Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat

Jakarta,Fans Gus Dur. Diantara tempat yang sering dikunjungi oleh Alm KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)  adalah Pesantren Asy-Syafi’iiyah Kedungwungu, Kec. Krangkeng Indramayu Jawa Barat, minimal dalam setahun dua kali Gus Dur berkunjung di pesantren yang terletak di pinggiran sungai/irigasi desa itu.

Tepat beberapa hari Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan Gus Dur berkenan mengunjungi pesantren asuhan KH Afandi Abdul Muin Syafi’i itu.

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata “Tertutup” Tetapi Bisa Melihat

Dalam kondisi –baru lengser itu- tentunya  Gus Dur sedang menjadi perhatian publik, panitia berinisiatif membuat panggung pengajian yang diletakkan di tepi sungai di depan pesantren itu, -karena halaman pesantren kurang luas-, dengan posisi panggung menghadap sungai, sehingga hadirin diposisikan di sepanjang jalan yang berdampingan dengan sungai. Saat itu Nasrulloh Afandi, salah satu santri di pesantren tersebut ikut jadi panitia.

Fans Gus Dur

Di hari H, sebelum Gus Dur tiba di lokasi, puluhan ribu hadirin berdatangan,dari berbagai pelosok Kabupaten Indramayu,Cirebon dan sekitarnya, dengan aneka latar belakangnya. Termasuk saat itu Wakil Bupati Indramayu yang terlambat datang pun harus rela masuk lokasi melalui pematang sawah, lewat pintu belakang dapur pesantren karena jalan depan jadi lautan manusia.

Saat berbicara di atas panggung, tiba-tiba Gus Dur bilang ”Ini baru pertama kali saya ceramah di tepi sungai, jadi terasa sejuk, melebihi AC, ya maklum desa tempat membuang jin, jauh dari kota he he.. he…” sambil tertawa terkekeh-kekeh khas Gus Dur.

Fans Gus Dur

Tentu saja orang yang mendengar terheran-heran, darimana Gus Dur tahu kalau panggung itu di tepi kali. Padahal tidak ada yang ngasih tahu sebelumnya.

Ditengah-tengah orasinya, Gus Dur bilang ”Indramayu ini punya PT Pertamina dengan sumber daya besar, itu tidak jauh dari sini, tetapi masyaraktnya belum makmur, ini sebagai bahan evalusai pemerintah daerah,” tandas Gus Dur, dengan jari telunjuk tangan kiri ke arah lokasi dimana PT Pertamina Balongan berada, identiknya orang yang melihat dengan normal dan memahami lokasi daerah tersebut.

Setelah cukup lama berorasi tiba-tiba Gus Dur pun melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangannnya (lihatlah foto-foto Gus Dur, ke mana-mana Ia selalu memakai jam tangan,red)

Sambil melihat jam tangan, tanpa ada yang mengasih tau, kemudian Ia bilang: “Ini sudah pukul empat sore, saya harus ke tempat Kiai Fuad Hasyim Buntet (Cirebon, red). Padahal jadwal semula saya mau ke Buntet dulu, terus ke Kedungwungu, tetapi berubah, ke Kedungwungu duluan, nah itu kiai Fuad-nya sudah jemput saya, sambil menunjuk ke arah alm KH Fuad Hasyim yang berada di bawah di samping panggung,” tandas Gus Dur, waktu yang dikatakannya pun betul, identiknya orang yang melihat jam secara normal saat itu.

Alhasil, Gus Dur matanya“tertutup” sebagaimana disaksikan oleh orang banyak, tetapi sejatinya Ia bisa melihat. wallahu a’lam. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Fragmen, Sholawat Fans Gus Dur

Rabu, 28 Februari 2018

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

Sidoarjo, Fans Gus Dur. Fenomena yang terjadi saat seorang anak kejang seperti mata mendelik, tangan-kaki kaku kelojotan serta lidah tergigit, tak ayal membuat para orang tua panik. Pasalnya, kejang pada anak merupakan hal yang menakutkan bagi orang-tua. Sebagai langkah awal dalam menangani kejang, orang tua harus tetap tenang.

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Harus Tenang Jika Tangani Anak Kejang

"Maka hal selanjutnya yang harus dilakukan orang tau adalah mencari penyebab anak tersebut seperti meletakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah, baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak," kata dokter umum Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Vanisia Hayu Firdayanti kepada Fans Gus Dur, Rabu (12/10).

Vani mengungkapkan, jangan memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak seperti memasukkan sendok, kayu, jari orang tua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang. Karena hal itu akan berisiko serta bisa menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka.

"Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang. Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat," ungkap Vani.

Fans Gus Dur

Pada umumnya, anak yang sedang mengalami kejang akan menunjukkan gejala seperti hilangnya kesadaran dan berkeringat, tangan dan kaki kaku, keluar busa atau cairan dari mulut, kedua matanya seperti melirik ke atas. Setelah kejang reda, anak akan mengantuk dan tertidur.

Vani menjelaskan, penyebab kejang tersering pada anak di antaranya kejang demam, infeksi susunan syaraf pusat, trauma kepala, keracunan (akohol, teofilin), penghentian obat anti epilepsy dal lain sebagainya.

Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama, ? obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Fans Gus Dur

Untuk mendiagnosis penyebab kejang, sambung Vani, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan di antaranya pemeriksaan darah, urine, atau pemeriksaan cairan tulang belakang untuk mengetahui apakah terjadi infeksi sistem saraf pusat seperti meningtis. Selain pemeriksaan tersebut, dokter bisa saja menyarankan electroencephalogram (EEG) atau rekam otak (sesuai indikasi) untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejang yang dialami oleh anak.

"Pada saat di IGD dan kejang pada anak sedang berlangsung, dokter akan segera memberikan obat anti kejang yang dimasukkan lewat dubur dan oksigenasi untuk memperbaiki aliran oksigen ke otak. Setelah itu terapi dikhususkan terhadap penyebab kejang. Jika epilepsy merupakan dasar penyebab anak kejang, maka dokter akan memberikan obat anti epilepsy yang harus diminum selama minimal 1 tahun pasien bebas kejang, bukan 1 tahun setelah pasien pertama kejang," ujar dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini.

Perlu diketahui bahwa, kejang sendiri didefinisikan sebagai kondisi di mana otot tubuh berkontraksi dan relaksasi secara cepat dan berulang, oleh karena abnormalitas sementara dari aktivitas elektrik di otak, disebabkan karena proses intracranial, ekstracranial dan metabolic.

Tipe kejang yang paling umum ditemukan biasanya berupa kejang tonik-klonik, di mana tubuh menjadi kaku diikuti dengan gerakan kelojotan. Selama periode ini, lidah dapat tergigit sehingga menyebabkan perdarahan di mulut, atau dapat pula berupa gerakan-gerakan abnormal salah satu sisi tubuh, mata terlihat menatap dengan pandangan kosong, gerakan-gerakan mengunyah. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Makam, RMI NU, Kyai Fans Gus Dur

Minggu, 25 Februari 2018

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Jakarta, Fans Gus Dur
Harapan baru mulai muncul setelah sebelumnya ancaman perang menghadang didepan mata rakyat Aceh. Pemerintah RI dan GAM akhirnya bersedia duduk satu meja dalam Tokyo Meeting yang akan digelar pada tanggal 17 besok di Tokyo.
?
Kabar baik ini merupakan inisiatif dari beberapa negara donor pemulihan Aceh seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. HDC (Henry Dunant Center) -yang selama ini menjadi fasilitator perdamaian- menyambut baik rencana tersebut.

Namun demikian, sampai saat ini GAM dan RI bersedia datang dengan visi dan misi berbeda. Presiden Megawati menegaskan, pemerintah Indonesia tetap membawa proposal bahwa GAM harus mengakui NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), harus meletakkan senjata, serta harus menerima otonomi khusus.

GAM akan membawa proposal mengenai kelanjutan CoHA (Cessation of Hostilities Agreement/Kesepakatan Penghentian Permusuhan) yang ditandatangani 9 Desember lalu). "Jadi, pembahasannya bukan persoalan NKRI atau peletakan senjata," katanya saat ditemui Arnaz Farouq, wartawan, di markas GAM wilayah Lhokseumawe tadi malam.

Di mata para petinggi GAM, yang harus diagendakan dalam perundingan nanti adalah membahas sekaligus menyelesaikan pelanggaran yang terjadi selama CoHA. Sebab, selama ini, GAM menganggap belum ada mekanisme untuk menyelesaikan pelanggaran yang terjadi setelah penandatanganan perjanjian tidak saling memusuhi dari kedua belah pihak.

Ada tiga alasan mengapa GAM akhirnya menerima itu. Pertama, Jepang negara netral. Kedua, HDC menghendaki itu. Dan, ketiga, hal itu akan menjadi sejarah baru bagi pertemuan dialog RI-GAM.

GAM berharap agar pertemuan tersebut dapat diikuti oleh kalangan sipil di Aceh. Tujuannya, mereka mengetahui secara persis bagaimana proses perdamaian itu berlangsung (jp/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Aswaja, News Fans Gus Dur

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Baru dalam Tokyo Meeting (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Baru dalam Tokyo Meeting

Sabtu, 24 Februari 2018

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan

Jakarta, Fans Gus Dur?

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) menggelar istighotsah buruh dan konferensi press terkait dengan peringatan hari Buruh pada 1 Mei 2017, di gedung DPP Sarbumusi, Jalan Raden Saleh 1 No. 4 Kenari Senen Jakarta, (30/04).?

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Buruh, Sarbumusi Ajukan Enam Tuntutan

Dalam konpres tersebut, Sarbumusi mengajukan enam tuntutan, yaitu, menolak revisi UU nomor 13 tahun 2003 di tahun politik, menolak revisi UU nomor 21 tahun 2000, menolak dan melawan segala bentuk kriminalisasi terhadap para aktifis buruh dan pekerja, menolak politik upah murah, tegakkan hukum dengan tegas terhadap semua kasus-kasus ketenagakerjaan, serta menolak tenaga kerja asing (TKA) tanpa keahlian.

Sekjen DPP Sarbumusi Eko Darwanto menjelaskan kondisi buruh belum beranjak dari berbagai kasus yang belum terselesaikan. Saat ini buruh masih dianggap sebagai bagian dari proses produksi yang bisa diberhentikan kapan saja. Banyak buruh belum mendapatkan hak-haknya.

"Para pengusaha harus mempunyai kesepakatan kerjasama yang baik," ungkap Eko Darwanto.

Fans Gus Dur

"Isu tahun ini yang akan dibawa adalah ingin menjadikan kemitrakerjaan secara sentral," lanjut Eko.

Masih dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal Sarbumusi ingin berlakukan sentralisasi ketenagakerjaan dengan menolak otonomi ketenagakerjaan sehingga pengelolaan ketenagakerjaan sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. (Robiatul Adawiyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, AlaNu Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Rabu, 14 Februari 2018

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Makassar, Fans Gus Dur. Universitas Islam Makassar mengadakan syukuran dengan dzikir bersama atas Akreditasi Institusi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT) sebagai perguruan tinggi dengan predikat B. Syukuran berlangsung Sabtu 2 Mei 2015 tersebut dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM.

Ribuan hadirin mengikuti lantunan dzikir yang dipimpin Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan H. Masykur Yusuf. Sementara sujud syukur dipimpin Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH Muh. Sanusi Baco.

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Dapat Akreditasi BAN-PT, UIM Gelar Syukuran

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika atas doa dan kerja keras mereka sehingga salah satu universitas kebanggaan warga NU tersebut mendapat pengakuan dari BAN-PT.

Fans Gus Dur

Dengan penuh rasa syukur, kata dia, sengaja melaksanakan dzikir bersama atau istighosah ini, sebagai bentuk rasa syukur UIM atas karunia Allah Swt yang telah memberikan kekuatan kepada seluruh komponen.

Fans Gus Dur

Ia menambahkan, capaian ini dipersembahkan kepada orang-orang yang telah berjasa dan mewakafkan dirinya, demi kemajuan UIM.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof. Iskandar Idy mengatakan, bahwa kemajuan UIM tak lepas dari kepemimpinan Majdah selaku Rektor. Tentunya dibantu seluruh komponen UIM.

Iskandar Idy mengimbau kepada seluruh civitas akademika untuk saling bahu membahu membangun UIM dan penuh keikhlasan.

Sementara Anregurutta KH. Sanusi Baco dalam taushiahnya meminta kepada seluruh civitas akademika untuk tetap istiqomah mengurus UIM dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.

Juga, sambung dia, seluruh civitas akademika senantiasa memperbesar harapannya dan memperkecil kecemasannya agar dalam mengarungi kehidupan, terkhusus mengabdi pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan penuh rasa optimis.

Hadir pada kesempatan itu seluruh Pengurus Syuriyah Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Sulsel, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Pejabat Struktural UIM, ribuan mahasiswa UIM dan ratusan anak yatim piatu binaan UIM. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur AlaNu, Doa, Kyai Fans Gus Dur

Kamis, 08 Februari 2018

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus

Jepara, Fans Gus Dur. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Jepara menyempatkan halal bihalal kepada sesepuh IPNU Zainut Tauhid di kediamannya, Desa Potroyudan, Jepara, Senin (20/7). Zainut Tauhid adalah ketua Pimpinan Pusat IPNU era 80-an yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR RI komisi IV bidang pertanian.

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jepara Didorong Dirikan Komisariat di Kampus

Dalam halal bihalal ini pengurus PC IPNU Jepara Miqdad Sya’roni mengungkapkan, pihaknya membutuhkan motivasi dari ketua PC IPNU Jepara era 70-an dan PP IPNU era 80-an ini. “Selain motivasi tentang keberlanjutan IPNU dan IPPNU di Jepara, kami juga meminta tips dan trik mendirikan PKPT pak,” kata mahasiswa UNISNU Jepara ini.

Zainut Tauhid mengatakan bahwa IPNU dan IPPNU Jepara harus senantiasa memberdayakan kader, terutama yang ada di bawah. Dalam pembinaan kader yang ada di lembaga pendidikan, IPNU Jepara bisa bekerja sama dengan LP. Ma’arif NU. “Karena mengingat periodisasi IPNU yang sangat pendek, jadi koordinasi terpenting untuk perawatan kader adalah dengan LP Ma’arif,” katanya.

Fans Gus Dur

Selain kerja sama dengan LP Ma’arif, IPNU di perguruan tinggi juga harus didirikan. “Kita harus memberikan pemahaman kepada mahasiswa arti pelajar di IPNU itu seperti apa,” imbuhnya.

Dalam mendirikan PKPT (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi) IPNU, para pendiri tidak usah meminta izin kepada rektor atau dosen terkait. Karena PKPT organisasi eksternal. “Jadi kalu mau mendirikan, ya dirikan saja. PMII biar berada di posisinya, mereka kan sudah menyatakan independen to. Tunjukin saja kualitasmu maka kamu akan diminati,” lanjutnya.

Fans Gus Dur

“Orang kalau sudah nyaman di IPNU dan IPPNU itu dia tak kan pindah-pindah ke organisasi yang lain. Jadi kamu harus punya data mahasiswa yang masuk itu dari sekolah mana saja, dan apakah sekolah itu ada IPNU dan IPPNUnya atau tidak,” pungkasnya. (Afandi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Sejarah, Ahlussunnah Fans Gus Dur

Selasa, 06 Februari 2018

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU

Jombang, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jombang memulai program pendampingan MWCNU-Ranting NU di bulan Ramadhan. Program pendampingan yang bersifat penguatan ini merupakan amanah Muskercab NU Jombang akhir 2013 lalu secara teknis digarap Lakpesdam NU Jombang.

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jombang Awali Program Pendampingan MWCNU-Ranting NU

PCNU Jombang membentuk tim khusus pendampingan. Mereka bergerak menyosialisasikan program pendampingan ini berbarengan dengan Safari Ramadhan selama tiga hari yang dibagi ke dalam tiga wilayah.

Mereka mengadakan pendampingan setiap harinya ke tujuh kecamatan. Pada Kamis (17/7) mereka mengunjungi 7 MWCNU. Demikian Jumat (18/7) dan Sabtu (19/7).

Fans Gus Dur

Dalam pertemuan Koordinasi Tim Pendamping pada Senin (14/7), Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar menegaskan, semua anggota tim pendamping harus bersiap. “Jika ada anggota tim yang belum siap, harus segera kita carikan gantinya saat ini juga. Jangan sampai, MWC sudah serius mendukung program ini menjadi kecewa karena tim pendampingnya tidak datang,” kata Kiai Isrofil.

Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang KH Junaidi Hidayat menyampaikan, program ini diagendakan sebagai upaya optimalisasi kepengurusan MWC dan Ranting NU dan koordinasi berjalan baik mulai dari cabang hingga ranting.

Fans Gus Dur

“Kalau kepengurusan ranting NU tidak berjalan dengan baik, rancangan program NU seperti pendidikan, kesehatan, perekonomian yang sudah dirumuskan mengalami hambatan,” ujar Kiai Junaidi. (Musabdilla/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Berita, Hadits Fans Gus Dur

Minggu, 04 Februari 2018

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan

Jakarta, Fans Gus Dur

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta meluncurkan kelompok diskusi yang diberi nama Diskursus Pemuda Kebangsaan (DPK), Kamis (21/1) di Aula Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta. Peluncuran ini dilaksakanakan bersamaan dengan diskusi rutin yang dilakukan PKC PMII DKI Jakarta.

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DKI Jakarta Luncurkan Diskursus Pemuda Kebangsaan

Koordinator utama DPK, Don Gustiral mengatakan, setiap diskusi yang dilaksakan oleh PMII merupakan diskursus akademik sebagai perwujudan keilmuan yang diterima oleh mahasiswa di kampus.?

Pemuda sebagai pilar bangsa, lanjutnya, sangat penting dalam memahami berbagai problematika kebangsaan tak terkecuali persoalan radikalisme yang terus bergerak masif mengancam keutuhan bangsa.

“Di PMII, sudah menjadi tradisi terkait dengan kelompok-kelompok kajian serius. Misal kelompok kajian 164 yang terbukti melahirkan banyak intelektual dan tokoh yang hingga saat ini aktif menghasilkan pemikiran-pemikiran brilian,” ujar Don Gustiral di tengah puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta.

Fans Gus Dur

Sementara itu, Ketua Umum PKC PMII DKI Jakarta, Mulyadin Permana juga menuturkan, walaupun masih dalam tataran diskusi, kelompok kajian kebangsaan ini sangat penting guna menyadarkan generasi muda secara umum terkait problem kebangsaan. Merujuk pada kasus bom Thamrin, Mulyadin menegaskan bahwa mental intoleran masih melekat pada diri generasi muda.

“Diskusi problem kebangsaan harus terus digelorakan. PMII mengajak kepada para mahasiswa untuk aktif menyumbang pemikiran guna mengurai persoalan kebangsaan yang semakin kompleks,” ujarnya.

Adapun dalam diskusi bertema ‘Pemuda dan Pemahaman Kebebasan Beragama’ ini, PKC PMII DKI Jakarta menghadirkan Ketua Kanwil Kemenag DKI Jakarta Abdurrahman Harun, Wasekjen PP GP Ansor Masud Shaleh, Anggota FPDIP Jalaluddin Rahmat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, dan Ketua Banteng Indonesia I Ketut Guna Arta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kajian, Kyai, Warta Fans Gus Dur

Rabu, 31 Januari 2018

Rais Aam PBNU: Islam Nusantara, Solusi Peradaban Dunia

Jakarta, Fans Gus Dur ? ? ?

Rais Am PBNU KH A Mutofa Bisri berpendapat, di Nusantara Islam dikembangkan dan dipelihara melalui jaringan para ulama Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang mendalam ilmunya sekaligus terlibat secara intens dalam kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Rais Aam PBNU: Islam Nusantara, Solusi Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Islam Nusantara, Solusi Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Islam Nusantara, Solusi Peradaban Dunia

Maka masyarakat muslim yang terbentuk adalah masyarakat muslim yang dekat dengan bimbingan para ulama sehingga peri hidupnya lebih mencerminkan ajaran Islam yang berintikan rahmat. “Islam Nusantara adalah solusi untuk peradaban,” kata kiai penyair yang akrab disapa Gus Mus ini.

Lebih lanjut pengasuh Pondok Pesantren Leteh Rembang ini menerangkan,? Islam Nusantara yang telah memiliki wajah yang mencolok, sekaligus meneguhkan nilai-nilai harmoni sosial dan toleransi dalam kehidupan masyarakatnya.

Fans Gus Dur

Hal itu menurutnya, karena para ulama Aswaja memberikan bimbingan dengan ilmunya yang mendalam, dan kontekstual, serta mengedepankan kebersamaan dan persatuan masyarakat/bangsa secara keseluruhan.

Ia katakan, Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta bersendikan Bhinneka Tunggal Ika, secara nyata merupakan konsep yang mencerminkan pemahaman Islam ahlus sunnah wal jama’ah yang berintikan rahmat.

Fans Gus Dur

“NU didirikan untuk memelihara kebersamaan para ulama Aswaja di Nusantara dalam membimbing umatnya,” tutur budayawan ini.

Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Dalam makalahnya di acara Diskusi Panel bertema Indonesias Role In Addressing Global Islamist Extremism? yang diselenggarakan oleh Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Jakarta, Kamis (28/5), Gus Mus menyampaikan langkah penanganan masalah ekstremisme keagamaan kepada? pemerintah.

Ia memaparkan, pemerintah perlu memahami bahwa Islam Nusantara yang teduh yang telah menjadi wajah Indonesia, sungguh telah sesuai dengan ajaran dan contoh Pemimpin Agung Muhammad SAW. Bahwa pemahaman agama dalam keberagamaan (harmoni sosial dan toleransi) seperti yang ada di Indonesia selama ini, saat ini sangat diperlukan oleh dunia yang penuh kemelut ini.

“Pemerintah perlu juga kokohnya sistem nilai Islam Nusantara, mengingat mayoritas warganya beragama Islam dan wajib dijaga dari ancaman propaganda ekstremisme,” tuturnya.

Hal berikut yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyadari bahwa Indonesia dapat memainkan peran amat penting dalam upaya perdamaian dunia dengan menawarkan nilai-nilai Islam Nusantara sebagai model untuk umat Islam di seluruh dunia.

Dituturkannya, Nahdlatul Ulama telah dan akan terus bergerak mendakwahkan nilai-nilai Islam Aswaja demi perdamaian dunia. NU juga mengupayakan konsolidasi para ulama Aswaja seluruh dunia serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak secara Internasional.

“Di Tanah Air, jelas Nahdlatul Ulama tak henti-hentinya berjuang membimbing umat dan menjaga keselamatan negara. Di kancah Internasional, Nahdlatul Ulama tidak menunggu pihak mana pun untuk mengambil langkah-langkah strategis,” paparnya dalam diskusi di depan awak media asing tersebut.

Di akhir presentasinya Gus Mus membeberkan pengembangan organisasi dan kerjasama yang telah dilakukan NU. Yakni menginisiasi terbentuknya perkumpulan ulama ahlussunnah wal jama’ah di Afghanistas yang kemudian menamakan dirinya sebagai “Nahdlatul Ulama Afghanistan” dan bersepakat memegangi prinsip-prinsip tawassuth (moderat), tasaamuh (toleran), tawaazun (berimbang/obyektif), i’tidal (adil), dan musyaarakah (kebersamaan dalam masyarakat), persis dengan NU.

“Kerja sama juga telah dirintis bersama Universitas Wina, Austria, di bawah kepemimpinan Prof Dr Rüdiger Lohker, untuk membangun suatu pusat penelitian terapan (applied research) dalam rangka strategi menghadapi ekstremisme agama,” pungkas dia.

Panelis lain dalam acara tersebut adalah Dekan Fakultas Sains Islam Universitas Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Abdel-Moneem Fouad, mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof? Dr Azyumardi Azra, dan guru besar studi Islam University of? Venna? Prof. Dr. Rudiger Lohlker. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Hikmah, Kyai, Kajian Islam Fans Gus Dur

Senin, 29 Januari 2018

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme

Pidie, Fans Gus Dur

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme kembali melaksanakan dialog pelibatan masyarakat dalam penanggulangan paham radikal dan terorisme di Provinsi Aceh tepatnya di Kabupaten Pidie, Kamis (14/4).

Kegiatan yang terlaksana atas kerja sama dengan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh ini diikuti para dai dari beberapa kabupaten di sekitar Pidie. Sebanyak 200 pesarta menghadiri acara di aula SMK N 2 Kecamatan Sigli, Kabupaten Pidie tersebut.

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Dai di Aceh Didorong Aktif Halau Radikalisme

Ketua FKPT Provinsi Aceh Yusni? Sabi mengatakan, kegiatan kali ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Provinsi Aceh khususnya warga Kabupaten Pidie dalam mewaspadai paham radikal dan terorisme di Aceh.

Fans Gus Dur

Guru Besar UIN Sumatra Utara Syahrin Harahap yang hadir dalam kesempatan itu berpandangan, mempertemukan dai dalam satu forum sangat tepat karena dai merupakan ujung tombak bagi umat Islam dalam memberikan pemahaman agama. Ketika dai menyampaikan ajaran agama yang benar, maka tidak akan ada paham radikal dan terorisme di Aceh.

Fans Gus Dur

Mokhtar, Kepala Dinas Syariat Islam Banda Aceh, menambahkan, perdamaian Aceh merupakan tanggung jawab semua warga. “Kita harus bersama-sama dalam menghalau berbagai paham radikal dan terorisme di Aceh. Jangan biarkan Paham Radikal melukai dan mengoyak wagra Aceh, mari perkuat silaturahim,” katanya.

Kegiatan tersebut berlangsung selama sehari, dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pidie M. Iryawan, Direktur Perlindungan BNPT Herwan Chaidir, Masu’d Halimin dari The Nusa Institute, perwakilan Kesbangpol provinsi dan kabupaten.

Wakil Bupati Kabupaten Pidie M. Iryawan berharap kegiatan ini bisa menjaga perdamaian di Aceh dan mencegah secara dini bahaya paham radikal dan terorisme di Kabupaten Pidie secara khusus dan Aceh secara umum.

Tujuan dari kegiatan ini di antaranya adalah peningkatan kapasitas dai dari segi penyusunan materi dakwah yang bernuansa rahmatan li’alamin dan moderat seperti tema persamaan sesama manusia dan ukhuwah insaniyah dan ukhhuwah islamiyah, kemajemukan, perbedaan pendapat, toleransi dan sebagainya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Nahdlatul Ulama, Sholawat, Kyai Fans Gus Dur

Kamis, 11 Januari 2018

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama

Pati, Fans Gus Dur. Berdirinya negara Indonesia tidak terlepas dari peran para ulama Nahdlatul Ulama di awal kemerdekaannya. Sejumlah ulama tanah air seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, KH ? Wahid Hasyim, KH Hasyim Asyari merupakan tokoh yang ikut merumuskan berdirinya pondasi dan dasar negara Indonesia dengan mengakui UUD 1945 RI sebagai konstitusi negara berasaskan Pancasila dan bersendikan Bhineka Tunggal Ika. Ini artinya eksistensi Pancasila dan konstitusi negara Indonesia sudah sesuai dengan syariat dan ajaran ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

Pesan tersebut disampaikan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam Halaqah Ilmiyah di Mahad Jamiah Mathaliul Falah, Kabupaten Pati, Jumat (21/4).?

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragukan NKRI dan Pancasila, Katib Aam: Itu Penghinaan terhadap Ulama

"Para ulama yang ikut mengesahkan UUD 45 dengan asas Pancasila bukanlah ulama sembarangan dan bukan ulama kemarin sore. Mereka telah menghabiskan waktu lama untuk mendalami ilmu agama yang luas sekaligus mengamalkannya dalam tatanan kehidupan sehari-hari, maka ketika ada yang mengatakan NKRI dan Pancasila tidak sesuai dengan syariat maka artinya itu menghina para ulama kita," tegas mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.

Dalam forum itu Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin,Rembang ini juga menyinggung perjuangan ulama dan rakyat NU dalam melawan penjajah dengan adanya "Resolusi Jihad" 22 Oktober 1945 yang menyatakan bahwa dalam jarak masafatul qasr perang melawan penjajah adalah fardhu ain atau kewajiban setiap orang.?

Ketika ditanya soal Islam Nusantara, Gus Yahya menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan cara untuk menguatkan dan mewadahi semua elemen masyarakat Muslim Indonesia yang terdiri dari berbagai tradisi dan kelompok yang berbeda. Selain itu, bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya dan agama sehingga membutuhkan nuansa yang dapat mengharmoniskan semua pandangan yang berbeda.

Halaqah diikuti para santri Mahad yang merupakan mahasiswa Institut Pesantren Mathaliul Falah. Selain itu turut hadir pengasuh Mahad, wakil rektor, dan sejumlah dosen IPMAFA. (Isyrokh Fuaidi/Zunus)

Fans Gus Dur

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kyai, Tokoh, Pesantren Fans Gus Dur

Rabu, 10 Januari 2018

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat

Den Haag, Fans Gus Dur

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda akan menggelar koferensi cabang (konfercab) kedua pada 27-29 Maret 2017. Beberapa rangkaian kegiatan sedang disiapkan dalam rangka mematangkan konsep Islam Nusantara sebagai salah satu bentuk diplomasi budaya Indonesia di ajang internasional.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCINU Belanda Fachrizal Afandi, tugas PCINU sebagai duta NU di luar negeri semakin berat dan menantang. Untuk itu, Konfercab PCINU Belanda kali ini layak menjadi momentum mempromosikan Islam Nusantara ke publik Barat.

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Korfercab NU Belanda Bakal Promosikan Islam Nusantara ke Publik Barat

PCINU Belanda prihatin dengan menguatnya sentiment priomordial yang berdampak pada intoleransi dan kekerasan di berbagai penjuru dunia, termasuk di negara-negara dengan tradisi demokrasi dan hak-hak sipil yang kuat. Di benua Amerika Utara, tiga peristiwa penting yang baru-baru ini terjadi menggambarkan hal tersebut: kebijakan Presiden Trump mencegah warga negara dari tujuh negara Muslim masuk ke wilayah negara USA, pembakaran masjid di Texasm USA, dan penembakan membabi buta jamaah yang sedang shalat di sebuah masjid di Quebec, Kanada.

Fans Gus Dur

“Islam Nusantara harus dipromosikan sebagai sumbangan Muslim Indonesia kepada tatanan dunia yang lebih damai dan harmonis. Islam Nusantara harus menjadi bagian dari diplomasi budaya Indonesia dalam rangka menghilangkan Islamophobia di Dunia Barat,” kata Fachrizal yang juga kandidat Doktor di Leiden University.

Fans Gus Dur

Rangkaian kegiatan ini akan dibuka dengan Konferensi Internasional dan Pameran Foto dengan tema “Rethinking Indonesia’s ‘Islam Nusantara’:? From Local Relevance to Global Significance". Acara ilmiah tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dan Vrije Universiteit Amsterdam. Sebagai kelanjutannya, pada hari kedua (28/3) akan diselenggarakan Konfercab PCINU Belanda yang bertempat di Masjid Al-Hikmah, Den Haag.

Dalam forum Konfercab ini juga akan dilakukan Bahtsul Masail untuk menjawab masalah-masalah keagamaan di kalangan muslim Belanda. Lantas, pada hari ketiga (29/3) akan diselenggarakan pemutaran dan diskusi film berjudul Jalan Dakwah Pesantren? di Universitas Leiden, Belanda.

Sebagai penutup rangkaian Konfercab ini adalah Gala Dinner dan Malam Kebudayaan. Acara ini diselenggarakan di KBRI Den Haag dengan menghadirkan enam duta besar Indonesia berlatar belakang santri yang bertugas di berbagai negara. Para duta besar ini akan menyampaikan pidato kebudayaan dengan penekanan pada bagaimana mempromosikan Islam Nusantara sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia di negara mereka bertugas.

“Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut rangkaian kegiatan ini, silahkan lihat di website kami (www.nubelanda.nl),” kata Ibnu Fikri, Ketua Panitia Konferensi Internasional. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Pesantren, Kyai, Nasional Fans Gus Dur

Sabtu, 06 Januari 2018

Chavez: Ledakan Sosial Tak Mungkin Terjadi di Venezuela

Caracas, Fans Gus Dur. Presiden Venezuela Hugo Chaves, Rabu 6/6), mengatakan bahwa ledakan sosial untuk menggulingkan pemerintahannya adalah hal yang tak mungkin terjadi di Veenezuela.

Pernyataan itu diungkapkannya saat menyinggung adanya strategi penggulingan yang dilancarkan oleh kelompok oposisi terhadap pemerintahannya.

Chavez: Ledakan Sosial Tak Mungkin Terjadi di Venezuela (Sumber Gambar : Nu Online)
Chavez: Ledakan Sosial Tak Mungkin Terjadi di Venezuela (Sumber Gambar : Nu Online)

Chavez: Ledakan Sosial Tak Mungkin Terjadi di Venezuela

Hanya akan ada satu ledakan revolusioner yang kokoh, terang Chaves dalam jumpa pers dan menambahkan bahwa Amerika Serikat kini sedang mencoba merancang "strategi kudeta halus" terhadap Venezuela.

Fans Gus Dur

"Mereka (AS) ingin mengganggu, menyalakan sumbu dengan menggelar demonstrasi yang marak belakangan ini hingga memicu ledakan massa, namun kita telah dengan sabar memadamkan api-api kecil itu," tegas Chaves seperti dilansir sumber Prenza Latina.

Fans Gus Dur

Chaves mengatakan, dengan perolehan lebih dari 60 persen suara dalam pemilu lalu dan dukungan rakyat yang kian meningkat, maka tidak akan ada ledakan massa yang dapat mengancam pemerintahannya. Sebaliknya, Chaves menuduh AS menjadi biang dari seluruh rencana menentang pemerintahan Venezuela.

Presiden yang pernah memproklamirkan "runtuhnya kerajaan AS" itu mengingatkan seluruh rakyatnya untuk waspada dan tidak terjebak pada manipulasi. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Kiai, Halaqoh Fans Gus Dur

Kamis, 28 Desember 2017

PBNU Turut Berduka atas Musibah Mina

Jakarta,Fans Gus Dur. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa ratusan jamaah haji di Mina, Arab Saudi, pada Kamis (24/9). Dikabarkan, sekitar 310 jamaah meninggal, sementara 450 lainnya mengalami luka-luka.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, saya menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnnya atas kejadian yang menimpa di Mina Arab Saudi. Mereka adalah syuhada, ahlul jannah,” katanya kepada NU Onlline Kamis malam (24/9).

PBNU Turut Berduka atas Musibah Mina (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Turut Berduka atas Musibah Mina (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Turut Berduka atas Musibah Mina

Musibah yang terjadi di Mina, kata dia, di luar kuasa manusia, mengingat tidak bisa diketahui kapan dan dimana seseorang meninggal. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ungkapnya. ?

Fans Gus Dur

Menurut dia, kita tidak usah mencari kesalahan atas kejadian itu. Sebab pemerintah Arab Saudi sedah berupaya semaksimal mungkin untuk melayani jemaah haji dari seluruh dunia. Namun berkumpulnya orang sekitar 3 juta, kesalahan manusia (human error) berakibat fatal.

Fans Gus Dur

Musibah terjadi pada akhir pelaksanaan ibadah haji. Musibah disebabkkan para jamaah haji berdesak-desakan di lembah padang pasir yang terletak sekitar lima kilometer sebelah Timur kota Mekkah, Arab Saudi. Letaknya di antara Mekkah dan Muzdalifah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Jadwal Kajian, Kyai, Nasional Fans Gus Dur

"Sedino Nyantri" Jadi Ajang Silaturrahim Santri Lasem

Rembang, Fans Gus Dur. Sedino Nyantri (satu hari nyantri)? merupakan salah satu kegiatan untuk mempererat tali silaturrahim diantara para santri Lasem. Rencananya acara ini akan dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Hidayat Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada 8 hingga 10 September 2016.

Panitia Pelaksana Ahmad Hasbullah mengatakan, berawal dari obrolan ringan teman-teman pondok pesantren di Lasem akhirnya mencetuskan untuk mengadakan acara ini. Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan semacam ini dapat menumbuhkan rasa silaturrahim para santri.

Sedino Nyantri Jadi Ajang Silaturrahim Santri Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedino Nyantri Jadi Ajang Silaturrahim Santri Lasem (Sumber Gambar : Nu Online)

"Sedino Nyantri" Jadi Ajang Silaturrahim Santri Lasem

"Baik silaturrahim antar santri itu sendiri, maupun santri dengan masyarakat. Kita tahu bahwa di Lasem ini banyak sekali pondok pesantren, tentu saja dengan santri yang banyak pula didalamnya," terangnya kepada Fans Gus Dur, Ahad (4/9).

Selain acara sedino nyantri, pihaknya juga merencakan Pameran Foto Arkeologi Lasem dan penampilan Wayang Gagrak Pesisiran Lasem yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (8/9). Dilanjutkan Sedino Nyantri hari Jumat (9/9), sedangkan pada hari Sabtu (10/9) diadakan Srawung Seni Rumah Kapiten yang akan diisi kegiatan batik Lasem dan resik-resik Soditan.

Fans Gus Dur

"Acara Sedino Nyantri ini nantinya akan berlangsung mulai pagi sampai malam. Mulai dari sowan para kiai-kiai Lasem, ngaji kalong, hingga burdahan dan liwetan bareng para santri se-Kecamatan Lasem," ujarnya.

Acara ini terbuka untuk umum, dan bagi para pengunjung dari luar daerah disediakan tempat tinggal bagi yang membutuhkan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi pihak panitia dengan nomor ? telepon 082-136-559-072 atas nama Bowo. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Budaya, Kyai Fans Gus Dur

Fans Gus Dur

Selasa, 26 Desember 2017

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI

Bandar Lampung, Fans Gus Dur
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera membuat fatwa soal tenaga kerja wanita (TKW), terutama bagi mereka yang mencari kerja di luar negeri. "Saya sangat mendukung upaya Wakil Ketua DPR Pak Zainul Ma’arif yang akan meminta MUI mengeluarkan fatwa bagi pengiriman TKW ke Arab Saudi," kata Hasyim sebelum berceramah pada istighosah dan pelantikan PC NU Kota Metro, Lampung, Rabu malam.

Dalam pandangan Islam, termasuk NU, kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, seorang wanita yang bepergian jauh seperti menjadi TKW tanpa didampingi mukhrim adalah dilarang. "Apalagi secara teknis mereka tidak mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang memadai, sehingga berpeluang terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, sperti terlunta-lunta dan perlakuan tidak senonoh lainnya," kata mantan calon wakil presiden yang berpasangan dengan Megawati Soekarnoputeri pada Pilpres 2004 lalu.

Selain itu, kata Hasyim didampingi Ketua Pengurus WIlayah NU Lampung Khairudin Tahmid dan Walikota Metro Mosez Herman masalah TKW khususnya di negara Timur Tengah budayanya sangat berbeda dengan di Indonesia. Di Timur Tengah seperti di Saudi Arabia, ada yang memberlakukan TKW seolah-olah budak karena merasa mereka telah dibeli oleh majikannya.

Hasyim menyatakan prihatin dan sedih atas perlakuan sejumlah majikan atau pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga sejumlah TKW asal Indonesia mendapat siksaan, pemerkosaan serta dijadikan budak seks. Dia menyadari, timbulnya TKW atau tegana kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri karena tidak ada atau sulitnya kesempatan kerja di tanah air dan ini yang sebetulnya merupakan salah satu akar pokok persoalannya.

Sebelumnya Zainal Ma’arif yang juga pengawas haji DPR 2005 menemukan kasus TKW Indonesia di Arab Saudi yang diperjualbelikan dan dipaksa untuk melayani nafsu seks berbagai pihak tanpa mengindahkan prinsip-prinsip ketatanegaraan Kerajaan Arab Saudi. Melihat persoalah tersebut, Zainal Ma’ruf melayangkan surat ke MUI untuk meminta fatwa tentang pengiriman TKW ke Arab Saudi. (atr/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur PonPes, Daerah, Kyai Fans Gus Dur

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Diminta Keluarkan Fatwa Soal TKI

Rabu, 20 Desember 2017

Ansor Jabar Tanami 99 Ribu Bibit Pohon di Hulu Cimanuk

Garut, Fans Gus Dur. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat menggelar kegiatan penanaman pohon di salah satu hulu Sungai Cimanuk, wilayah Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Ahad (9/10).?

Kegiatan untuk mengembalikan kelestarian hutan itu dilakukan di sekitar aliran Sungai Cikeruh, Kampung Pelag, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi.

Ansor Jabar Tanami 99 Ribu Bibit Pohon di Hulu Cimanuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jabar Tanami 99 Ribu Bibit Pohon di Hulu Cimanuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jabar Tanami 99 Ribu Bibit Pohon di Hulu Cimanuk

Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar mengatakan, peristiwa banjir bandang yang melanda Garut beberapa waktu lalu merupakan dampak dari kerusakan lingkungan. Berkurangnya daya serap hutan di kawasan hulu, membuat air tidak tertampung dan berakibat pada meluapnya Sungai Cimanuk.

"Oleh karena itu kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan memelihara alam," kata Deni, di sela-sela kegiatan penanaman pohon.

Pada program reboisasi ini, PW GP Ansor Jawa Barat bekerja sama dengan Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Garut, menanam 99.000 batang bibit pohon endemik hutan seperti pohon akasia mangium, borneo, albasia dan suren.?

Fans Gus Dur

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Garut Subhan Fahmi mengatakan, selain di Sukaresmi, GP Ansor menggelar kegiatan serupa di lima kecamatan lain wilayah Garut.

"Titik-titik lokasi penanaman pohon diutamakan untuk wilayah yang menjadi kawasan anak Sungai Cimanuk, di mana airnya mengalir ke Cimanuk pada daerah hilir. Sebelum di Sukaresmi, GP Ansor juga sudah menanam pohon di Kecamatan Cikajang dan Pasirwangi. Nanti kami akan menanam pohon di tiga kecamatan lain seperti Kecamatan Bayongbong, Cisurupan dan Cigedug," ujar Subhan.

Di Kampung Pelag, Kecamatan Sukaresmi, bibit pohon yang ditanami berjumlah 16.500 batang. Sebelum mencapai Sungai Cimanuk, aliran Sungai Cikeruh dari kawasan ini mengalir terlebih dahulu ke aliran Sungai Cikamiri.

"Sungai Cikeruh merupakan satu dari enam titik aliran penyuplai Sungai Cimanuk, yang kawasan hulunya menjadi target kami dalam pengembalian fungsi hutan," ucapnya.

Fans Gus Dur

Menurut Subhan, kegiatan penanaman pohon tersebut bukan satu-satunya upaya GP Ansor dalam menanggulangi bencana banjir bandang Garut beberapa waktu lalu. Pada masa tanggap darurat bencana, GP Ansor telah mengerahkan anggotanya untuk menjadi relawan.

"Saat itu kami juga mendirikan posko bencana banjir bandang, untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak banjir," katanya.

Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon ini menjadi salah satu agenda penting, dalam rangkaian Konferensi Wilayah ke-17 Nahdatul Ulama (NU), yang digelar di Pondok Pesantren Fauzan 1, Kecamatan Sukaresmi, tanggal 10-11 Oktober 2016.

"Kami berkomitmen untuk memperbaiki lingkungan. Kegiatan ini sudah dilakukan secara rutin, bukan hanya karena ada bencana Garut saja," imbuh Subhan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Doa Fans Gus Dur

Sabtu, 16 Desember 2017

Sunah Nabi Tak Sekadar Berpahala, Ini Penjelasan Habib Luthfi

Karanganyar, Fans Gus Dur. Nabi Muhammad SAW mengajarkan banyak hal untuk umatnya, mulai dari persoalan yang besar sampai hal yang terkadang dianggap sepele, seperti cara makan dengan tangan kanan, masuk kamar mandi mendahulukan kaki kiri dan sebagainya.

Namun, hal-hal yang disunahkan Rasulullah tersebut, sejatinya mengandung makna yang tidak sepele. Selain pahala tentunya, ketika kita meniru cara Nabi tersebut akan memberikan manfaat yang luar biasa.

Sunah Nabi Tak Sekadar Berpahala, Ini Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sunah Nabi Tak Sekadar Berpahala, Ini Penjelasan Habib Luthfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sunah Nabi Tak Sekadar Berpahala, Ini Penjelasan Habib Luthfi

“Sunah Nabi tidak sekedar berpahala, tapi kandungannya luar biasa. Sebagai contoh sebelum kita makan, dianjurkan untuk cuci tangan,” kata Rais ‘Aam JATMAN, Habib Luthfi bin Yahya, pada acara pengajian Maulid Nabi saw yang diselenggarakan di Pesantren Al-Inshof Plesungan, Karanganyar, Jawa Tengah, belum lama ini (1/4).

Mengapa demikian? Meskipun tangan kita bersih, lanjut Habib Luthfi, tangan kita sebelumnya pernah memegang sesuatu, entah itu kursi dan lain sebagainya.

“Padahal sama bersihnya. Tapi diharap cuci tangan. Karena flek pada enzim yang keluar dari dua urat nadi ini yang menghubungkan otak kecil dan jantung. Kalau kita tidak cuci tangan, enzim tersebut akan masuk ke nasi yang kita makan,” terang dia.

“Barang siapa makan tapi tidak cuci tangan, akan mewariskan kefakiran, artinya mengandung penyakit,” lanjutnya.

Fans Gus Dur

Ditambahkan Habib Luthfi, dalam mendahulukan kaki kiri ketika hendak masuk kamar mandi, itu pun terdapat manfaat yang besar. “Ketika masuk dengan kaki kiri, dapat menutup hawa tidak baik dari kamar mandi. Demikian pula ketika keluar dengan kaki kanan. Semua ini dapat menjauhkan kita dari penyakit stroke,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur

Fans Gus Dur Kyai Fans Gus Dur

Rabu, 13 Desember 2017

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli

Kudus, Fans Gus Dur. Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Kudus menggelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli di Gedung NU setempat Sabtu-Senin (5-7/5) lalu. Puluhan anggota Kelompok tani binaan LPPNU mengikuti kegiatan yang ? dipandu langsung oleh pelaksana Proyek PNPM Peduli dari PP Lakpesdam Imam Maruf.

? Ketua LPPNU Kudus Masduki mengatakan kegiatan ini sebagai tahapan akhir pelatihan budi daya lele dan jamur yang diselenggarakan atas kerjasama LPPNU dengan PP Lakpesdam PNPM Peduli sejak akhir April lalu.

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kudus Gelar Monitoring dan Evaluasi PNPM Peduli

? "Program PNPM Peduli di Kudus ini lebih ditekankan pada pengembangan kapasitas terkait penguatan organisasi kelompok binaan dan pemberdayaan anggota dalam berusaha," katanya.

Fans Gus Dur

? Ia menjelaskan LPPNU telah mendampingi 5 kelompok ikan dan 2 kelompok Jamur. Diantaranya ada di ? kecamatan Dawe (desa Margorejo dan desa Puyuh), kecamatan Jekulo (desa Jekulo ada 2 dan desa Tanjungrejo) dan selanjutnya kecamatan Mejobo (desa Trengeles dan desa Qirik).

? "Semua anggota mampu menguasai tehnik-tehnik membudidayakan perikanan sehingga ke depan mampu memasarkan hasilnya” jelas Masduki.

Fans Gus Dur

? Pelaksana Proyek PNPM Peduli Imam Ma’ruf menjelaskan PNPM Peduli ini bertujuan untuk mengakomodir para pengusaha kecil dalam mengelola ? dan memasarkan usahanya. Tujuannya, para pengusaha kecil tidak saling menjatuhkan harga sehingga harga jual bisa stabil dan para pengusaha kecil bisa meningkatkan nilai perekonomiannya.

? "PNPM di Kudus ini merupakan salah satu pilot proyek di Jawa Tengah ? disamping kota lain yakni Pati Jepara, dan Magelang,” tuturnya.

? Saat membuka acara, Ketua PC NU Kudus KH Chusnan mengatakan, upaya LPPNU mengadakan pemberdayaan kaum petani dengan berbagai pelatihan perikanan maupun pertanian akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kudus khususnya warga NU sehingga menjadi sejahtera.

? ”Dengan demikian, warga NU di Kudus tidak dikatakan hanya bisa tahlilan, manaqiban dan lain sebagainya. Melainkan juga bisa mengembangkan perekonomian melalui budidaya perikanan dan pertanian” tandas KH Chusnan.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Quote, AlaSantri Fans Gus Dur

Sabtu, 09 Desember 2017

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat

Bagi sebagian orang, wudhu merupakan salah satu laku ibadah yang telah merasuk menjadi rutinitas. Setiap kali bersentuhan dengan air, seketika itu pula ia berwudhu. Ini adalah suatu kebaikan, karena berusaha mengkondisikan diri dalam keadaan suci.

Namun demikian perlu diperhatikan bahwasannya berwudhu haruslah dalam keadaan aurat tertutup. Minimal aurat depan (qubul) dan belakang (dubur). Walaupun sebenarnya menutup aurat bukanlah termasuk syarat sah wudhu. Akan tetapi, ini berhubungan dengan tata cara dan hukum menutup aurat ketika sendirian (khalwat) yang batasannya berbeda dengan aurat ketika shalat dan ketika bersosialisasi di depan umum.

Menurut Az-Zarkasyi sebagaimana tercantum dalam Nihayatul Muhtaj, bahwa aurat yang wajib ditutup ketika sendirian (khalwat) adalah dua kemaluan saja bagi laki-laki (qubul dan dubur), dan antara pusar dan lutut bagi perempuan.

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Aurat dan Larangan Berwudhu Telanjang Bulat

قال الزركشى: والعورة التى Ù? جب سترها فى الخلوة السوأتاÙ? فقط Ù…Ù? الرجل ومابÙ? Ù? السرة والركبة Ù…Ù? المرأة

Azzarkasyi berkata bahwa aurat yang wajib ditutup ketika khalwat adalah dua kemaluan saja bagi laki-laki (qubul dan dubur), dan antara pusar dan lutut bagi perempuan.

Bahwasannya ? ada dua macam aurat khusus. Pertama aurat ketika sendirian (khalwat) dan kedua aurat ketika di hadapan orang yang boleh memandang kepadanya seperti istri dan budak perempuan (sesuai perkembangan zaman, konsep perbudakan kini sudah tidak ada lagi). Keduanya memiliki tata cara yang berbeda seperti diterangkan dalam kitab Fathul Muin bahwa:

وجاز تكشف له اى للغسل فى خلوة او بحضرة Ù…Ù? Ù? جوز Ù? ظره الى عورته كزوجة او أمة والستر افضل وحرم اÙ? كاÙ? ثم Ù…Ù? Ù? حرم Ù? ظره الÙ? ها كماحرم فى الخلوة بلاحاجة وحل فÙ? ها لأدÙ? Ù‰ عرض كما Ù? أتى

Fans Gus Dur

Boleh membuka aurat (telanjang bulat) ketika mandi karena khalwat (sendirian), atau (boleh juga membuka aurat) di depan orang yang diperbolehkan memandang auratnya seperti istri atau budak perempuannya. Namun menutup aurat lebih afdhal. Dan haram membuka aurat jika di sana ada orang yang terlarang (tidak diperbolehkan) melihatmya. Seperti halnya diharamkan membuka aurat ketika sendirian tanpa ada keperluan apa-apa.

Dari keterangan di atas dapat difahami bahwa seseorang hanya diperbolehkan membuka aurat atau bertelanjang bulat ketika mandi sendirian atau ketika hanya berhadapan hadapan dengan istri. Karena mandi harus meratakan air ke seluruh tubuh, dan ini tidak bisa tercapai tanpa harus membuka semua penutupnya. Maka dibolehkan bertelanjang bulat ketika mandi.

Fans Gus Dur

Ini berbeda dengan kasus wudhu, karena keperluan wudhu dalam meratakan air tidak seperti mandi, maka berwudhu harus dengan menutup auratnya, minimal aurat depan (qubul) dan belakang (dubur). Dengan kata lain, jika mandi memang perlu bertalanjang, sedang wudhu tidak perlu bertelanjang. Maka dilarang berwudhu dengan bertelanjang bulat tanpa menutup aurat walaupun sendirian tanpa sesuatu keperluan apapun.

Oleh Karena itu, ketika seseorang selesai mandi dan ingin mengakhiri mandinya dengan berwudhu, sebaiknya terlebih dahulu menutup auratnya. Walaupun hanya dengan celana dalam ataupun handuk yang melingkar di badan. Wallahu a’lam. Ulil Hadrawy

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Fans Gus Dur Kyai, Pemurnian Aqidah, Khutbah Fans Gus Dur

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Fans Gus Dur sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Fans Gus Dur. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Fans Gus Dur dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock