PCNU Kota Metro Lampung KH Fachrudin Hudan mengingatkan pada saat ini seluruh ummat Islam agar senantiasa dapat menyikapi perubahan zaman dengan hati-hati. Ia mengharapkan agar dapat menyikapi permasalahan yang berkembang dengan kewaspadaan.

"Jangan asal-asalan dalam mengikuti pemberitaan yang beredar. Jangan mudah mengikuti sesuatu yang sedang ramai dikabarkan oleh media pemberitaan. Ambillah pemahaman dengan menelaah terlebih dahulu keabsahannya. Jangan asal ikut orang lain," jelasnya saat mengisi pengajian di Desa Kresnomulyo Pringsewu, Ahad (26/2/17).

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti

Kondisi ketidakjelasan sebuah informasi ini juga  diperkeruh oleh tokoh yang terkadang mengeluarkan pernyataan yang cenderung kontroversial sehingga permasalahan tidak menemukan solusi malah melebar.

Semua tokoh yang muncul di pemberitaan khususnya di layar televisi tidaklah memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap suatu masalah. Ada juga diantara tokoh seperti para ustadz dan dai di televisi banyak yang baru belajar agama. Namun karena keartisannya, mereka didaulat menjadi ustadz.

Apalagi terkait paham-paham Islam transnasional yang saat ini sedang gencar-gencarnya menyebarkan ajarannya, Kiai Pemilik Rumah Makan Sate Sidodadi ini mengajak para orang tua untuk waspada dan mengarahkan putera puterinya agar tidak terjerumus.

Fans Gus Dur

"Didik anak-anak kita dengan baik. Tanamkan pada diri mereka agar tidak mudah goyah dan tergiur dengan ajaran atau paham baru yang menyesatkan," katanya.

Salah satu hal yang perlu diingatkan kepada para generasi muda saat ini adalah untuk lebih selektif dalam memilih organisasi keagamaan sebagai wadah mereka berdakwah. "Ikuti organisasi keagamaan yang jelas membawa kemaslahatan bagi umat," tegasnya.

Salah satunya adalah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang terus mengedepankan kemaslahatan ummat dengan tidak secara gegabah memberikan fatwa yang mengarahkan warganya untuk bertindak berlebih-lebihan. Salah satu contohnya adalah prinsip NU yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Final dan Pancasila adalah dasar negara.

Fans Gus Dur

"Islam itu mudah dan tidak sulit. Yang mempersulit adalah diri kita sendiri," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad

Yogyakarta, Fans Gus Dur

Dalam status Facebook-nya beberapa waktu lalu, KH Drs Habib A Syakur, M.Ag, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul Yogyakarta, menyampaikan kebanggaannya telah berkhidmah kepada Al-Maghfurlah Romo Kiai Zainal Abidin Munawwir sejak awal masuk Krapyak hingga akhir hayat beliau.

Habib menyatakan betapa khidmah sebagai santri beliau tersebut merupakan salah satu bentuk pendidikan yang ia terima. Misal, saat pertama kali mondok di Krapyak, Habib mengisahkan, tidak sedikit pelajaran yang ia petik dari Kiai Zainal.

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad

“Ketika mengarang kitab Muqtathafat min Jawamii Kalimihi Shallallahu Alaihi wa Sallam, kira-kira tahun 1987-an, saya berkesempatan mengetik naskah tersebut di kertas sheet yang zaman itu dipergunakan untuk mencetak,” kenang Habib.

Fans Gus Dur

Habib melanjutkan, “Lantaran mengetik naskah kitab itu, ada banyak hal yang saya dapat, mulai dari ilmu yang ada di dalamnya sampai dengan kelancaran saya dalam mengetik teks Arab. Hasilnya, ternyata dari sinilah antara lain yang membuat saya dipercaya untuk mentahqiq beberapa kitab karya ulama nusantara tempo dulu oleh Depag RI.”

Fans Gus Dur

Habib yang di masa awalnya nyantri di Krapyak, tahun 1976, sudah ndherek KH Zainal Abidin Munawwir dan menempat di salah satu kamar di ndalem beliau. Waktu itu satu rumah masih ditempati bersama Al-Maghfurlaha Simbah Nyai Hajjah Sukis (istri kedua Romo Kiai Munawwir, ibunda KH Zainal Abidin Munawwir, Ny. Hj. Hasyimah dan KH Ahmad Warson Munawwir), Ny. Hj. Jamalah (almh) bersama dua anaknya, dan keluarga baru Al-Maghfurlah KH A Warson Munawwir.

Habib juga mengisahkan, “Waktu itu, beliau masih menjadi anggota DPRD DIY dari Partai Nahdlatul Ulama. Yang istimewa, kalau ke kantor DPRD di Bantul, beliau naik sepeda onta lanang. Beliau sama sekali tidak kesengsem dengan kendaraan sepeda motor yang biasa dipakai oleh para anggota DPRD pada saat itu.”

Kesederhanaan dan kehati-hatian Al-Maghfurlah Romo Kiai Zainal dalam masalah harta memang sudah sedari awal didengar Habib dari Al-Maghfurlaha Simbah Nyai Sukis. “Misalnya ketika beliau ndherekke ziarah haji ibundanya di tahun tujuh puluhan. Ternyata, berdasarkan kisah Nyai Sukis kepada saya, waktu mendaftar haji itu ternyata beliau menabung dengan mengumpulkan uang di dalam besek yang disimpan di atas pyan atau loteng. Sungguh sebuah perbuatan yang penuh dengan kehati-hatian.”

Habib juga tak lupa pesan terakhir beliau kepadanya sebelum beliau wafat menghadap Yang Maha Kuasa. Habib menyatakan bahwa pesan tersebut hampir mirip dengan pesan KH Ali Maksum ketika beliau memerintahkannya untuk membaca kitab di hadapan para santri.

“Pesan Pak Zainal kepada saya, ‘Bib... kowe kudu istiqamah anggonmu mulang. Aja nganti semangatmu kendho nek sing tok wulang ki ming sithik, wong siji loro’ (Bib, kamu harus istiqamah dalam mengajar. Jangan sampai semangatmu kendur jika yang kamu ajar itu hanya sedikit, satu atau dua orang saja-red.),” ujar Habib.

“Sementara pesan Pak Kiai Ali Ma’sum, ‘Atimu kudu padha antarane mulang wong siji karo wong sewu. Aja rumangsa luwih wibawa yen mulang wong sewu’ (Hatimu harus sama antara ketika mengajar satu anak dan seribu anak. Jangan merasa lebih berwibawa saat mengajar seribu orang-red.),” lanjut Habib. (Yusuf Anas/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Olahraga Fans Gus Dur

Kamis, 21 Desember 2017

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme

Tasikmalaya, Fans Gus Dur. Komandan Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU Dede Rusyandi, menegaskan tiga pesannya ketika apel kesetiaan pancasila Pelajar dan Santri Jawa Barat yang merupakan rangkaian dari konferensi Wilayah IPNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning, Tasikmalaya Jumat (28/7) lalu.

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Punya Peran Penting dalam Menangkal Radikalisme

Dalam amanatnya ia menyampaikan bahwa IPNU ini merupakan anak bungsu NU, yang diproyeksikan untuk meneruskan perjuangan dan harapan NU di masa yang akan datang.

Oleh karenanya, pria yang akrab dipanggil Derus ini menyampaikan tiga amanat. Pertama, Pelajar dan Santri NU se-Jawa Barat ini harus bisa tangkal gerakan radikalisme dan gerakan-gerakan yang bisa memecah belah bangsa kita.

Posisi Jawa Barat yang terbentang dari ujung cirebon sampai ujung bekasi harus kita jaga, bahkan komitmen kita dalam mars ya lal wathon itu "siapa datang mengancammu kan binasa dibawah durimu" kita harus siap.

Kedua, sesuai dengan tema Konferwil IPNU Jabar, Meneguhkan Prestasi untuk Jawa Barat Bermartabat, generasi muda NU khususnya para pelajar, santri dan mahasiswanya harus bisa meningkatkan kualitas dan prestasinya untuk Jawa Barat bermartabat karena pelajar ini generasi ini harapan bangsa.

Fans Gus Dur

Ketiga, generasi muda ini harus budayakan tabayyun dan memfilter segala informasi yang masuk, jangan asal sebar, itu tidak baik.?

Sekarang ini marak broadcast yang kerap meresahkan dan berpotensi membuat resah dan perpecahan, untuk itu klarifikasi dan filter terlebih dahulu sebelum broadcast atau ketika menerima informasi.

Setelah Apel, dilaksanakan deklarasi santri dan pelajar Jawa Barat menolak Teroriame Radikalisme dan kekerasan terhadap anak yang ditandatangani oleh 3000 Peserta. (Husni Mubarok/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, News Fans Gus Dur

Senin, 11 Desember 2017

RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki

Semarang, Fans Gus Dur. Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah menerima kunjungan dari Pengasuh Pesantren Sulaimaniyyah Turki Ustadz Ali Dede di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/12).

Silaturahim ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan RMINU Jawa Tengah ke Pesantren Sulaimaniyah Turki di Jakarta 2 Desember lalu guna pengembangan pesantren di Jawa Tengah.

RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Jalin Kemitraan dengan Sulaimaniyyah Turki

"Kita perlu belajar kepada Pesantren Sulaimaniyah di antaranya pada manajemen tata ruang yang efektif, manajemen lingkungan dan kebersihan berbasis santri, dan tentu saja pada terobosan metode tahfidh-nya (hafalan Al-Quran)," kata Mandzur Labib, Sekretaris PW RMINU Jawa Tengah.

Fans Gus Dur

Pesantren Sulaimaniyah dinilai berhasil menyiasati tata ruang. Dengan jumlah luas tanah yang terbatas, pesantren ini bisa mewujudkan ruang yang berfungsi maksimal. Sulaimaniyah juga mampu menghadirkan sistem kebersihan yg yang baik dengan tetap melibatkan santri sebagaimana umumnya pesantren, bukan tenaga khusus. Sedangkan dalam metode tahfidh, Pesantren Sulaimaniyah memiliki metode khusus "Turki Usmani".

"Kita bisa membuat tata ruang yang efektif dan efesien untuk pesantren yang kita miliki," ungkap Abu Choir, anggota Departemen Pengembangan Ekonomi RMINU Jateng.

Fans Gus Dur

Menurutnya, tata ruang yang sedemikian rupa bisa menghemat biaya dan luas tanah. Sehingga, asumsi bahwa mendirikan pesantren harus memiliki tanah luas bisa bergeser dengan menejemen yang seperti ini.

"Kita juga sedang merencanakan untuk membuat gerakan pesantrenku bersih pesantrenku keren (PBPK)," tambah Abu Choir yang dipercaya RMINU Jateng menjadi ketua program PBPK.

Pengurus RMINU Jateng berharap, jalinan silaturahim yang baik dengan Pesantren Sulaimaniyyah ini akan memperluas kerja sama di sektor lain. Ustadz Ali dengan tangan terbuka menyambut baik berbagai bentuk kerja sama dengan pesantren di bawah naungan RMINU Jateng.

Pesantren Sulaimaniyyah berada di bawah Yayasan Pusat Persatuan Islam di Indonesia atau United Islamic Cultural Center of Indonesia (UICCI). Pesantren Sulaimaniyyah yang berpusat di Turki ini telah memiliki 6000 cabang di dunia. Sementara di Indonesia, pesantren ini mempunyai lebih dari 22 cabang, mulai di Jakarta, Yogjakarta, Medan, Bogor, Bandung, Surabaya, Semarang, Aceh, Klaten, Sukabumi, Temanggung, dan Pangkalan Bun. (Zulfa/Mahbib)

?

Foto: Ustadz Ali Dede (dua dari kiri) berada di tengah pengurus RMINU Jateng

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Olahraga Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya

Maros, Fans Gus Dur. Pengurus MWCNU Biringkanayya Kota Makassar dalam waktu dekat akan mendata semua masjid di kecamatan Biringkanayya. Keputusan dalam rapat kerja di Villa Nahdliyyin Pucak Desa Purnakarya, Tanralili, Maros, Ahad (5/4) ini, diambil sebagai kerja jangka pendek untuk mengetahui gambaran riil kekuatan Aswaja NU di daerah Biringkanayya.

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya

Agenda terdekat lainnya ialah pembentukan lembaga dakwah, lembaga amil zakat, infaq dan sadaqah, sarasehan pemantapan kader generasi muda NU, dan pembentukan lembaga ekonomi Nahdliyyin.

Ketua MWCNU Biringkanayya H Abdur Razak Mustafa mengatakan, dalam rapat kerja ini pengurus hanya mengagendakan dan merumuskan sejumlah program yang dapat direalisasikan sebagai prioritas utama dalam waktu dekat sesuai kebutuhan umat dan masyarakat.

Fans Gus Dur

“Kegiatan akreditasi masjid sengaja kami jadikan prioritas utama untuk mengukur keterlibatan orang-orang NU mengurus masjid di sekitar pemukimannya. Sejak awal ulama selalu memusatkan pembinaan umat di masjid,” kata Razak.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, kalau sekarang karakter berbangsa dan bernegara jadi persoalan besar di Indonesia tentu fungsi masjid sangat strategis dan harus mendapat perhatian, terutama di dalam menangkal gerakan radikal yang jadi kecemasan berbagai pihak.

Menurut Razak, gambaran ril jumlah masjid yang betul-betul diurus sepenuhnya oleh warga NU sangat dibutuhkan. Dengan begitu, akan terlihat bagaimana pelaksanaan ibadah dan kegiatan pengajian di masjid itu.

Kategori akreditasi masjid NU meliputi tiga hal. Kalau semua pengurus masjid itu orang NU, menjaharkan basmalah, qunut Subuh dan pengajian rutin kitab kuning, maka sudah bisa dipastikan masjid itu diberi sertifikat akreditasi A.

Sebaliknya, jika pengurusnya hanya bebarapa orang saja dari kalangan NU besar kemungkinannya hanya terakreditasi B atau C.

“Manfaat akreditasi masjid ini akan memudahkan pengurus NU dan ulama NU membuat peta dakwah dan pembinaan umat berdasarkan konsep Aswaja versi NU,” tandasnya.

Untuk mempercepat pekerjaan ini, pekan depan MWCNU Biringkanayya kembali menggelar rapat teknis yang diikuti pengurus lengkap MWCNU dan juga seluruh pengurus ranting sekecamatan Biringkanayya. (Abdul Jurlan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Anti Hoax, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Senin, 20 November 2017

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata

Jombang, Fans Gus Dur. Pecahnya perang 10 November 1945 di Surabaya yang akhirnya ditetapkan menjadi Hari Pahlawan, tidak lepas dari kiprah KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU yang juga pendiri pesantren Tebuireng Jombang.

Jelang peringatan hari pahlawan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parwansa didampingi Istri KH Salahudiin Wahid melakukan ziarah ke makam KH Hasyim Asyari di kompleks Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (7/11).

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Makam Mbah Hasyim, Mensos Teteskan Air Mata

Khofifah menyatakan, bahwa tokoh sentral yang menggerakkan pertempuran 10 November Surabaya adalah kakek KH Abdurrahman Wahid. "Itu makam KH Hasyim Asyari Pendiri NU, kakek Gus Dur. Beliaulah tokoh yang sangat berpengaruh menggerakkan di balik perjuangan? peristiwa 10 November di Surabaya," ujarnya.

Fans Gus Dur

Pada peringatan hari pahlawan di Surabaya, Selasa 10 November mendatang, rencananya Presiden Jokowi untuk pertama kalinya akan menjadi Irup (Inspektur Upacara). Dalam peringatan hari pahlawan itu menurutnya yang perlu diketahui bersama sesungguhnya adalah tokoh yang sangat berpengaruh menggerakkan orang supaya berjihad, untuk mempertahankan kemerdekaan NKRI dan melawan penjajah Belanda, yang tak lain adalah KH Hasyim Asy’ari.

Fans Gus Dur

Sementara itu, saat melakukan ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari, Khofifah yang juga ketua PP Muslimat NU ini tampak meneteskan air mata.? Mata perempuan ini sudah terlihat berkaca-kaca saat pembacaan tahlil dan doa. Air mata orang yang dikenal dekat dengan Gus Dur ini akhirnya jatuh juga saat menabur bunga di makam KH Hasyim Asy’ari. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Hikmah Fans Gus Dur

Kamis, 16 November 2017

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis

Jakarta, Fans Gus Dur
Budaya tulis harus mulai dilakukan warga dan tokoh NU, bukan sekadar budaya lisan, karena tradisi tulis inilah yang merupakan bukti kongkrit peran kyai dalam mengembangkan umat dan masyarakat di sekitarnya.

Demikian diungkapkan, pekerja Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Supriyadi, dalam acara diskusi? pengelolaan manajemen kearsipan dilingkungan PBNU, yang diselenggarakan NU. Online, Jumat (19/8). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PBNU, Abdul Aziz Ahmad, segenap badan otonom NU dan pengurus kesekretariatan PBNU.

"Melalui tradisi tulisan maka semua pikiran, kebijakan, fatwa atau gerak langkah para kyai akan tercatat dan terekam dengan baik, sehingga informasi yang diperoleh lebih akurat dan kredibel," ungkapnya.

Perlunya kesadaran meningkatkan tradisi tulis para tokoh NU, lanjut alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini? karena Nahdlatul Ulama dan segenap tokoh-tokohnya yang amat beragam memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan republik ini, sehingga segala yang telah dilakukannya memiliki nilai sejarah yang tinggi dan ini harus diketahui oleh generasi yang akan datang."Karena ilmu pengetahuan sepenuhnya dapat ditelusuri dari sejarah, jadi kalau sampai NU tidak memiliki dokumentasi yang baik, dikhawatirkan literatur tentang NU akan sulit dilacak," tuturnya.

Dikatakan Supriyadi, selama ini, data-data kearsipan NU yang masuk masih sedikit, ketimbang yang dilakukan Muhammadiyah. NU, lanjutnya, hanya sekali menyerahkan arsip yakni ketika gedung PBNU pindah. "Meskipun data itu masih bisa terselamatkan, namun jumlahnya masih sangat sedikit dibanding kekayaan atmosfir intelektualitas NU yang sangat beragam," ujar lelaki kelahiran Surabaya ini.

Ketika ditanyakan mungkinkah NU memiliki kearsipan sendiri, dia mengatakan bisa saja itu dilakukan, tetapi membutuhkan dana yang besar, ketelitian dan investasi yang mahal. Namun, secara tekhnis bisa dilakukan, sepanjang bisa dikelola dengan baik dan mengerti bagaimana mengelolanya. "Bisa saja NU melakukan itu, karena ada juga beberapa lembaga swasta yang melakukan fungsi-fungsi kearsipan, seperti indoarsip dan lainnya," katanya.

Namun dia juga mengingatkan apabila tradisi tulisan sudah dimulai dikembangkan maka perlu dicarikan solusi untuk mengelolanya dengan baik dan benar sehingga secara tekhnis mudah ditemukan dan informasi yang penting dapat dilestarikan dengan baik.

Dalam diskusi kedua dari empat diskusi yang direncanakan oleh Fans Gus Dur, terungkap lebih dari 25 km data berupa kertas jika dijejer memanjang, 1 juta data photo, ribuan data dalam bentuk CD, mikro film, kaset dan jutaan data lain yang terkumpul sejak? tahun 1602-2005 yang dimiliki Arsip Nasional Republik Indonesia. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Olahraga Fans Gus Dur

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis

Sabtu, 04 November 2017

Cegah Seks Bebas, Remaja Diberi Pendalaman Al-Quran

Wonosobo, Fans Gus Dur. Maraknya seks bebas di kalangan remaja harus diantisipasi. Salah satunya dengan memberikan pendalaman Al-Qur’an.

Cegah Seks Bebas, Remaja Diberi Pendalaman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Seks Bebas, Remaja Diberi Pendalaman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Seks Bebas, Remaja Diberi Pendalaman Al-Quran

"Salah satu upaya untuk mencegah agar remaja tidak melakukan seks bebas adalah dengan memberikan pendalaman Al-Qur’an. Saya kira ini cara yang ampuh menangkal pengaruh budaya negatif yang diterima remaja," kata Drs H Mahbub MAg.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kementrian Agama Kabupaten Wonosobo menyampaikan hal itu dalam acara sosialisasi pendidikan seks pra nikah yang diadakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo yang dikuti oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) serta IPNU IPPNU di Wonosobo, Kamis (14/11).

Fans Gus Dur

Mahbub menambahkan bahwa belajar Al-Qur’an tak ada batasnya. Sebab Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Oleh karena itu kunci utama untuk mencegah seks adalah dengan mendalami Al-Qur’an. “Pelajari Al-Qur’an dengan mendalami maknanya,” jelasnya.

Menurutnya, pergaulan bebas dan seks bebas kini sedang marak sekali terjadi di dalam kalangan remaja khususnya pelajar. Mulai dari hamil di luar nikah sampai mengonsumsi narkoba.

Fans Gus Dur

“Setidaknya dengan kegiatan yang bertujuan agar mencegah hal-hal yang tidak di inginkan. Karena salah satu sasaran dari kegiatan yang cukup terkesan adalah pencegahan agar mencegah seks bebas diantara kaum remaja. “Semoga dengan sosialisasi ini dapat mencegah seks pra nikah,” tambahnya.

Kegiatan ini pula disambut senang dan antusias dengan diadakan sosialisasi oleh Amintarsih, ketua IPPNU Kabupaten Wonosobo. Kata Amintarsih, kader-kader ini memang butuh yang namanya sosialisasi pencegahan seks bebas.

Amintarsih juga berharap kegiatan ini membuat para kader ormas bisa menjadi pelopor. Baik kader Muhammadiyah maupun kader NU .”Semoga kagiatan ini meningkatkan kesadaran dan kader bisa menjadi pelopor,” pungkasnya. (Fathul Jamil/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Pendidikan, Olahraga Fans Gus Dur

Jumat, 03 November 2017

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita

Jakarta, Fans Gus Dur. Direktur Eksekutif Wahid Foundation Yenny Wahid menilai, apa yang terjadi di Marawi Filipina adalah sesuatu yang sangat genting. Ada banyak simpatisan-simpatisan yang berasal dari Indonesia yang ikut dalam tindakan-tindakan terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh ISIS di Marawi.

“Ini sudah menjadi alarm bagi kita. Jangan sampai mereka kembali dan melakukan perekrutan atau bahkan menyebarkan ideologi jihadis tersebut di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Yenny di Jakarta, Senin (14/8).

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS di Marawi, Yenny Wahid: Ini Alarm Bagi Kita

Ia menganggap, apa yang terjadi di Marawi adalah bukan sebuah peristiwa yang terisolasi dan hanya terjadi di Filipina Selatan saja. Menurut dia, apa yang terjadi di Marawi bisa saja berdampak kepada Indonesia.

Yenny menilai, kerja intelijen Indonesia cukup baik terhadap setiap perkembangan yang terjadi di Marawi. Para intelijen tersebut mengantongi siapa saja yang pergi ke sana untuk ikut berjihad.

Fans Gus Dur

“Saya memberikan dukungan penuh kepada pihak-pihak intelijen untuk terus memonitor orang-orang yang ke sana dan diawasi pergerakannya,” ujarnya.

Ia tidak menyangkal bahwa apa yang terjadi di Marawi akan menimbulkan dampak di wilayah Indonesia karena jarak kedua wilayah tersebut yang cukup dekat.

Fans Gus Dur

Ia mengaku khawatir karena saat Presiden Filipina Duterte melakukan tekanan yang keras maka para jihadis tersebut akan lari ke Indonesia.

“Ketika Presiden Duterte melakukan represi yang sangat kuat terhadap jihadi yang ada di Marawi, mereka akan cari tempat baru. Kalau kita tidak melakukan antisipasi, maka (para jihadis itu) bisa lari ke Indonesia,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Ulama Fans Gus Dur

Kamis, 02 November 2017

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat

Jakarta, Fans Gus Dur - Lupa itu ada ongkosnya. Meski hal sepele, tapi akbitanya kaki Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Brebes Khulasoh lecet karena saking bergesekan dengan sepatu yang dikenakannya.

“Biasanya pakai kaus kaki, tapi kali ini lupa,” kata pensiunan PNS di Kemenag Brebes sambil meraba jari-jari kakinya di aula utama Asrama Haji Embarkasi Jakara, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis siang (24/11).

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat

Kaki dalam kondisi seperti itu, tentu tidak nyaman beraktivitas di arena Kongres Muslimat ke-17 tersebut. Ibu kelahiran tahun 1947 tersebut tertatih jika berjalan.

Ia tak kehabisan akal untuk melindungi kaki lecetnya.

Fans Gus Dur

“Mas, di luar ada yang jualan hansaplas tidak ya?” ?

Fans Gus Dur

Tentu saja ini adalah kode bahwa ia sebetulnya ingin dibelikan benda tersebut. Di Jakarta, benda semacam itu pasti tersedia di hampir setiap warung. Saya pun menawarkan diri jadi relawan. Tanpa diskusi, langsung mencari benda tersebut. ?

Sepanjang perjalanan membeli tersebut, saya menebak, ibu tersebut pasti akan membayarnya. Dan ternyata betul. Namun saya menolaknya. Saya hanya meminta ditukar dengan kesediaan dia untuk diwawancarai. Dia mengiyakan.

“Saya diminta aktif di Muslimat pada tahun 1989 oleh almarhum KH Masyhuri Mughni dari Pesantren Benda Sirampog,” katanya.

Padahal, kata dia, waktu itu dia aktif di Fatayat sebelumnya saja tidak. Namun ia tak bisa menolaknya karena itu perintah kiai yang ditaatinya.

Bagi ibu yang pernah nyantri di Babakan Ciwaringin, Cirebon tersebut, perintah kiai Msyhuri dulu ia pahami sekarang bahwa aktif di Muslimat NU adalah karena li i’lai kalimatillah, menegakkan agama Allah.

“Saya merasakan betul-betul banyak manfaat aktif di Muslimat. Banyak barokahnya. Barokah silaturahim, barokah rezeki,” ungkapnya.

Sebagai ketua Muslimat, ia juga menjaga betul anak-anaknya agar tetap dalam barisan Nahdlatul Ulama. Caranya dengan memperkenalkan anak sedari dini melalui kegiatan, tradisi, praktik ibadah yang sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunah wal-Jamaah an-nahdliyah.

Kongres Muslimat NU ke-17 tersebut dibuka Presiden Joko Widodo dengan tabuhan rebana disaksikan Ketua Umum PBNU, Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan ribuan pengurus dan anggota Muslimat serta tamu Undangan. Di antara tamu tersebut ada Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua MPR RI Osman Sapta Odang, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Olahraga, Sholawat Fans Gus Dur

Rabu, 11 Oktober 2017

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Bone, Fans Gus Dur

Imam Besar Muslim Centre New York dan Presiden Nusantara Foundation USA Shamsi Ali menjelaskan fenomena muslim di Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga bercerita bahwa di negara tersebut, perempuan muslim hanya dianggap sebagai makhluk nomor dua.

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Ceramah Imam Besar Muslim Centre New York di Bone

Sesungguhnya, kata dia, Islam tak membatasi gerak gerik perempuan. “Hal inilah yang saya kagumi dari Ibu Majdah Agus setiap minggu mengelilingi Sulawesi Selatan untuk berdakwah menyebarkan nilai-nilai Al-Quran,” katanya mengomentari Ketua Muslimat NU Sulsel pada Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Markaz Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Selasa (2/8).

Sebagaimana diketahui, Majdah MZ Agus Arifin Numang adalah Ketua PW Muslimat NU Sulsel, Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel, Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) disamping sebagai istri Wakil Gubernur Sulsel.

Fans Gus Dur

Shamsi Ali menambahkan, dakwah di Amerika Serikat sangat berbeda dengan dakwah di Indonesia. “Hal yang selalu saya sampaikan di Amerika Serikat terkait rasisme bahwasanya Islam datang untuk menjadi obat atas banyaknya rasisme karena sesungguhnya Islam memandang manusia yang paling mulia adalah orang yang bertkwa,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Ia juga mengkritik tentang fenomena umat Islam yang hanya mementingkan Islam sebagai simbol, bukan sebagai nilai yang harus diimplementasikan.

Padahal, sambungnya, Islam sangat menuntut umatnya harus bergerak, berkompetisi, bersilaturrahim, meningkatkan SDM, berdakwah dengan baik, menyuarakan Islam yang ramah, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan (Sulsel) dengana Forum Kajian Cinta Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan, FKCA Kabupaten Bulukumba dan Pemerintah Kabupaten Bone yang dirangkai dengan Pembukaan Trainer of Trainer (ToT) Pemaknaan Al-Quran. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga Fans Gus Dur

Minggu, 17 September 2017

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu

Pukul 02.00 WIB Dholi menunaikan shalat sebanyak 5 rekaat. Tiba-tiba terdengar suara salam. “Kiai” berusia 40 tahunan itu pun sontak menjawab salam tamu yang hadir malam-malam.

Percakapan pun berlanjut antara ia dengan sosok yang mengaku “Awwoh”.

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu

“Dhol kamu shalat apa?” tanya sesosok berpakaian putih, bersuara besar dan bertutupkan sorban di kepalanya. Kemudian ia menerangkan dirinya shalat Dhuha 5 rekaat. Saat sosok itu menyebut ia “Awwoh” sontak dirinya menciumi tangan lelaki yang tidak kelihatan mukanya itu. 

“Dhol ibadah kamu sekarang tambah rajin. Aku akan menambah kamu nikmat,” ucap si tamu seraya meminta kopi hangat dan ketela. 

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Dholi kian percaya dengan tamu yang datang ke kediamannya malam-malam adalah “Awwoh” sebab menurutnya tidak semua orang akan ditemui. Singkat kisah, sosok itu menjanjikan akan mengangkat derajat dengan memberikan bidadari-bidadari nan cantik dan masih banyak lagi. 

Tetapi lelaki tua itu memberikan beberapa persyaratan. Pada pagi hari pak tua meminta Dholi berjalan ke selatan menuju pasar Welahan—salah satu pasar di Jepara. Di sana ia diminta untuk memakai hem, celana yang panjang dan pendek. Sandal yang dipakai juga demikian yang tidak sama. 

Yang terpenting juga diminta mengenakan celana dalam di luar. Meski persyaratan yang terakhir sempat dimentahkan Dholi tetapi lambat laun bisa menerimanya. Sosok itu pun kemudian pindah ke rumah Hadi. 

Di rumah Hadi sosok yang sama mengaku “Awwoh”. Sontak M Hadi membanting sosok yang mengaku “Awwoh” tersebut. Setelah terjatuh sosok tua itu membeberikan ia adalah guru ngajinya yang mengetes kedua santrinya. “Aku gurumu Had,” jelasnya seraya membuka sorban yang menutupi kepalanya. 

“Sebenarnya aku ingin mengetes santri-santriku dengan mengaku “Awwoh”. “Awwoh” artinya gresulo. Kalo Allah itu pengeran, dzat yang menciptakan makhluk dan mengatur segalanya,” imbuh kiai sembari menerangkan beliau juga datang ke rumah Dholi. 

Ya, begitulah sepenggal kisah Ketoprak Remaja: “Awwoh” Mangan Telo lan Ngombe Kopi yang diperankan para santri majelis pendidikan Islam “Roudlotul Muhibbin” desa Gidangelo kecamatan Welahan, Jum’at (8/3). Kegiatan juga bersamaan dengan harlah majelis pendidikan juga Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dan Haul Massal. 

Pertunjukan yang ditonton ratusan orang menceritakan 2 tokoh Dholi Amali (sesat amalnya) dan M Hadi (sang pemberi petunjuk). Keduanya sama-sama pernah mengenyam pendidikan yang sama. Meski Dholi terbilang anak seorang “kiai” tetapi ia sering ngaku-ngaku—anak kiai padahal secara kualitas keilmuwan masih sangat minim; baca Al-Qur’an sering keliru, tidak paham rekaat shalat, mensahalati mayit memakai qamat, rukuk dan sujud maupun banyak keganjilan-keganjilan lain. 

Usut punya usut ternyata Dholi saat mondok tidak pernah mendengarkan, saat mutholaah kitab sering joged sendiri dan maniak sekali dengan PS. Alhasil, boyong dari pondok Dholi jadi “kiai” yang dikiai-kiaikan; baunya selalu harum, berjenggot dan berserban. Sedangkan Hadi adalah guru madrasah yang apa adanya. 

Melalui ketoprak remaja tersebut menurut narator, Nailis ingin mengajak santri selain patuh dan taat kepada guru; sebagai santri juga harus mengamalkan ilmunya ke tengah-tengah masyarakat tanpa didasari dengan kesombongan dan sifat-sifat tercela yang lain. (Syaiful Mustaqim/red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, IMNU, Pertandingan Fans Gus Dur

Kamis, 14 September 2017

Islam Moderat Pas untuk Indonesia yang Majemuk

Demak, Fans Gus Dur. Islam yang mengedepankan sikap moderat (wasathiyah) dinilai cocok untuk bangsa di Tanah Air yang memiliki sangat heterogen. Islam moderat dianggap mengejawantahkan semangat rahmatan lil alamin, rahmat bagi segenap alam semesta.

“Islam wasathiyah itu Islam tengah, moderat, toleran, santun, tidak memaksakan diri dan sangat menghargai perbedaan, dan ini pas untuk bangsa Indonesia yang masyarakatnya majemuk,” kata H Fathul Mufid ketua STAIN Kudus saat menjadi narasumber seminar yang diadakan MUI Kabupaten Demak bersama Pemkab Demak di gedung Bina Praja Setkab Demak.

Islam Moderat Pas untuk Indonesia yang Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Moderat Pas untuk Indonesia yang Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Moderat Pas untuk Indonesia yang Majemuk

Sementara itu, ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Daroji sebagai pembicara kedua lebih menyoroti sitem penyampaian dakwah Islam. Menurtnya, Islam wasathiyah atau Islam rahmatan lil alamin dalam syiar akan menggunakan pola pikir para wali yang mengutamakan cara persuasif, mengindari konflik, dan sangat menghargai potensi daerah lewat budaya lokal.

Fans Gus Dur

“Kita tahu Sunan Kali Jaga itu sangat arif . Lewat budaya wayang kulit, dakwahnya bisa diterima masyarakat. Begitu juga Sunan Kudus yang hampir sama model dakwahnya,” kata Kiai Daroji.

Fans Gus Dur

Seminar dengan tema Islam Wasathiyah untuk Demak dan Indonesia yang berkeadilan dan berkeadaban itu digelar Kamis (15/10), dalam rangka menyambut tahun baru Hiriyah 1437. Seminar yang dihadiri Bupati Demak beserta Muspida, pengurus, ormas dan tokoh masyarakat, ini dimoderatori ketua PC Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Khutbah, Olahraga Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock