Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Guru besar sejarah Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Bambang Purwanto mengatakan, penerbitan buku putih “Benturan NU-PKI: 1948-1965” oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempunyai tempat tersendiri dalam penulisan sejarah atau historiografi Indonesia. Dan sebagai sebuah sejarah, buku putih itu tentu memuat subyektifitas.

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru

“Sejarah tidak pernah obyektif. Historiografi selalu memuat subyektifitas. Bagi kami sejarawan, buku putih yang ditulis oleh NU ini sangat berarti sebagai sumber historiografi,” kata Prof Bambang dalam bedah buku putih itu di kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (3/4). Kegiatan yang digelar PWNU Yogyakarta dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan tim penulis dari Jakarta.

Sebelumnya ketua tim penulis buku putih Abdul Mun’im DZ mengatakan, buku putih itu ditulis sebagai bahan pegangan atau panduan bagi warga NU sendiri, terutama generasi muda yang tidak terlibat dalam peristiwa penting yang melibatkan NU di masa lalu. “Buku ini lebih tepat disebut sebagai buku politik, bukan buku ilmiah,” kata Wakil Sekjen PBNU itu.

Fans Gus Dur

Bambang Purwanto mengatakan, jika buku “Benturan NU-PKI” itu dimaksudkan sebagai buku panduan bagi kader NU atau menjadi buku politik, maka berbagai pertanyaan yang menyangkut persoalan historiografi telah selesai. Dalam konteks itu, buku putih yang ditulis oleh NU sudah berhasil.

Fans Gus Dur

“Sebagai buku pegangan bagi kader NU, buku ini sudah berhasil menyampaikan apa yang ingin disampaikan dan layak untuk dibaca. Buku ini telah berhasil betul mengatakan bahwa NU itu hebat betul. Bahwa NU hampir tidak ada cacat,” katanya.

Namun, ia memberikan catatan, buku putih NU itu sangat monolitik. “Tidak ada yang berperan selain NU. Yang lain hanya pelengkap. Bahwa NU kemudian menjadi superhero, sangat terasa dalam buku ini,”katanya.

Namun menurutnya, membaca buku putih itu sama seperti membaca Babad Tanah Jawi, atau babad dan hikayat lainnya. Dengan menulis buku itu, lanjutnya, NU itu telah mengembalikan tradisi penulisan sejarah yang dilakukan orang-orang terdahulu.

“Buku putih ini merupakan produk narasi NU yang menjadi bahan baru untuk menulis historiografi baru,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Cerita, Sejarah Fans Gus Dur

Jumat, 23 Februari 2018

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar

Sampang, Fans Gus Dur. KSPP Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Tambelangan Kabupaten Sampang, Jawa Timur telah resmi diluncurkan, Kamis (12/1). Kehadirannya diharapkan dapat menjadi penyemangat "Nahdlatut Tujjar" yang digelorakan Mbah Wahab Chasbullah pada tahun 1914 silam.

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar (Sumber Gambar : Nu Online)
BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar (Sumber Gambar : Nu Online)

BMTNU Tambelangan Munculkan Spirit Nahdlatut Tujjar

"Tentu acara ini menjadi sebuah kebanggaan sendiri bagi kalangan NU wabilkhusus warga NU Tambelangan," ujar Ketua Tanfidziyah MWCNU Tambelangan, KH Mujib saat memberi sambutan.

Kalau selama ini NU dikenal kaya pendapat, tambah Kiai Mujib, maka dengan hadirnya BMTNU ke depan insya Allah kuga akan kaya pendapatan. Sehingga, lebih bisa mandiri dalam menggerakkan organisasi.

"Dengan adanya BMTNU ini, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan warga NU serta lebih memajukan perjuangan NU," tukasnya.

Muaranya, BMTNU Tambelangan bisa menyemai manfaat bagi kemandirian jamaah dan jamiyah NU. Serta, berdaya guna untuk mendorong kejayaan agama, bangsa, dan negara. (Hairul Anam/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Lomba, Sejarah Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

Jakarta, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menggugat iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di sejumlah media massa. Ia mengaku tak mengira bila seruan yang di dalamnya terdapat nama berikut tanda tangannya itu bakal diiklankan di media massa, apalagi juga menyebut dua nama konglomerat yang diduga tersangkut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).



Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Gugat Iklan “Jihad Melawan Koruptor BLBI” di Media Massa

“Seharusnya seruan tersebut langsung diserahkan pada pihak yang berwenang agar segera dituntaskan. Tapi, ini malah diiklankan. Apalagi di situ ada nama Sjamsul Nursalim dan Antoni Salim. Kesannya jadi tidak obyektif,” ungkap Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (28/8)

Hasyim mengatakan sangat mendukung terhadap gerakan dan seruan moral yang mendesak kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus BLBI itu. Apalagi desakan itu tidak didukung dirinya saja, melainkan juga bersama pemimpin 14 organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia lainnya.

Fans Gus Dur

“Saya menandatangani formulir (seruan “Jihad Melawan Koruptor BLBI”) itu dalam keadaan sadar, dan saya sangat mendukung, apalagi di situ ada nama Pak Din (Syamsuddin – Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah), Tarmizi Taher (Mantan Menteri Agama), dan lain-lain. Itu kan gerakan moral. Tapi, waktu saya tanda tangan itu tidak ada nama orang yang disebut sebagai koruptor BLBI itu,” ungkap Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur itu.

Selain itu, tambahnya, di dalam formulir yang ia tanda tangani tersebut tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika seruan tersebut akan diiklankan di media massa. Ia menyimpulkan bahwa ada pihak-pihak yang telah ‘memproses’ seruan tersebut untuk kepentingan tertentu dengan mengatasnamakan para pemimpin ormas Islam.

Fans Gus Dur

“Saya mengimbau kepada orang yang ‘memproses’ seruan itu untuk segera berhenti dan tidak lagi mengiklankan seruan tersebut, melainkan langsung diserahkan kepada pihak berwenang. Penyebutan nama-nama koruptor itu menimbulkan kesan tidak obyektif,” pungkasnya.

Seruan yang didukung 14 pemimpin ormas Islam di Indonesia itu ditandatangani di Jakarta, 2 Juli 2007. Media massa yang menampilkan seruan tersebut adalah majalah berita mingguan Tempo edisi Khusus Hari Kemerdekaan 13-19 Agustus 2007 pada halaman 147.

Ke-14 ormas itu adalah NU, Muhammadiyah, Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indoensia (ICMI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al-Irsyad Al-Islamiyah, dan Dewan Masjid Indonesia. Lalu, Al-Wasliyah, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Indonesia, Wanita Islam, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Persatuan Islam (Persis).

Pengurus Pusat Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI), Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM) juga menyatakan mendukung seruan tersebut.

Dalam seruan itu, disebutkan BLBI, obligasi rekap dan program penyehatan perbankan yang diberikan pemerintah mencapai lebih dari Rp650 triliun. Padahal dana itu bisa digunakan untuk membangun fasilitas kesehatan, jalan-jalan di pedesaan, ruang belajar, dan sekolah gratis, serta peningkatan kesejahteraan bagi rakyat miskin. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Sejarah Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus

Jepara, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jepara menyempatkan halal bihalal kepada sesepuh IPNU Zainut Tauhid di kediamannya, Desa Potroyudan, Jepara, Senin (20/7). Zainut Tauhid adalah ketua Pimpinan Pusat IPNU era 80-an yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI komisi IV bidang pertanian.

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus

Dalam halal bihalal ini pengurus PC IPNU Jepara Miqdad Sya’roni mengungkapkan, pihaknya membutuhkan motivasi dari ketua PC IPNU Jepara era 70-an dan PP IPNU era 80-an ini. “Selain motivasi tentang keberlanjutan IPNU dan IPPNU di Jepara, kami juga meminta tips dan trik mendirikan PKPT pak,” kata mahasiswa UNISNU Jepara ini.

Zainut Tauhid mengatakan bahwa IPNU dan IPPNU Jepara harus senantiasa memberdayakan kader, terutama yang ada di bawah. Dalam pembinaan kader yang ada di lembaga pendidikan, IPNU Jepara bisa bekerja sama dengan LP. Ma’arif NU. “Karena mengingat periodisasi IPNU yang sangat pendek, jadi koordinasi terpenting untuk perawatan kader adalah dengan LP Ma’arif,” katanya.

Fans Gus Dur

Selain kerja sama dengan LP Ma’arif, IPNU di perguruan tinggi juga harus didirikan. “Kita harus memberikan pemahaman kepada mahasiswa arti pelajar di IPNU itu seperti apa,” imbuhnya.

Dalam mendirikan PKPT (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi) IPNU, para pendiri tidak usah meminta izin kepada rektor atau dosen terkait. Karena PKPT organisasi eksternal. “Jadi kalu mau mendirikan, ya dirikan saja. PMII biar berada di posisinya, mereka kan sudah menyatakan independen to. Tunjukin saja kualitasmu maka kamu akan diminati,” lanjutnya.

Fans Gus Dur

“Orang kalau sudah nyaman di IPNU dan IPPNU itu dia tak kan pindah-pindah ke organisasi yang lain. Jadi kamu harus punya data mahasiswa yang masuk itu dari sekolah mana saja, dan apakah sekolah itu ada IPNU dan IPPNUnya atau tidak,” pungkasnya. (Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Sejarah, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 20 Januari 2018

Ratusan Layang-layang Sambut Sumpah Pemuda dan Hijriyah

Ciamis, Fans Gus Dur. Para pemuda dan remaja Nahdlatul Ulama Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menggelar lomba layang-Layang di pesawahan Lakbok mulai Sabtu (19/10) dan akan berakhir Senin sore (21/10).

Salah seorang panitia, Wahidan Barkit Batubara, mengatakan kegiatan kerjasama dengan komunitas seni Prematur tersebut merupakan salah satu rangkaian menyambut peringatan hari sumpah pemuda yg ke 85 serta menyambut datangnya tahun baru Hijriyah.

Ratusan Layang-layang Sambut Sumpah Pemuda dan Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Layang-layang Sambut Sumpah Pemuda dan Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Layang-layang Sambut Sumpah Pemuda dan Hijriyah

“Alhamdulillah acara ini sangat meriah. Bahkan kami tidak menyangka peserta yang ikut bukan hanya dari warga Lakbok saja,” kata aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Banjar tersebut melalui pers rilis yang dikirim Ahad (20/10)

Fans Gus Dur

Wahid mengatakan para pecinta layang-layang datang dari luar daerah seperti Kota Banjar, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Pangandaran, bahkan dari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. “Ini di luar dugaan kami,” kata anggot GP Ansor Lakbok ini.

Ketua Komunitas Seni Prematur Tyus Roggo mengungkapkan, tujuan digelarnya lomba tersebut adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan permainan tradisional.

Fans Gus Dur

“Inti dari lomba ini juga adalah merupakan bentuk upaya kami para pemuda dalam melestarikan serta mengembangkan salah satu warisan budaya dan warisan permainan-permainan tradisional yang menjadi identitas sebuah bangsa Indonesia,” katanya.

Sebab, kata dia, nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional seperti layang-layang ini sangat tinggi, tetapi tergerus dengan maraknya permainan-permainan modern atau import.

Kegiatan yang mengikutsertakan karang taruna Desa Baregbeg tersebut  memperebutkan jutaan rupiah. Ketua Karang Taruna Desa Baregbeg Kecamatan Lakbok yang juga sebagai panitia penyelenggara, Solehudin menjelaskan, dari ratusan peserta hanya akan diambil 3 (tiga) juara terbaik.

“Penilaian layangan harus berlampu dan nyala sampai batas akhir terbang, kalau lampunya mati ketika masih dalam waktu perlombaan kami nyatakan diskualifikasi,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

PCNU Tanggamus Gelar Konferensi Cabang

Tanggamus, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tanggamus menggelar perhelatan rutinan 5 tahun sekali yang menjadi permusyawaratan tertinggi ditingkat cabang yakni Konferensi Cabang PCNU Tanggamus ke IV. 

Acara pembukaan diadakan di kantor PCNU Tanggamus dibuka oleh KH Soleh Bajuri, ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Lampung, dan dihadiri Wakil Bupati Tanggamus, Anggota KPU Kabupaten Tanggamus, Anggota KPU Provinsi, Anggota DPRD Tanggamus, Anggota DPRD Prov. Lampung, seluruh Badan Otonom ditingkat cabang, mulai Muslimat NU, Fatayat NU, GP. Ansor, IPNU, IPPNU undangan dari pengasuh pesantren se-kabupaten Tanggamus, tokoh agama dan masyarakat. 

PCNU Tanggamus Gelar Konferensi Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Tanggamus Gelar Konferensi Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Tanggamus Gelar Konferensi Cabang

KH Soleh Bajuri, ketua PWNU Lampung dalam sambutannya mengatakan “Diharapkan moment Konferensi Cabang ini menjadi pemersatu dan sekaligus mengembalikan serta menumbuhkan semangat perjuangan menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an Nahdliyyah.”

Fans Gus Dur

Acara ini digelar selama 2 hari pada 27-28 Desember 2014 dan dikemas secara sistematis sesuai AD/ART NU yakni pembukaan, pleno 1 Sidang Tata Tertib, pleno 2 LPJ PCNU Tanggamus dilanjutkan pandangan umum, sidang-sidang komisi, pleno 3 pengesahan hasil sidang-sidang komisi dilanjutkan pleno 4 pemilihan pengurus PCNU Tanggamus yang sebelumnya didahului demisioner pengurus lama. 

Fans Gus Dur

Sidang pleno pemilihan pengurus baru dipimpin oleh KH Soleh Bajuri Ketua PWNU Lampung dan sekretaris sidang Mislamudin. Dalam sidang pemilihan pengurus baru ini terpilihlah KH Marzuki Amin sebagai Rais Syuriyah PCNU Tanggamus dan H Amirudin Harun, MPd.I sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Tanggamus. (rudi santoso/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur IMNU, Pemurnian Aqidah, Sejarah Fans Gus Dur

Senin, 15 Januari 2018

Ketua PC IPPNU Jakbar Bantah Masuk Parpol

Jakarta, Fans Gus Dur. Kartika Laras Panduhati, Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Jakarta Barat mengklarifikasi terkait pemberitaan sejumlah media online belakangan ini yang mengaitkan dirinya dengan sebuah partai politik.



Ketua PC IPPNU Jakbar Bantah Masuk Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PC IPPNU Jakbar Bantah Masuk Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PC IPPNU Jakbar Bantah Masuk Parpol

“Saya secara pribadi maupun organisasi sama sekali tidak pernah menjadi anggota ataupun pengurus partai yang belakangan ini ramai dibicarakan" kata Kartika kepada Fans Gus Dur per telepon, Kamis (7/2) sore.

Kartika menolak pemberitaan yang tengah ramai mengenai dirinya. Ia menyatakan dengan jelas dan tegas bahwa pemberitaan sejumlah media online itu sama sekali tidak benar.

Kartika menilai kebenaran pemberitaan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan menurut pengakuannya, ia tidak mengerti apapun seputar dinamika internal partai tersebut.

"Mengenal seorang kader di partai tersebut, bukan berarti saya termasuk bagian dari kader partai itu," tambahnya.

Fans Gus Dur

Di ujung percakapan, Kartika meminta maaf secara terbuka kepada Ketua Umum PP IPPNU dan seluruh kader IPPNU atas kegaduhan berita terkait dirinya. “Semoga klarifikasi ini bisa menjernihkan kabar berita tentang perihal terkait," tegasnya.

"IPPNU adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat kepelajaran bukan kepartaian, diatur dalam anggaran rumah tangga IPPNU dan kami akan menulusuri kebenaran berita itu,"? kata Ketua Bidang Keorganisasian PP IPPNU Dewi Candra Nur Imamah kepada Fans Gus Dur di ruang sekretariat PP IPPNU, kantor PBNU lantai enam, Jakarta Pusat.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, Kartika juga sudah menghubungi Ketua Umum PP IPPNU untuk mengklarifikasi bahwa berita yang mengkaitkan dirinya dengan salah satu partai tersebut tidak benar.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader

Malang, Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang menggelar Rapat Kerja Cabang dan Rapat Koordinasi Banser di Villa Refa Bungkoh Dau Malang, Sabtu Ahad (16/17) lalu yang diikuti oleh peserta dari 33 PAC Ansor seKabupaten Malang.

Agenda tersebut bertujuan sebagai  langkah awal untuk menyusun Program Kerja Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Malang 2013 – 2014 yang juga bertujuan menguatkan kepeloporan kader Ansor.

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Malang Kuatkan Kepeloporan Kader

Kader muda Ansor merupakan kader pelopor, penggerak, pengemban, dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan. Bahtiar, Ketua Panitia Pelaksana mengatakan, Raker dan Rakor diharapkan dapat berbuah dan menghasilkan kajian strategis untuk mewujudkan kader muda Ansor  yang memiliki dedikasi dan disiplin tinggi.

Fans Gus Dur

“Kader Ansor dan Banser  harus mempunyai ketahanan fisik dan mental yang tangguh sebagai agen perubahan di tataran masyarakat luas, penuh daya juang dan menjunjung tinggi nilai religious sebagai banteng ulama serta dalam mewujudkan cita-cita Bangsa dan negara dan kemaslahatan umat,” ucap Bahtiar.

Fans Gus Dur

Di sela acara, Gus Tadlo, Satkorcab Banser Kab. Malang menambahkan, pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara, dan sebagai aktor dalam pembangunan.

“Gerakan Pemuda Ansor dan Banser harus menumbuhkankembangkan fungsi dan peran guna menjawab segala bentuk permasalahan baik internal maupun eksternal organisasi menuju kebijakan organisasi yang lebih baik dalam mewujudkan kader bangsa yang mempunyai kepribadian muslim, kepemimpinan yang tangguh, loyalitas tinggi, berwawasan organisasi, politik dan sosial serta mempunyai keterampilan dan skill yang cukup,” katanya. (Abdul Basyit/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah Fans Gus Dur

Selasa, 19 Desember 2017

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif

Semarang, Fans Gus Dur. Bandha (aset) wakaf yang dimiliki masjid perlu dikelola agar produktif. Pengelolaan tersebut maksudnya diupayakan supay menghasilkan uang yang bisa dipergunakan untuk kemakmuran masjid dan umat di sekitarnya.

Para nazhir masjid perlu mengupayakan hal tersebut agar? masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah sholat saja. Tidak sebatas fungsi sebagai takmir yang memakmurkan masjid dengan kegiatan keagamaan saja.

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif

Demikian disampaikan Ketua Lajnah Talif wan-Nasyr PWNU Jateng Dr H Muhyar Fanani MAg saat memberikan pembekalan kepada para nazhir masjid utusan kabupaten/kota se-Jateng dalam Workshop Workshop "Optimalisasi Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif Angkatan II yang diselenggarakan Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, di Hotel Muria, Semarang, Selasa, (4/11/2014).

Fans Gus Dur

Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo ini menyatakan, mayoritas aset masjid, baik berupa tanah maupun bangunan, tidak dikelola secara produktif alias dibiarkan saja sebagai harta tak bergerak. Dia mengutip data Kemenag RI, di tahun 2008 ada tanah wakaf masjid seluas 1,6 milyar meter persegi, dan menjadi 3,49 milyar meter persegi pada 2012. Aset seluas itu,? hanya 34 persen yang telah dikelola secara produktif. ?

Apabila dirupiahkan, 3,49 miliar meter persegi yang berada di 420.003 titik itu dengan asumsi harga tanah hanya Rp100 ribu per meter persegi, nilainya mencapai Rp 349 triliun.

Fans Gus Dur

"Inilah sebabnya kita perlu mengajak seluruh nazhir masjid berpikir soal bisnis dan ekonomi," tuturnya.

Ia tambahkan, wakaf selain tanah juga bisa digali dari umat Islam. Yaitu wakaf uang yang saat ini sudah ditampung dalam Tabungan Wakaf Indonesia (TWI) dan wakaf berupa saham (surat berharga). Potensi dari wakaf non tanah ini, menurutnya, mencapai Rp 4 triliun per tahun.

Disebutkannya, kelemahan umum umat Islam adalah kurangnya ilmu manajemen dan kurangnya profesioanlitas dalam urusan dunia. Rata-rata takmir atau nazhir masjid adalah orang-orang berjiwa ikhlas yang pikirannya hanya dipenuhi soal pahala dan sorga, tentang kehidupan akhirat. Kalaupun memproduktifkan bandha masjid, sekedar membuka toko atau menyewakan tanah, sambil berharap usaha itu berkembang. Tanpa manajemen yang profesional.

"Yang dibutuhkan adalah ilmu manajemen. Jadi harus profesional jika ingin produktif. Tidak asal-asalan," ujarnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Perlu Kemitraan

Muhyar menyadari, tidak realistik apabila mendorong para nazhir masjid melakukan usaha itu sendirian. Yang paling mungkin adalah mendorong mereka bermitra dengan pebisnis, atau merekrut orang yang ahli bisnis menjadi pengelola wakaf masjid. Dan dalam kemitraan itu memakai asas bisnis profesional. Yakni dengan perjanjian yang jelas, dengan aturan hak dan kewajiban yang rinci dan terukur.

"Nazhir perlu bermitra dengan pebisnis yang terpercaya. Karena tidak realistis jika kita mendorong nazhir mengelola usaha sendiri. Kecuali memang mereka yang punya keahlian itu," tandasnya.

Hal itu menurutnya, sesuai dengan UU nomor 41 tahun 2004 tentang Perwakafan. Terlebih, lanjutnya, UU ini juga mengatur tentang perlunya memberi tunjangan kesejahteraan kepada nazhir masjid.

Ia jelaskan, ciri-ciri sebuah wakaf telah produktif adalah apabila memenuhi tiga hal. Yaitu semua pembiayaan dilakukan dalam bingkai proyek, kesejahteraan nazhir diperhatikan, dan asas akuntabilitas dan transparansi dipraktekkan.

Karena itu, kata dia, nazhir masjid haruslah orang yang kreatif, tekun dan cakap. Ini sebagai syarat tambahan selain keimanan dan akhlaknya. Dan untuk itu, memang harus mendorong perubahan cara kerja nadzhir. Jika selama ini 92 persen menjadi nazhir sebagai sambilan, diubah menjadi nazhir penuh dan terlembagakan. Tidak perorangan.

Muhyar menyayangkan acara tersebut tidak menghadirkan pemateri dari praktisi bisnis atau motivator. Dia mengritik pihak Kemenag masih berpikir seperti umumnya takmir masjid. Membahas tentang perekonomian, tetapi yang dihadirkan ulama semua. Ahli fiqih dan ahli ibadah semua.

"Mestinya workhsop ini menghadirkan pembicara dari praktisi bisnis dan motivator. Semisal Tung Desem Waringin, Andrie Wongso dan semacamnya. Padahal ini sudah angkatan ke-2. Mestinya pembicaranya jangan ahli agama semua," pungkas dia.

Dalam jadwal workshop tersebut, tertera para pembicara selain Muhyar Fanani adalah H. Ahmad Furqon Lc MAg, Dr H Ayoeb Amin MAg, Ahmad Arif Budiman MAg, dan Prof. Dr. HM Ali Mansyur Mhum. Sedangkan para moderator, seluruhnya adalah para pegarai Kanwil Kemenag Jateng. [ichwan/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Sejarah, Hikmah Fans Gus Dur

Minggu, 17 Desember 2017

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat

Jember, Fans Gus Dur - Pengajian Ahad (5/2) pagi di Masjid Agung al-Baitul Amin Jember, Jawa Timur, yang diasuh Kiai M. Noor Harisudin berlangsung gayeng. Tema yang diangkat berkaitan dengan ziarah kubur. Hadir tidak kurang 200 jamaah shalat shubuh, termasuk dr Rahim, suami Bupati Jember dr Faida.? ?

Kiai M. Noor Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember membacakan kitab Irsyadul Ibad, halaman 32-33, “Barangsiapa berziarah kubur pada kedua orang tuanya yang sudah meninggal atau salah satunya, maka dia akan diampuni dosanya dan dicatat padanya pahala satu kebaikan (birr)”.

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah Kubur, Cara Berbakti kepada Orang Tua yang Wafat

Dengan demikian, lanjut? Kiai M. Noor Harisudin yang juga Pengurus Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Jember ini, untuk berbuat baik pada kedua orang tua setelah keduanya meninggal adalah dengan ziarah kubur pada keduanya.

Menguatkan apa yang telah dibaca, Kiai M Noor Harisudin menjelaskan kisah seorang alim yang bermimpi bertemu dengan ahli kubur (orang-orang yang telah mati). Dalam mimpi tersebut, orang alim ini melihat orang-orang yang mati itu keluar dari kuburan dan berebut pahala.

Fans Gus Dur

Ada seorang ahli kubur yang tidak ikut berebut. Dalam mimpi ini, orang alim ini mendekat pada satu orang yang tidak ikut berebut sembari bertanya, “Apa yang mereka perebutkan?” Jawab ahli kubur ini, “Mereka berebut pahala yang dihadiahkan pada mereka berupa bacaan Al-Qur’an, shadaqah, dan doa.” “Mengapa kamu tidak ikut berebut?” Jawab ahli kubur, “Saya sudah cukup dengan hadiah khataman Al-Qur’an yang dibacakan anak saya di pasar fulan (menyebut sebuah pasar tertentu).

Fans Gus Dur

Seketika itu juga, orang alaim ini bangun. Dia lantas mencari pasar tersebut dan mencari seorang anak yang jualan kue. Ternyata, sambil jualan anak ini menggerakkan dua bibirnya sembari membaca Al-Qur’an. Ketika ditanya orang alim ini, anak ini menjawab, “Saya membaca Al-Qur’an yang saya hadiahkan pada kedua orang tua saya yang telah meninggal”.

Kiai M Noor Harisudin yang juga Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur meneruskan kisah ini. Beberapa bulan kemudian, orang alim ini bermimpi hal yang sama, bertemu dengan para ahli kubur yang berebut pahala lagi. Pahala shadaqah, bacaan Al-Qur’an dan doa. Dalam mimpi orang alim tersebut, ada hal yang aneh, seorang laki-laki ahli kubur yang kemarin tidak ikut berebut pahala (karena sudah cukup dengan kiriman bacaan Al-Qur’an anaknya), kini ikut berebut pahala. Orang alim ini akhirnya terjaga dari tidurnya. Esoknya ia kembali ke pasar tempat yang kemarin bertemu dengan seorang anak yang membacakan Al-Qur’an untuk kedua orang tuanya. Ternyata, setelah sampai di pasar yang dituju, dia tidak menemukan anak tersebut. Setelah tanya sana-sini, orang alai mini mendapat informasi bahwa anak tersebut meninggal dunia.

Kiai M Noor Harisudin menjelaskan, “Kisah ini menegaskan pada kita, bahwa pahala yang dikirim pada ahli kubur itu sampai pada mereka. Dan kita bisa birrul walidain pada kedua orang tua dengan mengirimkan pahala membaca Al-Qur’an, shadaqah dan doa pada ahli kubur. Ini bentuk birrul walidain pada kedua orang tua setelah meninggal dunia”, pungkas Kiai M Noor Harisudin yang juga Pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember itu mengakhiri. (Anwari/Mahbib)? ? ? ? ? ?



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Daerah, Amalan Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif

Pringsewu, Fans Gus Dur - Maksimalisasi peran dan manfaat zakat bagi peningkatan kemakmuran ekonomi umat menjadi perhatian penting Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu. Sebagai lembaga yang berkiprah dalam hal tersebut LAZISNU Pringsewu menggandeng beberapa pihak untuk memaksimalkan zakat diantaranya dalam bentuk zakat produktif.

"LAZISNU Pringsewu sudah melakukan aksi dengan menasharufkan zakat produktif dalam wujud hewan ternak," kata Ketua LAZISNU Pringsewu Khairuddin di sela-sela penyaluran hewan ternak Kambing tahap kedua, Jumat (9/9).

Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Burung Love Bird, Terobosan Baru LAZISNU Pringsewu Tasharufkan Zakat Produktif

Jika zakat produktif ini dapat dikelola dengan baik oleh para mustahiq penerima zakat dengan bimbingan dari LAZISNU, ia yakin zakat ini akan meningkatkan taraf hidup perekonomian mereka yang rata-rata berada dalam kondisi ekonomi lemah.

Fans Gus Dur

Berbagai variasi zakat produktif juga terus dikaji oleh LAZISNU Pringsewu dengan melihat kebutuhan dan prospek yang ada di masyarakat khususnya di Kabupaten Pringsewu.

"Kita tidak hanya mewujudkan zakat produktif dalam wujud hewan ternak kambing. Tetapi hewan ternak lainnya yang memiliki nilai ekonomis tinggi juga disalurkan seperti kita sudah menyalurkan hewan ternak berupa burung love bird yang akan diternak oleh para mustahiq," jelasnya.

Fans Gus Dur

Pemilihan burung love bird sebagai alternatif wujud zakat produktif didasarkan atas tingginya minat masyarakat untuk memelihara burung yang terkenal memiliki variasi warna dan kicauan ini.

"Burung ini mudah dalam perawatan dan cepat berkembang biak dan dipasaran juga harganya bersaing. Oleh karenanya kita berharap mustahiq yang merawat burung ini akan terangkat ekonominya," harapnya.

Nantinya pengelolaan zakat produktif ini akan terus dipantau perkembangannya dan dilakukan evaluasi berkala sehingga akan terlihat bentuk zakat apa yang paling prospektif.

"Mudah-mudahan jenis-jenis pentasyarufan zakat produktif ini akan benar-benar dapat menelurkan produk dan bermanfaat bagi pengentasan kemiskinan khususnya di Kabupaten Pringsewu," harapnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Kajian Fans Gus Dur

Senin, 11 Desember 2017

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa

Ternate, Fans Gus Dur. Sesuai nama yang disandangnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin berharap mahasiswa dapat mencerminkan ke-maha-annya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Mahasiswa yang juga merupakan intelektual muda penerus bangsa harus dapat membuktikan bahwa dirinya tampil berbeda dengan pemuda yang tidak mengenyam pedidikan.?

Kepada para dosen IAIN Ternate, Menag Lukman menitipkan para mahasiwa untuk dididik dan dibina, agar menjadi cendekia dan lulusan yang baik, bagi agama nusa dan bangsa. Pesan ini disampaikan Menag saat bersilaturahmi ke IAIN Ternate usai memantau UN di MTsN dan Pembinaan ASN Kemenag Maluku Utara di Pulau Sofifi, Selasa (10/5).

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa

Dalam kesempatan itu, ? Menag menyempatkan diri berkeliling lingkungan kampus untuk melihat kondisi bangunan gedung yang ada. Melewati ? asrama mahasiswa, ? sontak Menag bertanya kepada mahasiswi yang berkerumun ingin menghampirinya. “Sudah berapa tahun tinggal di asrama?” tanya Menag. “Dua tahun Pak Menteri,” jawab mereka serempak.

“Apa kendalanya tinggal di asrama? Ada masalah?” tanya Menag lagi. “Tidak ada Pak, tidak ada masalah,” jawab mahasiswa sembari tertawa bersama Menag.

“Tidak mungkin dalam hidup ini, tidak ada masalah. Rajin dan tekunlah dalam belajar,” pesannya seperti diberitakan situs kemenag.go.id.

Fans Gus Dur

Menag mengaku sedih, ? melihat mahasiswa ? demo sampai merusak fasilitas kampus yang sudah dibangun dengan susah payah. “Kita adalah kaum elit, kaum terdidik, siswa yang maha, maka dari itu, kita tidak sama dengan mereka yang tidak terpelajar, bukan mahasiswa,” kata Menag.

Menurut Menag, mahasiswa harus lebih pandai memeperjuangakn aspirasi. Sebab kekuatan mahasiswa terletak pada nalar atau logikanya. ? “Perjuangkan apa yang menjadi aspirasi, bangun dengan cara diskusi, bangun komunitas-komunitas publik, perjuangkan dengan bersama tanpa ada tindakan yang destruktif,” paparnya.

Fans Gus Dur

Sebelumnya, Rektor IAIN Ternate Abd Rahman I Marasabessy menyampaikan bahwa IAIN Ternate ? menjadi perguruan tinggi agama pertama di Ternate. Berdiri sejak 1966, IAIN Ternate kini sudah memiliki lulusan yang banyak bekerja di Kementerian Agama, khususnya di Maluku Utara. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Ubudiyah, Sejarah Fans Gus Dur

Sabtu, 09 Desember 2017

Mensos sudah Setuju KH Wahab Chasbullah Pahlawan Nasional

Surabaya, Fans Gus Dur. Pengajuan KH Abdul Wahab CHasbullah sebagai Pahlawan Nasional telah disampaikan kepada pemerintah. Menteri Sosial (Mensos) telah menyetujui hal ini dan pihak keluarga, pemerintah daerah, serta keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) diminta menyampaikan pengajuan resmi.

Mensos sudah Setuju KH Wahab Chasbullah Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos sudah Setuju KH Wahab Chasbullah Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos sudah Setuju KH Wahab Chasbullah Pahlawan Nasional

“Secara lisan kami sudah berbicara soal usulan gelar pahlawan Mbah Wahab dengan pemerintah. Pemerintah melalui Bapak Menteri Sosial setuju dan meminta kami untuk mengajukan usulan,” ujar KH Hasib Wahab, salah seorang putra KH Wahab Chasbullah, usai berbicara di acara Talk Show menyambut Hari Pahlawan yang digelar GP Ansor Surabaya, Kamis (8/11).

Menurutnya, saat ini pihak keluarga KH Wahab Chasbullah dan PBNU tengah menyusun surat usulan penyematan gelar pahlawan untuk pendiri NU itu kepada pemerintah.

Fans Gus Dur

Sebelumnya diwartakan, PBNU telah membentuk panitia khusus untuk mendesak pemerintah RI agar memberikan Gelar Pahlawan Nasional bagi KH Wahab Chasbullah.

Fans Gus Dur

“Kita sudah menetapkan sejumlah nama pengurus NU yang menangani masalah ini pada bulan Ramadhan lalu. Semoga tahun depan beliau sudah resmi jadi pahlawan Nasional,” kata Marsudi Syuhud, Sekjen PBNU kepada Fans Gus Dur di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (7/11).

Menurutnya, panitia khusus ini akan menyiapkan berkas-berkas terkait persyaratan yang dibutuhkan. Mereka yang duduk sebagai panitia khusus ini kemudian akan bergerak menuju pos-pos pemberkasan yang harus dilalui sebagaimana mestinya. Panitia bertanggung jawab mengawal pemberkasan hingga selesai.

PBNU menilai bahwa Kiai Wahab sudah memenuhi kriteria sebagai pahlawan nasional. Keterlibatannya dalam pergerakan kemerdekaan, bukan baru saja menjelang pergolakan revolusi fisik 1945. Ia sudah terlibat dalam perkumpulan pergerakan kemerdekaan jauh sebelum 1940-an.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis

Jakarta,? Fans Gus Dur. Rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia ke-41 diselenggarakan di Lapangan Gedung Dakwah, Sindanglaya, Sindangsari, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (11-12/5). Kegiatan ini diselenggarakan oleh ? PBNU bersama PCNU Kabupaten Ciamis.

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis

Pembukaan resmi Pasar Rakyat berlangsung Sabtu pagi ini dengan diawali pembacaan tahlil dan doa serta sambutan dari PBNU dan pejabat setempat.

Seperti biasa, even Pasar Rakyat diawali dengan pelatihan wirausaha dan? broadcasting? pada Sabtu pagi oleh tim khusus.

Fans Gus Dur

Pasar rakyat menyediakan berbagai jenis kebutuhan. Secara khusus di setiap even panitia menyediakan paket sembako murah yang berisi beras, mie instant, dan minyak goreng bintang sembilan.?

Konsumen yang membawa kartu tanda anggota NU (Kartanu) mendapat diskon khusus. Pasar rakyat ini juga menyediakan stand-stand produk daerah setempat.

Fans Gus Dur

Kegiatan juga diiringi dengan panggung hiburan dan beberapa jenis hiburan lain seperti kesenian daerah, dangdut, shalawat dan perlombaan anak-anak.

Pasar Rakyat diadakan di 48 kota di pulau Jawa dan telah dimulai sejak April 2012. PBNU menunjuk PT Umat Power sebagai pelaksana kegiatan dan bekerja sama dengan PWNU/ PCNU atau pondok pesantren setempat.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Sejarah Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU

Balikpapan, Fans Gus Dur. Ratusan warga nahdliyyin yang terdiri dari Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting NU dan warga NU hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H dan Harlah ke-87 NU yang dirangkai dengan launching website resmi PCNU Kota Balikpapan, Selasa (5/2) malam.

Bertempat di Gedung Dakwah PCNU Balikpapan Jl Soekarno – Hatta Km 4.5 Batu Ampar Balikpapan Utara, acara yang dimulai setelah Isya tersebut diisi dengan pembacaan qashidah Burdah karya Imam Ahmad Al-Bushiri yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Balikpapan KH Mukhlashin. Dilanjutkan dengan mauidlatul Hasanah yang disampaikan oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Balikpapan KH Muhammad S. Fajar Ali.?

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Balikpapan Hadiri Maulid Nabi dan Harlah NU

Dalam penyampaiannya, KH Fajar menekankan pentingnya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebab saat ini ada sebagian orang tidak mau memperingati maulid Nabi, bahkan ada yang tidak mau memakan makanan halal yang berasal dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.?

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan, Abu Lahab yang sudah di nas masuk neraka di dalam Al-Quran masih diberikan keringanan siksa oleh Allah SWT, disebabkan ia gembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW hingga ia pun memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah karena telah memberitahukan kabar gembira kelahiran Nabi Muhamamd SAW kepadanya.?

Diakhir tausiyahnya, KH Fajar mengingatkan 3 hal yang menyebabkan seseorang tidak akan berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW. Pertama, durhaka kepada kedua orang tua, kedua, sengaja meninggalkan sunnah Nabi, dan ketiga, tidak bershalawat tatkala disebut nama Nabi Muhammad SAW, bahkan di dalam riwayat lain, orang tersebut termasuk orang yang bakhil.?

Fans Gus Dur

Sebelum acara ditutup, KH Mukhlasin yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Izzah Km 15 Balikpapan melaunching website resmi PCNU Kota Balikpapan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia juga menghimbau agar seluruh Majelis Wakil Cabang mengadakan kegiatan-kegiatan rutin yang bermanfaat bagi umat serta membentuk ranting-ranting NU yang belum terorganisir. Acara yang berakhir sekitar jam setengah 11 malam tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU Kota Balikpapan KH Abbas Al-Faz.?

Drs Imam Warosy selaku sekretaris PCNU Kota Balikpapan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khusus kepada H. Arin (Rapilo), H. Andi Arif, H. Sutrisno dan semuanya. "Semoga amal baik mereka dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda. Aamiin", ungkapnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdur Rohim

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tokoh, Ahlussunnah, Sejarah Fans Gus Dur

Jumat, 10 November 2017

World Press Photo 2004 Gelar Pameran di Jogja

Jogjakarta, Fans Gus Dur
Karya seni merupakan hasil karya manusia yang obyeknya tidak terbatas, mulai dari alam hingga makluk. Keberadaan hasil karya seni harus kita jaga dan terus kita lestarikan, terlebih karya seni foto jurnalistik.

Hal itulah yang sedang dilakukan oleh World Press Photo Foundation yang berpusat di Amsterdam Belanda. Organisasi yang dikelola negeri kincir angin itu bekerja sama dengan Pusat Kebudayaa Indonesia-Belanda Karta Pustaka Jogjakarta pada 10-18 Januari ini menggelar pameran foto di Museum Benteng Vredeburg Jogjakarta.

Dalam pembukaan pameran pada Minggu malam itu dibuka oleh Wali Kota Jogjakarta Herry Zudianto. Sebanyak 199 karya foto jurnalistik dunia yang dikemas dalam 111 bingkai, sudah terpampang. Foto-foto yang dipajang di gedung atas utara museum yang terletak di pusat kota Jogja itu merupakan hasil perlombaan yang di motori World Press Photo Foundation pada 2004 lalu.

Dalam lomba seluruh dunia itu diikuti 4.176 fotografer dari 124 negara dengan jumlah foto 63.093 buah. Sedangkan dari Indonesia, tercatat 54 peserta. Tarmizy Harva adalah salah seorang peserta Indonesia yang berasil mendapatkan penghargaan honorable mention untuk kategori spot news single. Tarmizy mengambil tema perang dengan menggambarkan kepedihan seorang ibu yang anak lelakinya mati dalam keadaan terikat di pohon dengan luka sayat di leher yang dilakukan oleh anggota GAM.

Anaknya tersebut seorang guru pesantren di sebuah dusun di Aceh. Kasih sayang ibu inilah yang mengantarkan roh anaknya kembali ke pangkuan Allah SWT. Tema-tema perang dengan sisi kemanusiaan masih kental dan mendominasi dalam karya Wolrd Press Photo 2004 itu. Pemenang pertama pada kompetisi tahun lalu ialah karya Jean Marc Boujou. Dalam foto Jean itu menampilkan seorang pria tawanan perang Irak dengan kepalanya sedang tertutup kantong yang dilakukan oleh tentara AS yang sedang memeluk dan menenangkan anaknya.

Foto itu membuat dewan juri memilihnya sebagai foto terbaik, karena foto itu menggambarkan betapa peperangan selalu membawa kepedihan dan ketakutan. ”Pesan yang mendalam dalam karya ini adalah hanya kasih sayanglah orang tua (ayah) yang mampu membendung ketakutan dari sang anak ketika perang berlangsung. Selain itu, foto itu juga menggambarkan, bahwa perang berdampak mengerikan pada kehidupaa, apapun alasan yang dipakai.” kata Ketua Dewan Juri Elisabeth Biodi yang dikutip dari bosur pameran tersebut.

Selain isu peperangan, masalah HIV/AIDS juga menjadi salah satu pemenang pada kontes ini. Sebuah karya Lu Guang dari Cina menceritakan soal 40 persen penduduk di desa-desa Provinsi Henan terjangkit AIDS. Penyebabnya, para petani yang menjual darah mereka karena butuh uang untuk membeli pupuk.

Proses pengambilan darah yang tidak steril inilah yang menjadi faktor utama mereka terjangkit penyakit mematikan itu. Sekian lama pula kasus AIDS itu tak pernah diketahui publik karena ditutupi pemerintah Cina.

Dalam pameran itu juga tampil karya foto yang bertemakan seni, olahraga, alam, dan lingkungan. Di bidang olahraga banyak foto yang menggambarkan foto para penyandang cacat fisik tapi sangat gigih mencetak prestasi sambil menikmati kebersamaan dalam berolahraga.

”Kami melihat betapa besarnya pesan yang disampaikan lewat karya-karya foto jurnalistik dunia itu, maka Karta Pustaka berusaha agar pameran ini dapat kembali hadir di Jogja. Harapan kami juga, pameran ini akan memacu dan memotivasi para fotografer Jogja untuk lebih peka lagi terhadap kekerasan yang masih mendominasi di sudut bumi ini,” kata Direktur Karta Pustaka Anggi Minarni, disela-sela acara kepada wartawan, kemarin.

Sekadar diketahui, World Press Photo ini berdiri pada tahun 1955 di Belanda. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung dan mempromosikan karya para jurnalis foto profesional ke tataran Internasional. World Press Photo kini menjadi forum independen untuk jurnalisme foto dan kebebasan pertukaran infomasi. Organisasi ini mendapat perlindungan dari (almarhum) Pangeran Bernhard dari Belanda. Rencanya foto-foto itu akan dipamerkan keliling ke 40 negara dengan diterbitkan dalam 7 bahasa. (mar)

 

Kontributor Fans Gus Dur Djogjakarta : Ahmad Riadi

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Hadits, Hikmah Fans Gus Dur

World Press Photo 2004 Gelar Pameran di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)
World Press Photo 2004 Gelar Pameran di Jogja (Sumber Gambar : Nu Online)

World Press Photo 2004 Gelar Pameran di Jogja

Senin, 30 Oktober 2017

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Temanggung, Fans Gus Dur

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Temanggung menggelar dua agenda kaderisasi sekaligus. Agenda pertama kaderisasi untuk pengurus GP Ansor melalui pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) diikuti 54 peserta.

Kedua untuk anggota Banser melalui Diklatsar ke XII diikuti 135 peserta, yang kebanyakan dari wilayah Kecamatan Pringsurat serta ditambah beberapa peserta dari kecamatan lain.

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Dua kaderisasi tersebut berlangsung di Mirikerep Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 25 sampai dengan 27 November.

Fans Gus Dur

Ketua GP Ansor Temanggung Sukron Wahid mengatakan, Diklatsar dan PKD tersebut digelar untuk membangun komitmen kader dalam berorganisasi, memberikan pendidikan dan pelatihan dasar tentang organisasi GP Ansor, Banser, dan NU.

Juga, kata dia, menyiapkan kader yang tangguh, militan, berdedikasi terhadap organisasi. Serta kader yang siap membela agama, ulama, bangsa dan negara.

Fans Gus Dur

“Kaderisasai menjadi sarana pembekalan keorganisasian juga untuk menyiapkan calon pimpinan di GP Ansor ke depan,” pungkasnya. (Slamet Jafar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Budaya, Sejarah Fans Gus Dur

Sabtu, 21 Oktober 2017

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja

Jombang, Fans Gus Dur. Sejumlah karyawan Rumah Sakit Nahdhatul Ulama (RSNU) Jombang digembleng dengan kajian-kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-nahdliyah setiap bulan. Hal ini diupayakan berjalan dengan maksimal sesuai jadwal dan teknis yang sudah dirumuskan sebelumnya.

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja

Kali ini pihak RSNU mendatangkan KH A Wazir Ali, Wakil Syuriyah PCNU Jombang sebagai pembicara. Ia menjelasakan, bahwa nilai-nilai Aswaja seharusnya memang mulai dikenalkan pada berbagai pihak dan profesi, termasuk perawat atau pegawai RS. “RS ini sebagai ladang pengabdian para karyawan untuk pasien, menanam kebaikan sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW adalah beraswaja,” katanya saat menyampaikan materinya, Selasa (24/11).

Dalam menguatkan nilai-nilai Aswaja, kiai yang kerap disapa Wazir ini mengungkapkan, hendaknya memahami pilar-pilar Aswaja dan diaplikasikan dalam perbuatan manusia setiap hari. “Iman, Islam, dan ihsan merupakan pilar Aswaja yang harus dipegang erat oleh kita, kita senantiasa meningkatkan iman kita dengan menambah amal sholeh karena iman manusia sejatinya akan bertambah dan juga berkurang,” ungkapnya.

Fans Gus Dur

Ia mengajak pada segenap karyawan dan pejabat RS ini untuk menguatkan dan meningkatkan amaliyah-amaliyah Aswaja an-nahdliyah dihadapkan dengan berbagai paham Islam yang sudah melenceng dari ajaran-ajaran Nabi Muhammad. “Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah Islam yang santun atau Islam yang rahmatan lil alamin. Beragama Islam saja tidak cukup ketika tidak bisa memilah antara ajaaran-ajaran yang baik dan ajaran yang tidak sesuai dengan nilai keislaman yang sebenarnya,” tuturnya.

Fans Gus Dur

Kegiatan ini berlangsung di aula KH Abdurrahman wahid lantai II RSNU setempat selama dua hari (23-24/11). Sekitar 40 karyawan mengikutinya dari pukul 13.00 WIB hingga rampung. Mereka tampak antusias menyimak materi-materi yang disampaikan meskipun masih pertama kali digelar.

Di tempat terpisah, Hamid Bishri, Staf Tata Usaha (TU) RSNU ini mengatakan, akan membagi ? pada dua gelombang yang menyesuaikan dengan jam kerja para karyawan. “Kami merencanakan ada dua gelombang nanti, hal ini dirasa sangat efektif karean para karyawan secara keseluruhan bisa ngaji juga,” terangnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Sejarah, Sunnah Fans Gus Dur

Jumat, 15 September 2017

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

Padang, Fans Gus Dur. Warga Nahdlatul Ulama  yang taat mengamalkan ajaran Islam akan melahirkan Negara Indonesia yang kuat. Karena ketika seseorang memperjuangkan Nahdlatul Ulama, maka mereka pun sekaligus turut memperjuangkan  berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebaliknya, mereka yang berjuang untuk menegakkan NKRI, sekaligus juga memperjuangkan NU.

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: NU akan Lahirkan Negara Indonesia Kuat

KH Said Aqil Siroj mengungkapkan hal itu pada Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Region II PWNU Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi, Sabtu (30/6/2012) di Diklat Pertanian Sumbar, Padang. 

Menurut Kiai Said, penguatan nilai-nilai NU di berbagai level saat ini dirasakan makin penting. NU yang selalu mengusung Islam berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah selalu tampil dengan prinsip tasamuh, tawazun, I’tidal dan amar ma’aruf nahi mungkar. NU menganggap tidak ada perang suci atas nama agama. Karena perang itu menghancurkan, kotor dan keji. NU selalu tampil mengajak elemen masyarakat dengan berdialog.

Fans Gus Dur

“Bagi NU, membangun nilai-nilai Islam bukan dengan kekerasan dan perang. Jika ada perbedaan dengan pihak lain, mari kita lakukan dialog. Bukan dengan kekerasan, apalagi dengan perang.  Mari kita bangun dunia ini dengan suasana damai,” ajak Kiai Said.

Fans Gus Dur

Bagi Indonesia yang mayoritas beragama Islam, dimana jamaah NU berkisar 60 – 70 juta jiwa, memiliki peran yang strategis untuk terus membangun Islam yang cinta damai, jauh dari nilai-nilai kekerasan dan radikalisme. Indonesia sebagai pintu gerbang Islam paling timur dan diapit oleh dua negara besar di dunia yang tak suka dengan Islam, yakni RRC dan Australia. Dengan kondisi tersebut, NU harus selalu tampil sebagai kekuatan Islam yang rahmatan lil alamin, jauh dari tindakan kekerasan atas nama agama dan organisasi.

Dikatakan Said Aqil, sekarang  banyak yang mengaku ulama Islam yang mengkafirkan umat Islam sendiri. Padahal dulunya ulama itu mengislamkan orang dari non-muslim.  Untuk itu, harus diperbanyak nilai-nilai di pesantren yang mengajarkan pengalaman dan pengamalan ilmu selama 24 jam. Pesantren menanamkan nilai-nilai disiplin, ketaatan kepada kiai (ulama), dan membutuhkan proses.

“Memang berat mencetak ulama yang paham agama. Namun yang lebih berat lagi membangun masyarakat dan mewarnai nilai-nilai pesantren dalam kehidupan masyarakat,” kata Said Aqil.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sejarah, Kiai, AlaNu Fans Gus Dur

Rabu, 30 Agustus 2017

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting

Banyumas, Fans Gus Dur?

Lima puluhan kader muda NU Banyumas yang tergabung dalam komunitas Critical Community Forum mengadakan diskusi sekaligus pelatihan jurnalistik.

Kegiatan berlangsung di Padepokan Gatra Mandiri Jl.Tentara pelajar no 1 Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas Senin (15/5) tersebut menghadirkan narasumber Okky Tirto (dosen UNUSIA) dan Amsar A. Dulmanan (Kornas FK-GMNU).?

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Menulis Itu Penting, Praktik Lebih Penting

Amsar A.Dulmanan menyampaikan, menulis dimulai dengan kebiasaan, jika dilanjutkan dengan terus-menerus berlatih, lama-lama akan menjadi terbiasa.?

"Biasakan menulis dulu, nanti lama-lama terbiasa dari terbiasa terus jadi bisa," katanya.

Kecenderungan jenis tulisan, akan terbentuk dengan kebiasaan. "Pelatihan menulis seperti ini penting tapi, praktik sendiri juga lebih penting," lanjutnya.?

Fans Gus Dur

Sedangkan Okky Tirto menyampaikan, kalau ingin bisa menulis harus fokus dan memperbanyak membaca.?

"Fokuskan menulis, jangan banyak memikirkan hal lain," katanya sembari mengatakan, membaca juga penting untuk memperkaya kosa kata tulisan. (Kifayatul Akhyar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Sejarah, Hadits, Pahlawan Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock