Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU

Palembang, Fans Gus Dur

Nilai-nilai dasar dan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang telah menjadi dasar dan watak Nahdlatul Ulama (NU) tak sebanding dengan kemampuan berjam’iyah warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Di antara indikatornya adalah banyaknya kasus pelanggaran ketentuan organisasi yang telah ditetapkan, seperti halnya rangkap jabatan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakesdam) NU Nasihin Hasan kepada Fans Gus Durdi sela-sela acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Lakpesdam NU di Hotel Carrisimi, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (13/12).

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU

Nasihin, begitu panggilan akrabnya, mengatakan, indikator lainnya seperti kasus kepentingan konflik antara pribadi dengan kepentingan jamaah dan jam’iyah, kurang efektifnya struktur yang ada dan kinerja manajemen organisasi, tumpang tindih peran antara organisasi induk dengan badan otonom, lajnah dan lembaga.

“Sementara, tantangan NU ke depan dalam menyikapi persoalan masyarakat dan relasi global yang semakin menuntut peran dan kiprah NU, jelas membutuhkan penguatan manajemen serta ketersediaan kader-kadernya yang siap dan militan,” terang Nasihin.

Dalam sejarahnya, Lakpesdam NU didirikan, baik di tingkat pusat maupun wilayah dan cabang, adalah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia NU, terutama yang berhubungan misi mengawal kerja-kerja sosial-kemasyarakatan NU. Hal itu, katanya, sesuai dengan uraian yang terkandung dalam Khittah NU 1926 atau yang disebut juga dengan Khittah Nahdliyah.

Peran dan fungsi lembaga yang menjadi pusat penelitian dan pengkajian di NU tersebut, menurut Nasihin, juga tertuang dalam hasil Pertemuan Nasional Lakpesdam NU pada Agustus 2004 silam. Di dalamnya disebutkan tiga hal mendasar yang berhasil disepakati, antara lain, pertama, visi Lakpesdam membangun iklim yang dinamis dan konsisten terhadap visi kerakyatan, baik di kalangan jam’iyah maupun jamaah. “Melalui pengembangan sumber daya manusia yang kritis di lingkungan NU,” tandasnya.

Fans Gus Dur

Kedua, misi Lakpesdam adalah memperkuat kapasitas individu dan lembaga serta penguatan basis jamaah dengan membongkar paradigma fatalis. Ketiga, strategi penguatannya adalah mendorong semuan tingkatan struktur kelembagaan NU untuk melakukan perbaikan sistem, manajemen, penguatan institusi dan sumber daya manusia NU.

“Termasuk di dalamnya, pembenahan system organisasi dan pengkaderan serta sistem pengorganisasian masyarakat. Karena keberadaan NU tidak bisa terlepas dari masyarakat umumnya,” jelas Nasihin.

Fans Gus Dur

Dijelaskan Nasihin, 21 tahun kiprah Lakpesdam NU sejak didirikannya pada Muktamar ke-27 di Situbondo tahun 1984 silam terhadap penguatan organisasi, manajemen dan pengkaderan NU, masih menyisakan sejumlah catatan. Di antaranya adalah tidak seragamnya persepsi di tingkat pengurus wilayah dan pengurus cabang tentang paradigma dan mandat utama pembentukan Lakpesdam NU.

“Sementara, tantangan keadaan di luar, baik di tingkat lokal, nasional maupun global, menuntut adanya lembaga atau tatanan organisasi yang kuat dalam menghadapi dan menyikapi perkembangan kehidupan masyarakat secara luas,” ungkap Nasihin.

Catatan lain, imbuh Nasihin, pola koordinasi dan komunikasi antar-struktur Lakpesdam di berbagai tingkatan juga menjadi permasalahan mendasar. “Struktur kepengurusan Lakpesdam kan mengikuti struktur NU-nya. Di tingkat PWNU, maka ada juga PW Lakpesdam dan seterusnya. Akibatnya, seolah-olah tidak ada hubungan organisastoris secara langsung dan tidak saling berkoordinasi,” terangnya.

Kesamaan peran dan fungsi Lakpesdam, lanjut Nasihin, mestinya dapat menjadi sebuah kekuatan tersendiri yang cukup menentukan dalam perjalanan NU sebagai sebuah organisasi civil society. “Namun, berbagai kekuatan tersebut tidak berhimpun karena persoalan prosedural. Kekuatan tersebut masih terserak karena minimnya komunikasi yang saling menguntungkan,” pungkasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Pesantren Fans Gus Dur

Selasa, 27 Februari 2018

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual

Jember, Fans Gus Dur - Kepemimpinan itu bukan sekedar ilmu  tapi juga seni. Sehingga untuk memahaminya secara holistik dan komprehensip, tak cukup hanya membutuhkan akal tapi juga memerlukan hati. Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch. Eksan saat menjadi narasumber dalam acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU di aula Madrasah Ibtidaiyah An-Nidhom, Gladak Pakem, Sumbersari, Jember,  Jawa Timur, Ahad (4/9).

Menurutnya, akal dan hati dibutuhkan untuk menjadi "pembimbing" pemimpin dalam menjalankan tugasnya yang cukup berat hingga mencapai tujuan yang diinginkan bersama. "Tujuannya sejalan dengan misi kekahlifahan manusia di muka bumi, yaitu memakmurkan, bukan membuat kerusakan atau apalagi pertumpahan darah," ujarnya.

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual

Anggota DPRD Jawa Timur dari Partai NasDem itu menambahkan, pondasi kepemimpinan adalah moralitas dan spritualitas dalam mengelola bisnis dan investasi, mengelola umat dan mengatur negara serta membangun peradaban dunia. Tanpa moral dan spritualitas, kepemimpinan tak lebih dari sekadar ilmu dan seni mengelola siasat semata.

Fans Gus Dur

"Kepemimpinan harus ditopang oleh moral dan spiritual. Inilah yang sangat menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin, apakah itu pemimpin perusahaan, lebih-lebih pemimpin negara," jelasnya.

Dikatakan Moch. Eksan, kepemimpinan merupakan persoalan besar dalam pandangan agama apapun. Sebab, kepemimpinan dibangun atas dasar keiinginan untuk meraih kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang adil, dan itu merupakan produk dari moralitas dan spritualitas yang bersangkutan.

Fans Gus Dur

"Karenanya, pemimpin yang adil itu adalah pilar pertama dari empat pilar dunia. Yaitu ulama yang berilmu, pengusaha yang dermawan dan fakir miskin yang berdoa," jelasnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama,  dilakukan pelantikan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IAIN Jember. Untuk periode ini, Ketua PKTP IPNU IAIN Jember dijabat oleh Mahmud Azhari, Sekretaris dipercayakan kepada Najib Said Abdillah. Sedangkan Ketua PKTP IPPNU IAIN Jember dipegang oleh Ulun Niati dibantu Sekretaris Faria Nur Azizah. (aryudi a razaq/abdullah alawi)

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Ubudiyah Fans Gus Dur

Minggu, 18 Februari 2018

Diplomasi Politik ala Subhan ZE

Bagaimana memahami diplomasi politik Subhan ZE? Sebagai seorang ahli strategi dan penggerak, Subhan ZE menjadi catatan penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Namun, tidak banyak kader yang memahami secara komprehensif alur sejarah hidup, kegelisahan, pemikiran, dan jaringan yang dibangun olehnya.?

Hingga kini, nama Subhan ZE terus terngiang dalam berbagai forum diskusi dan obrolan santai, namun tidak banyak yang memahami jurus politik dan strategi diplomasinya dalam mengawal negara dan menjaga Nahdlatul Ulama.

Diplomasi Politik ala Subhan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Diplomasi Politik ala Subhan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Diplomasi Politik ala Subhan ZE

Subhan merupakan tokoh yang lahir pada 29 Januari 1929 di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, serta besar di Kudus, Jawa Tengah. Dari penelusuran yang dilakukan penulis, tidak banyak keluarganya di Malang yang dapat diwawancarai terkait dengan sosok Subhan. Bahkan, warisan tanah dan harta benda dari Subhan ZE yang telah dihibahkan ke sebuah lembaga pendidikan, juga telah berganti yayasan. Nama Subhan sering disebut oleh aktifis muda NU, khususnya di PMII dan Ansor, namun tidak banyak yang memahami sepak terjangnya.

Semasa hidupnya, Subhan tidak lekang oleh kontroversi. Ia sering dicitrakan sebagai pemuda yang glamour, dengan jaringan perkawanan yang luas. Mobilitasnya ditopang oleh kekuatan ekonomi dan jaringan bisnis yang telah dibangunnya, yang menghantarkan Subhan sebagai sosok mandiri yang tangguh dan mampu bergerak dengan idealisme.

Meski sering dianggap melanggar batas etika kaum santri, Subhan ternyata disayang banyak kiai. Ia juga dianggap dekat dengan kiai-kiai nasional, karena seringnya silaturahmi dan keteguhan prinsipnya menjaga negara. Subhan disebut sebagai kadernya Kiai Asnawi Kudus, serta dekat dengan Kiai Mashum Lasem, Kiai Bisri Mustofa Rembang, Kiai Asad Syamsul Arifin, serta Kiai Rifai Imam Puro (Mbah Liem) Klaten. Dengan para kiai, Subhan menempatkan diri sebagai santri, sebagai murid spiritual.

Dalam catatan Asad Said Ali, Subhan ZE merupakan kader yang dididik oleh Kiai Asnawi. Di antara kader didikan Kiai Asnawi, yakni Kiai Turaikhan, Kiai Arwani dan beberapa tokoh penggerak dari kalangan santri (Pergolakan di Jantung Tradisi: NU yang Saya Amati, 2008). Jaringan pesantren di Kudus, merupakan basis pondasi bagi Subhan untuk membangun komunikasi dengan para kiai. Selain itu, pendidikan dan jaringan bisnis Subhan juga dimulai dari Kudus, yang membuatnya memiliki ikatan pertemanan yang kuat dengan tokoh-tokoh kunci di kawasan pantura.

Fans Gus Dur

Dukungan para kiai tampak ketika Subhan hendak dipecat dari PBNU, pada puncak perseteruan dengan Kiai Idham Chalid. Ketika hendak dipecat oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Subhan ZE dibela Mbah Mashum Lasem. Tentu saja, dukungan Kiai Mashum berdasar pada prinsip yang kuat, dengan wibawanya di antara para kiai membuat Subhan mendapatkan legitimasi.

Atas apa yang terjadi pada Subhan, Mbah Mashum mengungkapkan bahwa keputusan rapat Syuriah tidak bisa memecat tanpa melalui prosedur organisasi yang sah. Menurut Mbah Mashum, jika PBNU hendak memecat Subhan ZE, haruslah melalui mekanisme muktamar. Dalam membela Subhan, Mbah Mashum bukan satu-satunya kiai yang memiliki prinsip kuat seperti itu. Pandangannya diikuti oleh beberapa kiai lain, di antaranya Kiai Mahrus Ali (Lirboyo), Kiai Abdul Malik (Demak, anggota DPR dari Partai NU), serta KH Ali Mashum, menantu Kiai Munawwir pengasuh pesantren Krapyak Yogyakarta. Di sisi lain, beberapa pengurus cabang NU juga mendukung Subhan. Juga, sebagian besar berpendapat bahwa apa yang dilakukan Subhan, dengan segenap keglamourannya, dilakukan sebelum menjadi pengurus PBNU. Alasan pemecatan Subhan ZE sudah usang, dan terlihat sebagai kemarahan yang terlambat (Thomafi, Mbah Mashum Lasem, 2007: 159).

Selain dekat dengan para kiai, Subhan ZE juga mengkader anak-anak muda pesantren, yang kelak menjadi tulang punggung Nahdlatul Ulama. Di antaranya, Kiai Tolhah Hasan, yang pernah menjadi Menteri Agama Indonesia, pada 1999-2001. Kiai Tolhah juga menjadi Rektor Universitas Islam Malang (Unisma), hingga 1998. Kiai Tolhah juga menjadi Wakil Rais Am PBNU (2004).

Nasaruddin Umar, dalam Kiai Multitalenta: Sebuah Oase Spiritual KH Tolhah Hasan (2006: 151), menuliskan betapa sosok Subhan ZE sangat penting bagi Kiai Tolhah Hasan. Bagi kiai Tolhah, Subhan ZE merupakan guru politiknya, yang mengkader pergerakan, organisasi, dan perjuangan kebangsaan. Inilah yang membentuk mental tanggung dalam diri Kiai Tolhah, berkat sentuhan dan diskusi intensif dengan Subhan ZE. Subhan ZE merupakan guru politik bagi Kiai Tolhah Hasan. "Subhan ZE, tokoh NU yang dikenal cerdas, kaya dan berani, juga menjadi gurunya. Ketokohannya, diakui tidak hanya di kalangan NU, tapi telah menjadi tokoh nasional. Gagasan-gagasannya sangat brilliant." Bagi Kiai Tolhah, Subhan ZE sangat berkesan dalam membangun mental anak-anak muda, agar berani bergerak dan memperjuangkan prinsip.

Fans Gus Dur

Subhan berpengaruh tidak hanya di kalangan pesantren, namun juga berjejaring dengan generasi muda lintas agama dan organisasi. Dengan aktifis PMKRI, HMI, PMII dan GP Ansor, Subhan ZE menjadi referensi untuk mencari celah di tengah puncak kekuasaan Soekarno. Subhan bersama anak-anak muda, melawan komunisme. Di antara yang bergerak bersama Subhan ZE, adalah aktifis penting dari PMKRI: Harri Tjan SIlalahi (Tjan Tjoen Hok).

Harri Tjan lahir di Yogyakarta, pada 11 Februari 1934. Ia mengawali karir organisasi sebagai aktifis PMKRI. Di organisasi ini, ia menjadi Ketua pada periode 190-1961. Ia juga melalangbuana untuk menghadiri forum internasional di Jakarta, Praha dan Kanada, dalam prose pembebasan Irian Barat. Selain itu, ia juga turut mendirikan Pax Romana di Roma, Montevideo, dan Buenos Aires. Pada 1957, Harri Tjan dikirim ke Amerika untuk mempelajari dinamika perburuhan di St. Jons College di Baltimore. Ia juga berkunjung ke Detroit, Amerika Serikat pada 1962, untuk menghadiri siding ISC (International Stundent Conference).

Nama Silalahi, merupakan pemberian suku adat di Batak, ketika ia berkujung bersama kawannya di daerah itu. Di tanah Batak, ia dianggap sebagai pengganti adik temannya yang hilang pada masa kecil, sehingga diberi marga Silalahi (Tim Setyautama, Tokoh-Tokoh Tionghoa di Indonesia, 2008: 434). Harri Tjan Silalahi merupakan teman Subhan ZE dalam isu perlawanan terhadap PKI. Ia terpilih sebagai sekjen Front Pancasila, sebuah organisasi anti komunis yang dikomando Subhan ZE. Pada tahun 1965, Harri Tjan menjadi anggota Partai Katolik. Dan, tahun 1967 ia menjadi Sekjen Partai Katolik. Pada 1975, Harri Tjan ikut dalam pemilihan umum, sebagai calon dari Partai Katolik, namun tidak terpilih. Kemudian, Harri Tjan berkiprah sebagai Direktur CSIS, serta menjadi Pembina Bakom PKB (Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa) Pusat bersama Jusuf Wanandi (Liem Ban Kie).

Jaringan luas Subhan ZE dapat menjadi referensi anak-anak muda pesantren, yang memiliki passion di pergerakan politik. Subhan piawai membangun komunikasi dengan para kiai sepuh, sekaligus bergerak serentas menembus komunitas lintas agama-etnis. Memahami jurus-jurus politik dan seni diplomasinya, senantiasa membuka tirai misteri bagi sejarah panjang tokoh-tokoh penggerak Nahdlatul Ulama. (Munawir Aziz)

?

Penulis adalah Wakil Sekretaris LTN Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, bukunya bertema "Gus Dur & Jaringan Tionghoa Nusantara", dalam proses terbit(Komunikasi via email: moena.aziz@gmail.com)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Tegal, Ubudiyah Fans Gus Dur

Jumat, 16 Februari 2018

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan

Sebagaimana telah dijelaskan pada tulisan sebelumnya bahwa niat memegang peranan penting terhadap perjalanan hukum fiqih. Sebagaimana kaidah:

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneliti Jenis Akad yang Sedang Dilangsungkan

? ?

Fans Gus Dur

“Bahwa segala perbuatan adalah bergantung lada maksudnya (niat).”

Fans Gus Dur

(Baca: Kajian Fiqih Muamalah Terapan: Akad)

Kaidah ini dibangun berdasarkan hadits yang sangat terkenal bahwa sesungguhnya sahnya suatu amal harus disertai dengan niat. Maksud dari hadits ini adalah bahwasannya balasan atau pahala suatu amal adalah tergantung pada niat. Demikian juga, sah atau tidaknya suatu amal adalah tergantung pula pada niat.?

Seseorang mengambil barang hilang di jalan, yang ternyata kemudian barang tersebut rusak di tangannya, atau bahkan hilang. Apakah ia berkewajiban mengganti barang yersebut? Maka, dalam kasus seperti ini, memecahkannya adalah dikembalikan lagi pada niat awal ketika orang tersebut mengambil barangnya. Jika niat awal mengambilnya adalah untuk diserahkan kepada pemilik asli barang, atau agar orang lain tahu bahwa barang tersebut ada di tangannya , dan sewaktu-waktu pemiliknya mencari, barang itu akan ia serahkan, maka dalam hal ini pelaku adalah seorang yang memang amanah sehingga ia tidak dikenakan atas ganti rugi terhadap barang yang hilang atau rusak tersebut.

Namun bila, niat awal mengambil barang tersebut adalah untuk dimilikinya, sementara di kemudian hari ternyata pemilik sebenarnya datang mencari dan menemui orang yang mengambil tersebut, maka bila barang itu hilang atau rusak, dengan demikian ia wajib untuk menggantinya. Mengapa? Karena akibat perbedaan niat awal tersebut, pelaku yang mengambil bisa dihukumi dengan dua sudut pandang fiqih yang berbeda. Pertama, ia dihukumi sebagai orang yang amanah, dan yang kedua ia dihukumi sebagai pencuri. Inilah konsistensi fiqih, yang memandang pekerjaan yang sama namun dengan dua hukum yang berbeda, karena niatnya berbeda. Sikap konsistensi fiqih ini kemudian digambarkan dalam sebuah kaidah:?

? ? ? ? ? ?

“Pada hakikatnya hukum itu tergantung pada sebab, bukan pada keumuman lafadh.”

Kaidah fiqih ini jika diterapkan pada bentuk terapan dalam wilayah akad/transaksi, sebenarnya masih terlalu umum. Karena tidak semua sebab adalah niat, dan tidak semua niat adalah sebab. Misalnya pernyataan “padinya dimakan tikus”, untuk menjelaskan bahwa tikus merupakan sebab, sehingga suatu padi di dalam petak gagal untuk dijual.?

Jika ada suatu hadiah diberikan, namun dilengkapi dengan adanya syarat dan ketentuan sehingga hadiah tersebut gagal diterima bila syarat dan ketentuan tersebut tidak dilengkapi, maka pada dasarnya hadiah tersebut bukanlah hadiah, meskipun ia disebut sebagai hadiah. Lebih tepatnya hal itu bisa disebut sebagai akad jual beli sehingga bukan tempatnya jika ia disebut sebagai hadiah. Nah, sampai di sini, manakah yang disebut sebagai sebab, dan mana yang disebut sebagai niat?

Untuk itulah kemudian ulama mengembangkan sebuah kaidah lain dengan berangkat dari lafadh sebab khusus dan lafadh umum, sebagaimana kaidah di atas.?

? ? ? ? ? ? ? ?

"Hukum di dalam akad tergantung pada niat dan makna sehingga bukan bergantung pada lafadh dan bentuknya."

Sesuai dengan kaidah ini, meskipun pemberian di atas dinamakan hadiah, tetapi karena dalam praktiknya ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh yang diberi, serta hadiah tersebut bisa batal untuk diberikan manakala tidak dipenuhi persyaratannya, maka hadiah tersebut sejatinya bukan hadiah, melainkan jual beli.?

Contoh kasus yang lain adalah pada praktik pengalihan hutang (hawalah). Jika merujuk pada pola hawalah, maka seharusnya bagi pihak yang mengalihkan hutang adalah sudah bebas dari hutangnya dan ia sudah tidak memiliki tanggung jawab lagi terhadap hutang tersebut. Akan tetapi, bila ternyata dalam praktiknya, orang yang mengalihkan ternyata masih harus menanggung beban pembayaran dari orang yang menggantinya, maka meskipun akad tersebut pada awalnya disebut sebagai hawalah namun pada dasarnya, ia bukanlah hawalah, melainkan kafalah.

Kesimpulannya, “sebab” yang sebelumnya merupakan niat dan soko utama dalam akad/transaksi, menjadi diperinci kembali, apakah benar ia sebagaimana yang diniatkan, ataukah sebagaimana yang dimaksudkan? Jika dalam praktiknya ia harus dikembalikan kepada sebagaimana yang dimaksudkan dalam maknanya shighat, maka harus ada penelitian kembali terhadap jenis akad yang berlangsung sehingga tidak terjadi salah sebut akad. (Muhammad Syamsudin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul, Ubudiyah, Kajian Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Februari 2018

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Nasional, Senin (1/6) kemarin bersilaturahim ke kediaman Koordinator Nasional Gusdurian Alissa Wahid di Yogyakarta. Kunjungan sekaligus dalam rangka meminta saran serta arahan dari putri sulung Gus Dur ini.

Rombongan silaturrahim ini antara lain Presidium Nasional 1 dan 4 KMNU, Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), BPH Regional 2, serta perwakilan pengurus inti KMNU UII, UGM dan UNY.

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: Organisasi Mahasiswa NU Bisa Saling Bersinergi

Zimamul Adli, Presidium 1 KMNU, dalam kesempatan itu menjelaskan beberapa hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KMNU yang telah terselenggara di Jakarta, awal April lalu. Diantaranya adalah mengenai logo resmi KMNU Nasional dan langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan KMNU di masa-masa awal berdirinya.

Alissa Wahid menjelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan NU (KMNU, PMII dan PKPT IPNU/IPPNU) tidak seharusnya saling mencurigai dan saling menegasikan. Ketiganya harus bisa bekerjasama dan bersinergi. Karena memang jamaah NU sangat banyak serta memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karena itu ia mendorong agar ketiganya mengadakan musyawarah guna memperjelas diferensiasi di antara ketiganya.

Fans Gus Dur

Dalam pengkaderan, sebaiknya KMNU merancang sistem pengkaderannya sendiri yang original dan tidak meniru sistem pengkaderan organisasi-organisasi lain yang sudah ada. Ia memberikan contoh komunitas Gusdurian yang sukses dengan sistem pengkaderannya yang original. Sistem pengkaderan harus dirancang dengan baik dan telaten sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Fans Gus Dur

Ia juga menyarankan agar KMNU membentuk lembaga pengelola dana yang berfungsi untuk menghimpun donasi dari para alumni dan untuk membantu pembiayaan segala kegiatan yang diadakan oleh KMNU Nasional. Dengan cara itu diharapkan KMNU dapat menjadi organisasi yang professional dan mandiri dalam pengelolaan dana.

Dalam kesempatan itu, ia memberikan dukungan yang sangat besar bagi hadirnya KMNU Nasional. Ia meyakinkan kepada seluruh pengurus KMNU mulai dari tingkat perguruan tinggi hingga tingkat pusat agar tetap percaya diri dan jangan takut terhadap perubahan. Semua pengurus KMNU harus menjadi mahasiswa yang responsive bukan mahasiswa reaktif. Yaitu mahasiswa yang bukan hanya kritis, namun juga solutif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa. (Muhammad Dliyauddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Ubudiyah, Olahraga Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK

Jakarta, Fans Gus Dur



Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengelar dialog publik bertema "Menyoal Paket Kebijakan Reformasi Hukum Jokowi-JK" di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat pada Ahad (16/10). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Robikin Emhas (Ketua PBNU), Masinton Pasaribu (Komisi III DPR RI), dan Farouk Muhammad (DPD RI).

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Persoalkan Kebijakan Hukum Jokowi-JK

Ketua Umum PB PMII Aminudin Ma’ruf mengatakan, kegiatan ini dalam rangka untuk mengkaji dan mengawal kebijakan pemerintah terkait reformasi hukum.?

PMII, menurutnya, menolak negara lemah. Negara yang seperti itu disebabkan ketidakpastian hukum. Hal ini akan menambah rendah kepercayaan publik terhadap hukum.?

Ketua PBNU mengimbau masyarkat untuk berpartisipasi dalam penegakan hukum di Indonesia. Sementara kepada negara meminta untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap hukum melalui program Nawacita.?

Hal itu, diamini Farouk Muhammad. Menurutnya di negara ini hukum baru sebatas ide, belum sampai kepada penegakan hukum yang sebenar-benarnya. Menurutnya, banyak laporan dari masyarkat yang dibiarkan dan tidak di proses lanjut.

Fans Gus Dur

Sementara Masinton Pasaribu mengatakan, selama dua tahun kepemimpinan Presiden Jokowi banyak persoalan yang belum diungkapkan, masalah Pelindo 2, kasus Munir, kasus kebakaran hutan dan lahan dan pemberian izin dalam pengelola tambang.?

Fans Gus Dur

“Negara harus hadir dan mengungkapkan pelanggaran HAM dan segera disampaikan ke publik serta meminta kepada KPK untuk konsen ke masalah korupsi besar,” katanya.?

Ia menilai, penegakan hukum kita masih amatiran, tidak konsen. Cuma pada korupsi yang jumlahnya kecil yang diproses. (Muhamad Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Ubudiyah, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Senin, 29 Januari 2018

Banom NU Waykanan Rintis Ngaji Bareng Pelajar

Waykanan, Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan sejumlah ustadz di kabupaten Waykanan bersiap memasuki sekolah guna mengaji bersama pelajar setempat. Mereka telah melakukan pertemuan dengan sejumlah sekolah di Waykanan.

"Kami menjajaki kemungkinan tersebut, berbincang dengan sejumlah guru, kepala sekolah juga ustadz dan mendapat respon positif bahwa mengaji di sekolah ialah suatu yang mungkin," ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Ahad (13/9).

Banom NU Waykanan Rintis Ngaji Bareng Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Banom NU Waykanan Rintis Ngaji Bareng Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Banom NU Waykanan Rintis Ngaji Bareng Pelajar

Mengaji, demikian penggiat Gusdurian Lampung itu menambahkan, bukan persoalan tempatnya, apalagi konsumsinya, namun bagaimana ketersampaiannya.

Fans Gus Dur

"Pengajian di sekolah-sekolah akan kami sambangi melibatkan pelajar untuk ikut tampil, membaca kitab suci Al-Quran, puisi hingga menyanyi sesuai tema diangkat. Hal itu bertujuan agar pelajar mendapat ruang berkreativitas," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Pengajian akan digelar di sejumlah sekolah tersebut maksimal berdurasi 90 menit dan di luar atau selepas jam pelajaran. Tema diangkat sesuai dengan keyakinan NU, seperti NKRI harga mati, Pancasila Jaya hingga kewirausahaan. Nama program ini, kata Gatot yang merupakan alumni Civic Education for Future Indonesian Leaders (CEFIL) III Yayasan Satunama Yogyakarta itu menambahkan, ialah Maslahat (Mengaji Bersama Pelajar Indonesia Hebat).

Fans Gus Dur

"Kami akan menyambangi SMA sederajat terlebih dahulu, sudah ada dua sekolah yang siap untuk bekerja sama pada September ini. Tema-tema kebangsaan, kemanusiaan dan kewirausahaan akan kami usung sembari mengampanyekan peningkatan pendidikan, menjadi mahasiswa perguruan tinggi negeri melalui Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau BPUN Yayasan Mata Air," papar Gatot lagi.

Perihal pemilihan nama Maslahat untuk program itu, Gatot menyatakan NU memang harus bergerak memberi manfaat bagi hidup dan kehidupan.

"Kita harus memotivasi diri, jika kita, bangsa Indonesia, memiliki pelajar-pelajar hebat, mempunyai generasi bangsa yang tangguh. Inilah tugas kemanusiaan, tugas kebangsaan NU," ujar alumni Pendidikan Kader Penggerak NU itu pula.

Adapun modal untuk merealisasikan program itu, Gatot mengatakan ada puluhan miliar. "Saya mengamini pemikiran Bob Sadino. Satu dengkul tidak mungkin dilepas dengan harga Rp500 juta, karena itu, dengan dua dengkul setiap aktivis atau warga NU telah memiliki modal Rp1 miliar. Warga NU harus menggerakkan dengkulnya mewujudkan harapan kemanusiaan dan kebangsaan para pendiri NU dan Indonesia, cita-cita itu hanya akan tercapai dengan bergerak, bukan berwacana," demikian Gatot Arifianto. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah Fans Gus Dur

Rabu, 24 Januari 2018

Ibadah dari Harta Hasil Korupsi

Keluar-masuk pakai aturan. Di sinilah pentingnya aturan. Tanpa kepatuhan terhadap aturan, seseorang dapat menggetok jidatnya sendiri. Kalau sudah begini, ia tidak bisa menunjuk sumber kesalahan kepada siapa pun kecuali dirinya sendiri.

Akan halnya dengan harta. Orang wajib menggunakan hartanya untuk kepentingan yang baik. Yang tentunya memberikan kemaslahatan dunia dan akhirat bagi dirinya. Harta harus digunakan untuk menafkahi orang yang menjadi tanggungannya, kepentingan sosial, atau ibadah haji.

Ibadah dari Harta Hasil Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah dari Harta Hasil Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah dari Harta Hasil Korupsi

Singkatnya, harta mesti dipakai untuk kepentingan yang baik. Untuk dinilai sebagai ibadah, tentu saja seseorang harus menyertakan kegiatan pengeluaran harta itu dengan niat tulus. Begitulah aturannya. Artinya ia sudah berada di jalan Allah.

Fans Gus Dur

Keluarnya harta di jalan Allah ini belum cukup. Seseorang juga harus mempertimbangkan jalan masuknya harta ke dalam kantongnya. Jalan masuk ini sama penting seperti jalan keluar. Ia harus memastikan kebersihan sumber perolehan hartanya. Karena, Syekh Ahmad bin Ruslan dalam kitab Zubad-nya yang terkenal berkata,

وؕاعة ممن جراما يأكل * مثل البناء فوق موج يجعل

Fans Gus Dur

Artinya, “Ibadah dari orang yang memakan harta haram, seperti mereka yang membuat bangunan di atas ombak.”

Menerangkan syair di atas, Syekh Muhammad bin Ahmad Romli dalam kitab Ghayatul Bayan fi Syarhi Zubad Ibni Ruslan mengatakan,

إن فعل الؕاعة من صلاة وصوم وجج وغير ذلك ممن يأكل أو يشرب أو يلبس جراما عالما به مثل واضع بناء فوق موج بجر عجاج بأن يجعله أساسا له ومعلوم أنه لايثبت عليه فقد روى من جديث ابن عمر رضى الله عنهما من لم يبال من أين اكتسب المال لم يبال الله من أين أدخله النار

Artinya, “Perbuatan ibadah seperti sembahyang, puasa, haji, dan ibadah lainnya dari orang yang memakan, minum, dan mengenakan pakaian haram–padahal ia mengerti keharaman sumbernya–seperti peletak bangunan di atas ombak ganas. Artinya ia meletakkan fondasinya. Terang saja, bangunan itu takkan tetap di atasnya. Sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar Ra, Rasulullah bersabda, ‘Siapa yang tidak peduli kehalalan sumber perolehan hartanya, maka Allah juga tidak peduli dari pintu mana saja Ia akan menjebloskan orang itu ke neraka.’”

Karena itu, sesorang perlu memerhatikan pintu masuk hartanya seperti pintu keluar. Seseorang tidak bisa cuci tangan. Karena, pintu keluar yang benar tidak bisa menghapus kesalahan pintu masuk. Wallahu A’lam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik

Lombok Tengah, Fans Gus Dur - Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Qaumas didampingi Korwil NTB M Zakaria melantik kepengurusan GP Ansor NTB dan cabang GP Ansor se-Pulau Lombok. Pelantikan yang berlangsung di Bencingan, alun-alun Tastura, Lombok Tengah, Rabu (27/1) ini dihadiri ulama, umara, dan ribuan warga yang tampak antusias menyaksikan prosesi kegiatan dari awal sampai akhir.

Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Qaumas mengapresiasi keramaian acara tersebut karena dihadiri ribuan jamaah nahdyin. "Saya tidak menyangka akan seramai dan semeriah ini," katanya.

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik

Mewujudkan cita-cita organisasi harus sama-sama, pesan Gus Yaqut. Ia berharap harmonisasi sesama pengurus tetap dijaga. "Insya Allah kalau ngurus Ansor pasti dapat berkah. Semua pengurus kalau ketuanya jadi apapun, yang di bawah juga harus bisa menerima manfaatnya," katanya.

Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz siap membangun senergi dengan pemerintah, kepolisian, TNI, tokoh lintas agama, dan lintas pemuda untuk menjaga kedamaian dan kondusifitas di Nusa Tenggara Barat.

Fans Gus Dur

"Kalau ada konflik pemuda atau membawa paham-paham baru, itu jelas bukan kader Ansor" kata Zamroni.

Fans Gus Dur

Tampak hadir Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badarudin, Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiudin Mansur, TGH Maarif Makmun, TGH Safwan Hakim, TGH M Nasir, TGH Mutawalli dan ulama lainnya.

Tampak unsur pemerintah perwakilan Gubernur NTB, Danrem 162 Wirabakti NTB, perwakilan Kapolda NTB, Ketua KPU NTB L Aksar Ansor, Pejabat Bupat Lombok Tengah Ibnu Salim, Pejabat Bupati Lombok Utara Azhari, dan Kemenag kabupaten/kota se-Lombok.

Pelantikan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan, seminar regional, dan rapat kerja wilayah yang diikuti seluruh perwakilan cabang GP Ansor se-NTB di Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, Rabu-Kamis (27-28/1). (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Fans Gus Dur

Jumat, 12 Januari 2018

Karya Rois Aam PBNU Dibaca di Mesir dan Hadhramaut

Jakarta, Fans Gus Dur. Kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul dipelajari di luar negeri. Karya Rois Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudz yang kerap disapa Embah Sahal ini beredar di Mesir dan Hadhramaut. Ulama dan para pelajar di dua negara itu menjadikan karya Embah Sahal sebagai bahan pelajaran dan rujukan.

Karya Rois Aam PBNU Dibaca di Mesir dan Hadhramaut (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Rois Aam PBNU Dibaca di Mesir dan Hadhramaut (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Rois Aam PBNU Dibaca di Mesir dan Hadhramaut

Demikian dikatakan putra Rois Aam PBNU Embah Sahal, H Abdul Ghofarrozin yang kerap disapa Gus Rozin dalam kajian rutin Kamisan di kantor redaksi Fans Gus Dur, Gedung PBNU lantai lima, jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/11) sore.

“Waktu temani bapak ke Hadhramaut, kita dikabari bahwa Thariqatul Hushul sudah masyhur bagi ulama dan santri di negeri itu,” ujar Gus Rozin yang menemani Embah Sahal mengunjungi kediaman Habib Umar dan sejumlah pesantren di kota Tarim.

Fans Gus Dur

Kenyataan itu juga mengejutkan Embah Sahal. Karena, seingatnya kitab itu tidak dicetak secara massif. Gus Rozin sendiri tidak mengetahui sampainya kitab itu di Mesir atau Hadhramaut. Hanya saja ia menduga sampainya kitab itu di luar negeri berkat santri-santri Indonesia yang melanjutkan pendidikannya di sana.

Fans Gus Dur

Baru kitab Thariqatul Hushul yang kami tahu menyebar di sana. Selain kitab itu, mungkin saja karya lain Bapak dan kiai Indonesia juga dikaji di sana, tandas Gus Rozin. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Kajian Islam Fans Gus Dur

Rabu, 10 Januari 2018

Terinspirasi Yu Gi Oh, Mahasiswa KMNU Lampung Juara BIOMA 2016

Malang, Fans Gus Dur. Dwi Wahyudi, anggota Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung (Unila) berhasil meraih juara di ajang Bidikmisi on March (BIOMA) 2016 yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang. Mahasiswa Pendidikan Biologi Unila ini terinspirasi film animasi Yu Gi Oh dalam memperoleh ide yang selanjutnya ia tuangkan dalam karya tulis.

Dalam lomba esai BIOMA 2016, Dwi mengusung judul Heroes Card Game yang mengadaptasi konsep permainan pada kartu-kartu Yu Gi Oh. Konsep tersebut ia modifikasi dengan mengganti gambar kartu Yu Gi Oh dengan gambar para pahlawan nasional juga para penjajah.

"Berawal dari gemar main game, kebetulan ada teman ngabari BIOMA ini. Saya mengamati Indonesia saat ini banyak terjadi korupsi. Hal ini menunjukkan Indonesia mengalami krisis karakter. Jadi saya ingin gabungkan antara game dan krisis karakter di Indonesia”, tutur Dwi.

Terinspirasi Yu Gi Oh, Mahasiswa KMNU Lampung Juara BIOMA 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Terinspirasi Yu Gi Oh, Mahasiswa KMNU Lampung Juara BIOMA 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Terinspirasi Yu Gi Oh, Mahasiswa KMNU Lampung Juara BIOMA 2016

Lebih lanjut mahasiswa kelahiran Banjar Agung, Tulang Bawang, Lampung ini berharap esai Heroes Card Game yang ditulisnya dapat menanamkan karakter kepahlawanan sejak dini. Menurutnya, jika sejak SD sudah tertanam karakter jujur dan positif, maka ketika sudah dewasa nanti ia tidak akan bertindak amoral.

Dia juga menjelaskan bahwa nantinya selain konsep kartu secara fisik, Heroes Card Game ini dapat dikembangakan menjadi permainan pada PC maupun handphone berbasis android. Dengan ide ringan dan unik namun sangat bermakna inilah, Dwi Wahyudi berhasil menyabet juara umum lomba esai pada ajang BIOMA 2016.

"Ini adalah esai kedua yang saya tulis. Pencapaian ini saya jadikan sebagai bentuk rasa syukur ucapan terima kasih kepada mereka yang sudah memberikan dukungan moril pada saya, karena tanpa dukungan mereka saya tidak akan sampai pada pencapaian ini," ujar Dwi. Selamat Dwi Wahyudi, keluarga KMNU bangga padamu.(el Naomiy/Zunus)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Ubudiyah, Khutbah Fans Gus Dur

Minggu, 07 Januari 2018

Hukum Qadha Shalat untuk Orang Wafat

Qadha shalat diwajibkan bagi siapapun yang meninggalkan shalat, baik sengaja maupun tidak. Untuk orang yang meninggalkan shalat secara sengaja, diwajibkan mengqadha shalat secepat mungkin (faur). Bahkan ia diharuskan mengerjakan shalat qadha terlebih dahulu, sebelum mengerjakan shalat wajib lainnya atau shalat sunah.

Misalnya, ketika ada yang secara sengaja meninggalkan shalat dzuhur dan waktunya sudah habis, ia diwajibkan untuk mengqadhanya sebelum menunaikan shalat ashar. Beda halnya dengan orang yang lupa atau ketiduran, mereka dianjurkan? untuk menyegerakan (wa yubadiru bihi nadban), dan tidak diwajibkan sebagaimana halnya orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.

Hukum Qadha Shalat untuk Orang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Qadha Shalat untuk Orang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Qadha Shalat untuk Orang Wafat

Kewajiban qadha ini mengukuhkan bahwa bagaimanapun dan dalam kondisi apapun shalat wajib tidak boleh ditinggalkan, kecuali bagi perempuan haidh.

Lalu bagaimana dengan orang yang sudah meninggal? Apakah ahli? waris atau keluarganya dianjurkan untuk mengqadha shalat orang yang sudah wafat? Persoalan ini sudah dibahas dan diperdebatkan oleh para ulama sejak dulu. Dalam Fathul Mu’in, Zainuddin Al-Malibari mengatakan:

Fans Gus Dur

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Fans Gus Dur

Artinya, “Orang yang sudah meninggal dan memiliki tanggungan shalat wajib tidak diwajibkan qadha dan tidak pula bayar fidyah. Menurut satu pendapat, dianjurkan qadha’, baik diwasiatkan maupun tidak, sebagaimana yang dikisahkan Al-‘Abadi dari As-Syafi’i karena ada hadis mengenai persoalan ini. Bahkan, As-Subki melakukan (qadha shalat) untuk sebagian sanak-familinya.”

Memang tidak terdapat hadits yang secara tegas menunjukkan kebolehan qadha shalat. Ulama yang membolehkan hal ini berdalil pada hadis kewajiban qadha puasa bagi ahli waris. ‘Aisyah pernah mendengar Rasulullah bahwa:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Siapa yang meninggal dan memiliki tanggungan puasa, wajib bagi keluarganya untuk mengqadhanya,” (HR Al-Bukhari).

Anjuran mengqadha puasa ini disematkan pada shalat, karena keduanya sama-sama ibadah badaniyah (ibadah fisik). Dalam Syarah Shahih Muslim, An-Nawawi juga menguraikan perdebatan ulama terkait hal ini. Persoalannya, apakah ibadah yang dilakukan orang yang masih hidup, pahalanya sampai kepada orang yang meninggal atau tidak? An-Nawawi menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sekelompok ulama berpendapat bahwa pahala seluruh ibadah (yang dihadiahkan kepada orang yang meninggal) sampai kepada mereka, baik ibadah shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an. Dalam shahih al-Bukhari, bab orang yang meninggal dan masih memiliki kewajiban nadzar, Ibnu Umar memerintahkan kepada orang yang meninggal ibunya dan memiliki tanggungan shalat untuk mengerjakan shalat untuk ibunya.”

Demikianlah pendapat ulama terkait kebolehan mengqadha shalat untuk orang yang sudah wafat. Selain pendapat, sebagian ulama besar seperti As-Subki juga melakukan untuk keluarganya yang telah wafat. Bagi siapa yang tidak setuju dengan pendapat di atas, alangkah baiknya untuk tidak menyalahkan orang yang mengqadha’ shalat untuk keluarganya yang telah wafat. Sebab persoalan ini masih diperdebatkan dan diperselisihkan oleh para ulama (khilafiyah). Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa, Ubudiyah Fans Gus Dur

Selasa, 02 Januari 2018

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi

Secara geografis, pondok pesantren putra-putri Assalafie terletak di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1966 M / 1386 H oleh Almaghfurlah KH Syaerozie (1935 – 2000 M) bin KH. Abdurrohim bin KH. Junaid bin Kiai Nursaman, yang nasabnya tersambung hingga Syaikh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. 

Keberadaan pesantren Assalafie merupakan pengembangan dari lembaga pendidikan agama Islam di Desa Babakan Ciwaringin yang telah ada semenjak kurang lebih 300 tahun silam, yang merupakan lembaga pendidikan Islam tertua dan terbesar di Jawa Barat, yang didirikan oleh  Raden KH Hasanuddin (Kiai Jatira).

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Salaf yang Kaya Inovasi

Tahun pelajaran 2015, santri yang mukim di pondok pesantren Assalafie berjumlah 1.200 orang, dengan perician 700 santri putra dan 500 santri putri.  

Dalam visinya, Pondok Pesantren Assalafie bertekad memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, ikut berpartisipasi mencetak sumber daya manusia yang kompeten, serta menciptakan kader-kader muslim yang berilmu, beriman, bertaqwa dan berakhlaqul karimah, sehingga mampu menampilkan dirinya sebagai figur khairul ummah (teladan masyarakat).

Fans Gus Dur

“Pendidikan berkarakter berbasis religi menjadi ciri khas pesantren kami, agar tercipta generasi muslim Indonesia yang peduli terhadap agama dan bangsanya” jelas Abah Hammam, panggilan akrab KH. Azka Hammam Syaerozi, Lc, sebagai pengasuh pesantren.  

Menjaga Tradisi, Menumbuhkan Inovasi

Fans Gus Dur

Keistimewaan lain dari pondok pesantren putra-putri Assalafie Babakan Ciwaringin adalah mampu mengkombinasikan sistem pendidikan salaf (trandisional) dan kholaf (modern) dalam satu waktu. Hal ini tentunya mengacu pada kaidah “Al-muhafadzotu ‘ala as-salafis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” (menjaga tradisi lama yang baik, dan mengadopsi dengan tradisi baru yang lebih baik).

Para santri putra-putri Assalafie bisa dipetakan ke dalam dua katagori. Pertama, santri yang hanya mengaji dan belajar di madrasah diniyah kurikulum lokal, yaitu Madrasah Al Hikamus Salafiyah (MHS) dan Madrasah Al Hikamus Salafiyah Putri (MHSP) yang memiliki jenjang pendidikan dari tingkat Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah dan Ma’had Aly. “Mereka adalah santri takhosus putra dan putri, hanya mengkaji kitab kuning, namun dibekali juga dengan life skill atau keterampilan”. lanjut Abah Hammam.

Kedua, para santri yang mengikuti sekolah formal, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Di Assalafie sendiri, telah disediakan sekolah berkurikulum Kementerian Agama RI, yaitu Madrasah Tsanawiyah NU Assalafie (MTs NUSA) dan Madrasah Aliyah NU Assalafie (MA NUSA). Kedua lembaga ini diperuntukkan untuk para orang tua yang anaknya ingin disekolahkan pendidikan model “satu atap”. Di samping itu, telah disediakan fakultas Agama Islam jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan jurusan Ilmu Filsafat, cabang Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon.    

Selain tafaqquh fiddin (mengaji), santri putra-putri Assalafie juga dibekali dengan pengembangan wirausaha, organisasi, jurnalisme dan kesenian. Melalui Badan Usaha Milik Pesantren Assalafie (BUMPA), para santri mengembangkan berbagai aktivitas bisnis, seperti depot isi ulang air minum, kantor pos, jasa finansial, toko kelontongan dan warung makan.

Melalui wadah perkumpulan santri yang berbasis kedaerahan, para santri dibiasakan hidup berorganisasi dan mengembangan jiwa kepemimpinannya. Diperkuat dengan keaktifan mereka dalam Organisasi Intera Sekolah (OSIS), jam’iyah di Madrasah dan kepengurusan Asrama.

Setelah mereka menyelesaikan pendidikannya, para alumni putra-putri Assalafie masih terus berkoordinasi dan menjaga komunikasi, baik dengan almamater maupun dengan sesama alumni. Hal ini terlihat dengan adanya wadah Ikatan Alumni Assalafie (IKLAS), rutin mengadakan pertemuan setiap dua bulan sekali, dan mengadakan silaturrahmi Nasional pada momen peringatan haul Al Maghfurlah KH. Syaerozi Abdurrohim (muassis pesantren).      

Terkait dunia jurnalisme, para santri mengembangkan potensinya melalui majalah Salafuna yang terbit per triwulan, website resmi pesantren Assalafie, dan jejaring sosial. Di samping itu, terdapat juga buletin-buletin berkala yang diterbitkan oleh sekolah dan perguruan tinggi di lingkungan pesantren Babakan Ciwaringin.    

Sedangkan pengembangan seni Islami, disalurkan melalui group nasyid Basmatussalaf, yang telah melakukan beberapa kali rekaman studio dan pergi tampil ke berbagai kota. Melalui kursus qiro’ah,  shalawat dan kaligrafi setiap pagi hari Jum’at, dan melalui kegiatan seni bela diri Taekwondo.

Di antara kontribusi di bidang pemberdayaan masyarakat, pesantren Assalafie mempunyai Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (LAZISWA) Qinthorul Barokah. Lembaga ini bergerak di bidang pengumpulan dan pendistrubusian ke para mustahiq.  

Jago Bahtsul Masa’il

Di pesantren Assalafie, terdapat satu wadah khusus untuk para santri yang fokus menekuni kajian kitab kuning, yaitu Forum Kajian Kutub Turots Assalafie (FOKTA). Di forum inilah setiap hari Selasa siang puluhan santri berdebat dan beradu argumen dalam rangka memecahkan permasalahan-permasalahan keagamaan dengan melalui pendekatan kitab kuning.

Tradisi bahtsul masa’il di kalangan santri Assalafie sangat kental, sehingga dikenal satu-satunya pesantren di Jawa Barat yang rutin mengadakan bahstul masa’il kubro dua kali dalam satu tahun, yaitu pada saat peringatan Maulid Nabi & Haul Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim di bulan Robi’u Tsani serta pada haflah Khotmil Qur’an & Akhirus Sanah di bulan Sya’ban.  

Di bawah bimbingan Abah Yasif –panggilan akrab KH. Yasif Maemun Syaerozie- Forum Kajian Kutub Turots Assalafie (FOKKTA) juga aktif mengirimkan delegasinya ke acara bahtsul masa’il di berbagai daerah, baik yang diadakan oleh lembaga bahtsul masa’il (LBM) Nahdlatul Ulama maupun yang diadakan oleh pesantren-pesantren. Di samping itu, FOKKTA juga telah mengumpulkan hasil-hasil bahtsul masa’il kubro-nya dalam bentuk buku, dan telah beberapa kali diterbitkan.                

Mengenal Sang Muassis

KH. Syaerozie Abdurrohim, muassis pesantren Assalafie –semasa hidupnya- dikenal sebagai kiai yang istiqamah dalam dunia pendidikan. Di samping itu, beliu juga memiliki jiwa organisatoris dan produktif menulis.

Dalam dunia organisasi, KH. Syaerozi Abdurrohim pernah menjabat sebagai pengurus Syuriah Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon dan Propinsi Jawa Barat, sebagaimana beliau juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI).  

Sedangkan dalam dunia tulis menulis, Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim –yang merupakan sahabat dekat mantan Rois Am Syuriah PBNU Dr. KH. Sahal Mahfudz- memiliki beberapa karya dalam bahasa Arab, di antaranya adalah : 1- Bad’ul Adib Fi Nadzom Mughni Labib (Nahwu), 2- Syarh Kitab Al Luma’ (Ushul Fikih), 3- Mudzakaroh Fi Ilmi Al Mustholah (Mushtolah Hadits) 4- Qosidah Tarbawiyah (Syair Pendidikan).

Saat mendirikan pesantren ini, Al Maghfurlah KH. Syaerozie Abdurrohim menggubah beberapa bait syair dalam bahasa Arab, beliau berkata:

? ? ? ? ?  #  ? ? ? ?

“Syi’ar kami masih berkisar pada syi’ar para santri, di mana tujuannya murni karena ketakwaan dan keilmuan”.

? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ?

“Allah sang pencipta telah memberikan pahala dalam penyempurnaan bangunannya, dengan rahasia huruf “Ba” “Ha” kemudian “Ghain” yang diridhoi”.

? ? ? ? ? #  ? ? ? ? ? ?

“Pesantren yang menjadi penerus ulama salaf, engkau melihatnya selalu dalam keadaan nyaman”.

?  ? ? ?   #  ? ? ? ? ?

“Dan para santrinya, semoga Allah memberikan mereka petunjuk dan mereka pun selalu berharap mendapat keridho’an-Nya”.

? ? ? ? ? ?  #  ? ? ? ? ? ? ?

“Maka pesantren yang didirikan atas dasar itu, paling tidak seribu orang yang akan selalu diberkahi”.

Sepeninggal beliau, yang wafat pada hari Rabu 12 Juli 2000 M / 10 Rabi’ul Akhir 1421 H, dan sepeninggal sang istri Ny. Hj. Tasmi’ah binti KH. Abdul Hannan pada hari Selasa 10 Juni 2003 M  / 10 Rabiul Akhir 1424 H, tongkat estafet pondok pesantren Assalafie diteruskan oleh putra-putri dan menantu beliau. (Muhammad Asyrofie/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Ulama Fans Gus Dur

Rabu, 27 Desember 2017

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha

Surabaya, Fans Gus Dur

Setelah Program Satu Ranting Satu Rumah Pangan Kita, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya merilis Program LUAS (Lembaga Usaha Ansor Surabaya). Program ini akan menjadi prioritas usaha ekonomi mikro yang meliputi aktivitas di bidang otomotif, pengelolaan sampah terpadu, pelayanan kesehatan, kuliner, dan fesyen.

Sebelum meluncurkan program LUAS, PC GP Ansor Kota Surabaya bersilaturahim ke rumah mantan menteri BUMN, Dahlan Iskan guna meminta arahan tentang manajemen dan strategi bisnis yang tepat untuk tercapainya kemandirian organisasi secara ekonomi.

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Ekonomi, Ansor Surabaya Bentuk Lembaga Usaha

"Ansor punya potensi besar menggarap kegiatan sektor ekonomi demi terwujudnya kemandirian organisasi secara ekonomi, saya akan berikan ilmu yang saya punya untuk membangun program ini," kata Dahlan.

Fans Gus Dur

Lanjutnya, Ansor selain sebagai garda terdepan benteng ulama. Ansor harus bisa menjadi pendobrak ekonomi, mengingat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah berjalan dan Ansor harus terlibat di dalamnya.

"Ansor Surabaya punya banyak role model sebagai pelaku bisnis, semisal Sahabat Alaik dan Sahabat Muhibbin. Mereka sudah matang dalam bisnis yang ditekuni. Saya akan bantu menguatkan program ini," kata Abah Dahlan, sapaan akrab Dahlan Iskan.

Fans Gus Dur

Melalui program ini, Ansor Surabaya akan melakukan enterpreneurship kader diseluruh tingkatan. Akan ada banyak varian usaha yang akan dikerjakan oleh Ansor Surabaya dan disinergikan kepada PAC dan Ranting se-Kota Surabaya untuk terwujudnya kemandirian organisasi secara ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Ansor Surabaya, Muhibbin Billah juga berdiskusi tentang analisa ekonomi pada tahun 2017 yang cenderung mengalami anomali.

"Ini kesempatan berharga, mengingat Abah Dahlan adalah pelaku bisnis dan concern terhadap ekonomi. Ada banyak persoalan ekonomi yang perlu di diskusikan bersama," ucap Muhibbin.

Silaturahim pada Rabu (19/7) itu diisi diskusi tentang kemandirian ekonomi dan konstelasi perekonomian global, mengingat banyak dari pengurus Ansor Kota Surabaya adalah pelaku bisnis di bidang masing-masing.

Sebelum mengakhiri silaturahim, Dahlan Iskan mengundang secara khusus Muhibbin Billah dalam acara Ngaji Bisnis HPN di Graha Pena pada 29 Juli 2017 untuk memberikan testimoni dalam membangun bisnis Tour and Travel yang tengah ditekuni.

"Saya ingin sahabat Muhibbin ikut, biar mereka tahu ada pengusaha muda NU yang nekat dan sukses di bidang ekonomi, khususnya di Kota Surabaya," pungkasnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Hikmah, Nusantara Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan

Dalam konteks kondisi iman yang selalu fluktuatif, maka ketiga treatmen ini sangatlah bermanfaat untuk selalu diingat. Pertama, merasa takut kepada Allah swt secara lahir maupun bathin. Kedua, hidup dengan sederhana. Dan ketiga, tetap berlaku adil baik dalam keadaan longgar maupun dalam kondisi emosi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pada kesempatan ini pertama-tama khatib ingin mengajak diri sendiri dan jama’ah semua untuk meningkatkan taqwa. Sesungguhnya taqwa itu Bermula dari mengihdar larang-larangannya.

Dinamika kehidupan selalu saja berubah dan berkembang. Demikian pula kehidupan manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berurusan dengan sesamanya -hablum minannas- ataupun berhubungan dengan Tuhannya -hablum minallah-. Dalam proses sosialisasi inilah manusia sering menemukan pengalaman baru sebagaimana selalu berubahnya kondisi kehidupan ini yang turut mempengaruhi kehidupan dan pola pikirnya. Bahkan mempengaruhi juga pada nuansa hubungan dengan Tuhannya. Disinilah aplikasi dari hadits al-imanu yazid wa yanqush bahwa iman itu terkadang tambah (menebal), terkadang pula berkurang (menipis).

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Penyelamatan dan Penebusan

Tentunya semua umat muslim berharap kondisi iman yang ada dalam dirinya akan terus stabil kalaupun tidak selalu bertambah. Namun seringkali tidak demikian, karena setan yang diberi tugas menggoda manusia selalu saja memiliki trik yang menarik untuk menjadikan manusia muslim pembelot yang taat. Kesadaran ini harus selalu tertanam dalam diri kita, karena dosa yang disertai dengan rasa bersalah lebih baik dari pada keta’atan yang dibarengi dengan kepuasan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Sehubungan dengan kondisi ini ada baiknya kita menengok hadits Rasulullah saw yang seolah menjelaskan kepada kita betapa manusia itu sangat rapuh untuk bertahan melawan godaan, tetapi bersama itu Allah Dzat Yang Maha Pemurah juga selalu menyediakan langkah untuk membendung godaan beserta hadiah bagi mereka yang berhasil bertahan. Hadits tersebut sebagaimana diterangkan dalam Syarah Nashaihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi Al-Bantani berbunyi:

Fans Gus Dur

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Fans Gus Dur

Hadits ini dapat dibagi menjadi empan bagian utama, bagian pertama menerangkan tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di akhirat. Ketiga hal tersebut adalah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama, merasa takut kepada Allah swt secara lahir maupun bathin. Kedua, hidup dengan sederhana, dan ketiga, berlaku adil baik dalam keadaan longgar maupun dalam kondisi emosi.

Dalam konteks kondisi iman yang selalu fluktuatif, maka ketiga treatmen ini sangatlah bermanfaat untuk selalu diingat. Takut kepada Allah swt artinya takut akan berbagai siksaan dan ancamannya. Mereka yang takut akan pedihnya siksa neraka tentu akan berusaha menghindar dan lari sejauh-jauhnya dari hal-hal yang menyebabkan kita menjadi penghuninya. Sebagaimana tunggang langgang mereka yang menghindar bertemu singa atupun ular karena sangat takutnya.

Kedua hidup sederhana dan sewajarnya saja walaupun dalam kondisi berlebih, apalagi dalam kondisi kurang. Tentunya hal ini adalah kritik akan tingginya konsumerisme yang berakar dari nafsu ingin memiliki dan pamer. Padahal yang demikian itu adalah pekerjaan setan, innal mubadzdzirina kanu ikhwanas syayathin.

Dan ketiga berusaha seadil dan sebijaksana mungkin walaupun sedang kondisi emosi. Sesungguhnya emosi adalah pintu masuk bagi setan menguasai manusia. Lihat saja ketika seseorang marah, maka akal yang rasional itu tidak lagi berfungsi. Apakah ketika foto pengantin dibanting masakan itu akan menjadi asin? Mereka yang marah akan kehilangan akal dan dikuasai setan. Al-ghadhab yuzilul aqla.

Jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Itulah tiga hal utama yang kiranya dapat dijadikan pegangan bagi seorang muslim dalam kehidupan kesehariannya agar iman yang ada tidak mudah surut menipis. Sekaligus hendaknya seorang muslim juga menghindarkan diri dari tiga hal perusak yang akan menurunkan kwalitas iman manusia diantaranya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama, pelit yang amat sangat. Kedua, menuruti hawa nafsu. Dan ketiga ujub (merasa puas dengan diri sendiri).

Ketiga hal ini dinilai sebagai unsur perusak jika berdiam dalam diri seseorang. Sangat Pelit atau kikir amat sangat adalah penghalang seseorang dekat sesama makhluk, apalagi dengan Allah swt, pasti akan semakin jauh. Dan sebaliknya kikir akan membawa seseorang mendekat pada neraka. Bukakah demikian bunyinya an-naru darul bukhala’ bahwa neraka adalah rumah bagi mereka yang kikir.

Adapun unsur perusak kedua adalah hawa nafsu yang terlalu dimanja. Artinya, seseorang yang menuruti hawa nafsunya berarti merusak diri dan imannya sendiri. Karena hawa nafsu senantiasa condong pada berbagai maksiat yang melanggar aturan-aturan Allah swt. Untuk unsur kedua ini sudahlah maklum adanya. Sehingga Allah berfirman ? wala tattabiul hawa…janganlah engkau sekalian menuruti hawa nafsumu.

Adapun ujub merupakan satu unsur perusak. Ujub adalah merasa diri paling benar dan paling baik sehingga menimbulkan rasa bangga dan takjub pada diri sendiri sehingga menjadikan yang bersangkutan lalai bahwa apa pada dirinya saat ini merupakan nikmat Allah swt. Ujub bila selalu dipupuk sangatlah berbahaya, ia akan menyebabkan seseorang merasa menjadi tuhan dalam dirinya sendiri. Karena sejatinya ujub adalah kesombongan yang tersembunyi. Dan jika telah terjangkit penyakit sombong maka ingatlah hadits Rasulullah saw yang artinya tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terbersit sifat sombong walaupun sebesar dzarrah.

Hadirin Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah

Demikian tiga unsur perusak utama yang harus diwaspadai. Meskipun Allah swt telah menyiapkan tiga program yang dapat mengangkat derajat seorang muslim yaitu:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pertama menyebarkan salam. Kedua, memberi makan . Dan ketiga, shalat di tengah malam ketika yang lain terlelap tidur.

Jika dianalisis maka program pertama merupakan usaha perluasan jaringan. Dengan berucap salam kepada siapapun baik yang kenal maupun tidak kenal, berarti kita telah membangunkan kembali rasa persaudaraan sesama muslim, yang secara otomatis melenyapkan perasaan saling mencurigai (su’udh dhan). Ini adalah awal bagus untuk dilanjutkan dalam langkah selanjutnya memperluas silaturrahim sesama umat muslim. Adapun memberi makan sebagai program peningkatan derajat seorang muslim yang kedua merupakan aplikasi dari teori bersedekah saling berempati atas nasib sesama muslim. Dalam taraf tertentu ini merupakan program pengentasan kemiskinan secara bertahap.

Dan program ketiga, adalah shalat dalam sepinya tengah malam ketika yang lain sedang terlelap tidur. Tepatya di sepertiga terakhir malam yang tersisa. Waktu ini adalah ruang spesial yang dapat difungsikan oleh seseorang untuk mengevaluasi dirinya dan kehidupannya selama ini. Baik yang berhubungan dengan sesama ataupun dengan Yang Maha Kuasa.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Itulah tiga kategori penting dalam hadits ini mulai dari sisi keselamatan, unsur perusak dan program peningkatan derajat. Meski demikian Allah swt dengan ke-Maha Murahannya masih memberikan kepada umat muslim tiga hal sebagai penebus jikalau sampai terjadi khilaf. Ketiga hal tebusan tersebut adalah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pertama, menyempurnakan wudhu ketika hawa sangat dingin. Kedua, melangkahkan kaki untuk shalat jama’ah dan ketiga sengaja menunggu waktu shalat ketika telah usai melaksanakan shalat .

Ketiga hal ini dianggap pahalanya mampu menggantikan -meskipun tidak berarti menghapus- berbagai kesilapan yang telah terjadi. Hal itu karena beratnya menjalankan ketiga hal ini, pertama menyempurnakan wudhu dalam kondisi sangat dingin. Artinya, seseorang yang dengan gigih melawan rasa dingin demi mengambil air wudhu yang akan dipergunakannya untuk beribadah menunjukkan kegigihannya mengedepankan pengabdian kepada Allah swt mengalahkan kepentingannya sendiri. Bahkan rasa dingin yang menusuk tulangnya itu sama sekali tidak diindahkannya.

Kedua, melangkahkan kaki untuk shalat jama’ah. Artinya, menyengaja dengan niat penuh melaksanakan shalat jama’ah. Sesungguhnya shalat jama’ah itu keutamannya dua puluh tujuh kali dibandingkan dengan shalat sendiri. Begitu pentingnya posisi shalat jama’ah hingga Allah swt menjanjikan fadhilah yang sangat tinggi karena shalat jama’ah yang pada dasarnya merupakan urusan dengan Allah swt, ternyata mengandung hikmah yang sangat luas. Diantaranya dengan shalat jama’ah seseorang akan berjumpa dengan sesama muslim lain yang memungkinkan terjalinnya silaturrahim antar mereka. Selain itu shalat jam’ah juga dapat menjadi tanda syiar dan kokohnya agama Islam. Sehingga pemeluk agama lain akan merasa kagum dengan solidaritas dan ketaatan umat muslim yang selalu berkumpul lima kali dalam sehari.

Dan yang terakhir adalah menunggu waktu shalat tiba setelah melakukan shalat. Maksudnya adalah ketika seseorang usai dengan shalat maghrib lalu tidak menggeser diri dari masjid/mushalla dengan tujuan menunggu shalat isya, maka itu adalah bukti pengorbanan seseorang untuk mengutamakan urusan ibadah di atas urusan lainnya. Artinya dengan mennggu waktu shalat selanjutnya, seseorang berarti menghentikan kegiatan lainnya dan segala urusannya hanya untuk menghadap kepada Allah swt.

Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia,

Demikianlah tiga hal dalam? empat kategori yang diterangkan Rasulullah saw kepada umatnya. Semoga kita senantiasa mampu menjaga diri dan iman kita dengan memanfaatkan peluang yang diberikan Allah swt Yang Maha Pemurah.

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(ulil)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Ubudiyah Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

Melukis Wajah Kiai sebagai Tanda Bakti dan Penghormatan

Jakarta, Fans Gus Dur?



Pelukis Nabila Dewi Gayatri menjelaskan tentang pameran tunggalnya, lukisan kiai-kiai Nusantara dari Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari hingga KH Said Aqil Siroj, adalah sebagai pelunasan janji, tanda berbakti, dan penghormatan.?

“Sebagai tanda bakti dan penghormatan kepada siapa,” tanyanya yang kemudian dijawabnya sendiri, “kepada abi (ayahnya) dan kepada seluruh ulama Nahdlatul Ulama,” ungkapnya pada pembukaan pameran bertajuk Sang Kekasih di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Senin (8/5). ?

Melukis Wajah Kiai sebagai Tanda Bakti dan Penghormatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Melukis Wajah Kiai sebagai Tanda Bakti dan Penghormatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Melukis Wajah Kiai sebagai Tanda Bakti dan Penghormatan

Menurut dia, ketika ayahnya merelakan dirinya menjadi seorang pelukis, ia memberikan satu syarat agar pada suatu saat menyempatkan melukis kiai-kiai NU. Permintaan sang ayah diungkapkan ketika sekitar 2003 ketika Nabila pulang menyelesaikan kuliah S2 jurusan Aqidah Filsafat dari Al-Azhar, Kairo, Mesir.?

Kini ayahnya telah meninggal. Permintaanya, bagi Nabila menjadi sebentuk wasiat yang mau tak mau haris dilakukan.?

Fans Gus Dur

Dimulai sejak tahun 2014, perempuan kelahiran Gresik, Jawa Timur 1969 itu mulai mewujudkannya, melukis satu per satu para kiai dengan segenap cinta dan penghormatan.?

“Lukisan-lukisan itu bukan hanya bukti kesediaan atas janji, tapi juga sebagai tanda bakti untuk abah dan para kiai NU lainnya.”

Fans Gus Dur

Ulama-ulama NU, menurutnya, sejak awal adalah mereka yang di belakang Soekarno ketika membentuk negera ini. Kemudian kiai-kiai NU konsisten melakukannya. Mereka mengajarkan keteladanan dan membumikan agama.?

Bagi Nabila menghadirkan sosok kiai-kiai itu saat ini adalah upaya untuk mengingatkan kepada khalayak tentang keteladanan mereka itu. Hidup mereka yang penuh dengan perjuangan. Segala ucapan dan tindakan mereka tiadak lain demi kemaslahatan umat.?

Hal itu karena mereka mengaji tidak hanya pada kitab kuning, hadits dan Al-Qur’an, tapi mengaji kehidupan. “Ngaji urip, segala yang dihamparkan Allah, itu ayat nyata. Mereka semua murid kehidupan,” tegas alumnus Institut Sepuluh November Surabaya itu. ?

Karena mereka mengaji kehidupan, lanjutnya, tindak-tanduknya santun dan tawadhu. Mereka tidak berbicara jika memang tidak penting untuk berbicara. Mereka menangis ketika melihat orang susah. Mereka memberikan apa yang dipunya.

Pameran Sang Kekasih dibuka ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dengan memukul gong sembilan kali disaksikan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian, Ketua PBNU H. Marsudi Syuhud, AIzuddin Abdurrahman, Robikin Emhas, Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa M. Nabil Harun, Ketua Umum PP Fatayat NU, dan tamu undangan lain.?

Pameran yang memajang 50 lukisan itu akan berlangsung hingga 14 Mei. Tiap hari dibuka pukul 09.00 dan tutup 21.00. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Pemurnian Aqidah, Ubudiyah Fans Gus Dur

Senin, 11 Desember 2017

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa

Ternate, Fans Gus Dur. Sesuai nama yang disandangnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin berharap mahasiswa dapat mencerminkan ke-maha-annya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Mahasiswa yang juga merupakan intelektual muda penerus bangsa harus dapat membuktikan bahwa dirinya tampil berbeda dengan pemuda yang tidak mengenyam pedidikan.?

Kepada para dosen IAIN Ternate, Menag Lukman menitipkan para mahasiwa untuk dididik dan dibina, agar menjadi cendekia dan lulusan yang baik, bagi agama nusa dan bangsa. Pesan ini disampaikan Menag saat bersilaturahmi ke IAIN Ternate usai memantau UN di MTsN dan Pembinaan ASN Kemenag Maluku Utara di Pulau Sofifi, Selasa (10/5).

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Sayangkan Perilaku Destruktif Mahasiswa

Dalam kesempatan itu, ? Menag menyempatkan diri berkeliling lingkungan kampus untuk melihat kondisi bangunan gedung yang ada. Melewati ? asrama mahasiswa, ? sontak Menag bertanya kepada mahasiswi yang berkerumun ingin menghampirinya. “Sudah berapa tahun tinggal di asrama?” tanya Menag. “Dua tahun Pak Menteri,” jawab mereka serempak.

“Apa kendalanya tinggal di asrama? Ada masalah?” tanya Menag lagi. “Tidak ada Pak, tidak ada masalah,” jawab mahasiswa sembari tertawa bersama Menag.

“Tidak mungkin dalam hidup ini, tidak ada masalah. Rajin dan tekunlah dalam belajar,” pesannya seperti diberitakan situs kemenag.go.id.

Fans Gus Dur

Menag mengaku sedih, ? melihat mahasiswa ? demo sampai merusak fasilitas kampus yang sudah dibangun dengan susah payah. “Kita adalah kaum elit, kaum terdidik, siswa yang maha, maka dari itu, kita tidak sama dengan mereka yang tidak terpelajar, bukan mahasiswa,” kata Menag.

Menurut Menag, mahasiswa harus lebih pandai memeperjuangakn aspirasi. Sebab kekuatan mahasiswa terletak pada nalar atau logikanya. ? “Perjuangkan apa yang menjadi aspirasi, bangun dengan cara diskusi, bangun komunitas-komunitas publik, perjuangkan dengan bersama tanpa ada tindakan yang destruktif,” paparnya.

Fans Gus Dur

Sebelumnya, Rektor IAIN Ternate Abd Rahman I Marasabessy menyampaikan bahwa IAIN Ternate ? menjadi perguruan tinggi agama pertama di Ternate. Berdiri sejak 1966, IAIN Ternate kini sudah memiliki lulusan yang banyak bekerja di Kementerian Agama, khususnya di Maluku Utara. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Ubudiyah, Sejarah Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis

Jakarta,? Fans Gus Dur. Rangkaian kegiatan Pasar Rakyat Indonesia ke-41 diselenggarakan di Lapangan Gedung Dakwah, Sindanglaya, Sindangsari, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu-Ahad (11-12/5). Kegiatan ini diselenggarakan oleh ? PBNU bersama PCNU Kabupaten Ciamis.

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat ke-41 Digelar di Ciamis

Pembukaan resmi Pasar Rakyat berlangsung Sabtu pagi ini dengan diawali pembacaan tahlil dan doa serta sambutan dari PBNU dan pejabat setempat.

Seperti biasa, even Pasar Rakyat diawali dengan pelatihan wirausaha dan? broadcasting? pada Sabtu pagi oleh tim khusus.

Fans Gus Dur

Pasar rakyat menyediakan berbagai jenis kebutuhan. Secara khusus di setiap even panitia menyediakan paket sembako murah yang berisi beras, mie instant, dan minyak goreng bintang sembilan.?

Konsumen yang membawa kartu tanda anggota NU (Kartanu) mendapat diskon khusus. Pasar rakyat ini juga menyediakan stand-stand produk daerah setempat.

Fans Gus Dur

Kegiatan juga diiringi dengan panggung hiburan dan beberapa jenis hiburan lain seperti kesenian daerah, dangdut, shalawat dan perlombaan anak-anak.

Pasar Rakyat diadakan di 48 kota di pulau Jawa dan telah dimulai sejak April 2012. PBNU menunjuk PT Umat Power sebagai pelaksana kegiatan dan bekerja sama dengan PWNU/ PCNU atau pondok pesantren setempat.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Sejarah Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar

Jombang, Fans Gus Dur

Empat Pengurus Pimpnan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) di Kabupaten Jombang dikukuhkan dalam waktu bersamaan di Aula Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Ahad (24/1/2016). Empat PAC tersebut di antaranya dua PAC di Kecamatan Perak dan dua yang lain Kecamatan Megaluh.?

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Jombang Diimbau Susun Program Kebutuhan Pelajar

Setelah dilantik, empat PAC tersebut diimbau segera menyusun program-program yang dibutuhkan IPNU-IPPNU untuk pelajar ditempat masing-masing, mereka juga didorong menemukan inovasi-inovasi dalam merumuskan dan menjalankan program-programnya. Hal ini dilakukan agar mereka aktif berkarya mendampingi ranting-ranting di bawahnya.

Ketua Piimpinan Cabang (PC) IPPNU Jombang, Qurrotul Aini menegaskan bahwa sejumlah agenda yang dirumuskan masing-masing PAC IPNU-IPPNU merupakan kegiatan realistis yang dibutuhkan pelajar.?

“Semoga tidak pelantikannya saja yang semarak, tapi juga kegiatan-kegiatannya juga bisa bermanfaat untuk IPNU-IPPNU dan pelajar,” katanya usai melakukan prosesi plantikan, Ahad (24/1).

Fans Gus Dur

Disamping itu Aini, sapaan akrabnya berharap kepada pengurus IPNU-IPPNU dari ranting hingga PAC untuk ikut berperan aktif menyukseskan pelantikan PC IPNU-IPPNU Jombang yang akan digelar pada pertengahan bulan Februari mendatang.?

“Kita juga punya gawe (agenda) pelantikan pengurus cabang IPNU-IPPNU pada pertengahan bulan depan, mereka juga harus ikut serta menyukseskan pelantikan tersebut,” ujarnya.

Sementara Ketua PAC Megaluh, Asmo E Afandi mengatakan, keberlangsungan organisasi sangat ditentukan oloeh kesolidan dan kerja keras anggota dengan pengurus dalam mejalankan mandat organisasinya. Afandi mengajak kepada pengurus yang baru dilantik itu untuk membangun kerja sama yang baik demi memaksimalkan menjalankan program.?

Fans Gus Dur

“Saya mengajak kepada jajaran pengurus dan anggota untuk saling mendorong dalam kesuksesan kegiatan yang akan segera kita rumuskan bersama,” ungkapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Cirebon, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU) Kab. Cirebon menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), Sabtu 09 Januari 2016 di Sekretariat PC. IPNU-IPPNU Kab. Cirebon.?

Acara tersebut dihadiri lebih dari seratus orang yang terdiri dari perwakilan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR) dan pengurus Pimpinan Cabang.?

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Seperti biasanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah Marhabanan (pembacaan shalawat dan Barzanji). Hal ini yang membuat ramai dan lebih semangat serta antusias yang diiringi oleh group hadrah dari Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMAN 1 Plumbon Cirebon.?

Fans Gus Dur

Setelah Marhabanan itu selesai dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan-makan. Baru kemudian agenda beralih pada Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab).

Fans Gus Dur

Moehammad Mu’min sebagai ketua pelaksana acara tersebut, menyatakan sangat senang karena acara ini bisa berjalan dengan lancar dan memuaskan. “Terlebih, saya sedikit kaget serta tidak menyangka bahwa acara ini didatangi lebih dari seratus orang, yang sebelumnya diperkirakan hanya kurang dari seratus orang,” kata Mu’min.?

Sementara, Nur Aida Fajriyanti sebagai ketua PC. IPPNU Kab. Cirebon berkata, “Kami sebagai umat Nabi Muhammad Saw, sudah seharusnya memperingati maulidnya. Walaupun acaranya hanya sederhana, yang terpenting adalah cara memakanainya. Terlebih saya berharap kegiatan marhabanan ini tidak hanya dilakukan pada peringatan Maulid saja, tapi dilakukan rutin ? setiap minggunya,” tandas Aida. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Ubudiyah, Tegal Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock