Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua

Jakarta, Fans Gus Dur 



Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri membagikan foto Mustasyar PBNU KH Maemoen Zubeir ketika disalami Alissa Wahid melalui akun Facebooknya. Ketika berita ini ditulis, Kamis (9/11) foto yang disebar 6 jam lalu itu telah dibagikan 300 akun lain, dikomentari puluhan akun, serta mendapat ragam reaksi dari 7,7 ribu akun. 

Kiai yang disapa Gus Mus itu menjuduli fotonya dengan dengan “Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua.” Di foto itu tampak yang muda, Alissa Wahid mencium punggung telapak tangan yang tua, KH Maemoen Zubair.

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua

Menurut Alisaa, foto itu diambil di sela-sela akad nikah Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di kota Solo, Rabu (8/11). Di situasi ketat karena yang menikah putri seorang presiden, putri Gus Dur mengaku masih sangat semangat menemui kiai.

“Sampai yang motret ditegur protokol,” katanya ketika dihubungi Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Pada kesempatan itu kiai yang akrab disapa Mbah Moen sempat menanyakan kabar Alissa. Pada saat itu pula, Alissa meminta izin untuk sowan ke kediamannya.

“Saya matur bade sowan, beliau menyambut,” lanjut Alissa. 

Alissa juga menemui Habib Luthfi bin Yahya. Ia mengutarakan hal yang sama, mau matur dan sowan ke kediamannya, di Pekalongan. 

Fans Gus Dur

“Diminta datang tanggl 10 November,” pungkas Alissa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Islam, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menggugat iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di sejumlah media massa. Ia mengaku tak mengira bila seruan yang di dalamnya terdapat nama berikut tanda tangannya itu bakal diiklankan di media massa, apalagi juga menyebut dua nama konglomerat yang diduga tersangkut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).



Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

“Seharusnya seruan tersebut langsung diserahkan pada pihak yang berwenang agar segera dituntaskan. Tapi, ini malah diiklankan. Apalagi di situ ada nama Sjamsul Nursalim dan Antoni Salim. Kesannya jadi tidak obyektif,” ungkap Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (28/8)

Hasyim mengatakan sangat mendukung terhadap gerakan dan seruan moral yang mendesak kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus BLBI itu. Apalagi desakan itu tidak didukung dirinya saja, melainkan juga bersama pemimpin 14 organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia lainnya.

Fans Gus Dur

“Saya menandatangani formulir (seruan “Jihad Melawan Koruptor BLBI”) itu dalam keadaan sadar, dan saya sangat mendukung, apalagi di situ ada nama Pak Din (Syamsuddin – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah), Tarmizi Taher (Mantan Menteri Agama), dan lain-lain. Itu kan gerakan moral. Tapi, waktu saya tanda tangan itu tidak ada nama orang yang disebut sebagai koruptor BLBI itu,” ungkap Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Selain itu, tambahnya, di dalam formulir yang ia tanda tangani tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika seruan tersebut akan diiklankan di media massa. Ia menyimpulkan bahwa ada pihak-pihak yang telah ‘memproses’ seruan tersebut untuk kepentingan tertentu dengan mengatasnamakan para pemimpin ormas Islam.

Fans Gus Dur

“Saya mengimbau kepada orang yang ‘memproses’ seruan itu untuk segera berhenti dan tidak lagi mengiklankan seruan tersebut, melainkan langsung diserahkan kepada pihak berwenang. Penyebutan nama-nama koruptor itu menimbulkan kesan tidak obyektif,” pungkasnya.

Seruan yang didukung 14 pemimpin ormas Islam di Indonesia itu ditandatangani di Jakarta, 2 Juli 2007. Media massa yang menampilkan seruan tersebut adalah majalah berita mingguan Tempo edisi Khusus Hari Kemerdekaan 13-19 Agustus 2007 pada halaman 147.

Ke-14 ormas itu adalah NU, Muhammadiyah, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indoensia (ICMI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al-Irsyad Al-Islamiyah, dan Dewan Masjid Indonesia. Lalu, Al-Wasliyah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Persatuan Islam (Persis).

Pengurus Pusat Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI), Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM) juga menyatakan mendukung seruan tersebut.

Dalam seruan itu, disebutkan BLBI, obligasi rekap dan program penyehatan perbankan yang diberikan pemerintah mencapai lebih dari Rp650 triliun. Padahal dana itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, jalan-jalan di pedesaan, ruang belajar, dan sekolah gratis, serta peningkatan kesejahteraan bagi rakyat miskin. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Sejarah Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat

Padangpariaman, Fans Gus Dur. Ketua PKC PMII Sumatera Barat Afriendi menyebutkan, kader PMII memang harus selalu responsif terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Berbagai isu yang menjadi perhatian publik, juga harus selalu direspon PMII.

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Harus Selalu Respon Kehidupan Masyarakat

Ia mencontohkan isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebagai respon terhadap keadaan, sesuai dengan instruksi Pengurus Besar PMII, di berbagai daerah, pengurus PMII menggelar aksi penolakan kenaikan harga PMII.

 

"Dengan pelaksanaan PKD PMII ini, maka peserta harus pula naik kelas. Jika sebelumnya selalu disuruh melaksanakan sesuatu di PMII, setelah PKD harus mampu bertindak sendiri dalam mengambil keputusan untuk kepentingan organisasi PMII. Mereka yang sudah mengikuti PKD tentu sudah menjadi kader yang dipersiapkan bakal jadi pemimpin di kemudian hari," kata Afriendi  pada pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD)  PMII se- Sumbar, Jumat (5-12-2014) di aula STIT Syekh Burhanuddin, Pariaman.

Fans Gus Dur

 

Pembukaan dihadiri mantan Walikota Administratif Pariaman Drs. Martias Mahyuddin, M.Si, Ketua KNPI Pariaman Riky Falentino, Ketua Cabang PMII Pariaman Satria Effendi, Ketua Cabang PMII Padangpariaman Rodi Indra Saputra. Tema PKD, Menguatkan Peran Strategis PMII dalam Menentukan Masa Depan Bangsa dan Agama."

 

Fans Gus Dur

Setiap kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus tetap komit menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan paham yang menggerogotinya. Sejak berembusnya era reformasi di Indonesia, makin banyak paham dan kekuatan yang tumbuh di tengah masyarakat untuk  mencoba merusak keutuhan NKRI, katanya.

 

Bendahara Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Armaidi Tanjung salah seorang pemateri menyampaikan, PMII sebagai organisasi kemahasiswaan yang bercirikan keislaman dan kebangsaan harus tetap menjaga keutuhan NKRI tersebut. Peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) PMII se-Sumatera Barat yang berlangsung di Pauhkamba, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu (6/12).

 

"Kita prihatin ada kelompok masyarakat yang terkesan tidak mengakui, selalu memandang sinis terhadap pemerintahan, bahkan tidak mengakui bentuk negara NKRI sehingga selalu menyuarakan agar ada pergantian pemerintahan. Namun pemerintah sendiri membiarkan saja tanpa ada tindakan yang konkrit untuk mencegahnya," kata Armaidi Tanjung.

 

Menurut Armaidi Tanjung, kalangan mahasiswa pun menjadi sasaran empuk kelompok ini untuk merekrut kadernya. Karena itu, kader PMII harus lebih aktif menyebarkan paham Islam Ahlussunnah wal-Jamaah yang selalu konsisten mempertahankan keutuhan NKRI ini di kampusnya masing-masing.

 

PKD PMII se-Sumbar ini diikuti sekitar 30 orang mahasiswa dari Universitas Andalas Padang, Universitas Negeri Padang, IAIN Imam Bonjol Padang, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, STIE Sumbar Pariaman, STKIP YDB Lubuk Alung, STKIP Nasional Pauhkamba Kabupaten Padangpariaman.

 

Usai PKD, dilanjutkan Konferensi Cabang PMII Kota Pariaman ke-5 untuk memilih kepengurusan periode 2014-2015 pada Senin (8/12). (Red:Abdullah Alawi)

 

Keterangan Foto: Armaidi Tanjung usai memberikan materi dihadapan sebagian peserta PKD, Sabtu (6/12/2014) di Pauhkamba, Padangpariaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan

Jember, Fans Gus Dur. Aliran atau faham keagamaan tidak akan pernah lenyap. Ia akan terus ada dan berkembang seiring dengan dinamika kehidupan umat manusia.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Jember, Abdul Halim Soebahar, setiap aliran pasti membentuk kader militan, yang diharapkan dapat menjadi corong sekaligus pembela aliran tersebut. Karena itu, yang terbaik adalah memperkokoh benteng pertahanan jiwa dalam menghadapi melubernya aliran sesat. 

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Inklusif di Tengah Maraknya Aliran Keagamaan

“Kita  harus memperkuat diri dan keluarga dengan memperdalam ajaran atau faham yang kita ikuti tanpa perlu melakukan diskriminasi terhadap faham keagamaan yang lain,” kata Abdul Halim Soebahar saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dakwah Inklusif di hotel  Green Hill, Jember, Ahad (11/2) lalu.

Pengasuh Pesantren Sofa Marwa, Pakusari, Jember tersebut menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dalam menyikapi banyaknya aliran. Dikatakannya, siapapun boleh berkayakinan bahwa aliran yang dianutnya adalah yang terbaik. Namun keyakinan tersebut jangan sampai mengusik kelompok lain yang  juga meyakini  alirannya yang paling tepat. Sebab jika itu terjadi, maka akan terjadi saling klaim, bahkan permusuhan secara terbuka tidak bisa dihindari. 

“Kita tidak masalah punya keyakinan yang berbeda, namun jangan sampai saling menjelekkan satu sama lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua PC Lakspesdam NU Kencong, Jember, Jawa Timur, dalam laporannya berharap agar pelatihan tersebut setidaknya menjadi bekal bagi peserta dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang  rahmatal lil’alamin.  Dakwah yang baik, katanya, adalah dakwah yang memberikan kesejukan dan mendorong manusia untuk menghargai sesamanya, apapun perbedaannya.

Fans Gus Dur

“Kita ingin mewujudkan sebuah gerakan inklusi sosial yang mengajak masyarakat luas untuk bertindak setara-semartabat dalam kehidupan sehari-hari serta menjamin seluruh elemen masyarakat agar mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara, terlepas dari perbedaan apa pun,” urainya.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh  PC Lakspesdam NU Kencong tersebut berlangsung selama dua hari, yang diakhiri dengan Deklarasi Jember Kabupaten Inklusi. (Aryudi A Razaq/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Solo, Fans Gus Dur. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-89 Nahdlatul Ulama (NU), yang jatuh pada Sabtu (31/1) ini, menjadi momentum spesial bagi warga Nahdliyin.

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan Warga Nahdliyin Solo

Berbagai ucapan selamat, serta tak lupa pesan dan harapan diungkapkan mereka untuk NU, baik via SMS maupun diunggah di akun media sosial (medsos).

Ketua PC GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, berharap pada momentum ini program yang digarap para pengurus dapat lebih mengena kepada masyarakat.

Fans Gus Dur

“Semoga program-program NU ke depan lebih menyasar, berpihak pada warga NU. Karena selama ini peran program NU kurang bisa dirasakan warga NU secara keseluruhan, khususnya bidang ekonomi, yg kelihatan menjamur hanya dibidang amaliah,” ujarnya.

Senada dengan Anwar, Ketua PC PMII Sukoharjo, David Zainuddin berharap NU lebih menaruh perhatiannya terhadap upaya pemberdayaan secara ekonomi kepada anggotanya.

“Mayoritas anggota NU adalah mereka yang berada di desa. Banyak anggota NU yang kemudian berpaling ke ormas lain karena masalah ini. Mumpung Menteri Desa-nya dari NU, maka harus ada upaya secara terstruktur dan kolektif dari semua pihak,” ungkap Mahasiswa IAIN Surakarta itu.

Fans Gus Dur

Suara perempuan pun ikut hadir untuk memberikan pesan di hari Harlah ini. “Harlah NU, semoga para Nahdliyin tetap solid menjaganya, berjuang dengan ikhlas demi tegaknya Ahlussunnah wal Jamaah ala an-Nahdliyah," begitu tulis ketua PC Fatayat Boyolali, Nur Fauziah dalam akun facebook-nya.

Sedangkan Ketua PC IPNU Klaten, Ahmad Saifuddin menaruh harapan tinggi kepada NU, agar dapat meningkatkan kualitas sekolah yang dimiliki NU. “Meningkatkan kualitas pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi,” harapnya singkat. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Pondok Pesantren, PonPes Fans Gus Dur

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid

Jakarta, Fans Gus Dur. Sebagai sarana penggerak masyarakat hingga ke tingkat ranting, seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) wajib mengaktifkan lembaga dan lajnah yang dimiliki Nahdlatul Ulama.?

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid

Di antara lembaga itu adalah Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU). Demikian disampaikan Sektretaris Pengurus Pusat LTMNU Ibnu Hazen kepada Fans Gus Dur di kantornya, Jalan Kramat Raya 164, Gedung PBNU Lantai 4, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

“Setidaknya di tingkat PWNU wajib mempunyai LTMNU. Kalau nggak, gerakan di bawah tidak akan maksimal,” katanya.

Fans Gus Dur

Menurut Ibnu, eksistensi LTMNU penting karena masjid merupakan basis umat yang paling banyak di lingkungan NU. Tanpa pengelolaan yang baik, soliditas NU terancam pudar, baik secara organisasi maupun kulturnya.

Fans Gus Dur

Seperti diketahui, PBNU membawahi setidaknya 14 lembaga dan 3 lajnah. LTMNU adalah salah satu lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pemberdayaan Masjid.

Dari pengalaman Rapat Pimpinan LTMNU di Bali, Ibnu menyayangkan ketiadaan LTMNU di kepengurusan wilayah Bali. Pihaknya lantas mendesak PWNU Bali untuk segera membentuk kepengurusan LTMNU.

“Akhirnya sekarang punya. Rapim (Rapat Pimpinan) LTMNU salah satunya memang ditujukan untuk konsolidasi dan membangun jaringan, termasuk juga membangkikan semangat ke-NU-an di daerah,” katanya.

Ibnu Juga menganjurkan adanya sinergi kegiatan antara LTMNU dengan lembaga, lajnah, dan badan otonom di lingkungan NU. Kerjasa sama yang baik akan menguatkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat.

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor

Pekalongan, Fans Gus Dur

Sekali dayung, dua pulau terlewati. Dua manfaat dicapai dalam satu kegiatan. Pepatah lawas itu tampaknya mengilhami kegiatan donor darah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (25/1) kemarin.

Selain merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, aksi sosial yang diselenggarakan untuk menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU itu juga berhasil memecahkan rekor. Sebanyak 267 peserta dan 150 orang dinyatakan dapat mendonorkan darahnya. Demikian dilaporkan Kontributor Fans Gus Dur di Pekalongan, Abdul Muiz.

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Donor Darah NU Pekalongan Pecahkan Rekor

PMI Kota Pekalongan mencatat, kegiatan hasil kerja sama PCNU Pekalongan, pemerintah kota setempat dan Alma Swalayan itu memecahkan rekor kegiatan serupa selama ini. Apalagi, pesertanya juga datang dari luar wilayah Kota Pekalongan.

Fans Gus Dur

“Biasanya, dalam sehari, kegiatan donor darah rata-rata diikuti sekitar 75 orang. Namun, di NU, kali ini diikuti dua kali lipatnya,” ujar Imron Rosyadi, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Pekalongan unit Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela.

Fans Gus Dur

Imron mengatakan, kegiatan itu sangat membantu PMI dalam penyediaan darah, tidak saja untuk keperluan warga Pekalongan, tetapi juga masyarakat Kabupaten Batang dan Pemalang.

“Saya berharap, dari kegiatan ini, NU memiliki bank data pendonor darah, sehingga sewaktu-waktu PMI memerlukan darah, secepatnya dapat diatasi dan kami siap membantu,” ujar Imron.

Ketua Panitia Pelaksana Harlah Kota Pekalongan, Abdul Basir, mengaku tidak menduga jika kegiatan ini dibanjiri peserta. Apalagi, kegiatan tersebut merupakan hal baru di lingkungan NU Pekalongan.

Masih dalam rangka menyambut Harlah ke-82 NU, pada Ahad (27/1) mendatang, akan digelar kegiatan pengobatan gratis di wilayah Pengurus Ranting NU Sokorejo, Pekalongan Timur, dan Banyurip Ageng, Pekalongan Selatan.

Sementara, pada puncak peringatannya nanti, akan diselenggarakan istighotsah kubro di Masjid Agung Al Jami’, Kauman, Kota Pekalongan. Dipastikan hadir pada acara tersebut Rais Aam Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyyah, Habib Muhammad Luthfiy. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Internasional, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Rabu, 24 Januari 2018

Ibadah dari Harta Hasil Korupsi

Keluar-masuk pakai aturan. Di sinilah pentingnya aturan. Tanpa kepatuhan terhadap aturan, seseorang dapat menggetok jidatnya sendiri. Kalau sudah begini, ia tidak bisa menunjuk sumber kesalahan kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Akan halnya dengan harta. Orang wajib menggunakan hartanya untuk kepentingan yang baik. Yang tentunya memberikan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi dirinya. Harta harus digunakan untuk menafkahi orang yang menjadi tanggungannya, kepentingan sosial, atau ibadah haji.

Ibadah dari Harta Hasil Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah dari Harta Hasil Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah dari Harta Hasil Korupsi

Singkatnya, harta mesti dipakai untuk kepentingan yang baik. Untuk dinilai sebagai ibadah, tentu saja seseorang harus menyertakan kegiatan pengeluaran harta itu dengan niat tulus. Begitulah aturannya. Artinya ia sudah berada di jalan Allah.

Fans Gus Dur

Keluarnya harta di jalan Allah ini belum cukup. Seseorang juga harus mempertimbangkan jalan masuknya harta ke dalam kantongnya. Jalan masuk ini sama penting seperti jalan keluar. Ia harus memastikan kebersihan sumber perolehan hartanya. Karena, Syekh Ahmad bin Ruslan dalam kitab Zubad-nya yang terkenal berkata,

وؕاعة ممن جراما يأكل * مثل البناء فوق موج يجعل

Fans Gus Dur

Artinya, “Ibadah dari orang yang memakan harta haram, seperti mereka yang membuat bangunan di atas ombak.”

Menerangkan syair di atas, Syekh Muhammad bin Ahmad Romli dalam kitab Ghayatul Bayan fi Syarhi Zubad Ibni Ruslan mengatakan,

إن فعل الؕاعة من صلاة وصوم وجج وغير ذلك ممن يأكل أو يشرب أو يلبس جراما عالما به مثل واضع بناء فوق موج بجر عجاج بأن يجعله أساسا له ومعلوم أنه لايثبت عليه فقد روى من جديث ابن عمر رضى الله عنهما من لم يبال من أين اكتسب المال لم يبال الله من أين أدخله النار

Artinya, “Perbuatan ibadah seperti sembahyang, puasa, haji, dan ibadah lainnya dari orang yang memakan, minum, dan mengenakan pakaian haram–padahal ia mengerti keharaman sumbernya–seperti peletak bangunan di atas ombak ganas. Artinya ia meletakkan fondasinya. Terang saja, bangunan itu takkan tetap di atasnya. Sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar Ra, Rasulullah bersabda, ‘Siapa yang tidak peduli kehalalan sumber perolehan hartanya, maka Allah juga tidak peduli dari pintu mana saja Ia akan menjebloskan orang itu ke neraka.’”

Karena itu, sesorang perlu memerhatikan pintu masuk hartanya seperti pintu keluar. Seseorang tidak bisa cuci tangan. Karena, pintu keluar yang benar tidak bisa menghapus kesalahan pintu masuk. Wallahu A’lam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda

Kairo, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir bekerjasama dengan Sahah Indonesia sukses menggelar puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) dan Refleksi peristiwa Sumpah Pemuda. Acara puncak ini diisi dialog kebangsaan, pembagian hadiah dan taushiyah dari salah satu ulama al-Azhar asal Alexandria.?

Sebagai rangkaian perayaan HSN, PCINU Mesir dan Sahah Indonesia menggelar aneka perlombaan yang diikuti banyak peserta dan berhadiah total 17.700 EGP. Diawali dengan digelarnya Lomba Esai Santrisejak akhir bulan September, yang terbuka untuk semua santri di kawasan Timur Tengah. Disusul perlombaan Musâbaqah Hifzhil Quran (MHQ) level 15 juz dan level 30 juz, juga Musâbaqah Qiraatil Kutub (MQK) Kitab Nihâyah al-Sûl Juz I dan Juz II.?

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda

Selain acara perlombaan, digelar pula dialog Politik Santri bersama Dr. Ali Munhanif, pakar politik dari UIN Jakarta, Khatmil Quran, dan kontribusi pembacaraan 1 Milyar Shalawat Nariah.

Rangkaian acara HSN itu berakhir di Auditorium Shalah Kamil dengan acara puncaknya: Dialog Kebangsaan dan Refleksi Sumpah Pemuda bertajuk “Peran Strategis Kaum Santri di Era Persaingan Global.”?

Dialog yang digelar 28 Oktober 2016 sore itu menghadirkan narasumber Usman Shihab, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Mustafa Abdurrahman, Mustasyar PCINU Mesir; Redaktur Senior Harian Umum Kompas, dan Syekh ‘Alaa Mustafa Na’imah, ulama al-Azhar Mesir.

Fans Gus Dur

Ahmad Muhakam Zein, Ketua PCINU Mesir dalam sambutannya menjelaskan urgensi dari perayaan HSN di Mesir. Dia berharap, apresiasi NU Mesir kepada para santri di Mesir yang aktif menulis, giat belajar dan telah hafal al-Quran bisa menjadi pemantik bagi santri-santri lainnya. HSN meski ditetapkannya berpangkal dari resolusi jihad yang dicetuskan Syekh Hasyim Asy’ari yang notabene orang NU, tapi di dalamnya terlibat santri-santri di luar NU.?

“Jadi mestinya tidak perlu khawatir soal polarisasi baru dan tidak perlu muncul reaksi sentimentil. Semoga perayaan ini bisa menjadi pemantik semangat kaum santri di Mesir untuk bisa berkontribusi banyak bagi bangsa Indonesia,” tandas Sang Ketua.?

Muhlashon Jalaluddin, Rais Syuriah PCINU Mesir berpesan dalam sambutannya, santri bukan hanya yang berpeci dan bersarung. Santri adalah semua yang peduli dan berkontribusi untuk Islam yang ramah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mengomentari perkembangan politik di tanah air, dia mengusulkan supaya masyarakat Indonesia di Mesir (Masisir) dan warga NU khususnya bisa berkontribusi ilmiah, tidak malah politis.?

Fans Gus Dur

Bertindak sebagai pembicara kedua, Dr. Mushthafa Abdurrahman antara lain menyampaikan, santri selalu berkontribusi untuk Indonesia, baik sebelum, ketika, maupun setelah terbentuknya NKRI. Zaman demokrasi awal, santri membentuk partai-partai. Zaman G30S/PKI, militer bersama santri menumpasnya.?

Zaman Orde Baru, NU mengakui asas tunggal Pancasila tahun 1984 sebelum ormas-ormas Islam lain. “Zaman reformasi, tokoh santri mendirikan partai-partai, seperti PKB dan PKNU. Untuk konteks global dan zaman modern, santri mau tidak mau harus bisa beradaptasi dan terus berkontribusi untuk bangsa Indonesia,” beber Mustafa.?

Acara diakhiri dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda, pembagian hadiah untuk para pemenang Lomba Esai, MQK, MHQ, serta ceramah dan serta doa yang sangat menyentuh dari Syekh ‘Alaa Mushtafa Na’imah. (Nv/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Humor Islam, Aswaja Fans Gus Dur

Minggu, 21 Januari 2018

Tamir Masjid PBNU Gelar Rapimda di Sumenep

Sumenep, Fans Gus Dur. Lembaga Ta’mir Masjid PBNU menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) guna konsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan ta’mir masjid di kantor PCNU Kabupeten Sumenep, Madura, Sabtu-Ahad (26-27/01).?

Rapimda bertema Wujudkan masjid sebagai pemberdayaan umat tersebut diikuti 180 orang para imam, khotib, dan ta’mir masjid se-Kabupaten Sumenep.?

Menurut Sekretaris LTM-PBNU KH Ibnu Chazen, Rapimda ini bertujuan dalam rangka membangun, dan memperkuat struktur asjid dari pusat sampai ke daerah, terutama di basis-basis NU.?

Tamir Masjid PBNU Gelar Rapimda di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Tamir Masjid PBNU Gelar Rapimda di Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Tamir Masjid PBNU Gelar Rapimda di Sumenep

“Dan yang lebih penting lagi adalah pemberdayaan ekonomi umatnya,” tambahnya. ? ? ?

Ibnu menambahkan, struktur sudah biasa, tapi yang lebih penting ekonominya. Kalau ekonominya sudah berjalan dengan baik, jamaah akan makmur. Kalau jamaah makmur, masjidnya akan lebih makmur.?

Dengan Rapimda ini, Ibnu berharap supaya LTM PCNU Sumenep bisa menjaga dan mempertahankan aqidah Ahlu Sunah wal-Jamaah ala thariqah Nahdlatul Ulama berbasis masjid.

Fans Gus Dur

“Agar masjid warga Nahdliyin, tidak disatroni gerakan dakwah yang mengatasnamakan pemurnian Islam,” ? pungkasnya. ? ?

Fans Gus Dur

Rapimda tersebut dibuka Bupati Sumenep, Busyro Karim. Dalam sambutannya, ia sejalan dengan tujuan LTM-PBNU, yaitu ingin memperkuat posisi masjid di Sumenep.

“Saya upayakan hal itu dengan melakukan safari ke masjid-masjid tiap Jumat,” ungkap bupati yang juga ‘Awan PCNU Sumenep tersebut.

Rapmda tersebut merupakan kerjasam LTM-PBNU, PCNU Kabupaten Sumenep dan minuman Larutan Penyegar cap Badak PT Sinde Budi Sentosa.

Redaktur : Hamzah Sahal ?

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Fragmen, Lomba Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Cirebon, Fans Gus Dur. Tak kurang dari seribu orang memadati posko pengobatan gratis yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Kamis, (13/9).  Pengobatan gratis ini merupakan hasil kerjasama antara LKNU (Lembaga Kesehatan NU), dan beberapa organisasi yang tergabung dalam Komunitas Tionghoa Ciayumajakuning Indonesia (KTCI).  

Panitia Ahmad Nahdi mengatakan bahwa acara pengobatan gratis merupakan bagian dari rangkaian Munas Alim Ulama Konbes NU yang akan dibuka besok. “Dan ini sekaligus sebagai sumbangsih NU dan berbagai komunitas yang merasa peduli terhadap kesehatan masyarakat,”  ujar Nahdi.

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Sebelumnya, acara yang sama juga digelar di empat pondok pesantren di wilayah III Cirebon, di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Pondok Pesantren Jatibarang Indramayu, Pondok Pesantren Buntet Cirebon, serta pondok pesantren Jagasatru Kota Cirebon.

Fans Gus Dur

“Jika dikalkulasikan selama rangkaian pengobatan gratis ini digelar, pengobatan gratis yang digelar dalam rangka menyambut munas alim ulama dan konbes NU ini melibatkan sekitar tiga ribu peserta. Pembagiannya sesuai dengan pendaftaran yang diperoleh masing-masing titik tempat pelaksanannya,” jelas dr. Sutara, Ketua Panitia Lokal Bidang Kesehatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012.

Fans Gus Dur

Dalam proses pelaksanaannya, pengobatan gratis ini juga melakukan jejaring dengan berbagai rumah sakit rujukan, seperti RS. Sumber Waras Ciwaringin Cirebon dan RSUD Arjawinangun Cirebon untuk menghadapi kemungkinan terdapatnya peserta yang memiliki penanganan kesehatan yang lebih serius.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Sobih Adnan



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Senin, 15 Januari 2018

KPAI Sebut Potensi ‘Bullying’ kepada Anak Jika FDS Diterapkan Paksa

Jakarta, Fans Gus Dur. Salah seorang Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Sholihah melihat potensi ‘bullying’ (perundungan) jika kebijakan Full Day School (FDS) diterapkan secara paksa oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal ini ia ungkapkan Ai Maryati, Senin (14/8) kemarin saat melakukan audiensi dan klarifikasi ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait rilis pers salah satu Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty yang mengatasnamakan lembaga dalam menanggapi aksi di Lumajang, Jawa Timur terkait teriakan ‘bunuh menteri’.

KPAI Sebut Potensi ‘Bullying’ kepada Anak Jika FDS Diterapkan Paksa (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Sebut Potensi ‘Bullying’ kepada Anak Jika FDS Diterapkan Paksa (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Sebut Potensi ‘Bullying’ kepada Anak Jika FDS Diterapkan Paksa

“KPAI melihat bahwa potensi ‘bullying’ ada jika FDS ini serta merta diwajibkan diterapkan karena tidak seluruh lembaga pendidikan atau sekolah memiliki kesiapan jika dilihat dari segi pemenuhan standar pendidikan,” ujar Ai Maryati didampingi Komisioner KPAI lainnya, Susianah.

Seperti diketahui, FDS yang menuntut siswa pulang pukul 15.00 WIB dipastikan merampas sejumlah hak-hak anak di antaranya kesempatan berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat, hak bermain anak, kesempatan anak membantu ekonomi orang tua setelah pulang sekolah, serta menghilangkan kesempatan anak belajar agama di Madrasah Diniyah.

“Sebab itu kita tidak bisa mengatakan bahwa FDS ini menjadi solusi bagi perbaikan mutu pendidikan kita karena jelas-jelas merampas sejumlah hak anak,” jelas Ai.?

Fans Gus Dur

Ai menandaskan bahwa sudah seharusnya kebijakan pemerintah bersendikan kepada apa yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa, yaitu kebijakan yang menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Dan itu harus menjadi pegangan negara untuk membina akhlak generasi bangsa ini melalui pola dan kebijakan yang tepat,” pungkasnya. (Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, IMNU Fans Gus Dur

Jumat, 12 Januari 2018

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah

Kudus, Fans Gus Dur. Rais Syuriah PCNU Kudus KH Ulil Albab Arwani mengingatkan, peran Nahdlatul Ulama sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia (NKRI). Namun, perjuangan NU ini banyak yang tidak tercatat dalam sejarah bangsa.

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Disayangkan, Perjuangan NU Banyak Tak Tercatat Sejarah

"Ini sesuatu yang disayangkan, peran NU memperjuangkan kemerdekaan tidak banyak yang ditulis sejarah," ujarnya dalam acara tasyakuran harlah ke-92 NU di aula Kantor NU, Jalan Pramuka 20, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (7/5) malam.

 

Kiai yang biasa disapa Gus Bab ini mengatakan, ulama NU terlibat aktif dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Pada masa penjajah, tuturnya, NU mengumpulkan seluruh cabang NU di Jawa Timur guna menyikapi kondisi bangsa Indonesia. Akhirnya, 22 Oktober 1945 Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari mendeklarasikan resolusi jihad melawan penjajah.

 

Fans Gus Dur

"Resolusi jihad adalah bukti nyata NU berperan besar dalam kemerdekaan,"ntandas pengasuh Pesantren Yanbuul Quran Kudus ini.

Fans Gus Dur

 

Di hadapan ratusan pengurus NU Kudus, Gus Bab juga menjelaskan, lahirnya NU telah menyelamatkan umat dari paham yang menyesatkan dengan ajaran Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

 

"Aswaja ini mengajarkan apa yang dilaksanakan Nabi dan sahabatnya untuk kita ikuti. Maka mengikuti ulama akan selamat di dunia dan akhirat," terangnya seraya mengutip hadits Nabi tentang umat yang terpecah menjadi 70 golongan.

 

Gus Bab menghimbau supaya waspada terhadap banyak golongan yang mengaku Islam dan merasa paling benar sendiri sehingga berani menuduh kafir sesama umat Islam. Bahkan, golongan ini pun mengaku sebagai bagian dari Aswaja.

"Karenanya, kita mengikuti saja ajaran-ajaran ulama-ulama yang ditetapkan Nahdlatul Ulama," tegasnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Syariah Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro

Situbondo, Fans Gus Dur - Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani Blimbing Besuki, Situbondo, Jawa Timur, mengirimkan 600 jamaah istighotsahnya untuk menghadiri acara Istighotsah Kubro dalam rangka hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama, yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur, Ahad (9/4), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Jamaah Istighotsah yang berangkat ke Sidoarjo tersebut adalah sebagian dari seluruh jamaah Istighotsah Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani. Mereka kebanyakan berasal dari desa dan kecamatan yang berada di wilayah barat Kabupaten Situbondo.

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro

Mereka berangkat ke Sidoarjo dengan menggunakan 30 unit kendaraan dan sebelum mereka mengikuti acara Istighotsah kubro tersebut, mereka terlebih dahulu berziarah ke makam Sunan Ampel, Surabaya.

Fans Gus Dur

“Hal ini kami lakukan sebagai bentuk kecintaan kami kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan sebagai bukti sam’an wa tha’athan kami kepada para Masyayikh dan Guru-guru kami,” kata Kiai Mohammad Hasan Nailul Ilmi, pengasuh Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani sekaligus pemimpin Majelis Istighotsah Syekh Abdul Qodir Jailani.

Kiai muda yang memiliki ratusan santri putra dan putri serta ribuan jamaah Istighotsah ini berharap Istighotsah Kubro yang dilaksanakan oleh PWNU Jawa Timur benar-benar menjadi sebab turunnya rahmat serta keberkahan untuk bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini banyak dirundung masalah. Hal ini sesuai dengan moto acara tersebut yakni “Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah”. (Red: Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail Fans Gus Dur yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)

Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Tokoh, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Kamis, 04 Januari 2018

Pagar Nusa Pimpin "Senam Jurus" Tiap Pagi

Jombang, Fans Gus Dur. Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa berpartisipasi dalam agenda akbar Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) di Jombang yang digelar sejak sepekan yang lalu. Selain membantu pengamanan, terutama untuk para tamu VIP, Pagar Nusa menjadi instruktur kegiatan senam setiap pagi.

Pagar Nusa Pimpin Senam Jurus Tiap Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Pimpin Senam Jurus Tiap Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Pimpin "Senam Jurus" Tiap Pagi

Senam dipimpin langsung oleh Pasukan Inti (Pasti) Pagar Nusa, yang memakai gerakan jurus yang di lingkungan Pagar Nusa dikenal dengan istilah jurus 2A. Senam jurus ini berlangsung selama satu jam, mulai pukul 06.00-07.00 WIB sejak hari pertama.

“Alhamdulillah semua lancar. Para peserta antusias dan bisa menirukan gerakan-gerakan senam jurus Pagar Nusa,” kata Malik SPd., Komandan Pasti Pagar Nusa dihubungi Fans Gus Dur di Jombang, Sabtu (29/6).

Fans Gus Dur

Bahkan sebagian siswa yang mengikuti Perwimanas, terutama yang berasal dari luar Jawa meminta diadakan kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa.

Fans Gus Dur

“Banyak dari luar Jawa yang ingin berlatih, kalau di Jawa Timur sendiri hampir di setiap sekolah ada. Ada dari Lampung dan Maluku Utara ingin berlatih Pagar Nusa, kami katakan silakan berhubungan dengan PW Pagar Nusa di daerah masing-masing,” kata Malik.

Hingga hari terakhir pelaksanaan Perwimanas kali ini tercatat masih ada sekitar 2.830 peserta yang mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang diselenggarakan LP Ma’arif. Pagi hari, selain berolahraga, sekitar setengah dari jumlah peserta diajak untuk melakukan kegiatan ziarah dan berdoa untuk para ulama.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, AlaNu Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

Indonesia Kehilangan Pak Misbach

Jakarta, Fans Gus Dur. Aktivis Lesbumi dan sutradara serta penulis skenario kondang Misbach Yusa Biran pulang ke Rahmatullah pada pukul tujuh tadi di Eka Hospital, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (11/4).

Aktor senior Alex Komang berduka atas kepergian Misbach Yusa Biran. "Kita kehilangan tokoh besar. Pengabdian Pak Misbach pada sejarah film nasional tak akan dilupakan. Almarhum menulis, menyutradarai, mendokumentasi, mendidik dan mewarnai film Indonesia," kata Alex.

Indonesia Kehilangan Pak Misbach (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Kehilangan Pak Misbach (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Kehilangan Pak Misbach

"Saya murid di kelas semacam kursus penulisan skenario. Beliau disiplin sekali mendidik murid-muridnya, sehingga hampir membuat saya tidak lulus," kenang Alex yang sedang sibuk menyiapkan Musyawarah Film Nasional besok siang, di PBNU.

"Alex, sini duduk sebentar. Lalu almarhum membenahi tata cara menulis. Memberi catatan, bicara etika menulis," lanjutnya.

Fans Gus Dur

Alex mengaku menghormati keluarga almarhum. "Ya, semua istri saya kenal baik, dan menghormatinya," ujarnya. Almarhum meninggalkan satu istri, Nani Widjaja yang juga aktris terkenal, serta empat orang anak.

"Pak Misbach itu sineas yang sekarang ini jarang kita temui, karena beliau juga seorang aktivis," pungkas Alex.

Misbach lahir di Lebak-Banten, 11 September 1933. Almarhum aktif di kesenian sejak di sekolahan tahun 50an. Karir perfilmannya dimulai dengan bekerja di Perusahaan Film Nasional pimpinan Usmar Ismail.

Film berjudul Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1967) besutannya mendapat penghargaan untuk kategori Sutradara Terbaik. Sementara skenarionya yang diberi penghargaan tertinggi dalam FFI berjudul Menjusuri Djedjak Berdarah.

Selain seorang seniman, ia juga tercatat sebagai peneliti di sejarah film Indonesia. Karyanya antara lain Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di Jawa ini.

Fans Gus Dur

Bukunya yang sangat berguna bagi para sineas adalah Teknik Menulis Skenario Film Cerita (2007). Di dunia sastra, cerpen-cerpen almarhum sangat dihormati. Keajaiban di Pasar Senen (1971), Oh, Film (1973) adalah buku cerpen yang jadi bahan perbincangan.

Karya Jusa Biran yang tidak bandingnya, dalam sejarah perfilman nasional, adalah Sinematek Indonesia yang berdiri tahun 1975. Sinematek adalah satu-satunya lembaga yang mendokumentasikan film nasional.

Kiprah Misbcah di Lesbumi awalnya karena diajak para seniornya di dunia film, yakni Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani. Tapi belakangan, seperti kesaksiannya di buku Lesbumi, ia memimpin Lesbumi Jakarta hingga menjadi Lesbumi yang paling aktif. "Saya masuk Lesbumi karena ingin memerjuangkan Islam," tulis almarhum.

"Kita kehilangan Pak Misbach, NU kehilangan, Lesbumi Kehilangan, film kehilangan. Indonesia Kehilangan Pak Misbach," ujar Alex Komang datar.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Senin, 25 Desember 2017

Sambut Ramadhan, UPZIS Limpung Adakan Pengobatan Gratis

Batang, Fans Gus Dur



Menyambut Ramadhan tahun ini, Unit Pengelola Zakat Infak Sedekah Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah menggelar pengobatan gratis Sabtu (19/5) di halaman Masjid Al Barokah Desa Tembok Kecamatan ? Limpung.?

Sambut Ramadhan, UPZIS Limpung Adakan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, UPZIS Limpung Adakan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, UPZIS Limpung Adakan Pengobatan Gratis

Direktur ? UPZIS ? Limpung M Sofa menyampaikan pengobatan gratis dilaksanakan dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, yang dalam pelaksanaanya ditangani oleh UPT Puskesmas Kecamatan Limpung.?

“UPZIS Limpung berada di bawah binaan LAZISNU, selain mengadakan pengobatan gratis, di tempat dan waktu yang sama juga dilakukan penyerahan paket sembako untuk fakir miskin,” ujarnya.

Ia menambahkan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kepada para muzakki dan donatur, khususnya di Kecamatan Limpung.

“Tujuannya agar dalam menjalankan kewajiban puasa nanti masyarakat menjalankannya dengan dapat khidmat, sehat jasmani dan rohani,” imbuh Sofa. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Berita Fans Gus Dur

Sabtu, 16 Desember 2017

PP Pergunu Ingatkan Pentingnya Proses Bangun Hidup Harmoni

Gorontalo, Fans Gus Dur



Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengingatkan guru NU harus memiliki ilmu yang memadai dan mengedepankan akhlak terpuji. Pergunu menilai ukuran kualitas anak bangsa tidak hanya prestasi akademik, terpenting kualitas proses membangun hidup harmoni.?

Hal Tersebut disampaikan oleh H Saepuloh ketua PP Pergunu pada pelantikan PW Pergunu Gorontalo dan PC Pergunu Kab/Kota se-Propinsi Gorontalo di Aula Kampus I IAIN Sultan Amay Gorontalo. (Rabu, 11/05)

PP Pergunu Ingatkan Pentingnya Proses Bangun Hidup Harmoni (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Pergunu Ingatkan Pentingnya Proses Bangun Hidup Harmoni (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Pergunu Ingatkan Pentingnya Proses Bangun Hidup Harmoni

Guru dan dosen NU, harus menyampaikan pemikiran-pemikiran Aswaja, dan mendidik dengan konsep keseimbangan, toleran, modern, dan lurus serta konsisten, tidak hanya peserta didik faham, tetapi hal itu harus dimplementasikan.

“Pergunu ini didirikan ingin meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan dan meningkatkan kompetensi guru, bukan hanya kompetensi sosial, kepribadian, profesional dan pendagogik tetapi guru-guru yang tergabung di Pergunu juga harus mempunyai kompetensi ideologi Aswaja dan ke-NU-an.” tutur H Saepuloh

Lebih lanjut Saepuloh berharap, guru-guru NU dalam pola pembelajaran dan perilaku, senantiasa menanamkan kepada peserta didiknya agar senantiasa perpegang teguh pada prinsip-prinsip NU, tasamuh, tawasuth, ‘adalah dan tawazun.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Sekretaris PW Pergunu Gorontalo, Heriyanto mengatakan PW Pergunu Gorontalo akan mengadakan rapat kerja wilayah, yang akan membahas kenaikan pangkat guru-guru yang tergabung dalam Pergunu.

“Kita harus membenahi database guru-guru NU se-Propinsi Gorontalo, kanaikan pangkat akan menjadi ikon PW Pergunu Gorontalo, kita bisa memfasilitasi guru-guru se-Propinsi Gorontalo yang mau bergabung dengan Pergunu, dalam kebutuhan kenaikan pangkat, kebutuhan kualitas, kebutuhan sumberdaya guru, ini menjadi prioritas kita PW dan PC Pergunu se Gorontalo,” tutur Heriyanto.?

Fans Gus Dur

Kegiatan Pelantikan PW Pergunu Gorontalo dan PC Pergunu kab/kota se-Gorontalo ini, dirangkaikan dengan Seminar Nasional dengan tema Membangun Kesadaran Hukum Bagi Guru dengan narasumber Ahmad Zuhri dari Kemendikbud RI dan Ani Hasan, dewan pakar PW Pergunu Gorontalo. (Awis Saefullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Daerah Fans Gus Dur

Selasa, 05 Desember 2017

Peringati Hari Toleransi, Gusdurian Bondowoso Siapkan Nobar

Bondowoso,Fans Gus Dur

Jaringan Gusdurian Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur akan memperingati Hari Toleransi. Sallah satunya dengan nonton bareng (nobar) film "Cahaya Timur, Kota Teror”. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Akademi Komunitas Negeri pada Rabu 16 November 2016.

Kordinator Jaringan Gusdurian Bondowoso Daris Wibisono Setiawan mengatakan film tersebut berdurasi kurang lebih satu setengah jam.

Peringati Hari Toleransi, Gusdurian Bondowoso Siapkan Nobar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Toleransi, Gusdurian Bondowoso Siapkan Nobar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Toleransi, Gusdurian Bondowoso Siapkan Nobar

Ia menambahkan, nobar tersebut akan melibatkan penonton lintas agama, ormas, organisasi kepemudaan (OKP) delegasi dari OSIS, dan mahasiswa Akademi Komunitas Negeri Bondowoso.

Fans Gus Dur

“Nanti akan ada hiburannya dari penampilan-penampilan di antaranya ada tari, akustik, dan singo ulung," imbuhnya.

Fans Gus Dur

Ia berharap dari kegiatan tersebut? menumbuhkan semangat menghargai perbedaan, memperluas jaringan semangat GusDurian dan membumikan 9 nilai-nilai Gus Dur. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Pondok Pesantren, Budaya Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock