Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat

Jakarta,Fans Gus Dur. Diantara tempat yang sering dikunjungi oleh Alm KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  adalah Pesantren Asy-Syafi’iiyah Kedungwungu, Kec. Krangkeng Indramayu Jawa Barat, minimal dalam setahun dua kali Gus Dur berkunjung di pesantren yang terletak di pinggiran sungai/irigasi desa itu.

Tepat beberapa hari Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan Gus Dur berkenan mengunjungi pesantren asuhan KH Afandi Abdul Muin Syafi’i itu.

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat

Dalam kondisi –baru lengser itu- tentunya  Gus Dur sedang menjadi perhatian publik, panitia berinisiatif membuat panggung pengajian yang diletakkan di tepi sungai di depan pesantren itu, -karena halaman pesantren kurang luas-, dengan posisi panggung menghadap sungai, sehingga hadirin diposisikan di sepanjang jalan yang berdampingan dengan sungai. Saat itu Nasrulloh Afandi, salah satu santri di pesantren tersebut ikut jadi panitia.

Fans Gus Dur

Di hari H, sebelum Gus Dur tiba di lokasi, puluhan ribu hadirin berdatangan,dari berbagai pelosok Kabupaten Indramayu,Cirebon dan sekitarnya, dengan aneka latar belakangnya. Termasuk saat itu Wakil Bupati Indramayu yang terlambat datang pun harus rela masuk lokasi melalui pematang sawah, lewat pintu belakang dapur pesantren karena jalan depan jadi lautan manusia.

Saat berbicara di atas panggung, tiba-tiba Gus Dur bilang ”Ini baru pertama kali saya ceramah di tepi sungai, jadi terasa sejuk, melebihi AC, ya maklum desa tempat membuang jin, jauh dari kota he he.. he…” sambil tertawa terkekeh-kekeh khas Gus Dur.

Fans Gus Dur

Tentu saja orang yang mendengar terheran-heran, darimana Gus Dur tahu kalau panggung itu di tepi kali. Padahal tidak ada yang ngasih tahu sebelumnya.

Ditengah-tengah orasinya, Gus Dur bilang ”Indramayu ini punya PT Pertamina dengan sumber daya besar, itu tidak jauh dari sini, tetapi masyaraktnya belum makmur, ini sebagai bahan evalusai pemerintah daerah,” tandas Gus Dur, dengan jari telunjuk tangan kiri ke arah lokasi dimana PT Pertamina Balongan berada, identiknya orang yang melihat dengan normal dan memahami lokasi daerah tersebut.

Setelah cukup lama berorasi tiba-tiba Gus Dur pun melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangannnya (lihatlah foto-foto Gus Dur, ke mana-mana Ia selalu memakai jam tangan,red)

Sambil melihat jam tangan, tanpa ada yang mengasih tau, kemudian Ia bilang: “Ini sudah pukul empat sore, saya harus ke tempat Kiai Fuad Hasyim Buntet (Cirebon, red). Padahal jadwal semula saya mau ke Buntet dulu, terus ke Kedungwungu, tetapi berubah, ke Kedungwungu duluan, nah itu kiai Fuad-nya sudah jemput saya, sambil menunjuk ke arah alm KH Fuad Hasyim yang berada di bawah di samping panggung,” tandas Gus Dur, waktu yang dikatakannya pun betul, identiknya orang yang melihat jam secara normal saat itu.

Alhasil, Gus Dur matanya“tertutup” sebagaimana disaksikan oleh orang banyak, tetapi sejatinya Ia bisa melihat. wallahu a’lam. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Fragmen, Sholawat Fans Gus Dur

Selasa, 27 Februari 2018

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual

Jember, Fans Gus Dur - Kepemimpinan itu bukan sekedar ilmu  tapi juga seni. Sehingga untuk memahaminya secara holistik dan komprehensip, tak cukup hanya membutuhkan akal tapi juga memerlukan hati. Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch. Eksan saat menjadi narasumber dalam acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU di aula Madrasah Ibtidaiyah An-Nidhom, Gladak Pakem, Sumbersari, Jember,  Jawa Timur, Ahad (4/9).

Menurutnya, akal dan hati dibutuhkan untuk menjadi "pembimbing" pemimpin dalam menjalankan tugasnya yang cukup berat hingga mencapai tujuan yang diinginkan bersama. "Tujuannya sejalan dengan misi kekahlifahan manusia di muka bumi, yaitu memakmurkan, bukan membuat kerusakan atau apalagi pertumpahan darah," ujarnya.

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual

Anggota DPRD Jawa Timur dari Partai NasDem itu menambahkan, pondasi kepemimpinan adalah moralitas dan spritualitas dalam mengelola bisnis dan investasi, mengelola umat dan mengatur negara serta membangun peradaban dunia. Tanpa moral dan spritualitas, kepemimpinan tak lebih dari sekadar ilmu dan seni mengelola siasat semata.

Fans Gus Dur

"Kepemimpinan harus ditopang oleh moral dan spiritual. Inilah yang sangat menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin, apakah itu pemimpin perusahaan, lebih-lebih pemimpin negara," jelasnya.

Dikatakan Moch. Eksan, kepemimpinan merupakan persoalan besar dalam pandangan agama apapun. Sebab, kepemimpinan dibangun atas dasar keiinginan untuk meraih kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang adil, dan itu merupakan produk dari moralitas dan spritualitas yang bersangkutan.

Fans Gus Dur

"Karenanya, pemimpin yang adil itu adalah pilar pertama dari empat pilar dunia. Yaitu ulama yang berilmu, pengusaha yang dermawan dan fakir miskin yang berdoa," jelasnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama,  dilakukan pelantikan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IAIN Jember. Untuk periode ini, Ketua PKTP IPNU IAIN Jember dijabat oleh Mahmud Azhari, Sekretaris dipercayakan kepada Najib Said Abdillah. Sedangkan Ketua PKTP IPPNU IAIN Jember dipegang oleh Ulun Niati dibantu Sekretaris Faria Nur Azizah. (aryudi a razaq/abdullah alawi)

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Ubudiyah Fans Gus Dur

Selasa, 20 Februari 2018

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU

Kemunculan Departemen Perguruan Tinggi dalam IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama), merupakan sebuah upaya untuk mewadahi para mahasiswa NU yang ada di IPNU-IPPNU. Hal tersebut terwujud pada muktamar III IPNU pada tanggal 27 – 31 Desember 1958 di Cirebon

Namun, upaya untuk mendirikan satu organisasi yang menghimpun para mahasiswa NU tersebut sebenarnya sudah lama ada, hal ini terbukti dengan adanya kegiatan sekelompok mahasiswa NU yang berdomisili di Jakarta untuk mendirikan IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdatul Ulama) yakni pada bulan Desember 1955.

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Terjal Terbentuknya Organisasi Mahasiswa NU

Untuk lebih jelasnya kita kutipkan tulisan A. Chalim: “Hasrat untuk mahasiswa Islam yang berhaluan Ahlusunha wal jamaah untuk mendirikan organisasi tersendiri sebenarnya sudah lama ada, dan karena Partai Nahdatul Ulama adalah merupakan refleksi dari Islam Ahlusunha Wal Jamaah organisasi itu (IMANU, Pen) diorientasikan kepadanya (Partai NU), cita pembentukan organisasi itu pada bulan Desember 1955 di Jakarta dengan nama IMANU (Ikatan Mahasiswa Nahdatul Ulama)”.

Fans Gus Dur

Namun, kehadirannya oleh PP. IPNU belum bisa diterima. Karena selain kelahiran IPNU itu sendiri masih baru yaitu pada tanggal 24 Februari 1954, pada waktu diadakan konferensi Besar Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama se Indonesia di Semarang, yang juga banyak diantara pengurus IPNU itu sendiri kebetulan sebagian besar mahasiswa sehingga apabila IMANU didirikan dikhawatirkan justru akan lenyapnya IPNU.

Dari adanya keberatan para aktifis IPNU itu maka boleh dikatakan bahwasanya kehadiran IMANU itu menemui jalan buntu atau lebih tepat dikatakan mati sebelum dibesarkan. Tetapi usaha usaha untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu tetap terus berlanjut bahkan dapat pula dicatatkan disini satu usaha untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu pernah pula mencapai keberhasilan walaupun sifat organisasi itu hanya bersifat lokal.?

Kemunculan KMNU di Solo

Fans Gus Dur

Upaya untuk membentuk organisasi mahasiswa NU tersebut juga terjadi Di Kota Surakarta, Jawa tengah. Sekelompok mahasiswa NU yang dimotori oleh sahabat H. Mustahal Ahmad (waktu itu beliau mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Cokroaminoto Surakarta), dengan mendirikan keluarga mahasiswa Nahdatul Ulama (Surakarta) juga pada tahun 1955, bahkan boleh dikatakan KMNU adalah satu-satunya organisasi mahasiswa NU yang dapat bertahan sampai dengan lahirnya PMII pada tahun 1960.

Kelahiran dan perkembangan KMNU ini, walaupun tidak ada sangkut pautnya dengan PMII, secara kronologis historis dengan kelahiran PMII tetapi perlu pula kami catatkan disini sebab nanti ketika PMII dibentuk di Surabaya, salah satu bahkan dua diantara 13 sponsor pendiri PMII berasal dari Kota Solo.

Kembali usaha untuk mendirikan satu organisasi mahasiswa NU yang bersifat nasional masih terus berlanjut, hal ini terbukti dari makin besarnya keinginan para mahasiswa NU untuk mendirikan organisasi mahasiswa sendiri, suara-suara itu didengungkan dalam Muktamar II IPNU pada tahun 1957 di kota Pekalongan. Hal ini seperti dituturkan oleh sahabat Wail Haris Sugianto, “Tiga tahun setelah berdirinya IPNU yaitu dalam Muktamar II IPNU di kota Pekalongan yang diselenggarakan pada tanggal 1-5 Januari 1957 nampak lebih terang lagi mahasiswa-mahasiswa NU yang tergabung dalam IPNU makin besar jumlahnya. Dimana dalam muktamar tersebut sudah ada keinginan untuk membentuk satu wadah tersendiri dikalangan mahasiswa mahasiswa Nahdatul Ulama.”

Selain IMANU (Jakarta) dan KMNU (Solo), kemudian di Bandung juga muncul PMNU (Persatuan Mahasiswa NU) dan masih banyak lagi di kota yang terdapat perguruan tinggi, yang mempunyai keinginan serupa. Tetapi dalam hal ini pimpinan IPNU tetap membendung usaha-usaha tersebut, dengan satu catatan pimpinan pusat IPNU akan lebih mengintensifkan akan usaha-usahanya untuk mengadakan penyelidikan :

1. Berapa besar potensi mahasiswa Nahdatul Ulama?

2. Sampai berapa jauh kemampuan untuk berdiri sendiri sebagai organisasi mahasiswa?

Kemudian didalam Muktamar III IPNU di Cirebon yang diselenggarakan pada tanggal 27-31 Desember 1958, Muktamar berpendapat bahwa sudah waktunya untuk menentukan status dari para mahasiswa kita. Akhirnya dalam Muktamar tersebut diputuskan adanya Departemen Perguruan Tinggi IPNU yang dipimpin oleh rekan Ismail Makky.

Namun pada kenyataanya usaha tersebut diatas tidaklah banyak berarti bagi kemajuan para mahasiswa NU sendiri hal tersebut dikarenakan beberapa sebab yakni:

1. Kondisi obyektif menyatakan bahwasanya keinginan para pelajar sangat berbeda dengan keinginan dan perilaku para mahasiswa.

2. Dan ternyata gerak dari Departemen Perguruan Tinggi IPNU itu sangat terbatas sekali terbukti untuk duduk menjadi anggota PPMI (Persatuan Perhimpunan mahasiswa Indonesia, satu konfederasi organisasi mahasiswa extra Universitas), tidaklah mungkin bisa, sebab PPMI adalah gabungan ormas-ormas mahasiswa. Apalagi dalam MMI (Majelis Mahasiswa Indonesia, satu federasi dari para Dewan / Senat Mahasiswa, juga tidaklah mungkin).

Menyadari akan keterbatasan itu dan berkat dorongan-dorongan dari pelbagai pihak serta dengan mengambil beberapa per imbangan diantaranya :

1. Didirikannya Perguruan Tinggi NU dipelbagai tempat seperti PTINU di Surakarta (sekarang bernama Universitas Nahdatul Ulama), Fakultas Ekonomi dan Tata Niaga dan Fakultas Hukum dan Tata Praja di Bandung (sekarang menjadi Universitas Islam Nusantara, Bandung, Pen) dan Akademi Ilmu Pendidikan dan Agama Islam di Malang (sekarang bernama Universitas Islam Malang, Pen) dan yang berarti makin dibutuhkannya saluran bidang bergerak bagi mahasiswa mahasiswa kita.

2. Adanya dorongan dari pucuk pimpinan lembaga Pendidikan Maarif NU sendiri agar lebih mengkonkritkan bentuk organisasi mahasiswa kita.

3. Adanya dorongan-dorongan dari perorangan para mahasiswa kita yang kuliah di PTINU untuk mengkonkritkan wadah dari para mahasiswa NU.

4. Adanya kenyataan praktis maupun psikologis yang berbeda disegi system belajar dari kalangan pelajar dan mahasiswa, dan akhirnya berkesimpulan

5. Dirasakan sudah waktunya untuk mendirikan satu organisasi mahasiswa Nahdatul Ulama.

Dan akhirnya upaya-upaya untuk mendirikan organisasi mahasiswa NU itu mencapai titik terang setelah secara panjang lebar sahabat Ismail Makky dan sahabat Muhamad Hartono, BA berbicara di depan konferensi Besar I IPNU di Yogyakarta yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 Maret 1960 dan akhirnya atas dasar uraian-uraian dan perbagai argumentasi tentang pentingnya dibentuk satu wadah organisasi mahasiswa NU yang lepas baik secara organisatoris maupun adminstratif.

Maka diputuskanlah bahwa setelah konferensi besar IPNU ini maka akan di adakan musyawarah mahasiswa NU dengan limit waktu satu bulan setelah konbes IPNU tersebut, direncanakan musyawarah pembentukan organisasi mahasiswa NU itu akan dilaksanakan di Kota Surabaya. (Ajie Najmuddin)

Sumber: Sejarah singkat IPNU IPPNU, buku. Kenang-kenangan Makesta IPNU-IPPNU Kodya Surakarta (1970); Buku Sejarah PMII Surakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, Sholawat, Syariah Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

London, Fans Gus Dur. Dubes RI di London, Dr Rizal Sukma mengatakan Inggris selalu menjadi negara favorit tujuan belajar mahasiswa Indonesia karena Inggris menawarkan program pascasarjana yang cepat dan dapat diselesaikan dalam satu tahun, sehingga dari segi pembiayaan lebih rendah dibanding belajar di negara lain.?

Hal itu diungkapkan Dubes Rizal Sukma pada kuliah umum, Update on Indonesia di Universitas Edinburgh, yang dihadiri Wakil Rektor bidang Internasional dan Dekan Internasional bidang studi Asia Timur dan Asia Tenggara serta sejumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Edinburgh serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. E. Amunudin Aziz, ? demikian Sekretaris Pertama KBRI London, Gita Loka Murti kepada Antara London, Sabtu (24/9).

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

Dubes Rizal Sukma menjelaskan mengenai perkembangan kondisi dalam negeri Indonesia khususnya di bidang politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan, arah kebijakan luar negeri Indonesia dan beberapa aspek bidang kerjasama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Inggris.?

Dikatakannya Pemerintah RI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dan perlunya perluasan kerjasama pendidikan antar kedua negara.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan itu Dubes Rizal Sukma mengundang dosen dan peneliti Skotlandia melakukan kerja sama riset dan pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia. Hal ini dalam upaya mensinergikan langkah bersama menuju perguruan tinggi Indonesia yang unggul sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional Indonesia.?

Pada kesempatan bertemu dengan Pimpinan Univeraitas Edinburgh, Dubes Rizal Sukma menawarkan peluang untuk pengajaran bahasa dan budaya Indonesia di Universitas Edinburgh dengan fasilitasi dari KBRI London.

Sementara pada saat pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Skotlandia dan sekitarnya, Dubes Rizal Sukma menekankan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat lainnya sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia. Dia juga mengajak para mahasiswa untuk terus mempromosikan capaian yang diraih Indonesia.?

Pada saat yang sama KBRI London membuka layanan kekonsuleran bagi warga Indonesia yang berdomisili di Skotlandia dan sekitarnya. Tercatat 132 orang menerima pelayanan kekonsuleran dari KBRI London, mulai dari lapor diri dan pembuatan paspor baru, hingga pencatatan kelahiran.?

Fans Gus Dur

Kebanyakan peserta yang memanfaatkan layanan ini tidak saja berasal dari Edinburgh tetapi juga masyarakat dari di sekitar, seperti York, Stirling dan Glasgow. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Aswaja, Nasional Fans Gus Dur

Senin, 29 Januari 2018

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme

Pidie, Fans Gus Dur

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme kembali melaksanakan dialog pelibatan masyarakat dalam penanggulangan paham radikal dan terorisme di Provinsi Aceh tepatnya di Kabupaten Pidie, Kamis (14/4).

Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama dengan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh ini diikuti para dai dari beberapa kabupaten di sekitar Pidie. Sebanyak 200 pesarta menghadiri acara di aula SMK N 2 Kecamatan Sigli, Kabupaten Pidie tersebut.

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme

Ketua FKPT Provinsi Aceh Yusni? Sabi mengatakan, kegiatan kali ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Provinsi Aceh khususnya warga Kabupaten Pidie dalam mewaspadai paham radikal dan terorisme di Aceh.

Fans Gus Dur

Guru Besar UIN Sumatra Utara Syahrin Harahap yang hadir dalam kesempatan itu berpandangan, mempertemukan dai dalam satu forum sangat tepat karena dai merupakan ujung tombak bagi umat Islam dalam memberikan pemahaman agama. Ketika dai menyampaikan ajaran agama yang benar, maka tidak akan ada paham radikal dan terorisme di Aceh.

Fans Gus Dur

Mokhtar, Kepala Dinas Syariat Islam Banda Aceh, menambahkan, perdamaian Aceh merupakan tanggung jawab semua warga. “Kita harus bersama-sama dalam menghalau berbagai paham radikal dan terorisme di Aceh. Jangan biarkan Paham Radikal melukai dan mengoyak wagra Aceh, mari perkuat silaturahim,” katanya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama sehari, dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pidie M. Iryawan, Direktur Perlindungan BNPT Herwan Chaidir, Masu’d Halimin dari The Nusa Institute, perwakilan Kesbangpol provinsi dan kabupaten.

Wakil Bupati Kabupaten Pidie M. Iryawan berharap kegiatan ini bisa menjaga perdamaian di Aceh dan mencegah secara dini bahaya paham radikal dan terorisme di Kabupaten Pidie secara khusus dan Aceh secara umum.

Tujuan dari kegiatan ini di antaranya adalah peningkatan kapasitas dai dari segi penyusunan materi dakwah yang bernuansa rahmatan li’alamin dan moderat seperti tema persamaan sesama manusia dan ukhuwah insaniyah dan ukhhuwah islamiyah, kemajemukan, perbedaan pendapat, toleransi dan sebagainya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama, Sholawat, Kyai Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba!

Subang, Fans Gus Dur

Menyebut pesantren sebagai sarang teroris dan narkoba merupakan pernyataan yang salah dan ngawur, karena Islam dan nasionalisme adalah ajaran yang sudah melekat di kalangan pesantren.

Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Bukan Sarang Teroris dan Narkoba!

"Membuat identifikasi pesantren sebagai sarang terorisme dan sarang narkoba itu salah. Ketika berbicara Islam dan nasionalisme, tidak akan ada radikalisasi dan narkoba disana," tegas KH Maman Imanulhaq, Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka usai mengikuti Dzikir Akbar di Pesantren Attawazun, Kalijati, Subang, Ahad (14/2/2016).

Anggota Fraksi PKB DPR RI ini menambahkan, ketika ditemukan ada 19 lembaga pendidikan Islam yang mencetak teroris, diharapkan agar BNPT tidak melakukan generalisasi kepada seluruh pesantren.

"Kalau pun disebut ada 19 pesantren, tolong jangan menyebutnya sebagai pesantren, sebut saja majelis yayasan pendidikan saja, kita tersinggung oleh perkataan itu," tegas Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu.

Fans Gus Dur

Untuk menyelesaikan masalah terorisme, kata dia, diharapkan kepada BNPT untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Agama serta menentukan parameter dan indikator pesantren yang terjangkit ajaran radikalisme.

"Deradikalisasi tidak akan berhasil tanpa ada koordinasi, komunikasi dan konfirmasi. Saya juga ingin menegaskan agar media dan publik tahu bahwa pesantren bukan sarang teroris ataupun narkoba," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Fragmen, Sholawat Fans Gus Dur

Selasa, 23 Januari 2018

MWCNU Gebog Tekankan Pentingnya Sikap Bijaksana Hadapi Perbedaan

Kudus, Fans Gus Dur. Pengurus Syuriyah MWCNU Gebog kabupaten Kudus KH Aminudin Mawardi mengimbau warga untuk menjaga sikap bijaksana terutama ketika menghadapi perbedaan pandangan satu sama lain. Sikap menghargai pandangan masing-masing menjadi perekat persaudaraan.

MWCNU Gebog Tekankan Pentingnya Sikap Bijaksana Hadapi Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Gebog Tekankan Pentingnya Sikap Bijaksana Hadapi Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Gebog Tekankan Pentingnya Sikap Bijaksana Hadapi Perbedaan

“Karenanya kita harus meyakini kehendak Allah untuk terus menjaga silaturahmi dan persaudaraan. Dengan berpegang pada tali Allah itu, perbedaan yang mengemuka dapat diatasi,” kata Kiai Aminudin dalam acara Halal Bihalal keluarga kesar Kiai Maslani di kediamannya di desa Padurenan, Gebog, Kudus, Senin (28/7).

Setiap manusia terkadang mengalami gesekan-gesekan akibat perbedaan. Tetapi  hal itu bisa disatukan manakala terjalin sebuah ikatan dan menyadari perbedaan itu fitrah dari Allah. “Selama perbedaan di antara golongan ini bisa diikat jadi satu, maka hal itu bisa ditoleransi,” kata Kiai Aminudin.

Fans Gus Dur

Kiai Maslani merupakan keturunan dari kiai terkemuka di Kudus antara lain Kiai Mawardi, mantan Rais Syuriyah PCNU Kudus KH Baqir. Halal Bihalal ini ditutup dengan santunan keluarga besar Kiai Maslani kepada 20 anak yatim. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Fragmen Fans Gus Dur

Kamis, 11 Januari 2018

Pakai Seragam Batik, Pelajar NU Ramaikan Gerak Jalan Agustusan

Jombang, Fans Gus Dur - Aktivis Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU di Jombang ikut meramaikan gerak jalan dalam rangka peringatan hari Kemerdekaan Ke-71 RI . Mereka memakai seragam batik IPNU- IPPNU.

"Ini salah satu bentuk partisipasi IPNU dan IPPNU Jombang dalam peringatan kemerdekaan. Kita tahu kemerdekaan diperjuangkan para pahlawan dan juga kiai-kiai NU, " ujar Ketua IPNU Jombang Haris di sela acara yang digelar Pemkab Jombang, Sabtu (13/8).

Pakai Seragam Batik, Pelajar NU Ramaikan Gerak Jalan Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakai Seragam Batik, Pelajar NU Ramaikan Gerak Jalan Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakai Seragam Batik, Pelajar NU Ramaikan Gerak Jalan Agustusan

Partisipasi IPNU dan IPPNU, lanjut Haris, tidak hanya dilakukan di kota, namun juga dilakukan di kecamatan-kecamatan yang menggelar gerak jalan dalam rangka peringatan kemerdekaan.

"Rekan-rekan IPNU dan IPPNU di Kudu, Kesamben, Mojowarno, dan beberapa anak cabang lainnya kita instruksikan untuk berpartisipasi ikut gerak jalan," imbuhnya.

Fans Gus Dur

Untuk gerak jalan yang digelar Pemkab Jombang IPNU dan IPPNU masing-masing mengirimkan satu regu pasukan. "Agar terlihat kiprahnya kita minta memakai atribut NU yakni seragam batik IPNU dan IPPNU," tambah Haris.

Fans Gus Dur

Di samping berpartisipasi dalam peringatan kemerdekaan, banom NU berbasis pelajar ini juga menggelar kegiatan Jumat Bahagia untuk lebih memperkenalkan organisasi IPNU dan IPPNU di kalangan pelajar.

"Pengajian Jumat Bahagia merupakan kegiatan rutin IPNU dan IPPNU keliling ke sekolah-sekolah. Alhamdulillah selalu dihadiri wakil bupatinya Nyai Hj Mundjidah Wahab, yang juga Ketua IPPNU Jombang era tahun 1965," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Halaqoh, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro

Situbondo, Fans Gus Dur - Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani Blimbing Besuki, Situbondo, Jawa Timur, mengirimkan 600 jamaah istighotsahnya untuk menghadiri acara Istighotsah Kubro dalam rangka hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama, yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur, Ahad (9/4), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Jamaah Istighotsah yang berangkat ke Sidoarjo tersebut adalah sebagian dari seluruh jamaah Istighotsah Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani. Mereka kebanyakan berasal dari desa dan kecamatan yang berada di wilayah barat Kabupaten Situbondo.

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

600 Jamaah Majelis Syekh Abdul Qodir Jailani Situbondo Hadiri Istighotsah Kubro

Mereka berangkat ke Sidoarjo dengan menggunakan 30 unit kendaraan dan sebelum mereka mengikuti acara Istighotsah kubro tersebut, mereka terlebih dahulu berziarah ke makam Sunan Ampel, Surabaya.

Fans Gus Dur

“Hal ini kami lakukan sebagai bentuk kecintaan kami kepada Jam’iyyah Nahdlatul Ulama dan sebagai bukti sam’an wa tha’athan kami kepada para Masyayikh dan Guru-guru kami,” kata Kiai Mohammad Hasan Nailul Ilmi, pengasuh Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani sekaligus pemimpin Majelis Istighotsah Syekh Abdul Qodir Jailani.

Kiai muda yang memiliki ratusan santri putra dan putri serta ribuan jamaah Istighotsah ini berharap Istighotsah Kubro yang dilaksanakan oleh PWNU Jawa Timur benar-benar menjadi sebab turunnya rahmat serta keberkahan untuk bangsa Indonesia yang akhir-akhir ini banyak dirundung masalah. Hal ini sesuai dengan moto acara tersebut yakni “Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah”. (Red: Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah

Jenewa, Fans Gus Dur. Pemimpin Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Rabu (11/9), menyerukan upaya gabungan dari masyarakat internasional untuk memastikan bantuan yang diberikan menjangkau orang-orang yang memerlukan di Suriah.

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Palang Merah Internasional Serukan Bantu Rakyat Suriah

Peter Maurer, Presiden ICRC mengatakan di markas organisasi tersebut di Jenewa bahwa perang yang berkecamuk di Suriah dan dampak tak terkendali dari konflik bersenjata itu atas rakyat sipil Suriah menjadi keprihatinan besar.

Ia menyerukan perhatian mendesak pada situasi menyedihkan rakyat Suriah yang tak mendapatkan di antaranya makanan yang diperlukan, barang kebutuhan rumah tangga, air, fasilitas kebersihan, dan bahkan fasilitas serta perawatan medis.

Fans Gus Dur

"Apa yang kita lihat ialah peningkatan penderitaan rakyat Suriah dari dampak perang ini," kata Maurer.?

Ia menambahkan konflik itu telah mengakibatkan banyak kematian dan pengungsian, dan membuat banyak orang jadi pengungsi di dalam negeri mereka.

Fans Gus Dur

Maurer kembali menyeru para pelaku utama yang memiliki pengaruh pada semua pihak atau kelompok dalam konflik Suriah agar menggunakan pengaruh politik dan diplomatik mereka serta saluran komunikasi, sehingga "para aktor kemanusiaan di lapangan dapat melakukan pekerjaan yang mesti mereka lakukan". (antara/mukafi niam)

Foto: AP

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pendidikan, Jadwal Kajian, Sholawat Fans Gus Dur

Rabu, 03 Januari 2018

Mahasiswa STAINU Purworejo PPL di MA An-Nawawi

Purworejo, Fans Gus Dur. Sebanyak 12 mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam STAINU Purworejo, resmi diterima MA An-Nawawi Senin, (21/01/2013). Mahasiswa PPL yang terdiri dari 5 laki-laki dan 7 perempuan ini resmi diterjunkan di MA An-Nawawi, untuk melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL).

Pembantu Ketua Puket III Bidang Kemahasiswaan HM Suhaemi, SAg MM  dalam kesempatan itu berpesan agar para peserta PPL tetap menjaga nama baik lembaga dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Karena bagaimana pun, kegiatan PPL ini, kata Suhaemi, sangat penting bagi kelanjutan proses pembinaan terkait dengan peningkatan kompetensi dan profesionalitas praktek kegiatan belajar mengajar para mahasiswa calon guru ini.

Mahasiswa STAINU Purworejo PPL di MA An-Nawawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Purworejo PPL di MA An-Nawawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Purworejo PPL di MA An-Nawawi

“Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama pihak kampus dengan lembaga sekolah tempat mahasiswa praktek. Karena itu, seluruh kewenangan dan proses penilaian selama mahasiswa melaksanakan PPL, sepenuhnya diserahkan kepada pihak lembaga sekolah, dalam hal ini guru pamong masing-masing sekolah,” ujarnya.

Fans Gus Dur

Oleh karena itu, bidang kemahasiswaaan, menghimbau mahasiswa peserta PPL benar-benar serius dalam melaksanakan kegiatan PPL disertai dengan kepatuhan terhadap tata terbit dan tata aturan yang sudah dibuat oleh masing-masing lembaga. 

Fans Gus Dur

Dalam Kesempatan itu Kepala MA An-Nawawi, H Muslikhin Madiani, SAg MSi juga berpesan agar para mahasiswa PPL ini bukan hanya sekedar belajar mengajar namun diharapkan benar-benar mampu mentransfer ilmu kepada siswa-siswi. 

Sebelum penerjunan, para peserta PPL yang rata-rata tercatat sebagai mahasiswa semester VII, sudah mendapat serangkaian pembekalan dari pihak koordinator program, dan nantinya mereka akan menjalankan tugas tersebut selama 2,5 bulan yakni dimulai dengan Januari sampai dengan Maret 2013.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Sholawat Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

Indonesia Kehilangan Pak Misbach

Jakarta, Fans Gus Dur. Aktivis Lesbumi dan sutradara serta penulis skenario kondang Misbach Yusa Biran pulang ke Rahmatullah pada pukul tujuh tadi di Eka Hospital, Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (11/4).

Aktor senior Alex Komang berduka atas kepergian Misbach Yusa Biran. "Kita kehilangan tokoh besar. Pengabdian Pak Misbach pada sejarah film nasional tak akan dilupakan. Almarhum menulis, menyutradarai, mendokumentasi, mendidik dan mewarnai film Indonesia," kata Alex.

Indonesia Kehilangan Pak Misbach (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Kehilangan Pak Misbach (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Kehilangan Pak Misbach

"Saya murid di kelas semacam kursus penulisan skenario. Beliau disiplin sekali mendidik murid-muridnya, sehingga hampir membuat saya tidak lulus," kenang Alex yang sedang sibuk menyiapkan Musyawarah Film Nasional besok siang, di PBNU.

"Alex, sini duduk sebentar. Lalu almarhum membenahi tata cara menulis. Memberi catatan, bicara etika menulis," lanjutnya.

Fans Gus Dur

Alex mengaku menghormati keluarga almarhum. "Ya, semua istri saya kenal baik, dan menghormatinya," ujarnya. Almarhum meninggalkan satu istri, Nani Widjaja yang juga aktris terkenal, serta empat orang anak.

"Pak Misbach itu sineas yang sekarang ini jarang kita temui, karena beliau juga seorang aktivis," pungkas Alex.

Misbach lahir di Lebak-Banten, 11 September 1933. Almarhum aktif di kesenian sejak di sekolahan tahun 50an. Karir perfilmannya dimulai dengan bekerja di Perusahaan Film Nasional pimpinan Usmar Ismail.

Film berjudul Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1967) besutannya mendapat penghargaan untuk kategori Sutradara Terbaik. Sementara skenarionya yang diberi penghargaan tertinggi dalam FFI berjudul Menjusuri Djedjak Berdarah.

Selain seorang seniman, ia juga tercatat sebagai peneliti di sejarah film Indonesia. Karyanya antara lain Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di Jawa ini.

Fans Gus Dur

Bukunya yang sangat berguna bagi para sineas adalah Teknik Menulis Skenario Film Cerita (2007). Di dunia sastra, cerpen-cerpen almarhum sangat dihormati. Keajaiban di Pasar Senen (1971), Oh, Film (1973) adalah buku cerpen yang jadi bahan perbincangan.

Karya Jusa Biran yang tidak bandingnya, dalam sejarah perfilman nasional, adalah Sinematek Indonesia yang berdiri tahun 1975. Sinematek adalah satu-satunya lembaga yang mendokumentasikan film nasional.

Kiprah Misbcah di Lesbumi awalnya karena diajak para seniornya di dunia film, yakni Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, dan Asrul Sani. Tapi belakangan, seperti kesaksiannya di buku Lesbumi, ia memimpin Lesbumi Jakarta hingga menjadi Lesbumi yang paling aktif. "Saya masuk Lesbumi karena ingin memerjuangkan Islam," tulis almarhum.

"Kita kehilangan Pak Misbach, NU kehilangan, Lesbumi Kehilangan, film kehilangan. Indonesia Kehilangan Pak Misbach," ujar Alex Komang datar.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Sabtu, 09 Desember 2017

Gerak Jalan Santai Warnai Hari Santri PCNU Makassar

Makassar, Fans Gus Dur

Santri dari Kota Makassar, Maros, dan Gowa memenuhi ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar guna mengikuti Gerak Jalan Santai (GJS) dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Sabtu (21/10).

Dalam GJS kali ini, dilepas langsung oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tepat di titik start di depan Kampus UMI dan finish di Kampus Universitas Islam Makassar (UIM).

Gerak Jalan Santai Warnai Hari Santri PCNU Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Jalan Santai Warnai Hari Santri PCNU Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Jalan Santai Warnai Hari Santri PCNU Makassar

Wali Kota Makassar memaknai HSN adalah hadiah terbesar pemerintah terhadap para santri dan ulama pondok pesantren yang telah mengobarkan semangat perjuangan melalui resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asyari dengan sejumlah Ulama lainnya, dan kemudian memicu perlawanan para santri dan rakyat terhadap penjajah.

"Hal ini juga membuktikan bakti suci para santri dan ulama terhadap berdirinya negara Kesatuan Republik Indonesia, ungkap Keduanya," ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel H Abd Wahid Thahir menyampaikan  HSN ini adalah salah satu bentuk pengakuan atau rekognisi pemerintah terhadap eksistensi para santri, pondok pesantren dan para kiai atau ulama dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.

Fans Gus Dur

"Sehingga ke depan kita bisa membentuk generasi pelanjut yang cerdas, juga menciptakan generasi yang tafaqquh fiddin, berakhlaqul karimah, moderat serta jauh dari paham radikalisme atas nama agama," ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama antara Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Makassar, dan Universitas Islam Makassar dan Universitas Muslim Indonesia.

Selain Kakanwil Kemenag Sulsel dan Walikota Makassar, tampak pula hadir pada momen pelepasan dan penerimaan peserta GJS antara lain Ketua MUI Sulsel yang juga Ketua Dewan Syuro PWNU Sulsel AGH. Sanusi Baco; Ketua dan pengurus Yayasan UMI dan UIM; Ketua Tanfidz PWNU Sulsel H Iskandar Idy; Rektor UIM Hj Majdah Agus AN beserta jajarannya; Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, dan Ketua MUI Kota Makassar serta para Pimpinan Pondok Pesantren yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini.

Ratusan door prize disiapkan dalam kegiatan GJS ini dengan hadiah utama tiket umrah yang diberikan oleh Walikota Makassar, Dany Pomanto. (Syaifullah Rusmin/Kendi Setiawan)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul, Sholawat, Fragmen Fans Gus Dur

Jumat, 08 Desember 2017

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa

Jombang, Fans Gus Dur

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang mengajak para kadernya untuk memahami dinamika yang berkembang di pemerintahan desa belakangan ini. Di antaranya terkait dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat hingga daerah.

H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang mengatakan bahwa perhatian pemerintah pusat dan daerah terhadap desa saat ini sangat luar biasa, bisa dilihat dari banyaknya dana yang dikucurkan ke desa. "Mulai pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah perhatiannya ke desa saat ini sangat luar biasa," katanya saat menggelar Ansor Peduli Desa di kantor Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gudo Jalan Raya Gudo No 8, Ahad (20/3).

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jombang Ajak Kader Pahami Dinamika Alokasi Dana Desa

Pada kondisi demikian, Ansor sebagai organisasi kepemudaan memiliki potensi untuk melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pemanfaatan dana tersebut. "Saya mau ketika ada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh desa, baik yang berupa kemashlahatan lebih-lebih yang bernuansa keagamaan, kader Ansor juga terlibat pada saat itu," ujarnya.

Jangan sampai pemuda Ansor tidak memahami perkembangan yang terjadi di desa saat ini, terlebih kader Ansor di Jombang tidak sedikit yang berada di pemerintahan desa itu sendiri, dan juga sebagai tokoh agama. "Apalagi kader Ansor rata-rata adalah bagian dari perangkat desa, tamir masjid, dan lain-lain," ungkapnya.

Gus Antok, demikian ia disapa, optimis Ansor akan memiliki nilai tawar untuk pemerintahan desa atau kabupaten tatkala bisa memahami sejumlah perkembangan yang ada di desa. Juga ikut andil dalam membentuk desa yang baik. "Ini adalah potensi yang ketika paham dengan dinamika saat ini, sangat memiliki nilai tawar yang luar biasa kepada pemerintah," ungkapnya.

Fans Gus Dur

Ansor Peduli Desa diikuti oleh dua perwakilan Pimpinan Ranting GP Ansor dari empat kecamatan di Jombang. Di antaranya, Kecamatan Bandar, Perak, Ngoro, dan Gudo. Tak kurang dari 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut hingga rampung. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Lomba, Pesantren, Sholawat Fans Gus Dur

Kamis, 07 Desember 2017

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI

Surabaya, Fans Gus Dur

Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meluncurkan diskusi “Cangkir Sembilan”, Rabu (10/5). Acara peluncuran diiringi diskusi perdana yang mengangkat tema “HTI Undercover: Membongkar Jaringan dan Strategi HTI di Balik Jargon Khilafah”.

Forum tersebut mendatangkan mantan aktivis HTI Ainurrafiq dan pengamat Timur Tengah KH Imam Ghozali Said sebagai narasumber. Diskusi yang diperkirakan dihadiri 100 peserta itu mencapai 500 peserta.

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI

"Mungkin karena momentumnya yang pas. Karena baru kemarin Senin pemerintah membubarkan HTI," kata Ahmad Najib AR, Ketua PW LTN PWNU Jatim Rabu (10/5) dini hari.

Fans Gus Dur

Dari forum Cangkruk Fikir (Cangkir) Sembilan ini, menyimpulkan ada sembilan poin yang nantinya akan menjadi rekomendasi bersama. Sembilan poin ini dibacakan oleh Wakil Ketua PW LTN PWNU Jatim Wasid Mansyur.? "Berdasarkan data dan fakta-fakta kesejarahan dan teoritis serta kondisi sosial," kata Wasid.

Berikut adalah sembilan kesimpulan juga rekomendasi tersebut:

Fans Gus Dur

1. Hizbut Tahrir/HT yang didirikan oleh Syaikh Taqiyyuddin Al-Nabhani, selanjutnya berkembang menjadi HTI, lahir dari proses ketidakberdayaan dalam merespon kondisi politik umat Islam, khususnya pasca runtuhnya Turki Usmani di satu sisi dan hingga eksodusnya Yahudi di beberapa daerah di Timteng, hingga melahirkan Israel.

2. Atas fakta tersebut, maka sulit HTI mengelak hanya sebagai gerakan dakwah. Berbagai kasus di beberapa negara konsep Khilafah Islam selalu dipasarkan, dengan anggapan konsep ini adalah solusi atas dominasi asing/Barat. Ketika kuat, kudeta berdarah dilakukan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah, pastinya selalu membawa simbol-simbol agama.

3. Hanya untuk memasarkan konsep khilafah, HTI seringkali plin plan dan menghalalkan segala cara untuk mencari klaim massa. Di satu pihak dia menolak aksi demo karena lahir dari tradisi berdemokrasi. Tapi, di pihak yang berbeda seiring perjalanan waktu, HTI sering turun jalan memasarkan ideologinya dengan ragam model, misalnya long march, aksi sosial bahkan terakhir aksi menggunakan isu masirah panji Rasulullah.

4. Itulah HTI. Tidak salah hanya untuk kepentingan di atas, HTI seringkali mengelabui masyarakat yang tidak tahu. Misalnya, aksi masirah di Jatim baru-Baru ini, telah mengelabui banyak pihak, dengan berdalih ziarah ke makam Sunan Ampel, tapi setelah itu mereka yang lugu dan tidak tahu apa-apa diajak ikut aksi HTI.

5. Lebih dari itu, mengelabui konsep juga dilakukan. Misalnya, dengan mencatut tokoh-tokoh sepuh NU untuk menggiring publik bahwa beliau-beliau juga setuju konsep khilafah. Padahal, beliau-beliau sejak awal ikut melibatkan diri, baik jiwa maupun harta untuk kedaulatan NKRI.

6. Maka bagi kita, khilafah atau imamah adalah bagian dari proses ijtihadi dari setiap bangsa. Tidak ada sampai sekarang negara di dunia yang menganut konsep politik khilafah islamiyah, termasuk Saudi, Tunisia dan lain-lain. Bahkan, tidak sedikit negara di dunia Islam yang melarang.

7. Pembubaran HTI, sebenarnya telah terlambat. Tapi, dari pada tidak sama sekali. Sulit mengelak sebab berbagai fakta menunjukkan perlawanan HTI terhadap NKRI, dan falsafah pancasila.

8. Kita sebagai anak bangsa, kita bangga hidup dalam kultur kebangsaan Indonesia yang damai dan islami. Maka, Siapapun yang merusak sendi sendi NKRI, maka harus berhadapan dengan NU dan Muhammadiyah; berhadapan dengan GP Ansor dan Banser.

9. Cangkir 9 merekomendasikan agar pemerintah dan ormas cinta NKRI untuk menginisiasi Taubat NKRI dan kembali ke pangkuan Negara Pancasila bagi semua anggota HTI dari berbagai status sosial.



(Rof Maulana/Mahbib)


Baca: Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU

Jakarta, Fans Gus Dur. Mantan Senator Amerika Serikat Christopher Kit Bon, Selasa (23/4) petang, berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulam (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Kit Bon mengadakan dialog dengan sejumlah pengurus dan warga NU.

Kedatangan Kit Bon disambut Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud. Turut hadir, antara lain, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Iqbal Sulam, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika Utara Shalahudin Kafrawi, dan sekitar 20 pengurus lembaga dan lajnah NU.

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Senator AS Gelar Dialog dengan NU

Senator Kit Bon mengaku, sebelumnya pernah berkunjung ke Jakarta dan mendapat sambutan hangat dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia mendukung, Islam sebagai ajaran pada prinsipnya adalah penebar kedamaian.

Dalam acara yang dirangkai dengan penyerahan penghargaan oleh PCINU Amerika Utara ini, Kit Bon menjelaskan, terorisme sama sekali tidak identik dengan Islam. Ia mengaku, stereotip kekerasan terhadap Islam di berbagai negara menjadi tantangan berat bersama.

As’ad menyambut positif kiprah Kit Bon selama ini. Kit Bon dinilai cukup berjasa dalam mencitrakan Islam di Amerika sebagai agama yang ramah. Ia optimis, kebangkitan Islam di dunia akan dimulai dari Asia Tenggara. Seperti ditunjukkan NU, Islam mengedepankan pedekatan budaya dan dialog antarperadaban (hiwar bainal hadlarah).

Fans Gus Dur

Marsyudi dalam kesempatan itu, menjelaskan profil singkat NU, meliputi sejarah pendirian, keanggotaan, serta segenap jaringan kelembagaan yang dimiliki. ”NU sudah berdiri sejak Indonesia belum berdiri. Dan NU merupakan salah satu pendiri republik ini,” katanya.

 

Fans Gus Dur

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Hikmah Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Dukun Bola

Sebagai guru bangsa, menurut banyak kalangan, ilmu Gus Dur sangat komprehensif. Tak terkecuali sebagai pemerhati sepakbola. Hal ini dibuktikan dengan puluhan tulisan kritisnya dalam menganalisis sebuah pertandingan sepakbola setingkat Piala Dunia.

Namun, cerita kali ini berbeda. Suatu hari, kata Gus Dur, tim sepak bola dari Kecamatan Wanasari akan bertanding melawan tim sepakbola Kecamatan Losari dalam Kejuaraan Piala Bupati. Karena ingin menang, pimpinan persatuan sepakbola Wanasari minta bantuan seorang dukun.

“Oke, nanti saya buat 10 gol untuk kemenangan kalian,” kata sang dukun meyakinkan.

Dukun Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukun Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukun Bola

Ternyata pertandingan berakhir dengan skor 5 - 5 sehingga kapten kesebelasan Kecamatan Wanasari melakukan protes kepada sang dukun yang telah dibayar mahal.

“Lho, tadi saya sudah tiup bola dari sini untuk 10 gol,” ujar sang dukun.

“Iya, golnya memang 10, tapi skornya 5 - 5, imbang. Babak pertama kami mencetak 5 gol, tapi pada babak kedua setelah tukar tempat, kami kemasukan 5 gol. 10 gol masuk ke gawang utara semua,” kata sang kapten kesebelasan Wanasari sewot.

“Oh...sepakbola pakai tukar tempat ya? Saya ndak tahu kalau ada tukar tempat. Jadi ya, bola saya tiup semua ke gawang utara,” jawab sang dukun enteng. (Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Nasional, Hadits, Sholawat Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah

Pamekasan, Fans Gus Dur. Kehadiran Nahdlatul Ulama memiliki dua agenda yang sejati, yaitu memakmurkan masjid dan  memakmurkan bumi Allah.

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Agenda NU: Makmur Masjid, Makmur Bumi Allah

Menurut Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi, hal itu sesuai dengan penegasan Allah dalam Al-Quran. Hanya dua penegasan terkait memakmurkan. Pertama, perintah memakmurkan masjid.

“Bahwa sesungguhnya hanya orang-orang yang beriman yang mau memakmurkan masjid,” ungkapnya pada Rapimda PP LTMU di Pamekasan, Madura, Ahad, (27/01) lalu.

Fans Gus Dur

Kedua, ayat yang memerintah memakmurkan bumi. Dan bumi itu adalah lambang Nahdlatul Ulama. “Dua agenda kehadiran Nahdlatul Ulama adalah memakmurkan bumi bertolak dari memakmurkan masjid,” tambah Kiai kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah, 1954.

Lebih jauh, Kiai Masdar menjelaskan, masjid yang pertama (masjid secara fisik) disebut masjid mikro, yang kedua disebut masjid makro (bumi Allah). Pengelolaan masjid mikro adalah tolok ukur pengelolaan masjid makro.

Fans Gus Dur

“Masjid itu adalah potret dari kehidupan berbangsa, bernegara dan berbumi ini,” tambahnya.

Kiai penulis buku Syarah Konstitusi: UUD 1945 dalam Perspektif Islam ini menjelaskan, jika disiplin di masjid, misalnya datang tepat waktu shalat, rapi dalam barisan, akan disiplin dalam kehidupan di masyarakat. Jika mau membersihkan masjid, mau juga membersihkan bumi Allah.

“Kalau infaq di masjid itu berjalan dengan baik, berarti pendanaan keumatan juga akan berjalan dengan baik.”

Ia berharap semua pengurus NU lebih memperhatikan masjid. Tidak semua pengurus NU di semua level ada bidang keta’miran masjid. Padahal di situlah umat bertemu dan berkumpul.

“Karena itulah manfaat dari ilmu yang mengalir dari mata air pesantren tidak “sumerambah” tidak menyebar sebagaimana mestinya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Sholawat, Pertandingan Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU!

Kudus, Fans Gus Dur. Pimpinan Pusat IPPNU mengajak jajaran pengurus di semua tingkatan untuk selalu memperhatikan dan merawat pelajar NU. Jangan sampai pelajar NU terpengaruh dengan ajaran-ajaran dan ideologi yang tidak sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU!

“Saya ajak PR, PK, PAC, PC, PW dan PP selalu mengawal secara penuh para pelajar NU agar ke depan pelajar NU mempunyai pendirian yang kuat,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah dalam acara Latihan kader Muda (Lakut) IPNU-IPPNU Kudus di Taman Sardi Dawe, Sabtu (9/2).

Farida mengatakan, memasuki usia pertengahan abad lebih ini, tantangan IPNU-IPPNU sangat berat terutama adanya ancaman ideologi Aswaja di kalangan pelajar. IPNU-IPPNU harus bergerak cepat dalam memperkuat idiologi aswaja agar generasi masa depan NU bisa terjaga.

Fans Gus Dur

“Sebagai kader NU, kita mengupayakan rencana stretegi masa depan dalam mengawal pelajar NU sehingga kader-kader bisa terorganisir secara baik dan memegang teguh ideology aswaja.”tegas Ketua umum yang baru terpilih dalam kongres IPPNU di Palembang Nopember 2012 lalu.

Ia menambahkan kader NU harus memahami kutur ? Islam ? di Indonesia. Menurutnya, Islam orang Indonesia ? memiliki rasa toleransi lebih tinggi dan culture islamnya tetap tradisional.

Fans Gus Dur

“NU lahir di Indonesia,jadi Islam berbeda dengan Islam Timur Tengah. Islam Indonesia lebih toleran,”tegasnya lagi.

Di depan peserta Lakut, Ia mengajak merenungkan kembali perjuangan sosok pendiri IPNU KH.Tholhah Mansur yang begitu kuat mendirikan organisasi pelajar NU ini. Meski hanya dengan lima orang, namun semangat dan kegigihannya, IPNU-IPPNU bisa berkembang sampai pelosok nusantara.

“Oleh karena kita harus selalu menjaga integritas, mengembangkan ketrampilan yang kita miliki dengan selalu menjaga akhlaqul karimah dan memperkuat silaturahim.”tandas Farida di depan peserta Lakut.

Latihan kader Utama yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Kudus ini berlangung mulai Jum’at-Senin (8-11/2) ini. Sebanyak 39 kader pilihan dari utusan sembilan PAC IPNU-IPPNU se Kudus mengikuti dengan seksama dan antusias.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Nahdlatul, Sholawat Fans Gus Dur

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa

Jakarta, Fans Gus Dur - Staf Khusus kepresidenan Noer Fauzi menyebutkan, kejelasan status dan kepemilikan tanah masyarakat desa menjadi salah satu tantangan besar bagi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar. Pasalnya, saat ini kepemilikan tanah di desa telah banyak beralih ke berbagai perusahaan dan masyarakat perkotaan.

"Bagaimana rakyat di pedesaan bisa maju kalau mereka tidak punya tanah. Kita tahu, bahwa satu perubahan penguasaan tanah di pedesaan telah banyak dikuasai oleh perusahaan luar dan orang kota," ungkapnya di Jakarta, Kamis (4/3).

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepemilikan Tanah di Desa Jadi PR Besar Kementerian Desa

Fauzi mengungkapkan, data statistik pertanian tahun 2003 hingga tahun 2013 menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun lebih dari 5 juta petani di desa beralih profesi. Sebagian besar di antaranya bermigrasi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

"Inilah sebagian mereka pergi ke kota sehingga kota menjadi penuh. Mereka ke kota, ada yang menjadi TKW, bahkan ada yang menganggur di desa. Banyak juga di antara mereka yang menjadi migrasi sekuler. Mereka ke kota untuk bekerja dan dalam waktu tertentu mereka kembali ke desa," ujarnya.

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengemukan sebanyak 12,7 juta hektar hutan yang dapat dikelola oleh masyarakat desa. Proses? bagaimana mendapatkan akses terhadap wilayah hutan tersebut, lanjut Fauzi, adalah sesuatu yang pasti akan menyejahterakan masyarakat desa.

"Begitu pula 9 juta hektar tanah negara yang akan didistribusikan ke desa. Ini bagaimana kita punya upaya memberdayakan orang yang tidak sanggup untuk memiliki tanah, dan mendapat kepastian tanah," ujarnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Doa Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock