Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

Gaya Hidup Putri Rasulullah

Menjadi anak raja hampir selalu membawa takdir keberuntungan. Kekuasaan puncak sang ayah tak hanya memungkinkan dia hidup serbakecukupan tapi juga berlumuran kemewahan. Lantas, bagaimana dengan putri Nabi Muhammad SAW, pemimpin tertinggi dan pelaksana risalah ilahi?

Suatu hari Sayyidah Fathimah, dihampiri Abdurrahman bin ‘Auf. Dia mengabarkan bahwa Rasulullah tengah menangis sedih selepas menerima wahyu dari Jibril. Abdurrahman datang dalam rangka mencari obat bagi susana hati Nabi yang kalut itu. Satu hal yang selalu membuat bahagia Rasulullah adalah melihat putrinya.

Gaya Hidup Putri Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya Hidup Putri Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya Hidup Putri Rasulullah

“Baik. Tolong menyingkirlah sejenak hingga aku selesai ganti pakaian.” Demikian diceritakan dalam kitab al-Aqthaf ad-Daniyyah melalui riwayat Umar bin Khattab.

Fans Gus Dur

Keduanya lalu berangkat ke tempat Rasulullah. Saat itu Fathimah menyelimuti tubuhnya dengan pakaian yang usang. Ada 12 jahitan dalam lembar kain tersebut. Serpihan dedaunan kurma juga tampak menempel di sela-selanya.

Fans Gus Dur

Sayidina Umar bin Khattab menepuk kepala ketika menyaksikan penampilan Fathimah. “Betapa nelangsa putri Muhammad SAW. Para putri kaisar dan raja mengenakan sutra-sutra halus sementara Fathimah anak perempuan utusan Allah puas dengan selimut bulu dengan 12 jahitan dan dedaunan kurma.”

Sesampainya menghadap ayahandanya, Fathimah bertutur, “Ya Rasulullah, tahukah bahwa Umar terheran-heran dengan pakaianku? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kemuliaan, aku dan Ali (Sayyidina Ali bin Abi Thalib, suaminya) selama lima tahun tak pernah menggunakan kasur kecuali kulit kambing.”

Fathimah menceritakan, keluarganya menggunakan kulit kambing tersebut hanya pada malam hari. Sementara siang kulit ini menjelma sebagai tempat makan untuk unta. Bantal mereka hanya terbuat dari kulit yang berisi serpihan dedaunan kurma.

“Wahai Umar, tinggalkan putriku. Mungkin Fathimah sedang menjadi kuda pacu yang unggul (al-khailus sabiq),” sabda Nabi kepada sahabatnya itu.

Analogi kuda pacu merujuk pada pengertian keutamaan sikap Fathimah yang mengungguli seluruh putri-putri raja lainnya. “Tebusanmu (wahai Ayah) adalah diriku,” sahut Fathimah.

Dengan kedudukan dan kharisma ayahandanya yang luar biasa, Fathimah sesungguhnya bisa memperoleh apa saja yang ia kehendaki, lebih dari sekadar pakaian dan kasur yang bagus. Namun, kepribadian Rasulullah yang bersahaja tampaknya memang mewaris ke dalam dirinya. Fathimah tetap tampil sederhana, dengan segenap kebesaran dan kemewahan jiwanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Daerah, Warta Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Sarbumusi: Indonesia Perlu PP Fasilitas Kesejahteraan Buruh

Jakarta, Fans Gus Dur

Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Nahdlatul Ulama (DPP K Sarbumusi NU) menilai Pemerintah Republik Indonesia perlu segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Fasilitas Kesejahteraan Buruh sehubungan tafsir atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan yang beragam oleh perusahaan.

"Persoalan sangat mendasar dan menjadi amanat dari undang-undang tersebut sampai hari ini belum dituangkan dalam bentuk PP. Sehingga setiap perusahaan menafsirkan sendiri-sendiri apa yang menjadi fasilitas kesejateraan bagi pekerja diperusahaan," ujar Presiden DPP K Sarbumusi NU, Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta, Jumat (7/10).

Sarbumusi: Indonesia Perlu PP Fasilitas Kesejahteraan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi: Indonesia Perlu PP Fasilitas Kesejahteraan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi: Indonesia Perlu PP Fasilitas Kesejahteraan Buruh

Berkaitan dengan itu, ujar Syaiful didampingi Wakil Presiden Hubungan Dalam Negeri Sukitman Sudjatmiko, DPP K Sarbumusi NU menuntut tiga hal pada pemerintah.

"Pertama, Presiden Republik Indonesia untuk memperbaiki kondisi dan kehidupan yang layak bagi buruh seluruh Indonesia. Kedua, Presiden Republik Indonesia untuk segera mengeluarkan PP tentang Fasilitas Kesejahteraan Bagi Buruh. Ketiga, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk meningkatkan Pengawasan dan menegakan aturan perundang-undangan yang berlaku," kata Syaiful.

Fans Gus Dur

Undang-Undang No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan sebagaimana pasal 100 ayat 1 menjelaskan: Untuk meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja/buruh dan keluarganya, pengusaha wajib menyediakan fasilitas kesejahteraan.

Kewajiban untuk menyediakan fasilitas kesejahteraan bagi pengusaha tersebut ditegaskan sesuai dengan kemampuan perusahaan sebagaimana di ayat 2: Penyediaan fasilitas kesejahteraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan pekerja/buruh dan ukuran kemampuan perusahaan.

Mekanisme dan ketentuan lebih lanjut tentang fasilitas kesejahteraan tersebut harus diatur dalam PP sebagaimana amanat ayat 3: Ketentuan mengenai jenis dan kriteria fasilitas kesejahteraan sesuai dengan kebutuhan pekerja/buruh dan ukuran kemampuan perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Segala bentuk aturan dalam lingkup ketenagakerjaan salah satunya bertujuaan untuk mensejahterakan pekerja/buruh. Kesejahteraan merupakan perwujudan dari terpenuhinya hak normatif atau hak dasar serta kewajiban pada pekerja/buruh, pengaturan kesejahteraan terdapat pada pasal 99, pasal 100 dan pasal 101 Undang-undang Ketenagakerjaan bab X bagian ketiga yaitu mengenai kesejahteraan.

Bahasan tersebut akan membahas salah satu pasal yaitu tentang pengaturan mengenai jenis dan kriteria fasilitas kesejahteraan untuk pekerja/buruh terkait dengan pasal 100 Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Fans Gus Dur

"Berdasarkan pasal tersebut, kami menilai terjadi ketidakpastian hukum atau ketidakjelasan, di mana pada ayat (1) dikatakan pengusaha wajib menyediakan fasilitas kesejahteraan serta pada ayat (3) dikatakan bahwa mengenai jenis dan kriteria fasilitas kesejahteraan tersebut diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah," paparnya.

Namun peraturan pemerintah yang dimaksud pada ayat (3) tersebut dari mulai dibentuknya Undang-undang Ketenagakerjaan pada tahun 2003 sampai saat ini tahun 2016 masih belum dibentuk, sehingga secara tidak langsung peraturan tersebut dapat dikatakan hanya sebatas wacana tanpa adanya paksaan.

Hal tersebut, lanjutnya, menyebabkan pula tidak berjalannya sifat mengikat dan memaksa pada peraturan tersebut, karena bentuk pelimpahan aturan mengenai jenis dan kriteria fasilitas kesejahteraan serta kemampuan perusahaan tidak terdapat peraturan pemerintah yang mengatur lebih lanjut.

Selain itu , juga tidak dicantumkannya sanksi (baik administrasi maupun pidana) pada bagian bab XVI mengenai ketentuan pidana dan sanksi administratif, apabila terdapat perusahaan tidak menjalankan peraturan sesuai pasal 100 Undang-undang Ketenagakerjaan tersebut mengenai penyediaan fasilitas kesejahteraan untuk pekerja/buruh.

"Dengan demikian, sudah semestinya Indonesia memiliki Peraturan Pemerintah tentang Fasilitas Kesejahteraan Buruh," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Budaya Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

Demak, Fans Gus Dur. Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, Jawa Tengah, menggelar kegiatan “Jalsah Mubarokah” bersama Prof. Dr. Muhammed Faisal dan Prof. Dr. Hamdallah Mohammed Hafed Ibrahim dari al-Azhar Kairo, Selasa malam (26/8), di Masjid An Nur pesantren setempat.

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Pesantren, Ulama al-Azhar Ingatkan Tiga Prinsip Cegah Terorisme

Forum bertema”Dialog Damai bersama Tokoh Ulama Timur Tengah dalam Rangka Pencegahan Terorisme” ini merupakan kerja sama Pesantren Futuhiyyah dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Peserta dialog terdiri dari para kiai, santri, serta pejabat pemerintah yang ada di wilayah Demak.

Pada kesempatan itu Hamdallah menjelaskan bahwa kini banyak muncul aliran-aliran yang menjurus pada terorisme. Menurutnya, setidaknya ada tiga prinsip untuk mencegah adanya pemahaman ekstrem tersebut.

Fans Gus Dur

Pertama, perteguh aqidah Ahlussunah wal Jama’ah, yakni dengan mengikuti paham ‘Asy’ariyah. Kedua, penyampaian syariat menurut Madzhab Empat (madzahibil arba’ah) dalam memahami al-Qur’an dan Hadits, yakni dengan mengikuti salah satu imam madzhab, yakni Syafi’i, Maliki, Hanafi, Hanbali.? Ketiga, penerapan ajaran tashawuf atau berakhlak secara terpuji (mahmudah) baik terhadap sang kholiq, diri sendiri, maupun sesama manusia. ?

Fans Gus Dur

Sementara itu, Mohammed Faisal menambahkan tentang pentingnya mencari ilmu. Ia menjelaskan bahwa Rasulullah tidak mewariskan harta benda apapun kecuali hanya ilmu. Mohammed Faisal mengajak kepada semua hadirin untuk senantiasa bersemangat dalam mencari ilmu.

Pengasuh Pesantren Futuhiyyah KH Muhammad Hanif Muslih mengaku bersyukur atas kehadiran ulama al-Azhar Kairo. Ini merupakan kali pertama Pesantren Futuhiyyah didatangi ulama dari Mesir khususnya al-Azhar, karena yang selama ini yang berkunjung di Futuhiyyah adalah dari Yaman. (Abdus Shomad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Sunnah, Anti Hoax Fans Gus Dur

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Yusuf Ajak Santri Tegalrejo Kurangi Antrean CPNS

Magelang, Fans Gus Dur. Pengasuh Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo KH M Yusuf Chodlori (Gus Yusuf) membuka mata para santrinya akan keragaman profesi yang bisa dimasuki. Menurut Gus Yusuf, lapangan karir tidak hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dunia kewirausahaan yang luas itu, kata Gus Yusuf, bisa mengantarkan seseorang menjadi sukses.

Kiai muda ini meminta para santrinya tidak berpikir hanya ingin menjadi pegawai negeri selepas mengeyam pendidikan nanti. Ia berharap santri bisa berpikir untuk menjadi pengusaha.

Gus Yusuf Ajak Santri Tegalrejo Kurangi Antrean CPNS (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf Ajak Santri Tegalrejo Kurangi Antrean CPNS (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf Ajak Santri Tegalrejo Kurangi Antrean CPNS

"Santri jangan hanya berharap menjadi PNS, saya ingin santri Tegalrejo tidak menambah antrian daftar PNS," kata Gus Yusuf dalam peringatan haul KH Chudlori dan ? khataman pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, baru-baru ini.

Fans Gus Dur

Direktur pesantren entrepreneur (partner) Magelang ini menjelaskan juga bahwa di pesantren Tegalrejo para santri tidak hanya dibekali ilmu agama, namun juga dididik ilmu wirausaha.

“Saya meminta santri-santri yang sekililingnya sawah bisa kembali untuk bertani. Yang dekat pasar bisa kembali berdagang. Intinya mereka selain bisa mengajarkan ilmu agama di masyarakat, juga kuat secara ekonomi," tambahnya.

Fans Gus Dur

Sementara itu KH Chanif Cludlori menambahkan, pengasuh dan pengurus API Tegalrejo bersungguh-sungguh mendidik santri tanpa pamrih atau imbalan. “Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat cukup tinggi, sampai hari ini tidak kurang dari 5000 santri mondok di sini (Tegalrejo).”

Ribuan santri lulusan pesantren ini juga sudah tersebar di Nusantara. Selain menjadi kiai, banyak juga yang menjadi pejabat tinggi di negeri ini, "Bahkan mantan Presiden ke-IV KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga pernah nyantri di sini," paparnya. (Ahsan Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah Fans Gus Dur

Minggu, 24 Desember 2017

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad

Jakarta, Fans Gus Dur 

NU kembali difitnah menolak Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak berceramah di Hong Kong. Bisa dipastikan tokoh-tokoh NU tidak pernah melakukan tindakan semacam itu.

"Saya tegaskan itu fitnah yang keji. Tak mungkin, KH Said Aqil Siroj melakukan tindakan itu," kata Robikin Emhas, ketua Bidang Hukum dan Konstitusi Pengurus Besar NU, Selasa (26/12).

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad (Sumber Gambar : Nu Online)
Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad (Sumber Gambar : Nu Online)

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad

Beredar fitnah yang disebarkan satu akun Twitter yang menyebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dalang di balik peristiwa penolakan Ustadz Abdul Somad di Hong Kong. Akun itu menuliskan, "Penolakan ustadz Abdul Somad di Hong Kong, merupakan pesanan LBP (Luhut Binsar Panjaitan, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman). LBP perintahkan Said Aqil. Said Aqil suruh Nusron Wahid hubungi imigrasi Hong Kong untuk tolak Abdul Somad."

Menurut Robikin, publik sudah mafhum bahwa Kiai Said Aqil Siroj adalah tokoh yang selalu mengajarkan amar makruf (berbuat kebajikan) dengan cara yang baik; begitu juga nahi mungkar (melarang perbuatan buruk) dengan cara yang baik pula. Itu adalah metode dakwah yang dijunjung tinggi kalangan NU.

NU tentu ikut menyesalkan insiden penolakan UAS. Soal menerima atau menolak warga asing masuk, sepenuhnya wewenang mutlak otoritas Hong Kong. Kewenangan semacam itu dimiliki juga oleh negara Indonesia.

Fans Gus Dur

"Mungkin tindakan pemerintah setempat (Hong Kong), merupakan bentuk proteksi atas warga negaranya sesuai sistem politik dan kebudayaan yang dianutnya. Kita ambil hikmahnya," kata Robikin.

Dia bersyukur, kegiatan keagamaan yang direncanakan tetap berjalan dengan penceramah lain dari Indonesia, yakni KH Anwar Zahid. Dengan demikian syiar Islam tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Sebelumnya, NU juga difitnah menolak Ustadz Abdul Somad ketika hendak berceramah di Bali. (Baca: Klarifikasi PWNU Bali soal Penolakan Ustad Abdul Somad)(Red: Abdullah Alawi)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Sunnah, Hadits Fans Gus Dur

Rabu, 20 Desember 2017

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal

Pati, Fans Gus Dur. Ada kejadian menyentuh hati kala Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh menghadapi sakaratul maut pada Kamis (23/1) hingga ajal menjemput pada Jumat dini hari. Dalam keadaan mata terpejam, Mbah Sahal tiada henti melafalkan aneka macam doa, tahlil, hingga surat-surat pendek. Meski terdengar berat, bacaan ulama kharismatik ini terdengar jelas dan terang.

Kesaksian ini diceritakan dokter H Imron Rosyidi kepada Fans Gus Dur usai tahlil malam kedua yang digelar di kediaman Rais Aam, Sabtu (25/1) malam. Dokter pribadi keluarga Mbah Sahal ini mengaku merinding mendengar lantunan hadlarah (bacaan sebelum tahlil) dari bibir Mbah Sahal yang terbaring lemah.

“Baru kali ini saya takut ketika menunggui orang yang mau meninggal. Bukan apa-apa, bacaan beliau yang jelas itulah yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Terus terang, kalau ingat pengalaman tadi malam masih suka merinding,” ujar Imron berkaca-kaca.

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kesaksian Dokter Menjelang Wafatnya Kiai Sahal

Dokter muda yang juga direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Pati ini menambahkan, saat membaca tahlil Mbah Sahal mengirim fatihah kepada para wali, kepada Mbah Mutamakkin, kepada PBNU, dan para ulama se-dunia. Setelah itu, Rais Aam tiga periode ini (1999-2004, 2004-2009, 2010-2014) berulang kali membaca aneka surah Al-Quran yang dihafal.

Dalam pantauan Fans Gus Dur, tahlil malam kedua di kediaman Mbah Sahal komplek Pesantren Maslakul Huda diikuti oleh lebih dari 2000 orang. Tahlil yang dipimpin KH Asmu’i ini juga dihadiri para kiai dari segenap pesantren di Desa Kajen. Pengasuh Pesantren Putri Roudloh At-Thahiriyyah KH Muadz Thohir dan Pengasuh Pesantren Maslakul Huda (PMH) Putri KH A Nafi’ Abdillah nampak sibuk mempersilakan tamu.

Fans Gus Dur

Menurut KH Umar Faruq al-hafidz, tahlil malam pertama juga dipenuhi para jamaah hingga meluber hingga jalan. Sementara kendaraan para pelayat sebagian besar diparkir di halaman RSI Pati, 100 meter arah barat dari pesantren Mbah Sahal. “2000 kursi yang disediakan panitia tidak cukup. Sebagian jamaah mengikuti tahlil dari musholla di mana Mbah Sahal kemarin disholati,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Khutbah, Ahlussunnah, Sunnah Fans Gus Dur

Selasa, 28 November 2017

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

Tangerang, Fans Gus Dur. Dalam persidangan keempat di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Mustolih Siradj (konsumen dan donatur Alfamart) selaku Tergugat II mengajukan saksi penting, yakni A. Alamsyah Saragih Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP) angkatan pertama.

Dalam kesaksiannya, Alamsyah menyatakan, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat masuk kategori sebagai Badan Publik. Hal tersebut sebagai konsekuensi pertanggungjawaban kepada publik meskipun entitas Perseroan adalah badan hukum yang seharusnya mencari laba (untung).

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Perseroan yang Pungut Sumbangan Masyarakat Masuk Kategori Badan Publik

“Hal itu sebagai social control kepada penyelenggara sumbangan,” ujar Alamsyah, Jumat (17/3).

Maka itu, lanjutnya, Perseroan yang memungut sumbangan kepada masyarakat dapat dimintai data atau informasi oleh Donatur maupun masyarakat luas.

Fans Gus Dur

Alamsyah yang kini menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menambahkan, laporan Perseroan yang mengumpulkan sumbangan kepada Menteri Sosial tidak menggugurkan kewajibannya kepada publik

“Memberikan informasi seputar sumbangan. Begitu pula dengan yayasan atau lembaga yang mendapatkan atau menerima penyaluran donasi dari Perseroan tersebut juga menjadi Badan Publik,” tegas Alamsyah.

Alamsyah juga menyesalkan apabila ada Perseroan yang meminta sumbagan dari masyarakat tetapi kemudian uang sumbagan itu diklaim sebagai dana CSR (Corporate Social Responsibility) Perusahaan tersebut.?

Fans Gus Dur

“Sebab mengenai CSR aturannya sudah jelas diatur UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas Jo PP No. 47/2012, sumber dana CSR dari dana perusahaan bukan sumbangan,” jelasnya.

Alamsyah Saragih menguatkan Putusan KIP No. 011/III/KIP-PS/2016 yang menyatakan bahwa Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) sebagai Badan Publik karena meminta sumbangan kepada masyarakat atau konsumen secara agresif, rutin, dan masif di seluruh Indonesia. Bahkan berkelanjutan selama bertahun-tahun dengan total donasi yang terkumpul hampir mencapai Rp100 miliar. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa, Sunnah, IMNU Fans Gus Dur

Rabu, 22 November 2017

Usai Wali Songo, Warga NU Sulut dan Kaltara Ziarahi PBNU

Jakarta, Fans Gus Dur

Sekitar enam puluh orang peserta ziarah Wali Songo yang merupakan jamaah Al-Hikam Cinta Indonesia asal Kalimantan Utara beserta sejumlah pengurus Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Sulawesi Utara tiba di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (25/4) malam.

“Para jamaah berangkat dari tempat masing-masing dan bertemu di Surabaya pada tanggal 22 kemarin. Kami memulai ziarah dari makam Sunan Ampel menuju barat dan berakhir di makam Sunan Gunung Jati di Cirebon," ujar Habib Taufik Bilfaqih, Ketua Yayasan Al-Hikam yang sekaligus Ketua Lesbumi PWNU Sulut.

Usai Wali Songo, Warga NU Sulut dan Kaltara Ziarahi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Wali Songo, Warga NU Sulut dan Kaltara Ziarahi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Wali Songo, Warga NU Sulut dan Kaltara Ziarahi PBNU

Selain berziarah ke semua makam para wali yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, rombongan juga melakukan ziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH. Hasyim Asyari di Jombang, Jawa Timur.

Fans Gus Dur

"Ini adalah kesempatan yang baik bagi kami untuk mengunjungi makam orang-orang yang mulia. Atas jasa para auliya tersebut Islam bisa tersebar di Nusantara," kata Ustad Muhammad Iqbal, ketua panitia asal Tarakan.

Rombongan disambut oleh ketua Lesbumi KH Agus Sunyoto beserta sejumlah pengurus Lesbumi di Masjid An-Nahdhoh. KH Agus Sunyoto memberikan pemaparan terkait sejarah penyebaran agama Islam di Nusantara, serta peran penting Wali Songo.

Fans Gus Dur

"Sejarah Islam di Nusantara dan budaya lokal tak bisa dipisahkan. Islam bisa dengan mudah tersebar justru dengan pendekatan budaya yang dengan sangat cerdas dan bijak diterapkan dalam dakwah Wali Songo,” paparnya.

Budaya yang dimaksud, kata Agus, misalnya tradisi selamatan. Budaya ini menempel hingga kini di tengah masyarakat dan menjadi tradisi tak terpisahkan sebagai salah satu manifestasi tauhid yang hidup dalam kesadaran kolektif masyarakat.

Setelah acara diskusi, rombongan kemudian berkunjung ke Pojok Gus Dur, tempat dimana dulu almarhum Gus Dur biasa beraktivitas selama menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Para jamaah mengungkapkan kebahagiaan mereka karena dapat melihat-lihat seisi ruangan, meja kerja serta berbagai benda peninggalan Sang Guru Bangsa, Gus Dur. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Kamis, 16 November 2017

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis

Jakarta, Fans Gus Dur
Budaya tulis harus mulai dilakukan warga dan tokoh NU, bukan sekadar budaya lisan, karena tradisi tulis inilah yang merupakan bukti kongkrit peran kyai dalam mengembangkan umat dan masyarakat di sekitarnya.

Demikian diungkapkan, pekerja Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Supriyadi, dalam acara diskusi? pengelolaan manajemen kearsipan dilingkungan PBNU, yang diselenggarakan NU. Online, Jumat (19/8). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PBNU, Abdul Aziz Ahmad, segenap badan otonom NU dan pengurus kesekretariatan PBNU.

"Melalui tradisi tulisan maka semua pikiran, kebijakan, fatwa atau gerak langkah para kyai akan tercatat dan terekam dengan baik, sehingga informasi yang diperoleh lebih akurat dan kredibel," ungkapnya.

Perlunya kesadaran meningkatkan tradisi tulis para tokoh NU, lanjut alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini? karena Nahdlatul Ulama dan segenap tokoh-tokohnya yang amat beragam memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan republik ini, sehingga segala yang telah dilakukannya memiliki nilai sejarah yang tinggi dan ini harus diketahui oleh generasi yang akan datang."Karena ilmu pengetahuan sepenuhnya dapat ditelusuri dari sejarah, jadi kalau sampai NU tidak memiliki dokumentasi yang baik, dikhawatirkan literatur tentang NU akan sulit dilacak," tuturnya.

Dikatakan Supriyadi, selama ini, data-data kearsipan NU yang masuk masih sedikit, ketimbang yang dilakukan Muhammadiyah. NU, lanjutnya, hanya sekali menyerahkan arsip yakni ketika gedung PBNU pindah. "Meskipun data itu masih bisa terselamatkan, namun jumlahnya masih sangat sedikit dibanding kekayaan atmosfir intelektualitas NU yang sangat beragam," ujar lelaki kelahiran Surabaya ini.

Ketika ditanyakan mungkinkah NU memiliki kearsipan sendiri, dia mengatakan bisa saja itu dilakukan, tetapi membutuhkan dana yang besar, ketelitian dan investasi yang mahal. Namun, secara tekhnis bisa dilakukan, sepanjang bisa dikelola dengan baik dan mengerti bagaimana mengelolanya. "Bisa saja NU melakukan itu, karena ada juga beberapa lembaga swasta yang melakukan fungsi-fungsi kearsipan, seperti indoarsip dan lainnya," katanya.

Namun dia juga mengingatkan apabila tradisi tulisan sudah dimulai dikembangkan maka perlu dicarikan solusi untuk mengelolanya dengan baik dan benar sehingga secara tekhnis mudah ditemukan dan informasi yang penting dapat dilestarikan dengan baik.

Dalam diskusi kedua dari empat diskusi yang direncanakan oleh Fans Gus Dur, terungkap lebih dari 25 km data berupa kertas jika dijejer memanjang, 1 juta data photo, ribuan data dalam bentuk CD, mikro film, kaset dan jutaan data lain yang terkumpul sejak? tahun 1602-2005 yang dimiliki Arsip Nasional Republik Indonesia. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Olahraga Fans Gus Dur

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Perlu Tingkatkan Budaya Tulis

Sabtu, 04 November 2017

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Jakarta, Fans Gus Dur

Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) menggelar pengobatan gratis bagi pasien penderita penyakit pascabanjir di DKI Jakarta awal Februari lalu. Kegiatan pengobatan gratis yang dikhususkan bagi anak-anak berusia di bawah lima tahun itu dilakukan di Balai RW 08/81, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Sejak pukul 09.00 WIB, ratusan ibu-ibu yang membawa serta anaknya sudah menyerbu dan mulai mengantre di bawah tenda untuk menunggu pemeriksaan dari dokter yang bertugas. Mereka terlihat sangat antusias terhadap aksi sosial pengobatan gratis tersebut. Maklum, sejak banjir merendam daerahnya, belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis LPKNU Diserbu Pasien Pasca Banjir

Wakil Ketua LPKNU Dr Bina Suhendra mengatakan, selain karena merupakan daerah yang terkena banjir cukup parah, kelurahan tersebut juga adalah daerah kumuh dan padat penduduk. Kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar, tampak tak terjaga dengan baik.

Karenanya, dua dokter, dua bidan dan sepuluh relawan lainnya yang dikerahkan dalam aksi tersebut tak hanya memberikan pengobatan secara cuma-Cuma. Tim LPKNU juga memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga kesehatan diri, kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Salah satu tim dokter dr Fauzan yang langsung menangani pasien membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar memang jauh dari standar. “Kebersihan di perkampungan ini sangat jauh di bawah standar. Selain kumuh, banyak selokan-selokan yang mampet,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, daerah tersebut cukup beruntung. Dari sekitar 300 pasien anak-anak yang ia tangani, tidak ditemukan penyakit leptospirosis. Padahal, katanya, penyakit diakibatkan air seni tikus tersebut rawan muncul dalam kondisi lingkungan yang tidak sehat, terutama lingkungan pascabanjir. “Setidaknya, dari pasien yang saya tangani tidak ditemukan penyakit atau tanda-tanda ada leptospirosis,” pungkasnya.

Fans Gus Dur

“Mayoritas penyakit yang diderita warga adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut-Red), batuk, pilek, diare, DKI (dermatitis kontak iritan) dan gangguan pencernaan. Rata-rata sudah pernah berobat tapi belum sembuh,” ujar dr Fauzan.

Marini (34) yang memeriksakan anak perempuannya, Dian (4), mengatakan, sudah dua minggu batuk berdahak, pilek dan demam anaknya tak kunjung sembuh. Padahal sebelumnya ia sudah memeriksakan ke Puskesmas. “Batuknya parah banget dan berdahak. Demamnya tinggi. Udah sebulan ini anak saya berat badannya menurun,” ujarnya.

Fans Gus Dur

Hingga pukul 13.30 WIB, jumlah warga yang turut dalam pengobatan cuma-muma itu mencapai 300 orang lebih. "Kami membagikan kupon pengobatan untuk 350 warga. Tapi kalau lebih, kami siap untuk 50 pasien lagi,” ujar Avianto Muhtadi, Program Officer Community Based Disaster Risk and Management NU.

Selain penyuluhan dan pengobatan cuma-cuma, dalam kesempatan itu, LPKNU juga memberikan sejumlah makanan dan susu untuk anak-anak bagi setiap pasien. “Ini juga menjadi perhatian kita. Tidak hanya pengobatan. Kebutuhan gizi mereka (anak-anak) juga harus dipenuhi,” ujar Avianto.

Sebelumnya, tim kesehatan LPKNU bersama warga setempat bekerja bakti membersihkan lingkungan. Mereka bekerja bakti membuang sampah yang masih tersisa akibat banjir dan membersihkan selokan-selokan yang mampet.

“Kita ingin warga sadar betapa menjaga kebersihan dan kesehatan sangat penting. Lebih penting daripada pengobatan sendiri kalau sedang sakit,” terang Avianto yang juga Komandan Satuan Koordinator Wilayah Banser DKI Jakarta. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, News, Sunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 21 Oktober 2017

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja

Jombang, Fans Gus Dur. Sejumlah karyawan Rumah Sakit Nahdhatul Ulama (RSNU) Jombang digembleng dengan kajian-kajian Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-nahdliyah setiap bulan. Hal ini diupayakan berjalan dengan maksimal sesuai jadwal dan teknis yang sudah dirumuskan sebelumnya.

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Ajarkan Karyawan Materi Aswaja

Kali ini pihak RSNU mendatangkan KH A Wazir Ali, Wakil Syuriyah PCNU Jombang sebagai pembicara. Ia menjelasakan, bahwa nilai-nilai Aswaja seharusnya memang mulai dikenalkan pada berbagai pihak dan profesi, termasuk perawat atau pegawai RS. “RS ini sebagai ladang pengabdian para karyawan untuk pasien, menanam kebaikan sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW adalah beraswaja,” katanya saat menyampaikan materinya, Selasa (24/11).

Dalam menguatkan nilai-nilai Aswaja, kiai yang kerap disapa Wazir ini mengungkapkan, hendaknya memahami pilar-pilar Aswaja dan diaplikasikan dalam perbuatan manusia setiap hari. “Iman, Islam, dan ihsan merupakan pilar Aswaja yang harus dipegang erat oleh kita, kita senantiasa meningkatkan iman kita dengan menambah amal sholeh karena iman manusia sejatinya akan bertambah dan juga berkurang,” ungkapnya.

Fans Gus Dur

Ia mengajak pada segenap karyawan dan pejabat RS ini untuk menguatkan dan meningkatkan amaliyah-amaliyah Aswaja an-nahdliyah dihadapkan dengan berbagai paham Islam yang sudah melenceng dari ajaran-ajaran Nabi Muhammad. “Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah Islam yang santun atau Islam yang rahmatan lil alamin. Beragama Islam saja tidak cukup ketika tidak bisa memilah antara ajaaran-ajaran yang baik dan ajaran yang tidak sesuai dengan nilai keislaman yang sebenarnya,” tuturnya.

Fans Gus Dur

Kegiatan ini berlangsung di aula KH Abdurrahman wahid lantai II RSNU setempat selama dua hari (23-24/11). Sekitar 40 karyawan mengikutinya dari pukul 13.00 WIB hingga rampung. Mereka tampak antusias menyimak materi-materi yang disampaikan meskipun masih pertama kali digelar.

Di tempat terpisah, Hamid Bishri, Staf Tata Usaha (TU) RSNU ini mengatakan, akan membagi ? pada dua gelombang yang menyesuaikan dengan jam kerja para karyawan. “Kami merencanakan ada dua gelombang nanti, hal ini dirasa sangat efektif karean para karyawan secara keseluruhan bisa ngaji juga,” terangnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Sejarah, Sunnah Fans Gus Dur

Habib Luthfi: Saya Orang Indonesia

Kudus, Fans Gus Dur. Rois Am Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfi bin Yahya menegaskan sebagai orang yang dlahirkan di muka bumi negara kesatuan republik ini harus berani menunjukkan jati dirinya menjadi orang Indonesia. Sebab, kekuatan nasionalisme itu berasal dari kebanggaan terhadap bangsa sendiri.

“Meskipun saya ? keturunan Arab, tapi tidak bangga bangsa Arab. Harus tegas berani mengatakan saya orang Indonesia,” tandas Habib dalam acara Ansor Bersholawat yang diadakan PC GP Ansor Kudus di Gedung Graha Mustika Getas Pejaten Kudus, Senin (20/5) malam.

Habib Luthfi: Saya Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Saya Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Saya Orang Indonesia

Habib asal Pekalongan menandaskan meskipun keturunan bangsa lain seperti Arab, China atau lainnya, namun karena lahir di Indonesia, harus menunjukkan identitasnya sebagai bagian dari Indonesia.

Fans Gus Dur

“Nabi Muhammad sudah mencontohkan kalau cinta bangsa Arab harus tunjukkan cinta tanah airnya. Nabi saja tegas, jadi kita harus tegas bangga Indonesia.”

Ia merasa prihatin banyak produk-produk asing banyak beredar di Indonesia. Habib mencontohkan buah-buahan ? dan nama hewan di Indonesia banyak bernama negara lain seperti jambu Bangkok, ayam Bangkok maupun ayam Arab dan lainnya.

Fans Gus Dur

“Kita harus bangga dengan produk-produk dalam negeri. Tunjukkan Indonesia ? menjadi tanah kita yang subur loh jinawe katakan ini buah durian dari Jepara,” tegasnya seraya mencontohkan.

Habib juga mengajak umat untuk selalu rukun menjaga diri sebagai orang Indonesia yang berhaluan Islam Aswaja.

“Dinamika pilihan politik maupun golongan boleh berbeda, tapi kita harus ingat bangsa Indonesia, Ingat Aswaja,” tandasnya lagi.

Dalam memerdekakan bangsa ini, tutur Habib, bukan saja segelintir tokoh tapi banyak ulama maupun tokoh yang berlatar belakang suku agama berjuang dari penjajah ? penjajah dan kebodohan. Oleh karenanya, generasi sekarang hanya dituntut andil mengisi kemerdekaan.

“Dengan andil kita semua, akhirnya kita bisa menjadi bangsa yang tidak mengecewakan tokoh maupun ulama pendahulu yang turut berjuang,” pungkasnya.

Pengajian umum dalam rangka peringatan harlah ke- 79 GP Ansor ini dihadiri juga Ketua Umum GP Ansor H Nusron Wahid, Ketua PP PTNU H. Noor Ahmad dan para habaib serta kiai Kudus lainnya.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah Fans Gus Dur

Rabu, 11 Oktober 2017

Manusia dan Ingatan Panjang Unta

Sore itu Gus Dur terlihat bercengerama dengan beberapa tamu penting yang menemuinya di kediamannya di Ciganjur Jakarta Selatan.

Meskipun tamu yang menemuinya adalah orang penting, Gus Dur tidak pernah membedakan secara pelayanan. Semua tamu dari berbagai latar belakang ditemui dan dijamunya secara terhormat.

Manusia dan Ingatan Panjang Unta (Sumber Gambar : Nu Online)
Manusia dan Ingatan Panjang Unta (Sumber Gambar : Nu Online)

Manusia dan Ingatan Panjang Unta

Tidak lupa, Gus Dur selalu membumbui setiap obrolannya dengan menyajikan humor-humor segar untuk mencairkan suasana menjadi lebih akrab dan hangat.

Pada kesempatan tersebut Gus Dur bercerita tentang hewan unta. Hewan yang banyak hidup di tanah Arab ini menurut Gus Dur termasuk hewan yang panjang ingatan tapi mempunyai sikap pendendam.

“Panjang ingatan unta bisa sampai berapa lama Gus?” tanya salah seorang tamu polos.

Fans Gus Dur

“Bisa sampai 10 tahun,” jawab Gus Dur.

“Luar biasa hewan ini. Mungkin pengaruh panjangnya perjalanan yang mereka sering lakukan di gurun,” tukas tamu lain menanggapi.

“Bisa jadi,” Gus Dur diplomatis.

Gus Dur melanjutkan ceritanya, bila ada seseorang yang memukul unta itu, maka dia akan membalasnya pada kesempatan lain.

Fans Gus Dur

“Walaupun kejadiannya sudah 10 tahun,” sambung Gus Dur.

“Jadi kalau ada manusia yang tidak mau akur dan pendendam setelah 10 tahun berkonflik, maka ia bukan manusia, tapi unta,” seloroh Gus Dur disambut gerrr tawa para tamunya. (Fathoni)

Disarikan dari buku "Fatwa dan Canda Gus Dur" karya KH Maman Imanulhaq (2010).

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Sunnah, Tokoh, Sunnah Fans Gus Dur

Kamis, 31 Agustus 2017

Reformasi Birokrasi Jadi Kunci Atasi Korupsi di Indonesia

Jakarta, Fans Gus Dur

Dalam indek persepsi korupsi yang dikeluarkan oleh Transparansi Internasional untuk tahun 2006, posisi Indonesia mengalami perbaikan, dari 2.2 menjadi 2.4 dan dari peringkat 137 menjadi 130 dari 163 negara yang disurvey.

Program Manager Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi Nahdlatul Ulama (GNPK NU) Syaiful Bahri Anshori mengungkapkan bahwa perbaikan tersebut harus disyukuri meskipun terkesan cukup lambat. “Ini harus menjadi instrospeksi bagi bangsa Indonesia. Pemberantasan korupsi harus lebih cepat karena kalau lambat, semakin menyengsarakan bangsa,” tandasnya ketika dihubungi Fans Gus Dur, Kamis.

Dikatakannya bahwa upaya serius untuk pemberantasan korupsi memang baru akhir-akhir ini dijalankan. Lembaga seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diharapkan menjadi pendobrak pemberantasan korupsi juga baru dibentuk. Disisi lain, korupsi di Indonesia sudah lama berjalan dan menjadi kebiasaan masyarakat.

Reformasi Birokrasi Jadi Kunci Atasi Korupsi di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Reformasi Birokrasi Jadi Kunci Atasi Korupsi di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Reformasi Birokrasi Jadi Kunci Atasi Korupsi di Indonesia

“Kita butuh waktu untuk melaksanakan pemberantasan korupsi. Perlu ada pendidikan tentang bahayanya korupsi dan dilakukannya reformasi birokrasi,” tuturnya tentang strategi yang harus dilakukan dalam memberantas korupsi.

Pada masa lalu, korupsi sudah dianggap sebagai hal yang biasa dan masyarakat cenderung permisif. Untuk itu diperlukan penyadaran kembali betapa berbahayanya korupsi bagi kelangsungan hidup bangsa ini. Upaya tersebud dapat dilakukan melalui pendidikan anti korupsi kepada masyarakat.

Fans Gus Dur

Aspek reformasi birokasi juga menjadi salah satu kunci penting bagi pengurangan korupsi di Indonesia. Harus diakui Indonesia masih sangat lemah dalam hal ini. “Belum ada perubahan di tingkat departemen karena birokrasi masih gemuk. Ini menjadi peluang besar bagi timbulnya korupsi karena dana terbesar yang menjadi lahan korupsi berada di birokrasi,” tambahnya.

Akibat birokrasi yang gemuk dan tidak transparan tersebut, berbagai proyek dan tender yang diselenggarakan oleh pemerintah guna kepentingan pembangunan menjadi lahan empuk bagi para koruptor untuk menggerogoti uang rakyat.

Fans Gus Dur

Mantan Ketua Umum PB PMII tersebut sangat setuju dengan langkah Gus Dur waktu menjadi presiden dengan mengurangi sejumlah departemen pemerintah yang dianggap rancu atau tidak perlu. Sayang kondisi saat itu belum kondusif sehingga langkah tersebut tidak behasil. Saat ini bahkan terdapat kecenderungan birokrasi yang kembali gemuk seperti masa orde baru.

“Dirjen-dirjen di berbagai depertemen tak perlu terlalu banyak, demikian juga perlu adanya pengurangan personel birokrasi, banyak yang tidak jelas pekerjaannya. Ini sangat penting untuk efisiensi birokrasi,” tuturnya.

Salah satu hasil yang nampak dalam upaya pemberantasan korupsi adalah dalam pelaksanaan proyek pemerintah sekarang sudah ada perubahan yang lebih baik. “Paling tidak saat ini sudah ada kecenderungan dari para birokrat untuk takut menjadi Pinpro. Mereka menjadi lebih hati-hati, tapi praktek dibawah meja masih terjadi,” imbuhnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Kyai Fans Gus Dur

Kamis, 27 Juli 2017

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi

Jakarta, Fans Gus Dur
Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berpendapat bahwa eksekusi terhadap terpidana mati untuk kejahatan-kejahatan tertentu seperti yang dilakukan pada Astini juga harus manusiawi dan ringan penderitaannya, bukan dengan cara memberondong di pesakitan dalam keadaan sadar penuh.

“Dalam etika Islam yang disabdakan oleh rasulullah, kita harus menempuh cara terbaik dalam segala hal, termasuk ketika kita harus mengeksekusi hukuman mati,” tandasnya Senin (21/03).

Salah satu metode yang diusulkannya adalah korban dibius dulu, baru kemudian ketika sudah tidak sadar baru ditembak. Ini dapat mengurangi penderitaan yang dialami oleh sang pesakitan.

Islam sendiri melegalkan adanya hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan tertentu yang mengancam hak hidup manusia dan sangat sadistis. Konsepnya adalah nyawa dibalas dengan nyawa.

“Ini artinya hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan yang biasa disebut dengan hudud. Namun demikian dimungkinkan juga hukuman yang lebih ringan, tetapi jangan sampai pembalasan lebih kejam dari perbuatan” tambahnya.

Pada dasarnya konsep nyawa dibalas dengan nyawa ini dilatarbelakangi oleh sering terjadinya perang suku di jazirah Arab akibat pembunuhan pada satu anggota suku tertentu. Ini menyebabkan pembalasan dari suku lainnya dengan mengobarkan perang sehingga menimbulkan korban yang lebih besar.
 
Dijelaskannya bahwa Islam sendiri tidak mengenal konsep balas dendam. Karena itulah pihak ketiga atau pengadilan yang diberi wewenang untuk menjatuhkan hukuman tersebut, bukan keluarga.

Astini dijatuhi hukuman mati pada 17 Oktober 1996 oleh pengadilan negeri Surabaya karena membunuh tiga korbannya dan melakukan mutilasi karena masalah hutang. Namun baru dieksekusi tahun ini. Masdar sendiri meyesalkan lambatnya pelaksanaan eksekusi hukuman mati tersebut.(mkf)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian, Sunnah Fans Gus Dur

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi

Minggu, 09 Juli 2017

GP Ansor Rembang Luncurkan Kartu Wajib Infaq

Rembang, Fans Gus Dur. Dalam upaya mewujudkan kenadirian organisasi sebagai visi besar GP Ansor, PC GP Ansor Rembang, Jawa Tengah meluncurkan kartu wajib infaq di jajaran pengurus Cabang Ansor Rembang. Kebijakan ini diharapkan dapat di ikuti 14 pengurus Anak Cabang di Rembang.

GP Ansor Rembang Luncurkan Kartu Wajib Infaq (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Rembang Luncurkan Kartu Wajib Infaq (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Rembang Luncurkan Kartu Wajib Infaq

Demikian disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor Rembang, H M Hanies Cholil Barro saat halal bihalal PC Ansor Rembang bersana Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas di balai Desa Mlagen Kecamatan Pamotan Rembang.

Dalam kesempatan itu Hanies menyampaikan jika PC Ansor Rembang sudah memutuskan untuk mewajibkan infaq bagi setiap pengurus di jajaran Cabang Ansor, dengan harapn dapat di ikuti pengurus Anak Cabang dan Ranting.

"Melalui kartu wajib infaq ini kita berupaya mewujudkan kemandirian Ansor secara organisasi. Nanti dana infaq pengurus akan kita kelola dan dipertanggung jawabkan secara administrasi,” jelas Hanies.

Dengan adanya gerakan wajib infaq, Ansor Rembang dapat memberikan inspirasi kepengurusan yang ada di bawahnya dan umumnya di semua wilayah di Indonesia. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Sunnah Fans Gus Dur

Senin, 12 Juni 2017

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang?

Jakarta, Fans Gus Dur



Ketua Badan Pelaksana Perguruan Tinggi Nahdaltul Ulama (BPPTNU) KH Mujib Qulyubi ? mempertanyakan adakah korelasi antara tingkah laku dan cara berpikir seseorang ketika dewasa dengan pendidikan yang didapatnya saat usia dini?

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang? (Sumber Gambar : Nu Online)
Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang? (Sumber Gambar : Nu Online)

Adakah Korelasi Pendidikan Dini dengan Saat Dewasa Seseorang?

Pertanyaan itu disampaikannya saat membuka Seminar Nasional “Prospek dan Tantangan Guru PAUD pada Era Global” yang digelar Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) di Auditorium PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4).

“Sekali lagi saya ingin tanyakan, adakah korelasi maksimal anak-anak yang mengikuti pendidikan dini dengan ketika sudah dewasa? Kalau ada, maka tantangan kita saat ini adalah menanamkan rasa cinta agama sekaligus cinta tanah air dan bangsa kepada anak-anak usia dini,” urai Kiai Mujib.

Kiai Mujid menyebut realitas saat ini menyatakan di lima negara di Timur Tengah yaitu Siria, Afganistan, Irak, Somalia, dan Yaman belum juga kunjung damai, padahal di sana banyak kiai, ulama, dan PAUD.

Fans Gus Dur

“Pihak-pihak yang ada, hari ini bersama-sama tetapi di kesempatan lain bisa saling bermusuhan. Pimpinan dan orang-orang dewasa di sana menanamkan kepada jamaah agar mencintai agama lebih besar daripada kepada bangsa,” papar kiai yang juga Khatib Syuriah PBNU.

Kiai Mujib menegaskan pada titik itulah PAUD di Indonesia harus mendesain sedemikian rupa pola dan sistem pengajaran agar peserta didik memiliki kecintaan kepada negara, selain kepada agama, seperti yang dikembangkan di Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).

“Banyak yang mencirikan bahwa orang Islam yang melakukan istighotsah, membaca doa qunut saat salat subuh, tawasul, atau tahlilan adalah pengikut NU. ? Itu betul, tetapi tak sempurna bila tidak masuk ke kepribadian NU. Anak didik yang sesuai dengan NU diajarkan dua pilar, ada harakah (gerakan), ada fikrah (pemikiran),” lanjutnya.?

Kaitannya dengan PAUD ke depan, Kiai Mujib menyebut harakah NU meliputi berbagai dinamika seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.?

Fans Gus Dur

“Sementara fikrah ideologi akidah anak didik kita bekali militansi akidah yang betul menurut aswaja,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Selasa, 02 Mei 2017

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas

Banjarnegara, Fans Gus Dur
Longsor di yang terjadi di dukuh Gunungraja desa Sijeruk Banjarmangu Banjarnegara masih meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Dukuh yang terkenal dengan salaknnya itu pun terpendam tanah, sehingga sejumlah bangunan seperti masjid dan sekolah tidak kelihatan lagi. Ratusan nyawa menjadi korban dalam musibah itu, salah satunya adalah Husnen, anggota Banser yang hingga kini jasadnya belum ditemukan. Siapa sebenarnya Husnen?

Musibah bertubi-tubi kembali terjadi. Belum kering air mata masyarakat karena hantaman tsunmi, bangsa ini kembali dikejutkan dengan musibah longsor yang menimpa warga dukuh Gunungraja Banjar negara. Air matapun akhirnya tumpah kembali. Ratusan nyawa menjadi korban longsor yang mengubur perkampungan padat tersebut.

Husnen adalah salah satu anggota Banser yang diduka kuat meninggal karena hingga saat ini jasadnya belum berhasil ditemukan oleh tim evakuasi. Husnen pada saat longsor datang memang sedang berada di rumah bersama keluarganya.

Ayahnya Halimi dan dua saudaranya, yaitu Mariya dan Badar juga meninggal dalam musibah itu. Sementara istrinya Lilis dan saudaranya Misrun selamat. Lilik pada`malam sebelum kejadian longsor sedang pulang menjenguk orang tuanya di desa Kalilunjar, sementara Misrun sempat menyelematkan diri dari longsor.

Keluarga Husnen tinggal sebuah rumah sederhana di komplek masjid. Masjid megah yang berada di komplek itu pun kini tidak ada bekasya karena tertimbun  tanah longsoran. Ada dua kemungkinan, Husnen mungkin meninggal bersama warga lainya saat berada di masjid atau mungkin meninggal di rumah bersama keluarganya, karena pada saat itu ada sumber yang mengatakan, sebagian jamaah sholat shubuh pada saat longsor sudah kembali ke rumah.”ada yang bilang sebagian jamaah sudah pulang,” kata sumber Duta.

Kawan-kawan dekat Husnen tidak pernah menduga sahabatnya itu akan cepat menghadap sang pencipta. Mereka pun sangat kehilanagan karena Husnen dikenal ramah dan pandai bergaul.”Husnen itu orangnya ramah dan pandai bergaul. Dia orangnya sangat baik. Saya akrab sama dia. Bahkan saat masuk menjadi anggota Banser kita bareng,” Kata Rohadi, kawan dekat Husnen ketika ditemui Duta di Posko relawan NU, kemarin.

Kapan Husnen mulai masuk menjadi anggota Banser? Menurut Rohadi, Husnen adalah sosok kader NU yang militan. Dia selalu aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh NU atau Banser. Dia resmi masuk menjadi anggota Banser pada akhir tahun 2005 lalu dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Banser di Banjarnegara. Sejak itulah, aktif di NU.

Dikatakan Rohadi, Husnen juga seorang santri yang perlu diteladani. Meski hanya berbekal ijazah Madrasah Ibtidaiyah (MI), dia berangkat mendalami ilmu agama di pondok pesantren Darussalam, sebuah pondok pesantren yang terletak di daerah Purbalingga Jateng. Dia menghabiskan sebagian masa mudanya di pesantren itu, yaitu selama 8 tahun. Tentu itu bukan masa yang pendek untuk perjalanan menuntut ilmu.”Lama juga dia di pesantren. Tidak kurang dari delapan tahun. Setelah pulang dari pesantren itulah di mulai aktif jadi Banser,” jelas Rohadi.

Senada dengan Rohadi, Sabit Albanani, sahabat dekat Husnen saat berada di pondok pesantren mangatakan, sebagai seorang santri, Husnen dikenal ramah dan pandai bergaul.

Di juga merasa kehilangan atas kepergian sahabatnya itu.”Saya sangat paham pribadi Husnen. Dia itu berangkat ke pesantren bersama saya. Waktu di pesantren juga tinggal sama saya kok mas. Di memang baik,” kata Sabit Albanani dalam sebuah perbincangan dengan Duta.

Husnen ternyata juga masih tergolong pengantin baru.

Kurang lebih dua bulan lalu dia menikah dengan istrinya, Lilik. Kini Lilik tinggal bersama orang tuanya di desa Kalilunjar Banjarmangu. Sayangnya, baik Misrun, maupun Lilik tidak dapat ditemui, karena kondisinya masih shok berat, akibat ditinggal suami tercintanya.”Akhir bulan Ramadlan lalu dia menikah,” jelas Sabit Albanani.(amh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Sunnah, IMNU Fans Gus Dur

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas (Sumber Gambar : Nu Online)
Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas (Sumber Gambar : Nu Online)

Baru Dua Bulan Menikah, Banser Banjarnegara Tewas

Selasa, 19 Juli 2016

Seribu Bunga, Sejuta Cinta untuk Ibunda

Ibu selalu memberikan yang terbaik untuk anaknya. Entah bagaimana caranya, apa pun yang diminta, pasti ia berikan. Tidak pernah kenal lelah dalam bekerja. Senyumannya selalu ada untuk putra putri tersayang. Tidak pernah ada rasa benci ataupun marah, dan maafnya akan selalu ada untuk anaknya. Tutur katanya yang halus dan selalu memberi ketenangan. Tak pernah bosan untuk menasihati anaknya.

Tepat pada 22 Desember, hari yang indah untuk ibu. Orang yang selalu menjadi inspirasi dan penyemangat bagi kita. Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Blitar turut berpartisipasi memeriahkan dan tidak ingin melewatkan “Hari IBU” yang spesial ini. Memang tidak terkhusus hari ini saja, ? kebersamaan dengan ibu tercinta itu harus dirayakan. Namun hari ini adalah salah satu moment yang tepat untuk merenung atas segala pengorbanan ibu demi putra putrinya tercinta.

Seribu Bunga, Sejuta Cinta untuk Ibunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Bunga, Sejuta Cinta untuk Ibunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Bunga, Sejuta Cinta untuk Ibunda

Pada moment yang indah ini, kami mengadakan acara berbagi bunga untuk para ibu hebat di beberapa sudut kota Blitar. Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa perempatan dan pasar di ? Blitar.?

Fans Gus Dur

Ada satu kisah lucu pada awal kegiatan kami. Bermula pada salah seorang ibu di ujung perempatan, Ketika kami berbagi bunga kepadanya, ibu itu menolak, karena beliau mengira kami jualan bunga. Namun setelah kami jelaskan bahwa bunga ini gratis, beliau langsung menerima bunganya dan tersenyum manis kepada kami. Berbeda halnya di pasar, awal masuk kami langsung dikerumuni ibu-ibu. Banyak ibu yang meminta bunga dari kami. Sungguh terlihat betapa bahagianya ibu-ibu pada hari ini.

Acara ini berlangsung dengan lancar. Satu jam berlalu dan bunga-bunga sudah selesai kami bagikan. Tak lupa juga kami memberikan bunga kepada Ibu kami tercinta, Ketua Muslimat Kabupaten Blitar Ibu Nyai Hj. Maslukhi yang juga menjadi penasihat bagi kami.?

Makna besar yang kami dapatkan hari ini adalah hanya dengan setangkai bunga bisa membuat ibu tersenyum. Betapa mudahnya bagi seorang anak untuk membuat ibu bahagia. Ibu tidak pernah meminta hal yang sulit. Dia hanya ingin anaknya soleh dan solehah, menjadi seseorang yang bermanfaat dan selalu berbakti pada kedua orang tuanya.

Fans Gus Dur

Sebagai pelajar NU, wajib bagi kita untuk selalu berbakti pada orang tua, khususnya Ibu. Ridho Allah ada pada ridho seorang ibu. Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Ubudiyah, Sunnah Fans Gus Dur

Sabtu, 16 April 2016

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Tarim, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman menerapkan sistem Ahlul Halli pada pemilihan pemimpin baru dalam Konferensi Cabang Istimewa Ke-3. Penentuan rais syuriah dan ketua tanfidhiyah dilakukan oleh tim formatur yang terdiri dari utusan beberapa organisasi di Yaman.

Tim formatur terdiri dari para ketua organisasi seperti PPI, AMI Al Ahgaff, FLP Yaman, dan organisasi kedaerahan seperti OPISI (Sumatera), Pajajaran (Jawa Barat & Banten), PPJJ (Jawa Tengah), Keramat Jatim, Fosmaya (Madura), dan Roudlotul Banjariyyin.

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab NU Yaman Terapkan Sistem Ahlul Halli wal Aqdi

Sidang pleno yang dipimpin Rais Syuriah PCINU Yaman Nuril Izza Muzakki ini sebelumnya memunculkan dua kandidat rais Syuriah, yaitu Hasan Bashri Hayy dan Muhammad Gufron, dan dua kandidat ketua tanfidhiyah, yakni H M Thohir Uzt dan Abdul Rahman Malik.

Pemilihan yang diagendakan hanya 15 menit berjalan alot hingga molor sampai satu jam. Namun forum akhirnya memutuskan dan menetapkan Hasan Bashri Hayyi sebagai Rais Syuriah PCINU Yaman dan Abdul Rahman Malik sebagai Ketua Tanfidhiyah PCINU Yaman masa khidmah 2015-2016.

Fans Gus Dur

Pemilihan ketua yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Al Ahgaff, Tarim, Rabu malam (11/15) waktu setempat itu berlangsung dalam sidang pleno ketiga. Sebelumnya telah dilaksanakan sidang laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus demisioner dan sidang soal program PCINU ke depan.

"Laporan pertanggungjawaban merupakan hasil realisasi program selama satu periode berdasarkan lajnah dan lembaga yang ada di PCINU Yaman," tutur Nuril. Lajnah dan lembaga itu meliputi Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengemembangan Sumber Daya Manusia), LDNU (Lembaga Dakwah NU), LMI-NU (Lembaga Media dan Informasi NU), LTNNU (Lanjah Talif wa Nasyr NU) dan LBMNU (Lajnah Bahtsul Masail NU).

Fans Gus Dur

Acara pada malam itu disambung dengan peluncuran buku karya aktivis NU Yaman "Membumikan Maqashid Syariah" dan kitab "Mighnathisul Afrah fi Adiyatin Nikah". Acara semakin meriah dengan pengumuman pemenang Lomba Menulis Artikel Islam (LMAI) PCINU Yaman yang digelar sejak 30 Desember 2014. Hadiah berupa uang tunai, piagam penghargaan, dan buku “Wisata Religi di Negeri Para Wali” karya LTN-NU diberikan kepada tiga juara terbaik.

Rangkaian acara Konferensi Cabang Istimewa ini dimulai sejak Ahad (8/2) dengan agenda seminar tentang ISIS, bahtsul masail, diskusi panel, dan kuliah umum bersama KH Yunus Roichan. (Arman Malieky/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sunnah, Nahdlatul Ulama Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock