Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Probolinggo, Fans Gus Dur. Tragedi kemanusiaan yang menimpa warga muslim etnis Rohingya di Rakhine Myanmar terus menuai kecaman dari sejumlah pihak. Bahkan sejumlah aksi simpatik pun dilakukan mulai dari doa bersama, penggalangan dana, relawan hingga penampungan anak-anak korban kekerasan.

Di Kabupaten Probolinggo, pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah Gus muda sejumlah pondok pesantren berkomitmen untuk siap memfasilitasi dan menampung para korban anak-anak tersebut.

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Probolinggo Siap Tampung Anak-anak Rohingya

“GP Ansor Kabupaten Probolinggo secara tegas menyampaikan siap menampung anak-anak warga muslim etnis Rohingya di Rakhine Myanmar, yang menjadi korban kekerasan militer negara tersebut,” kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Rabu (6/9).

Penegasan tersebut disampaikan setelah pengurus PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Probolinggo serta para gus muda pengasuh pondok pesantren yang tergabung dalam Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Probolinggo.

“Komitmen bersama dalam menampung anak-anak korban kekerasan di Myanmar ini dilakukan sebagai bentuk langkah nyata kepedulian NU dan GP Ansor serta pihak pemerintah dalam menanggulangi konflik kemanusiaan etnis Rohingya yang banyak menelan korban,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Bahkan PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo jelas Muchlis sangat mengecam perbuatan Geonisida yang terjadi di Rakhine Myanmar. 

“Sekali lagi kami tegaskan bahwa GP Ansor Kabupaten Probolinggo siap menampung anak-anak warga muslim etnis Rohingya di Myanmar yang menjadi korban kekerasan militer dan para petinggi agama yang ada di Rakhine Myanmar,” tegasnya.

Dalam waktu dekat terang Muchlis, PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo bersama PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan akan melakukan doa bersama sekaligus penegasan komitmen bersama keseriusan menanggulangi konflik Myanmar. Serta penggalangan dana kemanusiaan yang akan disalurkan melalui PBNU. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

Fans Gus Dur

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

Fans Gus Dur

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Aswaja, IMNU Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

Kudus, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Kudus mengadakan selamatan dengan pembacaan manaqib menjelang Pelatihan Fasilitator (Latfas), Kamis (7/5) di Gedung MWCNU Mejobo Kudus, Jawa Tengah.

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

PC IPNU-IPPNU Kudus telah menyelesaikan beberapa program kerjanya.  Maka selain sebagai doa selamatan, manaqib ini juga sebagai agenda tasyakuran atas kesuksesan berbagai agenda yang telah terlaksana.

“Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas suksesnya seluruh agenda sedari kita pelantikan tanggal 9 November 2014 hingga hari ini,” ujar Joni Prabowo, Ketua Umum PC IPNU Kudus.

Fans Gus Dur

Usai pelantikan, IPNU-IPPNU Kudus lekas berkegiatan antara lain, pelatihan kepemimpinan bagi anggota Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik), Diklatama DKC CBP dan KPP, Lakmud dan Makesta pada tahun 2014 lalu.

Juga suksesi atas serangkaian kegiatan penyambutan hari lahir IPNU dan IPPNU, tim apresiasi seni 54, tim redaksi majalah Pilar 2015, tim Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) kerjasama Yayasan Mata Air, manajemen pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), dan usaha akomodasi atribut IPNU-IPPNU oleh tim perekonomian.

Fans Gus Dur

“Sementara besok pun kita sudah akan mulai agenda terdekat kita, yakni pagi jam delapan ada pembukaan Latfas di tempat ini juga, serta siangnya pembukaan BPUN di ponpes Zainal Husain. Ini acara kita bersama dan butuh dukungan dan bantuan,” papar Joni saat sambutan manaqib.

Pembacaan manaqib sore itu dipimpin oleh Dwi Saifullah, mantan Ketua IPNU Kudus periode sebelumnya. Acara diikuti oleh para pengurus harian, departemen, tim redaksi majalah Pilar, Forkapik, serta para tamu undangan. (Istahiyyah/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Syariah Fans Gus Dur

Minggu, 28 Januari 2018

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

Bandung, Fans Gus Dur - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Bimbingan Tes (Bimtes) sebagai bentuk kepedulian terhadap calon mahasiswa baru yang hendak mengikuti tes masuk melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri.

Sedikitnya 245 calon mahasiswa baru mengikuti Bimtes ini di SMK KIfayatul Akhyar Cibiru, Bandung, Jawa Barat, 28-29 Juni 2016. Menurut Ketua Pelaksana Farhan mengatakan, agenda ini diadakan sebagai kepedulian terhadap mahasiswa baru yang sedang bingung menghadapi testing.

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

245 Calon Mahasiswa Baru Ikuti Bimtes PMII UIN Bandung

“Bimtes ini seperti apa yang dikatakan Soekarno ketika berangkat tanpa persiapan maka siap-siap pulang tanpa penghormatan,” ujar Farhan.

Senada dengan Farhan, Ketua Pengurus Komisariat PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung Agus Taufik Habibie mengatakan bahwa calon mahasiswa baru (camaba) perlu dibimbing dan diberikan arahan sebab mereka berasal dari berbagai daerah yang jauh.

Fans Gus Dur

“Nantinya calon mahasiswa baru ini tidak terlalu gagap dan kaget melihat soal-soal, karena bukan dari Aliyah saja, ada yang dari SMK, STM sangat perlu bimbingan dari PMII,” ujar Habibi.

Habibi pun menambahkan bahwa camaba bukan hanya diberikan kisi-kisi mengenai materi-materi yang akan diujikan tetapi bimtes PMII ini pun memberikan materi tentang keislaman dan keindonesia yang memuat nilai perdamaian dan toleransi.

Fans Gus Dur

“Kami juga tidak hanya bimbingan, try out dan testing saja, tapi kami menyelundupkan ajaran bersifat adem, damai dan toleran serta memperkenalkan juga (apa itu) PMII,” ujarnya.

Fasilitator bimtes ini didatangkan dari alumni PMII, kalangan profesional dan dosen UIN Sunan Gunung Djati. (Bakti Habibie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Kajian Sunnah, IMNU Fans Gus Dur

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai Maruf: Rasulullah Tokoh Perubahan

Jakarta, Fans Gus Dur. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan Rasulullah Muhammad SAW adalah tokoh perubahan. Rasulullah mengubah masyarakat jahiliyah yang tidak tahu nilai-nilai yang baik dan yang buruk, menjadi masyarakat yang tahu amar ma’ruf nahi munkar.

“Rasulullah tokoh perubahan yang luar biasa karena perubahan masyarakat itu dilakukan hanya 23 tahun,” kata Kiai Ma’ruf saat mengisi Maulid Kebangsaan di halaman Gedung PBNU, Sabtu (16/12) sore.

Selama 23 tahun itu, Rasulullah memberikan dampak yang besar.

Kiai Maruf: Rasulullah Tokoh Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf: Rasulullah Tokoh Perubahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf: Rasulullah Tokoh Perubahan

“Berbeda dengan kita yang mungkin membawa dampak pelan sekali, atau tanpa membawa dampak,” lanjut Kiai Ma’ruf.

Karenanya, Maulid Kebangsaan yang digagas PP Fatayat NU, Kiai Ma’ruf berharap bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk membuat perubahan, seperti yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAWA yang melakukan perbaikan dari waktu ke waktu.

Fans Gus Dur

“Apalagi NU sebagai organisasi perubahan, harus melakukan perbaikan ke arah yang lebih vaik.  Karena NU adalah organisasi kebaikan,” ujar kiai yang juga Ketua Umum Masjelis Ulama Indonesia (MUI). 

Perubahan yang dilakukan, sambung Kiai Ma’ruf, hendaknya harus berkelanjutan, serta tetap berada di dalam koridor kebangsaan. 

“Jangan dengan intoleran, jangan mengatakan golongan lain kafir, sesat,  toghut. Juga tidak dengan aksi radikal yang menginginkan perubahan tapi dengan menghancurkan yang ada seperti yang dilakukan teroris,” tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Hikmah, IMNU Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

PCNU Tanggamus Gelar Konferensi Cabang

Tanggamus, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tanggamus menggelar perhelatan rutinan 5 tahun sekali yang menjadi permusyawaratan tertinggi ditingkat cabang yakni Konferensi Cabang PCNU Tanggamus ke IV. 

Acara pembukaan diadakan di kantor PCNU Tanggamus dibuka oleh KH Soleh Bajuri, ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Lampung, dan dihadiri Wakil Bupati Tanggamus, Anggota KPU Kabupaten Tanggamus, Anggota KPU Provinsi, Anggota DPRD Tanggamus, Anggota DPRD Prov. Lampung, seluruh Badan Otonom ditingkat cabang, mulai Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU, IPPNU undangan dari pengasuh pesantren se-kabupaten Tanggamus, tokoh agama dan masyarakat. 

PCNU Tanggamus Gelar Konferensi Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Tanggamus Gelar Konferensi Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Tanggamus Gelar Konferensi Cabang

KH Soleh Bajuri, ketua PWNU Lampung dalam sambutannya mengatakan “Diharapkan moment Konferensi Cabang ini menjadi pemersatu dan sekaligus mengembalikan serta menumbuhkan semangat perjuangan menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an Nahdliyyah.”

Fans Gus Dur

Acara ini digelar selama 2 hari pada 27-28 Desember 2014 dan dikemas secara sistematis sesuai AD/ART NU yakni pembukaan, pleno 1 Sidang Tata Tertib, pleno 2 LPJ PCNU Tanggamus dilanjutkan pandangan umum, sidang-sidang komisi, pleno 3 pengesahan hasil sidang-sidang komisi dilanjutkan pleno 4 pemilihan pengurus PCNU Tanggamus yang sebelumnya didahului demisioner pengurus lama. 

Fans Gus Dur

Sidang pleno pemilihan pengurus baru dipimpin oleh KH Soleh Bajuri Ketua PWNU Lampung dan sekretaris sidang Mislamudin. Dalam sidang pemilihan pengurus baru ini terpilihlah KH Marzuki Amin sebagai Rais Syuriyah PCNU Tanggamus dan H Amirudin Harun, MPd.I sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Tanggamus. (rudi santoso/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Pemurnian Aqidah, Sejarah Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Memahami Kearifan Tradisi-tradisi Lokal

Oleh Nine Adien Maulana



Momen jelang Ramadhan hingga awal Syawal dipenuhi dengan berbagai tradisi yang khas daerah masing-masing. Ada tradisi megengan dan saling memohon maaf di awal Ramadhan. Ada tradisi weweh maleman seperti pada akhir-akhir Ramadhan. Menjelang Syawal hingga setelah shalat Idul Fitri ada lagi tradisi nyadran atau nyekar (ziarah kubur). Kupatan pada tanggal tujuh Syawal menjadi penutup rangkaian tradisi-tradisi itu.

Memahami Kearifan Tradisi-tradisi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Kearifan Tradisi-tradisi Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Kearifan Tradisi-tradisi Lokal

Meskipun tradisi-tradisi itu beriringan dengan momentum ibadah mahdhah, namun mereka bukanlah bagian ibadah mahdhah yang secara langsung bersumber dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Mereka adalah kreasi masyarakat lokal dalam mengapresiasi momentum ibadah mahdhah pada bulan Ramadhan dan Syawal. Oleh karena itu, tidak ada standar bakunya. Tiap daerah memiliki kekhasannya sendiri dalam mengapresiasinya yang termanifestasi dalam tradisi-tradisi itu.

Fans Gus Dur

Selama tradisi-tradisi ini dilakukan dengan cara-cara yang beradab dan tidak menyimpang dari syari’at, maka mereka layak disebut sebagai bagian dari khazanah kearifan lokal yang patut dilestarikan. Sebaliknya, jika tradisi-tradisi ini dilakukan dengan cara-cara yang tidak beradab dan nyata-nyata menyimpang norma syari’at, maka mereka tidak bisa dilestarikan karena bukan termasuk kearifan lokal. Atas dasar itulah umat Islam harus selektif dalam mempraktikkan tradisi.

Melaksanakan tradisi secara selektif dalam bingkai syariat merupakan sikap hidup kontekstual sebagaimana peribahasa, “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung”. Ini adalah potret sikap arif dan bijaksana (wisdom) terhadap apa telah ada dan berlaku di dalam masyarakat. Bersikap seperti ini bukan berarti bersikap permisif terhadap semua tradisi, namun tetap selektif dengan menjadikan norma-norma syariat sebagai cara pandangnya (worldview).

Sikap hidup kontekstual semacam ini juga menjadi pertimbangan para ulama terdahulu dalam merumuskan hukum-hukum fiqih. Dalam kaidah fiqih yang dirumuskan para ulama terdahulu kita menjumpai kaidah, “al-‘âdah muhkamah”, adat kebiasaan yang telah dikenal baik (al-‘urf) bisa dijadikan pertimbangan perumusan hukum fiqih.

Fans Gus Dur

Kriteria kebaikan yang bisa diterapkan pada adat kebiasaan selain berpijak pada kebenaran akal sehat manusia juga tidak bisa lepas dari norma-norma syariat. Di antaranya adalah, tidak bertentangan dengan syariat, tidak menyebabkan kerusakan atau menghilangkan kebaikan, telah dilakukan secara massif dan berulang-ulang di kalangan umat Islam, dan tidak masuk dalam wilayah ibadah mahdlah. Dengan kriteria inilah kita bisa bersikap arif, bijaksana dan selektif dalam mengamalkan tradisi secara kreatif.

Tradisi semacam ini masuk dalam wilayah budaya yang tidak mengikat kuat bagi semua orang. Masing-masing individu dalam suatu masyarakat memiliki otonomi untuk memilih mengikutinya atau tidak mengikutinya. Selama individu itu memilih dengan penuh kesadaran, tanggung jawab dan bijaksana, maka baik yang mengikuti maupun tidak mengikuti sama-sama mendapatkan kebaikan. Akan tetapi jika di antara kedua pihak itu mengklaim paling benar dan paling baik dan menganggap yang lain salah dan jelek, maka hal itu adalah tidak bisa dibenarkan dan jauh dari kebijaksanaan.

Kedua pihak itu sebenarnya tetap akan hidup bersamaan dengan tradisinya masing-masing. Mereka yang melestarikan tradisi yang telah ada, mungkin akan mempraktikkannya dengan berbagai kreativitas budaya. Mereka yang tidak mengikutinya, maka sebenarnya juga sedang mengkreasi hal baru yang jika dilakukan terus-menerus dan diikuti oleh orang lain secara massif akan menjadi tradisi pembandingnya.

Hal ini adalah sesuatu yang wajar, karena manusia dengan akal budinya itu pada dasarnya adalah makhluk berbudaya. Oleh karena itu, jika ada orang yang mengatakan antibudaya, maka hal itu sangat tidak logis, karena manusia pasti berbudaya, sebagai konsekuensi kemampuan akal budinya. Yang tidak berbudaya pasti bukan manusia, karena tidak memiliki akal budi. Dengan demikian tradisi adalah bagian budaya manusia yang tidak bisa dihindari.

Dalam praktiknya, pelaksanaan tradisi memang bisa saja menyimpang. Hal itu bisa saja terjadi di mana saja dan kapan saja. Dengan mengacu pada kriteria kearifan dan kebijaksanaan di atas maka, kita bisa melakukan kontrol? agar tradisi itu tetap dilakukan dalam koridor kearifan lokal yang sesungguhnya. Dengan cara itu, kehidupan beragama dan bermasyarakat menjadi indah dengan beragam keunikan khas masing-masing daerah.

Dalam konteks dakwah Islam, tradisi semacam ini bisa dijadikan sebagai media pengenalan dan? penyebaran ajaran agama Islam. Dengan tujuan dakwah itulah, maka kita bisa memahami dimunculkannya berbagai macam tafsir otak-atik-gatuk dalam rona-rona tradisi itu. Ini bukanlah tafsir baku, namun hasil kreativitas untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui pelaksanaan tradisi.

Meskipun terkadang tafsir itu terkesan sangat dipaksakan, namun sikap kita terhadap tafsir otak-atik-gatuk harus juga bijaksana. Jangan menyikapinya secara hitam-putih dengan sudut pandang kaku syariat, karena ini adalah wilayah budaya. Jika tafsir semacam itu sejalan dengan syariat, maka silakan saja diterima sebagai penambah khazanah pengetahuan, meskipun kualitas ilmiahnya masing dipertanyakan. Jika ia tidak sejalan dengan syariat, maka kita harus tegas menolaknya.

Kebaikan dan kebenaran memang tidak selalu harus berangkat dari teks-teks syariat, karena Allah SWT telah menganugerahkan akal budi kepada manusia. Dengannya manusia bisa berkreasi dalam kebaikan dan kebenaran, sebagai konsekwensi sebagai makhluk berbudaya. Akan tetapi, kita harus sadar dan mengakui, bahwa akal budi saja tidak cukup bagi manusia menjadi baik dan benar menurut Allah SWT Sang Pencipta.

Manusia butuh syariat untuk melengkapi dan menyempurnakan akal budinya agar sejalan KehendakNya. Ini adalah konsekwensi iman. Dengan landasan iman itu, apa yang datang dari syariat pasti mengandung kebaikan dan kebenaran, walaupun seringkali dirasakan tidak sejalan dengan keinginan manusia. Kita pasrah menerimanya sebagai konsekuensi berislam.? ? ? ?

Akhirnya, jika akal budi sejalan dengan syariat, maka kehidupan beragama menjadi luwes dan indah. Manusia tetap bisa berkreasai dalam budaya, tanpa mengabaikan norma syariat yang Allah SWT dan RasulNya wariskan kepadanya. Mungkin seperti inilah yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil alamiin itu.

Penulis adalah Ketua Tanfidziyyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Pacarpeluk, Megaluh, Jombang



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Fragmen Fans Gus Dur

Senin, 15 Januari 2018

KPAI Sebut Potensi ‘Bullying’ kepada Anak Jika FDS Diterapkan Paksa

Jakarta, Fans Gus Dur. Salah seorang Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Sholihah melihat potensi ‘bullying’ (perundungan) jika kebijakan Full Day School (FDS) diterapkan secara paksa oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal ini ia ungkapkan Ai Maryati, Senin (14/8) kemarin saat melakukan audiensi dan klarifikasi ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait rilis pers salah satu Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty yang mengatasnamakan lembaga dalam menanggapi aksi di Lumajang, Jawa Timur terkait teriakan ‘bunuh menteri’.

KPAI Sebut Potensi ‘Bullying’ kepada Anak Jika FDS Diterapkan Paksa (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Sebut Potensi ‘Bullying’ kepada Anak Jika FDS Diterapkan Paksa (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Sebut Potensi ‘Bullying’ kepada Anak Jika FDS Diterapkan Paksa

“KPAI melihat bahwa potensi ‘bullying’ ada jika FDS ini serta merta diwajibkan diterapkan karena tidak seluruh lembaga pendidikan atau sekolah memiliki kesiapan jika dilihat dari segi pemenuhan standar pendidikan,” ujar Ai Maryati didampingi Komisioner KPAI lainnya, Susianah.

Seperti diketahui, FDS yang menuntut siswa pulang pukul 15.00 WIB dipastikan merampas sejumlah hak-hak anak di antaranya kesempatan berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat, hak bermain anak, kesempatan anak membantu ekonomi orang tua setelah pulang sekolah, serta menghilangkan kesempatan anak belajar agama di Madrasah Diniyah.

“Sebab itu kita tidak bisa mengatakan bahwa FDS ini menjadi solusi bagi perbaikan mutu pendidikan kita karena jelas-jelas merampas sejumlah hak anak,” jelas Ai.?

Fans Gus Dur

Ai menandaskan bahwa sudah seharusnya kebijakan pemerintah bersendikan kepada apa yang telah ditanamkan oleh para pendiri bangsa, yaitu kebijakan yang menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Dan itu harus menjadi pegangan negara untuk membina akhlak generasi bangsa ini melalui pola dan kebijakan yang tepat,” pungkasnya. (Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, IMNU Fans Gus Dur

Senin, 08 Januari 2018

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo

Solo, Fans Gus Dur. Berbagai acara pawai atau parade kerap kali digelar di Kota Solo, baik yang bertema budaya maupun kebangsaan. Namun pada Kamis (6/6), diadakan acara yang berkonsep agak berbeda, yakni memadukan unsur antara budaya dan Religi. Acara tahunan ini diagendakan bertepatan dengan hari Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab.

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pecinta Shalawat Banjiri Kota Solo

Dalam acara yang bertajuk "Parade Hadrah; Solo Bershalawat 2013" tersebut ratusan ribuan peserta yang terbagi dalam berbagai grup hadrah tumpah ruah di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan ini merupakan untuk kelima kalinya diadakan. Sejak tahun 2009 sampai sekarang, jumlah pesertanya juga terus meningkat. KH Idris Shofawi, mewakili panitia mengatakan, sudah ada 145 grup hadrah yang mendaftar. Tapi jumlah tersebut akan terus bertambah.

Fans Gus Dur

“Banyak yang mendaftar pas hari-H. Para peserta datang dari berbagai daerah se Solo Raya,” tuturnya, Rabu (5/6).

Fans Gus Dur

Dia menambahkan tujuan acara ini yakni untuk mensyiarkan sholawat di Kota Solo. Juga untuk memperingati Isra’ Mi’raj.

“Kita ingin mengajak masyarakat agar giat bersholawat. Daripada untuk kegiatan yang tidak bermanfaat lebih baik banyak bershalawat,” tutur pemimpin Jamuro itu.

Saat pelaksanaan acara, terdengar lantunan sholawat pujian kepada Nabi Muhammad saw dengan diiringi irama rebana, begitu membahana di pusat Kota Solo. Rombongan parade itu berjalan dari Lapangan Kota Barat dan berakhir sampai pada Balai Kota Solo. Mereka ada yang berjalan kaki, namun ada pula yang naik mobil. Acara diakhiri dengan pembacaan mahalul qiyam dan doa bersama di lapangan depan Pendhapi Balai Kota.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Ulama, IMNU Fans Gus Dur

Minggu, 07 Januari 2018

PCNU Semarang Gelar Lomba Menulis Surat untuk Wali Kota

Jakarta, Fans Gus Dur

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/10), menggelar dua lomba bagi pelajar dari SD hingga SMA. Lomba itu berupa Menulis Surat Kagem Mas Hendi dan Paduan Suara Mars Syubbanul Wathan.

Menulis Surat Kagem Mas Hendi berarti menulis surat buat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi. Perlombaan akan berlangsung di Gedung Serbaguna Masjid Agung Jawa Tengah mulai pukul 08.00 WIB.

PCNU Semarang Gelar Lomba Menulis Surat untuk Wali Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Semarang Gelar Lomba Menulis Surat untuk Wali Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Semarang Gelar Lomba Menulis Surat untuk Wali Kota

"Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan melatih pelajar peduli terhadap kemajuan Kota Semarang dengan menulis surat untuk Walikota," kata Ketua Panitia Agus Fathuddin Yusuf, dalam siaran pers, Ahad (16/10).

Fans Gus Dur

Sedangkan lomba paduan suara dimaksudkan untuk menguatkan nasionalisme pelajar karena isi lagu ciptaan KH Wahab Chasbullah itu adalah cinta bangsa. Mars Syubbanul Wathan atau lagu yang dikenal dengan sebutan lagu “Ya Lal Wathan” ini diciptakan sebelum NU dan NKRI berdiri untuk memompa semangat kebangsaan rakyat pribumi. Untuk konfirmasi seputar acara, bisa menghubungi Mustafidin (0819-0122-8116). (Mahbib)



Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU Fans Gus Dur

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden

Beirut, Fans Gus Dur

Parlemen Lebanon pada Rabu (13/7) gagal untuk ke-42 kali berturut-turut memilih presiden baru akibat kurangnya kuorum yang ditentukan oleh undang-undang dasar.

Ketua Parlemen Nabih Berri menyerukan sidang baru pada 8 Agustus.

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Ke-42 Kalinya, Parlemen Lebanon Gagal Pilih Presiden

Lebanon tak memiliki presiden sejak masa jabatan Presiden Michel Suleiman berakhir pada 25 Mei 2014, dan perpecahan politik tajam menghalangi pemilihan presiden petahana.

"Keputusan politik yang menghalangi pemilihan seorang presiden masih ada dan sejarah akan menimpakan kesalahan pada mereka yang menghalangi pemungutan suara ini," kata anggota parlemen independen Boutros Harb kepada wartawan setelah sidang tanpa hasil tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua.

Hanya 37 anggota parlemen yang datang ke gedung parlemen untuk mengikuti sidang itu, sementara dua pertiga dari 128 kursi di parlemen merupakan kuorum yang diperlukan.

Fans Gus Dur

Menurut Pakta Nasional, Presiden Lebanon harus beragama Kristen Maronit sedang ketua parlemen adalah penganut Syiah dan perdana menteri seorang Muslim Sunni.

Undang-undang dasar menetapkan jika tak ada presiden, kabinet bertugas memerintah negeri tersebut sampai seorang presiden terpilih.

Hizbullah, blok Perubahan dan Pembaruan Michel Aoun dan sebagian sekutu mereka telah memboikot sidang pemilihan presiden tersebut, dan menuntut kesepakatan lebih dulu mengenai seorang presiden.

Pemimpin Gerakan Al-Mustaqbal mantan anggota parlemen Saad Al-Hariri --yang dekat dengan Arab Saudi-- melancarkan satu gagasan pada penghujung 2015 untuk mencalonkan Ketua Gerakan Marada, anggota parlemen Suleiman Franjieh, untuk menjadi presiden.?

Fans Gus Dur

Tapi usulnya mendapat penentangan dari partai Kristen utama di negeri tersebut serta Hizbullah. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Kajian Sunnah Fans Gus Dur

Jumat, 29 Desember 2017

Istighotsah Tak Hanya Diminati Warga NU

Jakarta, Fans Gus Dur

Ritual Istighotsah ternyata tak hanya diminati warga Nahdlatul Ulama. Beberapa kalangan yang dinilai kurang akrab dengan kegiatan agama pun melakukan aktivitas dzikir dan doa yang berisi pembacaan sejumlah ayat al-Qur’an, shalawat, tashbih, tahlil, dan asma’ul husna, itu.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Ibrahim Karim dalam acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan LDNU yang digelar di Masjid an-Nahdlah di lantai dasar gedung PBNU, Jakarta, Rabu (26/6) malam.

”Menjelang UN (Ujian Nasional) kemarin, sekolah-sekolah negeri—bukan sekolah Islam—banyak sekali yang menyelenggarakan istighotsah. Malah saya pernah saksikan karyawan mau demo, istighotsah dulu. Ini menunjukkan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah diterima masyarakat luas,” katanya.

Istighotsah Tak Hanya Diminati Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Tak Hanya Diminati Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Tak Hanya Diminati Warga NU

Seperti diwartakan Fans Gus Dur menjelang UN beberapa waktu lalu, sejumlah sekolah tingkat menengah pertama dan atas non-agama, baik yang berstatus swasta maupun negeri, menggelar istighotsah dan mujahadah di beberapa daerah, seperti Wonosobo, Probolinggo, Jepara, dan Wonosobo.

Istighotsah dan Pengajian Bulanan LDNU diikuti ratusan Nahdliyin selama kurang lebih tiga jam. Selain istighotsah dan pengajian, kegiatan rutin ini juga diisi kajian kitab kuning seputar Ahlussunnah wal Jamaah.

Dalam kajian kitab kuning, LDNU mengingatkan jamaah untuk teguh dalam meyakini sekaligus tidak mudah memberikan vonis sesat kepada kelompok lain. Sikap ini dinilai menjadi karakter dasar keberagamaan Ashlussunnah wal Jamaah.

Fans Gus Dur

”Kalaupun ada perbedaan tidak sampai mengkafirkan. La yukaffiru ba’dluhu ba’dlan,” kata narasumber kajian KH Misbahul Munir, yang juga pengurus LDNU.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Cerita, IMNU Fans Gus Dur

Kamis, 21 Desember 2017

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja

Jombang, Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor Jombang memastikan kader dan anggotanya tidak ada yang berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi demonstrasi, Jumat (4/11). ? Namun demikian, dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) hendaknya segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

Penegasan ini disampaikan Ketua GP Ansor Jombang Jawa Timur, Zulfikar Damam Ikhwanto. "Kader Ansor dan Banser tidak ada yang berangkat ke Jakarta demi mengikuti demonstrasi 4 November," katanya, Kamis (3/11) petang di kantornya. Justru sejumlah kader akan mengerjakan amaliyah Ahlussunnah waljamaah dengan berdoa, membaca shalawat, istigatsah demi bangsa Indonesia agar lebih baik, lanjutnya.

Bagi Gus Antok, sapaan akrabya, kepada masyarakat yang melakukan demonstrasi agar mengedepankan persatuan dan kesatuan, serta menjaga kebhinekaan. "Upaya-upaya memecah persatuan Indonesia harus kita tangkis bersama," terangnya. ? Dan kalaupun melakukan demonstrasi hendaknya tetap menjaga suasana kondusif, tidak melakukan tindakan anarkhis, serta berdemo secara santun demi menjaga keutuhan NKRI. ?

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tak Perlu Ikut Demo, Kerjakan Amaliyah Aswaja Saja

Ia menandaskan, boleh saja melakukan demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi. "Namun sebagai Muslim dan warga negara Indonesia, hendaknya hal tersebut dilakukan dengan cara yang santun," pesannya.?

Pesan Gus Antok, saat melakukan demo hendaknya tidak dengan menyampaikan ujaran kotor dan umpatan yang justru merusak tata nilai sebagai orang beragama. "Tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati, mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa sebagai masyarakat yang mejemuk terdiri dari berbagai suku, ras, dan agama," tandasnya.?

Fans Gus Dur

"Kita serahkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan saudara Ahok kepada kepolisian sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," katanya.?

Baik Ansor dan Banser mendukung fatwa MUI Pusat dan hasil musyawarah ulama, tokoh masyarakat, dan ? juga para kiai di Jombang beberapa waktu lalu agar kasus Ahok diproses sesuai mekanisme hukum yang ada di Tanah Air. (Ibnu Nawawi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian, IMNU, Doa Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

Sumenep, Fans Gus Dur. Setiap bangsa mendambakan keadilan negaranya. Negara yang adil dapat mengkristalkan kewibawaan. Sedikitnya ada 4 "bahan bakar" untuk mewujudkan hal itu. Demikian penegasan Hakim Agung Kamar Pidana RI Dr H Artedjo Alkostar saat mengisi kuliah perdana ratusan mahasiswa baru Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Guluk-Guluk, Sumenep, di Aula As-Syarqawi Annuqayah, Sabtu (3/9).

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

"Keempatnya meliputi; negara memberikan makan bangsa, menyediakan transportasi, menegakkan keadilan, dan menjaga kearifan lokal," terang Artidjo.

Wakil Rektor III KH. A. Wasil Hasyim menyatakan, kuliah perdana tahun ini mengangkat tema Peran Pesantren dalam Membangun Masyarakat Madani dan Anti Korupsi". Tujuannya, dalam rangka membentuk mental mahasiswa supaya tidak terjebak para lumpur kotor korupsi.?

"Sekarang ini bantuan dana dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan cukup besar. Untuk itu, setelah mahasiwa lulus kuliah, diharapkan sukses mengantisipasi potensi korupsi dalam lembaga pendidikan maupun pemerintahan.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Rektor Instika KH Abbadi Ishom mengaku bersyukur atas kehadiran Alkostar. Kata Kiai Abbadi, Alkostar ibarat malaiakat bagi para koruptor yang menegakkan keadilan.

"Saya memiliki pertanyaan kepada Bapak Artidjo Alkostar. Saya selaku pinpinan merasa sangat sulit untuk memajukan pendidikan kampus. Sebab, kampus swasta sering dianaktirikan oleh pemerintah. Sementara yang berbasis negeri, lumayan dianakemaskan," kritiknya.

Fans Gus Dur

Diterangkan, ketimpangan perhatian tersebut dikarenakan dari pemerintahan sendiri. Terdapat diskriminasi dalam Undang-Undang kependidikan yang mendikotomi terhadap kampus swasta dan kampus negeri.

"Diakui atau tidak, pendidikan swasta lebih-lebih yang ada di naungan pesantren, cukup besar perannya dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Seperti halnya pendidikan di kampus Instika ini. Pendidikan pesantren punya andil bsar dalam kemajuan bangsa," tekannya.

Dalam sejarah kemerdekaan pun, tambah Kiai Abbadi, pesantren tidak bsa dipisahkan dengan jasa-jasa kemerdekaan. Bagi Kiai Abbadi, sangat membingungkan sekali dengan kebijakan atau peraturan yang ada di Indonesia.

"Belum lama ini kami mengajukan jurusan Pedidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika. Itu tidak diterima oleh pemerintah. Padahal, di kampus negeri, Pendidikan Bahasa Inggris ada. ? Saya bertanya mengapa di kampus negeri itu ada Pendidikan Bahasa Inggris. Pemerintah selalu berdalih bahwa pendidikan kampus negeri dan pendidikan swasta tidak bisa disamakan," terangnya.

Pernyataan Rektor Instika yang menyebutkan diskriminasi aturan dalam pendidikan dibenarkan oleh Artiedjo Alkostar. Ia menyarankan agar pesantren memperjuangkan usahanya dan mencari celah-celah dari Undang- Undang tersebut. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Pahlawan, AlaNu Fans Gus Dur

Kamis, 07 Desember 2017

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI

Surabaya, Fans Gus Dur

Lembaga Talif wan Nasyr (LTN) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meluncurkan diskusi “Cangkir Sembilan”, Rabu (10/5). Acara peluncuran diiringi diskusi perdana yang mengangkat tema “HTI Undercover: Membongkar Jaringan dan Strategi HTI di Balik Jargon Khilafah”.

Forum tersebut mendatangkan mantan aktivis HTI Ainurrafiq dan pengamat Timur Tengah KH Imam Ghozali Said sebagai narasumber. Diskusi yang diperkirakan dihadiri 100 peserta itu mencapai 500 peserta.

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Hal dari Cangkir Sembilan untuk HTI

"Mungkin karena momentumnya yang pas. Karena baru kemarin Senin pemerintah membubarkan HTI," kata Ahmad Najib AR, Ketua PW LTN PWNU Jatim Rabu (10/5) dini hari.

Fans Gus Dur

Dari forum Cangkruk Fikir (Cangkir) Sembilan ini, menyimpulkan ada sembilan poin yang nantinya akan menjadi rekomendasi bersama. Sembilan poin ini dibacakan oleh Wakil Ketua PW LTN PWNU Jatim Wasid Mansyur.? "Berdasarkan data dan fakta-fakta kesejarahan dan teoritis serta kondisi sosial," kata Wasid.

Berikut adalah sembilan kesimpulan juga rekomendasi tersebut:

Fans Gus Dur

1. Hizbut Tahrir/HT yang didirikan oleh Syaikh Taqiyyuddin Al-Nabhani, selanjutnya berkembang menjadi HTI, lahir dari proses ketidakberdayaan dalam merespon kondisi politik umat Islam, khususnya pasca runtuhnya Turki Usmani di satu sisi dan hingga eksodusnya Yahudi di beberapa daerah di Timteng, hingga melahirkan Israel.

2. Atas fakta tersebut, maka sulit HTI mengelak hanya sebagai gerakan dakwah. Berbagai kasus di beberapa negara konsep Khilafah Islam selalu dipasarkan, dengan anggapan konsep ini adalah solusi atas dominasi asing/Barat. Ketika kuat, kudeta berdarah dilakukan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah, pastinya selalu membawa simbol-simbol agama.

3. Hanya untuk memasarkan konsep khilafah, HTI seringkali plin plan dan menghalalkan segala cara untuk mencari klaim massa. Di satu pihak dia menolak aksi demo karena lahir dari tradisi berdemokrasi. Tapi, di pihak yang berbeda seiring perjalanan waktu, HTI sering turun jalan memasarkan ideologinya dengan ragam model, misalnya long march, aksi sosial bahkan terakhir aksi menggunakan isu masirah panji Rasulullah.

4. Itulah HTI. Tidak salah hanya untuk kepentingan di atas, HTI seringkali mengelabui masyarakat yang tidak tahu. Misalnya, aksi masirah di Jatim baru-Baru ini, telah mengelabui banyak pihak, dengan berdalih ziarah ke makam Sunan Ampel, tapi setelah itu mereka yang lugu dan tidak tahu apa-apa diajak ikut aksi HTI.

5. Lebih dari itu, mengelabui konsep juga dilakukan. Misalnya, dengan mencatut tokoh-tokoh sepuh NU untuk menggiring publik bahwa beliau-beliau juga setuju konsep khilafah. Padahal, beliau-beliau sejak awal ikut melibatkan diri, baik jiwa maupun harta untuk kedaulatan NKRI.

6. Maka bagi kita, khilafah atau imamah adalah bagian dari proses ijtihadi dari setiap bangsa. Tidak ada sampai sekarang negara di dunia yang menganut konsep politik khilafah islamiyah, termasuk Saudi, Tunisia dan lain-lain. Bahkan, tidak sedikit negara di dunia Islam yang melarang.

7. Pembubaran HTI, sebenarnya telah terlambat. Tapi, dari pada tidak sama sekali. Sulit mengelak sebab berbagai fakta menunjukkan perlawanan HTI terhadap NKRI, dan falsafah pancasila.

8. Kita sebagai anak bangsa, kita bangga hidup dalam kultur kebangsaan Indonesia yang damai dan islami. Maka, Siapapun yang merusak sendi sendi NKRI, maka harus berhadapan dengan NU dan Muhammadiyah; berhadapan dengan GP Ansor dan Banser.

9. Cangkir 9 merekomendasikan agar pemerintah dan ormas cinta NKRI untuk menginisiasi Taubat NKRI dan kembali ke pangkuan Negara Pancasila bagi semua anggota HTI dari berbagai status sosial.



(Rof Maulana/Mahbib)


Baca: Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Ahlussunnah, Sholawat Fans Gus Dur

Selasa, 28 November 2017

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Tangerang, Fans Gus Dur. Dalam persidangan keempat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Mustolih Siradj (konsumen dan donatur Alfamart) selaku Tergugat II mengajukan saksi penting, yakni A. Alamsyah Saragih Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) angkatan pertama.

Dalam kesaksiannya, Alamsyah menyatakan, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat masuk kategori sebagai Badan Publik. Hal tersebut sebagai konsekuensi pertanggungjawaban kepada publik meskipun entitas Perseroan adalah badan hukum yang seharusnya mencari laba (untung).

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

“Hal itu sebagai social control kepada penyelenggara sumbangan,” ujar Alamsyah, Jumat (17/3).

Maka itu, lanjutnya, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat dapat dimintai data atau informasi oleh Donatur maupun masyarakat luas.

Fans Gus Dur

Alamsyah yang kini menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menambahkan, laporan Perseroan yang mengumpulkan sumbangan kepada Menteri Sosial tidak menggugurkan kewajibannya kepada publik

“Memberikan informasi seputar sumbangan. Begitu pula dengan yayasan atau lembaga yang mendapatkan atau menerima penyaluran donasi dari Perseroan tersebut juga menjadi Badan Publik,” tegas Alamsyah.

Alamsyah juga menyesalkan apabila ada Perseroan yang meminta sumbagan dari masyarakat tetapi kemudian uang sumbagan itu diklaim sebagai dana CSR (Corporate Social Responsibility) Perusahaan tersebut.?

Fans Gus Dur

“Sebab mengenai CSR aturannya sudah jelas diatur UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas Jo PP No. 47/2012, sumber dana CSR dari dana perusahaan bukan sumbangan,” jelasnya.

Alamsyah Saragih menguatkan Putusan KIP No. 011/III/KIP-PS/2016 yang menyatakan bahwa Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) sebagai Badan Publik karena meminta sumbangan kepada masyarakat atau konsumen secara agresif, rutin, dan masif di seluruh Indonesia. Bahkan berkelanjutan selama bertahun-tahun dengan total donasi yang terkumpul hampir mencapai Rp100 miliar. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa, Sunnah, IMNU Fans Gus Dur

Kamis, 23 November 2017

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus

Majalengka, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Majalengka berencana akan membuat kartu anggota NU (Kartanu). Hal ini terungkap seiring diselenggarakannya silaturahim dan konsolidasi internal dalam acara halal bihalal di gedung PCNU Majalengka di Jalan Pangeran Muhammad 15 Cikalong, Sukahaji, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (23/8) siang.

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Majalengka Akan Terbitkan Kartanu Khusus

Ketua PCNU Majalengka KH Harun Bajuri mengatakan, Kartanu yang pihaknya terbitkan dibuat khusus untuk anggota NU Majalengka dan bekerja sama dengan Bank Mandiri Majalengka.

Ia mengimbau pada seluruh warga NU Majalengka untuk turut serta dalam pembuatan Kartanu Khusus ini. Tidak hanya berfungsi sebagai identitas, Kartu ini  juga bisa digunakan sebagai alat transaksi keuangan ke Bank Syariah Mandiri Majalengka.

Fans Gus Dur

Harun juga menegasan, penyelenggaraan halal bihalal ini menjadi ajang untuk saling bertatap muka dan menguatkan kembali perangkat organisasi. Ia berharap ke depan penguatan organisasi di semua tingkatan bisa lebih massif sehingga NU Majalengka lebih baik untuk mempertahankan tradisi Islam Aswaja ala NU di tengah-tengah masyarakat Majalengka.

Fans Gus Dur

Acara tersebut dihadiri seluruh pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), Pengurus Ranting NU, serta badan otonom NU setempat. Hadir juga Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beserta seluruh anggota DPRD Fraksi PKB Majalengka. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, IMNU, Meme Islam Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

Pesantren Citangkolo Banjar Usulkan Kitab Kuning Jadi Turats Aswaja

Banjar,Fans Gus Dur. Adanya Musabaqah Kitab Kuning (MKK) yang digagas Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan DKN Garda Bangsa disambut baik pondok pesantren. Pasalnya dengan musabaqah akan semakin dikenal apa itu kitab yang biasa diajarkan di pesantren.

Pesantren Citangkolo Banjar Usulkan Kitab Kuning Jadi Turats Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Citangkolo Banjar Usulkan Kitab Kuning Jadi Turats Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Citangkolo Banjar Usulkan Kitab Kuning Jadi Turats Aswaja

Ada usulan dari Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Langensari Kota Banjar, Jawa Barat KH Munawir Abdul Rohim agar istilah kuning itu diganti dengan turats. Hal itu agar lebih mengena dengan syiar yang dikembangkan Nahdlatul Ulama.

"Jangan disebut kitab kuning, tapi kitab turats (tradisi) Ahlussunah wal-Jama’ah. Sehingga musabaqah pun namanya Musabah Kitab Turats Aswaja misalnya," kata KH Munawir saat membuka Musabaqah Kitab Kuning (MKK) tingkat Kota Banjar di pesantren yang dipimpinnya, Sabtu (15/4).

Fans Gus Dur

Menurut KH Munawir memang tak salah disebut kitab kuning karena berdasar kertas kitab berwarna kuning. Namun kuning juga identik dengan warna salah satu partai sehingga akan bias kalau digelar oleh PKB.

"Ini usul bukan kritik. Silakan sampaikan ke pusat," ujarnya.

Fans Gus Dur

Ketua DKW Garda Bangsa Jabar Ahmad Irfan Alawi menyambut baik masukan dari KH Munawir. Segera disampaikan ke DPP untuk dikaji kembali akan usul tersebut.

"Masukan yang sangat baik sekali karena istilahnya jangan kuning karena khawatir diklaim parpol lain. Tapi insyaallah isinya tak kekuning-kuningan..hehe. Dan saya setuju dengan sebutan kitab turats, kitab tradisinya Aswaja," ucapnya.

MKK yang digelar di seluruh kota dan kabupaten Jawa Barat sudah hampir selesai. Saat ini tinggal menggelar semi final yang akan digelar di lima zona Jawa Barat.

MKK Kota Banjar diikuti 41 peserta untuk empat kategori yakni Hifdun Nadhom Alfiah Ibnu Malik, Qiratul Khutub Ihya Ulumudiin, Nadhom Imrithi dan Qiroatul Kutub Fathul Qorib. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Hadits Fans Gus Dur

Sabtu, 18 November 2017

Diskusi Demokrasi Iringi Pelantikan Pengurus PMII Purworejo

Purworejo, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, secara resmi dikukuhkan di Ballroom Sanjaya Inn Hotel Purworejo, Ahad (24/11). Sedikitnya 23 kader PMII dilantik menjadi pengurus cabang untuk masa khidmat 2013-2014.

Diskusi Demokrasi Iringi Pelantikan Pengurus PMII Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)
Diskusi Demokrasi Iringi Pelantikan Pengurus PMII Purworejo (Sumber Gambar : Nu Online)

Diskusi Demokrasi Iringi Pelantikan Pengurus PMII Purworejo

Acara pelantikan dirangkai dengan seminar bertajuk “Reorientasi Peran Mahasiswa dalam Sistem Demokrasi di Indonesia”. Hadir dalam perhelatan kali ini Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah Muhammad Zuyyina Laili Jawa Tengah, Wakil Ketua DPRD M Abdullah, KH Khundari dari Mabincab PMII Purworejo, Polres, Koramil, pengurus NU setempat, elemen organisasi mahasiswa, serta ratusan kader PMII.

Ketua panitia Muhammad Hamzah mengatakan, dalam pelantikan tersebut, Lukman Hakim dilantik menjadi Ketua PMII Purworejo periode 2013-2014 menggantikan Saiful Anwar, ketua periode sebelumnya.

Fans Gus Dur

“Dalam kegiatan ini, kita bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo. KPU menyisipkan materi? tentang sosialisasi Pemilu Legislatif dan Presiden 2014 mendatang,” terang Hamzah saat ditemui disela-sela kegiatan.

H Muslihin Madiani, salah satu narasumber seminar yang juga mantan Ketua KPU Purworejo,? menyayangkan kedaulatan Indonesia yang ia nilai sudah tidak dirasakan kehadirannya dan kehidupan sehari-hari.

Fans Gus Dur

“Mulai dari fashion, makanan, alat telekomunikasi, kendaraan hingga apapun kita sudah tidak lagi berdaulat. Di Negeri kita sendiri, kita menjadi budak bagi asing,” ujarnya.

Lebih lanjut Muslikhin mencontohkan, sebuah pabrik air minum kemasan yang cukup terkenal di Indonesia. Air diambil dari bumi Indonesia, dikemas oleh orang Indonesia, dibeli oleh orang Indonesia, namun yang menikmati laba dan keuntungan dari produksi ini justru orang-orang asing.

Sementara itu, Purnomosidi selaku komisioner KPU Bidang Sosialisasi dalam paparannya juga menegaskan,? kader PMII ini merupakan generasi muda potensial untuk dididik agar menjadi manusia yang tidak apolitik.

“Kondisi saat ini cukup memprihatinkan karena kecenderungan mahasiswa hari ini udah mulai ogah-ogahan berdiskusi politik? atau belajar tentang politik. Padahal setiap hari, tanpa disadari kita tidak bisa lepas dari politik,” tandasnya.

Purnomosidi menambahkan, saat ini percepatan globalisasi semakin menggila dari waktu ke waktu. Meskipun begitu, seolah kita terlena dengan keterpurukan ini dan justru menikmatinya. Globalisasi berjalan sangat cepat, sementara masyarakat Indonesia terseok-seok mengimbanginya.

“Ini sangat memprihatinkan. Maka membaca dan diskusi menjadi cukup urgen ketika kita mengaku sebagai aktivis mahasiswa. Untuk itu, penguasaan pengetahuan menjadi kebutuhan yang cukup mendesak untuk terus digalakkan dan didorong karena abad mendatang, pemenang pertarungan dilevel manapun yang menang adalah power of knowledge,” tandasnya. (Hakim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Nasional, IMNU Fans Gus Dur

Rabu, 15 November 2017

Laksanakan Tridharma, UIM Bikin Try Out Santri dan Siswa

Palopo,Fans Gus Dur. Universitas Islam Makassar (UIM) bekerja sama dengan Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL) menyelenggarakan try out Ujian Nasional bagi Siswa-Santri SMA/SMK/MA di Gedung Kesenian Lagaligo Kota Palopo, Kamis (19/2).

Laksanakan Tridharma, UIM Bikin Try Out Santri dan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Laksanakan Tridharma, UIM Bikin Try Out Santri dan Siswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Laksanakan Tridharma, UIM Bikin Try Out Santri dan Siswa

Pembantu Rektor IV UIM Dr. Nur Taufiq Sanusi membuka kegiatan tersebut. Pada pembukaan ia mengatakan, dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, UIM melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Kerja sama itu, tambah dia, tak hanya dilakukan dengan pihak dalam negeri, tapi juga luar negeri. Hal itu sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan dan akses para alumni salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Makassar tersebut.

Fans Gus Dur

Menurut putra Gurutta KH Sanusi Baco, try out tersebut sebagai bentuk kepeduliaan UIM santri dan siswa agar kelulusan mereka meningkat.

Fans Gus Dur

Hadir ribuan pelajar dari berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kabupaten/Kota Palopo, Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pahlawan, Doa, IMNU Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock