Senin, 12 Maret 2018

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Guru besar sejarah Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta Bambang Purwanto mengatakan, penerbitan buku putih “Benturan NU-PKI: 1948-1965” oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempunyai tempat tersendiri dalam penulisan sejarah atau historiografi Indonesia. Dan sebagai sebuah sejarah, buku putih itu tentu memuat subyektifitas.

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarawan: Buku Putih NU Menjadi Bahan Historiografi Baru

“Sejarah tidak pernah obyektif. Historiografi selalu memuat subyektifitas. Bagi kami sejarawan, buku putih yang ditulis oleh NU ini sangat berarti sebagai sumber historiografi,” kata Prof Bambang dalam bedah buku putih itu di kampus UIN Sunan Kalijaga, Kamis (3/4). Kegiatan yang digelar PWNU Yogyakarta dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali dan tim penulis dari Jakarta.

Sebelumnya ketua tim penulis buku putih Abdul Mun’im DZ mengatakan, buku putih itu ditulis sebagai bahan pegangan atau panduan bagi warga NU sendiri, terutama generasi muda yang tidak terlibat dalam peristiwa penting yang melibatkan NU di masa lalu. “Buku ini lebih tepat disebut sebagai buku politik, bukan buku ilmiah,” kata Wakil Sekjen PBNU itu.

Fans Gus Dur

Bambang Purwanto mengatakan, jika buku “Benturan NU-PKI” itu dimaksudkan sebagai buku panduan bagi kader NU atau menjadi buku politik, maka berbagai pertanyaan yang menyangkut persoalan historiografi telah selesai. Dalam konteks itu, buku putih yang ditulis oleh NU sudah berhasil.

Fans Gus Dur

“Sebagai buku pegangan bagi kader NU, buku ini sudah berhasil menyampaikan apa yang ingin disampaikan dan layak untuk dibaca. Buku ini telah berhasil betul mengatakan bahwa NU itu hebat betul. Bahwa NU hampir tidak ada cacat,” katanya.

Namun, ia memberikan catatan, buku putih NU itu sangat monolitik. “Tidak ada yang berperan selain NU. Yang lain hanya pelengkap. Bahwa NU kemudian menjadi superhero, sangat terasa dalam buku ini,”katanya.

Namun menurutnya, membaca buku putih itu sama seperti membaca Babad Tanah Jawi, atau babad dan hikayat lainnya. Dengan menulis buku itu, lanjutnya, NU itu telah mengembalikan tradisi penulisan sejarah yang dilakukan orang-orang terdahulu.

“Buku putih ini merupakan produk narasi NU yang menjadi bahan baru untuk menulis historiografi baru,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Cerita, Sejarah Fans Gus Dur

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat

Jakarta,Fans Gus Dur. Diantara tempat yang sering dikunjungi oleh Alm KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  adalah Pesantren Asy-Syafi’iiyah Kedungwungu, Kec. Krangkeng Indramayu Jawa Barat, minimal dalam setahun dua kali Gus Dur berkunjung di pesantren yang terletak di pinggiran sungai/irigasi desa itu.

Tepat beberapa hari Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan Gus Dur berkenan mengunjungi pesantren asuhan KH Afandi Abdul Muin Syafi’i itu.

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat

Dalam kondisi –baru lengser itu- tentunya  Gus Dur sedang menjadi perhatian publik, panitia berinisiatif membuat panggung pengajian yang diletakkan di tepi sungai di depan pesantren itu, -karena halaman pesantren kurang luas-, dengan posisi panggung menghadap sungai, sehingga hadirin diposisikan di sepanjang jalan yang berdampingan dengan sungai. Saat itu Nasrulloh Afandi, salah satu santri di pesantren tersebut ikut jadi panitia.

Fans Gus Dur

Di hari H, sebelum Gus Dur tiba di lokasi, puluhan ribu hadirin berdatangan,dari berbagai pelosok Kabupaten Indramayu,Cirebon dan sekitarnya, dengan aneka latar belakangnya. Termasuk saat itu Wakil Bupati Indramayu yang terlambat datang pun harus rela masuk lokasi melalui pematang sawah, lewat pintu belakang dapur pesantren karena jalan depan jadi lautan manusia.

Saat berbicara di atas panggung, tiba-tiba Gus Dur bilang ”Ini baru pertama kali saya ceramah di tepi sungai, jadi terasa sejuk, melebihi AC, ya maklum desa tempat membuang jin, jauh dari kota he he.. he…” sambil tertawa terkekeh-kekeh khas Gus Dur.

Fans Gus Dur

Tentu saja orang yang mendengar terheran-heran, darimana Gus Dur tahu kalau panggung itu di tepi kali. Padahal tidak ada yang ngasih tahu sebelumnya.

Ditengah-tengah orasinya, Gus Dur bilang ”Indramayu ini punya PT Pertamina dengan sumber daya besar, itu tidak jauh dari sini, tetapi masyaraktnya belum makmur, ini sebagai bahan evalusai pemerintah daerah,” tandas Gus Dur, dengan jari telunjuk tangan kiri ke arah lokasi dimana PT Pertamina Balongan berada, identiknya orang yang melihat dengan normal dan memahami lokasi daerah tersebut.

Setelah cukup lama berorasi tiba-tiba Gus Dur pun melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangannnya (lihatlah foto-foto Gus Dur, ke mana-mana Ia selalu memakai jam tangan,red)

Sambil melihat jam tangan, tanpa ada yang mengasih tau, kemudian Ia bilang: “Ini sudah pukul empat sore, saya harus ke tempat Kiai Fuad Hasyim Buntet (Cirebon, red). Padahal jadwal semula saya mau ke Buntet dulu, terus ke Kedungwungu, tetapi berubah, ke Kedungwungu duluan, nah itu kiai Fuad-nya sudah jemput saya, sambil menunjuk ke arah alm KH Fuad Hasyim yang berada di bawah di samping panggung,” tandas Gus Dur, waktu yang dikatakannya pun betul, identiknya orang yang melihat jam secara normal saat itu.

Alhasil, Gus Dur matanya“tertutup” sebagaimana disaksikan oleh orang banyak, tetapi sejatinya Ia bisa melihat. wallahu a’lam. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Fragmen, Sholawat Fans Gus Dur

Minggu, 11 Maret 2018

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana

Bandung, Fans Gus Dur

Bencana yang datang di Indonesia secara bertubi-tubi telah menimbulkan korban dengan jumlah yang luar biasa besarnya seperti yang terjadi di Aceh, Pengandaran Jogja dan lainnya. Besarnya korban tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidaksiapan masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya bencana.

Upaya untuk menghadapi bencana tersebut harus dilakukan oleh semua fihak, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ketua Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) Dr. Syahrizal Syarif PhD. mengungkapkan bahwa masyarakat atau komunitas memiliki peranan penting dalam mengantisipasi dan menangani terjadinya bencana.

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua LPKNU : Galakkan Pesantren Siaga Bencana

Nahdlatul Ulama yang memiliki banyak pesantren yang merupakan sumber rujukan masyarakat dalam berbagai hal bisa juga berperan dalam mengantisipasi terjadinya bencana. “Makanya sekarang harus digalakkan pesantren siaga bencana,” tandasnya dalam acara workshop Penanganan Bencana Berbasis Pesantren yang diselenggarakan oleh LPKNU di Bandung, Rabu.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua PBNU HM Rozy Munir. Pesantren yang memiliki kohesifitas dan jaringan luas di seluruh Indonesia merupakan modal penting yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi terjadinya bencana.

Sementara itu wakil rektor ITB bidang pendidikan Dr. Ir. Widyo Nugroho SULASDI mengungkapkan bahwa kondisi  alam Indonesia merupakan daerah rawan bencana. Karena itu kehidupan masyarakat harus dibangun dengan budaya hidup dengan bencana seperti gempa.

Ia mencontohkan negara Jepang yang sangat sering terjadi gempa dan masyarakat disana sejak usia dini sudah dikenalkan bagaimana menyelamatkan diri ketika terjadi gempa yang bisa datang sewaktu-waktu. Pemerintah juga telah mensosialisasikan standard prosedur yang harus dilakukan oleh penduduk ketika terjadi bencana seperti tsunami sehingga bisa meminimalisir jumlah korban.

Fans Gus Dur

Lemahnya kesadaran terhadap bencana juga diakui oleh wakil gubernur Jabar H. Nu’man Abdul Hakim yang membuka acara tersebut. Mantan aktifis PMII tersebut menceritakan saat terjadi gempa yang mengguncang Jakarta beberapa waktu lalu. Saat itu, ia sedang berada di gedung DPR RI. “Ada gempa, orang-orang malah lari ke lift, bukannya ke tangga darurat. Mereka tidak tahu protapnya (prosedur tetap) bagaimana kalau ada bencana,” tandasnya.

Kondisi yang terjadi di kalangan elit Indonesia ini tentu menimbulkan pertanyaan yang menggelitik. Jika elitnya saja tidak faham bagaimana menghadapi bencana, bagaimana dengan rakyatnya?

Fans Gus Dur

Banyak masalah yang belum terselesaikan dalam mengantisipasi terjadinya bencana di Indonesia. Banyak daeah yang belum memiliki peta rawan bencana, siapa yang berhak mengumumkan akan terjadinya suatu bencana sampai dengan masalah dana untuk mengatasi bencana.

Beberapa daerah yang sudah memiliki peta rawan bencana adalah Malang dan Jakarta. Sementara Padang sudah membuat perda untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang diantara isinya adalah saat terjadi tsunami, gedung bertingkat tiga ke atas menjadi milik publik yang bisa diakses siapa saja sehingga setiap orang bisa berlindung disana dan radio-radio lokal dibawah koordinasi pemerintah.

Workshop kali ini merupakan rangkaian awal dari upaya mempersiapkan pesantren di daerah rawan bencana agar bisa membantu mulai dari mengantisipasi sampai dengan penanganan pasca bencana. Tiga pesantren yang masing-masing mewakili daerah rawan bencana, PP Nurul Islam Jember berkaitan dengan tsunami dan longsor, PP Darussalam Magelang berkaitan dengan gunung meletus dan PP Assidiqiyah Jakarta berkaitan dengan banjir dan kebakaran. Sejumlah badan otonom dan lembaga yang berkaitan dengan penanganan bencana juga terlibat dalam acara tersebut. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai Fans Gus Dur

Sabtu, 10 Maret 2018

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak

Jakarta, Fans Gus Dur - Tidak semua orang menyadari penyakit menular Tuberkolosis (TB) masih mengancam Indonesia. Bahkan banyak yang mengira bahwa penyakit yang dulunya bernama TBC ini sudah tidak ada lagi di Indonesia. Untuk itu Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) bersama sejumlah pihak terus mengupayakan pemberantasan TB.

Demikian disampaikan Ketua LKNU pada pengantar diskusi bersama media di Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (8/3).

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangani Penyakit TB, LKNU Gandeng Pelbagai Pihak

Dalam rangka mengentaskan penyakit TB ini, LKNU berkolaborasi dengan Forum Stop TB Partnership Indonesia (FSTPI) dan Johnson & Johnson Indonesia.

Fans Gus Dur

Ia berharap agar masyarakat lebih meningkatkan kesadarannya terhadap penyakit Tuberkolosis ini. Menurutnya, apa yang dianggap oleh masyarakat itu tidak sesuai dengan kenyatannya. Indonesia justru menempati kasus TB nomor dua di dunia.

Fans Gus Dur

Ia berharap, lewat acara diskusi pada temu pers siang hari ini bisa menjadi sarana  untuk menyebarluaskan kepedulian masyarakat terhadap penyakit yang satu ini.

Narasumber diskusi ini adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Vice President GFO, OTC, Johnson & Johnsos Asia Pasific Lakish Hatalkar, dan Ketua Forum Shop TB Partnership Indonesia (FSTPI) Arifin Panigoro. (Husni Sahal/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nasional, Makam Fans Gus Dur

Jumat, 09 Maret 2018

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU

Palembang, Fans Gus Dur

Nilai-nilai dasar dan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) yang telah menjadi dasar dan watak Nahdlatul Ulama (NU) tak sebanding dengan kemampuan berjam’iyah warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Di antara indikatornya adalah banyaknya kasus pelanggaran ketentuan organisasi yang telah ditetapkan, seperti halnya rangkap jabatan.

Demikian disampaikan Ketua Pengurus Pusat (PP) Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakesdam) NU Nasihin Hasan kepada Fans Gus Durdi sela-sela acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Lakpesdam NU di Hotel Carrisimi, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (13/12).

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Nilai-nilai Aswaja Tak Sebanding dengan Kemampuan Ber-jamiyah NU

Nasihin, begitu panggilan akrabnya, mengatakan, indikator lainnya seperti kasus kepentingan konflik antara pribadi dengan kepentingan jamaah dan jam’iyah, kurang efektifnya struktur yang ada dan kinerja manajemen organisasi, tumpang tindih peran antara organisasi induk dengan badan otonom, lajnah dan lembaga.

“Sementara, tantangan NU ke depan dalam menyikapi persoalan masyarakat dan relasi global yang semakin menuntut peran dan kiprah NU, jelas membutuhkan penguatan manajemen serta ketersediaan kader-kadernya yang siap dan militan,” terang Nasihin.

Dalam sejarahnya, Lakpesdam NU didirikan, baik di tingkat pusat maupun wilayah dan cabang, adalah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia NU, terutama yang berhubungan misi mengawal kerja-kerja sosial-kemasyarakatan NU. Hal itu, katanya, sesuai dengan uraian yang terkandung dalam Khittah NU 1926 atau yang disebut juga dengan Khittah Nahdliyah.

Peran dan fungsi lembaga yang menjadi pusat penelitian dan pengkajian di NU tersebut, menurut Nasihin, juga tertuang dalam hasil Pertemuan Nasional Lakpesdam NU pada Agustus 2004 silam. Di dalamnya disebutkan tiga hal mendasar yang berhasil disepakati, antara lain, pertama, visi Lakpesdam membangun iklim yang dinamis dan konsisten terhadap visi kerakyatan, baik di kalangan jam’iyah maupun jamaah. “Melalui pengembangan sumber daya manusia yang kritis di lingkungan NU,” tandasnya.

Fans Gus Dur

Kedua, misi Lakpesdam adalah memperkuat kapasitas individu dan lembaga serta penguatan basis jamaah dengan membongkar paradigma fatalis. Ketiga, strategi penguatannya adalah mendorong semuan tingkatan struktur kelembagaan NU untuk melakukan perbaikan sistem, manajemen, penguatan institusi dan sumber daya manusia NU.

“Termasuk di dalamnya, pembenahan system organisasi dan pengkaderan serta sistem pengorganisasian masyarakat. Karena keberadaan NU tidak bisa terlepas dari masyarakat umumnya,” jelas Nasihin.

Fans Gus Dur

Dijelaskan Nasihin, 21 tahun kiprah Lakpesdam NU sejak didirikannya pada Muktamar ke-27 di Situbondo tahun 1984 silam terhadap penguatan organisasi, manajemen dan pengkaderan NU, masih menyisakan sejumlah catatan. Di antaranya adalah tidak seragamnya persepsi di tingkat pengurus wilayah dan pengurus cabang tentang paradigma dan mandat utama pembentukan Lakpesdam NU.

“Sementara, tantangan keadaan di luar, baik di tingkat lokal, nasional maupun global, menuntut adanya lembaga atau tatanan organisasi yang kuat dalam menghadapi dan menyikapi perkembangan kehidupan masyarakat secara luas,” ungkap Nasihin.

Catatan lain, imbuh Nasihin, pola koordinasi dan komunikasi antar-struktur Lakpesdam di berbagai tingkatan juga menjadi permasalahan mendasar. “Struktur kepengurusan Lakpesdam kan mengikuti struktur NU-nya. Di tingkat PWNU, maka ada juga PW Lakpesdam dan seterusnya. Akibatnya, seolah-olah tidak ada hubungan organisastoris secara langsung dan tidak saling berkoordinasi,” terangnya.

Kesamaan peran dan fungsi Lakpesdam, lanjut Nasihin, mestinya dapat menjadi sebuah kekuatan tersendiri yang cukup menentukan dalam perjalanan NU sebagai sebuah organisasi civil society. “Namun, berbagai kekuatan tersebut tidak berhimpun karena persoalan prosedural. Kekuatan tersebut masih terserak karena minimnya komunikasi yang saling menguntungkan,” pungkasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Pesantren Fans Gus Dur

Selasa, 06 Maret 2018

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua

Jakarta, Fans Gus Dur 



Mustasyar PBNU KH A. Mustofa Bisri membagikan foto Mustasyar PBNU KH Maemoen Zubeir ketika disalami Alissa Wahid melalui akun Facebooknya. Ketika berita ini ditulis, Kamis (9/11) foto yang disebar 6 jam lalu itu telah dibagikan 300 akun lain, dikomentari puluhan akun, serta mendapat ragam reaksi dari 7,7 ribu akun. 

Kiai yang disapa Gus Mus itu menjuduli fotonya dengan dengan “Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua.” Di foto itu tampak yang muda, Alissa Wahid mencium punggung telapak tangan yang tua, KH Maemoen Zubair.

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Menyayangi yang Muda, Menghormati yang Tua

Menurut Alisaa, foto itu diambil di sela-sela akad nikah Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di kota Solo, Rabu (8/11). Di situasi ketat karena yang menikah putri seorang presiden, putri Gus Dur mengaku masih sangat semangat menemui kiai.

“Sampai yang motret ditegur protokol,” katanya ketika dihubungi Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Pada kesempatan itu kiai yang akrab disapa Mbah Moen sempat menanyakan kabar Alissa. Pada saat itu pula, Alissa meminta izin untuk sowan ke kediamannya.

“Saya matur bade sowan, beliau menyambut,” lanjut Alissa. 

Alissa juga menemui Habib Luthfi bin Yahya. Ia mengutarakan hal yang sama, mau matur dan sowan ke kediamannya, di Pekalongan. 

Fans Gus Dur

“Diminta datang tanggl 10 November,” pungkas Alissa. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kajian Islam, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Senin, 05 Maret 2018

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Sumenep, Fans Gus Dur. Banyaknya tanah rakyat khususnya di daerah pesisir yang dibeli orang luar daerah bahkan dari luar negeri menjadi keprihatinan bagi PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur. Karena itu, Ahad (1/11) PCNU Sumenep menggelar seminar agraria bertempat di gedung pertemuan PCNU Sumenep dalam rangka menyikapi banyaknya persoalan tersebut.

Menurut sekretaris PCNU Sumenep, A Waris Umar, maksud diadakannya seminar ini sebagai bagian mengonsolidasi Nahdliyin serta memberikan pengetahuan seputar masalah agraria dan konflik yang menyertainya.

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria

Hadir dalam seminar tersebut dua orang narasumber, Muhammad Fayyadl (Gus Fayyadl) dari Paiton, Probolinggo dan KH Muhammad Shalahuddin (Gus Mamak) dari Guluk-Guluk, Sumenep.

Fans Gus Dur

Menurut gus Mamak, kerusakan bumi dalam Alquran selalu dikaitkan dengan ketamakan atau kerusakan. Berpindahnya kepemilikan tanah pada pemodal bisa menjadi pemicu bagi munculnya kerusakan bumi.

Lebih lanjut Gus Fayyadl menegaskan, maraknya pembelian tanah oleh para pemodal di tingkat lokal tak lepas dari desain di tingkat nasional bahkan global. Kapitalisme global dengan kuatnya invasi modal asing telah menguasai seluruh sumber daya alam.?

“Darat dan laut kita banyak yang telah dikelola asing. Kehadiran Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam sebenarnya didorong oleh kegelisahan realitas ini,” ujar Fayyadl.

Fans Gus Dur

Seminar agraria ini diikuti utusan MWC NU se-Kabupaten Sumenep, lembaga dan banom, mahasiswa, pesantren, perguruan tinggi, dan insan pers.

Mengakhiri seminar, PCNU Sumenep mendirikan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan SDA di Kabupaen Sumenep sekaligus melantik A Dardiri Zubairi sebagai koordinatornya. (Dayat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Olahraga, Daerah Fans Gus Dur

Jumat, 02 Maret 2018

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

Sleman, Fans Gus Dur 

Meramaikan kemah kebangsaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah, Satuan Khusus Nasional Banser Husada (Basada) bekerja sama dengan Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia (ATSGI) perwakilan Yogyakarta dan Magelang,  di areal Candi Prambanan, yang dimiliki dua provinsi, Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Sabtu (16/12).

Sejumlah kamituo (master) dan praktisi ATS dari Paguron Dharma Cakra, Yogyakarta dan Sapto Argo, Magelang dan Banser Husada akan meramaikan bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis bagi masyarakat dan wisatawan berkunjung di Candi Prambanan.

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

"Itu pelayanan tambahan dari kami bagi publik. Kita ingin menegaskan jika kami, pemuda-pemuda Indonesia, para pecinta budaya, tak lelah memberi manfaat," ujar Kepala Satuan Unit Khusus Husada Satkornas Banser Yunianto Wahyudi, di Prambanan, Jumat (15/12).

Bakti sosial tanpa dipungut biaya untuk menyembuhkan beragam penyakit seperti migrain, vertigo, sakit gigi, lemah jantung, asma dan berbagai penyakit medis itu akan digelar mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Untuk diketahui, ATS merupakan warisan husada leluhur Nusantara. Cara bekerja metode ini tergolong cepat, menyembuhkan tanpa menyakiti, termasuk saat digunakan untuk menerapi kaki dan tangan terkilir.

Fans Gus Dur

Selain pelayan bakti sosial ATS, Satsusnas Basada juga menyediakan posko kesehatan bagi peserta kegiatan bertema "Pemuda Hebat Jaga Bumi" sehubungan akan dihadiri sekitar 20.000 peserta kegiatan.

"Kita ingin mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan dengan cermat, karena itu dalam rapat koordinasi panitia kami secara khusus meminta posko kesehatan," ujar Yunianto lagi.

Pada kegiatan bertujuan menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis itu, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan membuka acara. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur PonPes, Santri, Tegal Fans Gus Dur

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru

Bandung, Fans Gus Dur. Kepala Kemenag Jawa Barat H Saeroji mengharapkan keterlibatan jajaran pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas guru agama di Jawa Barat.

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanwil Kemenag Jabar Minta PERGUNU Kawal Kualitas Guru

“Kita harap PERGUNU berperan meningkatan profesionalisme guru dan membantu sosialisasi serta implementasi Kurikulum 2013 dalam proses belajar-mengajar,” kata Saeroji saat kunjungan rombongan PW PERGUNU Jabar ke Kantor Kanwil Kemenag Jabar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1).

Dalam kesempatan itu, H Saeroji menyebutkan 40.000 guru yang sudah menerima sertifikasi dari 130.000 guru di lingkungan Kemenag Jabar.

Fans Gus Dur

Sementara Wakil Ketua PERGUNU Jabar H Saepuloh berharap terjalin kemitraan stategis antara PERGUNU dan Kanwil Kemenag Jabar dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan agama.

“Agar pendidikan agama terarah pada landasan nilai-nilai keagamaan sebagai basis moral pengembangan karakter anak bangsa,” terang H Saepuloh.

Fans Gus Dur

Pada itu PERGUNU meminta kesiapan H Saeroji menjadi narasumber pada Pelantikan dan Mukerwil PERGUNU Jawa Barat pada Sabtu-Ahad (22-23/2) mendatang. Rombongan PW PERGUNU Jabar diterima langsung H Saeroji. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Lomba Fans Gus Dur

Kamis, 01 Maret 2018

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko

Jakarta, Fans Gus Dur. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko Tosari Widjaja mendapatkan bintang jasa Alawite Grand Cordon Wissam dari Raja Maroko Muhammad VI. Penghargaan diberikan menjelang purnatugasnya sebagai duta besar.

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes RI Dianugerahi Bintang Jasa oleh Raja Maroko

Demikian dalam rilis pers yang diterima Fans Gus Dur. Penghargaan diterima pada 17 Oktober 2014 kemarin pada saat duta besar melakukan kunjungan perpisahan ke Istana Kerajaan di Casablanca.

Bintang jasa Grand Cordon merupakan bintang jasa tertinggi dalam kelas Order of Alawite Wissam yang diberikan oleh Raja Maroko kepada masyarakat sipil. Tosari dinilai berjasa dalam memajukan hubungan dan kerjasama bilateral Indonesia-Maroko selama bertugas.

Fans Gus Dur

Tosari Widjaja mulai menjabat sebagai duta besar RI untuk Maroko sejak 5 Maret 2010 dan akan kembali ke Tanah Air pada 16 Novermber 2014 mendatang. Menjelang akhir masa jabatannya pada 20 Oktober besok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melantik Endang Dwi Syarif Syamsuri sebagai pengganti Tosari Widjaja pada 15 Oktober kemarin. (A. Khoirul Anam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan Fans Gus Dur

Rabu, 28 Februari 2018

Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi

Tehran, Fans Gus Dur. Negosiator nuklir Iran Ali Larijani, Kamis (21/6), mengatakan kepada kekuatan-kekuatan dunia bahwa satu-satunya cara mengatasi krisis nuklir Iran adalah melalui jalur perundingan dan bukannya penjatuhan sanksi.



Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Larijani: Perundingan Satu-Satunya Cara Atasi Nuklir Iran, Bukan Sanksi

Namun Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, penjatuhan sanksi adalah langkah terbaik bagi Iran untuk menghentikan pengayaan uraniumnya. AS mendesak Iran untuk merubah "ranah kontroversial" nya. AS dan sekutu-sekutunya menuduh program nuklir Iran adalah untuk pembuatan senjatan pemusnah massal.

"Dengan resolusi (DK PBB), mereka tidak dapat menghentikan keinginan Iran, namun mereka bisa mencapai solusi melalui negosiasi-negosiasi," terang Larijani.

Fans Gus Dur

AS sebelumnya mengatakan, pihaknya bersama lima anggota kekuatan dunia lainnya (Inggris, Rusia, Perancis, German, dan China) telah mulai membahas sejumlah sanksi kepada Iran atas program nuklirnya.

Iran berulang kali mengatakan tekanan apapun tidak akan mampu menghentikan program nuklirnya untuk tujuan damai yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.

Fans Gus Dur

"Kata-kata kasar terhadap bangsa Iran akan menuai respon yang lebih kuat...jika mereka berbicara dengan lembut dan logis, ini adalah demi keuntungan mereka sendiri," kata Larijani dalam pidatonya di Tehran beberapa waktu lalu.

Sumber Reuters melaporkan, Larijani dijadwalkan akan bertemu dengan Ketua Badan Pengawas Atom PBB Mohamed ElBaradei di Wina pada Jumat dan Javier Solana di Lisbon, Sabtu.

Pertemuan terakhir antara Larijani dan Solana di Madrd bulan lalu, tidak menghasilkan terobosan atas isu nuklir Iran dan mendesak kekuatan-kekuatan Barat untuk memperingatkan Iran menghadai sanksi keras.

Larijani mengatakan: "Negara-negara yang biasa berpikir bahwa dengan mengeluarkan sejumlah resolusi kepada kita, kita akan mundur. Namun realitasnya adalah bahwa kita sedang memperjuangkan hak-hak kita." (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Fenomena yang terjadi saat seorang anak kejang seperti mata mendelik, tangan-kaki kaku kelojotan serta lidah tergigit, tak ayal membuat para orang tua panik. Pasalnya, kejang pada anak merupakan hal yang menakutkan bagi orang-tua. Sebagai langkah awal dalam menangani kejang, orang tua harus tetap tenang.

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

"Maka hal selanjutnya yang harus dilakukan orang tau adalah mencari penyebab anak tersebut seperti meletakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah, baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak," kata dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Vanisia Hayu Firdayanti kepada Fans Gus Dur, Rabu (12/10).

Vani mengungkapkan, jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak seperti memasukkan sendok, kayu, jari orang tua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang. Karena hal itu akan berisiko serta bisa menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka.

"Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang. Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat," ungkap Vani.

Fans Gus Dur

Pada umumnya, anak yang sedang mengalami kejang akan menunjukkan gejala seperti hilangnya kesadaran dan berkeringat, tangan dan kaki kaku, keluar busa atau cairan dari mulut, kedua matanya seperti melirik ke atas. Setelah kejang reda, anak akan mengantuk dan tertidur.

Vani menjelaskan, penyebab kejang tersering pada anak di antaranya kejang demam, infeksi susunan syaraf pusat, trauma kepala, keracunan (akohol, teofilin), penghentian obat anti epilepsy dal lain sebagainya.

Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama, ? obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Fans Gus Dur

Untuk mendiagnosis penyebab kejang, sambung Vani, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan di antaranya pemeriksaan darah, urine, atau pemeriksaan cairan tulang belakang untuk mengetahui apakah terjadi infeksi sistem saraf pusat seperti meningtis. Selain pemeriksaan tersebut, dokter bisa saja menyarankan electroencephalogram (EEG) atau rekam otak (sesuai indikasi) untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejang yang dialami oleh anak.

"Pada saat di IGD dan kejang pada anak sedang berlangsung, dokter akan segera memberikan obat anti kejang yang dimasukkan lewat dubur dan oksigenasi untuk memperbaiki aliran oksigen ke otak. Setelah itu terapi dikhususkan terhadap penyebab kejang. Jika epilepsy merupakan dasar penyebab anak kejang, maka dokter akan memberikan obat anti epilepsy yang harus diminum selama minimal 1 tahun pasien bebas kejang, bukan 1 tahun setelah pasien pertama kejang," ujar dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini.

Perlu diketahui bahwa, kejang sendiri didefinisikan sebagai kondisi di mana otot tubuh berkontraksi dan relaksasi secara cepat dan berulang, oleh karena abnormalitas sementara dari aktivitas elektrik di otak, disebabkan karena proses intracranial, ekstracranial dan metabolic.

Tipe kejang yang paling umum ditemukan biasanya berupa kejang tonik-klonik, di mana tubuh menjadi kaku diikuti dengan gerakan kelojotan. Selama periode ini, lidah dapat tergigit sehingga menyebabkan perdarahan di mulut, atau dapat pula berupa gerakan-gerakan abnormal salah satu sisi tubuh, mata terlihat menatap dengan pandangan kosong, gerakan-gerakan mengunyah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, RMI NU, Kyai Fans Gus Dur

Selasa, 27 Februari 2018

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

Pringsewu, Fans Gus Dur. Dalam rangka mewujudkan organisasi yang berkualitas serta meningkatkan motivasi pengurus untuk terus berkhidmah di NU, PCNU Pringsewu menggelar Kegiatan Lomba MWCNU dan Ranting NU Sehat Se-Kabupaten Pringsewu.

Setelah dilakukan Proses Penilaian oleh Tim Khusus terhadap 9 MWC dan 131 Ranting selama lebih kurang 3 bulan, para pemenang lomba diumumkan pada Kamis (19/1) dibarengkan dengan Pringatan Hari Lahir NU ke 91 tingkat Kabupaten Pringsewu di Gedung NU setempat.

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Lomba MWC dan Ranting NU Sehat Dapat Dana Pembinaan 39 Juta

"Ada tiga MWC dan tiga Ranting dari setiap Kecamatan yang kita pilih sebagai Juara. Dan mereka berhak mendapatkan Thropi, Hadiah serta dana Pembinaan dari PCNU Pringsewu," Jelas Ketua Tanfidziyyah H. Taufiqurrohim disela-sela pengumuman lomba tersebut.

Mas Tas Taufik, begitu Ia biasa disapa menjelaskan bahwa dana untuk pembinaan pemenang lomba tersebut mencapai 39 juta. "Kita berharap kedepan Jamiyyah NU di Kabupaten Pringsewu terus meningkatkan kualitas organisasi dan pengurus akan lebih serius lagi dalam mengurus ummat," harapnya.

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan pula bahwa beberapa indikator Tim penilai dalam memberikan nilai antara lain adalah ketertiban administrasi, kuantitas dan kualitas realisasi program kerja dan kelengkapan organisasi. Setelah penilaian dengan langsung terjun ke daerah tersebut dilaksanakan akhirnya terpilih MWC NU Kecamatan Adiluwih menjadi Juara I Lomba tingkat Kecamatan. Untuk Juara II diraih oleh MWC NU Pringsewu dan Juara III diraih oleh MWC NU Pagelaran.

Selain itu Tim Penilai juga memberikan penghargaan kepada beberapa MWC yang menonjol dalam kategori tertentu. Diantara Kategori tersebut adalah Kelengkapan Badan Otonom dan Lembaga, Keaktifan Lembaga Pendidikan Maarif, Kekompakan dengan Banom dan beberapa kategori lain.

Sementara untuk Pemenang Lomba Ranting NU Sehat sebagai berikut: Kecamatan Adiluwih. Juara I Ranting NU Bandung Baru, Juara II Ranting NU Tri Tunggal Mulyo dan Juara III Ranting NU Srikaton. Kecamatan Pringsewu. Juara I Ranting NU Fajar Agung Barat, Juara II Ranting NU Fajaresuk dan Juara III Ranting NU Margakaya.

Kecamatan Pagelaran. Juara I Ranting NU Sumberejo , Juara II Ranting NU Patoman dan Juara III Ranting NU Tanjung Dalam. Kecamatan Ambarawa. Juara I Ranting NU Jati Agung , Juara II Ranting NU Ambarawa dan Juara III Ranting NU Sumberagung . Kecamatan Banyumas . Juara I Ranting NU Mulyorejo , Juara II Ranting NU Banyumas dan Juara III Ranting NU Sri Rahayu.

Fans Gus Dur

Kecamatan Pagelaran Utara. Juara I Ranting NU  Margosari, Juara II Ranting NU Gunung Raya  dan Juara III Ranting NU Fajar Mulya. Kecamatan Gading Rejo . Juara I Ranting NU Tegalsari, Juara II Ranting NU Klaten dan Juara III Ranting NU Gadingrejo.

Kecamatan Pardasuka. Juara I Ranting NU Pujodadi, Juara II Ranting NU Rantau Tijang  dan Juara III Ranting NU Pardasuka. Kecamatan Sukoharjo . Juara I Ranting NU Waringin Sari Barat, Juara II Ranting NU  Panggungrrjo Utara dan Juara III Ranting NU Siliwangi.

Hadiah bagi Pemenang MWC NU Sehat diserahkan langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi didampingi oleh Jajaran Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyyah PCNU Pringsewu. Sementara untuk Lomba Ranting NU Sehat penyerahan diberikan oleh setiap Ketua MWC masing-masing. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Internasional, Nahdlatul Fans Gus Dur

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual

Jember, Fans Gus Dur - Kepemimpinan itu bukan sekedar ilmu  tapi juga seni. Sehingga untuk memahaminya secara holistik dan komprehensip, tak cukup hanya membutuhkan akal tapi juga memerlukan hati. Demikian diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch. Eksan saat menjadi narasumber dalam acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) IPNU-IPPNU di aula Madrasah Ibtidaiyah An-Nidhom, Gladak Pakem, Sumbersari, Jember,  Jawa Timur, Ahad (4/9).

Menurutnya, akal dan hati dibutuhkan untuk menjadi "pembimbing" pemimpin dalam menjalankan tugasnya yang cukup berat hingga mencapai tujuan yang diinginkan bersama. "Tujuannya sejalan dengan misi kekahlifahan manusia di muka bumi, yaitu memakmurkan, bukan membuat kerusakan atau apalagi pertumpahan darah," ujarnya.

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepemimpinan Harus Ditopang Moral dan Spiritual

Anggota DPRD Jawa Timur dari Partai NasDem itu menambahkan, pondasi kepemimpinan adalah moralitas dan spritualitas dalam mengelola bisnis dan investasi, mengelola umat dan mengatur negara serta membangun peradaban dunia. Tanpa moral dan spritualitas, kepemimpinan tak lebih dari sekadar ilmu dan seni mengelola siasat semata.

Fans Gus Dur

"Kepemimpinan harus ditopang oleh moral dan spiritual. Inilah yang sangat menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin, apakah itu pemimpin perusahaan, lebih-lebih pemimpin negara," jelasnya.

Dikatakan Moch. Eksan, kepemimpinan merupakan persoalan besar dalam pandangan agama apapun. Sebab, kepemimpinan dibangun atas dasar keiinginan untuk meraih kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang adil, dan itu merupakan produk dari moralitas dan spritualitas yang bersangkutan.

Fans Gus Dur

"Karenanya, pemimpin yang adil itu adalah pilar pertama dari empat pilar dunia. Yaitu ulama yang berilmu, pengusaha yang dermawan dan fakir miskin yang berdoa," jelasnya.

Sebelumnya, di tempat yang sama,  dilakukan pelantikan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IAIN Jember. Untuk periode ini, Ketua PKTP IPNU IAIN Jember dijabat oleh Mahmud Azhari, Sekretaris dipercayakan kepada Najib Said Abdillah. Sedangkan Ketua PKTP IPPNU IAIN Jember dipegang oleh Ulun Niati dibantu Sekretaris Faria Nur Azizah. (aryudi a razaq/abdullah alawi)

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Ubudiyah Fans Gus Dur

Senin, 26 Februari 2018

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme

Jakarta, Fans Gus Dur. Ketua Badan Nasional Penanggunlangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menilai, keluarga memiliki peran yang strategis dalam mencegah dan mengurangi tindakan radikalisme. Baginya, pada dasarnya radikalisme itu tidak bisa dideteksi karena itu adalah ideologi. Namun demikian, kalau setiap orang waspada, maka radikalisme bisa diidentifikasi.

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Miliki Peran Strategis Cegah Radikalisme

“Biasanya guyub, terus tidak pernah keluar rumah dan terus-terusan berada di depan komputer. Ini juga harus kita waspadai,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia di Auditorium Gedung PPSDM Jakarta, Sabtu (22/7) sore.

Target-target terorisme, jelas Suhardi, adalah tempat-tempat yang ramai seperti swalayan, terminal, dan tempat kerumunan orang. Baginya, diantara suksesnya aksi teror adalah karena kewaspadaan orang-orang masih kurang.

“Seharusnya kita menguatkan kewaspadaan kita. Misalnya ada orang yang menerobos prosedur untuk diperiksa saat memasuki suatu tempat seperti bandara, gedung, dan lainnya,” jelasnya.

Ia menceritakan, paham-paham radikalisme sudah masuk di dunia perkuliahan. Bahkan ada pejabat kampus seperti Dekan dan akan diangkat menjadi Rektor menjadi simpatisan daripada ISIS.

Fans Gus Dur

“Kemudian saya laporkan ke Menristek, kemudian dicopot setelah ditelusuri betul bahwa memang ada hubungannya dengan ISIS,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa kelompok-kelompok teroris berupaya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat markas mereka untuk wilayah Asia Tenggara. Namun karena pemerintah bergerak cepat dan tegas, maka mereka bergeser ke wilayah Filipinan.

“Poso pernah mau dijadikan pusat ISIS di Asia Tenggara, tapi karena polisi dan TNI kuat maka mereka bergerak ke Filipina Selatan, Marawi,” ungkapnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Fans Gus Dur

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Budaya, Doa Fans Gus Dur

Minggu, 25 Februari 2018

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

Jombang, Fans Gus Dur. Setelah dilakukan tabulasi, telah terpilih anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) melalui proses pemilihan yang dilakukan oleh Muktamirin. Pjs Rais Aam KH Musthofa Bisri dan KH Hasyim Muzadi ternyata tidak termasuk dalam Sembilan nama tersebut.

Berikut daftar anggota Ahwa pilihan para Muktamirin, Rabu (5/8) di ruang sidang komplek alun-alun Jombang, Jawa Timur beserta perolehan suaranya.

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Anggota Ahwa Telah Terpilih

KH Makruf Amin Jakarta, (313 suara)

KH Nawawi Abdul Jalil Pasuruan Jatim (302)

TGH Turmudzi Badruddin NTB (298)

Fans Gus Dur

KH Kholilul Rahman Martapura, Kalsel (273)

Fans Gus Dur

KH Dimyati Rais Jateng (236)

KH Ali Akbar Marbun Sumatra Utara (246)

KH Maemun Zubeir Jateng  (156)

KH Makhtum Hannan Jabar (142)

KH Mas Subadar Pasuruan Jatim (135)

Begitu ditetapkan nama-nama tersebut, mereka akan bersidang untuk memilih Rais Aam PBNU yang akan memimpin NU periode 2015-2020. Mereka mengadakan pemilihan rencananya pada pukul 08.00 WIB malam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pertandingan, Hadits Fans Gus Dur

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Jakarta, Fans Gus Dur
Harapan baru mulai muncul setelah sebelumnya ancaman perang menghadang didepan mata rakyat Aceh. Pemerintah RI dan GAM akhirnya bersedia duduk satu meja dalam Tokyo Meeting yang akan digelar pada tanggal 17 besok di Tokyo.
?
Kabar baik ini merupakan inisiatif dari beberapa negara donor pemulihan Aceh seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. HDC (Henry Dunant Center) -yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian- menyambut baik rencana tersebut.

Namun demikian, sampai saat ini GAM dan RI bersedia datang dengan visi dan misi berbeda. Presiden Megawati menegaskan, pemerintah Indonesia tetap membawa proposal bahwa GAM harus mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harus meletakkan senjata, serta harus menerima otonomi khusus.

GAM akan membawa proposal mengenai kelanjutan CoHA (Cessation of Hostilities Agreement/Kesepakatan Penghentian Permusuhan) yang ditandatangani 9 Desember lalu). "Jadi, pembahasannya bukan persoalan NKRI atau peletakan senjata," katanya saat ditemui Arnaz Farouq, wartawan, di markas GAM wilayah Lhokseumawe tadi malam.

Di mata para petinggi GAM, yang harus diagendakan dalam perundingan nanti adalah membahas sekaligus menyelesaikan pelanggaran yang terjadi selama CoHA. Sebab, selama ini, GAM menganggap belum ada mekanisme untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi setelah penandatanganan perjanjian tidak saling memusuhi dari kedua belah pihak.

Ada tiga alasan mengapa GAM akhirnya menerima itu. Pertama, Jepang negara netral. Kedua, HDC menghendaki itu. Dan, ketiga, hal itu akan menjadi sejarah baru bagi pertemuan dialog RI-GAM.

GAM berharap agar pertemuan tersebut dapat diikuti oleh kalangan sipil di Aceh. Tujuannya, mereka mengetahui secara persis bagaimana proses perdamaian itu berlangsung (jp/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Aswaja, News Fans Gus Dur

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim

Lombok Timur, Fans Gus Dur. Untuk kedua kalinya TGH Khudri Abdullah dipercaya sebagai Rais Syuriyah ? PCNU Lombok Timur dan H Imran Fauzi Haetami sebagai Ketua PCNU Lotim. Keduanya dipilih dalam konfrensi cabang di pesantren Riyadul Falah, Aik Prapa kecamatan Aikmel Lombok Timur, Sabtu (8/2).

H Imran Fauzi Haetami mendapat dukungan dari 14 MWCNU dan dukungan dari lembaga dan badan otonom NU.

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim (Sumber Gambar : Nu Online)
TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim (Sumber Gambar : Nu Online)

TGH Khudri dan H Imran Fauzi Kembali Pimpin PCNU Lotim

Dalam proses pemilihan, sebanyak enam utusan MWC tidak hadir. Sementara Menteri PDT Helmi Faishal Zaini urung hadir dalam konfercab karena mengunjungi sebuah perguruan tinggi swasta di desa Gapuk kecamatan Suralaga. Ketidakhadirannya mengecewakan ribuan warga NU di Lotim.

Fans Gus Dur

Konfrensi ini kemudian membentuk formatur yang diserahi amanah untuk menyempurnakan kepengurusan PCNU Lotim periode 2014-2019. Hasilnya akan dilaporkan kepada PWNU NTB dan PBNU di Jakarta untuk segera disahkan. (M Darma Santosa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Budaya, Kajian Fans Gus Dur

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim

Waykanan, Lampung. Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Banjit kabupaten Waykanan, Selasa (4/11), memberikan santunan kepada 74 anak yatim piatu di daerah setempat. Penyerahan sumbangan yang bertema “Kita Susun Hati Yang Sama Lewat Cahaya Alim Ulama, Santuni Yatim Hindari Dusta Agama” ini, dihadiri sedikitnta 2.000 warga.

"Rencananya yang mau diberikan kepada anak yatim piatu sebesar Rp 8 juta, namun hanya terkumpul Rp7 juta sekian. Sumbangan dari berbagai pihak," ujar Ketua MWCNU Banjit Paimo di Banjit, sekitar 220 km sebelah utara Kota Bandarlampung.

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Muharram, Pengurus MWCNU Banjit Serahkan Santunan Yatim

Menurut Paimo, panitia menyediakan 1.300 kursi. Namun tidak semua hadirin mendapat tempat duduk. Pada kesempatan ini, Paimo meminta maaf karena masih adanya anak yatim piatu di tiga kampung yang belum bisa dijangkau untuk disantuni.

Fans Gus Dur

"Kami mengumpulkan dana dari pengurus ranting, dan donatur dari berbagai tempat. Tapi maaf, ada tiga kampung di seberang sungai Way Besay yang belum bisa kami sentuh. Mohon doa dan dukungan agar tahun depan kami bisa menjalankan kegiatan sama dan bisa menjangkau seluruh kampung yang ada di Banjit," ujar Paimo.

Santunan yatim diselenggarakan di halaman MTs dan MA Guppi asuhan KH Sugeng Utomo.

Fans Gus Dur

"Saya mengapresiasi kegiatan dilakukan MWCNU Kecamatan Banjit," ujar Ketua PCNU Waykanan KH Nur Huda.

Pada kegiatan itu, panitia menggalang dana dari para hadirin. Pada kesempatan itu, terkumpul infaq sebesar Rp 4 juta lebih dari warga Nahdliyin yang menghadiri acara bakti sosial ini. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Pesantren, Kajian Islam Fans Gus Dur

Sabtu, 24 Februari 2018

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Jakarta, Fans Gus Dur?



Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tito Karnavian menyempatkan diri melihat lukisan wajah-wajah kiai Nusantara buah karya Nabila Dewi Gayatri di hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Senin (8/5). Ia ditemani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pelukisnya.?

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kapolri Melihat Syekh Nawawi Al-Bantani

Pada kesempatan itu, Kiai Said, secara otomatis memperkenalkan nama-nama kiai yang dilukis serta kiprah hidupnya kepada Kapolri. Mulai dari KH Abdurrahman Wahid, KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri, KH Ali Maksum, KH Ahmad Shiddiq, KH Ilyas Ruhiat, KH Ihsan Jampes, KH Asnawi Kudus, dan lain-lain.?

Ketika melihat salah satu lukisan, dan Kiai Said menyebut Syekh Nawawi Banten, Kapolri berhenti. “Oh ini gurunya KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari,” katanya.?

“Iya, kata Kiai Said, “Beliau mengajar di Masjidil Haram, di Mekkah. Karyanya banyak.”?

“Tapi asalnya dari Banten, tempatnya pesantren Kiai Ma’ruf (Rais ‘Aam PBNU, red.)” kata Kapolri.?

Fans Gus Dur

“Ya, ya, Tanara,” jawab Kiai Said.

Fans Gus Dur

“Saya sudah pernah ke sana,” lanjut Kapolri.?

Syekh Nawawi Al-Bantani merupakan guru bagi kiai-kiai di Nusantara yang menuntut ilmu di Makkah. Ia menulis ratusan karya yang hingga saat ini masih dikaji di berbagai pesantren. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Berita, PonPes Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock