Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini

Jakarta, Fans Gus Dur. Koruptor memiliki kekuatan multifaset. Yakni kekuatan oligarki yang bersatu dengan kekuatan kombinasi antara pejabat tak amanah, konglomerat hitam, dan politisi busuk.

Hal tersebut dikatakan mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto (BW) yang didaulat berbicara pada peluncuran dan diskusi buku “Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi” di lantai 8 Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta, Kamis (23/6) petang.

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi Terjadi Karena Tiga Pusaran Ini

“Mereka bertiga ini menguasai media massa, dan juga mampu mengontrol segenap kekuatan republik ini. Jadi kalau tidak dilawan dengan jihad, berat sekali,” tegas Bambang.

Menurut dia, pesantren menjadi salah satu target kekuatan kombinasi tersebut. “Kalau kredibilitas pesantren sudah dihancurkan, kalau marwah pesantren sudah diinjak-injak, kepada siapa lagi masyarakat mengadukan nasibnya,” ujar Bambang.

Jauh sebelum lahir republik ini, kata Bambang, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sudah menggelorakan jihad melawan penjajah. Hari ini generasi muda NU kembali menggunakan kata jihad untuk melawan korupsi.

Fans Gus Dur

“Jadi, seolah korupsi itu mirip penjajah. Benar sekali. Merinding saya sebenarnya membaca buku ini. Saya ingin mengatakan bahwa buku ini sangat relevan di tengah kegamangan kekuatan masyarakat menghadapi korupsi,” tandasnya.

Senada dengan Bambang, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin juga memuji kelahiran buku Jihad NU melawan korupsi. “Jika selama ini banyak kesan bahwa sebuah buku lebih bagus judul daripada isinya. Maka, buku ini tak hanya mantap judulnya, namun isinya lebih mantap,” ujar Kiai Ishom disambut tepuk tangan hadirin.

Fans Gus Dur

Sementara itu, budayawan MM Billah memberi beberapa catatan. Antara lain, akar masalah tidak dianalisis secara tuntas. “Dengan demikian, ini menuntut lahirnya buku kedua tentang korupsi secara empiris,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Humor Islam Fans Gus Dur

Minggu, 04 Februari 2018

Al-Quran Banyak Berisikan Maulid para Nabi

Karanganyar, Fans Gus Dur. Siapa bilang maulid nabi tidak ada dasarnya? Dalam Al Qur’an terdapat banyak sekali maulid (kisah) para Nabi. Banyak ayat yang menerangkan kisah maulid, diantaranya Nabi Musa, Maulid Nabi Sulaiman, dan Maulid Nabi Zakaria.

Al-Quran Banyak Berisikan Maulid para Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Banyak Berisikan Maulid para Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Banyak Berisikan Maulid para Nabi

“Kalau diteliti pasti ada. Bukan tidak ada, tapi kalau hanya dilihat teksnya saja tidak akan kelihatan,” terang Rais A’am Jam’iyyah Ahlith Thoriqah Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Selasa (2/5) lalu, di Pesantren Al-Inshof Plesungan Karanganyar.

Keterbatasan akal dalam memahami teks Qur’an, menjadi salah satu penyebab kesalahan dalam menafsirkannya. Dijelaskan oleh Habib Luthfi, Al-Quran dapat diibaratkan sebagai lautan yang luas, sedangkan akal manusia seumpama hanya seujung rambut.

Fans Gus Dur

“Jadi akal yang masuk Al-Qur’an, bukan Al-Quran yang dimasukkan ke akal,” tegasnya.

Fans Gus Dur

Mursyid Thariqah itu mencontohkan kisah Nabi Sulaiman as dengan Burung Hud-Hud. Burung Hud-Hud mengabarkan bahwa ia baru terbang dari sebuah tempat, yakni Kerajaan Saba’. Kabar dari seekor burung, yang tak berakal, dipercayai oleh Nabi Sulaiman.

Pun ketika Nabi Sulaiman hendak memindahkan singgasana milik Ratu Kerajaan Saba’, Bilqis. Salah seorang dari pasukannya yang juga seorang waliyullah, Ahsif bin Balya, menyanggupi perintah tersebut hanya dalam hitungan kejapan mata. Dua hal tersebut, apabila dicerna hanya dengan akal, tentu tidak dapat dipercaya.

Selain menerangkan tentang Maulid, seperti biasa Habib juga memberikan wejangan untuk selalu menjaga NKRI dan UUD 1945. Hal tersebut selaras dengan tema yang diusung, “Dengan Maulid Nabi saw, Kita Tingkatkan Karakter Bangsa, Demi Persatuan dan Kesatuan NKRI”.

Pada kesempatan itu, Habib Luthfi menandatangani peresmian Gedung Kanzus Sholawat yang didirikan di kompleks Pesantren Al-Inshof, disaksikan Wakil Bupati dan Kapolres Karanganyar, serta ribuan jamaah yang hadir.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pemurnian Aqidah, Humor Islam, Kajian Islam Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda

Kairo, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir bekerjasama dengan Sahah Indonesia sukses menggelar puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) dan Refleksi peristiwa Sumpah Pemuda. Acara puncak ini diisi dialog kebangsaan, pembagian hadiah dan taushiyah dari salah satu ulama al-Azhar asal Alexandria.?

Sebagai rangkaian perayaan HSN, PCINU Mesir dan Sahah Indonesia menggelar aneka perlombaan yang diikuti banyak peserta dan berhadiah total 17.700 EGP. Diawali dengan digelarnya Lomba Esai Santrisejak akhir bulan September, yang terbuka untuk semua santri di kawasan Timur Tengah. Disusul perlombaan Musâbaqah Hifzhil Quran (MHQ) level 15 juz dan level 30 juz, juga Musâbaqah Qiraatil Kutub (MQK) Kitab Nihâyah al-Sûl Juz I dan Juz II.?

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda

Selain acara perlombaan, digelar pula dialog Politik Santri bersama Dr. Ali Munhanif, pakar politik dari UIN Jakarta, Khatmil Quran, dan kontribusi pembacaraan 1 Milyar Shalawat Nariah.

Rangkaian acara HSN itu berakhir di Auditorium Shalah Kamil dengan acara puncaknya: Dialog Kebangsaan dan Refleksi Sumpah Pemuda bertajuk “Peran Strategis Kaum Santri di Era Persaingan Global.”?

Dialog yang digelar 28 Oktober 2016 sore itu menghadirkan narasumber Usman Shihab, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Mustafa Abdurrahman, Mustasyar PCINU Mesir; Redaktur Senior Harian Umum Kompas, dan Syekh ‘Alaa Mustafa Na’imah, ulama al-Azhar Mesir.

Fans Gus Dur

Ahmad Muhakam Zein, Ketua PCINU Mesir dalam sambutannya menjelaskan urgensi dari perayaan HSN di Mesir. Dia berharap, apresiasi NU Mesir kepada para santri di Mesir yang aktif menulis, giat belajar dan telah hafal al-Quran bisa menjadi pemantik bagi santri-santri lainnya. HSN meski ditetapkannya berpangkal dari resolusi jihad yang dicetuskan Syekh Hasyim Asy’ari yang notabene orang NU, tapi di dalamnya terlibat santri-santri di luar NU.?

“Jadi mestinya tidak perlu khawatir soal polarisasi baru dan tidak perlu muncul reaksi sentimentil. Semoga perayaan ini bisa menjadi pemantik semangat kaum santri di Mesir untuk bisa berkontribusi banyak bagi bangsa Indonesia,” tandas Sang Ketua.?

Muhlashon Jalaluddin, Rais Syuriah PCINU Mesir berpesan dalam sambutannya, santri bukan hanya yang berpeci dan bersarung. Santri adalah semua yang peduli dan berkontribusi untuk Islam yang ramah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mengomentari perkembangan politik di tanah air, dia mengusulkan supaya masyarakat Indonesia di Mesir (Masisir) dan warga NU khususnya bisa berkontribusi ilmiah, tidak malah politis.?

Fans Gus Dur

Bertindak sebagai pembicara kedua, Dr. Mushthafa Abdurrahman antara lain menyampaikan, santri selalu berkontribusi untuk Indonesia, baik sebelum, ketika, maupun setelah terbentuknya NKRI. Zaman demokrasi awal, santri membentuk partai-partai. Zaman G30S/PKI, militer bersama santri menumpasnya.?

Zaman Orde Baru, NU mengakui asas tunggal Pancasila tahun 1984 sebelum ormas-ormas Islam lain. “Zaman reformasi, tokoh santri mendirikan partai-partai, seperti PKB dan PKNU. Untuk konteks global dan zaman modern, santri mau tidak mau harus bisa beradaptasi dan terus berkontribusi untuk bangsa Indonesia,” beber Mustafa.?

Acara diakhiri dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda, pembagian hadiah untuk para pemenang Lomba Esai, MQK, MHQ, serta ceramah dan serta doa yang sangat menyentuh dari Syekh ‘Alaa Mushtafa Na’imah. (Nv/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Humor Islam, Aswaja Fans Gus Dur

Jumat, 19 Januari 2018

Dirikan Lembaga Pendidikan, Ketua IPNU Banjar 2011-2013 Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar

Banjar, Fans Gus Dur - Mantan Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Banjar periode 2011-2013 Irfan Fauzi berhasil menjadi nominator pemuda pelopor tingkat Jawa Barat tahun 2017 mewakili Kota Banjar dari bidang pendidikan.

Berkat gagasan pendirian LP Maarif Pangandegan di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar sejak tahun 2010 silam, kini bangunan lembaga yang baru hanya dua ruangan itu sudah memiliki 40 santri Raudlotul Athfal (RA), 105 Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan 30 santri Diniyah Takmilyah Wustho (DTW).

Dirikan Lembaga Pendidikan, Ketua IPNU Banjar 2011-2013 Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Lembaga Pendidikan, Ketua IPNU Banjar 2011-2013 Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Lembaga Pendidikan, Ketua IPNU Banjar 2011-2013 Jadi Nominator Pemuda Pelopor Jabar

"Tahun 2013 kita mulai bangun tempat untuk belajar anak-anak dan itu semua swadaya masyarakat. Alhamdulillah ada yang mewakafkan seluas 125 meter persegi serta berbagai kebutuhan untuk membangun lembaga ini," kata Irfan kepada Fans Gus Dur, Jumat (21/7).

Fans Gus Dur

Ia menjelaskan, keberadaan LP Maarif Pangandegan di wilayahnya menjadi harapan besar masyarakat agar anak-anak mereka bisa mempelajari ilmu agama Islam. Bahkan, dengan bukti adanya swadaya itu masyarakat semakin yakin akan tekadnya yang benar-benar mengabdikan dirinya di bidang pendidikan bersama para pemuda setempat.

Tak hanya itu, kata Irfan lagi, dukungan dari pihak keluarga, pemerintah setempat serta keluarga besar NU Kota Banjar juga membuatnya semakin optimis untuk lebih mengembangkan lagi pendidikan yang kini digarapnya.

Fans Gus Dur

"Kompetisi dalam ajang pemuda pelopor ini bagi saya adalah salah satu jalan untuk membuka inovasi, pengalaman, jaringan serta motivasi agar lembaga yang sudah saya buat menjadi lebih baik lagi. Satu lagi, semoga bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lain untuk mengabdikan kepada masyarakat dari berbagai bidang," ujarnya pria satu anak ini yang juga mantan anggota PMII Kota Banjar.

Ia menambahkan, setelah proses seleksi administrasi, wawancara di Hotel Endah Parahyangan Bandung, Kamis (13/7) serta kunjungan langsung (fact finding) tim juri dari Dispora Jawa Barat pada Kamis (20/7), Irfan harap bisa mengungguli kompetitornya di bidang pendidikan yang berasal dari Kabupaten Garut, Kabupaten Cirebon dan juga Kota Bogor.

"Mudah-mudahan saya bisa menyusul Rekan Deris (Mantan Ketua IPNU Banjar 2009-2011) yang sebelumnya menjadi pemuda pelopor tahun 2016 dan berhasil menjadi juara, meskipun harapan kelima tingkat nasional," pungkasnya. (Muhafid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Habib Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

Gelar Konferwil, Muslimat Sulsel Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera

Makassar, Fans Gus Dur

Pembukaan Konferensi Wilayah Ke-10 Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan yang bertema ‘Bersatu Mewujudkan Indonesia Damai Sejahtera’ dihadiri Menteri Sosial Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansah, Sabtu (5/3) di Gedung IMMIM Makassar.

"Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih dan bimbingannya selama ini kepada Ibu Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan Bapak Ketua NU Sulsel H Iskandar Idy yang selama ini banyak membantu Muslimat NU Sulsel," ujar Ketua PW Muslimat NU Sulsel Hj Nurul Fuadi.

Konferwil Muslimat NU bukan hanya menjadi acara rutinitas belaka, lanjutnya, melainkan sebagai suatu kemutlakan proses kaderisasi ditubuh NU. Tentunya juga tidak hanya membicarakan suksesi pemilihan ketua, tetapi lebih dari itu Konferwil harus dijadikan sebagai titik awal untuk melahirkan ide dan gagasan eksistensi Muslimat Sulsel 5 tahun ke depan.

Gelar Konferwil, Muslimat Sulsel Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferwil, Muslimat Sulsel Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferwil, Muslimat Sulsel Bertekad Wujudkan Indonesia Sejahtera

Ketua PWNU Sulsel H Iskandar Idy dalam sambutannya berterima kasih kepada Muslimat NU Sulsel yang telah memberikan kontribusi besar atas eksistensi Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan.

"Tentunya kebesaran Muslimat NU di Sulsel, tentunya menjadi gambaran umum atas kebesaran NU di Sulawesi Selatan dan semoga Muslimat NU semakin jaya," ujarnya.

Fans Gus Dur

Dalam sambutannya, Khofifah mengajak seluruh kader Muslimat NU Sulawesi Selatan untuk membesarkan NU di Sulawesi Selatan.

"Harapan kami seluruh unsur masyarakat, mulai dari Ulama, Pemerintah, dan Ormas harus menjadi pelopor kekuatan ukhuwah (persatuan), ketika ini terwujud tak ada lagi isu-isu yang sebenarnya melanggar nilai-nilai Agama, tetapi karena atas nama HAM, kita sesama Warga Indonesia selalu berdebat atas suatu persoalan Bangsa, sebut saja LGBT misalnya," ujar Khofifah.

Tak hanya itu terkadang ada masalah besar, tambah Khofifah, tetapi karena luput dari liputan media, sehingga persoalan ini disepelekan, sebut saja narkoba, berapa banyak warga Indonesia yang meninggal atas penyalahgunaan Narkoba, apakah ini bukan teror bagi Bangsa Indonesia ? Bandingkan saja dengan teror yang terjadi di Thamrin beberapa waktu lalu, semua media mengekspos, tetapi ketika Teror narkoba atas Bangsa Indonesia terjadi, tidak semua media mengekspos, padahal narkoba adalah teror yang sesungguhnya.

"Olehnya itu mari bersama-sama mulai dari keluarga terkecil, agar menjauhi Narkoba serta budaya-budaya yang menyalahi Norma Agama dan Norma Masyarakat," tambahnya.

Fans Gus Dur

Tampak hadir Wakil Ketua Muslimat NU Sulsel yang juga Rektor UIM Hj Majdah M Zain, Kakanwil Sulsel Abd Wahid Thahir yang juga Ketua PCNU Makassar, Sekretaris PWNU Sulsel Arfin Hamid, Ketua PW GP Ansor NU Sulsel Muh Tonang Cawidu, Para Ketua Lembaga dan Badan Otonom NU di Sulsel serta para Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama se-Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Habib Fans Gus Dur

Minggu, 14 Januari 2018

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Jombang, Fans Gus Dur. Romo Franz Magnis-Suseno dikenal sangat dekat dengan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur). Karena kedekatannya, banyak cerita humor yang bisa dikisahkan untuk mengenang kebersamaan bersama tokoh pluralisme ini.?

Salah satu humor yang masih melekat bagi tokoh agama ini adalah soal tiga orang yang sedang antri di depan pintu surga. Ketiga orang itu, satu orang pendeta, satu orang kiai dan satu orang yang berpakaian compang-camping.?

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cerita Romo Franz Magnis Suseno Soal Humor Gus Dur

Saat pendeta dan kiai sedang khusyu dan tawaduk menunggu antrian masuk sorga, tiba-tiba datang lelaki berpakaian compang-camping dan langsung menyibak antrian dan ternyata dipersilahkan oleh malaikat untuk memasuki pintu sorga. Melihat itu, sang kiai dan pendeta bertanya heran kepada malaikat,?

"Siapa dia? Kenapa orang seperti itu bisa seenaknya masuk sorga dan mendahului kami?" kisah Romo Magnis dalam Bahasa Inggris dihadapan rombongan pastor lintas Negara yang berkunjung ke Pesantren Tebuireng, Rabu (9/8).

Mendapat pertanyaan itu, malaikat menjawab, "Dia itu sopir bis jurusan Jakarta. Dia berhak masuk sorga lebih dulu, “ jawabnya enteng.

Jawaban malaikat ini tentu semakin membuat heran pendeta dan kyai yang sudah lama antri didepan pintu surga. mungkin karena mereka merasa lebih berhak masuk lebih dulu.

Fans Gus Dur

” Amalan apa yang bisa membuat dia berhak lebih dulu dari kami,” ujar mereka kembali bertanya.

Malaikat kemudian menjawab enteng.

“Karena dia saat duduk di belakang kemudi, semua penumpang terjaga dan berdoa dengan khusyu (karena sopir ngebut). Sementara kalian, saat kalian berkhotbah di mimbar, umat kalian justru mengantuk dan tertidur lelap," tutur Romo Magniz yang langsung disambut tawa para pastor. (Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Humor Islam, AlaSantri, Berita Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor Curahdami Salurkan Zakat Fitrah Batalyon Infanteri 514

Bondowoso, Fans Gus Dur?



Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso memfasilitasi penyaluran zakat fitrah dari Batalyon Infanteri 514/Raider Bondowoso Rabu (21/6) siang.

GP Ansor Curahdami Salurkan Zakat Fitrah Batalyon Infanteri 514 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Curahdami Salurkan Zakat Fitrah Batalyon Infanteri 514 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Curahdami Salurkan Zakat Fitrah Batalyon Infanteri 514

Ketua GP Ansor Kecamatan Curahdami Adam Bahrudi mengatakan, penyaluran zakat diawali dengan serah terima dari pihak 514 kepada Pengurus PAC Gerakan Pemuda Ansor Curahdami.

Kemudian dilanjutkan acara pendistribusian dengan mendatangi kaum dhuafa dan kaum jompo dari rumah ke rumah, kepda sekitar 200 orang.

"Ini atas inisiasi dari PAC ? GP Ansor Curahdami, dimana masih banyak ditemukan kondisi masyarakat yang sangat butuh uluran tangan," jelasnya.

Fans Gus Dur

Pemuda Ansor Curahdami, kata dia, mencoba sedikit memberikan keringanan terhadap kaum duafa dengan mengkoordinir zakat fitrah yang ada di Batalyon infanteri 514/Raider (Sabaddha Yudha).

Ia berharap kegiatan sosial tersebut bisa membantu memberikan kebahagian kepada fakir miskin agar bisa merasakan indahnya ber-Idul Fitri. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Daerah, Humor Islam Fans Gus Dur

Selasa, 09 Januari 2018

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Jakarta, Fans Gus Dur. Hari Santri 22 Oktober 2015, sepertinya kurang lengkap jika tidak menziarahi sejarah peran besar ulama dan santri yang ikut membangun negeri ini. Perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari Hizbullah dan panglimanya, KH Zainul Arifin Pohan.

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Sejarawan Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa keberadaan tokoh NU tersebut memberikan keseimbangan politik bagi Presiden Soekarno. Seandainya ia tidak meninggal pada tahun 1963, mungkin tidak akan ada peristiwa G 30 S. Sejak meninggalnya, Soekarno seperti kehilangan satu sayapnya sehingga kelompok kiri cukup berpengaruh di sekelilingnya.

"Setelah KH Zainul Arifin meninggal ditembak, Presiden Soekarno kehilangan satu sayap, sehingga Soekarno banyak  dipengaruhi kelompok kiri. Tentu jika Zainul Arifin masih hidup, tidak akan ada cerita G30S di dalam sejarah Bangsa Indonesia."

Fans Gus Dur

Hal itu disampaikan Zainul Milal dalam acara launching buku "KH. Zainul Arifin : Panglima Santri, Ikhlas Membangun Negeri" karya Ario Hilmi di panggung utama International Islamic Expo 2015, JCC (Jakarta Convention Center) Balai Sidang Senayan, Jakarta, 15 November 2015 Pukul 13.00-14.00. Acara ini terlaksana karena kerja sama dengan penerbit buku tersebut, Penerbit Pustaka Compass dan keluarga penulis.

Karna itu, kata Milal, inilah pentingnya napak tilas perjalanan Presiden Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan ke Arab Saudi, bagaimana Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan membangun kedekatan dengan pusat keislaman untuk membangun bangsa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Soekarno memiliki relijiusitas dan perhatian yang cukup tinggi kepada agama Islam untuk membangun negeri ini.

Fans Gus Dur

Bagi KH Zainul Arifin Pohan, Arab Saudi adalah gurunya karena sejak usia muda, gurunya berasal dari Arab langsung di Barus. Di Barus sudah sejak lama menjadi daerah strategis bertaraf internasional, dan sejak abad pertama era Rasulullah telah ada penyebar Islam di sana. Hal ini berarti juga, Islam telah ada di bumi nusantara ini sejak awal perkembangan Islam, era Rasulullah. Yaitu terdapatnya seorang tokoh bernama Syekh Mahmud dan Syekh Rukuniddin pada 671, yang dimakamkan di daerah Barus. 

Ulasan sejarah tersebut juga diamini oleh penulis yang tidak lain adalah cucu dari Sang Panglima Santri sendiri, Ario Hilmi. Bahwa KH Zainul Arifin pernah mendampingi Presiden Soekarno melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan bersejarah sepanjang tahun 1956. Salah satunya adalah ketika berkunjung ke Uni Soviet, dimana Indonesia lewat upaya diplomasi tingkat tinggi berhasil membuat pemerintah komunis di Moskow membuka kembali sebuah masjid yang kiji dikenal dengan Masjid Biru sering kali diulas sebagai Masjid Soekarno.

Ario Hilmi dengan mengutip kakeknya "Here the Moslem religion resembles a lamp in whitch the light has almost died out and the oil has not been renewed (di sini agama Islam seperti lampu minyak hampir padam yang minyaknya belum diganti)". Begitulah komentar Zainul Arifin ketika ditanya media AS tentang keadaan penduduk muslim di Uni Soviet.

Dibukanya kembali Masjid Biru sebagai pusat kegiatan umat muslim Uni Soviet bagaikan minyak baru penerang pelita Islam sampai sekarang.

Peluncuran buku  "Panglima Santri" pada hari terahir International Islamic Expo ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor MA, Drs Abdul Karim Pohan, dan banyak keluarga bermarga Pohan yang lain. (Moh.Khoiri/Damar Samana/Abdullah Alawi)

KH Zainul Arifin, Penyeimbang Politik Soekarno

Jakarta, Fans Gus Dur.

Hari Santri 22 Oktober 2015, sepertinya kurang lengkap jika tidak menziarahi sejarah peran besar ulama dan santri yang ikut membangun negeri ini. Perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari Hizbullah dan panglimanya, KH Zainul Arifin Pohan.

 

Sejarawan Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa keberadaan tokoh NU tersebut memberikan keseimbangan politik bagi Presiden Soekarno. Seandainya ia tidak meninggal pada tahun 1963, mungkin tidak akan ada peristiwa G 30 S. Sejak meninggalnya, Soekarno seperti kehilangan satu sayapnya sehingga kelompok kiri cukup berpengaruh di sekelilingnya.

 

"Setelah KH Zainul Arifin meninggal ditembak, Presiden Soekarno kehilangan satu sayap, sehingga Soekarno banyak  dipengaruhi kelompok kiri. Tentu jika Zainul Arifin masih hidup, tidak akan ada cerita G30S di dalam sejarah Bangsa Indonesia."

 

Hal itu disampaikan Zainul Milal dalam acara launching buku "KH. Zainul Arifin : Panglima Santri, Ikhlas Membangun Negeri" karya Ario Hilmi di panggung utama International Islamic Expo 2015, JCC (Jakarta Convention Center) Balai Sidang Senayan, Jakarta, 15 November 2015 Pukul 13.00-14.00. Acara ini terlaksana karena kerja sama dengan penerbit buku tersebut, Penerbit Pustaka Compass dan keluarga penulis.

 

Karna itu, kata Milal, inilah pentingnya napak tilas perjalanan Presiden Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan ke Arab Saudi, bagaimana Soekarno dan KH Zainul Arifin Pohan membangun kedekatan dengan pusat keislaman untuk membangun bangsa. Hal ini juga menunjukkan bahwa Soekarno memiliki relijiusitas dan perhatian yang cukup tinggi kepada agama Islam untuk membangun negeri ini.

 

Bagi KH Zainul Arifin Pohan, Arab Saudi adalah gurunya karena sejak usia muda, gurunya berasal dari Arab langsung di Barus. Di Barus sudah sejak lama menjadi daerah strategis bertaraf internasional, dan sejak abad pertama era Rasulullah telah ada penyebar Islam di sana. Hal ini berarti juga, Islam telah ada di bumi nusantara ini sejak awal perkembangan Islam, era Rasulullah. Yaitu terdapatnya seorang tokoh bernama Syekh Mahmud dan Syekh Rukuniddin pada 671, yang dimakamkan di daerah Barus.   

 

Ulasan sejarah tersebut juga diamini oleh penulis yang tidak lain adalah cucu dari Sang Panglima Santri sendiri, Ario Hilmi. Bahwa KH Zainul Arifin pernah mendampingi Presiden Soekarno melakukan kunjungan-kunjungan kenegaraan bersejarah sepanjang tahun 1956. Salah satunya adalah ketika berkunjung ke Uni Soviet, dimana Indonesia lewat upaya diplomasi tingkat tinggi berhasil membuat pemerintah komunis di Moskow membuka kembali sebuah masjid yang kiji dikenal dengan Masjid Biru sering kali diulas sebagai Masjid Soekarno.

Ario Hilmi dengan mengutip kakeknya "Here the Moslem religion resembles a lamp in whitch the light has almost died out and the oil has not been renewed (di sini agama Islam seperti lampu minyak hampir padam yang minyaknya belum diganti)". Begitulah komentar Zainul Arifin ketika ditanya media AS tentang keadaan penduduk muslim di Uni Soviet.

Dibukanya kembali Masjid Biru sebagai pusat kegiatan umat muslim Uni Soviet bagaikan minyak baru penerang pelita Islam sampai sekarang.

 

Peluncuran buku  "Panglima Santri" pada hari terahir International Islamic Expo ini, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Rusmin Tumanggor MA, Drs Abdul Karim Pohan, dan banyak keluarga bermarga Pohan yang lain. (Moh.Khoiri/Damar Samana/Abdullah Alawi)

 

 

 

s

 



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Cerita, Humor Islam, AlaSantri Fans Gus Dur

Minggu, 24 Desember 2017

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad

Jakarta, Fans Gus Dur 

NU kembali difitnah menolak Ustadz Abdul Somad (UAS) yang hendak berceramah di Hong Kong. Bisa dipastikan tokoh-tokoh NU tidak pernah melakukan tindakan semacam itu.

"Saya tegaskan itu fitnah yang keji. Tak mungkin, KH Said Aqil Siroj melakukan tindakan itu," kata Robikin Emhas, ketua Bidang Hukum dan Konstitusi Pengurus Besar NU, Selasa (26/12).

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad (Sumber Gambar : Nu Online)
Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad (Sumber Gambar : Nu Online)

Keji, NU Kembali Difitnah Tolak Ustadz Abdul Somad

Beredar fitnah yang disebarkan satu akun Twitter yang menyebut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dalang di balik peristiwa penolakan Ustadz Abdul Somad di Hong Kong. Akun itu menuliskan, "Penolakan ustadz Abdul Somad di Hong Kong, merupakan pesanan LBP (Luhut Binsar Panjaitan, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman). LBP perintahkan Said Aqil. Said Aqil suruh Nusron Wahid hubungi imigrasi Hong Kong untuk tolak Abdul Somad."

Menurut Robikin, publik sudah mafhum bahwa Kiai Said Aqil Siroj adalah tokoh yang selalu mengajarkan amar makruf (berbuat kebajikan) dengan cara yang baik; begitu juga nahi mungkar (melarang perbuatan buruk) dengan cara yang baik pula. Itu adalah metode dakwah yang dijunjung tinggi kalangan NU.

NU tentu ikut menyesalkan insiden penolakan UAS. Soal menerima atau menolak warga asing masuk, sepenuhnya wewenang mutlak otoritas Hong Kong. Kewenangan semacam itu dimiliki juga oleh negara Indonesia.

Fans Gus Dur

"Mungkin tindakan pemerintah setempat (Hong Kong), merupakan bentuk proteksi atas warga negaranya sesuai sistem politik dan kebudayaan yang dianutnya. Kita ambil hikmahnya," kata Robikin.

Dia bersyukur, kegiatan keagamaan yang direncanakan tetap berjalan dengan penceramah lain dari Indonesia, yakni KH Anwar Zahid. Dengan demikian syiar Islam tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

Sebelumnya, NU juga difitnah menolak Ustadz Abdul Somad ketika hendak berceramah di Bali. (Baca: Klarifikasi PWNU Bali soal Penolakan Ustad Abdul Somad)(Red: Abdullah Alawi)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Sunnah, Hadits Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar

Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya yang senantiasa dilimpahkan kepada kita. Kiranya, dengan bersyukur itu dapat menambah kepatuhan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Yakni menggunakan nikmat itu untuk melaksanakan semua perintah-Nya, dan untuk menjauhi segala larangan-Nya.





Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Diri Menyambut Lailatul Qadar

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rahmat yang senantiasa dilimpahkan kepada kita. Kiranya, dengan bersyukur itu dapat menambah kepatuhan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Yakni menggunakan nikmat itu untuk melaksanakan semua perintahnya, dan untuk menjauhi segala larangan-Nya.

Fans Gus Dur

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Selain disebut sebagai bulan puasa, Syahrus Shiyam, Ramadhan juga disebut sebagai Syahrul Qur’an atau bulan Al-Quran karena di bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Allah SWT berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS Al-Baqarah: 185)

Fans Gus Dur

Bagi umat Islam, ayat di atas bukan saja dipandang sebagai sebuah catatan tentang waktu diturunkannya Al-Quran, akan tetapi juga memiliki makna lain; yakni harapan tentang adanya sebuah malam di bulan Ramadhan yang dapat melipatgandakan ibadah seseorang hingga kelipatan seribu bulan. Malam itu dikenal luas dengan sebutan “Lailatul Qadar”.

Keinginan untuk mendapatkan Lailatul Qadar ini bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Rasulullah SAW sendiri menyeru umat Islam untuk menyongsong malam seribu malam ini dalam sabda beliau: Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR. Bukhari).

Kapan datangnya malam itu? Malam yang istimewa itu masih merupakan tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Nabi Muhammad SAW selalu menjawab sesuai dengan apa yang perditanyakan kepada beliau. Ketika ditanyakan kepada beliau: “Apakah kami mencarinya di malam ini?” beliau menjawab: “Carilah di malam tersebut!

Hadirin Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Salah satu hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar adalah terpompanya kembali semangat beribadah umat Islam di sepertiga terakhir bulan Ramadhan.

“Lailatul Qadr” adalah malam penuh kemuliaan, sebagaimana termaktub dalam firman Allah SWT:

? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS Al-Qadr: 1-5)

Terdapat banyak riwayat yang menyebutkan tentang waktu terjadinya malam diturunkannya Al-Quran ini. Ada yang menyebutkan Lailatul Qadar terjadi pada tanggal 7, 14, 17, 21, 27 dan tanggal 28 Ramadhan. Sebab banyaknya riwayat mengenai kejadian turunnya Al-Quran ini, kiranya tidak mungkin mengetahui waktu tepatnya terjadi Lailatul Qadar. Namun umumnya umat Islam Indonesia meningkatkan ibadah pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari: “Carilah sedaya-upaya kamu untuk menemui Lailatul Qadar itu pada sepuluh malam ganjil pada akhir Ramadhan”.

Barangkali terdapat sebagian dari kita yang bertanya mengapa waktu Lailatul Qadar tidak ditentukan secara pasti? Dengan kata lain mengapa Allah SWT tidak menjelaskan secara tegas tanggal berapa Lailatul Qadar terjadi?

Bisa jadi Allah SWT memang sengaja untuk merahasiakannya dan kita dapat memetik hikmah dari kerahasiaan Lailatul Qadar tersebut.

Jika berkaca pada fenomena umum yang terjadi di bulan-bulan Ramadhan, umumnya intensitas ibadah umat Islam terjadi di awal-awal Ramadhan. Namun semakin lama, semangat untuk beribadah semakin menurun, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Bahkan ada kecenderungan dipenggal di bulan Ramadhan. Masyarakat kita mulai disibukkan dengan segala hal yang berkenaan dengan persiapan-persisapan menghadapi lebaran yang sifatnya materil. Seperti mempersiapkan makanan kecil untuk para tamu yang berkunjung di hari raya, membeli peci, mukenah, sarung, baju baru hingga sendal dan sepatu baru untuk shalat Idul Fitri.

Terkadang kesibukan terhadap hal-hal yang sifatnya kurang substansial ini bisa menggeser keinginan untuk meningkatkan amal ibadah selama bulan puasa. Padahal jika kita tinjau lebih dalam kegiatan-kegiatan tersebut hanya bersifat melengkapi kebahagiaan puasa dan hari raya, tapi jelas fenomena ini sudah menjadi tradisi tahunan dipenggal terakhir bulan puasa.

Di saat-saat kritis ini, ketika konsentrasi umat Islam mulai terpecah kepada hal-hal yang bersifat materil, Allah memberikan bingkisan "Lailatul Qadar". Dimana segala amal kebajikan yang dilakukan di satu malam ini saja dapat mengalahkan intensitas ibadah yang dilakukan selama lebih dari seribu bulan. Sementara jika kita kiaskan waktu seribu bulan setara dengan delapan puluh tiga tahun tiga bulan. Sebuah "bonus" yang cukup menggiurkan.

Tak heran jika kemudian di akhir puasa tema Lailatul Qadar menjadi marak dibicarakan di seluruh lapisan masyarakat. Dan masjid yang semula mulai sepi kembali dipadati pengunjung. Dan dirahasiakannya waktu datangnya Lailatul Qadar membuat ibadah umat Islam tidak terpaku pada satu malam saja, namun sepuluh hari di akhir bulan Ramadhan.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Berdasar ayat 1-5 surat Al-Qadr di atas, malam Lailatul Qadar itu mengandung tiga macam kelebihan yaitu:

1.? Orang yang beramal pada malam itu akan mendapat pahala sebanyak lebih dari 1000? ? bulan yaitu 83 tahun empat bulan

2.? Para malaikat turun ke bumi, mengucapakan salam kesejahteraan kepada orang-orang? yang beriman.

3.? Malam itu penuh keberkahan hingga terbit fajar

Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, menyebutkan bahwa: Nabi Muhammad SAW pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, lalu beliau menjawab, “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.” (HR. Abu Dawud)

Menurut hadits Aisyah riwayat Bukhari, Nabi Muhamamd SAW bersabda: “Carilah lailatul qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan.” (HR.? Bukhari)

Menurut pendapat yang lain, Lailatul Qadar itu terjadi pada 17 Ramadlan, 21 Ramadlan, 24 Ramadlan, tanggal gasal pada 10 akhir Ramadlan dan lain-lain. Jadi, mengenai lailatul qadar dalam hal ini, tidak ditemukan keterangan yang menunjukkan tanggal kepastiannya.

Di antara hikmah tidak diberitahukannya tanggal yang pasti tentang Lailatul Qadar adalah untuk memotivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridla Allah SWT kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja. Jika malam Lailatul Qadar ini diberitahukan tanggal kepastiannya, maka orang akan beribadah sebanyak-banyaknya hanya pada tanggal tersebut dan tidak giat lagi beribadah ketika tanggal tersebut sudah lewat.

Namun ada banyak penjelasan mengenai tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar itu. Diantara tanda-tandanya adalah:

1.? Pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk, sebagaimana hadits riwayat Muslim.

2.? Pada malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Hal ini berdasakan riwayat Imam Ahmad.

Dalam Mu’jam at-Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah bersabda: “Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”

Nah, agar mendapatkan keutamaan lailatul qadar, maka hendaknya memperbanyak ibadah selama bulan Ramadlan, diantaranya, senatiasa mengerjakan shalat fardhu lima waktu berjama’ah, mendirikan Qiyamul Lail (shalat terawih, tahajjud, dll), membaca Al-Qur’an (tadarus) sebanyak-banyaknya dengan tartil (pelan-pelan dan membenarkan bacaan tajwidnya), memperbanyak dzikir, istighfar dan berdo’a.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Dalam Surat Al-Qadr (97) ayat 3-5 di atas disebutkan bahwa malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Jika dihitung-hitung secara matematis, seribu bulan sama dengan delapan puluh tahun tiga bulan. Jadi, barangsiapa yang berhasil meraih Malam yang penuh kemuliaan ini maka amal kebajikannya akan dilipatgandakan hingga hitungan ini serta segala dosa yang telah diperbuatnya akan diampuni. Keberadaan malam seribu bulan ini hanya ada di sepertiga terakhir bulan Ramadhan serta khusus hanya untuk umat Nabi Muhammad saja.

Dalam sebuah riwayat, Lailatul Qadar sebenarnya adalah buah dari keluh kesah Nabi? Muhammad kepada Allah SWT.

Suatu ketika Rasulullah mendengar kisah tentang seorang laki-laki dari Bani Israil. Dalam kisah tersebut, laki-laki dari Bani Israil itu disifati sebagai seseorang yang selalu menyandang senjata di bahunya. Ia berjihad di jalan Allah sebagai seorang martir (Mujahid) selama seribu bulan. Memang dalam sejumlah riwayat, usia manusia yang menjadi umat para Nabi sebelum Rasulullah sangat panjang. Ada yang mencapai tiga ratus bahkan ada yang mencapai tujuh ratus tahun.

Mendengar kisah tersebut Rasulullah merasa takjub dan teringat akan umatnya yang rata-rata berusia pendek. Oleh sebab itu Rasulullah pun kemudian berandai-andai seumpama saja umatnya dikarunia panjang umur seperti umat Nabi sebelumnya pasti mereka juga akan dapat lebih banyak beribadah kepada Allah.

Kemudian Rasulullah pun berkeluh kesah: "Wahai Tuhanku, Engkau lah yang telah menjadikan umatku sebagai umat yang berusia paling pendek sehingga mereka pun memiliki amal yang paling sedikit."

Sebagai balasan dari keluh kesah Rasulullah ini, Allah pun kemudian memberikan Lailatul Qadar sebagai karunia yang diberikan khusus untuk umat Nabi Muhammad. Dengan keberadaan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini maka umat Islam pun tidak perlu berkecil hati karena memiliki usia yang jauh pendek dari umat-umat Nabi sebelumnya.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah. Hal yang paling penting untuk diingat dalam peristiwa Lailatul Qadar ini adalah diturunkannya mukjizat Nabi Muhammad SAW yang abadi hingga akhir zaman, yakni kitab suci Al-Qur’an. Dalam termonologi bahasa Arab, Mukjizat sebenarnya berarti sesuatu yang memiliki potensi melemahkan. Misalnya, Nabi Musa AS yang diutus kepada kaum Firaun yang terkenal dengan keahliannya di bidang ilmu sihir. Kemudian Nabi Musa diberi tongkat yang mampu mengalahkan sihir para tukang sihir Firaun hingga akhirnya mereka pun mengakui kelemahan sihir mereka dan mengakui bahwa tongkat Musa bukanlah sihir, tapi berasal dari kekuasaan Allah.

Sedangkan Nabi Isa AS, bangkit di masa berkembangnya ilmu kedokteran. Nabi Isa menghadapi kaum yang tunduk kepada hukum-hukum kebendaan dan tidak mengakui apa yang ada di luar alam kebendaan. Kemudian Nabi Isa dikarunia Mukjizat yang membuktikan adanya kekuasaan di luar hukum-hukum materi dengan kemampuannya menyembuhkan segala macam penyakit bahkan juga kesanggupannya menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.

Sebagai rasul akhir zaman, Nabi Muhammad SAW juga diberi sejumlah mukjizat. Dalam sejumlah riwayat Mukjizat Nabi tersesebut ada yang berupa kemampuan membelah bulan atau keluar air dari sela-sela jarinya serta mukjizat yang lain. Namun Ibnu Rusydi, seorang cendikiawan besar asal Kordoba (Spanyol Islam) yang layak disebut Mukjizat sebenarnya adalah Al-Quran.

Apa yang dikemukakan oleh Ibnu Rusydi ini sangatlah tepat. Al-Quran yang awal mula diturunkan di bulan Ramadhan merupakan bukanlah mukjizat yang bergantung pada pribadi seorang Rasul yang mana jika rasul tersebut wafat maka hilang pula lah mukjizat tersebut. Namun Al-Quran tidak akan pernah hilang dari muka bumi sebagaimana firman Allah:

? ? ? ? ? ? ?. Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya. (QS? Al-Hijr: 9)

Sementara isi dan kandungan Al-Quran merupakan oase yang dapat memberi petunjuk (hudan) bagi hidup manusia di dalam segenap aspek kehidupan mereka.

Prof Dr Roger Garaudy dan Dr Maurice Bucaille di Perancis pernah mengkaji dan menguji Al-Quran dari segi isinya. Di antaranya, Maurice Bucaille mencoba menguji berapa jauh kebenaran ilmiah ayat-ayat yang bersangkutan dengan proses kejadian manusia dalam Surat Al Hajj ayat 5. Dr Maurice Bucaille menemukan, bahwa ternyata penjelasan dari Alquran yang turun 15 abad yang lalu itu dalam menggambarkan asal muasal manusia, lebih tepat dari ilmu embriologi mutakhir. Hal itu secara jelas diditulis dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Man”.

Pengujian Graudy dan Bucaille tersebut hanya sebagian kecil dari keistimewaan Al-Quran. Lebih dari sepertiga manusia yang hidup di muka bumi ini percaya bahwa Al-Quran merupakan wahyu Tuhan yang terus dibaca sebagai petunjuk dalam mencapai kebagiaan hidup dua alam (alam dunia dan akhirat).? Masih banyak keistemewaan Al-Quran yang belum tersingkap dan menunggu kekuatan nalar dan kejernihan hati kita untuk menerjemahkannya.

Oleh sebab itu, dalam momen Ramadhan ini sudah selayaknya kita membaca Al-Quran bukan sekedar untuk mendapatkan pahala namun sekaligus memahami isi kandungan Al-Quran agar nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat membantu kita dalam mewujudkan kehidupan yang lebih layak bagi seluruh kalangan dan diridhai oleh Allah SWT.

?

? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? .



Khutbah II



. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. . ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Humor Islam Fans Gus Dur

Rabu, 06 Desember 2017

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

Jakarta,Fans Gus Dur

Penulis buku Islam Indonesia Islam Paripurna: Pergulatan Islam Pribumi dan Islam Transnasional, Imdadun Rahmat menilai, karakter Islam transnasional yang cenderung kaku, hitam-putih, tekstual, dan intoleran menjadi bahaya bagi keberlangsungan negara Indonesia yang dikenal plural.

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Moderat Harus Diperkuat untuk Menangkal Islam Transnasional

Selain itu, Islam transnasional bisa menggerus watak Islam Indonesia yang cenderung ramah dengan budaya lokal.

“Islam transnasional berpretensi menghabisi Islam lokal, Islam yang telah mengalami proses dialog, proses akulturasi positif dengan konteks lokal,” kata Imdad seusai peluncuran dan bedah buku itu di Jakarta, Senin (9/10).

Fans Gus Dur

Imdad menjelaskan, Islam transnasional juga menganggap bahwa praktik Islam di Nusantara itu bukan Islam yang sempurna (kaffah) karena sudah bercampur dengan unsur-unsur budaya dan tradisi masyarakat setempat. Kemudian, mereka menawarkan Islam transnasional yang memiliki slogan kembali kepada Al-Qur’an dan hadis sebagai Islam yang sempurna (kaffah).

Fans Gus Dur

Lulusan Pesantren Jumput Pamotan, Rembang itu menilai, konsep Islam kaffah yang ditawarkan oleh kelompok Islam transnasional juga merupakan Islam yang berakar pada budaya lokal, yaitu budaya di Arab dan Timur Tengah.

“Kemudian dipersepsikan sebagai Islam yang paling otentik, yang paling asli, murni, dan tidak tercampur dengan unsur-unsur di luar Islam,” jelasnya.

Perkuat Islam moderat ala Indonesia

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) periode 2016-2017 itu berpendapat, Islam transnasional dengan segala karakternya tersebut tidak sesuai dan cocok dengan kondisi yang ada di Indonesia.

Maka dari itu, Islam moderat (wasathiyah) ala Indonesia harus diperkuat untuk menangkal Islam transnasional itu.

Ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, membangun argumen Islam wasathiyah yang kuat baik dari sisi sosiologi ataupun sisi teologi.

“Buku yang saya karang ini adalah kontribusi untuk membangun argumen Islam wasathiyah secara sosiologis dan teologis,” urainya.

Bagi Imdad, melalui buku ini ia berpendapat bahwa Islam Indonesia dengan karakter moderasi adalah juga Islam yang paripurna (kaffah). Ada delapan ranah budaya Islam: Arab, Persia, Turki, Anak Benua India, sub-Sahara Islam, China Islam, belahan dunia Barat, dan Nusantara.

“Sesungguhnya (Islam Nusantara) sama sahnya dengan yang ada di Arab ataupun yang lainnya. Maka yang paling tepat untuk Indonesia ya Islam Nusantara,” ucapnya.

Menurut dia, Islam yang paripurna (kaffah) bagi Indonesia bukanlah Islam yang diimpor dari tempat lain dengan segala unsur budaya yang tercampur di dalamnya, tetapi Islam Nusantara yang telah mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal.

Kedua, mensosialisasikan argumen Islam wasathiyah. Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat tahu dan tidak terkecoh dengan kelompok Islam transnasional.

“Dan membentengi masyarakat dari pengaruh mereka,” tukasnya.

Ketiga, de-transnasionalisasi Islam transnasional. Imdad menerangkan, harus dilakukan penyadaran terhadap mereka yang meyakini bahwa Islam transnasional adalah kebenaran tunggal untuk Indonesia.

“Harus disadarkan untuk kembali kepada Islam yang cocok untuk Indonesia, yaitu Islam Nusantara,” terangnya.

Terakhir, pemerintah harus membuat regulasi untuk membendung radikalisasi dan kekerasan yang ditimbulkan oleh Islam transnasional.

“Harus ada sinergi antara pemerintah, ormas, dan masyarakat,” tutupnya. (Mukhlison Rohmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Humor Islam, Tegal Fans Gus Dur

Selasa, 05 Desember 2017

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua

Solo, Fans Gus Dur

Alkisah, seorang bapak telah meninggal, hingga 3 tahun sejak ia dikuburkan. Selama itu pula ia terus mendapat siksa kubur, hingga pada suatu hari tiba-tiba siksaan yang ia terima dihentikan. Ia pun bertanya? Ada apa gerangan?

“Rupanya pada hari itu, anaknya yang dulu masih kecil, kini mulai belajar mengaji, membaca alif ba’ ta’. Bapak yang tidak mengajarkan anaknya mengaji, ikut mendapatkan berkah dari anaknya yang belajar Al-Qur’an,” tutur Habib Noval bin Muhammad Alaydrus, pada acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an siswa SD-MI-SMP Ta’mirul Islam, di Hotel The Sunan, akhir pekan lalu.

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Bisa Baca Al-Qur’an, Ini Keistimewaan Bagi Orang Tua

Diterangkan pengasuh Majelis Ar-Raudhah tersebut, betapa pentingnya memberikan pendidikan membaca dan memahami Al-Qur’an kepada anak. Sebab, dari anak pula para orang tua mendambakan kiriman doa ketika mereka sudah meninggal dunia.

“Kalau kita sudah meninggal siapa yang akan mendoakan kita. Bagaimana kalau anak kita tidak bisa mengaji? Apa kita akan mengandalkan orang lain untuk mendoakan kita,” tanya dia.

Ditambahkan Habib Novel, yang juga penasihat GP Ansor Kota Solo, terlebih ketika memiliki putra-putri penghafal Al-Qur’an, maka sesuai dengan janji Allah pada sebuah hadits, orang tuanya akan mendapat mahkota dan pakaian yang indah.

Fans Gus Dur

Sementara itu, pada kesempatan tersebut sebanyak 267 siswa diwisuda. Koordinator Al-Quran SD Tamirul Islam, Mukhlisin, para peserta yang diwisuda, sebelumnya telah menyelesaikan hafalan Al-Quran masing-masing minimal juz 30.

“Beberapa dari mereka, bahkan ada yang telah menyelesaikan hafalan juz 1, 2, 26, 27, 28, dan 29,” terang dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Humor Islam, Khutbah Fans Gus Dur

Jumat, 01 Desember 2017

Konsep Buruh dalam Fiqih

Diantara fashal dalam fiqih muamalat adalah pembicaraan panjang mengenai konsep ijaroh. Ijârah adalah (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?). Ijârah pada hakikatnya termasuk akad jual-beli. Perbedaannya dengan jual-beli biasa ialah bahwa obyek akad (yang dibeli) dalam ijârah ? berupa jasa. 

Diantara fashal dalam fiqih muamalat adalah pembicaraan panjang mengenai konsep ijaroh. Ijârah adalah (? ? ? ? ? ? ? ? ? ?). Ijârah pada hakikatnya termasuk akad jual-beli. Perbedaannya dengan jual-beli biasa ialah bahwa obyek akad (yang dibeli) dalam ijârah tidak berupa barang melainkan berupa manfaat, baik manfaat barang maupun manfaat orang (manfaat yang lahir dari pekerjaan orang yang dibahasakan sekarang dengan jual jasa).

Sedangkan `Iwâdl atau imbalan atas manfaat itu disebut ujrah, yang menjual disebut mu’jir/ajîr, dan yang membeli disebut musta’jir.

Dengan mencermati unsur-unsur ijârah tersebut, kita dapat memastikan bahwa akad kerjasama antara perusahaan dan buruh atau antara majikan dan karyawan (? ? ?) merupakan bagian dari-padanya, yakni termasuk akad ijârah. Majikan sebagai musta’jir dan karyawan/buruh sebagai ajîr. Akad kerjasama tersebut sah sepanjang memenuhi syarat-syarat yang mengacu pada prinsip-prinsip akad dianataranya yaitu;

Konsep Buruh dalam Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Buruh dalam Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Buruh dalam Fiqih

Pertama, bahwa hukum asal dalam persoalan muamalat adalah ibâhah (? ? ? ?). Dengan demikian, untuk membolehkan suatu praktek mumalat tidak perlu mencari dalil yang membolehkannya, karena yang terpenting adalah adanya keyakinan bahwa tidak ada dalil yang melarang. Kaidah mengatakan (? ? ? ? ?) persoalan-persoalan muamalat itu longgar sampai ada dalil yang melarang.

Kedua, Fiqih muamalat dibangun di atas prinsip -prinsip umum (? ?) seperti keadilan, kesetaraan, musyawarah, dan tolong-menolong. Ketiga, persoalan muamalat lebih menitik-beratkan pada substansi dan hakikat daripada bungkus dan format (? ? ? ? ? ?).

Keempat, fiqih muamalat dibangun di atas dasar memperhatikan `illat dan maslahat (? ? ?).

Fans Gus Dur

Oleh karena mua’amalah selalu mengandaikan keterlibatan anktif dua belah pihak, maka dipersyaratkanlah sebuah ikatan dalam hubungan keduanya, itulah yang dalam fiqih disebut dengan fiqih `uqûd, yaitu fikih yang mengatur persoalan akad, kontrak atau perjanjian, seperti jual-beli, sewa, dan gadai.

Secara garis besar akad ada dua macam 1) Akad tabarru`, yaitu akad dimana salah satu pihak memberi tanpa menerima dari pihak lain. Dan 2) Akad mu`âwadlah, yaitu akad dimana masing-masing dari kedua belah pihak menerima sesuatu sebagai imbalan atas apa yang ia berikan (? ? ? ? ? ? ? ? ?).

Di bawah akad muadadlah inilah bernaung peraturan (kontrak) kerja antara seorang buruh dengan perusahaannya. Akad ini bisa dianggap sah apabila memenuhi beberapa syarat: 1) Kerelaan kedua belah pihak (?). 2) Tidak mengandung riba. 3) Tidak mengandung gharar. 4) Tidak mengandung dharar (mara bahaya).

Fans Gus Dur

Dan prinsip kelima,  Tidak ada pemerasan (? ?).

Demikianlah fiqih mengatur urusan antara pekerja dan perusahaan yang mensyaratkan adanya beberapa prinsip utama yang menghindarkan kedua belah pihak dari kerugian. Baik kerugian moril (kebebasan) maupun materiil (gaji dll).

Sesungguhnya bukanlah hal yang sulit menjalin hubungan yang baik antar pengusaha dan pekerja, karena pada dasarnya kelima prinsip fiqih muamalah di atas merupakan penerapan dari nilai-nilai kemanusiaan. Namun, mengatasi keterangan di atas adalah sebuah hadits riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

 ? ? ? : ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?

 Allah Ta’ala berfirman: tiga orang yang menjadi musuhku di hari kiamat nanti. Orang yang bersumpah atas nama-Ku kemudian berkhianat, orang yang menjual manusia merdeka kemudia ia memakan uangnya, dan orrang yang memperkerjakan buruh, lalu setelah buruh bekerja tidak diberikan upahnya. 

(red. Ulil H/ sumber: Hasil Bahtsul Masail LBM PBNU di Pesantren Pandanaran Juli 2013)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Nahdlatul, Humor Islam Fans Gus Dur

Kamis, 30 November 2017

Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-istri

Hubungan (senggama) suami-istri merupakan kenikmatan dunia yang menduduki posisi puncak tertinggi, atau klimaks. Menurut KH Syaroni Ahmadi, Kudus, kenikmatan dunia yang paling mendekati kenikmatan surga hanya satu, yaitu ketika seseorang sedang berhubungan suami-istri. Meskipun kenikmatan itu masih belum ada apa-apanya jika dibanding dengan kenikmatan surge, setidaknya hal itulah yang paling mendekat ke sana.

Dalam bersenggama, masing-masing pasangan diperbolehkan menyentuh atau bahkan memegang kelamin pasangan masing-masing tanpa ada perbedaan pendapat dari kalangan ulama.

Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-istri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-istri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Melihat Kelamin Pasangan saat Hubungan Suami-istri

Suami diperbolehkan melihat semua sudut tubuh istrinya selain farji (vagina) baik pada bagian luar atau dalam. Melihat vagina bagian dalam hukumnya sangat dimakruhkan. Tetapi jika ada satu kebutuhan, melihatnya tidak makruh.

Fans Gus Dur

?) ? (? ?) ? ? (?) ? (? ?) ? ? (?) ? ? ? ? ? (?) ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? ?

Fans Gus Dur

Artinya, “Bagian kedua yaitu melihatnya seorang suami pada tubuh istrinya dan tubuh budak perempuannya yang halal baginya untuk ia buat senang-senang, hukumnya boleh melihat kepada tubuh kedua orang tersebut saat mereka masih hidup, karena itulah tempat untuk bersenang-senang, selain farji (vagina) yang diperbolehkan bagi mereka. Jika melihat vagina hukumnya tidak boleh dengan prosentase 50-50. Melihat vagina itu hukumnya makruh jika tanpa ada keperluan. Sedangkan melihat bagian dalam vagina sangat dimakruhkan.

Sayyidah Aisyah RA berkata, ‘Aku tak pernah melihat punyanya Rasul dan ia juga tak pernah melihat punyaku,’ (farji),” (Lihat Muhammad bin Ahmad As-Syarbini, matan dari Hasyiyah Al-Bujairimi Alal Khatib, Darul Fikr, juz IV, halaman 103).

Melihat kemaluan istri, menurut sebagian ulama bisa menyebabkan kebutaan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits,

? ? ? ? ? ) ? ?

Artinya “Melihat kelamin seorang wanita itu bisa menyebabkan kebutaan.”

Ulama berbeda pendapat tentang buta yang dimaksud di sini, ada yang menyebut buta mata bagi si pelaku itu sendiri, ada yang mengatakan buta pada mata anaknya kelak. Ada pula yang menjelaskan bahwa buta yang dimaksud di hadits tersebut adalah buta mata hatinya.

Ibnu Hibban dan imam-imam yang lain menganggap bahwa kualitas hadis tersebut adalah dhaif. Bahkan Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini ke dalam kitabnya Al-Maudlu‘at yang berarti hadits ini adalah hadits maudlu‘. Begitu pula Ibnu Adiy, hadits yang sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnul Qatthan tersebut merupakan hadis munkar.

Ibnus Shalah mempunyai pandangan berbeda dengan ulama di atas. Ia menjelaskan bahwa hadits ini mempunyai level derajat hasan. Yang berarti bisa dipakai untuk tendensi.

Perlu diketahui, polemik perbedaan pendapat dalam memandang hadits di atas hanya berhenti pada masalah menyebabkan kebutaan atau tidaknya. Sedangkan masalah kemakruhan melihat vagina bagi suami tetap makruh jika tidak ada hajat (kebutuhan). (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Fragmen, Humor Islam, Anti Hoax Fans Gus Dur

Jumat, 24 November 2017

KH Nasaruddin Umar: Kiai Ali Mustafa Wafat Tersenyum

Jakarta, Fans Gus Dur

Kewafatan KH Ali Mustafa Ya’qub pada Kamis (28/4) pagi menyisakan duka mendalam. Bahkan, proses wafatnya yang tak disangka-sangka pun memberi kesan tersendiri bagi sebagian orang.

Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar yang bertakziah dan mengikuti prosesi shalat jenazah di masjid kompleks Pondok Pesantren Darussunnah Ciputat, Tangerang Selatan, mengatakan, kepergian Kiai Ali merupakan takdir yang sudah digariskan oleh Allah.

KH Nasaruddin Umar: Kiai Ali Mustafa Wafat Tersenyum (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nasaruddin Umar: Kiai Ali Mustafa Wafat Tersenyum (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nasaruddin Umar: Kiai Ali Mustafa Wafat Tersenyum

"Allah lebih merindukannya daripada kita," katanya sembari menceritakan bahwa mantan imam besar Masjid Istiqlal tersebut meninggal dunia dalam keadaan mulut seperti tersenyum.

Fans Gus Dur

Kiai Nasaruddin yang yang mantan wakil Menteri Agama menambahkan, Kementerian Agama akan memberikan imbauan kepada seluruh masjid Indonesia untuk mengadakan shala ghaib untuk Kiai Ali.

Pada pukul 10.45 WIB shalat jenazah pertama dilakukan dan KH Syukron Mamun bertindak sebagai imam. Para penakziah memadati komples pesantren asuhan Kiai Ali dan bergiliran melakukan shalat jenazah sebagai penghormatan terakhir kepada ulama yang dikenal pakar hadits ini. (Muchlison Rochmat/Mahbib)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Halaqoh Fans Gus Dur

Selasa, 21 November 2017

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca

Kemajuan tehnologi tidak serta merta mempermudah semua pekerjaan manusia. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dicapainya. Misalkan memahami realita, cinta, kasih sayang dan konsep kemanusiaan. Semua itu adalah di luar kemampuan tehnologi untuk membantu manusia. Begitu juga dengan kemampuan membaca, tehnologi secanggih apapun tidak akan bisa merubah manusia buta huruf menjadi melek huruf dalam hitungan tiba-tiba.Proses belajar  tidak akan bisa digantikan dengan tehnologi secanggih apapun. Manusia itu sendirilah yang harus berusaha. Dalam proses usaha inilah seringkali manusia lupa, bahwa apa yang dilakukannya masih dalam tatarab proses dan bukan tujuan akhir. Sehingga seringkali usaha itu berhenti sampai pada taraf proses saja.

Demikianlah yang terjadi di masyarakat kita. Pada awalnya penulisan al-Qur’an dengan tulisan latin seperti yang banyak dicetak dalam surat yasin merupakan usaha belajar membaca al-Qur’an. Tulisan latin itu pada awalnya memang diproyeksikan sebagai langkah awal membantu membaca al-Qur’an. akan tetapi sayangnya langkah ini berhenti begitu saja, karena banyak orang yang merasa cukup membaca al-Qur’an dengan tulisan latin, dan tidak mau berusaha meningkatkan usaha belajar membacanya dalam tulisan Arab.

Mengenai hal ini sebenarnya fiqih telah mewanti-wanti agar sedapat mungkin orang Islam belaja membaca langsung al-Qur’an dalam tulisan arabnya. Karena sesungguhnya berbagai aturan makhraj huruf itu terkandung dalam tulisan arab, bukan tulisan latin. Demikian keterangan dalam Hasyiyataa Qolyubi wa ‘amirah

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca

Ù�Ù�جÙ�ز Ù�تابتÙ� Ù�ا Ù�رائتÙ� بغÙ�ر اÙ�عربÙ�ة, Ù�Ù�Ù�ا Ø­Ù�Ù� اÙ�Ù�صحÙ� Ù�Ù� اÙ�Ù�س Ù�اÙ�حÙ�Ù�

Diperbolehkan menulis al-Qur’an dengan selain huruf Arab (latin semisal), namun tidak boleh membacanya dengan selain bahasa Arab. Dan demikian pula hukum menyentuhnya.

(Red/Pen. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Pesantren, AlaNu, Humor Islam Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Minggu, 19 November 2017

Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film

Jepara, Fans Gus Dur. Segenap keluarga besar Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU berbelasungkawa atas meninggalnya Alex Komang, Jum’at (13/2) malam. Pemilik nama asli Saifin Nuha bin KH Shohibul Munir Al Hamil ini adalah Wakil Ketua Pengurus Pusat Lesbumi.

Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film

Ketua Pengurus Pusat Lesbumi Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan, Alex Komang merupakan seorang seniman NU yang telah berhasil membawa nila-lilai kesantrian dalam karya-karyanya terutama di bidang perfilman. Ia berhasil meneruskan kiprah para pedahulu Lesbumi seperti Asrul Sani, Usmar Ismail dan Jamaludin Malik.

“Mas Alex adalah sosok seniman santri yang berhasil membawa nilai-nilai kesantrian dalam seni modern khususnya film dan teater,” katanya di rumah duka Jepara, Sabtu (14/2).

Fans Gus Dur

Menurut Zastrou, keberhasilan aktor kelahiran 17 September 1961 itu dibuktikan dengan kemampuannya menjaga nilai-nilai kesederhanaan dan kearifan dalam profesionalitas dunia artis.

Fans Gus Dur

“Sebagai artis senior yang sudah terkenal, dia mampu menjaga diri untu tidak tergerus dalam gemerlap dunia artis yang glamor dan tidak terjebak dalam nama besar yang bisa membuat orang berjarak dengan komunitas asalnyam,” tambahnya.

Alex Komang dimakamkan setelah shalat dzuhur di tanah kelahirannya, Desa Pecangaan, Kulon Jepara, Jawa Tengah, Sabtu 14 Februari.

Beberapa film baru yang dibintanginya antara lain Ca Bau Kan (2002), Laskar Pelangi (2008), Darah Garuda (2010), Surat Kecil untuk Tuhan (2011), 9 Summers 10 Autumns (2013), Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014), dan Gunung Emas Almayer (2014). Jauh sebelum itu, ia telah meraih penghargaan sebagai aktor terbaik dalam Festival Film Indonesia pada 1987. (A. Khorul Anam)

Foto: Alex Komang berbincang di ruang redaksi Fans Gus Dur. Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Humor Islam Fans Gus Dur

Kamis, 16 November 2017

Jangan Pilih Politisi yang Tak Mendukung Madrasah

Semarang, Fans Gus Dur?

Ketua DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Hakim, menyerukan supaya para pegiat madrasah dan pondok pesantren tidak memilih calon dari partai politik mana pun yang tidak mendukung madrasah. Menurutnya, para politisi yang tidak pro madrasah tidak layak jadi pemimpin.

Jangan Pilih Politisi yang Tak Mendukung Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Pilih Politisi yang Tak Mendukung Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Pilih Politisi yang Tak Mendukung Madrasah

”Saya mengimbau kepada para ustad, guru ngaji, serta pegiat madrasah dan pondok pesantren untuk tidak memilih pemimpin yang tidak dukung madrasah,” seru alumnus UIN Walisongo Semarang ini, saat orasi pada aksi damai tolak sekolah lima hari, di Jalan Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jateng, Jumat, (21/7).

Seperti diketahui, Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) menggelar aksi damai menuntut pencabutan Permendikbud No. 23 Tahun 2017. Permendikbud ini dinilai akan melemahkan Madrasah Diniyah. Pasalnya, Permen ini mengatur sekolah lima hari selama delapan jam.?

Sehingga, jika sekolah formal hingga jam empat sore, maka jam belajar di madrasah diniyah yang selama ini dijalankan sore hari tak bisa dilakukan. Karena itu, ribuan santri madrasah, para ustadz dan kiai pondok pesantren menggelar aksi. Aksi dilakukan dengan terpaksa karena tuntutan secara baik-baik tidak direspon pemerintah.

Fans Gus Dur





Santri akan Aksi ke Jakarta?

Fans Gus Dur

Lukman pada kesempatan itu juga mengajak kepada semua santri se-Jawa Tengah untuk siap jika harus turun aksi ke Jakarta. ”Jika tuntutan kita tidak diindahkan pemerintah, apakah saudara siap jika harus turun aksi ke Jakarta?” tanya Lukman sembari orasi di atas panggung.?

”Siaaaaapp.....,” jawab para santri dengan kompak.?

Dengan adanya ajakan itu, para santri sangat siap jika harus berjuang untuk turun aksi ke Jakarta.?

Usai orasi demi orasi untuk menyampaikan aspirasi dilakukan, peserta membubarkan diri dengan tertib. Pasukan semut aksi juga melakukan tugasnya dengan baik. Sehingga jalan pahlawan tampan bersih.?

Para satuan kemanan Banser dan Polri juga menjaga massa aksi dengan sangat baik. Sehingga aksi berjalan tertib dan aman. (Ceprudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam Fans Gus Dur

Senin, 06 November 2017

Bersama Habib Syech, Ribuan Warga Teriakkan "NU!"

Cirebon, Fans Gus Dur. Salah satu lirik shalawat yang  kerap dibawakan Habib Syech As-Segaf adalah Selawat Nahdliyin (NU). Dalam senandung yang sebagian menggunakan bahasa jawa tersebut, hampir di setiap ujungnya terucap kata “NU”.

Bersama Habib Syech, Ribuan Warga Teriakkan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Habib Syech, Ribuan Warga Teriakkan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Habib Syech, Ribuan Warga Teriakkan "NU!"

Siapa pun yang hanyut dalam untaian Selawat Nahdliyin akan bersemangat untuk mengikuti kata di setiap akhir baitnya. Hal seperti ini juga terdapat dalam acara “Cirebon Bershalawat”. Ribuan orang bersama-sama meneriakkan kata "NU" pada acara yang dihelat dalam rangka memperingati haul Sunan Gunung Jati di Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (23/11) malam, itu.

Berikut di antara penggalan lirik yang dilantunkan Habib Syech dan diteruskan penuh semangat oleh ribuan warga Cirebon.

Fans Gus Dur

“Tahun 26 lahire ...” 

Fans Gus Dur

“NU!” 

“Ijo-ijo benderane ... “

“NU!”

“Gambar jagat simbole ...”

“NU!”

“Bintang songo lambange...”

“NU!,” teriak warga Cirebon berulang kali.

Acara yang dihadiri Habib Luthfi Bin Yahya, Habib Muthohar, serta Menteri BUMN Dahlan Iskan, ini juga diramaikan ratusan bendera NU dan badan otonon lainnya, seperti GP Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat, Muslimat, hingga PMII.

“Jelas, kami merasakan aura lain yang menjadikan kami semakin mencintai NU. Insyaallah, ribuan masyarakat yang hadir pun merasakan hal yang sama,” ungkap Wahyono, Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon yang juga turut hadir di tengah lautan manusia.

Meskipun hujan besar mengguyur di sepanjang acara, para pengunjung tampak tetap antusias mengikuti acara gema selawat yang terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kota Cirebon dan Majelis Taklim An-Nadwah ini. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam Fans Gus Dur

Minggu, 05 November 2017

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai

Jakarta, Fans Gus Dur. Jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU menggelar rapat bersama untuk melihat perkembangan terkini terkait persiapan Munas dan Konbes NU 2014. Dalam rapat gabungan itu, mereka meminta laporan dari masing-masing penanggung jawab pembahasan dalam Munas pada pertengahan Juni mendatang.

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Munas dan Konbes NU 2014 Hampir Selesai

“Persiapan teknis semua sudah beres,” kata Ketua harian panitia Munas H Arvin Hakim Thoha dalam rapat persiapan Munas-Konbes di gedung PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (30/4) siang.

Sementara Ketua tim bahasan Tata Negara dan Ahlul Halli wal Aqdi H Abdul Mun’im DZ lebih menyoroti kode etik penyiaran agama dan penyelesaian konflik beragama.

Fans Gus Dur

Ketua tim bahasan organisasi H Imam Aziz melaporkan, draf sudah disusun. Sejumlah bagian masih ada yang perlu edit. Pertengahan Mei, menurut Imam, draf ini sudah bisa disebarkan ke pengurus wilayah NU di daerah.

Fans Gus Dur

“Isi draf organisasi lebih sesuai dengan harapan sesepuh NU dalam rapat pleno PBNU di Wonosobo. Misalnya terkait perubahan anggota NU di masa depan seperti apa dan restrukturisasi administrasi NU,” ujar Imam dalam rapat yang dipimpin Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Perihal bahasan Rekomendasi kepada pemerintah, Masduki Baidhowi selaku penanggung jawab tim menyatakan akan mematangkan sejumlah poin penting drafnya dengan mengadakan seminar bersama para pakar.

“Kita terutama menyoroti kebijakan ekonomi makro pemerintah RI pada 10 tahun terakhir yang yang bergeser dari kiblat ekonomi yang digariskan konstitusi UUD 1945,” kata Masduki.

Semua draf bahasan dalam Munas dan Konbes NU 2014 akan disebarkan pada pertengahan Mei. Dengan demikian, pengurus wilayah di daerah dapat mempelajari semua poin itu sebelum Munas di pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur.?

“Panitia harus siap-siap bekerja lebih keras lagi,” kata Kang Said sebelum rapat gabungan ditutup dengan doa oleh Pejabat Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Humor Islam, Syariah, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock