Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Jakarta, Fans Gus Dur
Harapan baru mulai muncul setelah sebelumnya ancaman perang menghadang didepan mata rakyat Aceh. Pemerintah RI dan GAM akhirnya bersedia duduk satu meja dalam Tokyo Meeting yang akan digelar pada tanggal 17 besok di Tokyo.
?
Kabar baik ini merupakan inisiatif dari beberapa negara donor pemulihan Aceh seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. HDC (Henry Dunant Center) -yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian- menyambut baik rencana tersebut.

Namun demikian, sampai saat ini GAM dan RI bersedia datang dengan visi dan misi berbeda. Presiden Megawati menegaskan, pemerintah Indonesia tetap membawa proposal bahwa GAM harus mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harus meletakkan senjata, serta harus menerima otonomi khusus.

GAM akan membawa proposal mengenai kelanjutan CoHA (Cessation of Hostilities Agreement/Kesepakatan Penghentian Permusuhan) yang ditandatangani 9 Desember lalu). "Jadi, pembahasannya bukan persoalan NKRI atau peletakan senjata," katanya saat ditemui Arnaz Farouq, wartawan, di markas GAM wilayah Lhokseumawe tadi malam.

Di mata para petinggi GAM, yang harus diagendakan dalam perundingan nanti adalah membahas sekaligus menyelesaikan pelanggaran yang terjadi selama CoHA. Sebab, selama ini, GAM menganggap belum ada mekanisme untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi setelah penandatanganan perjanjian tidak saling memusuhi dari kedua belah pihak.

Ada tiga alasan mengapa GAM akhirnya menerima itu. Pertama, Jepang negara netral. Kedua, HDC menghendaki itu. Dan, ketiga, hal itu akan menjadi sejarah baru bagi pertemuan dialog RI-GAM.

GAM berharap agar pertemuan tersebut dapat diikuti oleh kalangan sipil di Aceh. Tujuannya, mereka mengetahui secara persis bagaimana proses perdamaian itu berlangsung (jp/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Aswaja, News Fans Gus Dur

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Selasa, 13 Februari 2018

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Jakarta, Fans Gus Dur. Umat Islam diimbau sangat berhati-hati dalam melakukan praktik nikah secara online. Pasalnya, dengan maksud dan ketentuan yang menyimpang dari aturan syari’at, nikah lewat dunia maya ini bisa menjadi sarana melakukan perzinaan bagi kedua pasangan.

"Jika nikah siri online akadnya abal-abal, jelas haram, dan hal itu menjadi pembuka kesempatan perzinaan," kata Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) PBNU KH Arwani Faisal, Rabu (18/3), menaggapi maraknya fenomena menikah siri dengan hanya berbekal koneksi internet belakangan ini.

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU: Nikah Siri Online Bisa Jadi Ajang Perzinaan

Kiai Arwani menjelaskan, memang ada sebagian ulama yang memperbolehkan nikah secara online. Namun hal tersebut tetap dengan melengkapi syarat dan rukun yang sudah menjadi keharusan dalam akad nikah. Ulama yang menganut pendapat ini memaknai keharusan menikah dalam satu majelis sebagai akad yang tak boleh terputus alias harus dilakukan dalam satu waktu, bukan tempat.

Fans Gus Dur

Fenomena nikah online menjadi tren lantaran sarana kemudahan yang diberikan. Tak jarang hal ini dimanfaatkan oleh pria hidung belang dan perempuan malam untuk melampiaskan nafsu mereka dengan berlindung di balik aturan fiqih nikah. Dalam praktiknya, sering terjadi pelanggaran terhadap ketentuan nikah yang semestinya.

"Hukumnya tetap haram dan hubungan senggama yang kemudian dilakukan termasuk zina, jika syarat dan rukun nikah yang mesti terpenuhi itu ternyata abal-abal. Misalnya, walinya bukan wali yang sebenarnya, dan saksinya bukan saksi yang sah," tambahnya lewat surat elektronik.

Fans Gus Dur

Kiai Arwani mengingatkan, jangan ada kemasan dengan sebutan apapun yang mengesankan nikah sah padahal kenyataannya adalah perzinaan karena syarat dan rukunnya tidak terpenuhi. "Jika fenomena ini benar, Kementerian Agama wajib segera mengambil tindakan cepat dan tegas," katanya.

Menurut Kiai Arwani, sebagian ulama tidak menganggap nikah online sebagai praktik yang sah. Karena menurut mereka, akad nikah harus dilakukan dalam satu majelis, dengan pengertian ada pertemuan langsung dalam satu tempat antara pihak yang melakukan ijab dan qabul. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, PonPes Fans Gus Dur

Rabu, 07 Februari 2018

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Di balik citra dan kewibawaan lambang NU karya KH Ridlwan Abdullah (1884-1962) yang dapat kita lihat sekarang, ternyata sejarah pembuatannya menyimpan pula kisah dan makna yang sangat dalam dan menarik untuk kita ketahui. Tidak seperti proses kreatif lahirnya karya seni pada umumnya yang kebanyakan sekedar mengandalkan daya imajinasi dan kecerdasan kognitif belaka, namun tidak hanya atas dasar dua daya itu lambang NU berhasil diciptakan. Di samping mengerahkan daya imajinasinya, KH Ridlwan Abdullah juga menggerakkan kekuatan spiritualnya. Bahkan aspek yang terakhir ini yang memegang peranan terpenting di balik terciptanya lambang NU. ? ? ?

Bermula dari persiapan penyelenggaraan Muktamar ke-2 NU di Surabaya, Kiai Ridlwan Abdullah ditugasi oleh KH Wahab Chasbullah selaku ketua panitia waktu itu untuk membuat lambang NU. Penunjukan Kiai Ridlwan ? dalam pembuatan lambang NU ini mengingat Kiai Ridlwan memang sudah dikenal pandai menggambar dan melukis. Namun terhitung sejak penugasan itu hingga satu setengah bulan Kiai Ridlwan mencoba membuat sketsa lambang NU bahkan sampai berkali-kali belum berhasil juga, padahal muktamar sudah diambang pintu sehingga sampai sempat mendapat "teguran" KH Wahab Chasbullah.

Akhirnya, pada suatu malam dengan harapan muncul inspirasi atau ilham pada saat-saat orang lelap tidur, Kiai Ridlwan mengambil air wudzu kemudian melaksanakan shalat istikharah. Setelah itu beliau tidur sejenak. Dalam nyenyaknya tidur Kiai Ridlwan Abdullah bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru dan jernih. Nampak seperti bola dunia dikelilingi bintang dan tali penyambung dan pengait.

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah di Balik Proses Kreatif Terciptanya Lambang NU

Atas mimpinya itu, KH Ridlwan Abdullah tersentak bangun dari tidurnya dan spontan langsung mengambil kertas dan pena untuk membuat sketsa gambar sesuai dengan apa yang tertayang dalam mimpinya tersebut. Saat itu jam dindingnya menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Karena kecakapannya dalam melukis, pada keesokan harinya gambar tersebut bisa diselesaikan lengkap dengan tulisan NU memakai huruf arab dan tahunnya.

Adapun secara singkat deskriptif makna dari gambar atau lambang NU dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Tambang melambangkan agama (Berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah dan jangan bercerai berai).

Fans Gus Dur

2. Posisi tambang melingkari bumi melambangkan persaudaraan kaum muslimin seluruh dunia.

3. Untaian tambang berjumlah 99 buah melambangkan asmaul husna.

Fans Gus Dur

4. Bintang sembilan melambangkan jumlah Wali Songo.

5. Bintang besar yang berada di tengah bagian atas melambangkan Nabi Muhammad SAW.

6. Empat bintang kecil di samping kiri dan kanan melambangkan khulafaur rasyidin, dan empat bintang kecil dibagian bawah melambangkan madzhab empat.

Setelah hasil lambang tersebut dihadapkan kepda KH Hasyim Asyari, beliau merasa puas dengan gambar, makna dan riwayat terciptanya lambang NU karaya Kiai Ridlawn itu. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya berdoa cukup panjang. Kemudian beliau berbicara penuh harap: "Mudah-mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di dalam simbol Nahdlatul Ulama.” (M Haromain)

Disarikan dari Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014 ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Amalan, Aswaja, IMNU Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

London, Fans Gus Dur. Dubes RI di London, Dr Rizal Sukma mengatakan Inggris selalu menjadi negara favorit tujuan belajar mahasiswa Indonesia karena Inggris menawarkan program pascasarjana yang cepat dan dapat diselesaikan dalam satu tahun, sehingga dari segi pembiayaan lebih rendah dibanding belajar di negara lain.?

Hal itu diungkapkan Dubes Rizal Sukma pada kuliah umum, Update on Indonesia di Universitas Edinburgh, yang dihadiri Wakil Rektor bidang Internasional dan Dekan Internasional bidang studi Asia Timur dan Asia Tenggara serta sejumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Edinburgh serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. E. Amunudin Aziz, ? demikian Sekretaris Pertama KBRI London, Gita Loka Murti kepada Antara London, Sabtu (24/9).

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Inggris Negara Favorit Bagi Pelajar Indonesia, Kenapa?

Dubes Rizal Sukma menjelaskan mengenai perkembangan kondisi dalam negeri Indonesia khususnya di bidang politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan, arah kebijakan luar negeri Indonesia dan beberapa aspek bidang kerjasama yang dapat dikembangkan antara Indonesia dan Inggris.?

Dikatakannya Pemerintah RI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi dan perlunya perluasan kerjasama pendidikan antar kedua negara.

Fans Gus Dur

Dalam kesempatan itu Dubes Rizal Sukma mengundang dosen dan peneliti Skotlandia melakukan kerja sama riset dan pendidikan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset Indonesia. Hal ini dalam upaya mensinergikan langkah bersama menuju perguruan tinggi Indonesia yang unggul sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional Indonesia.?

Pada kesempatan bertemu dengan Pimpinan Univeraitas Edinburgh, Dubes Rizal Sukma menawarkan peluang untuk pengajaran bahasa dan budaya Indonesia di Universitas Edinburgh dengan fasilitasi dari KBRI London.

Sementara pada saat pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Skotlandia dan sekitarnya, Dubes Rizal Sukma menekankan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat lainnya sebagai duta bangsa yang membawa nama baik Indonesia. Dia juga mengajak para mahasiswa untuk terus mempromosikan capaian yang diraih Indonesia.?

Pada saat yang sama KBRI London membuka layanan kekonsuleran bagi warga Indonesia yang berdomisili di Skotlandia dan sekitarnya. Tercatat 132 orang menerima pelayanan kekonsuleran dari KBRI London, mulai dari lapor diri dan pembuatan paspor baru, hingga pencatatan kelahiran.?

Fans Gus Dur

Kebanyakan peserta yang memanfaatkan layanan ini tidak saja berasal dari Edinburgh tetapi juga masyarakat dari di sekitar, seperti York, Stirling dan Glasgow. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Sholawat, Aswaja, Nasional Fans Gus Dur

Selasa, 30 Januari 2018

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah

Surabaya, Fans Gus Dur. Bagi NU pemilihan umum (Pemilu) yang akan berlangsung 9 April mendatang hendaknya dimaknai sebagai implementasi ibadah. Karenanya, menciptakan pemilu yang bersih dengan menjaganya dari perilaku yang menodai adalah hal tidak terhindarkan.

Setidaknya inilah beberapa pesan yang disampaikan PWNU Jatim menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) yang tinggal beberapa hari ini. Ada enam poin seruan dari PWNU Jatim kepada Nahdliyin terkait pemilu.  

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan Niat yang Benar, Tidak Golput Berarti Ibadah

"Menggunakan hak pilih hakikatnya keikutsertaan kita menentukan pemimpin, atau nasbur riasah, yang dalam pandangan agama adalah wajib. Maka bila dilakukan dengan niat dan cara yang benar termasuk ibadah," kata Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar saat jumpa pers, Rabu (2/4) siang di kantornya, Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Fans Gus Dur

Sikap tersebut, lanjut Kiai Miftah, juga sesuai dengan khittah Nahdlatul Ulama tentang politik. Dalam berpolitik, warga NU diminta melakukannya secara bertanggungjawab, sehingga akan terbentuk pemerintahan dan negara yang demokratis, konstitusional dan taat hukum

NU Jatim juga menyerukan anggotanya untuk tidak golput. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Miftahus Sunnah Surabaya ini, tidak menggunakan hak suara pada pemilu merupakan sikap tidak bertanggungjawab seorang warga negara.

Fans Gus Dur

“Agar pilihan bertanggungjawab, lima kriteria calon harus dipilih warga NU," lanjutnya. Di antaranya calon harus berakhlakul karimah, setia pada Pancasila, jujur, bertanggungjawab, cerdas, kapabel dan cakap.

Seruan ini nantinya akan dikirim ke Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur untuk disebarkan kepada kepengurusan di bawahnya.

 

Dalam konferensi  pers tersebut, Kiai Miftah didamping Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif, Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah, serta Ketua PP ISNU Muhammad Koderi  dan Wakil Bendahara PWNU Jatim Muhammad Rosyidi. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja Fans Gus Dur

Sabtu, 27 Januari 2018

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Bulan Sya’ban telah tiba. sebagaimana disebutkan banyak ulama, bulan Sya’ban adalah bulan istimewa. Di sekitar kita, dikenal malam nisfu Sya’ban, lalu peringatan beberapa peristiwa penting dalam sejarah Islam, serta tradisi masyarakat Indonesia yang begitu lekat dengan amalan bulan Sya’ban maupun nisfu Sya’ban yang beragam.

Ternyata, selain hal itu, bulan Sya’ban juga baik diisi dengan banyak tadarus Al-Quran sehingga ada ulama yang menyebut bahwa bulan Sya’ban adalah Syahrul Qur’an.

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Memuliakan Sya’ban dengan Tadarus Al-Quran

Pada dasarnya tadarus Al-Quran adalah ibadah yang tidak terikat waktu tertentu. Setiap orang yang memperbanyak tadarus Al-Quran akan mendapat faedah tersendiri. Namun dalam Islam, memang diakui ada beberapa tempat dan waktu yang memang memiliki kekhususan ketika dilakukan ibadah di dalamnya. Seperti kemuliaan waktu ibadah pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadan, keutamaan beribadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, waktu dan hari yang mustajab, dan sebagainya.

Fans Gus Dur

Karena itu, untuk memperjelas adanya sifat mulia suatu bulan ini Syekh Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban menjelaskan bahwa Sya’ban memiliki kemuliaan sebagai bulan Al-Quran.

Syekh Muhammad Al-Maliki menyitir kutipan dari Ibnu Rajab bahwa pada bulan Sya’ban kaum Muslimin menekuni dan membaca mushaf Al-Qur’an, serta menunaikan zakat mal untuk membantu saudara yang miskin untuk bisa turut menunaikan ibadah puasa Ramadan dengan baik. Bahkan disebutkan pula, sampai-sampai ada ulama yang menutup tokonya pada bulan Sya’ban demi mengisi hari-hari bulan tersebut dengan menekuni Al-Quran.

Fans Gus Dur

Hadits-hadits sahih menyebutkan, setiap bacaan Al-Qur’an, setiap hurufnya diganjar sepuluh kebaikan. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan, orang yang membaca Alif lâm mîm, yang terdiri atas tiga huruf, maka sudah mendapat tiga puluh kebaikan.

Syekh Muhammad Al-Maliki juga mengutip riwayat dari Ibnu Rajab yang menyebutkan kisah dari Al-Hasan bin Sahal, bahwa bulan Sya’ban mengadu pada Allah.

“Wahai Tuhan, Kau jadikan aku di antara dua bulan yang agung (Rajab dan Ramadlan), maka apa yang Kau jadikan untukku?”

Allah menjawab: “Untukmu dijadikan sebagai bulan untuk membaca Al-Qur’an,”.

Di masyarakat kita umumnya, salah satu amalan Sya’ban yang kerap dilakukan adalah membaca surat Yasin tiga kali khususnya pada malam Nisfu Sya’ban. Dengan niat yang baik, memperbanyak bacaan Al-Qur’an pada bulan Sya’ban tentu akan menambah keistimewaan dan keberkahan tersendiri bagi pengamalnya. Harapannya, kelak Al-Qur’an bisa memberikan pertolongan kelak di hari kiamat, dengan setiap huruf yang muta’abbud bi tilawatihi, yang setiap bacaannya dinilai ibadah. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Ahlussunnah, Lomba, Aswaja Fans Gus Dur

Senin, 22 Januari 2018

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda

Kairo, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir bekerjasama dengan Sahah Indonesia sukses menggelar puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) dan Refleksi peristiwa Sumpah Pemuda. Acara puncak ini diisi dialog kebangsaan, pembagian hadiah dan taushiyah dari salah satu ulama al-Azhar asal Alexandria.?

Sebagai rangkaian perayaan HSN, PCINU Mesir dan Sahah Indonesia menggelar aneka perlombaan yang diikuti banyak peserta dan berhadiah total 17.700 EGP. Diawali dengan digelarnya Lomba Esai Santrisejak akhir bulan September, yang terbuka untuk semua santri di kawasan Timur Tengah. Disusul perlombaan Musâbaqah Hifzhil Quran (MHQ) level 15 juz dan level 30 juz, juga Musâbaqah Qiraatil Kutub (MQK) Kitab Nihâyah al-Sûl Juz I dan Juz II.?

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Mesir Gelar Puncak Perayaan Hari Santri dan Refleksi Sumpah Pemuda

Selain acara perlombaan, digelar pula dialog Politik Santri bersama Dr. Ali Munhanif, pakar politik dari UIN Jakarta, Khatmil Quran, dan kontribusi pembacaraan 1 Milyar Shalawat Nariah.

Rangkaian acara HSN itu berakhir di Auditorium Shalah Kamil dengan acara puncaknya: Dialog Kebangsaan dan Refleksi Sumpah Pemuda bertajuk “Peran Strategis Kaum Santri di Era Persaingan Global.”?

Dialog yang digelar 28 Oktober 2016 sore itu menghadirkan narasumber Usman Shihab, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Mustafa Abdurrahman, Mustasyar PCINU Mesir; Redaktur Senior Harian Umum Kompas, dan Syekh ‘Alaa Mustafa Na’imah, ulama al-Azhar Mesir.

Fans Gus Dur

Ahmad Muhakam Zein, Ketua PCINU Mesir dalam sambutannya menjelaskan urgensi dari perayaan HSN di Mesir. Dia berharap, apresiasi NU Mesir kepada para santri di Mesir yang aktif menulis, giat belajar dan telah hafal al-Quran bisa menjadi pemantik bagi santri-santri lainnya. HSN meski ditetapkannya berpangkal dari resolusi jihad yang dicetuskan Syekh Hasyim Asy’ari yang notabene orang NU, tapi di dalamnya terlibat santri-santri di luar NU.?

“Jadi mestinya tidak perlu khawatir soal polarisasi baru dan tidak perlu muncul reaksi sentimentil. Semoga perayaan ini bisa menjadi pemantik semangat kaum santri di Mesir untuk bisa berkontribusi banyak bagi bangsa Indonesia,” tandas Sang Ketua.?

Muhlashon Jalaluddin, Rais Syuriah PCINU Mesir berpesan dalam sambutannya, santri bukan hanya yang berpeci dan bersarung. Santri adalah semua yang peduli dan berkontribusi untuk Islam yang ramah sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Mengomentari perkembangan politik di tanah air, dia mengusulkan supaya masyarakat Indonesia di Mesir (Masisir) dan warga NU khususnya bisa berkontribusi ilmiah, tidak malah politis.?

Fans Gus Dur

Bertindak sebagai pembicara kedua, Dr. Mushthafa Abdurrahman antara lain menyampaikan, santri selalu berkontribusi untuk Indonesia, baik sebelum, ketika, maupun setelah terbentuknya NKRI. Zaman demokrasi awal, santri membentuk partai-partai. Zaman G30S/PKI, militer bersama santri menumpasnya.?

Zaman Orde Baru, NU mengakui asas tunggal Pancasila tahun 1984 sebelum ormas-ormas Islam lain. “Zaman reformasi, tokoh santri mendirikan partai-partai, seperti PKB dan PKNU. Untuk konteks global dan zaman modern, santri mau tidak mau harus bisa beradaptasi dan terus berkontribusi untuk bangsa Indonesia,” beber Mustafa.?

Acara diakhiri dengan pembacaan ikrar sumpah pemuda, pembagian hadiah untuk para pemenang Lomba Esai, MQK, MHQ, serta ceramah dan serta doa yang sangat menyentuh dari Syekh ‘Alaa Mushtafa Na’imah. (Nv/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pondok Pesantren, Humor Islam, Aswaja Fans Gus Dur

Senin, 15 Januari 2018

Penampilan Apik Iksan Loloskan Darul Mubtadiien ke Semifinal

Solo, Fans Gus Dur. Pesantren Darul Mubtadiien berhasil melaju ke babak semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II (Soloraya). Tim asal Karanganyar itu lolos setelah mengalahkan Zumrotut Tholibin dalam laga yang dihelat di lapangan Kota Barat Surakarta, Jumat (9/9).

Penampilan cemerlang kiper Darul Mubtadiien Iksan ikut membantu timnya memenangkan laga. Tercatat, ia menepis beberapa peluang lawan, dan puncaknya ketika ia meghalau dua tendangan penalti lawan dan memastikan gol kemenangan Darul Mubtadiien.

Penampilan Apik Iksan Loloskan Darul Mubtadiien ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Apik Iksan Loloskan Darul Mubtadiien ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Apik Iksan Loloskan Darul Mubtadiien ke Semifinal

Di babak pertama, Darul Mubtadiien mencetak gol melalui kaki Anshar di menit 13. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.

Zumrotut Tholibin baru bisa menyamakan kedudukan, tepatnya di menit 31, Arifan berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan. Gol! Skor 1-1.

Pemenang pertandingan akhirnya mesti ditentukan dalam adu tos-tosan. Sempat mengalami kegagalan pada penendang pertama, namun dewi fortuna ternyata masih berpihak kepada Darul Mubtadiien dengan skor akhir 5-3.

Pada babak semifinal yang digelar, Ahad (10/9) sore, Darul Mubtadiien bertanding melawan tim asal Andong Boyolali Darul Fikr. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Aswaja, Jadwal Kajian Fans Gus Dur

Sabtu, 13 Januari 2018

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik

Lombok Tengah, Fans Gus Dur - Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Qaumas didampingi Korwil NTB M Zakaria melantik kepengurusan GP Ansor NTB dan cabang GP Ansor se-Pulau Lombok. Pelantikan yang berlangsung di Bencingan, alun-alun Tastura, Lombok Tengah, Rabu (27/1) ini dihadiri ulama, umara, dan ribuan warga yang tampak antusias menyaksikan prosesi kegiatan dari awal sampai akhir.

Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Qaumas mengapresiasi keramaian acara tersebut karena dihadiri ribuan jamaah nahdyin. "Saya tidak menyangka akan seramai dan semeriah ini," katanya.

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor NTB dan PC Ansor se-Lombok Resmi Dilantik

Mewujudkan cita-cita organisasi harus sama-sama, pesan Gus Yaqut. Ia berharap harmonisasi sesama pengurus tetap dijaga. "Insya Allah kalau ngurus Ansor pasti dapat berkah. Semua pengurus kalau ketuanya jadi apapun, yang di bawah juga harus bisa menerima manfaatnya," katanya.

Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz siap membangun senergi dengan pemerintah, kepolisian, TNI, tokoh lintas agama, dan lintas pemuda untuk menjaga kedamaian dan kondusifitas di Nusa Tenggara Barat.

Fans Gus Dur

"Kalau ada konflik pemuda atau membawa paham-paham baru, itu jelas bukan kader Ansor" kata Zamroni.

Fans Gus Dur

Tampak hadir Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badarudin, Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiudin Mansur, TGH Maarif Makmun, TGH Safwan Hakim, TGH M Nasir, TGH Mutawalli dan ulama lainnya.

Tampak unsur pemerintah perwakilan Gubernur NTB, Danrem 162 Wirabakti NTB, perwakilan Kapolda NTB, Ketua KPU NTB L Aksar Ansor, Pejabat Bupat Lombok Tengah Ibnu Salim, Pejabat Bupati Lombok Utara Azhari, dan Kemenag kabupaten/kota se-Lombok.

Pelantikan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan, seminar regional, dan rapat kerja wilayah yang diikuti seluruh perwakilan cabang GP Ansor se-NTB di Pesantren Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, Rabu-Kamis (27-28/1). (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaSantri, Ubudiyah, Aswaja Fans Gus Dur

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Air yang dihirup ke dalam hidung saat berwudhu, dihembuskan kembali. Doa ini dibaca sesaat sebelum pengembusan air dari hidung. Doa ini dibaca dengan harapan air membawa kotoran, setan, dan penyakit yang bersarang di dalam hidung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika min rawâ’ihin nâri wa min sû’id dâri

Fans Gus Dur

Artinya, “Hai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan dari kejahatan neraka itu sendiri,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Hadits, Aswaja Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Lewat TCash, Donasi ke LAZISNU Jadi Kian Mudah

Cirebon, Fans Gus Dur

Dengan hadirnya TCash yang dapat diakses di mana pun, masyarakat dipermudah dalam melakukan pembayaran zakat, infak dan sedekah melalui NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU).

Lewat TCash, Donasi ke LAZISNU Jadi Kian Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat TCash, Donasi ke LAZISNU Jadi Kian Mudah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat TCash, Donasi ke LAZISNU Jadi Kian Mudah

Demikian dikatakan Kepala Penjualan PT Telekomunikasi Seluler Cabang Cirebon, Andri Robiyana, di arena Rapat Pleno PBNU Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Ahad (24/7) siang.

Andri melanjutkan, TCash adalah uang elektronik berbasis kartu seluler. Pengisian saldo TCash dapat dilakukan melalui gerai-gerai TCash di sejumlah minimarket, atau dengan transfer antarbank melalui ATM.

Fans Gus Dur

Untuk mengaktifkan TCash, pengguna Telkomsel dapat menghubungi *800*88# di telepon genggam mereka. Selanjutnya bagi masyarakat NU yang ingin mengakses TCash LAZISNU dapat menghubungi *800*1926#. Untuk membayar ZIS pengguna dapat memilih menu “Pembayaran”, kemudian “Donasi”, kemudian “LAZIS NU”. Berikutnya pengguna dapat memilih jenis pembayaran ZIS dan jumlah donasi. Tidak ada batas minimal pembayaran ZIS, artinya nominal dana yang dibayarkan disesuaikan dengan minat pengguna.

Pada kesempatan yang sama Ketua Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, dengan adanya TCash masyarakat yang ingin melakukan pembayaran ZIS melalui NUCARE-LAZISNU, tidak harus membawa-bawa uang tunai yang banyak yang bisa merepotkan.

Fans Gus Dur

Menurut Khofifah dengan adanya TCash, pihaknya tidak perlu menunggu kapan atau apa. “Melakukan sesuatu tidak harus menunggu siapa atau apa. Kita lihat apa yang ada hari ini sebagai solusi, kita lakukan hari ini,” tutur Khofifah kepada Fans Gus Dur selepas mengisi sambutan pada pembukaan Rapat Pleno PBNU.

Sementara itu, Ketua LASIZNU Syamsul Huda mengatakan dengan TCash warga NU dapat mewujudkan kebersatuan. Dalam membeli pulsa melalui TCash, misalnya ada selisih harga yang menjadi keuntungan. Bila selisih itu dikalikan dengan pengguna kartu Telkomsel yang warga NU, akan ada keuntungan yang kesemuanya bermuara pada kepentingan NU.

Di arena Rapat Pleno PBNU 23-25 Juli 2016, Gerai TCash NUCARE-LAZISNU memberikan suvenir bagi pengunjung yang mengaktikan TCash di telepon seleluler mereka. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur RMI NU, Aswaja, Pahlawan Fans Gus Dur

Selasa, 19 Desember 2017

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi

Solo, Fans Gus Dur. Duet KH Shofwan Fauzi-Ahamd Helmi Sakdillah kembali memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta, Jawa Tengah. Keduanya terpilih secara aklamasi, setelah sebelumnya menggunakan cara musyawarah mufakat, dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke XIV, yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Solo, Rabu (25/12).

Saat ditemui Fans Gus Dur, Helmi mengatakan dalam kepemimpinannya untuk periode 2013-2018 nanti, akan tetap mengutamakan pengaaderan.

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembali Pimpin NU Solo, Helmi Prioritaskan Kaderisasi

“Persoalan kaderisasi tetap menjadi prioritas kami. Harapannya kita dapat menggiatkan NU mulai dari ranting sampai tingkat cabang,” terangnya, Kamis (26/12).

Fans Gus Dur

Ketua Tanfidziyah NU Solo tersebut, menjelaskan NU akan besar apabila didukung semua pihak. Salah satunya yakni dari para generasi muda. “Kini banyak dari generasi muda, yang sudah mulai nampak kiprahnya di NU Solo,” ungkapnya.

Fans Gus Dur

Selain masalah pengkaderan, Helmi juga akan menggarap pemberdayaan ekonomi warganya. “PCNU mendukung melalui MWC (Majelis Wakil Cabang) dan Banom (badan otonom), untuk membuat koperasi yang dapat mensejahterakan warga,” papar penasihat MUI Solo tersebut.

Harapannya ke depan dengan kolaborasi antara program yang lama dan baru, dapat membuat NU Solo lebih baik. “Semoga bisa membawa lebih maju dan berkembang,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja Fans Gus Dur

Jumat, 15 Desember 2017

Berseragam Maarif NU, Puluhan Pelajar MA Al-Irsyad Gelar Upacara Hari Kartini

Demak, Fans Gus Dur - Pihak Madrasah Aliyah Al-Irsyad Gajah Kabupaten Demak menggelar upacara demi memperingati pahlawan pembebasan perempuan Kartini, Kamis (21/4). Berbeda dari kebanyakan sekolah, pihak madrasah meminta semua pelajarnya untuk mengenakan seraga LP Maarif NU sebagai identitas sekolah yang bernaung di bawah lembaga pendidikan NU ini.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertunjukan eksistensi dewan guru di lingkungan Maarif yang selalu mengenang dan menghormati para pahlawan termasuk RA Kartini.

Berseragam Maarif NU, Puluhan Pelajar MA Al-Irsyad Gelar Upacara Hari Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)
Berseragam Maarif NU, Puluhan Pelajar MA Al-Irsyad Gelar Upacara Hari Kartini (Sumber Gambar : Nu Online)

Berseragam Maarif NU, Puluhan Pelajar MA Al-Irsyad Gelar Upacara Hari Kartini

Pembina upacara Shulki Astriani dalam amanatnya menyampaikan, dalam memperingati sosok pahlawan kita tidak harus mengenakan pakaian yang dikenakan sang pahlawan karena adat dan eranya berbeda. Yang terpenting adalah menghayati nilai-nilai luhur perjuangan sang pahlawan.

“Kebetulan RA Kartini dilahirkan dan hidup di lingkungan keraton Jawa tetapi pada peringatan Kartini kita tidak harus mengenakan baju adat Jawa. Kita ini di madrasah tidak mungkin bersanggul di kepala. Kita harus berjilbab. Belum lagi peringatan di luar Jawa yang adatnya berbeda,” kata Shulki Astriani.

Fans Gus Dur

Untuk menunjukkan komitmen kepada pahlawan emansipasi wanita ini, Wakil Kepala Kesiswaan MA Al-Irsyad Gajah Nurul Asror mengatakan, kegiatan tanggal 21 April tersebut sepenuhnya diserahkan kepada guru dan murid perempuan sebagai bentuk penghormatan pahlawan emansipasi wanita.

Fans Gus Dur

“Khusus hari ini kita beri penghormatan kepada guru dan murid perempuan. Petugas upacara kali ini adalah ibu-ibu guru,” tutur Asror.

Dalam upacara ini Bank Jateng menyerahkan satu unit sepeda motor VIAR sebagai bantuan operasional lingkungan hidup yang diterima Kepala MA Al-Irsyad Subekan . Pada upacara dewan guru menyerahkan piagam penghargaan kepada siswa berprestasi. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Syariah, Aswaja, Pemurnian Aqidah Fans Gus Dur

Minggu, 03 Desember 2017

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Fans Gus Dur

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Fans Gus Dur

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Aswaja, Internasional, Hikmah Fans Gus Dur

Rabu, 29 November 2017

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU!

Kudus, Fans Gus Dur. Pimpinan Pusat IPPNU mengajak jajaran pengurus di semua tingkatan untuk selalu memperhatikan dan merawat pelajar NU. Jangan sampai pelajar NU terpengaruh dengan ajaran-ajaran dan ideologi yang tidak sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum IPPNU: Kawal Pelajar NU!

“Saya ajak PR, PK, PAC, PC, PW dan PP selalu mengawal secara penuh para pelajar NU agar ke depan pelajar NU mempunyai pendirian yang kuat,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah dalam acara Latihan kader Muda (Lakut) IPNU-IPPNU Kudus di Taman Sardi Dawe, Sabtu (9/2).

Farida mengatakan, memasuki usia pertengahan abad lebih ini, tantangan IPNU-IPPNU sangat berat terutama adanya ancaman ideologi Aswaja di kalangan pelajar. IPNU-IPPNU harus bergerak cepat dalam memperkuat idiologi aswaja agar generasi masa depan NU bisa terjaga.

Fans Gus Dur

“Sebagai kader NU, kita mengupayakan rencana stretegi masa depan dalam mengawal pelajar NU sehingga kader-kader bisa terorganisir secara baik dan memegang teguh ideology aswaja.”tegas Ketua umum yang baru terpilih dalam kongres IPPNU di Palembang Nopember 2012 lalu.

Ia menambahkan kader NU harus memahami kutur ? Islam ? di Indonesia. Menurutnya, Islam orang Indonesia ? memiliki rasa toleransi lebih tinggi dan culture islamnya tetap tradisional.

Fans Gus Dur

“NU lahir di Indonesia,jadi Islam berbeda dengan Islam Timur Tengah. Islam Indonesia lebih toleran,”tegasnya lagi.

Di depan peserta Lakut, Ia mengajak merenungkan kembali perjuangan sosok pendiri IPNU KH.Tholhah Mansur yang begitu kuat mendirikan organisasi pelajar NU ini. Meski hanya dengan lima orang, namun semangat dan kegigihannya, IPNU-IPPNU bisa berkembang sampai pelosok nusantara.

“Oleh karena kita harus selalu menjaga integritas, mengembangkan ketrampilan yang kita miliki dengan selalu menjaga akhlaqul karimah dan memperkuat silaturahim.”tandas Farida di depan peserta Lakut.

Latihan kader Utama yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Kudus ini berlangung mulai Jum’at-Senin (8-11/2) ini. Sebanyak 39 kader pilihan dari utusan sembilan PAC IPNU-IPPNU se Kudus mengikuti dengan seksama dan antusias.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Nahdlatul, Sholawat Fans Gus Dur

Sabtu, 25 November 2017

Mengawal Pendidikan Anak Tak Boleh Setengah-setengah

Jember, Fans Gus Dur. Mengawal pendidikan anak tidak boleh setengah-setengah, namun harus total dan terus-menerus. Sebab pengawalan yang setengah-setengah juga akan menghasilkan produk yang nanggung. Demikian disampaikan oleh Hj Uci Hidayati saat menyampaikan ceramahnya dalam acara pengajian kubro sekaligus halal bihalal PAC Muslimat NU Wuluhan di Desa Dekuhdempok, Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Rabu (10/8).?

Mengawal Pendidikan Anak Tak Boleh Setengah-setengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengawal Pendidikan Anak Tak Boleh Setengah-setengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengawal Pendidikan Anak Tak Boleh Setengah-setengah

Menurut mubalighah asal Pasuruan itu, selain menyekolahkan anak dan selalu memantau perkembangannya, orang tua juga wajib memberikan teladan yang baik dan benar serta tak pernah lelah mendoakannya. ? "Tiga hal tersebut, yaitu pengawalan, memberi tauladan dan mendoakan adalah merupakan bukti kesungguhan kita para orang tua dalam membesarkan anak. Dan insyaallah hasilnya akan maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Emi Kusminarni dalam sambutannya mengajak Muslimat NU Wuluhan agar mengoptimalkan potensi yang ada menuju akselerasi ? pemberdayaan ekonomi umat. Ia mengaku bangga karena PAC Muslimat NU Wuluhan sudah memiliki koperasi yang mampu melayani kebutuhan rumah tangga seperti sembako, bahkan khitanan dan pernikahan.?

"Terus terang saya bangga dan kita harus bersyukur ? dengan semua itu. Pemberdayaan ekonomi umat memang harus menjadi prioritas dalam program-program Muslimat NU," ucapnya di hadapan ribuan hadirin.

Fans Gus Dur

Selain di Wuluhan, pada saat yang sama, PAC Muslimat NU Tempurejo, Balung dan Ambulu juga menggelar pengajian kubro sekaligus halal bihalal. Bahkan pengajian kubro PAC Muslimat NU Ambulu yang dihelat di Pondok Pesantren Nururssalam, Desa Sumberejo, Ambulu, dihadiri hampir 8.000 jamaah.

Menurut Nyai Emi Kusminarni, semua PAC Muslimat NU ? memang rutin menggelar pengajian tri wulanan yang biasa disebut pengajian kubro. "Karena ini momentumnya masih dekat-dekat lebaran, maka sekalian juga halal bihalal," terangnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Aswaja, Doa Fans Gus Dur

Jumat, 10 November 2017

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus

Caracas, Fans Gus Dur. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Senin (18/9) mengungkapkan rasa hormatnya atas pernyataan maaf Paus Benediktus XVI soal Islam dan penyebaran ajaran Nabi Muhammad sebagai "kejahatan dan tidak manusiawi" yang menuai protes dari umat Islam di seluruh dunia.

"Kami menghargai Paus dan seluruh pihak yang cinta pada perdamaian dan keadilan," ungkap Ahmadinejad. "Saya memahami bahwa dia (Paus Benediktus XVI) telah meralat pernyataannya yang dia buat."

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Iran Hargai Pernyataan Maaf Paus

Seperti diberitakan, Paus dalam kuliah umum di Aula Magna, Universitas Regensburg, Jerman, Selasa lalu, mengutip pernyataan Kaisar Bizantium (kini Turki) Manuel II Paleologus mengenai makna jihad dalam Islam dan penyebaran Islam dengan pedang. Sehubungan dengan itu, Paus "dengan setulusnya menyesali" bahwa pernyataannya tersebut telah melukai umat Islam, di mana kalimat itu sama sekali tidak berhubungan dengan maksud Paus.

Dalam kunjungannya selama dua hari ke Venezuela, Ahmadinejad juga mengatakan adanya kontradiksi antara nilai-nilai (ajaran) Kristen negara-negara Barat dengan perang yang selama ini mereka lancarkan.

"Seluruh pertempuran abad ke-20 (terjadi) disebabkan oleh (ulah) sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat (AS)," kata Ahmadinejad seperti dilansir sumber AP dan AFP.

Dia juga mengingatkan bahwa "Isa sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah figur yang cinta perdamaian dan keadilan bagi kemanusiaan." (dar)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Aswaja, Kajian Fans Gus Dur

Rabu, 01 November 2017

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok

Yogyakarta, Fans Gus Dur. Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Yogyakarta mengadakan diskusi mengenai rancangan Perda Rokok.? Diskusi yang diadakan di kantor PWNU DIY (01/12) dihadiri berbagai golongan, mulai komunitas kretek, perhimpunan tani tembakau sampai pengasong rokok.

Adanya Undang-Undang masalah tembakau cenderung merugikan rakyak ‘bawah’.? Salah satu peserta dari pengasong rokok mengatakan, bahwa jika dirinya tidak menjual rokok, bagaimana dengan nasib keluarganya yang menggantungkan hidup dari penjualan tersebut? Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh KH Ash’ari Abta dalam sambutan sekaligus pembukaan diskusi tersebut.

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBH NU DIY Gelar Diskusi Rancangan Perda Rokok

“NU memberikan hukum rokok hanya sebatas ‘makruh’ tidak lebih dari itu. Tidak usahlah kita melebihi hukum tersebut”, tutur Rais Syuriyah PWNU DIY. Karena sebenarnya masih banyak yang lebih madharat dibanding rokok, dan dampaknya lebih berbahaya bagi masyarakat seperti narkoba dan klub-klub malam yang merajalela.

Fans Gus Dur

Hal senada diutarakan H Zuhdi Muhdlor, mewakili ketua Tanfidziyah PWNU DIY yang berhalangan hadir. “Permasalahan tembakau memang banyak menimbulkan kompleksitas problem. Karena di dalamnya terjadi pertarungan,” tutur wakil ketua Tanfidziyah PWNU DIY.?

“Pertarungan kepentingan antara pemerintah, sponsor dan kaum petani dalam pro-kontra pengaturan tembakau,“ lanjutnya.

Pengharaman rokok merupakan bentuk pembekukan perekonomian masyarakat bawah. Hal itu juga akan berdampak pada perekonomian warga NU, karena kebanyakan petani tembakau adalah warga nahdliyyin. Pengharaman atas rokok hanya akan menyengsarakan petani tembakau dan buruh.

Fans Gus Dur

Dengan hal di atas, perlu adanya pengayoman atas warga NU dari ranah hukum yang perlu dilakukan oleh LPBH NU DIY. Dalam sesi penutupan, KH Chasan Abdullah berpendapat, bahwa adanya peraturan tembakau berpangkal pada adanya fatwa haram atas rokok.?

“Teman-teman tidak hanya perlu gencar menolak Perda tembakau, tetapi penting adanya penyikapan atas fatwa pengharaman rokok,” pesan Katib PWNU DIY.

Ia melanjutkan, “Padahal, dalam prinsip NU, semua kebijakan pemerintah yang ditujukan pada rakyat itu harus mempertimbangkan kemaslahatan. Sehingga pelibatan masyarakat dalam kebijakan-kebijakan adalah sebuah keniscayaan.“?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Suhedra

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Meme Islam, Lomba Fans Gus Dur

Senin, 30 Oktober 2017

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Temanggung, Fans Gus Dur

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Temanggung menggelar dua agenda kaderisasi sekaligus. Agenda pertama kaderisasi untuk pengurus GP Ansor melalui pelatihan kepemimpinan dasar (PKD) diikuti 54 peserta.

Kedua untuk anggota Banser melalui Diklatsar ke XII diikuti 135 peserta, yang kebanyakan dari wilayah Kecamatan Pringsurat serta ditambah beberapa peserta dari kecamatan lain.

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Gelar Dua Kaderisasi

Dua kaderisasi tersebut berlangsung di Mirikerep Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 25 sampai dengan 27 November.

Fans Gus Dur

Ketua GP Ansor Temanggung Sukron Wahid mengatakan, Diklatsar dan PKD tersebut digelar untuk membangun komitmen kader dalam berorganisasi, memberikan pendidikan dan pelatihan dasar tentang organisasi GP Ansor, Banser, dan NU.

Juga, kata dia, menyiapkan kader yang tangguh, militan, berdedikasi terhadap organisasi. Serta kader yang siap membela agama, ulama, bangsa dan negara.

Fans Gus Dur

“Kaderisasai menjadi sarana pembekalan keorganisasian juga untuk menyiapkan calon pimpinan di GP Ansor ke depan,” pungkasnya. (Slamet Jafar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Aswaja, Budaya, Sejarah Fans Gus Dur

Minggu, 29 Oktober 2017

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III

Solo, Fans Gus Dur. Kesebelasan Pondok Pesantren Al Manshur Popongan Klaten berhasil melenggang ke babak semifinal di Liga Santri Nusantara (LSN) U-18 Zona Jateng 3 Wilayah Soloraya. Hasil tersebut diperoleh, setelah mereka berhasil mengalahkan sesama tim dari Klaten lainnya, Al-Muttaqin Pancasila Sakti.?

Pertandingan yang digelar di Lapangan Kota Barat, Solo, Ahad (28/8/) tersebut berlangsung cukup ketat. Kedua tim saling jual beli serangan, namun hingga peluit dibunyikan oleh wasit, tanda babak pertama brakhir, kedua tim masih belum berhasil menyarangkan gol.

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Gol Wawa Bawa Al-Manshur Lolos Semifinal LSN Jateng III

Baru, di babak kedua skor berubah menjadi 1-0 untuk kesebelasan Al-Manshur yang berseragam hitam-hitam. Striker andalan mereka, Wawahidin, usai menusuk dari sayap kiri pertahanan lawan, berhasil memasukkan bola ke gawang. Sepakan melambungnya, salah diantisipasi kiper Al-Muttaqin. Gol!

Menjelang berakhir pertandingan, Wawahidin kembali menambah pundi golnya. Striker yang akrab disapa Wawa tersebut berhasil memanfaatkan kesalahan kiper saat melakukan tendangan. Dengan tenang pemain bernomor sepuluh itu, menendang bola dan meluncur mulus ke gawang lawan. Gol! 2-0 untuk Popongan.

Usai pertandingan, sang pencetak dua gol, Wawahidin, berharap timnya mampu menjadi wakil Region Jateng 3 di babak 32 besar LSN Tingkat Nasional.

Fans Gus Dur

Dengan dua gol Wawa tersebut, Al-Manshur Popongan berhak menapakkan langkah mereka di babak semifinal. Selanjutnya mereka akan ditantang Pesantren Al-Ikhlas Dawar Boyolali, yang terlebih dulu lolos, setelah dinyatakan menang WO atas Pesantren Ki Ageng Selo Tulung Klaten. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Aswaja, Santri Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock