Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang

Kerawang, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Karawang selalu mempunyai cara yang unik dalam methode dakwahnya. Ahad, 26 Februari 2012 bertempat di Masjid Raya Al-Amien Perumnas Bumi Telukjambe Karawang jajaran PC Fatayat NU Karawang menyelenggarakan Festival Barzanji.

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang (Sumber Gambar : Nu Online)
Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang (Sumber Gambar : Nu Online)

Membumikan Shalawat oleh PC Fatayat NU Karawang

Acara yang bertemakan “Membumikan Shalawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah SAW dengan Mentradisikan Al-Barzanji” diikuti oleh 12 Tim yang berasal dari berbagai kecamatan di seantero wilayah Kabupaten Karawang.

Perhelatan Festival Al-Barzanji ini dimulai tepat pukul 09.00 dan berakhir pukul 14.00 WIB dengan diselingi jeda istirahat untuk Shalat Dhuhur dan makan siang.

Fans Gus Dur

“Kita adalah generasi penghubung antara para pendahulu dengan generasi anak-anak kita, untuk itu maka kami berusaha mentradisikan Al-Barzanji ini sebagai wujud rasa cinta kita kepada Kanjeng Nabi SAW, menjaga amanah dari generasi pendahulu dan siap mewariskannya kepada generasi penerus kita” ujar Ustadzah Hj Yani Suryani Mustari selaku Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bekasi.

Fans Gus Dur

Masing-masing tim begitu antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Masing-masing tim berusaha menunjukkan kemampuannya sebagai yang terbaik.Acara ditutup dengan pemberian penghargaan secara simbolik kepada Tim dari PC Muslimat NU Karawang.

”Semua tim perform dengan sangat baik, dalam festival ini tidak ada juaranya, semuanya kami berikan penghargaan sebagai apresiasi terhadap partisipasinya, semua tim adalah Sang Pemenang” sahut Ustadzah Hj. Yani Suryani Mustari. Methode dakwah yang indah. Shalawat begitu membumi dan merasuk dalam relung-relung hati kami.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Arief Widhiharto

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Bahtsul Masail, Nasional Fans Gus Dur

Senin, 19 Februari 2018

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Padang, Fans Gus Dur - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat menandatangani nota kesepahaman dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman dan Padang Pariaman dalam program antisipasi penyebaran paham radikal kepada lulusan SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar memberikan kesempatan kepada GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman untuk merekomendasi tamatan SMA/SMK/MAN yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sumbar-Ansor Pariaman Kerja Sama Cegah Radikalisme

Demikian diungkapkan Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto, Kamis (20/7/2017), ketika penandatanganan MoU itu dengan GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, di Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor II UNU Nazaruddin yang juga Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNU Sumbar dengan Ketua PC Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban dan Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariman Zeki Aliwardana.

Fans Gus Dur

Menurut Arianto, UNU hadir di Sumatera Barat salah satunya bertujuan untuk mencetak sarjana-sarjana yang memiliki pemahaman Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, mencintai tanah air NKRI, dan berakhlakul karimah. "Belakangan ini banyak tamatan SMA/SMK/MAN yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi terpengaruh oleh pemikiran radikal dan bertentangan dengan nilai-nilai dan paham dari orangtuanya," kata Arianto.

Akibatnya, setelah kuliah dan menyelesaikan pendidikan, pemahaman keagamaannya sudah bergeser bahkan bertentangan dengan orangtuanya sendiri. Pulang ke kampungnya sudah mulai menyalahkan tradisi yang selama menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat, kata Arianto.

Fans Gus Dur

Kehadiran UNU Sumbar menurutnya justru memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di Sumatera Barat. Kearifan lokal Sumatera Barat yang dikenal dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi acuan dalam melahirkan lulusan UNU. "Bagi UNU, mahasiswa harus ditanamkan rasa cinta NKRI. Karena NKRI lahir salah satunya tidak terlepas dari peran ulama, terutama yang tergabung di Nahdlatul Ulama," tutur Arianto.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana menyebutkan, kita akan dorong tamatan SMA dan sederajat di Kabupaten Padang Pariaman untuk melanjutkan pendidikannya ke UNU Sumbar. Padang Pariaman yang mayoritas masyarakat sangat sesuai dengan misi pendidikan tinggi yang dikembangkan UNU tersebut.

"Makin gencarnya serangan pemikiran radikal dan terhadap praktek keagamaan yang ada di Padang Pariaman belakangan ini, maka harus dilakukan upaya membentengi generasi muda. Salah satunya tamatan SMA harus memasuki lembaga pendidikan tinggi yang dapat dipastikan membentengi mahasiswanya dari paham radikal dan tidak mengkafir-kafirkan umat Islam lainnya.

"Dari 100-an nagari yang ada di Padang Pariaman, diupayakan minimal satu orang dapat direkomendasi melanjutkan pendidikan ke UNU Sumbar. Secara bertahap akan lahir sarjana yang membentengi Islam berpaham Ahlussunnah Waljamaah dari Padang Pariaman sebagaimana misi dari UNU Sumbar," kata Zeki yang juga mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Meme Islam, RMI NU Fans Gus Dur

Minggu, 11 Februari 2018

LAZISNU Gelar Program "Gaza Call Us"

Jakarta, Fans Gus Dur. “Anak-anak di Gaza sekarang telah kehilangan masa kanak-kanak, yang seharusnya bisa mereka nikmati dengan keriangan dan kehangatan. Mereka lupa apa itu damai, gembira dan lucu. Mereka hanya ingat tentang perang, darah dan kematian”

Adanya gencatan senjata yang hadir sejenak antara Palestina-Israel kemarin, tidak serta merta menyudahi persoalan kemanusiaan di Gaza. Nestapa warga sipil Gaza, Palestina, menggugah banyak pihak untuk berbuat. Wajah pias anak-anak Gaza akan kesedihan karena kehilangan ayah atau ibunya, tidak bisa sekolah karena rudal-rudal yang menghancurkan gedung sekolah, melejitkan jumlah yatim-piatu Palestina. Anak-anak palestina di gaza itu saudara kita. Saudara kita seiman dan seagama. Relakah anda harapan dan impian mereka hancur begitu saja? 

LAZISNU Gelar Program Gaza Call Us (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Gelar Program Gaza Call Us (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Gelar Program "Gaza Call Us"

Begitupun dengan rumah-rumah mereka yang hancur pasca penyerangan, diperparah cuaca dingin yang menggigit. Pangan, medis, juga selimut dan pakaian hangat menjadi keperluan mendesak bagi warga Gaza.

Fans Gus Dur

Karena panggilan jiwa yang tersayat melihat saudara semuslim teraniaya berkepanjangan, “Gaza Call Us”, sebuah program dari LAZISNU hadir. Alhamdulillah, semenjak tanggal 20 November 2012, relawan LAZISNU sudah berhasil memasuki Gaza dan melihat apa yang banyak dibutuhkan di sana agar sumbangan para dermawan tidak berakhir sia-sia. 

Fans Gus Dur

Awal Desember 2012, insyaallah relawan LAZISNU, Saiful Ridjal Adib akan kembali memasuki Gaza untuk membawa bantuan sementara dari Lazisnu. “Harapan kami, bantuan yang sedikit ini bisa memberikan harapan bagi rakyat dan anak-anak Gaza, bahwa muslim Indonesia akan selalu bersama mendukung mereka sampai titik darah penghabisan,” ungkap KH Masyhuri Malik Ketua PP LAZISNU.

Melalui program Gaza Call Us, Lazisnu berencana merenovasi bangunan-bangunan sekolah di Gaza agar anak-anak Gaza bisa kembali merajut impian mereka, mengisi hari dengan belajar tanpa takut keruntuhan bangunan sekolah yang sudah tak layak lagi dan mereka sebagai penerus generasi Gaza, tidak menjadi bodoh dan lengah oleh tipu daya Israel. Buku-buku dan alat tulis gratis juga pasti sangat dibutuhkan di sana. 

Selain itu, program pembibitan para penghafal Al-Qur’an yang sudah berjalan baik selama ini di madrasah-madrasah yang ada di Gaza merupakan hal penting yang perlu didukung keberlangsungannya. Sebab generasi penghafal Al-Qur’an inilah yang sangat ditakuti oleh bangsa Israel.

Jadi, kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Mari Membantu Gaza. Gaza Call Us

Gaza Call Us 

Call Center : 021-3102913

SMS Center : 0813-9800-9800

Donasi Untuk Gaza: 

BCA :  6340.161.481

Mandiri : 123.000.483.8977 

BSM : 128.000.30.51 

BNI : 010.85756.48 

BCA Syariah : 006.00.66665 

BRI : 0335.01.000.735.303

a/n : PP LAZISNU

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Daerah, Bahtsul Masail, Nahdlatul Fans Gus Dur

Minggu, 04 Februari 2018

Pelajar Butuh Ruang Ekspresi

Jakarta, Fans Gus Dur. Perilaku tawuran antarpelajar belakangan ini telah merenggut korban. Lagi-lagi nyawa melayang hanya untuk pertikaian yang tidak perlu. Peristiwa mengenaskan ini patut menjadi renungan bersama.

“Banyak faktor yang membuat kenapa pelajar sekarang menjadi seperti ini. Faktor lingkungan merupakan unsur dominan,” kata Farida Farichah, Sekretaris Bidang Kaderisasi PP IPPNU saat dikonfirmasi Fans Gus Dur pertelepon, Selasa (2/10) siang.

Pelajar Butuh Ruang Ekspresi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Butuh Ruang Ekspresi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Butuh Ruang Ekspresi

Dalam 24 jam, pelajar lebih banyak melewatkannya dengan pergaulan lingkungan. Mereka lebih dekat dengan lingkungan. Kedekatan ini yang akan membentuk dominan sifat mereka.

Fans Gus Dur

Masa pertumbuhan tidak menghindarkan mereka dari pergaulan, imbuh Farida. Hal ini bisa dimaklumi karena mereka tengah mengalami masa pertumbuhan baik raga maupun jiwa. Masa pertumbuhan memperkenalkan mereka dengan dunia di luar lingkungan sekolah dan keluarga.

Dunia di luar sekolah dan keluarga, menjadi rumah dan sekolah kedua bagi pelajar. Mereka cukup nyaman dengan dunia lingkungan. Mereka mencoba menemukan ruang-ruang ekspresi diri.

Fans Gus Dur

Saat sekolah dan rumah menyediakan ruang terbatas bagi ide, bakat, dan emosi, para pelajar menumpahkan semuanya di lingkungan. Bagi mereka, lingkungan memberikan tempat bagi kelisahan mereka yang tengah labil.

Sementara lingkungan yang mereka masuki, tidak cukup sehat. Pelajar banyak terjebak dalam lingkungan yang sehat. Pada gilirannya, lingkungan yang tidak sehat itu menampilkan wajahnya dalam aneka bentuk perilaku yang jauh disiplin moral, seperti tawuran, pergaulan bebas, narkotika, dan sebagainya, tutup Farida. 

 

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Sabtu, 03 Februari 2018

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Jakarta, Fans Gus Dur

Ratusan jamaah majelis Ashabul Kahfi Jabodetabek melantunkan dzikir thariqah Syadziliyah di Masjid An-Nahdlah di gedung PBNU Lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada malam Nisfu Sya’ban, Sabtu (21/5). Dzikir thariqah dipimpin oleh Kiai Rahmat, badal thariqah Syadziliyah di Bekasi.

Acara dibuka dengan penampilan seni hadrah Ashabul Kahfi. Kemudian dilanjutkan dengan kajian ke-Syadziliyah-an yang diisi oleh Kiai Lukman Nursalim, pengasuh Pesantren Yatim Piatu di Depok, Jawa Barat.

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dzikir Tarekat Syadziliyah Akan Digelar Rutin di Masjid PBNU

Ketua umum PBNU KH Said Aqil Siradj sangat mendukung dzikir thariqah Syadziliyah di masjid PBNU. Ia mengatakan, Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili sebagai pendiri thariqah Syadziliyah merupakan sosok sufi istimewa, yang membuka pemahaman tersendiri tentang keduniaan.

Fans Gus Dur

"Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili merupakan sufi yang menerangkan bagaimana memahami keduniaan yang tidak umum di kalangan sufi," katanya jauh-jauh hari sebelum acara dilaksanakan.

Fans Gus Dur

Menurut Hasyim Habibi, ketua umum Santri Kebumen se-Jabodetabek, dzikir thariqah Syadziliyah yang diselenggarakan oleh Ashabul Kahfi di masjid PBNU merupakan kegiatan perdana selapanan (rutin bulanan) dari majlis Ashabul Kahfi. Harapannya, nilai-nilai ke-Syadziliyah-an bisa turut mengisi spirit Nahdlatul Ulama.

"Majelis Ashabul Kahfi yang dipimpin badal thariqah Syadziliyah Alkahfi Kebumen di Jabodetabek, Kiai Lukman Nursalim, selama ini menggelar rutin di masjid-masjid se-Jabodetabek. Malam Nisfu Syaban ini, menjadi malam pertama yang rencananya rutin selapanan di masjid PBNU," kata Hasyim Habibi.

Dikatakan juga, acara dzikir thariqah Syadziliyah diikuti oleh sejumlah jamaah dari berbagai kalangan. Dijelaskan, jamaah sebagian dari yang sudah berbaiat (anggota resmi tarekat Syadziliyah) dan sebagian lagi jamaah dari kalangan muhibbin alias simpatisan.

"Peserta sengaja dibatasi melihat keterbatasan tempat. Kita berterima kasih dengan pengurus takmir masjid PBNU yang bersama ikhlas untuk acara ini. Kita juga berterima kasih kepada KH Said Aqil Siradj atas motivasinya," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ketua umum Kiai Muda Indonesia Gus Wahyu NH Aly yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, thariqah Syadziliyah bisa menjadi salah satu sarana dalam mengatasi fenomena terorisme, ekstrimisme, kebodohan dan kemiskinan.

"Apabila masyarakat menerapkan nilai-nilai ke-Syadziliyah-an, saya percaya problem kebangsaan seperti terorisme, ekstrimisme, kebodohan, kemiskinan bisa terselesaikan," tegasnya.

Hadir dalam dzikir thariqah Syadziliyah, malam Nisfu Syaban di masjid PBNU, di antaranya, Ustadz Nurcholis (dai dari Bekasi), Ustadz Kamaludin Fikri (dai dari Karawang), Ustadz Miftahudin (pengasuh majelis Darusalam di Tangerang), serta pengurus takmir masjid PBNU. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Khutbah, Bahtsul Masail, Daerah Fans Gus Dur

Jumat, 05 Januari 2018

Forum Madrasah Diniyah Se-Indonesia Tolak Sekolah Lima Hari

Jakarta, Fans Gus Dur. Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) telah berperan menjadikan anak bangsa berpaham moderat dan toleran juga komitmen pada NKRI. Karakter dan moralitas anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah atas, diperkuat hingga tumbuh menjadi pribadi muslim yang tangguh.

Forum Madrasah Diniyah Se-Indonesia Tolak Sekolah Lima Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Madrasah Diniyah Se-Indonesia Tolak Sekolah Lima Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Madrasah Diniyah Se-Indonesia Tolak Sekolah Lima Hari

Namun agaknya upaya itu akan pupus di tengah jalan, seiring dengan rencana kebijakan Sekolah Lima Hari (Full Day School) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karenanya Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP-FKDT) menyatakan menolak atas rencana itu.

Lukman Hakim Ketua Umum DPP-FKDT menegaskan sekolah lima hari akan berpotensi mengakibatkan pendangkalan pendidikan agama, internalisasi akhlakul karimah dan nilai-nilai kebangsaan.?

“Kami mendesak kepada Mendikbud agar membatalkan rencana itu karena akan membuat MDT dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) terancam gulung tikar,” ujar Lukman Hakim lewat keterangan tertulisnya kepada Fans Gus Dur, Selasa (13/6).

Kebijakan itu dinilai oleh Alumni UIN Walisongo ini, perlu dikaji ulang secara komprehensif, agar eksistensi MDT tetap berlanjut. Selama ini, masyarakat dengan pemerintah sudah berbagi peran dengan baik dalam hal waktu belajar. MDT mengambil waktu siang-malam hari sementara pendidkan formal di sekolah dan madrasah di pagi hingga siang hari.?

Fans Gus Dur

Lukman meminta Mendikbud untuk konsen menyelesaikan masalah-masalah pendidikan nasional yang krusial seperti, masih terdapat disparitas pendidikan antara sekolah negeri dengan swasta, antara sekolah unggulan dan reguler.?

Profesionalitas guru yang belum sesuai harapan masyarakat. Selain itu nasib pendidikan daerah diperbatasan Negara mendesak diperhatikan, banyak gedung sekolah yang reot nyaris roboh, anak putus sekolah dan adanya SD yang harus digabungkan (merger) dengan SD lainnya karena kekurangan peserta didik.

Dengan kebijakan itu, layanan Pendidikan Keagamaan Islam yang berpotensi terkena dampaknya adalah 76.566 MDT dengan 6.000.062 santri dan 443.842 ustadz. Ada 134.860 Pendidikan Al-Quran, 7.356.830 santri dan 620.256 ustadz. Sementara ada 13.904 Pondok Pesantren, 3.201.582 santri dan 322.328 ustadz. Padahal lembaga keagamaan Islam ini telah ? tumbuh berkembang atas inisiatif dan partisipasi masyarakat.?

Saat ini, DPP FKDT membawahi 32 Dewan Pengurus Wilayah (DPW), 420 Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan 1.112 Dewan Pengurus Anak Cabang yang secara kontinu menjadi jembatan antara MDT dengan pemerintah dan pihak lainnya.

Fans Gus Dur

“Berkurangnya waktu efektifitas belajar pada MDT, TPQ dan Pesantren akibat kebijakan FDS, akan mengakibatkan penyelenggaraan pendidikan tidak optimal. Pembelajaran Al-Quran, kajian kitab kuning dan pengetahuan dasar-dasar agama Islam akan terganggu,” kata Alumni Fakultas Dakwah UIN Walisongo ini.

Lukman khawatir jika MDT, TPQ dan Pondk Pesantren yang selama ini menjadi benteng Islam moderat dan nasionalisme ini hancur, maka kita akan kehilangan investasi kebangsaan.?

“Jangan sampai kebijakan full day scholl malah akan mematikan sesuatu yang telah lama kita miliki dan berjasa besar pada pengembangan karakter, akhlakul karimah dan penguatan komitmen kebangsaan,” tandas Lukman. (Ruchman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Rabu, 03 Januari 2018

Di Pesantren Arjawinangun Cirebon, Menteri Marwan Yakinkan Komitmen Pemerintah Bangun Desa

Cirebon, Fans Gus Dur. Komitmen Presiden Joko Widodo membangun Indonesia dari desa ke desa sesuai Nawacita ditegaskan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar. Marwan melakukan sosialisasi dana desa dihadapan ribuan masyarakat umum, para alumni pesantren dan santri Pondok Pesantren Dar Al Tauhid Arjawinangun, Cirebon, Ahad (29/5).

Di Pesantren Arjawinangun Cirebon, Menteri Marwan Yakinkan Komitmen Pemerintah Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pesantren Arjawinangun Cirebon, Menteri Marwan Yakinkan Komitmen Pemerintah Bangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pesantren Arjawinangun Cirebon, Menteri Marwan Yakinkan Komitmen Pemerintah Bangun Desa

Marwan menegaskan, kenaikan anggaran dana desa setiap tahun menjadi bukti bahwa pemerintah sangat memprioritaskan desa sebagai salah satu program utama pembangunan.

Fans Gus Dur

"Membangun dan memberdayakan desa menjadi perhatian pemerintah. Ini dibuktikan dengan kenaikan dana desa hingga 125 persen pada tahun ini. Tahun lalu, pemerintah memberikan dana desa sekitar Rp 300 juta per desa. Tahun ini menjadi 600 juta hingga 800 juta per desa," tandas Marwan.

Fans Gus Dur

Masyarakat umum dan para alumni pesantren diminta aktif mengawasi penggunaan dana desa agar tepat sasaran. Marwan mengingatkan bahwa dana desa digunakan untuk tiga hal. Pertama, pembangunan infrastruktur desa semisal irigasi desa, talud dan drainase. Kedua, pembangunan sarana dan prasarana desa seperti ? Posyandu dan PAUD.?

"Ketiga, pengembangan kapasitas ekonomi desa. Contohnya mengembangkan koperasi, peternakan desa, pertanian desa dan Badan Usaha Milik Desa. Perlu dicatat, dana desa tidak boleh digunakan untuk membangun kantor desa atau hal lain di luar tiga hal tersebut," tegas Marwan.

Atas nama pemerintah, Marwan mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala desa, masyarakat dan kalangan pesantren yang terus berpartispasi dalam pembangunan dan pemberdayaan desa serta menyukseskan program-program pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan itu, Marwan juga mengingatkan bahaya narkoba. Narkoba tidak mengenal status sosial. Narkoba bisa menyasar siapa saja, tidak pandang bulu. Para santri wajib menjauhi narkoba.

"Korban penyalahgunaan narkoba semakin meningkat. Narkoba sudah sangat jelas dan nyata adalah musuh bersama. Harus kita cegah agar korban tidak semakin banyak. Ini salah satu bentuk perjuangan dan khidmah (pengabdian) kita bagi masyarakat, bangsa dan negara," ujar Marwan. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Anti Hoax Fans Gus Dur

Selasa, 19 Desember 2017

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif

Semarang, Fans Gus Dur. Bandha (aset) wakaf yang dimiliki masjid perlu dikelola agar produktif. Pengelolaan tersebut maksudnya diupayakan supay menghasilkan uang yang bisa dipergunakan untuk kemakmuran masjid dan umat di sekitarnya.

Para nazhir masjid perlu mengupayakan hal tersebut agar? masjid tidak sekadar menjadi tempat ibadah sholat saja. Tidak sebatas fungsi sebagai takmir yang memakmurkan masjid dengan kegiatan keagamaan saja.

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Bandha Masjid Perlu Dikelola Produktif

Demikian disampaikan Ketua Lajnah Talif wan-Nasyr PWNU Jateng Dr H Muhyar Fanani MAg saat memberikan pembekalan kepada para nazhir masjid utusan kabupaten/kota se-Jateng dalam Workshop Workshop "Optimalisasi Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf Produktif Angkatan II yang diselenggarakan Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, di Hotel Muria, Semarang, Selasa, (4/11/2014).

Fans Gus Dur

Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo ini menyatakan, mayoritas aset masjid, baik berupa tanah maupun bangunan, tidak dikelola secara produktif alias dibiarkan saja sebagai harta tak bergerak. Dia mengutip data Kemenag RI, di tahun 2008 ada tanah wakaf masjid seluas 1,6 milyar meter persegi, dan menjadi 3,49 milyar meter persegi pada 2012. Aset seluas itu,? hanya 34 persen yang telah dikelola secara produktif. ?

Apabila dirupiahkan, 3,49 miliar meter persegi yang berada di 420.003 titik itu dengan asumsi harga tanah hanya Rp100 ribu per meter persegi, nilainya mencapai Rp 349 triliun.

Fans Gus Dur

"Inilah sebabnya kita perlu mengajak seluruh nazhir masjid berpikir soal bisnis dan ekonomi," tuturnya.

Ia tambahkan, wakaf selain tanah juga bisa digali dari umat Islam. Yaitu wakaf uang yang saat ini sudah ditampung dalam Tabungan Wakaf Indonesia (TWI) dan wakaf berupa saham (surat berharga). Potensi dari wakaf non tanah ini, menurutnya, mencapai Rp 4 triliun per tahun.

Disebutkannya, kelemahan umum umat Islam adalah kurangnya ilmu manajemen dan kurangnya profesioanlitas dalam urusan dunia. Rata-rata takmir atau nazhir masjid adalah orang-orang berjiwa ikhlas yang pikirannya hanya dipenuhi soal pahala dan sorga, tentang kehidupan akhirat. Kalaupun memproduktifkan bandha masjid, sekedar membuka toko atau menyewakan tanah, sambil berharap usaha itu berkembang. Tanpa manajemen yang profesional.

"Yang dibutuhkan adalah ilmu manajemen. Jadi harus profesional jika ingin produktif. Tidak asal-asalan," ujarnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Perlu Kemitraan

Muhyar menyadari, tidak realistik apabila mendorong para nazhir masjid melakukan usaha itu sendirian. Yang paling mungkin adalah mendorong mereka bermitra dengan pebisnis, atau merekrut orang yang ahli bisnis menjadi pengelola wakaf masjid. Dan dalam kemitraan itu memakai asas bisnis profesional. Yakni dengan perjanjian yang jelas, dengan aturan hak dan kewajiban yang rinci dan terukur.

"Nazhir perlu bermitra dengan pebisnis yang terpercaya. Karena tidak realistis jika kita mendorong nazhir mengelola usaha sendiri. Kecuali memang mereka yang punya keahlian itu," tandasnya.

Hal itu menurutnya, sesuai dengan UU nomor 41 tahun 2004 tentang Perwakafan. Terlebih, lanjutnya, UU ini juga mengatur tentang perlunya memberi tunjangan kesejahteraan kepada nazhir masjid.

Ia jelaskan, ciri-ciri sebuah wakaf telah produktif adalah apabila memenuhi tiga hal. Yaitu semua pembiayaan dilakukan dalam bingkai proyek, kesejahteraan nazhir diperhatikan, dan asas akuntabilitas dan transparansi dipraktekkan.

Karena itu, kata dia, nazhir masjid haruslah orang yang kreatif, tekun dan cakap. Ini sebagai syarat tambahan selain keimanan dan akhlaknya. Dan untuk itu, memang harus mendorong perubahan cara kerja nadzhir. Jika selama ini 92 persen menjadi nazhir sebagai sambilan, diubah menjadi nazhir penuh dan terlembagakan. Tidak perorangan.

Muhyar menyayangkan acara tersebut tidak menghadirkan pemateri dari praktisi bisnis atau motivator. Dia mengritik pihak Kemenag masih berpikir seperti umumnya takmir masjid. Membahas tentang perekonomian, tetapi yang dihadirkan ulama semua. Ahli fiqih dan ahli ibadah semua.

"Mestinya workhsop ini menghadirkan pembicara dari praktisi bisnis dan motivator. Semisal Tung Desem Waringin, Andrie Wongso dan semacamnya. Padahal ini sudah angkatan ke-2. Mestinya pembicaranya jangan ahli agama semua," pungkas dia.

Dalam jadwal workshop tersebut, tertera para pembicara selain Muhyar Fanani adalah H. Ahmad Furqon Lc MAg, Dr H Ayoeb Amin MAg, Ahmad Arif Budiman MAg, dan Prof. Dr. HM Ali Mansyur Mhum. Sedangkan para moderator, seluruhnya adalah para pegarai Kanwil Kemenag Jateng. [ichwan/Abdullah]

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Sejarah, Hikmah Fans Gus Dur

Senin, 04 Desember 2017

Pesan Pejuang : Jangan Lupakan Sejarah!

Solo, Fans Gus Dur. Aula Sekolah Dasar (SD) Ta’mirul Islam Tegalsari Surakarta, Rabu (9/11), disesaki ratusan siswa kelas V beserta guru. Dengan sabar mereka duduk tertib menonton sebuah film perjuangan, sembari menunggu kedatangan seorang tamu yang konon istimewa bagi mereka.

Istimewa, sebab di momentum menjelang peringatan Hari Pahlawan, mereka dapat bertatap muka sekaligus mendengarkan pengalaman langsung dari salah seorang saksi sejarah, yang pernah ikut dalam perjuangan kemerdekaan.

Akhirnya, yang ditunggu pun datang jua. Seorang pria lanjut usia yang mengenakan baju veteran, lengkap dengan peci krem yang berwarna sama dengan bajunya. Ia berjalan dengan menggunakan kursi roda.

Pesan Pejuang : Jangan Lupakan Sejarah! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Pejuang : Jangan Lupakan Sejarah! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Pejuang : Jangan Lupakan Sejarah!

Dengan penuh haru, ia mengisahkan sekilas perjalanan hidupnya, ketika menjadi seorang kopral di salah satu pasukan pejuang kemerdekaan. Antara lain ketika ia ikut bergerilya.

Pria yang memiliki nama Warudju Harumbojo tersebut, berpesan kepada para siswa agar tidak melupakan sejarah. “Jangan melupakan sejarah. Kepada generasi muda rajinlah belajar dan lakukan sesuatu dengan penuh keyakinan dan sungguh-sungguh,” tutur dia.

Fans Gus Dur

Pada kesempatan tersebut, salah satu siswa, Apta Manggala, mengungkapkan makna seorang pahlawan menurut dia. “pahlwan adalah orang yang berjuang dan rela berkorban demi orang lain, Nusa, Bangsa dan Negara,” kata Apta.

Selain pemutaran film dan sarasehan dengan pejuang, acara juga dimeriahkan dengan sejumlah pementasan bertema pahlawan seperti dai cilik, pantomim, puisi, vokal group, dan dongeng. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya

Maros, Fans Gus Dur. Pengurus MWCNU Biringkanayya Kota Makassar dalam waktu dekat akan mendata semua masjid di kecamatan Biringkanayya. Keputusan dalam rapat kerja di Villa Nahdliyyin Pucak Desa Purnakarya, Tanralili, Maros, Ahad (5/4) ini, diambil sebagai kerja jangka pendek untuk mengetahui gambaran riil kekuatan Aswaja NU di daerah Biringkanayya.

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kategori Masjid Menurut MWCNU Biringkanayya

Agenda terdekat lainnya ialah pembentukan lembaga dakwah, lembaga amil zakat, infaq dan sadaqah, sarasehan pemantapan kader generasi muda NU, dan pembentukan lembaga ekonomi Nahdliyyin.

Ketua MWCNU Biringkanayya H Abdur Razak Mustafa mengatakan, dalam rapat kerja ini pengurus hanya mengagendakan dan merumuskan sejumlah program yang dapat direalisasikan sebagai prioritas utama dalam waktu dekat sesuai kebutuhan umat dan masyarakat.

Fans Gus Dur

“Kegiatan akreditasi masjid sengaja kami jadikan prioritas utama untuk mengukur keterlibatan orang-orang NU mengurus masjid di sekitar pemukimannya. Sejak awal ulama selalu memusatkan pembinaan umat di masjid,” kata Razak.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, kalau sekarang karakter berbangsa dan bernegara jadi persoalan besar di Indonesia tentu fungsi masjid sangat strategis dan harus mendapat perhatian, terutama di dalam menangkal gerakan radikal yang jadi kecemasan berbagai pihak.

Menurut Razak, gambaran ril jumlah masjid yang betul-betul diurus sepenuhnya oleh warga NU sangat dibutuhkan. Dengan begitu, akan terlihat bagaimana pelaksanaan ibadah dan kegiatan pengajian di masjid itu.

Kategori akreditasi masjid NU meliputi tiga hal. Kalau semua pengurus masjid itu orang NU, menjaharkan basmalah, qunut Subuh dan pengajian rutin kitab kuning, maka sudah bisa dipastikan masjid itu diberi sertifikat akreditasi A.

Sebaliknya, jika pengurusnya hanya bebarapa orang saja dari kalangan NU besar kemungkinannya hanya terakreditasi B atau C.

“Manfaat akreditasi masjid ini akan memudahkan pengurus NU dan ulama NU membuat peta dakwah dan pembinaan umat berdasarkan konsep Aswaja versi NU,” tandasnya.

Untuk mempercepat pekerjaan ini, pekan depan MWCNU Biringkanayya kembali menggelar rapat teknis yang diikuti pengurus lengkap MWCNU dan juga seluruh pengurus ranting sekecamatan Biringkanayya. (Abdul Jurlan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Olahraga, Anti Hoax, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Jombang, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang menggelar sosialisasi akreditasi, Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor (SIGAP), dan pelatihan administasi organisasi di MI Al-Istiqomah, Yayasan Al-Istiqomah, Mojongapit, Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8).

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Akreditasi, Ansor Jombang Perbaiki Sistem Informasi dan Administrasi

Ketua PC GP Ansor Jombang, H. Zulfikar Damam Ikhwanto menyampaikan, kegiatan ini dihadiri Pimpinan Cabang, Ketua dan Sekretaris dari Seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang. "Adanya sosialisasi akreditasi ini dapat memberikan motivasi sekaligus kejelasan arah dalam mengelola organisasi," ungkapnya.

Setidaknya ada beberapa indikator yang bisa dijadikan acuan dalam menata Ansor, yaitu majelis dzikir dan shalawat Rijalul Ansor atau kegiatan peringatan hari besar agama Islam, kaderisasi, lembaga keuangan mikro syariah, lembaga kursus dan pelatihan, kebanseran, struktur organisasi dan pendataan anggota Ansor dalam SIGAP online.

Fans Gus Dur

"Sehingga kinerja organisasi bisa diukur dan kelayakan dalam pengelolaan organisasi juga dapat dinilai," katanya. Akhirnya reward dan punishment pun akan diberlakukan berdasar hasil akreditasi itu, lanjutnya.

Sementara materi tertib administrasi, pengisian laporan akreditasi dan pelatihan aplikasi SIGAP online dipandu sekretaris umum PC GP Ansor Jombang, Muizzun Hakam. "Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan pengurus PAC dapat menertibkan administrasi organisasi, melakukan pendataan anggota melalui SIGAP online, menjalankan kegiatan sebagaimana yang dijadikan indikator penilaian dalam akreditasi dan disampaikan ke ranting masing-masing," tandas Muiz, panggilan akrabnya.

Fans Gus Dur

Ditambahkan, di samping materi tersebut, peserta juga mendapatkan materi sekilas jurnalistik dari Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, M. Afairur Ramadhan.

"Hal ini untuk memperkaya khazanah kepenulisan dalam rangka mempublikasikan kegiatan, baik di media sosial atau media online," terangnya.

Usai pelatihan, akan dilakukan tindak lanjut dari kegiatan untuk memantapkan materi yang didapat, utamanya melalui komunikasi intensif dan asistensi atau pendampingan. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Lomba, Tegal Fans Gus Dur

Minggu, 26 November 2017

Sifat-sifat Gus Dur yang Layak Diteladani

Jember, Fans Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang penuh kontroversial, tapi dikagumi. Nyleneh, tapi diikuti. Semua itu merupakan kelengkapan referensi bagi masyarakat untuk melihatnya secara lengkap. Demikian diungkapkan oleh Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat bertaushiyah dalam acara Haul Gus Dur ke-7 di Masjid Sunan Kalijaga, Jember, Jawa Timur, Selasa (27/12).

Menurutnya, sosok yang nyleneh di pesantren bukan hal yang asing. Namun kenyelehan tersebut sering kali sebagai “isyarat alam” yang tidak bisa dibaca oleh orang awam, namun dikemudian hari ternyata benar adanya. “Sikap-sikap Gus Dur yang kontroversial, tidak masuk akal, wajib kita hormati, walaupun tidak perlu kita ikuti. Sebab, kalau orang awam mengikuti dan meniru sikap kontroversial Gus Dur, itu bisa fatal,” ujarnya.

Terlepas dari kontroversialitas sikap Gus Dur, kata Kiai Muhyiddin, sesungguhnya cucu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu, memiliki sifat yang sangat layak diteladani. Pertama, beliau suka bersilalturrahmi. Di manapun Gus Dur turun ke daerah, hampir pasti mengunjungi tokoh atau kiai setempat. “Kalau di Jember, tokoh yang selalu beliau kunjungi adalah KH Khotib Umar dan KH Muchit Muzadi,“ urainya.

Sifat-sifat Gus Dur yang Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)
Sifat-sifat Gus Dur yang Layak Diteladani (Sumber Gambar : Nu Online)

Sifat-sifat Gus Dur yang Layak Diteladani

Kedua, Gus Dur adalah pribadi yang sederhana. Kiai Muhyiddin lalu bercerita saat dirinya bertemu pertama kali dengan Gus Dur sekitar tahun 1970. Ketika itu, Gus Dur datang ke Jember, sowan ke Mbah Muchit. Dan Gus Dur berkenan mampir ke rumah Kiai Muhyiddin di Patrang. “Dari rumahnya Kiai Muchit, Gus Dur naik becak sambil menenteng? mesin ketik. Mesin ketik itu mau saya bawakan, gak? boleh. Waktu itu Gus Dur sudah jadi tokoh, tapi masih? mau bawa mesin ketik sendiri,” jelasnya.

Ketiga, Gus Dur adalah sosok yang sangat tawakkal. Sekitar tahun 2006, Gus Dur berkunjung ke Jember untuk yang kesekian kalinya. Dari Surabaya ke Jember, Gus Dur naik pesawat kecil yang berkapasitas 4 orang penumpang. Salah seorang anggota rombongan, tidak mau naik pesawat tersebut karena takut kecelakaan. “Gus Dur bilang ke orang tersebut, sudahlah naik. Kalau belum waktunya mati, gak bakalan mati. Kalau waktunya mati, kejepit pintu juga bisa mati.Itu sikap pasrah yang luar biasa dari Gus Dur,” ungkap Kiai Muhyiddin.

Keempat, Gus Dur adalah sosok yang sangat perhatian pada sahabat.? “Kalau saya ke Jakarta, ketemu Gus Dur, yang beliau tanya selalu? soal kabar kesehatan Kiai Muchit dan Kiai Khotib Umar. Ini ‘kan bentuk perhatian yang luar biasa,” tambahnya.

Fans Gus Dur

Acara yang di masjid “milik” Kiai Muhit Muzadi tersebut tersebut, selain dipenuhi jama’ah ? masjid, juga dihadiri oleh Raktor Universitas Jember, Muhammad Hasan dan sejumlah kiai. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?



Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Ubudiyah, News Fans Gus Dur

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso

Bondowoso, Fans Gus Dur - Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengakui saat ini rata-rata tingkat pendidikan masyarakat di Kabupaten Bondowoso masih rendah. Untuk mendorong peningkatan pendidikan ini, katanya, peran Lembaga Pendidikan Ma’arif dan peran orang tua murid sangat penting.

Hal tersebut ia sampaikan saat mengisi acara Wusuda Bersama Ke-6 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Bondowoso di Pendopo Bupati Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (25/5) pagi. Acara wisuda bersama tersebut diikuti 266 siswa dan siswi dari 20 sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif NU, yang terdiri dari jenjang pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: LP Ma’arif NU Berperan Penting Tingkatkan Pendidikan di Bondowoso

Menurut Amin, kunci sukses adalah peningkatan iman dan ilmu. Ia berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati Lembaga Pendidikan Maarif NU setempat untuk tidak berpuas diri apa yang sudah dicapai. Kelulusan harus direspon dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Untuk itu yang sekolah MI atau SD untuk melanjutkan ke jenjang SMP atau ke tsanawiyah. Begitu juga yang tsanawiyah atau SMP untuk melanjutkan ke SMA atau SMK. Untuk yang sudah SMA atau SMK bisa terus melanjutkan ke perguruan tinggi," pintanya.

Fans Gus Dur

Pemerintah, katanya, berjanji memberikan dukungan, selain berkerja sama membuka kesempatan dengan berdirinya perguruan tinggi baru. Pemerintah juga berkomitmen menyiapkan beasiswa bagi murid yang memiliki prestasi.

Fans Gus Dur

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Muniri berserta pengurus lainnnya, kepala-kepala sekolah-sekolah di bawah naungan L Ma’arif NU, wali murid yang diwisuda, dan para undangan yang lain. Acara tersebut juga diisi dengan orasi ilmiah oleh H Matkur Damiri. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Habib, Ulama Fans Gus Dur

Sabtu, 25 November 2017

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Rembang, Fans Gus Dur. Modus pencucian uang hasil korupsi di Indonesia semakin beragam, mulai digunakan untuk membeli mobil mewah, rumah milyaran rupiah hingga poligami.

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Hal itu disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Jumat pagi (20/12), di hadapan jamaah pengajian rutin setiap Jumat, di aula Pondok Pesantren Raudhotut Tholibien Leteh Rembang.

Gus Mus mengatakan, para koruptor sekarang tidak pernah menyimpan uang di rumah, pasalnya modus seperti itu, sudah banyak diketahui oleh penyidik anti korupsi.

Fans Gus Dur

“Para pelaku korupsi kebanyakan menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli mobil, rumah hingga diatasnamakan istri mereka yang jumlahnya lebih dari satu,” kata Gus Mus.

Namun penyidik anti korupsi, lanjut Gus Mus, semakin jeli, sehingga modus seperti itu dapat terdeteksi dan tertangkap.

Fans Gus Dur

Lebih jauh Gus mus menambahkan, tak jarang para koruptor mengalihkan harta benda hasil korupsi mereka atas nama, sopir, pembantu dan orang lain, supaya tidak terendus petugas.

Kiai sastrawan itu  berpesan, sebagai orang muslim, banyaklah bersyukur, dan amanah sehingga selamat dunia dan akhirat. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, AlaNu, Santri Fans Gus Dur

Rabu, 22 November 2017

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat

Wonosobo, Fans Gus Dur. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan kepada kaum muslim bahwa masjid tidak hanya untuk ibadah shalat saja, tetapi juga bisa didayagunakan untuk membina dan mendidik anak-anak dalam pendalaman agama.

"Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental," katanya saat meresmikan Masjid Agung Al Jihad Dukuh Binangun Desa Wringinanom, Kabupaten Wonosobo, Ahad (18/1).

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat

Ia berharap masjid tersebut bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Sang Pencipta.

Fans Gus Dur

Ia menuturkan partisipasi masyarakat yang tinggi untuk membangun masjid menunjukkan peningkatan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.

Fans Gus Dur

Pada peresmian masjid dan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW tersebut Said Aqil mengkisahkan kembali masa jahiliyah barat dan timur, sampai lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Ia mengatakan, Nabi Muhammad SAW pantas menjadi orang besar, karena buyut-buyutnya memang orang terpandang di antara suku Quraisy di kota Makkah.

"Meskipun beliau dibesarkan sebagai yatim piatu dan biasa menggembala kambing orang lain, akan tetapi banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari kisah Rasulullulah," katanya.

Ia mengatakan, betapa sabarnya Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Meskipun beliau dilempari batu oleh orang-orang Thaif, beliau tidak merasa dendam pada saat malaikat menawarkan untuk membalas mereka.

"Bahkan pada akhirnya beliau berhasil mendirikan masyarakat mutamaddin di Madinah, di mana sistem negara bisa berjalan dengan baik dan benar," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Halaqoh, RMI NU Fans Gus Dur

Minggu, 19 November 2017

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang

Jakarta, Fans Gus Dur. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis mengaku sudah beberapa kali menjadi juru penengah ketegangan antara para dai televisi dan masyarakat yang tidak terima dengan apa yang disampaikan dai tersebut.

?

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dai di Televisi Didorong Sampaikan Dakwah dengan Seimbang

“Saya banyak menyelesaikan masalah itu seperti ketika Ustadz Maulana menyampaikan tentang sopir, pilot itu tidak perlu muslim, Syekh Ali Jaber yang menyinggung masalah qurban, Solmed berkenaan dengan tarif, dan lainnya,” kata Kiai Cholil kepada Fans Gus Dur di Jakarta, Jumat (16/6).

Agar tidak terjadi lagi ketegangan di masyarakat, ia mengimbau kepada para dai atau penceramah televisi untuk menyampaikan materi-materi yang bersifat khilafiyah tersebut dengan cara seimbang. Mereka juga seharusnya tidak menggunakan pernyataan-pernyataan yang ambigu yang bisa menimbulkan salah paham di ranah publik.

Fans Gus Dur

“Jadi dia harus menerangkan dalil A dan B nya. Misalnya tentang qunut saat Salat Subuh, ia harus menjelaskan dalil yang memakai qunut seperti ini dan yang tidak qunut seperti itu. Silahkan dipilih tetapi tidak boleh mencaci yang lain,” urainya.

Ia mengaku menghargai siapa saja yang menyampaikan pemikirannya saat berdakwah di televisi. Baginya, seorang dai bertugas untuk memberikan pencerahan, bukan malah menjadi penyebab antara satu dengan yang lainnya.

“Kita persilahkan ia menyampaikan pemikirannya, tetapi jangan sampai menimbulkan perdebatan karena nanti kita tidak produktif,” ujar alumni Universitas Malaya Malaysia itu.

Wakil Ketua Lembaga Bahsul Masa’il PBNU periode 2005-2015 itu menambahkan, jika mereka sudah terlanjur melakukan hal itu maka mereka bisa diskor dan tidak dipanggil selama beberapa bulan ke depan sebagai hukumannya.

Fans Gus Dur

“Kalau di Damai Indonesiaku, kita diminta untuk menjadi pengawas. Kalau ada protes tentang dai-dai yang menyampaikan khilafiyah dan menyalahkan yang lain, maka mereka akan di-cooling down dan tidak diundang dalam beberapa bulan ke depan,” tutup Ketua Forum Antar Umat Beragam Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan itu. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, Daerah Fans Gus Dur

Sabtu, 18 November 2017

Pelajar NU Leces Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS

Probolinggo, Fans Gus Dur - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo memberikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS dan pornografi kepada para santri pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo, Senin (30/1).

Penyuluhan ini dilakukan berikan kepada 100 orang santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Kerpangan Kecamatan Leces. Penyuluhan ini dihadiri Pembina IPNU Leces Muhammad Saiful Rijal, Pembina IPPNU Leces Ika Vita Nurjanah, Ketua IPNU Leces Mustakim Ali Yusro dan Ketua IPPNU Leces Susilowati Ningsih beserta segenap pengurus.

Pelajar NU Leces Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Leces Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Leces Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS

“Penyuluhan ini diberikan karena mengingat pembekalan dibutuhkan santri yang benar-benar bermukim di lingkungan pondok pesantren daripada santri luaran,” kata Ketua PAC IPNU Kecamatan Leces Mustakim Ali Yusro.

Fans Gus Dur

Menurut Yusro, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan IPNU-IPPNU di kalangan pesantren atau lembaga yang ada ada di lingkungan pesantren, membentengi santriwan/santriwati dan siswa/siswi dari dampak penyalahgunaan narkoba serta melindungi santri dari serangan modus operandi.

“Di samping juga membuka kesempatan konseling jika ada kesenjangan tentang kecanduan terhadap obat-obatan tertentu. Sekaligus silaturahim kepada pengasuh pondok pesantren,” katanya.

Fans Gus Dur

Hal senada juga disampaikan Susilowati Ningsih. Target dari penyuluhan ini adalah 10 lembaga pesantren. Dimana satu kali forum audien minimal terdri dari 100 orang santri. Tetapi jika di pondok pesantren kunjungan banyak santrinya maka akan dibagi per lembaga.

“Kegiatan ini akan difokuskan di pondok pesantren yang ada di Kecamatan Leces. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada daerah tetangga yang membutuhkan kami siap memberikan penyuluhan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini Susi mengharapkan agar ke depan IPNU-IPPNU bisa lebih dikenal santri dan siswa hingga jika sudah tidak mondok atau ada di rumah tidak mudah ikut-ikutan organisasi liberal.

“Serta santri dan siswa dapat mengenali macam-macam dan bentuk narkoba yang secara gelap beredar atau yang berupa permen. Sehingga santri, siswa, guru maupun ustadzah dapat mendeteksi serangan adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungannya,” harapnya.

Sedangkan Ika Vita Nurjanah menyambut baik kegiatan ini. Karena itu dirinya meminta segenap pengurus IPNU dan IPPNU di Kecamatan Leces untuk terus meningkatkan semangat, sukses dan semoga berkah para pendiri NU selalu mengiri perjuangan.

“Halangan dan rintangan pasti ada, namun pintar-pintarlah memanagemen masalah dengan baik. Jika semua itu dilakukan, Insya Allah semuanya akan berjalan sesuai dengan harapan,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Senin, 13 November 2017

Alwi Shihab: Gus Dur Manusia Istimewa

Jakarta, Fans Gus Dur. Alwi Syihab, mantan Menlu era Kepresidenan Gus Dur menilai cucu KH Hasyim Asy’ari ini memang memiliki banyak keistimewaan, tapi apakah keistimewaan tersebut menunjukkan predikatnya sebagai wali, ia tak dapat memastikan. 

Alwi Shihab: Gus Dur Manusia Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)
Alwi Shihab: Gus Dur Manusia Istimewa (Sumber Gambar : Nu Online)

Alwi Shihab: Gus Dur Manusia Istimewa

“Dia orang cerdas, pandangannya jauh ke depan. Banyak sifat istimewa yang ada pada Gus Dur, tapi kalau kita mengatakan apakah itu karomah, itu punya persyaratan tertentu, saya tidak tahu,” katanya.

Alwi yang juga ahli tasawwuf ini menegaskan, predikat wali memang tidak biasa orang mengatakan secara terbuka, karena identitas itu hanya miliki kelompok tertentu saja, atau diantara para wali sendirilah yang tahu. Idiom yang sangat terkenal adalah La yaariful wali, illal wali atau yang tahu wali hanya wali.

Fans Gus Dur

Dalam pandangan ilmu tasawwuf, wali merupakan temannya Tuhan dan mereka diberi ilmu khusus oleh Tuhan, dan yang diberi tahu juga hanya orang-orang khusus. 

“Gus Dur orang yang isitmewa, memiliki talenta yang beragam, tetapi jangan dimasukkan dalam istilah-istilah tasawwuf,” tegasnya.

Fans Gus Dur

Penulis: Mukafi Niam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Kamis, 09 November 2017

Kisruh Ansor, Perlu Pengembalian Mekanisme Tata Tertib

Jakarta, Fans Gus Dur
Ricuhnya kongres GP Ansor ke-13 yang usai ditutup hari ini, senin (4/4) bisa di selesaikan dengan jalan mengembalikan mekanisme pemilihan sesuai dengan tata tertib yang di sepakati ketika sidang paripurna di gelar. "Ini harus dilakukan untuk menjaga kredibilitas organisasi, apalagi Ansor merupakan aset NU yang mestinya mengedepankan mekanisme demokrasi dalam setiap keputusannya," demikian diungkapkan Wakil Sekjen PBNU, Saeful Bahri Ansori kepada Fans Gus Dur di kantor PBNU, Senin (4/4).

Menurutnya, jika menggunakan logika organisasi yang benar pengembalian mekanisme itu perlu, karena menyangkut keabsahan keputusan tertinggi dalam sebuah rapat organisasi. "Bagaimana mungkin keputusan rapat paripurna bisa dikalahkan derajatnya oleh sebuah keputusan yang lebih rendah, dan parahnya keputusan itu keluar dari tata tertib yang telah disepakati sebelumnya. Jadi saya mengangap sekarang ini tidak ketua umum Ansor karena mekanisme pemilihannya tidak sah," ungkap Saeful seraya mengatakan, Kongres XIII Ansor ini merupakan kongres terburuk dalam sejarah kongres organisasi kepemudaan NU tersebut.

Karena itu, lanjut mantan ketua umum PB PMII ini, untuk menghindari berlarut-larutnya konflik di tubuh Ansor, PBNU selaku stake holder perlu turun tangan untuk menghindari pecahnya salah satu aset besar NU ini. "Meskipun Ansor sebagai badan otonom memiliki hak untuk menyelenggarakan urusan internalnya, tetapi jika terjadi konflik, PBNU memiliki tanggung jawab moral selaku "bapak" terhadap "anaknya", apalagi ada ketentuan AD/ ART PBNU yang mengatur itu," tandas alumnus IAIN Djogjakarta ini.

Ditambahkan Saeful, ricuhnya pelaksanaan kongres kali ini harus bisa dijadikan tantangan bagi kader Ansor ke depan untuk mengembalikan organisasi ini sesuai dengan semangat kesejarahan yang di dirikannya yakni membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang tangguh, memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt, berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas, dan beramal saleh.

"Inilah tantangan yang harus di jawab secara serius oleh kader-kadernya sesuai trilogi tujuan GP Ansor, yaitu kaderisasi, ideologisasi, dan aksi nyata,  yang ditpoang melalui wacana intelektual agar tidak terjebak pada "paradigma kekuasaan" dan pragmatisme," imbuh Saeful yang mengaku mengikuti beberapa kali penyelenggaraan Kongres Ansor ini. (cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Kisruh Ansor, Perlu Pengembalian Mekanisme Tata Tertib (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisruh Ansor, Perlu Pengembalian Mekanisme Tata Tertib (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisruh Ansor, Perlu Pengembalian Mekanisme Tata Tertib

Jumat, 27 Oktober 2017

Pendidikan Terpadu ala Perguruan Internasional NU Khadijah

Surabaya, Fans Gus Dur. Konsep pendidikan yang akan diterapkan dalam proses belajar mengajar di Perguruan Internasional NU Khadijah mendapat apresiasi positif dari pemerintah. Dibuktikan dengan adanya kunjungan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Republik Indonesia, M Nuh, Senin (7/12) di kompleks Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPS NU) Khadijah di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.



Pendidikan Terpadu ala Perguruan Internasional NU Khadijah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Terpadu ala Perguruan Internasional NU Khadijah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Terpadu ala Perguruan Internasional NU Khadijah

Konsep one stop education atau program pendidiakn terpadu tersebut dimaksudkan untuk memberikan warna baru dalam proses pembelajaran yang diikuti oleh anak didik. Intinya adalah perlu penegasan bahwa belajar di sekolah tidak selalu identik dengan ujian akhir.

“Terlalu sempit jika kita mengartikan bahwa sekolah itu sama dengan ujian,” kata Direktur Pendidikan YTPSNU Khadijah, Prof Dr Surahmat.

Fans Gus Dur

Semestinya, saat mengikuti proses belajar mengajar itu juga peserta didik atau siswa disampaikan tentang materi enterpreneur atau wirausaha.

“Materi tetap sesuai dengan kurikulum. Kami menambahkan muatan baru yang intinya kita harus mampu meng-entrepreneur sekolah. Kita harus mampu membuat peserta didik itu menjadi seorang entrepreneur. Nantinya diharapkan lulusannya adalah lulusan plus entrepreneur muslim berbasis agama dan berorientasi global,” tandasnya.

Fans Gus Dur

Ketua Umum YTPSNU Khadijah, Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa dalam area tersebut para peserta didik akan menjalani aktivitas, mereka juga akan mengikutinya dengan sabar.

Program pendidikan terpadu ini akan dimulai sejak bangku pedidkan usia dini, SD, SMP , SMP, SMA. Seluruh program full english version. Sementara fokus pendidikan jenjang perguuan tinggi meliputi banking and finance, commerce, business law dan business and management.

Pendukung Sektor Informal



Keberadaan Perguruan Internasional Nahdlatul Ulama Khadijah diharapkan mampu menjadi salah satu tonggak ekonomi khususnya sektor informal.

Menurut Khofifah, seluruh fasilitas pendukung yang ada di integrated area tersebut akan mampu menjadi tiang penyangga kehidupan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Artinya kami berharap masyarakat sekitar dapat turut memiliki dan bersama kami, dapat mengambil manfaat secara maksimal atas keberadaan institusi perguruan internasional NU ini,” tambahnya.

Terkait dengan itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono, menyatakan dukungan dan berharap masyarakat benar-benar memanfaatkannya. Apalagi lokasi kompleks integrasi tersebut berdekatan dengan jembatan Suramadu yang baru saja mulai digunakan.

Adapun pembagian wilayah perguruan internasional NU Khadijah meliputi zona bisnis atau fasilitas umum, zona pendidikan, dan zona perguruan tinggi.

Zona bisnis atau fasilitas umum meliputi gedung pertemuan, kantin, minimarket, poliklinik, masjid, lapangan futsal, gedung olahraga, dan kolam renang. Zona pendidikan di dalamnya terdapat SD, SMP dan SMA. Zona Perguruan Tinggi terdiri atas Entrepreneur, Profesi dan Pascasarjana. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Meme Islam, Bahtsul Masail Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock