Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

Sleman, Fans Gus Dur 

Meramaikan kemah kebangsaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah, Satuan Khusus Nasional Banser Husada (Basada) bekerja sama dengan Yayasan Aji Tapak Sesontengan Global Indonesia (ATSGI) perwakilan Yogyakarta dan Magelang,  di areal Candi Prambanan, yang dimiliki dua provinsi, Yogyakarta dan Jawa Tengah, pada Sabtu (16/12).

Sejumlah kamituo (master) dan praktisi ATS dari Paguron Dharma Cakra, Yogyakarta dan Sapto Argo, Magelang dan Banser Husada akan meramaikan bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis bagi masyarakat dan wisatawan berkunjung di Candi Prambanan.

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Satsusnas Basada Dan ATSGI Gelar Penyembuhan Gratis di Prambanan

"Itu pelayanan tambahan dari kami bagi publik. Kita ingin menegaskan jika kami, pemuda-pemuda Indonesia, para pecinta budaya, tak lelah memberi manfaat," ujar Kepala Satuan Unit Khusus Husada Satkornas Banser Yunianto Wahyudi, di Prambanan, Jumat (15/12).

Bakti sosial tanpa dipungut biaya untuk menyembuhkan beragam penyakit seperti migrain, vertigo, sakit gigi, lemah jantung, asma dan berbagai penyakit medis itu akan digelar mulai pukul 08.30 WIB hingga 16.00 WIB.

Untuk diketahui, ATS merupakan warisan husada leluhur Nusantara. Cara bekerja metode ini tergolong cepat, menyembuhkan tanpa menyakiti, termasuk saat digunakan untuk menerapi kaki dan tangan terkilir.

Fans Gus Dur

Selain pelayan bakti sosial ATS, Satsusnas Basada juga menyediakan posko kesehatan bagi peserta kegiatan bertema "Pemuda Hebat Jaga Bumi" sehubungan akan dihadiri sekitar 20.000 peserta kegiatan.

"Kita ingin mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan dengan cermat, karena itu dalam rapat koordinasi panitia kami secara khusus meminta posko kesehatan," ujar Yunianto lagi.

Pada kegiatan bertujuan menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai ragam agama, budaya, etnis itu, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan membuka acara. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur PonPes, Santri, Tegal Fans Gus Dur

Minggu, 11 Februari 2018

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

Banda Aceh, Fans Gus Dur. Pemerintah Provinsi Aceh akan memperluas infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk memberikan kenyamanan bagi jamaah sekaligus menjadikan rumah ibadah tersebut sebagai ikon internasional.

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Baiturrahman Akan Jadi Ikon Internasional

"Pemerintah Aceh merencanakan perluasan infrastruktur Baiturrahman bernuansa Masjid Nabawi di Madinah. Salah satunya penambahan payung raksasa di pekarangan berukuran 15 dan 25 meter," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, di Banda Aceh, Rabu.

Hal tersebut disampaikan gubernur saat membuka Rakor pimpinan daerah se-Provinsi Aceh tentang pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh. 

Fans Gus Dur

"Harapan kita semoga keinginan itu mendapat dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat Aceh," katanya menambahkan.

Fans Gus Dur

Gubernur menyebutkan, untuk jangka pendek dan jangka panjang direncanakan penambahan infrastruktur Masjid Raya Baiturahman akan menghabiskan dana sebesar Rp1,1 trilliun.

Diharapkan dukungan dari para ulama dan cendikiawan Aceh bukan hanya dalam bentuk ide dan gagasan tapi juga terlibat aktif serta saling bahu membahu menyatukan gerak dalam pengelolaan dan pengembangan Masjid Raya Baiturrahman kearah yang lebih baik. 

Direncanakan, masjid kebanggaan Aceh tersebut akan dilengkapi dengan baseman untuk tempat wudhu dan area parkir, selain itu juga tempat minum di beberapa sudut strategis masjid.

Untuk jangka panjang direncanakan perluasan pekarangan masjid hingga ke bantaran sungai Aceh, lengkap dengan dermaga yang dapat mengantarkan para pengunjung langsung ke masjid raya dengan kapal yang telah disiapkan. 

Masjid Raya Baiturrahman siap dijadikan sebagai pusat pendidikan agama, dengan menyediakan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas, dan lokasinya di belakang masjid.

"Rencananya juga akan dibangun sebuah gedung untuk pertemuan yang dapat digunakan oleh para ulama dan acara pernikahan. Semoga keinginan ini dapat terwujud," kata Abdullah. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Daerah, Santri Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

IPNU-IPPNU Majalengka Fokus Bentuk Komisariat

Majalengka, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengarahkan para kader untuk tetap fokus kaderisasi dengan membentuk Komisariat Pesantren dan Sekolah.

Ketua IPPNU Majalengka Diana Nursyamsiah mengatakan, kaderisasi merupakan tugas utama yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU untuk keberlanjutan proses regenerasi di tubuh Nahdlatul Ulama.

IPNU-IPPNU Majalengka Fokus Bentuk Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Majalengka Fokus Bentuk Komisariat (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Majalengka Fokus Bentuk Komisariat

“Kami bersama dengan Banom (badan otonom NU) lain mempersiapkan kader muda NU ke depan agar berdaya dalam segala aspek,” katanya saat ditemui Fans Gus Dur di Pondok Pesantren Daarul Maarif Cikedung Maja, Majalengka, Jumat (10/10) siang.

Fans Gus Dur

Pihaknya telah merencanakan, di akhir bulan ini organisasi pelajar NU ini akan mengadakan musyawarah untuk membuat formulasi pengkaderan, mengagendakan Makesta secara bergilir ke lembaga-lembaga pendidikan sekaligus pembentukkan komisariat.

Hal senada diungkapan oleh Ilham Lahiyah. Sekretaris IPNU Majalengka ini mengungkapkan, kaderisasi merupakan pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan, mengingat IPNU-IPPNU saat ini stagnan.

Fans Gus Dur

“Mestinya IPNU-IPPNU bisa bekerja lebih massif dalam melakukan pengkaderan dibandingkan dengan organisasi pelajar lain di Majalengka,” katanya di Ponpes Raudlatul Mubtadiin Cisambeng Palasah.

Ilham berharap sebagai garda terdepan kaderisasi NU di Majalengka, para kader IPNU-IPPNU bisa menunjukkan kualitas terbaik. “Mudah-mudahan di kepengurusan kami agenda pengkaderannya bisa mengadakan Latihan Kader Utama. Sekolah-sekolah umum akan disentuh kembali untuk menarik minat mereka masuk IPNU-IPPNU,” ujarnya. (Aris Prayuda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri Fans Gus Dur

Senin, 05 Februari 2018

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional

Jombang, Fans Gus Dur. Seperti diberitakan sejumlah media, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa pembahasan gelar pahlawan nasional bagi mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah selesai di Dewan Gelar. Pengesahannya sebagai pahlawan nasional tinggal menunggu keputusan presiden atau Keppres.

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bangga Gus Dur Pahlawan Nasional

Akan ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal ini sebagai bukti bahwa kiprah para ulama dan kiai demikian diperhitungkan.

"Kami sangat bangga dengan akan ditetapkannya Gus Dur sebagai pahlawan nasional," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Rabu (11/11). Ketua PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur ini juga mengemukakan, bahwa sosok Gus Dur sebagai bagian tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia dengan segala kiprah yang didermakan.

Fans Gus Dur

"Rasanya sulit menemukan sosok seperti beliau," kata Ning Ema, sapaan akrabnya. Keberpihakan Gus Dur kepada kalangan tertindas, kepedulian terhadap ketimpangan adalah diantara jasa yang melekat dari cucu hadratus syaikh tersebut.

Fans Gus Dur

Belum lagi kiprahnya di NU. "Kalangan anak muda NU sangat berhutang kepada beliau," kata Pembina di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang tersebut. Karena bila membuka kembali lembaran sejarah terkait sepak terjang yang dilakukan saat awal menjadi Ketua Umum PBNU, maka sangat nyata sumbangsih yang telah diberikan.

"Dulu, NU dipandang sebelah mata oleh sebagian besar kalangan," kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jombang ini. ? Namun lewat sejumlah terobosan, lanjutnya, termasuk banyaknya tulisan Gus Dur yang membahas kiprah NU dan pesantren, maka perlahan tapi pasti banyak yang simpatik.

Tanggungjawab besar bagi generasi muda NU dan pesantren adalah mengisi kepercayaan yang telah disemai oleh Gus Dur dengan kiprah terbaik. "Tidak ada pilihan lain, kecuali menunjukkan prestasi seperti telah ditorehkan Gus Dur," kata cucu KH Abdul Wahab Chasbullah ini.

"Apa yang dilakukan Gus Dur dalam mengangkat citra pesantren dan NU demikian luar biasa," katanya. NU bisa seperti sekarang yakni disegani di banyak negara, adalah berkat kiprahnya yang tidak kenal lelah menyampaikan pandangan keislaman dan keindonesiaan yang membanggakan.

Gus Dur kini bukan semata milik keluarga atau bahkan partai politik tertentu. "Beliau adalah aset berharga NU, pesantren dan bangsa Indonesia," katanya. Karena itu, tambahnya, tugas berikutnya adalah menjaga khidmat yang telah diteladankan.

Menjadikan Gus Dur sebagai pahlawan nasional adalah pilihan tepat bagi negeri ini yang sadar dengan sumbangsih yang telah diberikan. "Semoga akan lahir Gus Dur baru dalam perjalanan NU, pesantren dan bangsa Indonesia," pungkas Ning Ema. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri Fans Gus Dur

Kamis, 18 Januari 2018

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Cirebon, Fans Gus Dur. Tak kurang dari seribu orang memadati posko pengobatan gratis yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Kamis, (13/9).  Pengobatan gratis ini merupakan hasil kerjasama antara LKNU (Lembaga Kesehatan NU), dan beberapa organisasi yang tergabung dalam Komunitas Tionghoa Ciayumajakuning Indonesia (KTCI).  

Panitia Ahmad Nahdi mengatakan bahwa acara pengobatan gratis merupakan bagian dari rangkaian Munas Alim Ulama Konbes NU yang akan dibuka besok. “Dan ini sekaligus sebagai sumbangsih NU dan berbagai komunitas yang merasa peduli terhadap kesehatan masyarakat,”  ujar Nahdi.

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis di Lima Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis di Lima Pesantren

Sebelumnya, acara yang sama juga digelar di empat pondok pesantren di wilayah III Cirebon, di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Pondok Pesantren Jatibarang Indramayu, Pondok Pesantren Buntet Cirebon, serta pondok pesantren Jagasatru Kota Cirebon.

Fans Gus Dur

“Jika dikalkulasikan selama rangkaian pengobatan gratis ini digelar, pengobatan gratis yang digelar dalam rangka menyambut munas alim ulama dan konbes NU ini melibatkan sekitar tiga ribu peserta. Pembagiannya sesuai dengan pendaftaran yang diperoleh masing-masing titik tempat pelaksanannya,” jelas dr. Sutara, Ketua Panitia Lokal Bidang Kesehatan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012.

Fans Gus Dur

Dalam proses pelaksanaannya, pengobatan gratis ini juga melakukan jejaring dengan berbagai rumah sakit rujukan, seperti RS. Sumber Waras Ciwaringin Cirebon dan RSUD Arjawinangun Cirebon untuk menghadapi kemungkinan terdapatnya peserta yang memiliki penanganan kesehatan yang lebih serius.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Sobih Adnan



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Pondok Pesantren Fans Gus Dur

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Jakarta, Fans Gus Dur. Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin menyatakan bahwa perlu adanya batasan yang jelas perihal “radikal”. Kalau tidak ada ketentuan, pemblokiran terhadap situs-situs agama yang dianggap menyebarkan paham radikalisme tidak menutup kemungkinan akan menyasar pada situs institusi pendidikan Islam yang sama sekali aman dari radikalisme.

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag RI: Pemblokiran Situs Radikal Jangan Salah Sasar

Demikian komentar Menteri Agama RI menanggapi pemblokiran situs-situs radikal atas nama agama oleh Kemenkominfo atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui akun twitternya.

H Lukman menyayangkan pemblokiran situs tanpa kejelasan batas “radikal” baik dari Kemenkominfo juga BNPT.

Fans Gus Dur

“Penjelasan resmi dari BNPT itu diperlukan agar masyarakat mengetahui definisi dan batasan "radikal" itu seperti apa,” kata Lukman dalam akun twitternya.

Fans Gus Dur

Ia juga menyatakan bahwa pihak Kemenag RI tidak terlibat sama sekali dalam proses pemblokiran situs-situs tersebut.

Di lain kesempatan, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo menyatakan keberatan atas pemblokiran situs itu. Menurut Tjahjo, pendekatan pemerintah mesti berhati-hati dalam menangani penyebaran paham terorisme. Sementara untuk situs porno, Tjahjo menyatakan sepakat untuk menutup.

Menurut Tjahjo demikian rilis yang dikeluarkan Bidang Pemberitaan dan Media Visual DPD RI, pola deradikalisasi bisa dilakukan melalui sosialisasi dan komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan atau persyarikatan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

"ISIS memang mengkhawatirkan, tapi kita jangan terjebak istilah IS. Sedang dicari pola penanganannya agar jangan masuk ke generasi muda," kata Tjahjo dalam rapat kerja Komite I DPD RI dengan Kemdagri yang membahas program strategis kementerian di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/4). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nusantara, Santri, Pendidikan Fans Gus Dur

Selasa, 16 Januari 2018

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Al-Qur’an merupakan kitab petunjuk bagi seluruh umat manusia; menjadi penjelas (bayyinat) sekaligus menjadi pembeda (furqan) antara yang baik dan yang buruk. Petunjuk yang dijelaskan dalam Al-Qur’an meliputi hukum perkawinan, hukum waris, dan lain sebagainya. Hukum yang diterangkan secara umum dan garis-garis besarnya ada yang diperinci dan dijelaskan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, dan ada yang diserahkan pada kaum muslim sendiri melalui proses yang disebut dengan ijtihad.

Dalam rangka memposisikan Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk tentu perlu adanya upaya penggalian dan pemahaman dengan metode-metode tertentu terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang kemudian menghasilkan sebuah penafsiran sebagai upaya untuk melakukan dialog antara Al-Qur’an dan ragam problematika zaman yang dinamis dengan membongkar makna terdalam atau pesan tersirat yang terkandung di dalamnya.

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya Awal Menjaga Orisinalitas Tafsir Bil Ma’tsur

Dalam peta keilmuan Islam, ilmu tafsir adalah ilmu yang tergolong belum matang, sehingga selalu terbuka untuk dikembangkan dengan berbagai metode, manhaj dan karakteristiknya, yang secara garis besar terbagi menjadi tafsir bil-matsur dan tafsir bir-rayi. Tafsir bil-ma’tsur diartikan sebagai tafsir yang dilakukan dengan jalan riwayat, yakni penafsiran yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, riwayat shahabat dan tabi’in, sedangkan tafsir bir-ra’yi didefinisikan sebagai upaya menyingkap isi kandungan Al-Qur’an dengan ijtihad yang dilakukan dengan mengapresiasi eksistensi akal.

Fans Gus Dur

Tafsir bir-ra’yi sebagai hasil penggalian, pemahaman, pemikiran, interpretasi dan komentar, tentunya mengandung kebenaran yang sifatnya relatif. Tafsir bir-ra’yi tidaklah mutlak atau absolut kebenarannya. Setiap hasil penafsiran tetaplah nisbi, oleh sebab itu, setiap penafsiran mempunyai potensi untuk mengalami kekeliruan. Tidak ada hasil penafsiran yang kebenarannya bersifat mutlak. Hal ini memberi arti, bahwa setiap hasil penafsiran dimungkinkan untuk dikritik.

Fans Gus Dur

Karena relativitas hasil penafsiran, maka jika ditelusuri terdapat kemungkinan adanya kekeliruan-kekeliruan dalam tafsir bi ar-ra’yi. Kekeliruan tersebut bisa jadi disebabkan karena mufassir tidak/kurang menguasai kaidah-kaidah serta ilmu-ilmu yang dijadikan persyaratan sebagai seorang mufassir, seperti bahasa Arab, asbabun-nuzul, nasikh wal mansukh, ilmu hadits, ilmu fiqih dan ilmu-ilmu lain yang menjadi syarat keabsahan sebuah penafsiran.

Selain itu kemungkinan kesalahan juga bisa muncul dari tafsir bil-ma’tsur jika sumber-sumber yang dijadikan rujukan oleh mufassir kurang bisa dipertanggungjawabkan kesahihannya sehingga menghasilkan sebuah penafsiran yang melenceng, yang pada klimaksnya menghasilkan ad-dakhil fit-tafsir yaitu penafsiran Al-Qur’an yang tidak memiliki sumber jelas dalam Islam; baik itu tafsir menggunakan riwayat-riwayat hadits lemah dan palsu, ataupun menafsirkannya dengan teori-teori sesat sang penafsir karena sebab lalai ataupun disengaja. Kesalahan tersebut menjalar di beberapa kitab tafsir ketika para mufassir kurang jeli meriwayatkan hadits. Ketika mereka meriwayatkan hadits tanpa mencantumkan para perawinya, kecuali rawi a`la (perawi yang menerima langsung dari Nabi SAW), bercampur-baurlah antara riwayat shahih, dhaif, dan ad-dakhil dalam kitab tafsir.

Sebagai jawaban akan problematika kerancauan kualitas hadits dalam tafsir bi al ma’tsur, tentu diperlukan sebuah upaya untuk menganalisis, membedakan dan mengelompokkan hadits-hadits shahih, dari riwayat yang kurang bisa dipertanggungjawabkan dalam tafsir bil ma’tsur, Di sinilah urgensi buku Majma’ al-Bahrain fi Ahadits al-Tafsir min Shahihain yang ditulis oleh Kiai Muda NU, Dr. KH. Afifuddin Dimyathi, Lc. MA.

Buku ini–sebagaimana yang dituturkan penulis dalam kata pengantar–sebenarnya bukan dalam rangka menjawab problem kerancauan kualitas hadits bahkan al-dakhil fit tafsir bil ma’tsur, akan tetapi upaya penulis dalam mengumpulkan hadits-hadits yang termaktub dalam kitab Shahihain hanya untuk membantu dan mempermudah para pemerhati dan pengaji Al-Qur’an dalam merujuk hadits-hadits tentang tafsir ayat Al-Qur’an. Walaupun penulisan buku ini bukan dalam rangka menjawab problem di atas, namun upaya penulis untuk mengumpulkan hadits-hadits dari kitab shahihain dalam sebuah buku tersendiri dapat dikategorikan sebagai langkah awal dalam menjaga orisinalitas tafsir bil ma’tsur dari masuknya riwayat-riwayat bermasalah dan penyelewengan penafsiran.

Sebelum memaparkan kumpulan hadits shahih, penulis lebih dulu memberikan pengantar dan penjelasan tentang hujjah penafsiran Nabi (baca: tafsir bil ma’tsur) serta ruang lingkup hadits nabi dalam sebuah penafsiran, baru kemudian memaparkan hadits-hadits yang berkaitan dengan tafsir atau yang berkaitan dengan ayat Al-Qur’an tanpa mencantumkan para perawinya kecuali rawi a`la.

Selain mengumpulkan hadits-hadits tentang tafsir ayat, penulis juga memasukkan hadits-hadits yang berkenaan dengan asbabun-nuzul (latar belakang turunnya ayat) dan keistemewaan sebuah surah, namun sayang penulis tidak memberikan syarhul hadits (penjelasan hadits) walau sekadar mufradat yang gharib (kosa kata yang asing). Di akhir tulisannya, Gus Afif–demikian panggilan akrab beliau–memaparkan secara singkat metodologi sumber primer buku yang ditulisnya yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Walhasil, buku ini sangat layak untuk dibaca, baik santri, akademisi bahkan kalangan awam sekalipun, serta sebagai koleksi perpustakaan. Akhiran, selamat membaca dan masuk dalam bahtera samudra ilmu tafsir dan hadits.

Wa Allahu A’lam bi al-Shawab

Referensi Resensi:

Jalaluddin al-Sayuthi, al-Itqan fi Ulum Al-Qur’an (Beirut : Dar al-Fikr, 1951) Vol II

Jamal Musthofa Abdul Hamid, Ushul ad-Dakhil fi at-Tafsir Ayyit Tanzil, (Kairo: Jami’ah Azhar, 2001).

Muhammad Ali al-Shabuni, al-Tibyan Fi Ulum al-Qur’an, (Beirut : Dar al-Kutub Al-islamiyyah, 2003).

Muhammad Husein az-Dzahabi, al-Tafsir wal Mufassirun, (T.Tp : Maktabah Mus’ab bi Umair, 2004) Vol I

Data Buku

Judul? ? ? ? ? ? ? : Majmaal Bahrain fi ahadits tafsir min al-shahihain

Penulis? ? ? : Dr. Muhammad Afifuddin Dimyati, Lc. MA.

Penerbit? ? : Maktabah Lisan Araby, Sidoarjo

Tahun? ? ? ? ? ? : 2016

Halaman : 257

ISBN ? ? ? ? ? ? ? : 978-602-74486 1-2

Peresensi: Umar AH, penikmat buku; alumni Pondok Pesantren al-Maruf Grobogan dan UIN Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Anti Hoax, Tegal, Santri Fans Gus Dur

Rabu, 20 Desember 2017

Tangkal Radikalisasi dan NII dengan Revitalisasi Nilai dan Tradisi NU

Purbalingga, Fans Gus Dur. Gerakan Pemuda Ansor sebagai badan otonom NU menjadi ujung tombak dalam mengawal ajaran Ahlussunah wal Jamaah an Nahdiyah.

Demikian dikatakan oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Kemangkon Kab. Purbalingga Torik Jahidin dalam sambutannya ketika membuka acara Majelis Dzikir dan Sholawat Rijaalul Ansor PAC GP Ansor Kec. Kemangkon di masjid Baiturochim desa Kemangkon Kab. Purbalingga Rabu malam, 11 Mei 2011.

Tangkal Radikalisasi dan NII dengan Revitalisasi Nilai dan Tradisi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisasi dan NII dengan Revitalisasi Nilai dan Tradisi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisasi dan NII dengan Revitalisasi Nilai dan Tradisi NU

Kegiatan yang dilaksanakan rutin setiap malam Rabu malam Kliwon ini bertujuan untuk memperkokoh aqidah Aswaja bagi generasi muda NU didalam menangkal berkembangnya aliran-aliran islam garis keras yang menurut mereka juga mengaku sebagai aliran aswaja tetapi pada prakteknya menyimpang jauh dari ajaran Aswaja.

Fans Gus Dur

Lebih-lebih maraknya pemberitaan tentang pembentukan Negara Islam Indonesia (NII). Ansor jelas menolak pembentukan negara dalam negara. Konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia itua adalah harga mati yang harus tetap dipertahankan walau dengan taruhan nyawa sekalipun.

Acara ini juga dihadiri oleh Ulil Archam  Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purbalingga. Ulil menegaskan bahwa Ansor sangat konsen terhadap eksistensi ajaran Ahlussunah wal jamaah an Nahdiyah.

Fans Gus Dur

Untuk itu GP Ansor mengadakan kegiatan-kegiatan seperti Majlis Dzikir dan Sholawat yang namanya sama dari tingkat pusat sampai ke tingkat ranting yaitu Rijaalul Ansor. Kegiatan berupa mujahadah, pembacaan Maulid Nabi baik itu dibaan, perjanjenan, simtudduroran ataupun kegiatan lainya.

Ini semua bertujuan untuk menggiatkan kembali kultur NU yang dulu sangat marak dan juga berfungsi sekali sebagai media dakwah islam. Dengan kegiatan ini pastinya gerakan-gerakan radikalisasi Islam dan juga wacana pendirian NII tidak akan mudah masuk dalam lingkungan NU. dan juga NU akan tetap eksis kedepannya.

Lebih lanjut dikatakan Ulil Archam di Purbalingga telah terbentuk Majelis Dzikir dan Sholawat di 12 Kecamatan se Purbalingga, dan akan terus dibentuk sampai tingkat ranting.

Selain diisi dengan acara pembacaan Maulid Nabi, kegiatan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kec. Kemangkon juga di isi mauidzoh hasanah oleh Kiai Baedowi.

Dalam ceramahnya Kiai Baedowi menegaskan “Kita tidak boleh ragu sedikitpun terhadap ajaran-ajaran yang telah disampaikan oleh Kiai-kiai NU, guru-guru kita, karena yakinlah bahwa ilmu – ilmu yang telah diberikan oleh para ulama-ulama kita sanadnya sampai pada baginda Nabi Muhammad SAW,” katanya. 

Untuk itu jika ada sekelompok orang yang berceramah dari masjid ke masjid yang isinya mengharamkan tahlilan, sholawatan, ziarah kubur nda usah di urusin. Karena mereka memang akan merusak ajaran-ajaran yang telah dilaksanakan dari dulu.

“Melalui dzikir dan sholawat ini pasti Allah akan mencukupi kebutuhan dunianya dan juga akhiratnya. tetaplah istiqomah dalam menjalankan ajaran-ajaran Aswaja,” demikian sebagai penutup ceramahnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Torik Jahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri Fans Gus Dur

Senin, 18 Desember 2017

Ketika Syntia Berjilbab

Oleh A. Khoirul Anam

Guru besar kita ini mengaku terkejut ketika Syntia, karyawati bank swasta bersuara cantik yang menghubunginya lewat telepon itu ternyata berjilbab. Syntia bekerja di bank internasional swasta yang beraliran liberal, bukan bank syariah. Yang membuat sang guru besar terkejut sebenarnya bukan karena Syntia berjilbab, tapi karena nama "Syntia" itu. "Kalau nama Anda Nur Hasanah atau sejenisnya mungkin saya maklum," katanya.

Sang guru besar melanjutkan cerita, masih soal perempuan yang menghubunginya lewat telepon. Namanya Tiara. Ia bekerja sebagai guest booker di salah satu media nasional. Ketika sang guru besar hadir memenuhi undangan sebagai narasumber, Tiara menyambutnya di loby gedung. Ternyata Tiara juga berjilbab.

Ketika Syntia Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Syntia Berjilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Syntia Berjilbab

Tiara bekerja di media nasional yang oleh sebagaian orang diidentikkan dengan medianya orang Katholik. Tahun 1980-an beberapa karyawan media ini mengundurkan diri karena tuntutan mereka untuk disediakan musholla di kantor tidak dikabulkan. Sekarang, bukan hanya setiap lantai kantor menyediakan tempat shalat, tapi banyak sekali wartawan dan karyawan kantornya yang lalu lalang mengenakan jilbab.

Masih soal jilbab. Orang Barat mengidentikkan jilbab sebagai urusan domestifikasi. Dengan jilbab itu perempuan dikungkung di rumah. Mungkin orang Barat melihat Saudi Arabia atau sebagian negara muslim di Timur Tengah. Tapi di Indonesia, perempuan-perempuan berjilbab mengambil banyak peran di ranah publik.?

Fans Gus Dur

Banyak sekali perempuan Arab yang segera melepas jilbab dan berbagai penutup tubuh mereka yang membuat gerah ketika mereka berada di mobil, di pesawat, di tempat wisata, bepergian keluar daerah atau tempat lain yang sudah tidak menerapkan peraturan wajib jilbab. Di Indonesia, perempuan tetap memakai jilbab dimana pun, bahkan ketika pergi ke pasar, mall, ke Hongkong atau ke New York. Jilbab dikenakan kapan pun selama berada di tempat umum. Jilbab adalah ekspresi keislaman perempuan Indonesia, itu saja.

Tentu saja sang guru besar tidak sedang ingin membicarakan jilbab saja, tapi lebih luas soal gaya hidup Islami yang sekarang ini dipertontokan para profesional muslim di Indonesia. Bukan saja soal busana, kata "assalamualaikum" atau "alhamdulillah" dan istilah-istilah Islami lainnya juga beredar di tempat-tempat umum dan di media sosial.

Para pakar kependudukan saat ini sedang ramai membicarakan soal bonus demografi, yakni besarnya penduduk Indonesia yang berusia produktif. Ini berbeda dengan Jepang misalnya yang penduduk berusia lanjutnya besar sekali. Nah sang guru besar kita ini lebih fokus membicarakan bonus demografi muslim. Keberhasilan dakwah para penyebar Islam di Indonesia telah menyebabkan mayoritas penduduk beragama Islam, bahkan terbesar dibandingkan dengan jumlah warga muslim di berbagai negara.?

Fans Gus Dur

Setelah Indonesia mengalami bonus demografi, umat Islamlah sebenarnya yang mengalami bonus itu. 85 persen warga Indonesia beragama Islam dan sebagian besar sudah mengalami mobilitas sosial yang luar biasa terutama melalui jalur pendidikan, baik lewat jalur Kemendikbud atau Kemenag. Kata sang guru besar, persebaran para profesional muslim di berbagai pos penting dan berbagai bidang keahlian itu tidak bisa dihalangi oleh siapapun.

Jadi, apakah yang membuat Anda risau jadi warga muslim Indonesia, lalu membuat ribut-ribut?

Penulis adalah Dosen UNU Indonesia (Unusia) Jakarta, Kandidat Doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Tokoh Fans Gus Dur

Minggu, 17 Desember 2017

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme

Jakarta, Fans Gus Dur



Negara-negara yang turut serta dalam KTT ASEAN 2016 di Laos mengapresiasi cara Indonesia dalam menangani kasus terorisme yang menimpa.

Presiden Joko Widodo di Vientiane, Laos, Kamis, menanggapi respons positif yang diberikan negara-negara anggota ASEAN terkait penanganan terorisme di Indonesia.?

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

ASEAN Apresiasi Pendekatan Lunak untuk Atasi Terorisme

Dalam forum tersebut, Jokowi memang sempat mempertanyakan efektivitas penanganan terorisme dengan hanya mengandalkan kekuatan militer semata.

"Berbeda penanganannya di negara yang lain, yang banyak dilakukan dengan penegakan hukum, diburu dengan kekerasan. Kita ini punya pendekatan lunak, dengan cara pendekatan agama, dengan cara pendekatan budaya, itu yang kita sampaikan," katanya.

Fans Gus Dur

Meski demikian, dia memastikan bahwa pemerintah tetap akan melakukan penegakan hukum bila memang pendekatan-pendekatan lunak tidak membuat jera para pelaku terorisme.

Sebab, menurut dia, Indonesia sejatinya menerapkan kombinasi antara pendekatan keras dengan pendekatan lunak.?

Walaupun yang disebut terakhir itu merupakan prioritas pemerintah saat ini.

"Tapi dari proses yang mereka lihat di Indonesia, memang mereka lihat lebih memberikan hasil. Paling tidak, tidak memproduksi teroris semakin banyak. Mereka yang mengatakan itu sendiri," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Halaqoh, Santri, Pahlawan Fans Gus Dur

Gus Tutut: Jaga Perbatasan Bagian dari Jihad

Batam, Fans Gus Dur

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) mengatakan, bagi Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna, menjaga perbatasan adalah bagian dari jihad membela NKRI sebagaimana dicontohkan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asy’ari saat mengeluarkan “Resolusi Jihad” membela tanah air pada tahun 1945.

Gus Tutut: Jaga Perbatasan Bagian dari Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut: Jaga Perbatasan Bagian dari Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut: Jaga Perbatasan Bagian dari Jihad

“Kader GP Ansor yang berada di daerah perbatasan adalah orang pertama yang berinteraksi dengan negara lain. Karena itu setiap kader GP Ansor harus mampu menjadi role model wajah Islam Indonesia yang ramah, santun, dan memberi rahmat ke seluruh alam,” pesan Gus Tutut saat menjadi inspektur pada upacara peringatan HUT Ke-71 RI di Pulau Putri, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (17/8) pagi.

Pada kesempatan tersebut, putra KH Cholil Bisri itu menyampaikan, upacara di pulau terluar ini adalah bagian dari komitmen GP Ansor untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia.

Fans Gus Dur

Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia dengan panjang garis pantai 54.716 kilometer. Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan 92 pulau di antaranya adalah pulau terluar yang berbatasan dengan negara lain.

Fans Gus Dur

Provinsi Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pulau terbanyak yang berbatasan dengan negara lain, di antaranya kepulauan Natuna, Bintan, dan lainnya.

“Letak geografis Indonesia yang strategis ditambah kekayaan alam yang melimpah sangat mudah memancing negara lain untuk menggangu dan mengintervensi NKRI, karenanya GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan berbasis keagamaan terbesar di Indonesia sekali lagi berdiri paling depan untuk menjaga setiap jengkal tanah, laut, dan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Gus Tutut yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

GP Ansor dan Banser, kata Gus Tutut, juga berkomitmen mendampingi masyarakat di perbatasan agar merasa terlindungi dari berbagai anasir-anasir jahat yang berusaha merongrong kedaulatan NKRI, terutama terkait radikalisme, terorisme, dan narkoba.

“GP Ansor berharap kehadiran kader-kader Ansor dan Banser di daerah perbatasan memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan sehingga meningkatkan kecintaan mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Selain Gus Tutut, hadir pula dalam upacara yang diikuti oleh sekitar 350 anggota Banser itu Kepala Satkornas Banser H Alfa Isneini, Kepala Densus 99 Asmaul Husna H Zaman Nurzaman, serta beberapa anggota Satkorwil Banser Riau. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Nahdlatul, Kajian Islam Fans Gus Dur

Senin, 27 November 2017

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Pasuruan, Fans Gus Dur

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan memebentuk Densus Antinarkoba seiring dengan peringatan hari lahir ke-93 NU. Unit ini dibentuk atas dasar keprihatinan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Densus Antinarkoba yang dipimpin Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin dideklarasikan PCNU Kota Pasuruan, akhir pekan kemarin (24/4), bersama mitra strategisnya yang sebelumnya menandatangani nota kesepahaman tentang komitmen pemberantasan narkoba di Kota Pasuruan, yakni Polresta Pasuruan dan Forum Komunikasi Biker Pasuruan (FKBP).

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Anak Muda, NU Pasuruan Deklarasikan Densus Antinarkoba

Waladi mengatakan bahwa Densus Antinarkoba adalah lembaga taktis NU yang di dalamnya terdiri dari aktivis NU, elemen organisasi anak muda, pemerintah, dan kepolisian untuk bersama-sama melakukan perang melawan narkoba.

Fans Gus Dur

"Kita membaca grafik peningkatan pengguna narkoba yang tiap tahunnya sangat mengkhawatirkan dan membahayakan dengan korbannya adalah anak muda. Ini harus dilakukan gerakan bersama untuk perang melawan narkoba dan mewujudkan zero narkoba di Kota Pasuruan. Untuk itu NU perlu merangkul komunitas anak muda sebagai mitra strategis," ucap Waladi.

Bahrul Ulum, sekretaris daerah Kota Pasuruan, atas nama Pemerintah Kota Pasuruan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerakan PCNU Kota Pasuruan yang mampu merangkul anak muda untuk bersama-sama memerangi narkoba.

Fans Gus Dur

"NU adalah organisasi pertama di Kota Pasuruan yang secara resmi mendeklarasikan perang melawan narkoba dan Pemerintah Kota Pasuruan siap bekerja sama," ujarnya di sela acara deklarasi yang digelar di Aula Lantai II Gedung PCNU Kota Pasuruan.

Acara tersebut dirangkai dengan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada komunitas anak muda. Beberapa narasumber yang hadir Kasat Reskoba Polresta Pasuruan AKP Marlon Logo Tadu dan anggota komisi D DPRD Propinsi Jatim H. Muzammil Syafii. Forum disesaki ratusan pelajar, mahasiswa, dan anggota Forum Komunikasi Bikers Pasuruan (FKBP), organisasi komunitas anak muda pecinta motor di Pasuruan.

KH Muhammad Nailur Rohman atas nama Pengurus Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan dan Ketua Panitia Harlah Ke-93 NU mendorong agar NU menjadi motor pemberantasan narkoba dan bergerak merangkul komunitas anak muda.

"Harlah NU tidak boleh hanya dilakukan secara seremonial saja, tapi harus dilakukan dalam bentuk gerakan untuk kemaslahatan umat. Dan Harlah NU ke-93 ini kita jadikan mementum untuk melakukan gerakan perang melawan narkoba," kata pria yang akrab disapa Gus Amak ini. (Hanan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Santri Fans Gus Dur

Sabtu, 25 November 2017

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Rembang, Fans Gus Dur. Modus pencucian uang hasil korupsi di Indonesia semakin beragam, mulai digunakan untuk membeli mobil mewah, rumah milyaran rupiah hingga poligami.

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Poligami Menjadi Modus Pencucian Uang

Hal itu disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri, Jumat pagi (20/12), di hadapan jamaah pengajian rutin setiap Jumat, di aula Pondok Pesantren Raudhotut Tholibien Leteh Rembang.

Gus Mus mengatakan, para koruptor sekarang tidak pernah menyimpan uang di rumah, pasalnya modus seperti itu, sudah banyak diketahui oleh penyidik anti korupsi.

Fans Gus Dur

“Para pelaku korupsi kebanyakan menggunakan uang hasil korupsi untuk membeli mobil, rumah hingga diatasnamakan istri mereka yang jumlahnya lebih dari satu,” kata Gus Mus.

Namun penyidik anti korupsi, lanjut Gus Mus, semakin jeli, sehingga modus seperti itu dapat terdeteksi dan tertangkap.

Fans Gus Dur

Lebih jauh Gus mus menambahkan, tak jarang para koruptor mengalihkan harta benda hasil korupsi mereka atas nama, sopir, pembantu dan orang lain, supaya tidak terendus petugas.

Kiai sastrawan itu  berpesan, sebagai orang muslim, banyaklah bersyukur, dan amanah sehingga selamat dunia dan akhirat. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Bahtsul Masail, AlaNu, Santri Fans Gus Dur

Minggu, 19 November 2017

Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film

Jepara, Fans Gus Dur. Segenap keluarga besar Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU berbelasungkawa atas meninggalnya Alex Komang, Jum’at (13/2) malam. Pemilik nama asli Saifin Nuha bin KH Shohibul Munir Al Hamil ini adalah Wakil Ketua Pengurus Pusat Lesbumi.

Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Alex Komang Berhasil Bawakan Nilai Kesantrian dalam Film

Ketua Pengurus Pusat Lesbumi Ngatawi Al-Zastrouw mengatakan, Alex Komang merupakan seorang seniman NU yang telah berhasil membawa nila-lilai kesantrian dalam karya-karyanya terutama di bidang perfilman. Ia berhasil meneruskan kiprah para pedahulu Lesbumi seperti Asrul Sani, Usmar Ismail dan Jamaludin Malik.

“Mas Alex adalah sosok seniman santri yang berhasil membawa nilai-nilai kesantrian dalam seni modern khususnya film dan teater,” katanya di rumah duka Jepara, Sabtu (14/2).

Fans Gus Dur

Menurut Zastrou, keberhasilan aktor kelahiran 17 September 1961 itu dibuktikan dengan kemampuannya menjaga nilai-nilai kesederhanaan dan kearifan dalam profesionalitas dunia artis.

Fans Gus Dur

“Sebagai artis senior yang sudah terkenal, dia mampu menjaga diri untu tidak tergerus dalam gemerlap dunia artis yang glamor dan tidak terjebak dalam nama besar yang bisa membuat orang berjarak dengan komunitas asalnyam,” tambahnya.

Alex Komang dimakamkan setelah shalat dzuhur di tanah kelahirannya, Desa Pecangaan, Kulon Jepara, Jawa Tengah, Sabtu 14 Februari.

Beberapa film baru yang dibintanginya antara lain Ca Bau Kan (2002), Laskar Pelangi (2008), Darah Garuda (2010), Surat Kecil untuk Tuhan (2011), 9 Summers 10 Autumns (2013), Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014), dan Gunung Emas Almayer (2014). Jauh sebelum itu, ia telah meraih penghargaan sebagai aktor terbaik dalam Festival Film Indonesia pada 1987. (A. Khorul Anam)

Foto: Alex Komang berbincang di ruang redaksi Fans Gus Dur. Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Humor Islam Fans Gus Dur

Rabu, 08 November 2017

Kepada Investor, Menaker Tekankan Pengembangan SDM

Jakarta, Fans Gus Dur. Pemerintah mengajak investor asing tak hanya berinvestasi pada sektor industri, namun juga di sektor pengembangan sumber daya manusia (SDM). Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat menerima kunjungan perwakilan US-ASEAN Business Council’s 2017 di Kantor Kemnaker, Kamis, (3/8).

“Kami mengapresiasi kepada investor asing yang telah berinvestasi di sektor industri. Namun investasi sektor SDM juga sangat penting untuk meningkatkan kompetensi pekerja Indonesia,” ujar Menteri Hanif.

“Bagi perusahaan asing yang telah memiliki vocational training, hendaknya juga bisa diakses publik secara lebih luas,” lanjutnya.

Kepada Investor, Menaker Tekankan Pengembangan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepada Investor, Menaker Tekankan Pengembangan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepada Investor, Menaker Tekankan Pengembangan SDM

Menurut Wakil Ketua Lakpesdam PBNU ini, Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan meningkatkan kompetensi pekerja. Tenaga kerja yang terampil menjadi syarat Indonesia sukses memanfaatkan bonus demografi antara tahun 2025-2030.?

Merujuk riset ? McKinsey Global Institute, Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030 dengan kebutuhan 113 juta tenaga kerja terampil. Padahal, Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada tahun 2015 Indonesia baru memiliki 56 juta tenaga kerja terampil. Dengan demikian, hingga tahun 2030, tiap tahun dibutuhkan 3.7 juta tenaga terampil baru.?

Ditambahan Menaker, keberadaan tenaga kerja terampil tak hanya menguntungkan ketenagakerjaan nasional, namun juga memudahkan investor asing mendapatkan tenaga kerja yang kompten, sesuai standar produksi yang dibutuhkan investor asing.?

Fans Gus Dur

?

Fans Gus Dur

Untuk mendorong kontribusi investor asing berinvestasi di sektor SDM, Menteri Hanif mengaku sudah membicarakanhal ini dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani, agar ada insentif bagi perusahaan yang membuka pelatihan vokasi.

Tantangan peningkatan kompetensi pekerja tak hanya dihadapi Indonesia. Seluruh negara, terutama negara berkembang juga perkembangan teknologi digital yang akrab disebut Industri 4.0, atau revolusi industri ke-4. Perkembangan teknologi digital dan otomatisasi mesin industri ? berpengaruh terhadap karakter dunia kerja. Teknologi banyak menghilangkan jenis pekerjaan, namun pada saat yang sama, teknologi digital juga menghadirkan jenis pekerjaan baru. Peningkatan skill pekerja menjadi salah satu kata kunci untuk menghadapinya. ? (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ubudiyah, Anti Hoax, Santri Fans Gus Dur

Kamis, 02 November 2017

Raker Perdana, PP LAZISNU Gerakkan Program Berbasis IT

Jakarta, Fans Gus Dur. Pengurus Pusat Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PP Lazisnu) menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana, Senin (28/9) di lantai 5 Gedung PBNU Jakarta. Dalam visinya, PP Lazisnu akan membangun, menggerakkan, dan memaksimalkan program-program dengan memanfaatkan teknologi informasi (IT).

“Untuk mendukung program, Lazisnu akan menciptakan sebuah aplikasi di Smartphone. Hal ini dilakukan agar mudah diakses masyarakat terkait transparansi pengelolaan zakat, infaq, dan shodaqoh oleh Lazisnu,” terang H Syamsul Huda, Ketua PP Lazisnu.

Raker Perdana, PP LAZISNU Gerakkan Program Berbasis IT (Sumber Gambar : Nu Online)
Raker Perdana, PP LAZISNU Gerakkan Program Berbasis IT (Sumber Gambar : Nu Online)

Raker Perdana, PP LAZISNU Gerakkan Program Berbasis IT

Syamsul mengatakan, aplikasi yang dicanangkan pihaknya juga terkait dengan pengawasan dan penyaluran program-program Lazisnu. “Kita berencana meluncurkan aplikasi berbasis IT tersebut dalam jangka waktu 3 bulan ke depan atau dalam masa 100 hari kerja,” jelasnya.

Fans Gus Dur

Sekretaris PP Lazisnu, Adna Khoiratul A’yun menambahkan, Lazisnu akan melakukan peningkatan kinerja program agar lebih berdaya dan bermanfaat lebih luas lagi untuk masyarakat.

Fans Gus Dur

“Hal ini dilakukan dengan mengokohkan pondasi pengelolaan program melalui koordinator-koordinator wilayah di seluruh Indonesia maupun luar negeri lewat PCINU,” ujar Adna.

Raker ini mendapat pengarahan dari Bendahara Umum PBNU, H Bina Suhendra dan ditutup oleh Sekjen PBNU, H A Helmy Faishal Zaini. Dalam sambutan penutupnya, Helmy Faishal mendorong sinergitas antar-lembaga NU di seluruh daerah dalam mendukung program-program Lazisnu.

“Sangat penting untuk menggandeng perangkat-perangkat PBNU dan lembaga NU di seluruh Indonesia sehingga tercipta semacam sinergitas yang terlembaga,” ujar Sekjen PBNU.

Lazisnu terus berkomitmen menjalankan program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan kepedulian sosial (social care) secara umum. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Berita, Ulama Fans Gus Dur

Senin, 30 Oktober 2017

Ideologisasi dalam Buku

Oleh Suwendi

Belakangan, Komisi X DPR-RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) menginisiasi ? lahirnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Sistem Perbukuan. Dalam draft itu disebutkan bahwa RUU itu menjadi salah satu ikhtiar dalam membangun peradaban bangsa, meningkatkan daya literasi masyarakat Indonesia, dan menjamin kemanfaatan, mutu, ketersediaan, keterjangkauan dan tata kelola perbukuan, di samping untuk melakukan pengaturan perbukuan yang berserakan di berbagai peraturan perundang-undangan.

Kita patut mengamini dan menghargai atas ikhtiar ini. Namun demikian, sejauh yang penulis ketahui, draft ini belum banyak dijelaskan kepada khalayak, termasuk mensinkronisasikannya dengan sejumlah Kementerian/Lembaga, termasuk dengan Kementerian Agama. Untuk itu, ada baiknya sebelum RUU ini disahkan menjadi Undang-Undang, beberapa catatan berikut perlu diberikan penceramatan.

Ideologisasi dalam Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Ideologisasi dalam Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Ideologisasi dalam Buku

Ada kaidah penting dalam dunia hermeneutika. Disiplin keilmuan yang terkait dengan teks itu menjelaskan bahwa ada relasi yang cukup kuat antara teks dengan konteks. Sebuah teks sangat mempengaruhi terhadap konteks dan struktur masyarakat. Demikian juga, kondisi masyarakat dipengaruhi oleh teks-teks yang berkembang dalam masyarakat itu. Hal itu berlaku juga dalam hal relasi teks keagamaan dengan pemahaman keagamaan masyarakat.

Masyarakat muslim Indonesia memiliki pemahaman dalam bidang fiqih, misalnya, dengan menganut mazhab Syafi’iyah itu sangat dipengaruhi oleh karena literatur fiqih yang berkembang dan disebarkan oleh jaringan ulama yang bermazhab Syafi’iyah begitu besar. Hal ini berbeda dengan masyarakat muslim Saudi Arabia yang secara ideologis menganut aliran Wahabi, oleh karena literatur yang banyak berkembang dan didukung oleh pemerintah yang beraliran Wahabi. Oleh karenanya, antara teks literatur atau buku-buku keagamaan yang banyak dibaca oleh masyarakat itu sangat memberikan pengaruh kuat terhadap karakter dan paham keagamaan masyarakat itu sendiri.

Fans Gus Dur

Kaidah hermeneutik lainnya menyebutkan bahwa sebuah teks itu sangat dipengaruhi oleh ideologi yang dianut oleh sang penulis. Pemahaman dan ideologi penulis buku sangat mewarnai atas buku yang ditulisnya. Oleh karenanya, sesungguhnya teks itu tidaklah netral, teks telah memiliki corak dan warnanya tersendiri, yang di antaranya dipengaruhi oleh ideologi yang dianut oleh sang penulis. Untuk memahami sebuah buku maka sebaiknya kita juga patut mengenal siapa yang menulis buku itu. Dengan demikian, kita dengan mudah dapat memahami isi atau karakter buku tersebut dengan lebih baik.

Dalam dunia literatur atau buku tafsir, misalnya, antara satu kitab tafsir dengan tafsir lainnya itu memiliki corak dan ideologi yang berbeda. Tafsir Al-Kasysyaf yang ditulis oleh Zamakhsyari dinilai memiliki ideologi Mu’tazilah. Demikian juga dengan Tafsir Al-Mizan karya Thabathaba’i yang oleh peneliti dinilai mengandung ideologi Syiah. Sebab, Zamakhsyari dan Thabathaba’i memiliki ideologi atau paham yang berbeda, yang satu Mu’tazilah dan yang satunya lagi Syiah. Demikian juga dengan Tafsir Fi Zhilalil Quran yang ditulis oleh Sayid Quthb juga memiliki ideologi radikal. Sebab, Sayid Quthb merupakan second line dari gerakan dan aktivis Ikhwanul Muslimin yang getol memperjuangkan gerakan khilafah Islamiyah.?

Dua kaidah hermeneutik itu patut diberikan perhatian bahwa eksistensi buku itu sangat penting dalam dunia keagamaan. Buku bukan hanya dipahami dalam konteks business oriented, tetapi sudah semestinya diletakkan dalam konteks membangun pemikiran dan faham keagamaan yang memperkuat jati diri bangsa dan negara. Dalam era demokrasi yang demikian terbuka, ideologi-ideologi dan paham keagamaan begitu subur di negeri ini. Tidak hanya ideologi yang mengajarkan kesantunan dan menghargai orang lain, tetapi juga ideologi radikal dan trans-nasional yang menyebarkan kebencian dan merusak tatanan kehidupan, termasuk tatanan berbangsa dan bernegara juga demikian berkembang secara pesat.?

Penanaman ideologi radikal ini tidak hanya dilakukan melalui mimbar-mimbar keagamaan an sich, termasuk juga melalui penulisan, penerjemahan, penerbitan, dan jual beli buku, majalah, dan bacaan yang telah digitalisasi. Bahkan, itu tidak hanya pada buku umum, meminjam terminologi pembagian jenis buku dalam draft tersebut, tetapi juga pada buku pendidikan. Tidak sedikit buku-buku pendidikan, utamanya buku teks pendamping, yang secara gamblang mengajarkan radikalisme. Dalam buku teks pendamping itu ditulis bahwa orang yang berbeda faham keagamaan karena membolehkan ziarah kubur, misalnya, dinyatakan murtad dan boleh untuk dibunuh. Buku-buku model itu demikian dahsyat berkembang di dunia pendidikan kita.

Belum lagi fenomena “penyelewengan intelektual” dengan melakukan tahrif al-kutub, baik dengan digitalisasi maupun penerjemahan dan penggandaan kitab atau buku. Kitab-kitab karya ulama dimodifikasi ulang dan pernyataan-pernyataannya diganti, yang semula membolehkan diubah dengan melarangnya. Bab tentang ziarah kubur, misalnya, diganti dengan ziarah masjid Nabawi, dengan judul kitab dan penulis yang sama. Kitab-kitab yang populer dikaji di pondok pesantren diterjemahkan dengan makna dan kandungan yang jauh berbeda dengan maksud teks aslinya. Lebih-lebih kitab-kitab yang digandakan melalui proses digitalisasi, proses tahrif al-kutub itu sangat masif dilakukan.

Fans Gus Dur

Atas dasar fakta itu, penulis memahami dan memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama yang berupaya akan melakukan pentashihhan buku ajar dan buku bacaan yang dikembangkan di lembaga pendidikan agama dan keagamaan, terutama di sekolah, madrasah, dan pondok pesantren. Bahkan, Kementerian Agama akan melakukan terobosan dengan semacam Lajnah Pentashih Buku Pendidikan Agama dan Keagamaan, baik untuk Islam maupun non-Islam.

Memang patut diakui bahwa persoalan buku pendidikan agama dan keagamaan cenderung masih tumpang tindih. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memiliki Puskurbuk (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) yang memfasilitasi buku-buku yang diajarkan di sekolah dengan alokasi anggaran yang cukup besar. Yang dikerjakannya tidak hanya mata-mata pelajaran umum, tetapi juga mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah.

Sementara Kementerian Agama, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan agama dan keagamaan Islam, termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada sekolah dan Perguruan Tinggi umum. Hal ini didasarkan atas Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang secara nyata menyatakan bahwa pengelolaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan menjadi kewenangan Kementerian Agama.?

Bahkan lebih dari itu, Kementerian Agama tampaknya memiliki komitmen yang begitu kuat terhadap persoalan perbukuan ini. Hal ini diantaranya dengan terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 46 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama yang menetapkan struktur jabatan yang langsung bersinggungan dengan buku. Di unit Badan Litbang dan Diklat, terdapat 2 (dua) struktur organisasi setingkat eselon 2, yakni Badan Lektur dan Khazanah Islam, dan Badan Lajnah Pentashih Al-Quran. Belum lagi di Direktorat Jenderal Bimas Islam, terdapat Sub Direktorat Kepustakaan Islam pada Direktorat Urusan Agama Islam.

Melihat kondisi di atas, menurut hemat penulis, draft RUU Sistem Perbukuan tidak hanya melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Riset-Teknologi dan Pendidikan Tinggi an sich, tetapi juga harus mendialogkannya dengan Kementerian Agama. Dalam draft tersebut terutama pada Pasal 1 tentang Ketentuan Umum mendefinisikan Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan. Definisi ini menyiratkan bahwa lembaga yang memiliki otoritas dalam sistem perbukuan ke depan hanyalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.?

Pasal 6 ayat (1) menjelaskan tentang jenis buku yang terbagi pada buku pendidikan dan buku umum. Buku pendidikan adalah buku yang digunakan untuk layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang kemudian dijelaskan dalam ayat (8) pengaturannya akan ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ini artinya semua buku untuk mulai layanan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar hingga pendidikan menengah menjadi otoritasnya Kemendikbud. Menurut hemat penulis, ini harus diluruskan. Sebab, Kementerian Agama juga mengelola layanan jenis pendidikan umum yang berciri khas agama, serta pendidikan agama dan keagamaan, mulai pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar hingga pendidikan menengah juga. Oleh karenanya, Kementerian Agama perlu untuk dilibatkan.

Demikian juga pada Pasal 51 ayat (2) menyebutkan bahwa penerbitan buku untuk pendidikan tinggi difasilitasi oleh kementerian yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan tinggi; yang ini artinya orotitasnya berada pada Kementerian Riset-Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Draft ini secara jelas melepaskan peran dan keikutsertaan Kementerian Agama. Padahal, Kementerian Agama memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. UIN, IAIN, Sekolah Tinggi Agama Islam, Sekolah Tinggi Keagamaan lainnya, termasuk Ma’had Aly merupakan institusi pendidikan tinggi yang dijamin oleh UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Pada Bab X pasal 69 tentang pengawasan difahami belum memiliki ketegasan terkait tentang peran serta masing-masing lembaga. Pada ayat (1) dijelaskan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, pelaku perbukuan, dan masyarakat melakukan pengawasan atas sistem perbukuan. Pengawasan ini masih sangat bias, belum mencerminkan tugas pokok masing-masing instansi. Meskipun di ayat (5) ketentuan lebih lanjut akan diatur dengan Peraturan Pemerintah, tetapi tugas pokok masing-masing instansi perlu mendapatkan uraian terlebih dahulu.

Berdasarkan pengaduan masyarakat, jika di lapangan ditemui buku-buku pendidikan, termasuk buku teks pendamping, untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang mengajarkan radikalisme dan faham keagamaan menyimpang secara spontan masyarakat menyalahkannya kepada Kementerian Agama. Padahal, setelah diteliti, buku-buku demikian tidak sedikit justeru diterbitkan oleh instansi di luar Kementerian Agama. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa Kementerian Agama tidak dapat dilepaskan dari sistem perbukuan.

Atas dasar sejumlah alasan di atas, penulis mendorong agar pembahasan draft RUU Sistem Perbukuan ini perlu melibatkan Kementerian Agama. Pertama, karena Kementerian Agama melakukan dan memiliki layanan pendidikan sebagaimana Kemendikbud dan Kemenristek-Dikti. Kedua, bahwa persoalan buku bukan hanya lekat dengan business oriented, tetapi juga sarat akan desiminasi dan penyebarluasan ideologi keagamaan yang justeru belakangan sangat meangancam eksistensi kebangsaan dan keumatan. Di sisi lain, Kementerian Agama pun segera untuk melakukan langkah komunikasi dan turut aktif dalam mengawal kelahiran RUU ini menjadi UU. Sebab, jika telah disahkan, maka nanti akan tertinggal oleh “sang kereta perbukuan”.

Penulis adalah penikmat dan penulis sejumlah buku.

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kiai, Santri, Fragmen Fans Gus Dur

Minggu, 29 Oktober 2017

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III

Solo, Fans Gus Dur. Kesebelasan Pondok Pesantren Al Manshur Popongan Klaten berhasil melenggang ke babak semifinal di Liga Santri Nusantara (LSN) U-18 Zona Jateng 3 Wilayah Soloraya. Hasil tersebut diperoleh, setelah mereka berhasil mengalahkan sesama tim dari Klaten lainnya, Al-Muttaqin Pancasila Sakti.?

Pertandingan yang digelar di Lapangan Kota Barat, Solo, Ahad (28/8/) tersebut berlangsung cukup ketat. Kedua tim saling jual beli serangan, namun hingga peluit dibunyikan oleh wasit, tanda babak pertama brakhir, kedua tim masih belum berhasil menyarangkan gol.

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III

Baru, di babak kedua skor berubah menjadi 1-0 untuk kesebelasan Al-Manshur yang berseragam hitam-hitam. Striker andalan mereka, Wawahidin, usai menusuk dari sayap kiri pertahanan lawan, berhasil memasukkan bola ke gawang. Sepakan melambungnya, salah diantisipasi kiper Al-Muttaqin. Gol!

Menjelang berakhir pertandingan, Wawahidin kembali menambah pundi golnya. Striker yang akrab disapa Wawa tersebut berhasil memanfaatkan kesalahan kiper saat melakukan tendangan. Dengan tenang pemain bernomor sepuluh itu, menendang bola dan meluncur mulus ke gawang lawan. Gol! 2-0 untuk Popongan.

Usai pertandingan, sang pencetak dua gol, Wawahidin, berharap timnya mampu menjadi wakil Region Jateng 3 di babak 32 besar LSN Tingkat Nasional.

Fans Gus Dur

Dengan dua gol Wawa tersebut, Al-Manshur Popongan berhak menapakkan langkah mereka di babak semifinal. Selanjutnya mereka akan ditantang Pesantren Al-Ikhlas Dawar Boyolali, yang terlebih dulu lolos, setelah dinyatakan menang WO atas Pesantren Ki Ageng Selo Tulung Klaten. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Aswaja, Santri Fans Gus Dur

Rabu, 25 Oktober 2017

IPPNU Probolinggo Napak Tilas Perjalanan NU

Probolinggo, Fans Gus Dur. Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-88 Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo melakukan napak tilas perjalanan NU berupa ziarah ke makam KH. Kholil Bangkalan, salah satu tokoh penting berdirinya ormas Islam terbesar ini, Jumat (31/1) hingga Sabtu (1/1).

Napak tilas yang dipimpin Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Shofia ini dilepas secara resmi oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Moch Syaiful Hadi di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces pada pukul 15.00 WIB, Jum’at (31/1).

IPPNU Probolinggo Napak Tilas Perjalanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Napak Tilas Perjalanan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Napak Tilas Perjalanan NU

“Mudah-mudahan dengan napak tilas ini, para pelajar NU yang tergabung dalam PC IPPNU Kabupaten Probolinggo bisa memahami dan mengerti sejarah berdirinya NU serta tokoh-tokoh penting yang terlibat dalam proses berdirinya NU. Sehingga nantinya bisa memahami perjuangan ulama dalam mendirikan NU di Indonesia,” ungkap Syaiful Hadi.

Fans Gus Dur

Selain napak tilas perjalanan NU ke makam KH. Kholil Bangkalan, kegiatan yang diikuti oleh 20 orang pengurus PC IPPNU Kabupaten Probolinggo ini juga diisi diskusi umum dengan pengurus Pimpinan Wilayah IPPNU Provinsi Jawa Timur di Kantor PWNU Jawa Timur. Topik yang menjadi pembahasan diskusi adalah meningkatkan peran dan fungsi IPPNU sebagai organisasi keterpelajaran di tengah berkembangnya zaman.

“Napak tilas perjalanan NU ini digelar dengan tujuan agar para pengurus PC IPPNU Kabupaten Probolinggo bisa memahami sejarah berdirinya NU lebih dalam serta tokoh-tokoh dibalik berdirinya NU, termasuk didalamnya adalah KH. Kholil Bangkalan,” ungkap Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Shofia.

Fans Gus Dur

Menurut Shofia, napak tilas perjalanan NU ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh PC IPPNU Kabupaten Probolinggo untuk mengetahui sejauh mana dan kendala yang dihadapi oleh para ulama selama proses berdirinya NU pada zaman penjajahan. Sehingga ke depan pelajar bisa ikut bersama-sama berkomitmen membesar NU di tengah-tengah perkembangan zaman.

“Dengan lebih memahami sejarah dan mengenal tokoh-tokoh dibalik berdirinya NU, diharapkan kader-kader NU akan lebih semangat lagi dalam berkhidmat di organisasi NU untuk melanjutkan perjuangan para pendiri-pendiri NU, khususnya di segmen pelajar putri,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

 

Foto: KH Kholil Bangkalan, guru Hadratusyekh KH Hasyim Asyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Doa, Santri, Fragmen Fans Gus Dur

Selasa, 17 Oktober 2017

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran

Jakarta, Fans Gus Dur - Pengurus Ranting NU Dano Kabupaten Garut menggelar syukuran satu tahun jalannya kepengurusan, Sabtu (11/2). Pengurus harian PRNU Dano juga bersyukur karena telah meraih penghargaan sebagai PRNU terbaik se-Garut.

Acara syukuran ini dihadiri oleh sejumlah pengurus harian PCNU Garut. Turut hadir Rais Syuriyah dan Sekretaris PCNU Garut.

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Ranting Percontohan Se-Kabupaten, PRNU Dano Gelar Syukuran

Dalam sambutan Rais Syuriyah PCNU Garut menyampaikan pesan utama terkait isu yang hangat diperbincangkan di tengah masyarakat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan kabar yang diragukan kebenarannya.

Fans Gus Dur

Selain itu, ia juga mengapresiasi pencapaian PRNU Dano yang menjadi ranting percontohan di usia satu tahun.

Kegiatan ini bertema Menebar Rahmah, Memperkokoh Ukhuwah dan Jamiyah dalam Bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.

Fans Gus Dur

Dengan penghargaan ini PRNU Dano diharapkan dapat memberi kontribusi dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin.

Acara yang dimeriahkan dengan paduan suara DKM Al-Ihsan juga menghadirkan singa podium KH Aceng Abdul Mujib, pengurus LDNU Jawa Barat. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Santri, Nusantara, Quote Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock